RANGKUMAN BAB 4
Untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman diperlukan sejumblah prinsip, yaitu Bhinneka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara.
- BNINNEKA TUNGGAL IKA
Semboyan Tunggal Ika berasal dari seseorang pujangga,Mpu Tantular yang menulis Kitab Sutasoma. Secara harfiah istilah ini berarti berbeda (Bninneka) itu (Ika) satu (tunggal). Jika didefinisikan dapat bermakna bahwa kita berbeda, tetapi tetap satu. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mencantum dalam cengkraman kaki Garusa Pancasila sebagai lambing Negara Indonesia.
- WAWASAN NUSANTARA
Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsanya Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenaranya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.
- BENTUK KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA
Telah kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya dihuni oleh berbagai etnis dengan adat istiadat yang berbeda.
- SUKU BANGSA
Indonesia memiliki beragam suku bagsa. Diperkirakan terdapat lebih dari dari 300 suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.
Coba kamu perhatikan diri kamu sendiri. Berasal dari suku manakah kamu?. Setiap suku sudah tentu memiliki tata kehidupan, adat istiadat, Bahasa, dan budaya yang berbeda. Setiap suku memiliki kekhasan sendiri. Perbedaan dan keragaman inilah yang menyumbang keragaman kehidupan berbangsa.
Berikut adalah rumah adat di Sumatra Utara. Bentuk rumah adat yang khas unik menjadi bagian dari keberagamaan Indonesia sehingga menambah kekayaan Indonesia tersendiri.
- AGAMA
Jika kamu perhatiin Indonesia terletak pada posisi silang, yaitu secara geografis terletak antara dua samudra dan dua benua. Posisi silang Indonesia memiliki pengaruh terhadap keragamaan masyarakat dan budaya di Indonesia,termasuk kepercayaan dan agama yang terdapat di Indonesia.
Penduduk Indonesia mengenal berbagai agama dan kepercayaan. Pemerintah Indonesia mengakui enam agama, yaitu Kristen, Islam, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu. Selain itu Indonesia mengakui adanya aliran kepercayaan.
- RAS
Ras merupakan kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawaan yang sama. Jika kita menyebut satu kelompok ras tertentu, ciri yang kita tampilkan adalah ciri fisiknya, bukan ciri budayanya. Di Indonesia terdapat berbagai ras sehingga terdapat perbedaan bentuk fisik, seperti warna kulit, postur tubuh, dan jenis rambut.
- MASALAH YANG MUNCUL DALAM KEBERAGAMAAN MASYARAKAT INDONESIA
Masalah yang muncul dalam keberagamaan masyarakat Indonesia adalah konflik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indoensia, konflik didefinisikan sebagai ‘percekcokan, perselisihan, atau penentangan.’
- Penyebab konflik
- Faktor penyebab konflik
- Perbedaan individu
- Perbedaan kebudayaan
- Perbedaan kepentingan
- Perbedaan social
- Sikap penyebab konflik
- Promordialisme
Pandangan atau paham yang menunjukan sikap berpegangn teguh pada hal-hal yang sejak awal melekat pada individu.
- Etnosentrisme
Pandangan bahwa kebudayaan suku bangsanya lebih baik dibandingkan kebudayaan suku lain.
- Diskriminatif
Peredaan perlakuan terhadap sesama wara negara.
- Stereotipe penilaian terhadap sesoroang atau golongan hanya berdasarkan presepsi pribadi atau kelompok
- Fanatiseme
Keyakinan akan sesuatu kebernaran tanpa kepastian data dan fakta
- Ekslusivisme
Sikal yang memandang bahwa pandangan atau ajaran yang paling bener
BENTUK KONFLIK DALAM MASYARAKAT
- Konflik pribadi
Dapat terjadi antara dua individu atau lebih karena perbedaan pandangan atau sebagainya.
- Konflik rasial
Umumnya timbul karena perbedaann ras, seperti perbedaan ciri badan, kepentingan,dan kebudayaan.
- Konflik antar kelas-kelas social
Umumnya disebabkan akibat perbedaan kepentingan
- Konflik politik
Adanya perbedaan kepentingan atau tujuan politis seseorang atau kelompok.
- Konfliki internasional
Umunya terjadi akibat perbedaan kepentingan yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan negara.
AKIBAT YANG DITIMBULKAN OLEH TERJADINYA KONFLIK
- Perpecahan dalam masyarakat
- Kerugian harta benda dan korban manusia
- Kehancuran nilai-nilai dan norma yang ada
- Perubahan kepribadian
