bab 3
Perumusan dan Penetapan UUD NRI Tahun 1945
A. Sejarah Perumusan UUD NRI 1945
1. Sidang BPUPKI I (29 Mei-1 Juni 1945)
Pada Sidang BPUPKI I, selain menerima berbagai usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka, juga dibentuk BPUPKI juga dibentuk panitia kecil perumusan dasar negara dengan 9 anggota.
2. Rapat Panitia Kecil
Pada tanggal 22 Juni 1945, panitia kecil mengadakan rapat gabungan dengan anggota BPUPKI yang bertempat tinggal di Jakarta. Hasil rapat panitia kecil perumusan dasar negara adalah Rancanagan UUD dengan mukadimah hokum dasar negara Indonesia yang terkenal dengan nama Piagam Jakarta.
3. Sidang BPUPKI II (10-17 Juli 1945)
Pada sidang BPUPKI II dibentuk tiga panitia dalam rangka membahas Rancangan UUD Negara Indonesia, yaitu :
- Panitia Perancang UUD yang diketuai oleh Ir.Soekarno
- Panitia Keuangan dan Perekonomian yang diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta
- Panitia PETA (Pembela Tanah Air) yang diketuai oleh Abikusno Cokrosuyoso
a. Sidang Panitia Perancang Undang Undang dasar
pada tanggal 11 Juli 1945, Panitia Perancang Undang-Undang Dasar melanjutkan sidang yang antara lain menghasilkan kesepakatan sebagai berikut :
- Membentuk panitia perancang “Declaration of Rights”, yang beranggotakan Ahmad Subardjo, Sukiman, dan Parada Harahap
- Bentuk “Unitarisme”
- Kepala Negara di tangan satu orang, yaitu Presiden
- Membentuk panitia kecil perancang Undang-Undang Dasar, yang diketuai Oleh Supomo
b. Sidang Pantia Kecil Perancang Undang Undang Dasar
pada tanggal 13 Juli 1945, Panitia Kecil Perancang Undang-Undang dasar mengadakan sidang dan berhasil membahas beberapa hal dan menyepakati, antara lain ketentuan tentang lambang negara, Negara kesatuan, sebutan Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan membentuk panitia Penghalus Bahasa yang terdiri atas Djajadiningrat, salim, dan supomo.
c. Sidang BPUPKI
pada tanggal 14 Juli 1945, BPUPKI mengadakan sidang dengan agenda “pembicaraan tentang pernyataan kemerdekaan”. Sedangkan sidang pada tanggal 15 Juli 1945 melanjutkan acara “Pembahasan Rancangan Undang Undang Dasar”.
B. Penetapan UUD NRI Tahun 1945
1. Pembentukan PPKI
Untuk mewujudkan kemerdekaan negara Indonesia maka dibentuk PPKI pada tanggal 7 Agustus 1945. PPKI bertugas untuk mempersiapkan kelengkapan-kelengkapan bagi negara Indonesia Merdeka. Akan tetapi sebelum PPKI menjalankan tugasnya, perubahan besar telah terjadi, yaitu kekalahan Jepang terhadap sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Keadaan tersebut mendorong bangsa Indonesia untuk segera memproklamasikan kemerdekaan negara Indonesia. Melalui Proses yang cepat didasari semangat perjuangan mencapai negara Indonesia yang merdeka, Para pemuda dan pemimpin-pemimpin bangsa, akhirnya sepakat memproklamasikan kemerdekaan negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
2. Sidang PPKI
Pada awalnya PPKI berjumlah 21 orang, namun pada perkembangannya jumlah tersebut ditambah sebanyak 6 orang tanpa sepengetahuan pemerintah Jepang. Sidang PPKI dilaksankan pada tanggal 18 Agustus 1945 di Gedung Kesenian Jakarta. Keputusan hasil sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah sebagai berikut :
- Mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara
- Memilih Presiden dan Wakil Presiden
- Presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh sebuah KNIP sampai dibentuknya lembaga-lembaga negara
Berdasarkan keputusan sidang PPKI tersebut, Indonesia sebagai negara yang merdeka telah mempunyai hukum dasar atau konstitusi, yaitu Undang-Undang Dasar Negara Tahun 1945. UUD NRI Tahun 1945 yang ditetapkan oleh PPKI mempunyai sistematika sebagai berikut :
- Pembukaan, terdiri atas 4 alinea.
