Jesselyn Manuela Tugas PKN 9A/18

BAB 1. Penerapan Pancasila dari masa ke masa

Masa 1945-1950

Pada masa ini penerapan Pancasila mendapat tentangan dari banyak pihak dan dari pihak Belanda pun masih belum menyerah untuk menguasai Indonesia, adapun pemberontakan yang dilakukan dari berbagai pihak dari dalam maupun luar. Sebagai contoh :

  • Pemberontakan PKI ( Partai Komunis Indonesia )

Pemberontakan ini dilakukan 2 kali, yang pertama berhasil dipadamkan tetapi pemberontakan ke 2  yang terjadi pada 19 September 1948 membawa perubahan besar yaitu mengubah Orde lama menjadi Orde baru, Gerakan ini biasa nya dikenal dengan sebutan G30SPKI yang berarti Gerakan 30 September PKI. Tujuan dari pemberontakan ini adalah untuh mengubah dasar Negara Pancasila dengan aliran komunisme. Dan untung nya karna rakyat Indonesia mau bersatu dan mengesampingkan perbedaan, Kota Madiun yang tadi nya dikuasai berhasil direbut kembali dalam waktu yang singkat ( 30 September 1948 )

  • Peberontakan DI/TII

Tokoh pemberontakan yang pertama adalah Kartosuwiryo. Beliau memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah pada tanggal 7 Agustus 1949. dan para pendukung nya disebut Tentara Islam Indonesia (TII). Tujuan dari pemberontakan ini adalah untuk mendirikan negara yang brbasis agama Islam.

Tokoh yang ke 2 adalah Amir Fatah. Beliau menyatakan ikut bergabung dengan DI/TII, dan memproklamasikan Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 23 Agustus 1949. Dan pada akhirnya pemberontakan ini berhasil ditumas dengan bantuan tentara dan didukung oleh rakyat Indonesia.

  • APRA ( Angkatan Perang Ratu Adil )

APRA didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian dari prajurit APRA adalah Tentara Hindia Belanda (Indonesia) yang menginginkan kembali nya Negara Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Indonesia menjadi Negara serikat, Banyak orang yang menginginkan Indonesia kembali lagi menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,Karna itu terjadilah pemberontakan APRA pada tanggal 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai Bandung. Karna dukungan dari rakyat Indonesia APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) berhasil merebut kembali kota Bandung.

  • Andi Azis

Pada tanggal 5 April 1950 terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis, Beliau adalah bekas mantan perwira KNIL dan baru masuk APRIS.

Pada dasarnya beliau ingin mempertahankan Negara Indonesia Timur dan mencegah anggota TNI untuk masuk dalam bagian APRIS. Sebagai bentuk perlawanan mereka juga menyerang tempat-tempat penting dan menawan  eorang Panglima Teritorium Indonesia Timur yang bernama Letnan Kolonel A.J Mangkodinata.

Mengetahui hal itu pemerintah segera mengeluarkan Ultimatum, yang berisi agar Andi azis segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab akan perbuatan nya. (8 April 1950) Beliau diberi watu 2 hari untuk datang ke Jakarta. Karna beliau tidak datang, pasukan ekspidisi dikirim untuk menumpas pemberontakan.

  • Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)

Pemberontakan ini dipimpin oleh Dr.Soumokil. Beliau adalah Mantan jaksa agung di NTT, pemberontakan ini terjadi karna adanya gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membentuk Negara sendiri. Pada awalnya pemerintah ingin mengajak untuk merundingkan masalah secara damai, tetapi ditolak.

Dan akhirnya pemerintah mengirimkan ekspidisi militer ke Maluku dan pemberontakan dapat diatasi dengan baik.

  • Masa 1950-1959

Setelah bubar nya RIS, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai Konstitusi. Menurut UUDS 11950 bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan dan menganut system pemerintahan parlementer. Pada masa ini penerapan Pancasila cenderung ditujukan sebagai ideologi liberal. Hal ini tidak menjamin kestabilan dalam pemerintahan sebagai contoh, banyak kabiet yang terbentuk dan jatuh silih berganti.

Pada periode ini bersatuan Indonesia di uji berat dengan muncul nya berbagai pemberontakan yaitu :

  • Pemberontakan DII/TII (Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Aceh)

Pemberontakan ini dilakukan di 3 tempat dengan tokoh yang berbeda.

Pada bulan April tahun 1950, Ibnu Hajar beserta pasukan nya melakukan pemberontakan di Kalimantan Selatan dan langsung bergabung dalam pasukan DI/TII.

