Ringkasan PPKn Bab 5 Kelas 9 Renata A.A (9A/29)

A  Keberagaman Masyarakat Indonesia

Dalam KKBI, kata harmoni dapat diartikan sebagai ‘keselarasan, keserasian’. Keberagaman dapat diartikan ‘ berbeda atau bermacam – macam’. Beberapa pokok keberagaman yang dapat kita ketahui dan pelajari sebagai bentuk keberagaman yang ada di Indonesia adalah :

1. Keberagaman Sosial Budaya pada Masyarakat

  • Masyarakat Indonesia disebut sebagai masyarakat multicultural. Masyarakat multicultural merupakan bentuk masyarakat yang anggotanya terdiri atas berbagai golongan suku, etnis ( suku bangsa ), ras, agama , dan budaya.
  • Menurut Hildred Geertz mengatakan bahwa terdapat lebih dari 300 suku bangsa.
  • Menurut M.A. Jaspan mengatakan bahwa terdapat 366 suku bangsa.
  • Masyarakat multicultural tidak mengenal perbedaan hak dan kewajiban antarkelompok social, kebudayaan, dan suku bangsa.
  • Kesadaran  dan usaha tiap warga negara untuk menciptakan keharmonisan dalam masyarakat multicultural sangat penting

2. Keberagaman Ekonomi Masyarakat

  • Jumlah penduduk di Indonesia mencapai 250 juta dan  menempati kondisi geografis yang berbeda – beda.
  • Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tinggal di kawasan kecil yang biasanya disebut masyarakat setempat.
  •  Dalam kehidupan ekonominya, masyarakat pedesaan mengerjakan pekerjaan dengan mengolah lahan milik mereka atau orang lain dan dijual ke sekitar tempat tinggal bahkan ke kota.
  • Masyarakat perkotaan adalah masyarakat dengan kelompok sosial yang lebih besar dan kompleks.
  • Penduduk kota cenderung mencari pekerjaan sesuai bakat dan pendidikan yang dimilikinya. Adapun penghasilan yang mereka dapatkan lebih besar daripada penduduk pedesaan.
  • Adanya  keberagaman ekonomi antara masyarakat pedesaan dan perkotaan, dapat ditemukan harmonisasi dalam keberagaman, seperti pada pertukaran hasil produksinya.

                 3. Keberagaman Gender pada Masyarakat

  • Dalam sosiologi, gender mengacu pada sekumpulan ciri – ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin seseorang dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat.
  • WHO memberi batasan gender, yaitu seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki – laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial dalam suatu masyarakat.
  • Menurut John M.Echols & Hasan Sadhily, gender adalah perbedaan yang tampak  antara laki – laki dan perempuan apabila dilihat dari nilai dan tingkah laku.
  • Menurut Mansour Fakih, gender adalah suatu sifat yang melekta pada kaum laki – laki dan perempuan yang dikonstruksikan secara sosial dan kultural.

B.  Permasalahan dan Akibat yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

1.  Permasalahan dalam Keberagaman Sosial Budaya

  • Adapun di dalam kebudayaan, terdapat unsur – unsur universal, antara lain system agama, kepercayaan atau religi, upacara keagamaan, pengetahuan , dan mata pencaharian
  • Penyebab permasalahan di bidang sosial budaya adalah ketika kita tidak dapat menjaga dan mengharga keberadaan unsur – unsur kebudayaan yang ada
  • Contoh keragaman  adalah system kekerabatan di Indonesia terdapat dua jenis, yaitu patrilineal dan matrilineal

2. Permasalahan dalam Keberagaman Ekonomi

Terdapat potensi permasalahan dalam berbagai usaha manusia memenuhi kebutuhan

 ekonominya ,yaitu :

a. Pertanian

  • Pada masyarakat tradisional, tanah pertanian yang diolah cenderung sempit dan masih menggunakan system pengolahan yang sederhana, dan dangat bergantung pada kondisi alam
  • Pada masyarakat modern, pengolahan tanah dilakukan dengan memanfaatkan teknologi modern
  • Perbedaan  tersebut tentunya menimbulkan permasalahan tersendiri, seperti kesenjangan pendapatan

b. Peternakan

Peternakan merupakan mata pencaharian yang dilakukan di wilayah atau daerah – daerah yang ditumbuhi padang rumput (stepa dan sabana).

Adapun permasalahan yang dialami para peternak  adalah :

a) Kurang pemahaman sebagai peternak perihal penanganan yang baik terhadap

       hewan ternaknya sehingga kualitas hewan ternak kurang baik

b) Adanya ketidakmerataan sarana distribusi hewan ternak

c) Ketersediaan sumber makanan ternak berbeda – beda di tiap daerah

c. Nelayan

  • Pada masyarakat tradisional, menangkap ikan dilakukan dengan cara – cara yang masih tradisional dan hasil yang diperoleh sedikit
  • Pada masyarakat modern, metode penangkapan ikan sudah menggunakan alat – alat yang modern
  • Hal tersebut tentunya memberikan perbedaan yang sangat mencolok, terlebih dalam hal pendapatan

 d. Jasa

  • Sistem mata pencaharian ini menyediakan jasa bagi perorangan ataupun kelompok , contohnya adalah konsultan hukum dan jasa pengiriman barang
  • Pada masyarakat kota, banyak terdapat mata pencaharian ini
  • Pada masyarakat pedesaan, terlebih yang daerahnya terpencil dan sulit dijangkau, tidak begitu banyak terdapat mata pencaharian seperti ini
  • Berbagai kemudahan yang dapat dirasakan masyarakatkota tidak begitu dirasakan oleh masyarakat pedesaan terpencil

e. Industri

  • Banyak masyarakat kota melakukan pekerjaan di bidang industry, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi
  • Pada masyarakat perkotaan dengan adanya industry tentu akan membangun perekonomian masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat karena tersedianya lapangan pekerjaan
  • Pada masyarakat pedesaan, sedikit lapangan pekerjaan yang tersedia membuat penduduk tidak puas dan menganggur sehingga penduduk akan terdorong untuk mencari pekerjaan di kota
  • Perbedaan tersebut dapat menimbulkan permasalahan di perkotaan, seperti kepadatan penduduk yang tinggi

