Rangkuman Bab 5 Ppkn Athalia Bernice. P 9A/4

A.Keberagaman Masyarakat Indonesia

Dalam KBBI kata harmoni dapat diartikan sebagai ‘keselarasan ; keserasian’. Adapun keberagaman dapat diartikan ‘berbeda atau bermacam – macam’.  

Berbagai macam keberagaman :

1.Keberagaman Sosial Budaya pada Masyarakat

Masyarakat Indonesia disebut juga dengan masyarakat multicultural. Secara sederhana, masyarakat multicultural dipandang sebagai masyarakat memiliki beragam kelompok social dengan system norma dan kebudayaan yang berbeda-beda. Masyrakat multicultural merupakan bentuk dari masyrakat modern yang anggotanya terdiri atas berbagai golongan, etnis (suku bangsa), ras, agama, dan budaya. Di Indonesia, Hildred Geertz mengatakan bahwa terdapat lebih dari 300 suku bangsa; sedangkan M. A. Jaspan mengatakan bahwa terdapat 366 suku bangsa. Masyarakat multicultural tidak mengenal perbedaan hak dan kewajiban antara kelompok minoritas dan mayoritas, baik secara hokum maupun social.

2.Keberagaman Ekonomi Masyarakat

Masyarakat perdesaan disebut juga masyarakat tradisional. Masyrakat pedesaan adalah masyrakat yang tinggal di kawasan/wilayah/teritorial kecil yang biasanya disebut masyarakat setempat. Biasanya masyarakat pedesaan mengerjakan pekerjaan dengan mengelola lahan milik mereka atau orang lain. Mereka umumnya menjual hasil olahan mereka ke sekitar tempat tinggal, bahkan ke kota. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat dengan kelompok social yang lebih besar dan kompleks. Penduduk kota cenderung mencari pekerjaan sesuai dengan pendidikan atau keahlian yang dimilikinya. Penghasilan masyarakat kota cenderung lebih besar dari masyarakat pedesaan. Adanya keberagaman ekonomi yang dimiliki oleh masyarakat desa dan kota, dapat ditemukan harmonisasi dalam keberagaman, seperti dalam pertukaran hasil produksinya.

3.Keberagaman Gender pada Masyarakat

World Health Organization (WHO) memberi batasan gender, yaitu seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara social dalam suatu masyarakat. Gender juga dapat dilihat sebagai pembagian peran kedudukan dan tugas antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas, sesuai norma-norma, adat istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan masyarakat.

Berikut beberapa pengertian gender menurut ahli :

a.John M. Echols dan Hassan Sadhily mengemukakan bahwa kata gender berasal dari Bahasa Inggris yang berate jenis kelamin. Secara umum, pengertian gender adalah perbedaan yan tampak anatara laki-laki dan perempuan apabila dilihat dari nilai dan tingkah laku.

b.Mansour Fakih mengemukakan bahwa gender merupakan suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki dan perempuan yang diksontrusikan secara social dan kultural. Adapun perubahan sifat dan ciri yang terjadi dari waktu ke waktu dari tempat ke tempat lainnya disebut konsep gender.

B.Permasalahan dan Akibat yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

1.Permasalahan dalam Keberagaman Sosial Budaya

Salah satu contohnya adalah pertentangan antar budaya karena adanya ketidak cocokkan dan dapat terjadi konflik antar budaya jika pertentangan antar budaya tersebut tidak selesai. Jika tidak dapat saling menjaga dan menghargai, keberadaan unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat menimbulkan permasalahan dalam masyarakat.

2.Permasalahan dalam Keberagaman Ekonomi

Permasalahan dalam keberagaman ekonomi terletak pada berbagai usaha yang dilakukan manusia tiap daerah untuk memenuhi kebutuhannya tersebut .

a.Pertanian                                                                                                                        Pada masyarakat tardisional, tanah pertanian yang diolah cenderung sempit, masih menggunakan system pengelolaan yang sederhana, dan sangat bergantung pada kondisi alam. Namun, pada masyarakat modern pengelolaan tanah dilakukan dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti peggunaan traktor, system hidroponik, dan rumah kaca. Penggunaan teknologi akan melipatkan hasil pertaniannya dna tidak bergantung pada kaca. Perbedaan dalam pengelolaan tanah tersebut dapat menimbulkan kesejangan pendapatan.

b.Peternakan                                                                                                                 Adapun permasalahan yang dapat dialami peternak :

1)Kurangnya pemahaman sebagian peternak perihal penanganan yang baik terhadap hewan ternaknya sehingga kualtas hewan ternak kurang baik.

