Rangkuman Bab 4 PPKN Kelas 7 Alvin Kosasih 9A/02

1). Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari kitab Sutasoma karya Mpu Tantular.

2). Lambang Garuda Pancasila dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, disempurnakan oleh Soekarno dan diresmikan sebagai lambang negara pada tanggal 11 Agustus 1950 saat sidang kabinet RIS dan diperkenalkan pada 17 Agustus 1950

3). Lambang Garuda Pancasila diatur oleh PP No. 66 Tahun 1951 dan dipertegas dalam UU 24 Tahun 2009, yaitu:
a). seekor burung garuda berdiri tegak, sayap dikembangkan ke kiri dan kanan, melambangkan tenaga pencipta atau semangat membangun
b). kepala burung yang menghadap ke kanan, artinya kemujuran atau keberuntungan
c). burung Garuda yang mampu terbang tinggi, melambangkana cita-cita tinggi, perkasa, kedaulatan bangsa dan negara
d).warna burung berwarna kuning keemasan, artinya keagungan
e). kaki burung yang mencengkram Bhinneka Tunggal Ika, artinya kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang dicapai saat Proklamasi 17 Agustus 1945
f). memilik bulu sayap 17, bulu ekor 8, bulu di bawah perisai 19, bulu di leher 45, yang melambangkan 17-8-1945

4). Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna yaitu :
a). indonesia memiliki keragaman bukan sebagai pemecah tetapi pemersatu Indonesia
b). bhinneka Tunggal Ika mendorong lahirnya persatuan dan kesatuan Indonesia karena kedaerahan hanya memecah belah
c). di tengah arus globalisasi yang cepat, diperlukan penyaring agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap utuh dan semangat berbeda, tapi tetap bersatu
d). Bhinneka Tunggal Ika adalah salah satu pilar kebangsaan Indonesia selain Pancasila, UUD 1945, NKRI

5). Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua, artinya bangsa dan negara Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat istiadat yang bermacam-macam serta beraneka ragam kepulauan wilayah negara Indonesia.

6). Latar belakang lahirnya persatuan dan kesatuan :
a). Kesatuan sejarah, bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam suatu proses sejarah
b). Kesatuan nasib, mengalami nasib sama karena dijajah
c). Kesatuan budaya yang tumbuh menjadi budaya nasional
d). Kesatuan asas rohani, ide, cita-cita, nilai rohani yang seluruhnya disimpulkan dalam Pancasila

7). Setiap warga negara harus menerapkan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari :
a). Hidup saling menghargai antara masyarakat yang satu dengan yang lain tanpa memandang SARAnya
b). Menumbuhkan kesadaran sikap saling menjaga BTI agar keragaman bangsa Indonesia tidak mengarah pada kekacauan
c). Menjaga persatuan bangsa dan negara Indonesia

8). Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang.

9). Budaya adalah hasil segala hasil karya manusia, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik. Selain itu budaya dapat berarti pola hidup yang tercipta dalam sejarah yang eksplisit, implisit, rasional, irasional, dan nonrasional yang terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia.

10). Terdapat 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal :
a). Bahasa
b). Sistem teknologi
c). Sistem mata pencahariaan dan sistem ekonomi
d). Organisasi sosial atau sistem kemasyarakatan
e). Sistem pengetahuan
f). Religi atau kepercayaan
g). Kesenian

11). Agama adalah sistem keyakinan kepada Tuhan. Agama yang diakui oleh Indonesia adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha dan Konghucu

12). Ras berarti warna kulit. Keberagaman ras berarti keberagaman penduduk Indonesia yang didasarkan pada warna kulit dan ciri lain yang bersifat fisik, Ras manusia dikelompokkan menjadi 5 macam yaitu :
a). Kaukasoid berkulit putih, mata biru dan berambut pirang
b). Mongoloid berkulit kuning langsat, rambut kaku dan bermata sipit
c). Australoid berkulit sawo matang
d). Khoisan (Afrika Selatan)

13). Golongan artinya adalah kelompok masyarakat dengan ciri – ciri dan aktivitas tertentu. Golongan terdapat beberapa jenis :
a). Secara administrasi kependudukan; golongan suku bangsa asli, golongan terasing, golongan keturunan asing
b). Secara usia penduduk; golongan usia anak–anak, usia produktif dan usia tua
c). Secara ekonomi; golongan ekonomi lemah (miskin), ekonomi menengah, ekonomi kuat (kaya)
d). Secara pendidikan; PAUD, SD/MI. SMP/MTS, SMA/SMK/MA, dan perguruan tinggi
e). Secara politik; partai/afilasi politik
f). Secara mata pencaharian; golongan petani, pedagang, wiraswasta, PNS, TNI, Polri, politis, guru dan sebagainya

14). Gender artinya adalah sifat dan perilaku yang melekat pada kaum laki–laki dan perempuan yang dikonstruksikan secara sosial dan kultural. Sedangkan jenis kelamin merupakan kodrat Tuhan.

15). Perbedaan gender dengan kelamin :

Hasil gambar untuk perbedaan gender dan kelamin

16). Contoh bentuk – bentuk ketidakadilan gender :
a). Marjinalisasi/pemiskinan adalah proses penyisihan yang mengakibatkan kemiskinan pada perempuan
b.) Subordinasi/penomorduaan adalah sikap atau tindakan masyarakat yang menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah daripada laki-laki
c). Stereotip/pelabelan negatif terhadap sikap dan perbuatan perempuan
d). Violence/kekerasan terhadap perempuan baik fisik, seksual dan psikologis.
e). Double burden atau beban ganda adalah pembagian tugas dan tanggung jawab yang selalu memberatkan perempuan

17). Pengarus utamaan gender (gender mainstreaminging)adalah strategi mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia

18). Faktor penyebab keragaman bangsa Indonesia :
a). Lingkungan fisik daerah
b). Keyakinan atau agama
c). Kehidupan sosial budaya di berbagai daerah
d). Faktor sejarah

19). Arti penting keberagaman dalam masyarakat Indonesia :
a). Potensi menuju kejayaan bangsa
b). Sebagai tantangan bangsa

20). Perlu dikembangkan semangat menjaga keberagaman yaitu:
a). Semangat dan perilaku dalam kehidupan beragama yang beragam
b). Semangat dan perilaku dalam keragaman ras dan suku di Indonesia
c). Semangat dan perilaku dalam keragaman sosial budaya
d). Semangat dan perilaku dalam perbedaan jenis kelamin

21). Perilaku toleransi masyarakat:
a). Lingkungan Keluarga : menjalankan peran dan tugas masing-masing tanpa memandang keberagaman, saling menghargai perbedaan keluarga, musyawarah dalam memecahkan masalah
b). Lingkungan sekolah: tidak melihat latar belakang murid, Menyusun piket tanpa melihat latar belakang dan menyusun pengurus OSIS tanpa melihat latar belakang
c). Lingkungan masyarakat : Membantu tanpa pamrih, Kerja bakti bersama-sama, menjaga keamanan lingkungan
d). Berbangsa dan bernegara : melakukan pertukaran budaya melalui PON, melakukan pembanggunan tanpa membeda-bedakan

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started