- Batang tubuh, terdiri atas 16 Bab, 37 Pasal, 4 pasal aturan peralihan, dan 2 ayat aturan tambahan.
C. Arti Penting UUD NRI 1945 bagi Bangsa dan Negara Indonesia
1. Kedudukan UUD NRI 1945
UUD NRI 1945 menjadi konstitusi pertama negara Indonesia Merdeka. Konstitusi pertama mengandung suasana kebatinan yang mendasari kehidupan ketatanegaraan. UUD NRI Tahun 1945 mempunyai kedudukan Istimewa dibandingkan dengan perundang undangan yang lain bagi bangsa Indonesia karena
- Dibentuk dengan cara Istimewa
- Dianggap sesuatu yang luhur
- Berisi cita-cita bangsa dan dasar Organisasi negara
- Berisi garis besar tentang dasar dan tujuan negara
2. Arti Penting UUD NRI 1945
Dengan kedudukan Istimewa tersebut, UUD NRI Tahun 1945 memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara Indonesia, yaitu :
- Menjadi dasar dan sumber eksistensi berdirinya NKRI
- Sebagai landasan konstitusional penyelenggaraan negara Indonesia
- Sebagai aturan hukum tertinggi dalam tata urutan peraturan-perundang undangan nasional di Indonesia
- Sebagai salah satu pilar kebangsaan Indonesia
3. Perubahan UUD NRI 1945
Pada tanggal 27 Desember 1949, Konstitusi Negara Indonesia diganti dengan Kontitusi RIS. Presiden Sukarno pada tanggal 5 juli 1959 mengeluarkan dekret presiden yang berisi :
- Menetapkan pembubaran Konstituante
- Menetapkan bahwa UUD NRI 1945 berlaku kembali
- Pembentukan MPRS yang terdiri atas anggota DPR dan utusan daerah serta pembentukan DPAS.
a. Amandemen UUD negara RI 1945
1. Latar Belakang Amandemen UUD NRI 1945
- Upaya memperbaiki arah perjalanan bangsa
- Mengembangkan Kekuasaan lembaga-lembaga negara
- Mengubah tata kelola agar lebih baik
- Membina hubungan yang lebih baik dalam pergaulan internasional
- Mencegah adanya penyalahgunaan kekuasaan
- Mewujudkan visi dan misi reformasi
- Memutakhirkan UUD secara tertulis
2. Maksud dan tujuan Amandemen
- Menegakan kedaulatan rakyat dengan menempatkan MPR tidak lagi sebagai pemegang kedaulatan rakyat.
- Mengontrol kekuasaan Presiden yang terlalu besar sehingga Presiden dapat benar-benar dapat dikontrol
- Membuat Pasal-Pasal UUD NRI Tahun 1945 yang tidak multitafsir
- Membuat tata kelola negara demokratis melalui penghormatan HAM dan otonomi daerah
3. Kesepakatan Dasar dalam Amandemen UUD NRI Tahun 1945
- Tidak Mengubah Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
- Mempertahankan NKRI
- Mempertegas system pemerintahan presidensial
- Menghilangkan penjelasan UUD NRI Tahun 1945
- Memasukkan penjelasan yang bersifat normative ke dalam pasal
- Perubahan dilakukan dengan penambahan naskah
4. Jalannya Amandemen
- Amandemen pertama dilakukan pada sidang Tahunan MPR tanggal 14-21 Oktober 1999
- Amandemen Kedua dilakukan pada sidang Tahunan MPR tanggal 7-18 Agustus 2000
- Amandemen Ketiga dilakukan pada sidang Tahunan MPR tanggal 1-9 November 2001
- Amandemen Keempat dilakukan pada sidang Tahunan MPR tanggal 1-11 Agustus 2002
5. Hasil Amandemen
Sistematika UUD NRI Tahun 1945 yang telah diamandemen selama empat tahap akhirnya terdiri atas pembukaan dan pasal-pasal (21 Bab, 73 pasal, 170 ayat, 3 pasal aturan peralihan, dan 2 pasal aturan tambahan).
