Tugas PPKn BAB 1 (Crecencia Michiko 9A/07)

Nama                : Crecencia Michiko Perfeta

Kelas         : 9A

No Absen   : 07

Rangkuman PPKn Kelas 9

Bab 1 Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara

MASA – MASA 1945 – 1950 :

  • Pemberontakan PKI

Masa awal kemerdekaan Indonesia dimulai pada tahun 1945 hingga 1950.Pada tahun 1948 Partai Komunis Indonesia (PKI) memberontak di Kota Madiun, Jawa Timur. Musso adalah tokoh PKI yang melarikan diri dari Indonesia setelah PKI gagal melakukan pemberontakan pada pemerintahan Belanda.

Tujuan Musso sendiri adalah merebut kekusaan dan mengganti dasar Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Pemerintah pun segera membami pemberontakan tersebut.  Musso ditembak dan tewas karena pengepungan TNI di Samandang.

  • Pemberontakan DI/TII

        Tujuan DI/TII adalah menjadikan negara Indonesia menjadi negara yang berdasarkan asas Islam. Gerakan Darul Islam memberintakan banyak dampak di berbagai macam daerah. Sayangnya pemberontakan DI/TII ini segera diselesaikan oleh tentara.

  • Pemberontakan RMS

        Pemberontakan RMS dipimpin oleh Dr. Soumokil. Dalam pemberontakan ini ada gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membuat negara sendiri. Awalnya pemerintah menerima secara  baik – baik, namun akhirnya ditolak. Pemerintah juga mengirim ekspidisi militer ke Maluku agar pemberontakan RMS ini segera teratasi.

MASA – MASA 1950 – 1959

        Karena bubarnya RIS, Indonesia menerapkan UUDS 1950 sebagai konstitusi. Berdasarkan UUDS 1950 presiden adalah kepala negara yang merupakan bagian dari pemerintah. Tetapi tanggung jawab pemerintahan dipegang oleh perdana menteri. Seiring berjalannya waktu hingga 1959, tugas anggota lembaga konstituante belum juga menyelesaikan tugas mereka. Perdebatan terjadi antara anggota – anggota konstituante.

Kegagalan konstituante dikhawatirkan membawa perpecahan Indonesia. Sehingga presiden Soekarno mengeluarkan dekret yang intinya memberlakukan kembali UUD 1945. Pada  periode ini persatuan Indonesia juga mendapat tantang yang berat hingga menimbulkan beberapa pemberontakan, yaitu :

  1. Pemberontakan DI/TII Sulawesi Selatan.
  2. Pemberontakan PRRI.
  3. Pemberontakan Permesta.

MASA – MASA 1959 – 1966

        Banyak orang yang beranggapan bahwa masa 1959 – 1966 merupakan periode demokrasi terpemimpin. Periode ini bergantung kepada kekuasaan presiden. Terjadi beberapa macam penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila, yaitu :

  1. Diangkitnya presiden Soekarno menjadi presiden seumur hidup.
  2. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh Presiden karena DPR tidak menyetujui RAPBN tahun 1960 yang diajukan pemerintah.
  3. Anggota DPR – GR tidak dipilih oleh rakyat, tetapi sebagian besar ditunjuk oleh presiden.
  4. Pelaksanaan politik konfrontasi.
  5. Adanya percobaan penggabungan nasionalis, agama, dan komunisme.

MASA – MASA 1966 – 1998

        Masa 1966 – 1998 disebut sebagai masa Orde Baru. Presiden Soeharto sebagai pengembang amanat rakyat Indonesia. Orde baru awalnya memberi angin segar pada Pancasila, kemudian munculah kebijakan – kebijakan yang keluar dan tidak dianggap sesuai dengan jiwa Pancasila. Hal yang tidak sesuai dengan Pancasila pada masa orde baru adalah :

  1. Kebebasan pers dianggap terbatas.
  2. Pemerintah cenderung sentralistik.
  3. Demokrasi cenderung dikekang.

MASA 1988 – SEKARANG

Masa 1988 hingga saat ini disebut sebagai era reformasi. Awalnya masa ini tepatnya pada tanggal 21 Mei 1998 terjadi pemberontakan mahasiswa – mahasiswa yang meminta turunnya Presiden Soekarno dari masa jabatannya. Gerakan ini disebut gerakan reformasi. Karena adanya pemberontakan, Soeharto kemudian turun dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya yaitu B.J. Habibie.

Pemberontakan 21 Mei 1998

Selain itu terdapat perubahan (amandemen) pada UUD 1945 Pasal 7 yang awalnya “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali.” menjadi “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.”

  1. Nilai

Nilai berasal dari kata latin Valere yang artinya kuat, baik, dan berharga. Notonagoro membagi nilai menjadi tiga, yaitu :

  1. Nilai Material = sesuatu yang berguna bagi manusia.
  2. Nilai Vital = sesuatu yang berguna bagi manusia agar dapat melakukan aktivitas.
  3. Nilai Kerohanian = segala sesuatu yang berguna bagi rohani.
  • Ideologi

Ideologi berasal dari kata idea artinya gagasan, konsep, pengertian dasar, cita – cita. Sedangkan logos artinya ilmu. Menurut Horton & Hunt,  ideologi adalah suatu system gagasan yang menyetujui seperangkat norma.

  • Ideologi Terbuka & Ideologi Tertutup

Contoh ideologi terbuka :

  • Nilai dan cita – cita nya tidak dipaksakan dari luar.
  • Bersifat dinamis dan reformis.
  • Hasil musyawarah dan konsesus masyarakat.

Contoh ideologi tertutup :

  • Bukan merupakan cita – cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
  • Kepercayaan dan ideologis yang kaku.
  • Adanya ketaatan yang mutlak.

Contoh perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam bidang politik :

  1. Dalam lembaga Negara.
  2. Dalam Hukum.
  3. Dalam Sistem Demokrasi.

Contoh perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam bidang ekonomi :

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha.
  2. Bumi, air, dan kekayaan alam digunakan untuk kemakmuran rakyat.
  3. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi.
  4. Dengan adanya BUMN (Badan Usaha Miliki Negara).

Contoh perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam bidang sosial budaya :

  1. Menghargai keragaman budaya Indonesia.
  2. Ikut serta gotong royong.
  • Upload foto tentang budaya Tanah Air untuk memamerkan dan melestarikan budaya yang ada.

Contoh perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam bidang pertahanan dan keamanan, yaitu ada pada UUD NRI 1945 Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 30 Ayat 1.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started