1). Faktor Pancasila dipilih sebagai dasar negara dan ideologi negara
a). proses sejarah kelangsungan hidup dan perjuangan bangsa Indonesia
b). nilai nilai dan moral pancasila sudah menjadi milik bangsa Indonesia sejak dulu
c). nilai nilai dan moral Pancasila mengandung nilai nilai masa depan,yaitu Indonesia yang adi;,makmur,dan sejahtera.
2). Perjuangan Bangsa Indonesia dalam menemukan nilai-nilai luhur
a).Masa awal keberadaan bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religious.Pada masa ini bangsa Indonesia sudah percaya adanya Tuhan dengan kepercayaan animisme(roh nenek moyang) dan dinamisme(benda benda dipercayai memiliki kekuatan)
b.Masa kerajaan
Kerajaan pertama di Nusantara yang tercatat dalam sejarah adalah Kerajaan Kutai,berdiri tahun 400SM. Pada masa kerajaan Sriwijaya dan Majapahit bangsa Indonesia sudah semakin nyata keberadaannya di Nusantara sebagai bangsa yang bersatu dan berdaulat.
c.Masa perjuangan melawan penjajah
Bangsa Portugis, Belanda dan lain-lain datang ke Indonesia untuk memperoleh rempah-rempah dan tenaga kerja. Akhirnya terjadi perlawanan dimana-mana.
Pada abad ke-20, muncul kaum berpendidik di nusantara.
3). BPUPKI
Pada tanggal 1 Maret 1945, Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Chosakai (BPUPKI). Pengumuman dan pengangkatan keanggotan BPUPKI dilakukan oleh Letnan Jenderal Nagano Yoichiro pada tanggal 29 April 1945. Pada pengumuman tersebut diangkat sebagai ketua BPUPKI adalah Dr.K.R.T Rajiman Wedyodiningrat dan dibantu oleh dua orang ketua muda yaitu R.P.Suroso dan seorang berkebangsaan Jepang bernama Ichibangsase Yoshio.
Tugasnya adalah mengadakan penyelidikan dan persiapan mengenai Negara Indonesia merdeka.
4). Hasil sidang BPUPKI (29 Mei-1 Juni 1945):
a). M.Yamin
1). Peri Kebangsaan
2). Peri ketuhanan
3). Kesejahteraan rakyat
4). peri kemanusiaan
5). Peri kerakyatan
Usulan lisan M.Yamin:
1). Ketuhanan yang Maha Esa
2). Persatuan Indonesia
3). Rasa kemanusiaan yang Adil dan Beradab
4). Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan
5). keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
b). Dr.Soepomo:
1). Persatuan/nasionalisme
2). kekeluargaan
3). Taat kepada Tuhan
4). Musyawarah
5). Keadilan rakyat
c). Ir Sukarno
1). Kebangsaan Indonesia
2). Internasionalisme/peri kemanusiaan
3). Mufakat/demokrasi
4). Kesejahteraan sosial
5). Ketuhanan yang berkebudayaan
5). Pada tanggal 22 Juni 1945,Panitia kecil yang terdiri dari 8 orang mengadakan rapat gabungan BPUPKI yang bertempat di Jakarta dan membentuk Panitia kecil penyeldik Usul-usul/perumusan dasar negara. Panitia kecil ini menghasilkan Mukadimah Hukum Dasar Negara Indonesia yang terkenal Piagam Jakarta.
6). Sidang BPUPKI II terjadi mulai dari 10 sampai 17 Juli 1945
Sidang BPUKI II membahas membentuk Negara,wilayah Negara,kedaulatan,kewarganegaraan,rancangan uud,ekonomi keuangan,pembelaan,pendidikan,dan pengajaran.
7). BPUPKI dibubarkan dan dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 7 Agustus 1945. Diketuai oleh Ir. Soekarno dan wakil ketua Drs. Mohammad Hatta. Tugasnya adalah mempersiapkan kelengkapan-kelengkapan bagi Indonesia merdeka.
8). Pada 18 Agustus 1945, diadakan sidang PPKI di Gedung Kesenian Jakarta. Pada sidang pembukaan, disepakati Pancasila Pertama diubah “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk pemeluknya” menjadi ”Ketuhanan yang Maha Esa” dan dan Bab II pasal 6 “Presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama Islam” menjadi ” Presiden ialah orang Indonesia asli ” .
9). Pada sidang utama, dihasilkan keputusan yaitu : mengesahkan UUD negara, memilih Presiden dan Wakil Presiden yaitu Ir.Soekarno dan M.Hatta,dan Presiden sementara waktu akan dibantu oleh KNIP
10). Patriotisme artinya semangat cinta tanah air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk mempertahankan negaranya.
11). Nasionalisme sempit (chauvinisme) adalah memandang perasaan sehingga merendahkan bangsa lain. Bersifat negatif. Dipraktekkan oleh Hitler
12). Nasionalisme luas adalah memuliakan dan memajukan bangsa sendiri tapi tetap menghormati bangsa lain. Bersifat positif.
