Rangkuman PPKn bab 1 Janet 9A/16

Ringkasan PPKn bab 1-4

Bab 1 (Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara)

A.Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa

1) masa 1945-1950

Masa di awal kemerdekaan Indonesia. Pihak Belanda masih ingin menguasai Indonesia, dan banyak terjadi pemberontakan. Pemberontakan-pemberontakan tersebut seperti, Pemberontakan PKI, Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah, APRA, Andi Azis, dan Pemberontakan RMS.

*Pemberontakan PKI terjadi pada tanggal 19 September 1948 di Kota Madiun, Jawa Timur. Waktu itu Musso (tokoh PKI yang melarikan diri ke luar negeri) memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia, ia ingin mengganti Pancasila dengan komunisme. Tentara RI akhirnya bisa merebut kembali kota Madiun pada tanggal 30 September 1948.

*Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah pada saat itu DI/TII berniat mendirikan negara dengan dasar Islam. Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Amir Fatah pun juga bergabung dengan DI/TII dan memproklamasikan berdirinya Darul Islam pada 23 Agustus 1949. Pemberontakan DI/TII ini segera ditumpas oleh tentara.

*APRA Angkatan  Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajurit APRA adalah prajurit KNIL. Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. Pemberontakan APRA terjadi pada 23 Januari 1950. Setelah tentara APRIS (Angkatan Perang  Republik Indonesia) berhasil menumpas pemberontakan, Westerling kemudian melarikan diri.

*Andi Azis; Pada tanggal 5 April 1950 terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan-satuan bekas KNIL yang dipimpin oleh kapten Andi Azis. Ia memberikan tuntutan yaitu pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas NIT(Negara Indonesia Timur). Pada 8 April 1950, pemerintah pusat RIS mengeluarkan ultimatum kepada Andi untuk datang dan melaporkan diri ke Jakarta dalam waktu 2 x 24 jam. Namun karena Andi Azis tidak datang maka pemberontakannya dituntaskan.

*Pemberontakan RMS; Republik Maluku Selatan (RIS) dipimpin oleh Dr.Soumokil, mantan Jaksa Agung di Nusa Tenggara Timur. RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950. Dalam pemberontakan ini ada gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membentuk negara sendiri. Awalnya pemerintah bersikap lunak dengan merundingkan masalah RMS dengan damai namun ditolak. Akhirnya pemerintah dapat memadamkan pemberontakan.

2) masa 1950-1959

      Setelah bubarnya Republik Indonesia Serikat, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi. Berdasarkan UUDS 1950, bentuk Negara Indonesia adalah kesatuan. Penerapan Pancasila dalam periode ini cenderung diarahkan sebagai ideologi liberal. Hal ini tidak menjamin stabilitas pemerintahan.

      Pada masa ini dilaksanakan pemilihan umum pertama di Indonesia, yaitu pada tanggal 29 September 1955. Pemilu ini berhasil memilih anggota-anggota lembaga Konstituante sejumlah 550 orang. Tugas lembaga ini adalah menyusun konstitusi baru pengganti UUDS 1950 dan mulai bekerja sejak tahun 1956. Hingga tahun 1959 tugasnya belum terselesaikan dan terjadi perdebatan terus menerus antara anggota Konstituante. Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan Dekret Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 yang intinya memberlakukan kembali UUD NRI Tahun 1945 dan membubarkan Konstituante.

      Selain itu, pada masa ini juga banyak pertentangan dengan munculnya sejumlah pemberontakan yang bertujuan untuk melepaskan diri dari NKRI. Berikut pemberontakan yang terjadi,

*Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh

   Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII. Sementara itu, pemberontakan di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Kahar Muzakkar. Adapun di Aceh dipimpin Daud Beureueh. Berkat dukungan rakyat akhirnya pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan.

*Pemberontakan PRRI

   Pemerintah Rvolusioner Republik Indonesia (PRRI) didirikan di Sumatra. Pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI. Pemerintah melakukan sejumlah operasi militer untuk memadamkan.

*Pemberontakan Permesta

   Di Universitas Permesta, 17 Februari 1958, diadakan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik, gubernur Sulawesi Utara dan Tengah, para cendekiawan, dan Mayor D Jus Somba. Saat pertemuan tersebut Mayor D Jus Somba melontarkan pernyataan bahwa Permesta di Sulawesi Utara dan Tengah mendukung PRRI seutuhnya.

  • ) Masa 1959-1966

        Sebagian pihak menyebut masa ini sebagai periode demokrasi terpimpin. Terjadi penyimpangan penafsiran pada Pancasila pada masa ini, antara lain;

  1. Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup
  2. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden melalui Penetapan Presiden (penpres) No.3 tahun 1960 tentang Pembaharuan Susunan Dewan Perwakilan Rakyat yang ditetapkan pada tanggal 5 Maret 1960.
  3. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) tidak dipilih oleh rakyat, tetapi sebagian besar dipilih dan diangkat langsung oleh presiden.
  4. Pelaksanaan politik konfrontasi.
  5. Adanya percobaan penggabungan atau pencampuran nasionalis, agama, dan komunisme (Nasakom), tetapi ternyata tidak cocok untuk NKRI.

Pada masa ini terjadi peristiwa pemberontakan PKI atau G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965.

