- Masa penerapan pancasila terdapat 5 masa yaitu
a).Masa 1945-1950
b). Masa 1950-1959
c). Masa 1959-1966
d). Masa 1966-1998
e). Masa 1988-sekarang - Masa 1945-1950 terjadi pemberontakan karena hasil dari konferensi Meja Bundar 2 November 1949 yaitu mejadikan Indonesia sebagi RIS dan akhirnya diubah kembali menjadi UUD 1945 pada 15 Agustus 1950
- Pada masa 1945-1950 terdapat pemberontakan yaitu :
1). Pemberontakan PKI
Tujuan : Mengganti dasar Negara dengan Komunisme
Terjadi : 1948
Pusat : Kota Madiun
Tokoh : Musso (19 September 1948, Musso melarikan diri lalu memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia).
Kegiatan : – Melakukan pemberontakan pada 1948
– Dikalahkan Rakyat dan TNI dan Madiun direbut kembali pada 30 September
– Tanggal 31, TNI menembak mati Musso
2). Pemberontakan DI/TII ( Darul Islam/Tentara Islam Indonesia)
Tujuan : Mendirikan Negara dengan dasar Islam
Terjadi : 7 Agustus 1949
Pusat : –
Tokoh : Kartosuwiryo, Amir Fatah
Kegiatan : Ditumpas oleh rakyat dan TNI
3). APRA ( Angkatan Perang Ratu Adil)
Tujuan : Membubarkan Negara bagian
Terjadi : 23 Januari 1950
Pusat : –
Tokoh : Raymond Westerling dan bekas KNIL
Kegiatan : – Melakukan
pemberontakan dan menguasai sebagian Bandung
– Dikalahkan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat).
4). Andi Azis
Tujuan : Menyatakan hanya APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT dan menyatakan berdirinya NIT
Terjadi : 5 April 1950
Pusat : Negara Indonesia Timur
Tokoh : Andi Azis dan bekas KNIL
Kegiatan : – 5 April melakukan
Pemberontakan
– 8 April, Andi diberikan ultimatum
– Mengirim pasukan (pemerintah) pada 26 April
– Mei dan Agustus terjadi pertempuran
– Pemberontakan berhasil dipadamkan
5). Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)
Tujuan : Menolak integrasi dan
membentuk Negara sendiri
Terjadi : 25 April 1950
Pusat : Maluku
Tokoh : Dr. Soumokil
Kegiatan : – Menyatakan tujuan
– Pemerintah merundingkan secara damai tapi ditolak
– Akhirnya mengirim pasukan dan pemberontakan dipadamkan
- Pada masa 1950-1959 terjadi pemberontakan yaitu :
1). Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Aceh
Tujuan : Mendirikan Negara dengan dasar Islam
Terjadi : April 1950, Agustus 1953 dan 20 September 1953
Pusat : Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Aceh
Tokoh : Ibnu Hajar, Abdul Kahar dan Daud Beureuh
Kegiatan : – Mereka bergabung
dengan DI/TII dan melakukan pemberontakan
– Pemerintah mengirim pasukan untuk menumpaskan
2). Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia)
Tujuan : Memproklamasikan PRRI
Terjadi : 15 Februari 1958
Pusat : Sumatera
Tokoh : Ahmad Husein
Kegiatan : Pemberontakan dipadamkan
3). Pemberontakan Permesta
Tujuan : Permesta Sulawesi Utara dan Tengah mendukung PRRI
Terjadi : 17 Februari 1958
Pusat : Sulawesi Utara dan Tengah
Tokoh : Mayor D. Jus Somba
Kegiatan : Pemberontakan langsung dipadamkan
- Pada masa 1959-1966 disebut periode demokrasi terpimpin (kekuasaan berada pada presiden.Terjadi penyimpangan yaitu :
- Presiden Soekarno diangkat menjadi presiden seumur hidup
- Penyusunan kembali dewan DPR melalui Penetapan Presiden no. 3 tahun 1960 tentang Pembaharuan susunan DPR pada 5 Maret 1960
- Anggota DPR-GR dipilih oleh Presiden
- Pelaksanaan politik konfrontasi. Pada 3 Mei 1964, Presiden Soekarno memberi komando pengganyangan Malaysia (Dwikora) dan Indonesia keluar dari PBB pada 7 Januari 1965
- Adanya penggabungan nasionalis, agama dan komunisme (Nasakom)
- Pada 30 September 1965, PKI merebut kekuasaan dan membunuh enam perwira tinggi dan ajudan jenderal A.H. Nasution sehingga dikenang sebagai G30S/PKI dan 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila.