2)Adanya ketidakmertaan sarana distribusi hewan ternak

3)Ketersediaan sumber makanan ternak berbeda-beda di tiap daerah.

c.Nelayan                                                                                                                      

Pada masyarakat tradisional, kegiatan menangkap ikan atau pekerjaan sebagai nelayan dilakukan dengan cara-cara yang masih tradisional, yaitu memakai jala-jala kecil naik perahu dayung atau perahu dengan mesin kecil. Hasil yang diperoleh juga sedkit sebagian besar untuk konsumsi sendiri. Sementara itu, pada masyarakat modern, metode penangkapan ikan sudah dilakukan dengan menggunakan peralatan yang modern, sehingga dapat menangkap ikan lebih banyak. Hal tersebut dapat menimbulkan terjadinya perbedaan pendapatan.

d.Jasa                                                                                                                                   

   Umumnya , perkembangan mata pencaharian di bidang jasa dialami di perkotaan. Pada masyarakat perdesaan, terlebih yang daerahnya terpencil dan sulit dijangkau, tidak begitu banyak mata pencaharian seperti di kota. Dengan demkian, berbagi kemudahan yang dapat dirasakan oleh masyarakat perdesaan yang terpencil.

e.Industri

Di pedesaan , lapangan kerja yang tersedia umumnya pada bidang pertanian dan perkebunan. Sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia di pedesaaan membuat masalah tersendiri, penduduk yang tidak puas dengan kehidupan di desa dan menganggur terdorong untuk mencari pekerjaan di kota. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan di perkotaan, seperti kepadatan penduduk yang tinggi.

3.Permasalahan dalam Keberagaman Gender

Gender adalah suatu sifat yang dijadikan dasar untuk mengidentifikasi perbedaan antara laki-laki dan perempuan, yang dilihat dari segi kondisi sosial dan budaya, nilai dan perilaku, mentalitas dan emosi, serta factor –faktor n onbiologis lainnya. Dalam kehidupan sosial kultural masyarakat Indonesia, laki-laki cendderung dipandang lebih tinggi derrajatnya dan lebih mudah memiliki gerak sosial disbanding perempuan. Hal tersebut merupakan dampak pandangan masyarakat sehingga dapat menghambat kegiatan dan perkembangan pola pikir seorang perempuan. Ada kaitan erat antara perbedaan gender (gender differences) dan ketidakadilan gender (gender inequalities) dalam struktur ketidakadilan masyarakat secara luas. Perbedaan gender tidak menjadi masalah selama tidak melahirkan ketidakadilan gender (gender inequalities). Ketidakadilan gender termanifestasikan dalam berbagai bentuk ketidakadilan, seperti :

a.Marginalisasi (proses peminggiran) perempuan dapat bersumber dari tafsir agama, tradisi, kebiasaan, dan asumsi ilmu pengetahuan. Contoh marginalisasi yang bersumber dari tradisi adalah masih banyak suku-suku yang tidak memberikan hak waris sama sekali pada perempuan.

b.Pelabelan negative (stereotipe) adalah penandaan atau penilaian atau citra buruk yang sering sekali bersifat negative dan secara umum melahirkan ketidakadilan. Salah satu contohny, perempuan dianggap sebagai mahluk yang lemah, cengeng, dan tidak rasional.

c.Kekerasan adalah serangan atau invasi terhadap fisik dan integritas mental psikologis seseorang. Contoh dari kekerasan karena bias gender (gender-related violence) adalah beban kerja yang lebih banyak harus ditanggung perempuanj karena adanya anggapan bahwa perempuan  memiliki sifat memelihara dan rajin sehingga semua pekerjaan domestic rumah tangga menjadi tanggung jawa perempuan.