Korban yaitu sebagai berikut;

  1. Jenderah Ahmad Yani
  2. Letjen M.T. Haryono
  3. Letjen Soeprapto
  4. Letjen S. Parman
  5. Mayjen D. I. Panjaitan
  6. Mayjen Soetojo Siswomihardjo
  7. Letnan Satu Pierre A. Tendean
  • ) Masa 1966-1998

     Pada 12 Januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan. Demonstrasi tersebut  dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura). Adapun isi Tritura sebagai berikut;

  1. Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
  2. Bubarkan kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
  3. Turunkan harga

   Beberapa elemen gerakan mahasiswa dan rakyat yang turut serta dalam demonstrasi itu antara lain Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI), dan Kesatuan Aksi Guru di Indonesia (KAGI). Situasi yang tidak menentu membuat Presiden Soekarnomengeluarkan Supersemar pada 11 Maret 1966. Masa 1966-19898  disebut sebagai masa Orde Baru. Orde baru awalnya memberi angin segar pada pengamalan Pancasila. Namun, terdapat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan kemudian dianggap tidak sesuai dengan jiw Pancasila, antara lain;

  1. Kebebasan pers dianggap terbatas, terdapat sejumlah penghentian penerbitan media masa, seperti majalah tempo dan tabloit detik.
  2. Pemerintah cenderung sentralistik.
  3. Demokrasi cenderung dikekang, antara lain hanya ada tiga partai yang boleh ikut pemilihan umum sejak pemilu 1977-1997.
  4. Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sehingga menjadi salah satu penyebab kemunduran ekonomi Indonesia .
  • ) Masa 1998-sekarang

       Masa ini disebut sebagai masa reformasi. Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto akhirnya menyatakan mundur sebagai presiden RI dan digantikan oleh wakilnya, B.J. Habibie. Pergantian pemimpin membuat harapan rakyat atas hal tersebut menguat. Perkembangan demokrasi pada masa reformasi berkembang pesat. Di sisi lain, meskipun telah terjadi berbagai perubahan dalam masa reformasi, masih ada sejumlah permasalahan yang  terjadi.

  • Nilai-Nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman
  1. Pengertian Nilai

   Nilai berasal dari kata latin, valere yang berarti kuat, baik, berharga. Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam, yaitu;

  1. Nilai material
  2. Nilai vital
  3. Nilai kerohanian (kebenaran, keindahan atau estetis, kebaikan atau nilai moral, religius)
  • Hakikat Ideologi Terbuka
  • Pengertian Ideologi

Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita. Adapun logos berarti ilmu. Terdapat beberapa pengartian mengenai ideologi, antara lain;

  1. Menurut Horton dan Hunt, ideologi merupakan suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma.
  2. Menurut W. Newman, Ideologi merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan atau melegalisasikasn tatanan sosial, struktur kekuasaan atau cara hidup dilihat dari segi tujuan, kepentingan atau status sosial dari kelompok atau kolektivitas di mana ideologi itu muncul
  3. Murbyanto, ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan, dan simbol-simbol kelompok masyarakat atau suatu bangsa yang menjadi pegangan atau pedoman kerja atau perjuangan untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa.
  • Fungsi Ideologi
  • Menjadi pedoman bagi individu, masyarakat, atau bangsa untuk bepikir, melangkah, dan bertindak.
  • Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi bagi individu, masyarakat, dan bangsa untuk mencapai tujuan.
  • Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan.
  • Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup
  • Ideologi terbuka
  • Nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar.
  • Nilai-nilai dan cita-cita digali dari  kekayaan rohani, moral, dan kebudayaan masyarakat sendiri.
  • Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.a
  • Milik seluruh rakyat, sehingga dapat sekaligus sebagai kepribadian masyarakat
  • Isinya yang tidak operasional menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi.
  • Bersifat dinamis dan reformis.
  • Ideologi tertutup
  • Bukan merupakan cita0cita yang sudah hidup dalam masyarakat
  • Merupakan cita-cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan mempebarui masyarakat.
  • Dibenarkan atas nama ideologi bahwa masyarakat harus berkorban
  • Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku
  • Bukan berupa nilai-nilai dan cita-cita
  • Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak
  • Adanya ketaatan yang mutlak, bahkan terkadang menggunakan kekuatan dan kekuasaan
  • Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila merupakan ideologi yang bersifat terbuka. Menurut Hamdayama, dkk (2012), nilai dalam Pancasila adalah nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Adapun sebagai ideologi terbuka, secara struktural, Pancasila memiliki dimensi idealisme, normatifm dan realistis (AI Hakim, dkk., 2016).

  • ) Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan
  1. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Politik

Perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam bidang politik dapat dilihat dalam beberapa hal, seperti lambang negara, hukum, dan sistem demokrasi Indonesia.a

  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Bidang Ekonomi

Ditegaskan pada Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 sebagai berikut;

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan serta kesatuan ekonomi nasional.
  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Bidang Sosial Budaya

Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang sosial budaya antara lain;

  1. Menghargai keragaman budaya Indonesia
  2. Pelestarian keragaman budaya Indonesia
  3. Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai-nilai feodalisme.
  4. Menjaga agar nilai-nilai eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
  5. Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai Pancasila.
  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan

Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan terlihat antara lain pada UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27  ayat (3) dan pasal 30 ayat (1).

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started