Eunike Putri 9A/10 Rangkuman Kelas 7

Bab 1 : Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Image result for pancasila"

Latar Belakang

Pancasila dipilih sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia karena :

  • Proses sejarah kelangsungan hidup dan perjuangan bangsa Indonesia
  • Nilai – nilai dan moral yang sudah ada sejak dulu
  • Nilai – nilai dan moral Pancasila mengandung nilai masa depan

Perjuangan Bangsa Indonesia dalam Menemukan Nilai – Nilai Luhur Pancasila

  • Masa awal keberadaan bangsa Indonesia : menggunakan kepercayaan animisme dan dinamisne
  • Masa kerajaan : kehidupan bangsa Indonesia sudah dijiwai nilai – nilai toleransi
  • Masa perjuangan melawan penjajah : bangsa asing seperti Portugis dan Belanda datang ke Indonesia untuk mencari rempah – rempah (kira – kira pada abad ke-16)

Perumusan Pancasila

Image result for perumusan pancasila"

Secara formal, sejarah perumusan Pancasila dimulai dengan pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang dibentuk pemerintah Jepang.

 Pembentukan BPUPKI :

  1. Dibuat pada 1 Maret 1945 dan disebut juga sebagai Dokuritsu Zunbi Chosakai
  2. Anggota BPUPKI berjumlah 60 orang yang diketuai ole Dr.K.R.T Rajiman Wedyodiningrat.
  3. Tugas BPUPKI adalah mengadakan penyelidikan dan persiapan mengenai negara Indonesia merdeka

Perumusan Dasar Negara :

  • Sidang BPUPKI I (29 Mei – 1 Juni)
  • Membahas mengenai Dasar negara yang akan dipakai saat Indonesia merdeka nantinya

Usulan yang diberi

Muhammad Yamin (29 Mei 1945).

Memberi usulan dasar negara Indonesia baik secara lisan dan tulisan
Secara lisan :

  • a. Peri Kebangsaan
  • b. Peri Kemanusiaan
  • c. Peri Ketuhanan
  • d. Peri Kerakyatan
  • e. Kesejahteraan Rakyat
  • Secara tulisan :
  • a. Ketuhanan yang Maha Esa
  • b. Persatuan Indonesia
  • c. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • d. Kerakyatan Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
  • e. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Prof. Dr. Supomo (31 Mei 1945)

Mengemukakan lima asas negara pada sidang 31 Mei 1945 :
a. Persatuan/nasionalisme
b. Kekeluargaan
c. Taat kepada Tuhan
d. Musyawarah
e. Keadilan rakyat

Ir. Soekarno (1 Juni 1945)

  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan
  • Mufakat atau Demokrasi
  • Kesejahteraan Sosial
  • Ketuhanan yang Berkebudayaan
  • Kelima Dasar tersebut diberi nama : Panca Dharma
  • Atas saran ahli Panca Dharma diubah menjadi Pancasila
  • Pancasila dapat diperas menjadi Trisila : sosionalisme, sosiodemokrasi, dan ketuhanan
  • Trisila dapat disederhanakan menjadi : ekasila/gotong royong
  • 1 Juni : hari lahirnya Pancasila
  • Sidang BPUPKI I sepakat membentuk Panitia Kecil

Perumusan piagam Jakarta (22 Juni 1945)

Hasil akhir sidang BPUPKI II adalah Rancangan UUD Negara Indonesia tengan Piagam Jakarta sebagai Pembukaannya :
a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk- pemeluknya
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan
perwakilan
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara

Pembentukan PPKI

  • Dibentuk pada 7 Agustus 1945 untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia
  • Ketua : Ir. Soekarno
  • Wakil : Drs. Muhammad Hatta

Sidang Pembukaan

  • Sidang dilaksanakan pada 18 Agustus 1945
  • Hasil : disepakatinya pengubahan kalimat pembukaan UUD pada alinea keempat sila pertama dari “…Ketuhanan degan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya…” menjadi “…Ketuhanan yang Maha Esa…”
  • Perubahan tersebut atas usul Drs. Moh Hatta demi kepentingan bangsa dan negara yang beraneka ragam suku dan agama

Sidang Utama

  • Dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta
  • Hasil :
    • Mengesahkan UUD negara
    • Memilih presiden dan wakil presiden
    • Presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh KNIP sampai terbentuknya lembaga – lembaga negara

Makna Komitmen Kebangsaan

  1. Semangat kebangsaan atau nasionalisme : patriotisme
  2. Nasionalisme sempit (chauvinisme) : bersifat negatif karena memandang perasaan hingga merendahkan bangsa lain
  3. Nasionalisme luas : bersifat positif karena memuliakan dan memajukan bangsa sendiri, tetapi tetap menghormati bangsa lain
    • Nasionalisme luas diwujudkan dalam :
    • Sikap pro-patrialis dan primus patrialis : mencintai tanah air dan mendahulukan kepentingan tanah air
    • Solidaritas dan kesetiakawanan
    • Toleransi atau tenggang rasa
    • Tanpa pamrih dan bertanggung jawab
    • Ksatria dan kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam

Semangat dan komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk berikut :