6. Makna Amandemen
- Adanya UUD yang lebih lengkap dan tidak Multitafsir
- Terjadinya pembatasan dan pembagian kekuasaan antar lembaga negara secara jelas sehingga menghindari kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan
- Memudahkan keberadaan bangsa Indonesia dalam pergaulan International
- Lebih menjamin hak asasi warga negara
- Memperbaiki arah perjalanan bangsa berdasarkan visi reformasi dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional
- Menjamin pelaksanaan kedaulatan rakyat melalui pemilihan umum untuk memilih lembaga eksekutif dan legislatif
- Mempertahankan dasar negara Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
bab 4
Keberagaman Masyarakat Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
A. Bhinneka Tunggal Ika
1. Pengertian Bhinneka Tunggal Ika
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari buku Sutasoma karya Empu Tantular seorang pujangga di Kerajaan Majapahit. Lengakpnya adalah dari Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang berarti ‘ walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua adanya karena tidak ada agama yang tujuannya berbeda’.
Lambang negara Garuda Pancasila dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 februari 1950. Ketentuan tersebut dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera, Bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan, yang antara lain berisi hal-hal sebagai berikut :
- Seekor Burung garuda yang berdiri tegak dengan sayap yang dikembangkan ke kiri dan ke kanan, melambangkan tenaga pencipta atau semangat membangun
- Kepala Burung yang menghadap ke kanan, melambangkan kemujuran atau keberuntungan
- Burung garuda yang mampu terbang tinggi ke angkasa raya tanpa kawan, melambangkan cita-cita tinggi, keperkasaan, serta kedaulatan berbangsa dan negara
- Lukisan burung garuda yang seluruhnya berwarna kuning emas, melambangkan keagungan
- Kaki Burung yang mencengkram kukuh pita bertuliskan ‘Bhinneka Tunggal Ika’, melambangkan kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang dicapai saat Proklamasi Kemerdekaan 17 agustus 1945
- Seloka dilambangkan dengan bulu burung pada tubuh dan sayapnya sebagai candra sangkala proklamasi
2. Makna Bhinneka Tunggal Ika
Makna luhur Bhinneka Tunggal Ika sebagai berikut :
- Bangsa Indonesia menyadari bahwa keragaman baik suku bangsa, agama, ras, antargolongan, bukan merupakan unsur pemecah
- Bangsa Indonesia menyadari bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika mendorong lahirnya persatuan dan kesatuan Indonesia
- Bangsa Indonesia menyadari bahwa di tengah arus globalisasi yang sangat cepat dan terjadinya percampuran budaya diperlukan penyaring agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap utuh dan semangat berbeda
- Bangsa Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa Bhinneka Tunggal Ika merupakan salah satu pilar selain Pancasila
3. Arti penting semboyan Bhinneka Tunggal Ika bagi bangsa Indonesia
Interaksi dengan orang lain dapat berdampak positif dan negative. Interaksi berdampak positif jika dilakukan atas dasar sikap saling menghargai dan menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan social, namun tetap mengutamakan kepentingan social.
a. Pendorong lahirnya Nasionalisme Indonesia
Bhinneka Tunggal Ika berarti biar berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Artinya, meskipun bangsa dan negara Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat-istiadat yang bermacam-macam serta beraneka ragam kepulauan wilayah bangsa Indonesia. Lahirnya peraturan dan kesatuan Indonesia di tengah keberagaman didasarkan atas berbagai perasaan sebagai bangsa yang tumbuh, yaitu :
- Ketentuan Sejarah
- Kesatuan Nasib
- Kesatuan Kebudayaan nasional.
