Tugas PPKN BAB 4 Angel Sidharta/ 9A/ 03

Bab 4

Persatuan dan Keberagaman Masyarakat Indonesia

A. Persatuan dalam Keberagamab Masyarakat Indonesia

1. Bhineka Tunggal Ika

1) Semboyan Bhinneka Tuggal Ika berasal dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular

2) Istilah ini berarti ‘berbeda (bhinneka) itu (ika) satu (tunggal)’

3) Istilah ini bermakna bahwa kita berbeda, tetapi tetap satu

4) Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Indonesia yang tercantum dalam cengkaraman kaki Garuda Indonesia

5) Melalui semboyan ini, bangsa Indonesia mengaku bahwa Indonesia merupakan negara yang terdiri atas berbagai suku, ras, agama, dan adat istiadat

6) Perbedaan ini harus ditanggapi dengan kemauan untuk bersatu bukan menjadi pemisah dan alatuntuk memecah belah persatuan di Indonesia

7) Keberagaman Indonesia juga meliputi keberagaman alam yang mengundang perhatian para wisatawan.

2. Wawasan Nusantara

1) Wawasan nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional

2) Wawasan nusantara sendiri menjadi landasan visional untuk menyelenggarakan kehidupan nasional

3) Beberapa pengertian wawasan nusantara:

a. Berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN

> Wawasan nusantara yang merupakan wawasan nasional bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamkan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional

b. Menurut Prof. Dr. Wan Usman

> “Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai sebuah negara kepulauan dengan semua aspek  kehidupan yang beragam”

> Disampaikan saau lokakarya wawasan nusantara dan ketahanan nasional di Lemhanas pada Januari 2000

> Ia menjelaskan bahwa nusantara merupakan geopolitik Indonesia

c. Menurut kelompok kerja Wawasan Nusantara yang berubah menjadi ketetapan majelis permusyawaratan rakyat dan dibuat Hanas tahun 1999

> Wawasan Nusantara adalah “cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.”

4) Secara umum, wawasan nusantara berarti cara pandang suatu bangsa tentang diri dan tengahnya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan sejarah bangsa tersebut sesuai dengan posisi dan kondisi geografi negara nya untuk mencapai tujuan atau cita-cita nasional nya.

A. Konsep kesatuan politik

Sebagai konsep kesatuan politik ke sana, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut:

1) Kedaulatan wilayah nasional beserta kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah ruang hidup, modal, dan milik bangsa Indonesia.

2) Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan bahasa memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha esa harus merupakan sel satu kesatuan bangsa yang boleh teramati seluas luasnya

3) secara psikologis bangsa Indonesia juga harus merasa satu rasa nasib kaum enak sepenanggungan sebangsa dan setanah air serta mempunyai satu tekat dalam mencapai cita cita bangsa

4)Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta idiologi bangsa dan negara yang melandasi membimbing dan mengarahkan menuju tujuannya

5) Seluruh kepulauan nusantara merupakan satu kesatuan hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi supaya kepentingan nasional

B. Konsep kesatuan ekonomi

Sebagai satu kesatuan ekonomi Wawasan Nusantara mengandung pengertian sabagai berikut:

1) Kekayaan wilayah Nusantara adalah modal dan milik bangsa; harus dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia

2) Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri-ciri khas yang dimiliki oleh daerah daerah dalam pengembangan kehidupan ekonomi nya

3) Kehidupan perekonomian di wilayah Nusantara merupakan kesatuan ekonomi yang diselenggarakan atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi Kemakmuran rakyat

C. Konsep kesatuan sosial budaya

Sebagai satu kesatuan sosial budaya Intaran mengandung pengertian sebagai berikut:

1) Masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa memiliki kehidupan yang serasi dan selaras dengan tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata, dan seimbang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa

2) Budaya Indonesia, pada hakikatnya, adalah satu. Corak ragam budaya menggambarkan kekayaan yang menjadi modal dan landasan pengembangan bangsa

D. Konsep kesatuan pertahanan keamanan

Sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan Wawasan Nusantara mengandung pengertian sebagai berikut:

1. Ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara

2. Tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka membela negara dan bangsa

B. Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia.

1. Bentuk Keberagaman Masyarakat Indonesia

1) Perbedaan yang ada di Indonesia mencakup berbagai bidang tidak hanya dapat dilihat dari perbedaan secara fisik manusia atau ras, tetapi mencakup juga perbedaan suku bangsa, agama dan kepercayaan nya.

A. Suku bangsa

1. Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.

2. Setiap suku memiliki tata kehidupan kaum adat istiadat, bahasa dan budaya yang berbeda berbeda.

3. Perbedaan dan keberagaman inilah yang menyumbangkan keberagaman kehidupan Berbangsa.

B. Agama

1. Para pelaut, pedagang, dan penjajah yang datang ke Indonesia dan singgah di Indonesia membawa agama dan kepercayan mereka.