  • Mengamalkan nilai agama yang dianut
  • Menempatkan Pancasila sebagai nilai – nilai kepribadian bangsa
  • Mengamalkan Pancasila
  • Dll

Semangat dan komitmen terhadap Pancasila  dapat diakukan atas dasar – dasar :

  • Ketuhanan yang Maha Esa
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan pewakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Bab II : Norma-Norma dalam Bermasyarakat dan Bernegara

Norma yang Berlaku dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara

  1. Hakikat Norma : Norma : aturan, kaidah, adat kebiasaan, dan/atau hukum yang berlaku dan mengatur hidup manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara
  2. Jenis -Jenis Norma :

Norma agama : norma yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya, dan manusia dengan lingkungannya

    • Tujuan : mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat
    • Sumber : wahyu Tuhan yang tersiman dalam kitab suci tiap agama
    • Contoh : beribadah, menyayangi binatang, dan berbuat baik kepada sesama manusia

Norma moral : norma yang mengatur hidup manusia yang berlaku secara umum

    • Tujuan : mewujudkan keharmonisan antarmanusia
    • Sumber : hati nurani manusia
    • Contoh : jujur dalam perkataan dan perbuatan, mengembalikan hutang, dan menghormati segala manusia

Norma sosial : norma yang berkembang dalam suatu kehidupan sosial masyarakat tertentu

    • Sopan santun : tuntutan sikap dan perbuatan
    • Kebiasaan ; sikap yang dilakukan secara berulang dan diterima masyarakat
    • Sumber : kebaikan dalam suatu masyarakat
    • Contoh : mengetuk pintu jika bertamu, gotong royong, dan mengundang tetangga apabila ada acara

Norma hukum : aturan tertulis yang dibuat oleh negara untuk mengatur warga dan negara

    • Tujuan : menciptakan ketertiban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
    • Sunber : aturan tertulis yang dibuat negara
    • Contoh : aturan hukum pajak, hukum tata negara, dan hukum administrasi negara
Image result for norma"

3.Hubungan antara Norma Agama, Moral, Sosial, dan Hukum

  • Semua norma yang ada dalam masyarakat sifatnya saling melengkapi dan tidak dapat dijauhkan

Arti Penting Norma bagi Individu dan Masyarakat

  • Bagi Kehidupan Pribadi : memberikan jaminan untuk hidup yang lebih tenang dan tenteram
  • Bagi Kehidupan masyarakat : pedoman dalam pergaulan sosial sehingga tercipta kondisi yang tertib, aman, dan tenteram

Indonesia sebagai Negara Hukum

  • Unsur-unsur :
    • Adanya supremasi hukum 
    • Adanya persamaan kedudukan dalam hukum
    • Adanya jaminan terhadap HAM
  • Indonesia sebagai negara hukum  ditentukan dalam UUD NRI Tahun 1945:
    • Pasal 1 ayat (3) “Negara adalah negara hukum”
    • Pasal 27 sampai 34 mengatur tentang hak dan kewajiban warga negara
  • Indonesia sebagai negara hukum memiliki tugas dan fungsi luhur, yaitu :
    • Menjamin kepastian hukum bagi semua warga negara Indonesia
    • Menjamin ketertiban, keamanan, keadilan, kebenaran, kebahagiaan, dan kemakmuran bagi seluruh warga negara Indonesia
    • Menjaga agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri atau pelanggaran HAM
    • Image result for hak asasi manusia"

Bab III : Perumusan dan Penetapan UUD NRI Tahun 1945

Sejarah Perumusan UUD NRI Tahun 1945

  • Sidang BPUPKI I (29 Mei-1 Juni 1945)
    • Perumusan UUD NRI Tahun 1945 dimulai sejak BPUPKI menjalankan tugasnya
  • Rapat Panitia Kecil (22 Juni 1945)
    • 9Hasil : rancangan UUD dengan Mukadimah Hukum Dasar Negara Indonesia yang terkenal dengan nama Piagam Jakarta
  • Sidang BPUPKI II (10-17 Juli 1945)
    • Pada Sidang BPUPKI II dibentuk 3 panitia dalam rangka membahas Rancangan UUD Negara Indonesia, yaitu :
      • Panitia Perangcang UUD (ketua : Ir. Soekarno)
      • Panitia Keuangan dan Perekonomian (ketua : Frs. Muhammad Hatta)
      • Panitia PETA (ketua : Abikusno Cokrosuyoso)
    • Ketiga panitia tersebut bersama-sama membuat Rancangan UUD Negara Indonesia dengan Piagam Jakarta sebagai pembukaannya