- Jenderal yang terbunuh :
- Jenderal Ahmad Yani
- Letjen M.T. Haryono
- Letnan Soeprapto
- Letnan S. Parman
- Mayjen D.I. Panjaitan
- Mayjen Soetojo Siswomihardjo
- Letnan Satu Pierre A. Tendean
- Masa 1966-1998, tanggal 12 Januari 1966 terjadi demonstrasi oleh mahasiswa dan rakyat dibantu yang dikenal dengan Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura) yang berisi :
- Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
- Bubarkan kabinet Dwikora
- Turunkan harga
- Elemen mahasiswa dan rakyat yang ikut adalah :
- Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia
- Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia
- Kesatuan Aksi Buruh Indonesia
- Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia
- Kesatuan Aksi Wanita Indonesia
- Kesatuan Aksi Guru Indonesia
- Akhirnya Presiden Soekarno meminta Letnan Jenderal Soeharto untuk mengendalikan keamanan dan ketertiban, membubarkan PKI dan mengamankan menteri yang diduga terlibat kejadian G30S/PKI. Kemudian MPRS memperkuat Supersemar dengan TAP MPRS no. 9 tahun 1966.
- Tahun 1966-1988 disebut Orde Baru dan diharapkan melaksanakan Pancasila dengan murni. Tetapi terjadi hal yang tidak sesuai yaitu :
- Kebebasan pers terbatas
- Pemerintahan Cenderung sentralistik
- Demokrasi dikekang
- Terdapat korupsi, kolusi dan neptisme (KKN)
- Masa 1998-sekarang disebut masa reformasi dan awal masa reformasi, mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi untuk menuntut turunnya Presiden Soeharto karena penyelewengan Pancasila dan disebut gerakan reformasi. Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mundur dan digantikan B.J. Habibie.
- Hasil setelah gerakan reformasi :
- Awalnya hanya 3 partai tapi sekarang 48 partai
- Melakukan amandemen UUD NRI 1945.
- Melakukan PEMILU
- Nilai berasal dari kata Latin, Valere artinya ‘kuat, baik, berharga’. Notonagoro membagi nilai menjadi :
- Nilai material, sesuatu yang berguna bagi rohani
- Nilai vital, sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas
- Nilai kerohanian, segala sesuatu yang berguna bagi rohani, ada 4 nilai kerohanian yaitu :
- Nilai Kebenaran (akal manusia)
- Nilai keindahan/ estetis (Perasaan manusia)
- Nilai kebaikan/moral (kehendak manusia)
- Nilai religious (Kepercayaan/keyakinan manusia)
- Ideologi berasal dari kata idea artinya ‘gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita’. Dan logos artinya ‘ilmu’. Ideologi artinya ilmu pengertian-pengertian dasar
- Fungsi Ideologi :
- Menjadi pedoman
- Menjadi ekuatan
- Menjadi upaya dalam menghadapi persoalan
- Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup :
Terbuka : – Nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan
– Nilai dan cita-cita digali dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat
– Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat
– Milik seluruh rakyat
– Isinya operasional bila diwujudkan dalam konstitusi
– Bersifat dinamis dan reformis
b). Tertutup : – Bukan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat
– Merupakan cita-cita satu kelompok
– Masyarakat harus berkorban
– Kepercayaan dan Kesetiaan ideology yang kaku
– Bukan Nilai dan cita-cita
– Terdiri dari tuntutan konkret dan operasional yang mutlak
– Adanya ketaatan yang mutlak
- Pancasila adalah ideologi terbuka dan memiliki nilai yaitu :
- Nilai dasar, asas-asas yang diterima sebagai dalil yang bersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar dan tidak dipertanyakan lagi
- Nilai instrumental, nilai yang berbentuk norma social dan hukum
- Nilai praksis, nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam kenyataan
- Dimensi dalam Pancasila yaitu :
- Idealisme, bersifat sistematis, rasional dan menyeluruh
- Normatif, bersifat lebih beroperasional
- Realitas, mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang
- Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila yaitu :
1). Bidang Politik :
a). Melalui lembaga negara
b). Melalui sistem hukum nasional
c). Dilihat dari sistem demokrasi Pancasila
2). Bidang Ekonomi :
a). Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan
b). Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara
c). Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara untuk rakyat
d). Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan, berkelanjutan, kemandirian, berwawasan lingkungan, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional
3). Bidang sosial budaya :
a). Menghargai keragaman budaya Indonesia
b). Pelestarian keragaman Indonesia
c). Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai-nilai feodalisme
d). Menjaga agar nilai-nilai eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
e). Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai Pancasila
4). Bidang pertahanan dan keamanan
a). UUD NRI 1945 Pasal 27 ayat 3
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara
b). UUD NRI 1945 Pasal 30 ayat 1
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara
