SUMPAH PEMUDA DALAM BINGKAI BHINEKA TUNGGAL IKA
A. Makna Sumpah Pemuda dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika
Sumpah Pemuda merupakan puncak kesadaran para pemuda sebagai bagian dari bangsa berates – ratus tahun dijajah. Politik devide et impera memperkuat posisi Belanda dan memperparah kondisi Bangsa Indonesia. Sayangnya, perlawan bersenjata yang dipimpin tokoh – tokoh daerah mudah dipatahkan oleh Belanda. Kesengsaraan Bangsa Indonesia membuat Kalangan elit Belanda bersimpati seperti Douwes Dekker. Merekia menyuarakan politik balas budi (politik etis) yang berisi edukasi (pendidikan), irigasi (pengairan), dan migrasi (perpindahan penduduk).
Kongres Permuda I menginsipirasi berdirinya organisasi pemuda tunggl yang mewadahi semua organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan. Terbentuklah Pemuda Indonesia (PI) dan Perhimpuan Pelajar – Pelajar Indonesia (PPPI).
Kongres Pemuda II menyepakati lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, di gedung Inonesisch Clubgebouw. Isi sumpah pemuda, ialah :
1. Pertama : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
2. Kedua : Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
3. Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia menjunjung Bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Kongres Pemuda II juga menunjukkan kesatuan tanah air, bangsa, dan Bahasa dalam bentuk lambang, yaitu :
1. Lambang warna yang ditandai dengan pengibaran merah putih.
2. Lambang suara yang ditandai dengan dikumandangkannya lagu “Indonesia Raya”.
3. Lambang lukisan berupa lencana garuda terbang.
Kesatuan bangsa yang didasari keragaman artinya, sebagai berikut :
1. Keragaman Bahasa daerah menjadi dasar pengembangan Bahasa Indonesia.
2. Keragaman adat istiadat, seperti pakaian, rumah, dan sebagainya menjadi modal keunggulan Bangsa Indonesia.
3. Keragaman kesenian daerah menjadi modal terbentuknya budaya nasional, seperti seni wayang.
4. Keragaman religi/kepercayaan seperti animism, dinamisme, kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan agama resmi yang diakui Negara Indonesia.
5. Keragaman golongan/kelompok dapat menjadi kontribus positif bagi kemajuan bangsa dan dapat menjadi pilar penyangga keutuhan NKRI.
Kebiasaan berbahasa daerah di Indonesia :
1. Bahasa Melayu, dengan aksara Melayu.
2. Bahasa Batak, dengan huruf Karo, Mandailing, dan Toba.
3. Bahasa Jawa, dengan huruf Jawa.
4. Bahasa Sunda, dengan huruf Sunda.
Masih banyak Bahasa daerah yang ada di Indonesia, yaitu 726 bahasa daerah dan masih aktif digunakan 154 bahasa. Oleh karena itu, sangat tepat isi Sumpah Pemuda ketiga yang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa persatuan demi mempermudah komunikasi antarsuku bangsa. Sampai saat ini bahsa Indonesia mempunyai 2 fungsi strategis, yaitu sebagai Bahasa nasional dan Bahasa negara.
B. Arti Sumpah Pemuda bagi Perjuangan Bangsa Indonesia
Arti penting sumpah pemuda bagi perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan :
1. Menumbuhkan persatuan dan kesatuan dalam perjuangan mencapai kemerdekaan.
2. Pengkauan Internasional terhadap Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
3. Semangat kekeluargaan dan gotong royong dalam masyarakat yang beragam.

Gotong royong menjadi hal yang penting karena :
– Merasa aman dan tenteram karena tidak dimusuhi orang lain.
– Dapat berperan lebih besar dalam kegiatan bermasyarakat.
– Mudah berkomunikasi dengan kelompok lain.
– Mempercepat dan pekerjaan terasa lebih ringan.
C. Nilai dan Semangat Sumpah Pemuda bagi Bangsa dan Negara Indonesia
Semangat sumpah pemuda dalamm masyarakat yang beragam dapat diwujudkan dalam bidang keagamaan, keagamaan, sosial budaya, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan.
Contoh bentuk kerjasama dalam bidang keagamaan :
1. Menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan.
2. Melaksanakan pembangunan jalan.
3. Membina toleransi antar umat beragama.
Contoh bentuk kerjasama dalam bidang sosial budaya :
1. Mengadakan peringatan kemerdekan Indonesia.
2. Gotong royong.
3. Kerja bakti.
Contoh bentuk kerjasama dalam bidang politik :
1. Menjaga kedamaiaan dan kerukunan lingkungan.
2. Menghargai HAM (Hak Asasi Manusia).
3. Melaksanakan Pemilu (Pemilihan Umum) untuk memilih kepala desa, anggota DPR, DPD, dan Presiden.

Contoh bentuk kerjasama dalam bidang ekonomi :
1. Mendirikan koperasi.
2. Membantu pihak lain yang membutuhkan.
3. Mendukung gerakan disiplin membayar pajak.
Contoh bentuk kerjasama dalam bidang pertahanan dan keamanan :
1. Membantu tugas – tugas Polri dan TNI.
2. Menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
3. Melerai teman yang berkelahi.