Penetapan UUD NRI Tahun 1945

  • Kedudukan UUD NRI Tahun 1945
    • UUD NRI Tahun 1945 memiliki kedudukan istimewa dibandingkan dengan peraturan perundang-undangan lain di Indonesia karena :
      • Dibentuk secara istimewa
      • Dianggap sesuatu yang luhur
      • Berisi cita-cita bangsa dan organisasi negara
      • Berisi garis besar tentang dasar dan tujuan negara
  • Arti Penting UUD NRI Tahun 1945
    • Menjadi dasar dan sumber eksistensi berdirinya NKRI
    • sebagai landasan konstitusional penyelengaraan negara Indonesia
    • Sebagai aturan hukum yang tertinggi dalam tata urutan peraturan perundang-undangan nasional di Indonesia
    • Sebagai salah satu pilar kebangsaan Indonesia
  • Perubahan UUD NRI Tahun 1945
    • 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 : konstitusi negara berubah menjadi Konstitusi RIS
    • 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 : konstitusi negara berubah menjadi UUDS 1950 hingga dikeluarkannya Dekret Presiden
    • Dekret Presiden dikeluarkan pada tanggal 5 Juli 1959
    • Isinya :
      • Menetapkan pembubaran konstituante
      • Menetapkan bahwa UUD NRI Tajun 1945 berlaku kembali
      • Pembentukan MPRS
    • Amandemen UUD NRI Tahun 1945
      • Latar belakang :
        • Upaya memperbaiki arah perjalanan negara
        • Mengembangkan kekuasaan lembaga-lembaga negara
        • Mengubah tata kelola negara menjadi lebih baik
      • Maksud dan tujuan amandemen :
        • Menegakkan kedaulatan negara
        • Mengontrol kekuasaan Presiden yang terlalu besar
        • Membuat pasal-pasal UUD NRI Tahun 1945 yang tidak multitafsir
        • Membuat tata kelola negara secara demokratis melalui penghormatan HAM dan otonomi daerah
      • Kesepakatan dasar dalam amandemen UUD NRI Tahun 1945 :
        • Tidak mengubah pembukaan UUD NRI Tahun 1945
        • Mempertahankan NKRI
        • Mempertegas sistem pemerintahan presidensial
        • Menghilangkan penjelasan UUD NRI Tahun 1945
        • Memasukkan penjelasan yang bersifat normatif ke dalam pasal
        • Perubahan dilakukan dengan penambahan naskah (amandemen)
      • Jalannya amandemen :
        • Amandemen I dilakukan pada Sidang Tahunan MPR tanggal 14-21 Oktober 1999
        • Amandemen II dilakukan pada Sidang Tahunan MPR tanggal 7-18 Agustus 2000
        • Amandemen III dilakukan pada Sidang Tahunan MPR tanggal 1-9 November 2001
        • Amandemen IV dilakukan pada Sidang Tahunan MPR tanggal 1-11 Agustus 2002
      • Hasil amandemen :
        • UUD NRI Tahun 1945 yang telah diamandemen terdiri atas :
          • Pembukaan
          • Pasal-pasal (21 bab, 73 pasal, 170 ayat, 3 pasal aturan peralihan, dan 2 pasal aturan tambahan)
      • Makna amandemen
        • Adanya UUD yang lebih lengkap dan tidak multitafsir
        • Terjadinya pembatasan dan pembagian kekuasaan antar lembaga negara secara lebih jelas
        • Memudahkan keberadaan bangsa Indonesia dalam pergaulan Internasional
        • Lebih menjamin hak asasi warga negara
        • Memperbaiki arah perjalanan bangsa
        • Menjamin pelaksanaan kedaulatan rakyat
        • Mempertahankan dasar negara Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Peran Tokoh Perumus UUD NRI Tahun 1945:

  • Setiap pendiri negara memiliki peran besar sesuai kemampuan dan keahliannya masing-masing

Bab IV  : Keberagaman Masyarakat Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika

  • Pengertian Bhinneka Tunggal Ika
    • Arti : walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua adanya karena tidak ada agama yang tujuannya berbeda
  • Makna Bhinneka Tunggal Ika
    • Keberagaman bukan pemecah, melainkan faktor potensi atau modal terbentuknya persatuan dan kesatuan Indonesia
    • Bhinneka Tunggal Ika mendorong lahirnya persatuan dan kesatuan Indonesia yang semakin kokoh
    • Bhinneka Tunggal Ika menjadi penyaring di tengah arus globalisasi agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap utuh
    • Bhinneka Tunggal Ikaerupakan salah satu pilar, selain Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, dan NKRI demi kokohnya kehidupan bangsa dan negara Indonesia
  • Arti penting semboyan Bhinneka Tunggal Ika bagi bangsa Indonesia
    • Manusia tidak bisa hidup sendiri, interaksi sosial manusia berdasarkan:
      • Kepentingan bagi diri sendiri 
      • Kepentingan bagi orang lain
    • Pendorong lahirnya nasionalisme Indonesia
      • Lahirnya persatuan dan kesatuan Indonesia berdasarkan berbagai perasaan sebagai bangsa yang tumbuh, yaitu :
        • Kesatuan sejarah
        • Kesatuan nasib
        • Kesatuan kebudayaan
        • Kesatuan asas kerohanian
      • Wujud nyata lahirnya persatuan Indonesia adalah saat lahirnya Sumpah Pemuda
    • Penyemangat untuk membangun Indonesia yang lebih maju
      • Penerapan dalam kehidupan sehari-hari :
        • Hidup saling menghargai
        • Menumbuhkan kesadaran sikap
        • Menjaga persatuan bangsa dan negara Indonesia
        • Meneruskan perjuangan para pendahulu untuk menyatukan wilayah negara Indonesia
        • Menghindari sikap negatif (sukuism3, separatisme, fanatisme, dll)
        • Meningkatkan identitas dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia
        • Meningkatkan nilai kegotongroyongan dan solidaritas
    • Benteng persatuan bangsa dan negara Indonesia di era globalisasi

Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

Image result for keberagaman dalam masyarakat indonesia"

  • Hakikat keberagaman
    • Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan bangsa
  • Keberagaman di Indonesia
    • Keberagaman di wilayah dan lingkungan
      • Indonesia terdiri dari 34 provinsi dan setiap provinsi terbagi menjadi berbagai kabupaten dan kota yang beragam
    • Keberagaman suku dan bangsa
      • Ciri khas suatu suku bangsa :
        • Tipe fisik
        • Bahasa
        • Adat istiadat
        • Kesenian
        • Sistem kekerabatan
        • Batas fisik lingkungan
      • Unsur budaya :
        • Bahasa
        • Sistem teknologi
        • Sistem mata pencaharian atau sistem ekonomi
        • Sistem pengetahuan
        • Religi atau kepercayaan
        • Kesenian
      • Keberagaman budaya dipengaruhi oleh berbagai faktor :
        • Lingkungan alam
        • Kontak dengan budaya lain
        • Keyakinan dan kepercayaan yang dimiliki
    • Keberagaman agama
      • Agama yang ada di Indonesia :
  1. Islam   Image result for islam"

2. Kristen 

Image result for kristen gereja"

3. Katolik 

Image result for katolik"

4. Buddha 

Image result for buddhist temple"

5. Hindu

Image result for hindu temple"

6. Konghucu 

Image result for Konghucu  temple"

 

  • Menganut agama merupakan HAM yang dijamin oleh UUD NRI Tahun 1945
  • Toleransi yang perlu dikembangkan dalan umat beragama :
    • Toleransi antarumat beragama yang beda (toleransi ekstern)
    • Toleransi antarumat beragama yang sama (toleransi intern)
    • Toleransi umat beragama dengan pemerintah
  • Keberagaman ras 
    • Ras : warna kulit
    • Pengelompokan ras manusia :
      • Negroid (berkulit hitam dan berambut keriting)
      • Mongoloid (berkulit kuning langsat, rambut kaku, mata sipit)
      • Kaukasoid (berkulit putih, mata biru, dan rambut pirang)
      • Australoid (berkulit hitam)
      • Khoisan (Afrika Selatan)
    • Keberagaman di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 3 :
      • Sumatra dan Jawa : kulit sawo matang
      • Kalimantan dan Sulawesi : kulit kuning
      • Maluku dan Papua : kulit hitam dan rambut keriting pendek
  • Keberagaman golongan 
    • Faktor yang digunakan untuk menggolongkan keberagaman golongan :
      • Secara administrasi kependudukan
      • Secara usia penduduk
      • Secara ekonomi
      • Secara pendidikan
      • Secara politik
      • Berdasarkan mata pencaharian
  • Keberagaman gender Image result for Keberagaman gender clipart"

 

  • Gender : sifat dan perilaku yang melekat pada kaum laki-laki dan perempuan yang dikonstruksikan secara sosial dan kultural
    • Jenis kelamin : kodrat Tuhan
    • Jenis-jenis peran gender :
      • Peran reproduktif :
        • Tidak menghasilkan uang
      • Peran produktif :
        • Menghasilkan pendapatan
      • Peran kemasyarakatan :
        • Peran perempuan untuk mengatur atau mengorganisir masyarakat masih jauh dari harapan
        • Bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang masih terjadi :
          • Marjinalisasi : pemiskinan (penyisihan yang mengakibatkan kemiskinan bagi perempuan)
          • Subordinasi : penomorduaan (wanita dianggap lebih rendah dari laki-laki)
          • Stereotip : pelabelan negatif terhadap sikap dan perbuatan perempuan
          • Violence : kekerasan terhadap peremuan
          • Double burden : beban ganda (pembagian tugas dan tanggung jawab yang meberatkan perempuan
  • Faktor penyebab keberagaman Bangsa Indonesia
    • Lingkungan fisik daerah
    • Keyakinan atau agama
    • Kehidupan sosial budaya di berbagai daerah
    • Faktor sejarah

 