- Kesatuan asas Kerohanian
b. Penyemangat untuk membangun Indonesia yg lebih maju
Setiap warga negara harus dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
- Hidup saling menghargai antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya
- Menumbuhkan kesadaran sikap untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika
- Menjaga persatuan Bangsa dan negara Indonesia
- Meneruskan perjuangan para pendahulu untuk tetap menyatukan wilayah republic Indonesia menjadi negara kesatuan
- Menghindari sikap negatif
- Meningkatkan Identitas dan kebanggan sebagai bangsa Indonesia
- Meningkatkan nilai kegotongroyongan dan solidaritas
c. benteng persatuan bangsa dan negara Indonesia di era globalisasi
dampak buruk globalisasi yang membawa kebudayaan-kebudayaan baru menjadi komposisi kebudayaan masyarakat Indonesia menjadi lebih kompleks atau rumit. Karena banyaknya kebudayaan baru yang dating dan diterima begitu saja, menyebabkan terjadinya penyimpangan kebudayaan di masyarakat.
B. Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
1. Hakikat Keberagaman
Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang.keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan bangsa.
2. Keragaman di Indonesia
Keberagaman Wilayah dan Lingkungan
Wilayah Indonesia terbagi menjadi 34 Provinsi dan setiap Provinsi terbagi menjadi kabupaten dan kota. Setiap wilayah memiliki ciri topografis dan geografis tersendiri yang berpengaruh langsung terhadap lingkungan, baik flora maupun fauna. Kondisi topografis dan geografis secara tidak langsung juga membentuk keberagaman warga negara atau penduduk yang mendiaminya dengan berbagai aspek kehidupannya.
b. Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya
Suku bangsa atau kelompok etnik adalah kesatuan hidup manusia yang mempunyai system interaksi, system norma yang mengatur interaksi tersebut, adanya kontinuitas dan rasa identitas yang mempersatukan semua anggotanya, serta memiliki system kepemimpinan sendiri. Identitas atau ciri khas suatu suku bangsa atau kelompok etnik dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu :
- Tipe Fisik
- Bahasa
- Adat Istiadat
- Kesenian
- Sistem Kekerabatan
- Batas Fisik Lingkungan
Budaya adalah pola hidup yang tercipta dalam sejarah, yang eksplisit, implisit, rasional, irasional, dan nonrasional yang terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia. Kebudayaan mempunyai tujuh unsur yang bersifat universal, yaitu :
- Bahasa
- System teknologi
- System mata pencaharian dan system ekonomi
- Organisasi social atau system kemasyarakatan
- System pengetahuan
- Religi atau kepercayaan
- Kesenian
Keberagaman budaya dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain :
- Lingkungan alam
- Kontak dengan budaya lain
- Keyakinan dan kepercayaan yang dimiliki
c. keberagaman agama
Hal yang perlu dikembangkan toleransi umat beragama, yang meliputi :
- Toleransi antarumat beragama yang berbeda
- Toleransi antarumat beragama yang sama
- Toleransi umat beragama dengan pemerintah
d. Keberagaman Ras
Ras berarti keberagaman penduduk Indonesia yang didasarkan pada warna kulit dan ciri lain yang bersifat fisik. Secara umum, ras manusia dapat dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu :
- Negroid
- Mongoloid
- Kauskasoid
- Australoid
- Khoisan
e. keberagaman golongan
beberapa factor yang digunakan untuk menggolongkan keberagaman adalah sebagai berikut :
- secara administrasi kependudukan
- secara usia penduduk
- secara ekonomi
- secara pendidikan
- secara politik
- berdasarkan mata pencaharian
f. keberagaman gender
gender merupakan sifat dan perilaku yang melekat pada kaum laki-laki dan perempuan yang dikonstruksikan secara social dan kultural. Sedangkan jenis kelamin merupakan kodrat Tuhan.