2. Akibatnya adalah penduduk Indonesia menerima agama dan kepercayaan yang dibawa oleh para penjajah.

3. Melalui aktivitas ini penduduk Indonesia mengenal berbagai agama dan kepercayaan.

4. Pemerintah Indonesia mengakui enam agama, yaitu Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu.

5. Selain itu Indonesia juga mengaku adanya aliran kepercayaan

6. Para penganut dari berbagai agama ini diharuskan untuk mengutamakan sikap toleransi agar selalu tercipta kehidupan yang rukun dan damai

C. Ras

1. Ras merupakan kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik banyak sama.

2. Di Indonesia jelas sehingga terdapat perbedaan bentuk fisik, seperti warna kulit, postur tubuh dan jenis rambut.

3. Keberagaman ras di Indonesia tidak hanya disebabkan aktivitas pelayaran dan eksplorasi berbagai kelompok manusia di Indonesia yang terjadi pada masa lalu, tetapi juga disebabkan perdagangan dan dengan berbagai suku bangsa.

2. Masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat Indonesia.

1. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, konflik di definisikan sebagai percekcokan, perselisihan, atau pertentangan.

2. Oleh karena itu, secara sederhana, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang bersebrangan, tidak selaras, dan bertentangan

A. Penyebab konflik dalam masyarakat.

1. Faktor penyebab konflik

Soerjono Soekanto mengemukakan empat faktor yang dapat menyebabkan terjadi konflik dalam masyarakat, yakni perbedaan antar individu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial

a) Perbedaan antar individu.

(1) Perbedaan pendirian dan perasaan yang berbeda beda dapat menjadi faktor penyebab konflik.

b) Perbedaan kebudayaan

(1) Secara sadar maupun tidak, seseorang akan lebih terbiasa dengan pemikiran dan pendiriannya.

(2) Misalnya seorang anak dibesarkan dalam masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kesopanan jendral akan berbicara dengan sopan kepada orang lain. Namun, anak yang dibesarkan dalam masyarakat yang tidak memedulikan nilai kesopanan, cenderung berbicara kurang sopan kepada yang lain

c) Perbedaan kepentingan

(1) Antar individu, antara individu, kelompok, maupun antar kelompok, dapat memiliki perbedaan kepentingan.

(2) Kepentingan ini dapat menyangkut kepentingan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

(3) Misalnya sebuah hutan di suatu wilayah. Bagi kelompok pengusaha, berdasarkan kepentingan bisnis, pohon pohon dapat dipotong dan dijual sehingga mendapatkan keuntungan. Bagi kelompok pencinta lingkungan, berdasarkan kepentingan lingkungan hidup, bahan bahan tidak boleh dipotong agar kelestarian hutan tetap terjaga.

d) Perubahan sosial.

(1) Masyarakat mengalami pengaruh perubahan perkembangan kebutuhan dan pengetahuan.

(2) Berbagai perubahan memengaruhi cara pandang sebagian anggota masyarakat terhadap nilai, norma, dan perilaku.

(3) Misalnya, perilaku remaja yang berbeda terkadang mendapat pandangan kurang baik oleh orang orang yang lebih tua. Situasi ini dapat menimbulkan konflik.

2. Sikap penyebab konflik.

a. Primordialisme yang berlebihan.

(1) Primordialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang Teguh pada hal-hal yang sejak awal melekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras dan agama.

(2) Sikap primordialisme yang berlebihan akan menganggap suku bangsa, ras, atau agamanya lebih unggul dibanding suku ras, ras, atau agama yang lain

b. Etnosentrisme

(1) Etnosentrisme merupakan pandangan bahwa kebudayaan suku bangsa nya lebih baik dibandingkan kebudayaan suku bangsa lain.

c. Diskriminatif

(1) Diskriminatif merupakan perbedaan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, dan agama

d. Stereotipe

(1) Stereotipe merupakan penilaian terhadap seseorang atau suatu golongan hanya berdasarkan persepsi pribadi atau kelompok. Sikap ini umumnya berdasarkan prasangka dan cenderung tidak tepat

e. Fanatisme

(1) Fanatisme merupakan keyakinan akan suatu kebenaran tanpa kepastian data dan fakta, tetapi kebenaran itu diangkat kebenaran mutlak tanpa memedulikan argumen dari orang lain

f. Eksklusivisme

(1) Eksklusivisme adalah sikap yang memandang bahwa pandangan atau ajaran yang paling benar hanya pandangan atau ajaran kelompok nya dan mengaggap pandangan atau ajaran lainnya tidak benar

B. Bentuk konflik dalam masyarakat.

a) Konflik pribadi

1. Konflik pribadi dapat terjadi antara dua individu atau lebih karena perbedaan pandangan dan sebagainya.

b) Konflik rasial

1. Konflik rasial umumnya timbul karena perbedaan ras seperti perbedaan ciri badan, kepentingan, dan berbudayaan.

2. Konflik ini biasanya terjadi mayoritas dan minoritas.

3. Sebagai contoh, konflik rasial yang pernah terjadi antara orang kulit hitam dan orang kulit putih.

c) Konflik antara kelas sosial

1.Konflik antar kelas sosial umumnya disebabkan akibat perbedaan kepentingan.