  • Arti penting keberagaman 
    • Indonesia terdiri dari 34 provinsi yang memiliki perbedaannya masing-masing. perbedaan -perbedaan tersebut memiliki arti penting bagi kelangsungan dan kejayaan bangsa Indonesia .
    • Keberagaman sebagai potensi menuju kejayaan bangsa
      • Di Indonesia digunakan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
    • Keberagaman sebagai tantangan negara 
      • Keberagaman menjadi tantangan karena mudah membuat orang brbeda pendapat yang lepas kendali
  •  Semangat menjaga keberagaman dalam masyarakat dalam masyarakat Indonesia
    • Semangat dan perilaku dalam kehidupan beragama yang beragam
      • Pemerintah Indonesia mengakui 6 agama
      • Hak beragama dijamin UUD NRI Tahun 1945 pasal 29 ayat (2)
      • Bentuk perilaku kehidupan dalam keberagamaan agama contohnya :
        • Menghormati agama yang diyakini orang lain
        • Tidak memaksakan keyakinan agama kepada orang yang berbeda agama
        • Bersikap toleran terhadap keyakinan orang lain
    • Semangat dan perilaku dalam keberagaman ras dan suku di Indonesia
      • Manusia memiliki derajat dan martabat yang sama
      • Perbedaan ras dan suku tidak menunjukkan bahwa pihak tersebut kebih tinggi dari pihak/kelompok lain
      • Kita harus bersikap baik kepada sesama tanpa memandang berbagai perbedaan tersebut
    • Semangat dan perilaku dalam keberagaman sosial budaya
      • Berbagai budaya yang ada di Indonesia harus dijaga dan dipelihara
      • Bentuk perilaku kehidupan dalam keberagaman sosial budaya :
        • Mengetahui keberagaman budaya yang ada di Indonesia
        • Mempelajari dan menguasai salah satu seni budaya sesuai dengan minat dan kesenangannya
        • Merasa bangga dengan budaya sendiri
        • Menyaring budaya asing yang masuk ke Indonesia
    • Semangat dan perilaku dalam perbedaan jenis kelamin
      • Kesetaraan jenis kelamin : tidak membeda-bedaan jenis kelamin
      • Cara mengembangkan kesetaraan gender :
        • Menghilangkan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin
        • Memberi kesempatan yang sama kepada laki-laki dan perempuan
        • Membagi alokasi sumber daya atau manfaat secara adil antara laki-laki dan perempuan
        • Memberi akses pelayanan yang sama kepada laki-laki dan perempuan

Perilaku Toleransi dalam Masyarakat

 

  • Sikap toleransi : menahan diri, bersikap sabar, membiaran orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang dengan pendapat berbeda
  • Toleransi sejati didasarkan sikap hormat terhadap martabat manusia, hati nurani, dan keyakinan, serta keikhlasan sesama apa pun agama, suku, golongan, ideologi, atau pandangannya
  • Lingkungan keluarga
    • Contoh sikap toleransi :
      • Menjalankan peran dan tugas masing-masing tanpa memandang keberagaman
      • Saling menghargai perbedaan dalam keluarga
      • Membiasakan musyawarah dalam memecahkan masalah di keluarga
  • Lingkungan sekolah
    • Contoh sikap toleransi :
      • Membentuk kelompok belajar tanpa melihat latar belakang ekonomi murid
      • Menyusun pegurus kelas atau pengurus OSIS tanpa melihat status sosial keluarga murid
      • Menyusun petugas piket tanpa melihat latar belakang
  • Lingkungan masyarakat 
    • Contoh sikap toleransi :
      • Saling membantu tanpa pamrih
      • Menjaga keamanan lingkungan tanpa membedakan latar ekonomi atau status sosial
      • Menngadakan kerja bakti secara bersama-sama
  • Kehidupan berbangsa dan bernegara
    • Melaksanakan pertukaran budaya
    • Melaksanakan pembangunan tanpa membeda-bedakan wilayah
    • Melaksanakan aturan hukum dengan penuh 

Bab V : Kerja Sama dalam Kehidupan Sehari-hari

Makna Kerja Sama dalam Hidup Bermasyarakat

  • Manusia merupakan makhluk monodialis
  • Makhluk monodualis : merupakan makhluk individu dan sosial
  • Aristoteles menyebut manusia sebagai zoon politicon : makhluk yang selalu ingin berkelompok dengan sesamanya

Pengertian kerja sama

 

  • Kerja sama [cooperation] memiliki banyak makna dan banyak ahli yang telah mengemukakan pendapat mereka apa itu kerja sama. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, kerja sama : suatu usaha bersama antara orang-perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama dan mendapatkan hasil yang lebih cepat dan baik
  • Di kalangan masyarakat Indonesia, dikenal suatu sistem kerja sama :
    • Gotong royong
    • Sambatan
    • Gugur gunung
    • Mapalus
    • Subak
    • Kerapatan nagari

Norma kerja sama dalam berbagai kehidupan

 

  1. Manusia diciptakan untuk hidup berkelompok, tolong-menolong, dan bekerja sama atas dasar kebajikan
  2. Kerja sama yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari harus didasarkan norma/kaidah tertentu :
    • Tidak untuk melakukan kejahatan atau kerusakan
    • Bersifat meninggikan derajat dan martabat kemanusiaan
    • Tetap menghargai keberadaan dan keanekaragaman suku, agama, ras, dan golongan dalam masyarakat
    •  Bersifat adil
    • Tidak bertentangan dengan norma dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Faktor yang mempengaruhi kerja sama

  1. Orientasi individu
  2. Hubungan timbal balik
  3. Komunikasi

Pentingnya Kerja Sama dalam Kehidupan Bermasyarakat

Manfaat kerja sama menurut para ahli :