- Peran reproduktif
- Peran produktif
- Peran kemasyarakatan
3. factor penyebab keberagaman bangsa Indonesia
- Lingkungan fisik daerah
- Keyakinan atau agama
- Kehidupan social budaya di berbagai daerah
- Factor sejarah
C.Arti Penting Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
1. Arti Penting Keberagaman
a. Keberagaman sebagai potensi menuju Kejayaan Bangsa
Segala sesuatu yang ada di dunia tidaklah tunggal karena yang Tunggal hanya Tuhan yang Maha Esa. Tepatlah kiranya para pendiri negara menggunakan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” dalam upaya mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Luas dan besarnya wilayah Indonesia berpengaruh terhadap banyaknya keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.
b. Keberagaman Sebagai Tantangan Bangsa
setelah bangsa Indonesia merdeka, negara kesatuan republic Indonesia masih dapat tegak berdiri. Upaya mempertahankan dan membangun negara Indonesia bukan hanya kerja keras pemerintah, melainkan juga adanya keinginan bangsa Indonesia yang berbhinneka untuk tetap bersatu.
2. Semangat Menjaga Keberagaman dalam Masyarakat dalam Masyarakat Indonesia
a. Semangat dan Perilaku dalam kehidupan beragama yang beragam
Salah satu keberagaman yang ada di Indonesia adalah keberagaman agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Bentuk perilaku kehidupan dalam keberagaman agama di antaranya diwujudkan dalam sebagai berikut :
- Menghormati agama yang diyakini oleh orang lain
- Tidak memaksakan keyakinan agama kepada orang yang berbeda agama
- Bersikap Toleran pada ibadah orang lain
- Melaksanakan ajaran agama dengan baik
- Tidak memandang rendah atau menyalahkan agama yang dianut orang lain
b. semangat dan perilaku dalam keberagaman ras dan suku di indonesia
Ras berkaitan dengan karakteristik fisik yang dimiliki sekelompok manusia. Apapun rasnya, manusia itu memiliki derajat dan martabat yang sama. Tidak manusia yang lebih baik dan lebih handal dari yang lain karena perbedaan warna kulit, rupa bentuk, dan sebagainya.
c. Semangat dan Perilaku dalam Keberagaman Sosial Budaya
Bagi seorang pelajar perilaku dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman social budaya dapat dilaksanakaan dengan :
- Mengetahui keberagaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia
- Mempelajari dan menguasai salah satu seni budaya sesuai dengan minat dan kesenangannya
- Merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri
- Menyaring budaya asing yang masuk ke dalam bangsa Indonesia
D.Perilaku Toleransi dalam Masyarakat
1. Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga merupakan lingkungan terkecil yang terdiri atas ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga yang lain. Contoh sikap toleransi yang didasari keberagaman di dalam keluarga adalah sebagai berikut :
- Menjalankan peran dan tugas masing-masing tanpa memandang keberagaman
- Saling menghargai perbedaan di dalam keluarga
- Membiasakan musyawarah dalam memecahkan masalah keluarga
2. Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah memiliki keberagaman yang lebih kompleks daripada keluarga. Di sekolah pasti ada keragaman, minimal ada golongan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Perlu dikembangkan sikap dan perilaku toleransi dan menghargai sebagai berikut :
- Membentuk kelompok belajar tanpa melihat latar belakang ekonomi murid
- Menyusun pengurus kelas atau pengurus OSIS tanpa melihat status social keluarga murid
- Menyusun petugas piket tanpa melihat latar belakang masing-masing murid
3. Lingkungan Masyarakat
Berikut adalah sikap dan perilaku toleransi dan menghargai keberagaman yang harus dikembangkan dalam lingkup masyarakat :
- Saling membantu tanpa pamrih
- Menjaga keamanan lingkungan tanpa membedakan latar ekonomi dan status sosial
- Mengadakan kerja bakti Bersama-sama
4. Lingkungan Masyarakat
Contoh-contoh sikap dan perilaku menghargai keragaman dalam kehidupan berbangsa bernegara adalah :
- Melaksanakan pertukaran budaya melalui kegiatan nasional, misalnya pecan olahraga nasional
- Melakukan pembangunan tanpa membeda-bedakan wilayah
- Melaksanakan aturan hukum dengan penuh kepastian dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