3.  Permasalahan dalam Keberagaman Gender

  • Gender adalah suatu sifat yang dijadikan dasar untuk mengidentifikasi perbedaan atara laki – laki dan perempuan, yang dilihat dari segi kondisi sosial dan budaya, nilai dan perilaku, mentalitas , dan emosi , serta factor – factor nonbiologis lainnya
  • Dalam kehidupan sosial kultural masyarakat Indonesia, laki – laki cenderung dipandangan lebih tinggi derajatnya dan lebih mudah memiliki gerak sosial dibanding perempuan
  • Kesadaran terhadap keadilan gender menjadi langkah awal untuk menjamin kesamaan martabat antara laki – laki dan perempuan

Ada kaitan erat antara perbedaan gender dan ketidakasilan gender. Perbedaan gender tidak menjadi masalah selama tidak melahirkan ketidakadilan gender.Keadilan gender termanifestasikan dalam bebagai bentuk ketidakadilan , seperti :

a. Marginalisasi

  • Proses peminggiran perempuan dapat bersumber dari tafsir agama, tradisi, kebiasaan, dan asumsi ilmu pengetahuan
  • Contoh marginalisasi yang bersumber dari tradisi adalah masih banyak suku – suku yang tidak memberikan hak waris sama sekali kepada perempuan

b. Stereotipe

  • Penandaan atau penilaian atau citra buruk yang sering sekali bersifa negative dan secara umum melahirkan ketidakadilan
  • Contoh stereotype , seperti perempuan dianggap mahluk lemah, hanya bisa menjadi ibu rumah tangga , dan tidak tegas sehingga tidak dapat mengambil keputusan penting

c. Kekerasan

  • Serangan atau invasi terhadap fisik dan integritas mental psikologis seseorang
  • Contoh kekerasan bias gender adalah beban kerja lebih banyak ditanggung perempuan karena dianggap perempuan memiliki sifat memelihara dan rajin sehingga semua pekerjaan domestic rumahtangga menjadi tanggung jawab perempuan

C. Strategi Penyelesaian Permasalahan yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

1.  Sosial Budaya

  • Kearifan local dapat diartikan sebagai kepribadian, identitas kultural masyarakat yang berupa nilai, norma, etika, kepercayaan, adat-istiadat, dan aturan khusus yang telah teruji kemampuannya sehingga dapat bertahan secara terus –menerus
  • Kearifan local merefleksikan kondisi budaya nusantara yang Bhinneka Tunggal Ika
  • Contoh kearifan local adalah tradisi tane’ dari Dayak Kenyah, Kalimantan Timur. Dalam tradisi tersebut kawasan hutan menjadi milik masyarakat adat dan pengelolaan tanah diatur dan dilindungi oleh aturan adat

2.   Ekonomi

  • Pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah
  • Adanya penyuluhan atau pelatihan secara berkala bagi para petani
  • Melakukan kebijakan – kebijakan yang dapat membantu para nelayan
  • Adanya regulasi atau perundang – undangan yang jelas dan tidak merugikan satu pihak dalam kegiatan usaha yang dilakukan dalam bidang bidang industri dan jasa

3.  Gender

A. Adapun upaya yang dapat dilakukan pemerintah antara lain sebagai berikut :

 a. Program kesetaraan gender terintegrasi dalam berbagai program kegiatan dari  

      sector    pembangunan  berikut :

1)  Memperoleh akses yang sama  kepada sumber daya pembangunan

2) Berpartisipasi yang sama atas sumber daya pembangunan

3) Memiliki control yang sama atas sumber daya pembangunan

4) Memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan

b. Meningkatnya perlindungan perempuan dari berbagai tindak kekerasan, yang ditandai dengan:

1) meningkatkan jumlah kebijakan perlindungan perempuan

2) meningkatkan jumlah lembaga yang melaksanakan perlindungan perempuan

3) meningkatkan presentase kasus kekerasan terhadap perempuan yang mendapat

     layanan komprehensif

B.  Kegiatan – kegiatan utama yang dapat dilakukan dalam program kesetaraan gender , yaitu :

a. Kesetaraan gender dalam pekerjaan domestic ( rumah tangga )

Membuat pembagian kerja atau tugas antara anggota keluarga

b. Kesetaraan gender dalam partisipasi politik

Mengajak dan melatih seluruh anggota keluarga untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu

c. Kesetaraan gender dalam akses pendidikan bagi anak

Hal pertama yang perlu ditanamkan, terlebih pada generasi muda, adalah bahwa anak perempuan mempunyai kesempatan yang sama mendapatkan pendidikan hingga jenjang yang tinggi

d. Kesetaraan gender dalam kehidupan berdemokrasi

Melatih tiap anggota keluarga untuk menyelesaikan persoalan secara musyawarah dan mufakat

e. Kesetaraan gender dalam bidang ekonomi keluarga

Memberikan sesuatu kepada anak sesuai kebutuhannya

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started