Rangkuman PPKN Kelas 7 Bab 4 / Shayna – 9A – 33

BAB 4 – Keberagaman Masyarakat Indonesia dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika

A. Bhineka Tunggal Ika

  1. Pengertian Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari buku Sutasoma karangan Mpu Tantular. Bhinneka Tunggal Ika memiliki arti ‘ berbeda beda tetapi tetap satu jua ‘. Semboyan ini tertulis pada lambing Negara Garuda Pancasila. Semboyan Bhineka Tunggal Ika secara resmi dinyatakan sebagai semboyan Negara. Hal ini dipertegas dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang Negara serta lagu kebangsaan, yaitu :

  • Seekor burung garuda yang berdiri tegak dengan sayap dikembangkan ke kiri dan ke kanan, melambangkan tenaga pencipta
  • Kepala burung yang menghadap ke kanan, melambangkan keberuntungan
  • Burung garuda yang mampu terbang tinggi ke angkasa raya tanpa kawan, melambangkan cita – cita tinggi, keperkasaan, serta kedaulatan bangsa dan Negara
  • Lukisan burung garuda yang seluruhnya berwarna kuning emas, melambangkan keagungan
  • Kaki burung mencengkram pita yang bertuliskan “ Bhinneka Tunggal Ika”, melambangkan kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang dicapai pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
  • Tanggal, bulan, dan tahun Proklamasi Kemerdekaan dilambangkan dengan 17 helai bulu sayap, 8 helai bulu ekor, 19 helai dibawah perisai, dan 45 helai di leher

2. Makna Bhinneka Tunggal Ika

  • Bangsa Indonesia menyadari keberagaman bukan merupakan unsur perpecahan melainkan sebagai modal terbentuknya persatuan dan kesatuan Indonesia
  • Bangsa Indonesia menyadari semboyan Bhinneka Tunggal Ika mendorong lahirnya persatuan dan kesatuan Indonesia yang semakin kokoh
  • Bangsa Indonesia menyadari di tengah arus globalisasi ini diperlukan sikap selektivitas agar persatuan dan dan kesatuan bangsa tetap utuh
  • Bangsa Indonesia menyadari bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah salah satu pilar selain Pancasila, UUD NKRI Tahun 1945, dan NKRI

3. Arti Penting Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

a. Pendorong Lahirnya Nasionalisme Indonesia

Lahirnya persatuan dan kesatuan Indonesia di tengah keberagaman didasarkan atas berbagai perasaan sebagai bangsa yang tumbuh, yaitu :

  • Kesatuan sejarah
  • Kesatuan nasib
  • Kesatuan Kebudayaan
  • Kesatuan asas kerohanian

Wujud nyata lahirnya persatuan  Indonesia, yang berbeda – beda suku bangsa, adalah lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yaitu :

" Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Bertumpah Darah Satu  Tanah Air Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Berbangsa Satu Bangsa Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan  Bahasa Indonesia "

b. Penyemangat untuk Membangun Indonesia yang lebih baik

Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan Negara Indonesia sebagai dasar untuk mweujudkan persatuan dan kesatuan indnonesia. Setiap warga negara harus dapat melaksanakanya dalam kehidupan sehari – hari , yaitu :

  • Hidup saling menghargai antar masyarakat
  • Menumbuhkan kesadaran sikap untuk menjaga Bhineka Tunggal Ika
  • Menjaga persatuan bangsa dan Negara
  • Menghindari sikap negative
  • Meningkatkan identitas dan kebanggan sebagai bangsa Indonesia

c. Benteng Persatuan Bangsa dan Negara Indonesia di Era Globalisasi

Dampak buruk dari globalisasi adalah membawa kebudayaan-kebudayaan yang baru masuk ke Indonesia. Karena begitu banyak kebudayaan baru yang masuk ke Indonesia dan diterima begitu saja, menyebabkan terjadinya penyimpangan kebudayaan di masyarakat. Di era globalisasi ini harus kita hadapi dengan sikap selektif sehingga mengutamakn bahwa Indonesia adalah Negara yang satu, satu bangsa, tanah air, dan bahasa Indonesia.

B. Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

  1.  Hakikat Keberagaman

Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang. Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan bangsa. NKRI merupakan negara yang memiliki keberagaman dalam semua aspek kehidupan. Keberagaman ini menjadi modal terbentuknya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

2. Kebegaraman di Indonesia

a. Keberagaman Wilayah dan Lingkungan

Wilayah NKRI yang terbentang dari Sabang hingga Merauke terisi dengan keberagaman dari berbagai macam aspek kehidupan.

b. Keberagaman  Suku Bangsa dan Budaya

Identitas atau ciri khas suatu suku dapat dilihat dari berbagai aspek, yaitu :

  • tipe fisik
  • bahasa
  • adat istiadat
  • kesenian
  • sistem kekerabatan
  • batas fisik lingkungan

Keberagaman suku bangsa membawa akibat pada budaya, karena setiap suku bangsa memiliki budaya yang berbeda-beda. Budaya adalah pola hirup yang tercipta dalam sejarah yang eksplisit, rasional, irasional, dan nontasinal yang terdapat pada setiap waktu sebagai pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia. Tujuh unsur kebudayaan, yaitu :