  • H. Kusnadi (2003):
    • Mendorong persaingan di dalam pencapaian tujuan dan peningkatan produktivitas
    • Mendorong berbagai upaya individu agar dapat bekerja lebih produktif, efektif, dan efisien
    • Mendorong terciptanya sinergi
    • Mendorong terciptanya hubungan yang harmonis antarpihak yang terkain serta meningkatkan kesetiakawanan
    • Menciptakan praktik hidup yang sehat serta meningkatkan semangat kelompok
    • Mendorong keikutsertaan dalam lingkungan
  • Moh. Jafar Hafsah (2000) :
    • Manfaat produktivitas : dapat meningkatkan produktivitas kerja
    • Manfaat efisiensi : dapat menghasilkan cara kerja yang hemat dan menguntungkan
    • Manfaat jaminan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas
    • Manfaat dalam resiko : dapat menumbuhkan rasa senasib sepenanggungan antara pihak yang bekerja sama

 

  • Manfaat kerja sama bagi kehidupan pribadi :
    • Merasa tenang dan diterima orang lain
    • Pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat selesau
    • Merasa bahagia karena dapat meringankan beban orang lain
  • Manfaat kerja sama bagi kehidupan sekolah
    • Sekolah : lembaga pendidikan yang dibentuk dan dapat menyelengarakan pendidikan sebab adanya kerja sama semua pihak
    • Piket kelas : perwujudan kebersamaan menjaga kebersihan dan keindahan kelas
    • Ki Hajar Dewantara menyebutkan bahwa kerja sama di sekolah diwujudkan dalam prinsip “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani
    • Manfaat kerja sama di lingkungan sekolah :
      • Semua kegiatan sekolah dapat berjalan dengan baik
      • Setiap warga sekolah merasa senang dan aman di lingkungan sekolah
      • Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah

 

  • Manfaat kerja sama bagi kehidupan bermasyarakat :
    • Menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan
    • Mempererat dan meningkatkan persaudaraan
    • Meringankan dan mempercepat selesainya suatu pekerjaan 
  • Manfaat kerja sama bagi kehidupan bangsa dan negara
    • Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
    • Mempercepat proses dan hasil pembangunan
    • Mempercepat kemajuan bangsa
    • Meneguhkan bangsa Indonesia yang berjiwa gotong royong
  • Manfaat kerja sama dalam pergaulan internasional
    • Menjaga keamanan dan perdamaian dunia
    • Mencukupi kebutuhan masing-masing negara
    • Mempercepat kemajuan suatu negara

Bentuk-Bentuk Kerja Sama dalam Berbagai Bidang kehidupan di Masyarakat

 

  • Kerja sama dalam kehidupan di keluarga
    • Contohnya : seorang anak. membantu orang tuanya, kakak membantu adik, dan orang tua membantu anak mengerjakan tugas
  • Kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
    • Bentuk-bentuk kerja sama : 
      • Kerukunan : kerja sama untuk kepentingan bersama atau orang tertentu (e.g. gotong royong dan tolong-menolong)
      • Bargaining : perjanjian mengenai pertukanan barang atau jasa antarindividu atau antarkelompok dengan tujuan memberi keuntungan secara adil kepada kedua pihak
      • Kooptasi: proses penerimaan unsur-unsir baru dalam kepemimpinan
      • Koalisi : gabungan atau kombinasi 2 kelompok/lebih yang memiliki tujuan sama dan berusaha untuk mencapai tujuan tersebut
      • Joint venture : kerja sama yang dilakukan oleh 2 orang atau perusahaan dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau proyek
    • Bidang-bidang kerja sama
      • Kerja sama dalam bidang politik 
        • Kerja sama dalam bidang politik perlu dilakukan, apalagi antargolongan politik yang berbeda agar terbina kehidupan yang demokratis dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
        • Tujuan partai politik : memajukan bangsa dan negara Indonesia
      • Kerja sama dalam bidang ekonomi
        • Perlu dilakukan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera
        • Contoh : bersama-sama mendirikan badan usaha dan membantu serta mengembangkan usaha kecil
      • Kerja sama dalam bidang sosial budaya
        • Kerja sama dalam bidang sosial budaya sudah menjadi kebiasaan warga Indonesia (e.g. gotong royong, mapalus, sambatan, kerapatan nagari, dan gugur gunung adalah tradisi kerja sama di Indonesia. 
      • Kerja sama dalam kehidupan beragama
        • Upaya melestarikan kerukunan beragama meliputi 3 macam (trikerukunan), yaitu :
          • Kerukunan intern umat beragama
          • Kerukunan umat beragama yang berbeda
          • Kerucukan umat beragama dengan pemerintah
  • Kerja sama dalam pergaulan internasional
    • Prinsip-prinsip kerja sama antarnegara :
      • Hubungan luar negeri berlandaskan politik luar negeri bebas aktif
      • Pengembangan hubungan luar negeri ditunjukkan kepada peningkatan persahabatan dan kerja sama internasional serta regional
      • Indonesia berperan dalam usaha menyelesaikan berbagai masalah dunia
    • Tujuan kerja sama antarnegara :
      • Meningkatkan perekonomian antarnegara
      • Meningkatkan taraf hidup
      • Saling mengisi kekurangan dan kebutuhan di berbagai bidang
      • Mempercepat persahabatan antarnegara
      • Memperluas pasar hasil produksi
      • Meingkatkan devisa
      • Meningkatkan perdamaian dunia
    • Hambatan dalam kerja sama antarnegara :
      • Ideologi negara berbeda
      • Konflik dan peperangan
      • Kebijakan perdagangan yang merugikan negara lain
      • Perbedaan kepentingan tiap negara

