Ringkasan bab 1 PPkn Ian.F 9a/14

RINGKASAN BAB 1 : DINAMIKA PERWUJUDAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

A. PENERAPAN PANCASILA DARI MASA KE MASA

1. Masa 1945-1950

Tahun 1945-1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia dan penerapan Pancasila mendapatkan banyak tantangan dari berbagai pihak. Pihak belanda masih ingin menguasai Indonesia dan melaksanakan agresi militer, Bahkan ada usaha untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara. Adapun pemberontakan yang terjadi adalah sebagai berikut :

-Pemberontakan PKI

-Pembrontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah

-APRA

-Andi Aziz

-Pemberontakan RMS

2. Masa 1950-1959

Setelah bubarnya  Republik Indonesia Serikat, Indonesia menggunakan UUDS sebagai konstitusi.Berdasarkan UUDS 1950 sebagai konstitusi, berdasarkan itu bentuk negara Indonesia adalah negara kesatuan. Penerapan Pancasila pada periode ini cenderung diarahkan sebagai ideologi liberal. Hal ini ternyata tidak menjamin stabilitas pemeritahan. Pemilu 1955 berhasil untuk membentuk lembaga Konstituante. Kegagalan Konstituante untuk menyusun undang-undang baru dikhawatirkan akan membawa perpecahan bangsa. Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan Dekret Presiden pada 1959 yang memberlakukan kembali UUD NRI Tahun 1945. Pemberontakan yang terjadi pada masa ini adalah sebagai berikut :

-Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh

-Pemrontakan PRRI

-Pemberontakan Permesta

3. Masa 1959-1966

Sebagian pihak menyebut masa 1959 hingga 1966 sebagai periode demokrasi terpimpin. Pada masa ini demokrasi diangggap tidak berada pada kekuasaan rakyat , namun cenderung berada pada kekuasaan presiden, dan terjadi penyimpangan penafsiran terhadap pancasila pada masa ini antara lain:

-Diangkatnya presiden soekarno sebagai presiden seumur hidup

-Pembubaran DPR hasil pemilu oleh presiden melalui Penpres

-DPR-GR tidak dipilih rakyat namu sebagian besar langsung dipilih presiden

-Pelaksanaan politik konfrotasi

-Adanya percobaan penggabungan Nasakom(Nasionalis,Agama,dan Komunisme)

4. Masa 1966-1998

Pada 12 januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang  menyampaikan beberapa tuntutan. Masa 1966-1998 disebut sebagai masa orde baru. Orde baru diharapkan dapat melaksanakan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 dengan murni dan konsekuen. Orde baru awalnya member angin segar pada pengalaman pancasila, namun terdapat kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila.

5. Masa 1998 sampai sekarang

Masa 1998 sampai sekarang ini disebut sebagai masa reformasi. Pada awal masa ini, kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap pancasila membuat mahasiswa dan masyarakat menuntut turunnya presiden soeharto, dan Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan mundur sebagai Presiden RI dan digantikan wakilnya, B.J Habibie. Perkembangan demokrasi pada masa ini berkembang pesat.

B.NILAI-NILAI PANCASILA SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN

1. Pengertian nilai

Nilai berasal dari kata latin, valere yang artinya berarti ‘kuat, baik, berharga’. Notonagoro membagi nilai menjadi nilai material,vital, dan kerohanian.

2.Hakikat Ideologi Terbuka

a. Pengertian ideologi Terbuka

Ideologi berasal dari kata idea yang berarti ‘gagasan, konsep, pengertian dasar’; cita-cita, adapun logos berarti ‘ilmu’. Secara Harafiah, ideology berarti ilmu pengertian-pengertian dasar. Terdapat beberapa pengertian mengenai ideologi.

b. Fungsi ideologi

– Menjadi pedoman bagi individu, masyarakat, atau bangsa untuk berpikir, melangkah, dan bertindak

– Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi bagi individu, masyarakat, dan bangsa untuk mencapai tujuan.

– Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan.

3. Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila merupakan ideology yang bersifat terbuka.

Menurut Hamdayama, dkk(2012), nilai dalam Pancasila adalah nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis. Adapun sebagai ideology terbuka , secara structural, Pancasila memiliki dimensi idealism, normative, dan realistis (Al Hakim, dkk., 2016)

C.PERWUJUDAN NILAI NILAI PANCASILA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN

1.Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Bidang Politik

Perwujudan nilai-nilai pancasila dibidang politik dapat dilihat dari beberapa hal seperti:

-Lembaga Negara

-Huku,

-Sistem demokrasi

2.Perwujudan Nilai nilai pancasila di bidang Ekonomi

-Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan

-Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai Negara

-Bumi, air, dan kekayaan alam yang lainnya dipergunakan untuk kemakmuran rakyat

-Perekonomian Nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan.

3. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dibidang Sosial Budaya

Antara lain:

  1. Menghargai keragaman budaya Indonesia
  2. Pelestarian keragaman budaya Indonesia
  3. Mengembangkan nilai-nilai status social dan menghalangi berkembangnya nilai-nilai feodalisme
  4. Menjaga agar nilai-nilai esklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
  5. Pengembangan nilai social dan budaya masyarakat menuju moderisasi yang dijiwai pancasila

4.Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan:

Terlihat Antara lain pada UUD NRI tahun 1945 pasal 27 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan rakyat,dan pasal 30 ayat (1) Yang menyatakan bahwa tiap warga wajib ikut dalam usaha pertahanan&keamanan rakyat.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started