Pemberontakan di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Muzakkar, beliau menyaatakan bahwa Sulawesi Selatan merupakan bagian dari NII (Negara Islam Indonesia) yang dipimpin oleh Kartosuwiryo

Pemberontakan di Aceh dipimpin oleh Daud Beureureh, pada tanggal 20 September 1953 beliau menyatakan bahwa Aceh adalah bagian dari NII (Negara Islam Indonesia)

Mengetahui hal ini pemerintah segera mengirim pasukan untuk menumpas pemberontakan tersebut. Berkat dukungan dari rakyat Inonesia, Pemberontakan berhasil dipadamkan.

  • Pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia)

PRRI didirikan oleh Ahmad Husein. Tujuan dari PRRI adalah untuk menuntun Presiden Soekarno supaya adil dalam membangun Indonesia. Jadi pembangunan tidak hanya di daerah jawa saja tetapi merata ke seluruh daerah.

Tetapi pada tanggal 15 Febuari 1958 Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya Pemerintahan PPRI, hal ini membuat pemerintah geram dan melakukan sejumlah operasi militer untuk memadamkan pemberontakan yang terjadi.

  • Pemberontakan Permesta (Perjuangan Semesta)

Pada 17 Febuari 1959 bertempatan di Universitas Permesta, diadakan nya pertemuan yang dihadiri para tokoh penting (tokoh politik,gurbernur,dll).

Ada 1 orang yang bernama Mayor D Jus Somba, beliau adalah seorang tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi salah 1 pemimpin pemberontakan di Sulawesi. Beliau membuat pernyataan bahwa Permesta di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah telah mendukung PRRI seutuhnya.

Karna pernyataan yang telah dibuat, maka sejak 17 Febuari 1958 Permesta telah memutuskan hubungan dengan Pemerintah RI. Pemerintah pun segera melakukan operasi militer untuk memadamkan pemberontakan yang terjadi.

MASA 1959-1966

Banyak masyarakat yang menyebut masa 1959-1966 adalah periode demokrasi terpimpin. Yang berarti pada masa ini demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat, sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang ada.

Demokrasi pada masa ini cenderung kearah kekuasaan pribadi bukan kekuasaaan rakyat yang seharusnya diterapkan sebagaimana diamanatkan di nilai-nilai Pancasila.

Karna ini terjadi berbagai penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila, antara lain :

  • Presiden Soekarno diangkat menjadi presiden seumur hidup.
  • Pembubaran DPR hasil pemilu tahun 1955 oleh presiden pelalui PenPres (Penetapan Presiden)karna DPR tidak menyetujui RAPBN tahun 1960 yang diajukan oleh pemerintah.
  • Anggota DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong) termasuk ketua dan wakil ketua tidak dipilih oleh rakyat melainkan presiden.
  • Pelaksanaan Politik Konfrontasi. Indonesia menganggap bahwa Malaysia adalah Negara boneka Inggris, karna itu Indonesia melakukan Konfrontasi terhadap Malaysia, Indonesia kemudian keluar dari PBB pada tanggal 7 Januari 1965
  • Percobaan penggabungan/pencampuran nasionalis,agama dan komunis. Akan tetapi hal ini tidak cocok untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Pada masa ini terjadi pemberontakan G30SPKI. PKI berusaha untuk mengganti pancasila sebagai dasar Negara Indonesia menjadi Komunisme, PKI juga melakukan pembunuhan kepada 6 perwira tinggi dan seorang ajudan Jendral A.H Nasution. Tentara dan rakyat yang mendukung persatuan Indonesia segera memadamkanpemberontakan tersebut.

MASA 1966-1998 ( masa orde baru )

Pada tanggal 12 Januari 1966 terjadinya demonstrasi Mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan tuntutan kepada pemerintahan. Tuntutan ini dikenal dengan tuntutan Tritura yang berisi :

– Membubarkan PKI beserta ormas-ormas nya

– Membubarkan cabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI

– Menurunkan harga

Ada banyak elemen-elemen yang ikut bergabung dalam demonstrasi mahasiswa dan raykat, diantaranya:

  • KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia)
  • KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia)
  • KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia)
  • KAGI (Kesatuan Aksi Guru Indonesia)

Karna situasi semakin tidak terkendali, Presiden Soekarno memutuskan untuk mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret atau yang biasa disebut (Supersemar). Surat perintah ini ditujukan kepada Jendral Soeharto untuk segera mengendalikan situasi, keamanan dan ketertiban Negara.

Soeharto segera bertindak dengan membubarkan PKI dan mengamankan para mentri yang terlibat dalam G30SPKI.