 

    • Bentuk-bentuk kerja sama antarnegara :
  • Kerja sama bilateral : melibatkan 2 negara (e.g. kerja sama Indonesia dan Korea Selatan)
  • Image result for kerja sama Indonesia dan Korea Selatan"

 

Kerja sama regional : melibatkan beberapa negara dalam satu wilayah/kawasan (e.g. ASEAN, APEC, dan NAFTA)        Image result for asean"

Kerja sama subregional : melibatkan beberapa negara dalam subkawasan (e.g. kerja sama 3 negara Indonesia,Malaysia,Thailand disebut IMT-GT). Kerja sama ini adalah kerja sama pertumbuhan ekonomi (growth triangle) yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan negara-negara peserta    Image result for imt gt" 

Kerja sama antarregional : melibatkan beberapa negara dalam satu kawasan dengan beberapa negara dalam kawasan lain (e.g, Uni Eropa menjalin kerja sama dengan negara-negara ASEAN)     Image result for uni eropa bekerjasama dengan asean"

Kerja sama multilateral : melibatkan beberapa negara di dunia tanpa melihat batas wilayah tertentu. Kerja sama ini bersifat global/internasional (e.g. PBB, WTO, ILO, WHO, UNESCO, dan World Bank)      Image result for World Bank logo"

Bab VI : Karakteristik Daerah dalam Kerangka NKRI

Makna Persatuan dan Kesatuan

 

  • Pengertian persatuan dan kesatuan 
    • Persatuan Indonesia : persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia
    • Persatuan dan kesatuan bangsa tumbuh dari unsur-unsur sosial budaya masyarakat Indonesia sendiri
    • Unsur -unsur sosial budaya : sifat kekeluargaan dan jiwa gotong royong
    • Masuknya kebudayaan luar terjadi lewat proses akulturasi (pencampuran kebudayaan)
  • Prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan bangsa
    • Bhinneka tunggal ika
    • Nasionalisme Indonesia
    • Kebebasan yang bertanggung jawab
    • Wawasan nusantara
    • Persatuan pembangunan untuk mewujudkan cita-cita reformasi
  • Semangat persatuan dan kesatuan Indonesia
    • Wujud nyata sikap persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia :
      • Mempertahankan persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia :
        • Meningkatkan semangat kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah
        • Meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan
        • Meratakan pembangunan serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
        • Meningkatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika
        • Mengembangkan semangat kekeluargaan
        • Menghindari penonjolan SARA
  • Manfaat persatuan dan kesatuan bagi Bangsa Indonesia 
    • Memperkuat jati diri Negara Kesatuan Republik Indonesia
    • Memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi segala ancaman dan gangguan dalam bernegara
    • Memudahkan mencapai tujuan nasional
    • Menciptakan suasana yang tenteram, aman, dan damai

 

Makna Sejarah Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

  • Hakikat negara
    • Pengertian negara, bangsa, dan tanah air
      • Negara : suatu organisasi manusia/kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sah
      • Bangsa : orang-orang yang memiliki persamaan latar belakang sejarah, pengalaman, dan perjuangan dalam mencapai hasrat untuk bersatu dalam mencapai cita-cita bersama
      • Tanah air : tempat di mana seseorang dilahirkan, hidup, dan memperoleh kehidupan, dan akhirnya meninggal dunia
      • Tanah air juga disebut tanah tumpah darah
    • Bentuk negara dan pemerintahan
      • Bentuk negara :
        • Negara kesatuan : kedaulatan negara bersifat tunggal dan di dalamnya tidak terdapat negara bagian
        • Negara federal : kedauatan berasal dari negara bargian
      • Bentuk pemerintahan : 
        • Otokrasi : negara yang diperintah dengan kekuasaan tunggal
        • Oligarki : negara yang dijalankan oleh kekuasaan tertinggi di tangan beberapa orang 
        • Republik : negara dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat yang diaksanakan secara demokratis
    • Lahirnya suatu negara 
      • Negara dibentuk saat sekelompok manusia sepakat untuk hidup bersama dan membuat aturan yang ditaati bersama-sama serta memilih pemimpin yang mengarahkan
    • Fungsi dan tujuan berdirinya suatu negara 
      • Fungsi :
        • Fungsi keamanan dan ketertiban
        • Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran negara
        • Fungsi pertahanan
        • Fungsi keadilan
      • Tujuan :
        • Menciptakan kekuaaan negara secara demokratis
        • Mencapai perdamaian dunia
        • Menjamin hak dan kebebasan manusia
        • Mewujudkan keadilan sosial
        • Mencapai kesejahteraan bersama
  • Makna proklamasi kemerdekaan
    • Perjuangan mencapai NKRI : Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945
    • Detik-detik proklamasi kemerdekaan
      • Perjuangan meraih kemerdekaan semakin kuat setelah mendengar bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada Perang Dunia ke II. peristiwa itu mendorong para golongan muda menuntut proklamasi kemerdekaan kepada golongan tua. Maka dari itu terjadilah peristiwa Rengasdengklok
      • Teks kemerdekaan Indonesia dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945 
      • Setelah itu, dikibarkanlah sang Saka Merah Putih oleh Suhud dan Latief Hendradiningrat
    • Makna proklamasi kemerdekaan
      • Sebagai :
        • Batas akhir penjajahan di Indonesia
        • Pernyataan kemerdekaan dan bebas dari belenggu penjajahan serta sekaligus membagun Indonesia menuju masyarakat yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur
        • Sumber tertib hukum nasional
        • Arah dan kewenangan bangsa Indonesia untuk menuju masyarakat yang sejahtera dengan kekuasaan serta menguasai dan mengelola sumber daya ekonomi secara mandiri
        • Kesempatan rakyat Indonesia untuk menjadi masyarakat mandiri dan cerdas yang memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi
        • Kewenangan negara Indonesia untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan bangsa 
        • Tanda berdirinya NKRI
        • Alat hukum internasional untuk bangsa Indonesia
  • Makna NKRI
    • NKRI sebagai wujud proklamasi kemerdekaan memiliki makna :
      • Keberadaan NKRI memiliki makna yang strategis
      • Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik
      • NKRI dibagi atas daerah-daerah provinsi
      • NKRI adalah sebuah negara kepulauan
      • NKRI didirikan untuk mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur
  • Tujuan NKRI 
    • Melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia
    • Memajukan kesejahteraan umum
    • Mencerdaskan kehidupan bangsa
    • Ikut melaksanakan ketertiban dunia
  • Bentuk negara dan pemerintahan NKRI
    • Indonesia merupakan sebuah negara kesatuan yang berbentuk republik

