Rangkuman PPKN bab 4 Ralfhael Jesse Lesmana

PERSATUAN DAN KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA

BHINNEKA TUNGGAL IKA

Berasal dari kitab Sutasoma

Semboyan ini menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Republik Indonesia yang tergantung di cengkraman kaki burug garuda.

WAWASAN NUSANTARA

Ada beberapa pengertian :

  1. Menurut MPR = cara pandang dan sikap bangsa Indonesia unutk mengutamakan persatuan dan kesatuan.
  2. Menurut Prof.Dr.Wan Usman = cara pandang Indonesia mengenai semua aspek kehidupan yang beragam

Konsep wawasan nusantara :

  1. Politik :
  2. Pancasila adalah salah satunya falsafah negara
  3. Seluruh kepulauan dalah suatu kesatuan ukum
  4. Ekonomi :
  5. Kekayaan wilayah adalah modal bagi bangsa
  6. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasih
  7. Social budaya :
  8. Masyarakat Indonesia hidup serasi
  9. Budaya Indonesia hakikatnya adalah satu
  10. Keamanan dan pertahanan :
  11. Tiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk membela negara
  12. Ancaman terhadap satu pulau hakikatnya merupakan ancaman segala bangsa

BENTUK KEBERAGAMAN MASYARAKAT :

  • Suku
  • Agama
  • Ras

MASALAH YANG MUNCUL DI KEBERAGAMAN BANGSA INDONESIA

Menurut Soejono Soekanto ada 4 faktor penyebab konflik :

  1. Perbedaan indivdu
  2. Perbedaan kebudayaan
  3. Perbedaan kepentigan
  4. Perbedaan social

SIKAP PENYEBAB KONFIL :

  • Primordialisme yg berlebihan = menganggap suku,budaya atau ras yang dipegang adalah yang terbaik
  • Etnosentrime
  • Diskriminatif
  • Stereotip
  • Fanatisme
  • Eksklusivisme

BENTUK KONFLIK DALAM MASYARAKAT :

  1. Konfik pribadi
  2. Konflik rasial
  3. Konflik antar kelas kelas social
  4. Konflik politik
  5. Konflik interasional

AKIBAT YANG DITIMBULKAN OLEH TERJADINYA KONFLIK :

  1. Perpecahan dalam masyarakat
  2. Keruian harta
  3. Kehancuran nilai norma yang ada
  4. Perubahan kepribadian

UPAYA MENYELESAIKAN MASALAH DALAM KEBERAGAMAN :

  1. Memberikan jaminan perlindungan hak hak setiap warga
  2. Pengikatan persatuan
  3. Pengikat rasa kebangsaan
  4. Upaya represif
  5. Mengembangakn upaya preventif

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started