2. Misalnya konflik karena adanya perbedaan kepentingan antara buruh dan pemilik perusahaan.

d) Konflik politik

1. Konflik politik terjadi karena adanya perbedaan kepentingan tujuan politis seseorang atau kelompok.

2. Contohnya adalah konflik antarpantai politik dalam sebuah negara

e) Konflik internasional

1. Konflik internasional terjadi akibat perbedaan kepentingan yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan negara.

2. Misalnya, konflik antar negara mengenai suatu wilayah eksplorasi gas alam di suatu daerah pembatasan

C. Akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya konflik.

a) Perpecahan dalam masyarakat

1. Suatu masyarakat yang mengalami konflik ingat terjadi kekerasan fisik dan kerusakan harta benda akan sulit bersatu

2. Kecurigaan terhadap kelompok lain atau anggota masyarakat lain terdapat empat yang sejati. Akibatnya adalah masyarakat dapat terpecah.

b) Kerugian harta benda dan korban manusia

1. Konflik dapat berkembang menjadi kekerasan fisik.

2. Oleh karena itu, dapat terjadi kerusakan pada fasilitas umum, kerusakan harta benda, dan harta benda, hingga terjadi luka fisik bahkan korban manusia.

c) Kehancuran nilai nilai dan norma yang ada

1. Konflik yang terjadi dapat merusak bahkan menghancurkan nilai nilai dan norma yang ada.

2. Para anggota masyarakat yang sebelumnya saling percaya satu sama lain menjadi tidak saling menghormati lagi dan bersikap kasar.

d) Perubahan kepribadian

1. Ketika terjadi konflik, anggota masyarakat dapat mengalami trauma.

2. Perubahan ini bisa ditandai dengan sikap khawatiran yang berlebihan, ketakutan, dan kecurigaan terhadap anggota masyarakat lain.

e) Dominasi

1. Konflik yang terjadi pada suatu masyarakat dapat menciptakan pihak yang menang dan pihak yang kalah

2. Pihak yang menang dapat saja mendominasi pihak yang kalah atau bahkan menindas pihak yang kalah.

C. Upaya menyelesaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

1. Keberagaman harus ditanggapi secara positif, jika tidak, kebergaman dapr memunculkan berbagai permasalahan.

2. Namun permasalahan itu, memiliki sejumlah upaya untuk dilakukan agar permasalahan yang muncul dapat diselesaikan.

3. Sejumlah upaya penyelesaiaan tersebut antara lain sebagai berikut:

1) Memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara

a) Hak setiap warga negara yang terkait dengan keragaman dijamin dalam perundang-undangan antara lain: 

a. Pasal 28A UUD NRI Tahun 1945, yaitu: “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”

b. Pasal 28E UUD NRI Tahun 1945, yaitu:

> Ayat (1) : “Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memiliki pendidikan dan perngajaran, memiliki tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.”

> Ayat (2): “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.”

>Ayat (3): “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.”

c. Pasal 28I UUD NRI Tahun 1945, yaitu:

> Ayat (1): “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, beragama, hak untuk tidak diperbudak, untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.”

> Ayat (2): “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.”

>Ayat (3): “Identitas budaya dan masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan Peradaban.”

>Ayat (4): “Perlindungan, perak majuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah.”

>Ayat (5): “Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang undangan.”

d. Pasal 28J UUD NRI Tahun 1945, yaitu:

>Ayat (1): “Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, Berbangsa, dan bernegara.”

> Ayat (2): “Dalam menjalankan hak dan kebebasan nya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.”

2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang-undangan. Hal ini tercantum dalam UUD NRI Tahun 1945 sebagai berikut:

a. Pasal 35 UUD NRI Tahun 1945, yaitu: “Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.”

b. Pasal 36 UUD NRI Tahun 1945, yaitu: “Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia.”

c. Pasal 36A UUD NRI Tahun 1945, yaitu: “Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyang Bhinneka Tunggal Ika.”

d. Pasal 36B UUD NRI Tahun 1945, yaitu: “Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.”

3. Upaya represif (saat atau sudah terjadi) yang dapat dilakukan oleh pemerintahan untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat antara lain sebagai berikut:

a. Melakukan penangkapan atas pihak pihak yang bertanggung jawab dalam berupaya aktif untuk melakukan perpecahan terkait keberagaman masyarakat

b. Melakukan hukuman terhadap pihak pihak yang secara hukum terbukti terlibat dalam upaya melakukan perpecahan terlihat keberagaman masyarakat

4. Mengembangkan upaya preventif untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat antara lain sebagai berikut:

a. Selalu bersikap ramah, bersahabat, berfikir positif, dan saling membantu sesama warga masyarakat.

b. Masalah perbedaan yang terjadi dipecahkan dengan bermusyawarah secara bijaksana, penuh pengertian, saling menghargai, dan tanpa paksaan.

c. Antar anggota masyarakat dan antar kelompok dalam masyarakat melakukan kerja sama.

d. Warga negara belajar berkomunikasi secara efektif

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started