 

Karakteristik Daerah Tempat Tinggal dalam Perjuangan Berdirinya dan Mempertahankan NKRI

 

  • Peran daerah tempat tinggal dalam perjuangan mendirikan dan mempertahankan NKRI
    • Daerah-daerah Indonesia sebelum Sumpah Pemuda mengusir penjajah secara kedaerahan sehingga mudah dipatahkan penjajah
  • Arti penting daerah tempat tinggal dalam perjuangan berdiri dan mempertahankan NKRI
    • Beberapa hak dan kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah :
      • Memilih pemimpin daerah
      • Mengelola aparatur daerah
      • Mengelola kekayaan daerah
      • Memungut pajak daerah dan retribusi daerah
    • Kewajiban pemerintah daerah:
      • Mengembangkan sistem jaminan sosial
      • Mewujudkan keadilan dan pemerataan
      • Mengembangkan kehidupan demokrasi

Upaya Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Indonesia

 

  • Berbagai gangguan dan ancaman dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia :
    • Terorisme : kegiatan yang menimbulkan keresahan dan kekacauan dalam masyarakat
    • Agresi dari negara lain : kegiatan yang mungkin dilakukan oleh negara lain untuk menguasai wilayah Indonesia
    • Gerakan separatisme : kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di indonesia yang ingin memisahkan dari negara Indonesia
    • Aksi radikalisme dan konflik komunal : kegiatan yang menimbulkan kekacauan dan kerusuhan karena latar belakang agama, suku, ras, dan ideologi tertentu
    • Kejahatan lintas negara : penyelundupan narkoba, imigran gelap, dan sebagainya
  • Ketentuan hukum tentang pembelaan negara :
    • UUD NRI Tahun 1945 pasal 30 ayat (1)-(5)
    • UU Nomor 2 Tahun 2002 : tentang Polri
    • UU Nomor 3 Tahun 2002 : tentang pertahanan negara
  • Pertahanan dan keamanan negara 
    • Pertahanan negara : salah satu fungsi pemerintah negara dalam rangka mewujudkan satu kesatuan pertahanan negara demi mencapai tujuan nasional
    • Komponen dalam sistem pertahanan negara yang bersifat semesta :
      • Komponen utama : TNI
      • Komponen cadangan : Ratih dan Wanra
      • Komponen pendukung : seluruh rakyat Indonesia
    • Keamanan negara :
      • 3 komponennya :
        • Komponen utama : Kepolisian Negara RI
        • Komponen cadangan : pertahanan sipil (Hansip)
        • Komponen pendukung : sumber daya nasional yang siap mendukung terwujudnya keamanan negara, khususnya rakyat Indonesia
  • Usaha mempertahankan NKRI
    • Cara-cara mempertahankan NKRI berdasarkan UU No 3 Tahun 2002 :
      • Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan
      • Pelatihan militer secara wajib
      • Pengabdian sebagai prajurit TNI atau Polri secara sukarela atau wajib
      • Pengabdian melalui profesi
    • Perilaku nyata dalam mempertahankan keutuhan dan kejayaan NKRI :
      • Mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentinga daerah
      • Menghormati perbedaan yang ada
      • Menjaga keseimbangan antara urusan daerah dan urusan nasional
      • Bersama-sama memajukan daerah demi keutuhan NKRI

 

 

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started