Tugas Ppkn Vincent Aurelius Lika 9A/35

BAB 1

DINAMIKA PERWUJUDAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

A. Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa

1. Masa 1945-1950

Tahun 1945 hingga tahun 1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini , penerapan Pancasila di Indonesia mendapat banyak tantangan dari berbagai pihak.

a. Pemberontakan PKI

PKI memberontak pada tahun 1948. Kota Madiun Di Jawa Timur dijadikan basis pemberontakan. Pada tanggal 19 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia.

b. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah

DI/TII berniat mendirikan Negara dengan dasar Islam. Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya  Negara Islam Indonesia.

c. APRA

APRA didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian parajurit APRA adalah parajurit KNIL atau tentara Hindia Belanda.

d. Andi Azis

Pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberiontakan yang dilakukan oleh kesatuan kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis. Ia adalah mantan perwira KNIL.

e. Pemberontakan RMS

Republik Maluku Selatan dipimpin Dr. Soumokil, mantan Jaksa Agung di NTT. RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950.

2. Masa 1950-1959

Setelah bubarnya Republik Indonesia Serikat, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi.

a.Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh

Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatandan menyatakan bergabung dengan DI/TII

b. Pemberontakan PRRI

c. Pemberontakan Permesta

3. Masa 1959-1966

– Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup.

– Pembubaran DPR hasil pemilu 1955

– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong tidak dipilih oleh rakyat

4. Masa 1966-1998

Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru

•       Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.565

•       Sukses transmigrasi

•       Sukses KB

•       Sukses memerangi buta huruf

•       Sukses swasembada pangan

•       Pengangguran minimum

•       Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun)

•       Sukses Gerakan Wajib Belajar

•       Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh

•       Sukses keamanan dalam negeri

•       Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia

•       Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri

Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru

•       Semaraknya korupsi, kolusi, nepotisme

•       Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat

•       Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua

•       Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya

•       Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin)

•       Pelanggaran HAM kepada masyarakat non pribumi (terutama masyarakat Tionghoa)

•       Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan

•       Kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibredel

•       Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan, antara lain dengan program “Penembakan Misterius”

•       Tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya)

•       Menurunnya kualitas birokrasi Indonesia yang terjangkit penyakit Asal Bapak Senang, hal ini kesalahan paling fatal Orde Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur.

5. Masa 1998-sekarang

-Pengaruh perang dingin untuk Indonesia

-Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru

B. Nilai nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman

1. Hakikat Ideologi Terbuka

Ideologi adalah kumpulan gagasan/ konsep dasar bersistem untuk dijadikan dasar pendapat, arah, dan tujuan. Sebagai suatu sistem pemikiran, ideologi sangatlah wajar jika mengambil sumber atau berpandangan dari pandangan dan falsafah hidup bangsa. Hal tersebut akan membuat ideologi tersebut berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kecerdasan kehidupan bangsa. Ideologi bersifat terbuka dengan senantiasa mendorong terjadinya perkembangan-perkembangan pemikiran baru tentang ideologi tersebut, tanpa harus kehilangan jatidirinya.

IDEOLOGI TERBUKA                –             IDEOLOGI TERTUTUP

-Sistem aliran yang                           -Sistem aliran yang        

 Terbuka                                               Tertutup

C.Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Berbagai Bidang kehidupan

1. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Kehidupan

Perwujudan nilai nilai Pancasila di bidang politik dapat di lihat dalam bebrapa hal, yaitu :

a. Lembaga Negara

b. Hukum

c. Sistem Demokrasi

2. Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Bidang Ekonomi

Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Bidang Ekonomi ditegaskan pada Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 sebagai berikut.

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bernama berdasar atas asas asas kekeluargaan.
  • Cabang cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak yang dikuasai oleh Negara .

3. Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Bidang Sosial Budaya :

– Mengharagi keragaman budaya Indonesia

– Pelestarian kergaman budaya Indonesia

4. Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan

 Perwujudan nilai nilai Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan terlihat antara lain pada UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1)

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started