Masa 1966-1998 disebut masa Orde Baru, Orde baru diharabkan dapat melaksanakan Pancasila dan UUD NRI 1945 dengan penuh tanggung jawab dan dengan sejujur-jujur nya. Orde beau awalnya membawa harapan bagi Indonesia, tetapi seiring berjalan nya waktu ada beberapa kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila, contoh :

  • Penghetian penerbitan media massa seperti majalah Tempo dan tabloid Detik.
  • Pemerintah cenderung bersikap sentralistik ( kewenangan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat untuk mengurusi rumah tangga nya sesuai dengan aspirasi dari rakyat nya).
  • Demokrasi cenderung di tentang, contoh : hanya ada 3 partai yang boleh ikut pemilu sejak pemilu 1977-1997
  • Korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi salah 1 penyebab kemunduraan ekonomi di Indonesia.

Note :

Korupsi = Tindakan illegal yang menyalahgunakan kepercayaan public terhadap pemerintahan untuk kepentingan pribadi

Kolusi = Perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan diluar perjanjian bersama

Nepotisme = Lebih memilih saudara/teman akrab berdasarkan hubungan internal bukan berdasarkan kemampuan

MASA 1998-SEKARANG (MASA REFORMASI)

Pada awal masa ini terjadi kemunduran ekonomi dan dugaan penyelewengan pancasila membuat masyarakaat melakukan demonstrasi agar Presiden Soeharto turun dari jabatan presiden nya. Gerakan ini disebut gerakan reformasi.

Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mundur dari jabatan nya, dan digantikan oleh wakil nya B.J. Habibie.

Rakyat menginginkan terbentuk nya partai-partai baru, yang tadi nya hanya 3 partai yang boleh mengikuti pemilu (1977-1997), sekarang menjadi 48 partai yang mengikuti pemilu pada tahun 1999

Pada masa ini dilakukan juga amandemen/perubahan terhadap UUD NRI 1945

Contoh perubahan yang dilakukan :

  • Pasal 7 UUD NRI 1945 yang menyatakaan “ Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa 5 tahun, dan sesudahnyaa dapat dipilih kembali “ menjadi “ Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama 5 tahun, dan ssesudah nya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan “

Perkembangan demokrasi pada masa reformasi ini berkembang pesat, hal ini dapat dilihat pada pemilihan umum pada tahun 2004. Untuk pertama kalinya rakyat dapat memilih Presiden dan Wakil Presiden dalam pemilihan umum. (periode 2004-2009) Pemilu dimenangkan oleh pasanga Susulo Bambang Yudhoyono sebagai presiden dan M. Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden.

  • Nilai-Nilai Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman
  • Pengertian nilai

Nilai berasal dari kata latin.

Valere = Kuat,baik,berharga

Nilai dibaagi menjadi 3 macam yaitu :

  • Nilai Material : Sesuatu yang berguna bagi manusia (bisa dipegang dan esensial)

Contoh            : Sandang, pangan, dan papan

  • Nilai Vital : Sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan suatu aktivitas/kegiatan. (Tergantung pekerjaan nya)

Contoh : Stetoskop dibutuhkan dokter untuk mengecek detak jantung. Tapi bagi montir itu tidak diperlukan

  • Nilai Kerohanian : Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia

Contoh                  : Beribadah, berdoa, memuji nama Tuhan

Nilai Kerohanian dibagi menjadi 4 yaitu

  • Nilai kebenaran = bersumber pada akal manusia
  • Nilai keindahan/estetis = bersumber pada perasaan manusia
  • Nilai kebaikan/moral = bersumber pada unsur kehendak manusia
  • Nilai religius = nilai rohani tertinggi dan bersumber pada keyakinan manusia
  • HAKIKAT IDEOLOGI TERBUKA
  • Pengertian ideologi —–

Ideologi = idea (gagasan,konsep,cita-cita)

Logos = ilmu

Ideologi dapat diartikan sebagai sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma

  • Fungsi ideologi
  1. Menjadi pedoman bagi individu/masyarakat dalam bertindak,

berpikir dan melangkah

  • Menjadi upaya untuk menghadapi persoalan di tengah masyarakat
  • Menjadi kekuatan, semangat dan motivasi bagi individu/masyarakat untukmencapai tujuan
  • Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup (menurut Kalean)

Terbuka

  1. Nilai dan cita-cita nya tidak dipaksakan dari luar
  • Nilai dan cita-cita nya digali dari kekayaan rohani,moral,dan budaya masyarakat sendiri
  • Melalui hasil musyawarah dan konsesus masyarakat (kesepakatan yang telah disetujui bersama-sama
  • Dimiliki oleh seluruh rakyat sehingga dapat dijadikan kepribadian masyarakat
  • Isi nya yang tidak operasional (beroperasi secara nyata) menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi
  • Bersifat dinamis dan reformis

Tertutup

  1. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat
  •  Cita-cita 1 kelompok yang ingin mengubah dan memperbarui masyarakat
  • Harus ada yang dikorbankan dalam sebuah ideologi kelompok
  • Kepercayaan dan prinsip ideologis yang kaku
  • Bukan merupakan nilai dan cita-cita
  • Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak
  • Ada ketaatan yang mutlak bahkan kadang sering menggunakan kekerasan dan kekuatan
  • Kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka

Pancasila adalah ideologi yang bersifat terbuka. Yang arti nya pancasila seenantiasa mampu menyesuaikan perkembangan teknologi, pengetahuan di zaman modern.

Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai ideologi terbuka yaitu :

  • Nilai dasar

Asas- asas yang kita trima dan dianggap sebagai dalil yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

Nilai dasar Pancasila adalah Nilai Ketuhanan, Nilai Kemanusian, Nilai persatuan, Nilai Kerakyatan dan Nilai Keadilan.

  • Nilai Instrumental

Nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai praksis

Nilai yang kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai ini adalah ujian yang membuktikan apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat atau tidak.

Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki beberapa dimensi diantaranya:

  • Dimensi Idealisme

Nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasionalis dan menyeluruh

Hakikat nilai yang terkandung dalam Pancasila yaitu : Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan .

  • Dimensi normatif (tertib hukum)

Penjabaran Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan diterapkan secara operasional dalam system kenegaraan

  • Dimensi realitas

Suatu ideologi harus mampu mencerminkan realita hidup yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu Pancasila harus mampu dijabarkan/diuraikan dengan baik supaya bisa berkembang dalam kehidupan sehari-hari maupun penyelenggaraan Negara (supaya bisa menjadi pedoman dalam penyelenggaraan Negara)

  • Perwujudan Nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan
  1. Perwujudan Pancasila dalam Bidang Politik
  • Lembaga Negara

Indonesia memiliki lembaga Negara seperti DPR,MPR,MA,MK,KY & BPK

DPD,MK dan KY adalah lembaga yang diuat setelah amandemen UUD 1945

DPD bertugas untuk mengakomodasi kepentingan daerah tingkat nasional.

MK bertugas untuk menjaga kemurnian Konstitusi (agar tidak curang).

KY bertugas untuk mengawasi hakim dan mengusulkan nama calon hakim agung.

  • Hukum

Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum. Yang berarti semua peraturan/perndang-undangan yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila (Ketuhanan,Keadilan sosial dll)

  • Sistem demokrasi

Perwujudan nilai Pancasila ini dapat dilihat dari demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.

Musyawarah adalah upaya bersama untuk mencari solusi malasah bersama

Mufakat juga dapat diartikan sebagai kesepakatan yang dihasilkan oleh berbagai pihak yang terlibat secara langsung/tidak langsung dalam proses pemecahan masalah

Pelaksanaan demokrasi Pancasila dilandasi semangat gotong royong, kekeluargaan dan saling menghargai satu sama lain dan tidak membeda beda kan.

  • PERWUJUDAN PANCASILA DALAM BIDANG EKONOMI

Ditegaskan dalam Pasal 33 UUD NRI tahun 1945 sebagai berikut :

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan
  • Cabang produksi yang dianggap penting bagi Negara banyak dikuasai oleh Negara
  • Bumi,air dan kekayaan alam yang terkandun di dalam nya dikuasai Negara oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besar nya untuk kemakmuran rakyat.
  • Perekonomian nasional diselenggarakan dengan dasar demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efesiensi berkeadilan, berkelanjutaan, dll
  • PERWUJUDAN NILAI-NILAI PANCASILA DI BIDANG SOSIAL BUDAYA

Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat dari contoh berikut, yaitu :

  • Menghargai keragaman budaya Indonesia
  • Melestarikan keragaman budaya Indonesia
  • Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial (tidak membeda-bedakan) dan menghalangi berkembang nya nilai-nilai feodalisme
  • Menjaga agar eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit (kuno) tidak berkembang
  • Mengembangkan nilai sosiaal dan budaya masyarakat menuju modernsasi yang dijiwai Pancasila
  • PERWUJUDAN NILAI-NILAI PANCASILA DI BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN

Hal ini dapat terlihat pada pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1

Pasal 27 ayat 3 yang berbunyi bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara

Dan pasal 30 ayat 1 menyatakan bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara

Yang bisa disimpulkan adalah setiap warga Negara wajib ikut serta dalam kegiatan membela Negara.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started