  • bahasa
  • sistem teknologi
  • sistem mata pencaharian
  • sistem kemasyarakatan
  • religi
  • kesenian
  • sistem pengetahuan

Keberagaman budaya dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu :

  • lingkungan alam
  • kontak dengan budaya lain
  • keyakinan yang dimiliki

c. Keberagaman Agama

Indonesia mengakui 6 agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Karena, sistem keyakinan dan ibadah yang berbeda antar agama, perlu dikembangkan toleransi antarumat beragama yang meliputi :

  • Toleransi antarumat beragama yang berbeda ( toleransi ekstern )
  • Toleransi antarumat beragama yang sama ( toleransi intern )
  • Toleransi umat beragama dengan pemerintah

d. Keberagaman Ras

Keberagaman ras berarti keberagaman pendudukan Indonesia yang didasarkan pada warna kulit dan ciri fisik lainnya. Secara umum , ras manusia dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu :

  • Negroid, berkulit hitam dan berambut keriting
  • Mongoloid,berkulit kuning langsat dan berambut kaku
  • Kakukasoid, berkulit putih dan berambut pirang
  • Australoid, berkulit sawo matang
  • Khoisan ( Afrika Selatan)

Meskipun bebrbeda ras, pebedaan tersebut tetap dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika sehingga tidak terjadi perpecahan.

e. Keberagaman Golongan

Faktor yang digunakan untuk menggolongkan keberagaman yaitu sebagai berikut :

  • Secara  administrasi kependudukan, terdapat tiga golongan , yaitu golongan suku bangsa asli ( berasal dari daerah Indonesia ), golongan keturunan asing ( berasal dari daerah luar Indonesia ), dan golongan masyarakat terasing
  • Secara usia penduduk, dikenal golongan usia anak – anak, usia produktif, dan usia tua
  • Secara ekonomi, dikenal golongan ekonomi lemah, ekonomi menengah, dan ekonomi kuat
  • Secara pendidikan, dikenal PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan perguruan tinggi
  • Secara politik, dikenal golongan berdasarkan partai atau afiliasi politik
  • Berdasarkan mata pencaharian

f. Keberagaman Gender

Gender merupakan sifat yang melekat pada kaum laki – laki dan perempuan yang dikonstruksikan secara sosial dan kultural. Sedangkan jenis kelamin adalah kodrat Tuhan. Berikut adalah perbedaan jenis kelamin dengan gender

Peran gender, yaitu :

1.Peran Reproduktif

Peran reproduktif adalah peran yang tidak menghasilkan uang. Contohnya adalah perempuan sebagai ibu rumah tangga

2. Peran Produktif

Peran produktif dapat diartikan sebagai aktivitas yang menghasilkan pendapatan

3. Peran Kemasyarakatan

Peran kemasyarakatan memiliki arti bahwa pekerjaan yang dilakukan pada tingkat masyarakat, di seputar pengalokasian, penyediaan, dan mengatur bagian – bagian pekerjaan bersama.

Bentuk – bentuk ketidakadilan gender ditengah masyarakat, yaitu :

  • Marjinalisasi, proses penyisihan yang mengakibatkan kemiskinan bagi perempuan
  • Subordinasi, sikapyang menempatkan perempuan lebih rendah daripada laki – laki
  • Stereotipe, pelabelan negatif terhadap perbuatan perempuan
  • Violence, kekerasan baik fisik, seksual dan psikologis
  • Double burden, pembagian tugas yang memberatkan perempuan

Untuk menghindari ketidakadilan gender, maka perlu dlakukan pemenuhan kebutuhan terhadap kebutuhan gender, baik kebutuhan praktis maupun strategis. Ciri-ciri kebutuhan praktis gender, yaitu :

  • Merupakan kebutuhan langsung yang dapat dinikmati
  • Tidak memerlukan perubahan posisi perempuan
  • Dikembangkan berdasarkan peran reproduktif

Ciri – ciri kebutuhan strategis gender, yaitu :

  • Memberikan akses yang adil dalam pendidikan dan kredit
  • Menguatkan aturan untuk melawan kekerasan terhadap perempuan
  • Peningkatan partisipasi yang sama dalam berpolitik

3. Faktor Penyebab Keragaman Bangsa Indonesia

  • Lingkungan fisik daerah
  • Agama
  • Kehidupan sosial budaya di berbagai daerah
  • Faktor sejarah

C. Arti Penting Keberagaman dalam Manusia

  1. Arti penting Keberagaman

a. Keberagaman sebagai potensi menuju kejayaan bangsa

Kebhinekaan sebagai potensi diwujudkan bangsa Indonesia sejak tumbuhnya kesadaran nasional. Setelah tahun 1908, baru muncul perjuangan yang bersifat nasional melalui organisasi modern bernama Budi Utomo. Kebangkitan nasional terus berkembang sehingga lahir kesadaran nasional yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda menunjukkan bahwa semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia makin meningkat, meskipun dalam kondisi bangsa yang beragam.

b. Keberagaman sebagai tantangan bangsa

Kebhinekaan dapat menjadi tantangan karena mudah membuat orang berbeda pendapat yang lepas kendali. Tumbuhnya perasaan kedaerahan dan kesukuan yang berlebihan dan diiringi tindakan yang merusak persatuan dapat mengancam keutuhan bangsa dan NKRI. Setelah bangsa Indonesia merdeka, NKRI masih dapat berdiri tegak. Upaya mempertahanka dan membangun Indonesia bukan hanya kerja keras pemerintah, melainkan juga adanya keinginan bangsa Indonesia yang berbhineka untuk tetap bersatu.

