Rangkuman PPKn Bab 5 Crecencia Michiko 9A/07

Rangkuman PPKn BAB 5

Harmoni Dalam Keberagman Masyarakat Indonesia

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) harmoni adalah keselarasan/keserasian. Harmoni dalam keberagaman masyarakat Indonesia, ialah keselarasan atau keserasian dalam bidang sosial budaya, ekonomi, dan keberagaman gender.

Keberagaman mencakupi beberapa hal dan contohnya, yaitu :

1. Keberagaman Sosial Budaya, contohnya keberagaman agama, suku, budaya, ras yang ada di Indonesia.

 – Dalam keberagaman sosial budaya sangat dibutuhkan keharmonisan, agar tidak timbul perpecahan dan perselisihan. Banyak hal yang membuat rusaknya harmonisnya keberagaman sosial budaya di Indonesia. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan perjuangan seluruh warga Indonesia,

2. Keberagaman Ekonomi Masyarakat, contohnya ekonomi yang mengandalkan alam dan ekonomi yang mengandalkan keadaan kota dan pengaruh urbanisasi/perpindahan penduduk desa ke sebuah perkotaan.

– Sebagian masyarakat desa merupakan masyarakat yang memiliki kelompok sosial yang kecil. Biasanya nasyarakat desa mengerjakan pekerjaan lahan milik mereka/orang lain. Untuk mencukupi kebutuhan nya mereka menjual hasil olahan ke perkotaan.

– Sedangkan masyarakt perkotaan merupakan masyarakat yang memiliki kelompok sosial yang luas, lebih kompleks, dan memiliki pemikiran yang rasional. Biasanya masyarakat perkotaan memilih pekerjaan yang cenderung mengandalkan ilmu.

3. Keberagaman Gender, berupa peran dan perilaku kegiatan yang layak bagi laki – laki dan perempuan yang dianggap sesuai dengan norma- norma, kebiasaan masyarakat, adat, dan kepercayaan.

– Sebagai contoh nya, perempuan yang mengerjakan pekerjaan kasar, seperti kuli. Selain itu, laki – laki yang bekerja sebagai orang yang mengurus anaknya yang menggantikan peran ibu.

Dengan adanya keberagaman Masyarakat Indonesia membuat beragam dan mudah munculnya permasalahan, yaitu :

1. Permasalahan dalam keberagaman sosial budaya, contohnya sistem kekerabatan matrilineal dan sistem kekerabatan patrilineal.

– Sistem kekerabatan matrilineal yaitu, suatu adat masyarakat yang mengatur keturunan berasal dari pihak ibu. Sistem ini dianut oleh suku Minangkabau. Sedangkan sistem kekerabatan kedudukan pria lebih menonjol pengaruhnya dalam pembagian warisan sehingga hanya anak laki-laki yang menjadi ahli waris. Sedangkan sistem ini dianut oleh suku Batak.

2. Permasalahan dalam keberagaman ekonomi, contohnya ada pada pertanian, industri, dan lain – lain.

– Pada pertanian masyarakat yang cenderung bersifat tradisional masih menggunakan lahan yang sempit, menggunakan sistem pengolahan yang sederhana (membajak sawah dengan kerbau), dan bergantung pada kondisi alam. Sedangakan masyaraka modern menggunakan pengolahan tanah dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

– Bidang industri adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi/barang jadi. Contohnya pengolahan gandum menjadi tepung. Di pedesaan mengalami sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia sehingga pedesaan tersendiri.

3. Permasalahan dalam gender

– Dalam kehidupan bersosial di Indonesia, biasanya masyarakatnya memiliki pemikiran laki – laki cenderung dipandang lebih tinggi derajatnya dan lebih mudah memiliki gerak sosial disbanding perempuan. Contohnya perempuan yang tinggal di desa yang memiliki pemikiran perannya hanya menjadi ibu rumah tangga. Hal tersebut merupakan salah satu sikap bias gender, yang menyebabkan terjadinya permasalahan/rusaknya keharmonisan.

– Ketidakadilan gender dibagi menjadi berbagai bentuk, yaitu marginalisasi, stereotipe, dan kekerasan. Marginalisasi adalah proses peminggiran perempuan yang bersumper dari agama, tradisi, dan kebiasaan. Stereotipe adalah citra buruk yang sering kali bersifat negative, seperti perempuan dianggap makhluk yang lemah dan cengeng. Sedangkan, kekerasan adalah serangan fisik dan intergritas mental psikologis seseorang.

Strategi/hal yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam keberagaman masyarakat di Indonesia, contohnya :

1. Strategi menyelesaikan permasalahan sosial budaya, dengan kearifan lokal.

– Kearifan lokal dapat diartikan kebijaksanaan setempat yang dipahami sebagai gagasan – gagasan lokal yang bersifat bijaksana dan bernilai baik oleh masyarakatnya. Secara sederhana, kearifan lokal adalah kepribadian, kepercayaan, norma – norma yang teruji kemampuannya sehingga dapat diadakan berlangsung waktu yang lama. Contohnya tradisi tane oleh Dayak, kawasan hutan menjadi milik masyarkat adat dan pengelolaan tanah dilindungi oleh aturan adat setempat, sehingga kita sebagai masyarakat luar adat seharusnya tidak merusak dan mengganggu kelestarian hutan tersebut. Agar tidak terjadi perselisihan.

2. Strategi menyelesaikan permasalahan keberagaman ekonomi

– Pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintahan setempat. Agar masyarakat pedesaan dapat merasakan fasilitas yang dialami oleh umumnya masyarakat perkotaan.

– Penyuluhan petani agar para petani memiliki wawasan yang luas agar dapat memperoleh hasil panen yang wajar dan dapat menyejahterakan kehidupan mereka.

– Kebijakan yang membantu nelayan agar nelayan dapat memperoleh ikan secara maksimal.

3. Strategi menyelesaikan permsalahan keberagaman gender

– Kesetaraan gender dalam pekerjaan rumahan. Misalnya ibu yang memasak, anak dapat membantu dengan mengepel, dan ayah juga dapat ikut serta membantu memotong rumput yang ada di halaman rumah. Jadi dalam kegiatan ini dalam sebuah anggota keluarga dapat saling membantu.

– Kesetaraan gender dalam akses pendidikan. Artinya maupun anak peremupan dan anak laki – laki, sama rata memiliki hak untuk mengenyam pendidikan yang tinggi.

– Kesetaraan gender dalam kehidupan bekerja. Contohnya perempuan memiliki hak untuk menjadi pemimpin (direktur) sebuah perusahaan, tidak hanya laki – laki. Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started