C.Strategi Penyelesaian Permasalahan yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Berikut beberapa strategi penyelesainnya :

1.Strategi Penyelesaian Permasalahan Keberagaman Sosial Budaya

Salah satu upaya atau strategi untuk mengharmonisasikan kebergaman sosial budaya adalah menggunakan kearifan local. Kearifan local (Local wisdom) terdiri dari 2 kata yaitu, kerarifan (wisdom) dan local (local). Dalam Kamus Inggris-Indonesia karangan John M. Echols dan Hassan Syadily, lopcal berarti ‘setempat’, sedangkan wisdom (kearifan) berarti ‘kebijaksanaan’. Secara umum local wisdom (kearifan setempat) dapat di[pahami sebagai gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Pada prinsipnya, kearifan local bernilai baik dan menjadi kweunggulan budaya masyarakat setempat, serta berkaitan dengan kondisi geografis secara luas. Dengan demikian, kearifan local mereflesikan kondisi budaya nusantara yang Bhinneka Tunggal Ika. Adapun contoh kearifan local adalah tradisi tane’ oleh dari Dayak Kenyah, Kalimantan Timur. Dalam tradisi tersebut, kawasan hutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat adat. Pengelolaan tanah diatur dan dilindungi oleh aturan adat.

2. Strategi Penyelesaian Permaslaahan Keberagaman Ekonomi

a.Pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga masyarakat pedesaan dapat menikmati fasilitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

b.Adanya pelatihan atau penyuluhan secara berkala bagi para petani untuk meningkatkan hasil produksinya dengan penanaman bibit unggul dan pemasaran hasil panennya dengan harga yang wajar dan dapat menyejahterakan petani.

c.Melakukan kebijakan-kebijakan yang dapat membantu para nelayan khususnya dalam proses hal penangkapan ikan agar dapat menangkap ikan dengan hasil yang maksimal.

d.Adanya regulasi/perundang-undangan yang jelas dan tidak merugikan satu pihak dalam kegiatan usaha yang dilakukan dalam bidang industry dan jasa. Dengan demikian, tidak terjadi kesenjangan dalam kegiatan proses produksi dan usaha jasa.

3.Strategi Penyelesaian Permasalahan Keberagaman Gender

Adanya upaya yang dapat dilakukan pemerintah antara lain  sebagai berikut :

a.Program kesetaraan gender terintegrasi dalam berbagi program kegiatan dari sekotr pembangunan yang terkait.

1)Memperoleh akses yang sama kepada sumber daya pembangunan.

2)Berpartisipasi yang sama dalam pembangunan termaauk proses pengambilan keputusan.

3)Memiliki control yang sama atas sumber daya pembangunan.

4)Memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan.

b.Meningkatnya perlindungan perempuan dari berbagi tindakan kekerasan, yang ditandai dengan :

1)Meningkatkan jumlah kebijakn perlindungan perempuan

2)Meningkatkan jumlah lembaga yang melaksanakan perlindungan perempuan

3)Meningkat preswentase kasus kekerasan terhadap perempuan yang mendapat layanan komprehensif.

Berikut kegiatan-kegiatan utama yang dapat dilakukan dalam program kesetaraan gender :

a.Kesetaraan gender dalam pekerjaan domestic (rumah tangga)

Tindakan yang dapat dilakukan untuk menangkal kesejangan gender dalam pekerjaan domestic adalah membuat pembagian kerja atau tugas antaranggota kelurga. Karena, pada dasarnya tiap anggota keluarga harus saling membantu jika satu anggota keluarga berhalangan karena suatu hal.

b.Kesetaraan gender dalam partisipasi politik

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan kesetaraan gender dalam partisipasi politik adalah mengajak dan melatih seluruh anggota keluarga untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu.

c.Kesetaraan gender dalam akses pendidikan bagi anak

Kesadaran atas kesamaan posisi antara laki-laki dan perempuan hendaknya ditanamkan sejak dini, terlebih dalam hal pendidikan. Sehingga perempuan juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan hingga ke jenjang yang tinggi. Dengan demikian, ketika dewasa nanti setiap anak mendapatkan dasar untuk berkembang dalam bidang ekonomi karena pendidikan tinggi yang diterimanya.

d.Kesetaraan gender dalam kehidupan berdemokrasi

Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesenjangan gender dalam kehidupan berdemokrasi antara lain adalah melatih tiap anggota keluarga untuk menyelesaikan persoalan secara musyawarah dan mufakat. Selain itu juga memberikan kesempatan untuk kebebasan berpendapat bagi anggota keluarga.

e.Kesetaraan gender dalam bidang ekonomi keluarga

Kesetaraan gender dalam bidang ekonomi dapat dilatih dengan memberikan sesuatu kepada anak sesuai kebutuhannya. Misalnya seorang anak perempuan sudah mengenyam pendidikan di sekolah menengah pertama atas mendapatkan uang saku lebih daripada adik laki-lakinya yang masih di sekolah dasar�

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started