2. Semangat Menjaga Keberagaman dalam Masyarakat dalam Masyarakat Indonesia

a. Semangat dan perilaku dalam kehidupan beragama yang beragam

Indonesia mengakui 6 agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Negara Indonesia menjamin warga negaranya untuk menganut dan mengamalkan ajaran agamanya masing-masing. Hal tersebut terdapat dalam UUD NRI Tahun 1945 pasal 29 ayat 2, yang berbunyi, “ Negara menjamin kemerdekaan tiap – tiap penduduk untuk memeluk agamannya masing – maisng dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu “. Sikap yang dapat kita lakukan dalam kehidupan keberagaman agama adalah :

  • Menghormati agama yang diyakini orang lain
  • Tidak memandang rendah agama lain
  • Melaksanakan ajaran agama secara baik

b. Semangat dan perilaku dalam keberagaman ras dan suku di Indonesia

Ras berkaitan dengan karakteristik fisik yang dimiliki sekelompok manusia. Manusia memiliki derajat dan martabat yang sama. Perbedaan ras dan suku bangsa tidak menunjukkan bahwa orang ain lebih baik dari kita atau sebaliknya. Oleh karena itu sebaiknya kita berperilaku baik kepada sesame tanpa memandang berbagai perbedaan tersebut.

c. Semangat dan perilaku dalam keberagaman sosial budaya

bagi seorang pelajar perilaku dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman sosial budaya dapat diwujudkan dengan :

  • Mengetahui keberagaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia
  • Mempelajari dan menguasai salah satu seni budaya sesuai dengan minat
  • Merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri
  • Menyaring budaya asing yang masuk ke dalam bangsa Indonesia

d. Semangat dan perilaku dalam perbedaan jenis kelamin

cara mengembangkan kesetaraan jenis kelamin atau gender adalah :

  • Menghilangkan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin
  • Memberikan kesempatan yang sama kepada laki – laki dan perempuan
  • Membagi alokasi smer daya atau manfaat secara adil antara laki-laki dan perempuan
  • Memberikan akses pelayanan yang sama kepada laki – laki dan perempuan

D. Perilaku toleransi dalam masyarakat

Lingkungan keluarga

  • Menjalankan peran dan tugas masing-masing tanpa memandang keberagaman
  • Saling menghargai perbedaan dalam keluarga
  • Membiasakan musyawarah dalam memecahkan masalah keluarga

2. Lingkungan sekolah

  • Membentuk kelompok belajar tanpa melihat latar belakang ekonomi murid
  • Menyusun pengurus kelas atau pengurus OSIS tanpa melihat status sosial keluarga murid
  • Menyusun petugas piket tanpa melihat latar belakang masing-masing murid

3. Lingkungan masyarakat

  • Saling membantu tanpa pamrih
  • Menjaga keamanan lingkungan tanpa membedakan latar ekonomidan status sosial
  • Mengadakan kerja bakti secara bersama-sama

4. Lingkungan berbangsa dan bernegara

  • Melaksanakan pertukaran budaya melakui kegiatan nasional
  • Melaksanakan pembangunan tanpa membeda-bedakan wilayah
  • Melaksanakan aturan hukum dengan penuh kepastian dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

Dalam rangka menjaga keutuhan Bhineka Tunggal Ika, setiap warga negara harus berpartisipasi aktif sebagai wujud komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan kondisi keberagaman. Contohnya sebagai berikut :

1.Dalam keberagaman wilayah atau daerah

  • Meningkatkan semangat kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah
  • Meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia
  • Meratakan pembangunan

2. Dalam keberagaman suku bangsa, ras, dan agama

  • Mengutamakan kepentingan bersama
  • Waspada terhadap budaya asing
  • Menjadi pemimpin yang melindungi semua golongan

3. Dalam keberagaman agama

  • Menghargai perbedaan agama
  • Mengembangkan toleransi agama
  • Menjalankan ajaran agama yang dianut secara baik

4. Dalam keberagaman golongan

  • Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara
  • Mengembangkan musyawarah
  • Rela berkorban bagi bangsa dan negara

5. Dalam keberagaman gender

  • Menghindari diskriminasi terhadap laki-laki dan perempuan
  • Mengembangkan program kegiatan yang berkeadilan gender
  • Memberi peluang yang sama kepada laki-laki dan perempuan untuk mengembangkan peran-perannya

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started