Ringkasan PKN
DINAMIKA PERWUJUDAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
BAB 1
A. Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa
1. Masa 1945 – 1950
Tahun 1945 hingga tahun 1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia. Ada banyak tantanagan yang dihadapi NKRI, Belanda masih ingin melaksanakan agres militer. Bahkan ada usaha untuk mengganti Pancasila sebagai dasar Negara Indonesa. Berikut ini merupakan contoh pemberontakan yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia :
- Pemberontakan PKI
PKI ( Partai Komunis Indonesia ) memberontak pada tahun 1948. Pada tangal 19 September, Musso yang merupakan pendiri PKI meproklamasikan berdiriya Republik Soviet Indonesia di Madiun. Tujuan Musso adalah merebut kekuasaan dan mengganti dasar NKRI yang berdasarkan Pancasila menjadi komunisme.
- Pemerontakan DI / TII ( Darul Islam / Tentara Islam Indonesia )
Gerakan Dar Islam mempunyai pengaruh di daerah – daerah lain. Setelah Kartosuwiryo memproklamasikan NII di Jawa Barat dan Jawa Tengah, pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dalam DI / TII. Pemberontakan di wilayah ini segera ditumpaslkan oleh tentara yang didukung rakyat Indonesia.
- Pemberontakan APRA
APRA bertujuan mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. APRA melakukan pemberontakan pada awal tahun 1950 dan berhasil menguasai sebagin kota Bandung.
- Andi Aziz
Pada tanggal 5 April 1950 terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan bekas KNIL yang dipimin Andi Aziz yang merupakan mantan perwira KNIL. Ia memberikan tuntutan bahwa hanya pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT. Perlawana ini diakhiri pada tanggal 26 April 1950. Pada bulan yang sama pula Aziz menyerahkan diri.
- Pemberontakan RMS
RMS yang dipimpin Dr. Soumokil, mantan Jaksa Agung di NTT. RMS berdiri 25 April 1950. Awalnya pemerinta merunddingkan masalah RMS secara damai, namun ditolak. Akhirnya, pemerintah mengiri ekspedisi militer ke Maluku dan pemberontakan dipadamkan.
2. Pada masa 1950 – 1959, Republik Indonesia Serikat dibubarkan. Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi. Berdasarkan UUDS 1950, Indonesia merupakan negara kesatuan. Dasar negara Indonesia tetap Pancasila, tetapi pemerintah lebih menekankan hak – hak individual. Pada masa itu, terlaksana pemilu pertama di Indonesia, yaitu pada tanggal 29 September 1955.
Pada periode ini, persatuan Indonesia mendapat tantangan berat dengan adanya pemberontakan yang bertujuan memisahkan diri dari NKRI. Pemberontakan yang terjadi antara lain :
- Pemberontakan DI / TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh ( April 1950 – 20 September 1953
- Pemberontakan PRRI yang terjadi pada tanggal 15 Februari 1958. Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI di Sumatra
- Pemberontakan Permesta ( 17 Februari 1958 )
3.Masa 1959-1966 disebut juga sebagai masa terpimpin. Kekuasaan dianggap tidak berada pada rakyat, namun diatas kendali presiden. Terjadi penyimpangan dari Pancasila. Penyimpangan yang terjadi antara lain :
- Soekarno diangkat menjadi presiden seumur hidup
- Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden atas PenPres
- Anggota DPR-GR dipilih dan diangkat oleh presiden
- Pelaksanaan politik konfrontasi
- Adanya NASAKOM yang sebenarnya tidak cocok untuk NKRI
Pada masa ini terjadi pemberontakan PKI atau G30S/PKI pada 30 September 1965. Pemberontakan ini dilakukan untuk mengganti Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. PKI berusaha merebut kekuasaan disertai pembunuhan. Orang-orang yang menjadi korban antara lain :
- Jenderal Ahmad Yani
- Letjen M.T.Haryono
- Letjen Soeprapto
- Letjen S.Parman
- Mayjen D.I.Panjaitan
- Mayjen Soetojo Siswomihardjo
- Letnan Satu Pierre A.Tendean
Akhirnya tanggal 30 September diperingati sebagai hari peringatan G30S/PKI.
4. Masa 1966-1988
Pada 12 Januari 1966, para mahasiswa melakukan demonstrasi yang dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura) yang berisi :
- Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
- Bubarkan kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
- Menurunkan harga
Situasi yang makin tidak menentu membuat Soekarno mengeluarkan Supersemar pada 11 Maret 1966. Isi surat itu meminta Letnan Jenderal Soeharto untuk segera membubarkan PKI dan mengamankan para menteri yang terlibat dalam G30S/PKI. Masa ini disebut juga orde baru. Orde baru diharapkan dapat melaksanakan UUD NRI 1945 dengan murni da konsekuen. Namun, terdapat beberapa kebijakan yang tidak sesuai dengan Pancasila. Contohnya :
- Kebebasan pers dianggap terbatas, sehingga sejumlah media massa seperti Tempo dan Detik diberhentikan.
- Pemerintah cenderung sentralistik.
- Demokrasi cenderung dikekang, hanya ada tiga partai yang boleh mengikuti pemilu sejak 1977 sampai 1997.
- Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme yang menyebabkan kemunduran ekonomi Indonesia.
5. Masa 1998 – Sekarang
Masa ini disebut juga sebagai masa reformasi. Karena kemunduran yang terjadi di masa sebelumnya, mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi menuntut turunnya Presiden Soeharto. Gerakan ini disebut dengan reformasi. Pada tanggal 21 Mei 1998, Soeharto mundur sebagai presiden RI dan digantikan oleh wakilnya, B.J.Habibie.
Sebelumnya yang hanya ada 3 partai yang ikut dalam pemilu, pada masa ini menjadi diikuti 48 partai. Pada masa reformasi ini juka dilakukan pengamandemenan UUD NRI 1945 yang bertujuan menyempurnakan aturan dasar negara. Salah satunya adalah pembatasan masa jabatan presiden yaitu presiden dan wakil presiden hanya bisa memegang dua kali masa jabatan. ( satu jabatan = 5 tahun )
Meskipun telah terjadi berbagai perubahan dalam masa reformasi, masih ada sejumlah masalah yang terjadi. Banyak masyarakat yang memperkuat semangat primordalisme di Indonesia. Masyarakat cenderung mementingkan suku, daerah, agama, dan golongan masing – masing. Seharusnya, masyarakat kembali kepada Bhineka Tunggal Ika. Pada masa ini, informasi sangat terbuka sehingga masyarakat harus menjaga agar tidak terjadi penyusupan ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila.
