Rangkuman PPKN Bab 5 Salvius 9A/32

A.Keberagaman Masyarakat Indonesia

Dalam KBBI kata harmoni dapat diartikan sebagai ‘keselarasan ; keserasian’. Adapun keberagaman dapat diartikan ‘berbeda atau bermacam – macam’.  

Berbagai macam keberagaman :

1.Keberagaman Sosial Budaya pada Masyarakat

Masyarakat Indonesia disebut juga dengan masyarakat multicultural. Secara sederhana, masyarakat multicultural dipandang sebagai masyarakat memiliki beragam kelompok social dengan system norma dan kebudayaan yang berbeda-beda.

2.Keberagaman Ekonomi Masyarakat

Masyarakat perdesaan disebut juga masyarakat tradisional. Masyrakat pedesaan adalah masyrakat yang tinggal di kawasan/wilayah/teritorial kecil yang biasanya disebut masyarakat setempat.

3.Keberagaman Gender pada Masyarakat

World Health Organization (WHO) memberi batasan gender, yaitu seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara social dalam suatu masyarakat.

Berikut beberapa pengertian gender menurut ahli :

a.John M. Echols dan Hassan Sadhily mengemukakan bahwa kata gender berasal dari Bahasa Inggris yang berate jenis kelamin.

b.Mansour Fakih mengemukakan bahwa gender merupakan suatu sifat yang melekat pada kaum laki-laki dan perempuan yang diksontrusikan secara social dan kultural.

B.Permasalahan dan Akibat yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

1.Permasalahan dalam Keberagaman Sosial Budaya

Salah satu contohnya adalah pertentangan antar budaya karena adanya ketidak cocokkan dan dapat terjadi konflik antar budaya jika pertentangan antar budaya tersebut tidak selesai. Jika tidak dapat saling menjaga dan menghargai, keberadaan unsur-unsur kebudayaan tersebut dapat menimbulkan permasalahan dalam masyarakat.

2.Permasalahan dalam Keberagaman Ekonomi

Permasalahan dalam keberagaman ekonomi terletak pada berbagai usaha yang dilakukan manusia tiap daerah untuk memenuhi kebutuhannya tersebut .

a.Pertanian                                                                                      

Pada masyarakat tardisional, tanah pertanian yang diolah cenderung sempit, masih menggunakan system pengelolaan yang sederhana, dan sangat bergantung pada kondisi alam. Namun, pada masyarakat modern pengelolaan tanah dilakukan dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti peggunaan traktor, system hidroponik, dan rumah kaca.

b.Peternakan                                                                                                                 Adapun permasalahan yang dapat dialami peternak :

1)Kurangnya pemahaman sebagian peternak perihal penanganan yang baik terhadap hewan ternaknya sehingga kualtas hewan ternak kurang baik.

2)Adanya ketidakmertaan sarana distribusi hewan ternak

3)Ketersediaan sumber makanan ternak berbeda-beda di tiap daerah.

c.Nelayan                                                                                                                      

Pada masyarakat tradisional, kegiatan menangkap ikan atau pekerjaan sebagai nelayan dilakukan dengan cara-cara yang masih tradisional, yaitu memakai jala-jala kecil naik perahu dayung atau perahu dengan mesin kecil.

d.Jasa                                                                              

   Umumnya , perkembangan mata pencaharian di bidang jasa dialami di perkotaan. Pada masyarakat perdesaan, terlebih yang daerahnya terpencil dan sulit dijangkau, tidak begitu banyak mata pencaharian seperti di kota. Dengan demkian, berbagi kemudahan yang dapat dirasakan oleh masyarakat perdesaan yang terpencil.

e.Industri

Di pedesaan , lapangan kerja yang tersedia umumnya pada bidang pertanian dan perkebunan. Sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia di pedesaaan membuat masalah tersendiri, penduduk yang tidak puas dengan kehidupan di desa dan menganggur terdorong untuk mencari pekerjaan di kota.

3.Permasalahan dalam Keberagaman Gender

a.Marginalisasi (proses peminggiran) perempuan dapat bersumber dari tafsir agama, tradisi, kebiasaan, dan asumsi ilmu pengetahuan. Contoh marginalisasi yang bersumber dari tradisi adalah masih banyak suku-suku yang tidak memberikan hak waris sama sekali pada perempuan.

b.Pelabelan negative (stereotipe) adalah penandaan atau penilaian atau citra buruk yang sering sekali bersifat negative dan secara umum melahirkan ketidakadilan. Salah satu contohny, perempuan dianggap sebagai mahluk yang lemah, cengeng, dan tidak rasional.

c.Kekerasan adalah serangan atau invasi terhadap fisik dan integritas mental psikologis seseorang. Contoh dari kekerasan karena bias gender (gender-related violence) adalah beban kerja yang lebih banyak harus ditanggung perempuanj karena adanya anggapan bahwa perempuan  memiliki sifat memelihara dan rajin sehingga semua pekerjaan domestic rumah tangga menjadi tanggung jawa perempuan.

C.Strategi Penyelesaian Permasalahan yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Berikut beberapa strategi penyelesainnya :

1.Strategi Penyelesaian Permasalahan Keberagaman Sosial Budaya

Salah satu upaya atau strategi untuk mengharmonisasikan kebergaman sosial budaya adalah menggunakan kearifan local. Kearifan local (Local wisdom) terdiri dari 2 kata yaitu, kerarifan (wisdom) dan local (local).

2. Strategi Penyelesaian Permaslaahan Keberagaman Ekonomi

a.Pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah sehingga masyarakat pedesaan dapat menikmati fasilitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

b.Adanya pelatihan atau penyuluhan secara berkala bagi para petani untuk meningkatkan hasil produksinya dengan penanaman bibit unggul dan pemasaran hasil panennya dengan harga yang wajar dan dapat menyejahterakan petani.

c.Melakukan kebijakan-kebijakan yang dapat membantu para nelayan khususnya dalam proses hal penangkapan ikan agar dapat menangkap ikan dengan hasil yang maksimal.

d.Adanya regulasi/perundang-undangan yang jelas dan tidak merugikan satu pihak dalam kegiatan usaha yang dilakukan dalam bidang industry dan jasa. Dengan demikian, tidak terjadi kesenjangan dalam kegiatan proses produksi dan usaha jasa.

3.Strategi Penyelesaian Permasalahan Keberagaman Gender

Adanya upaya yang dapat dilakukan pemerintah antara lain  sebagai berikut :

a.Program kesetaraan gender terintegrasi dalam berbagi program kegiatan dari sekotr pembangunan yang terkait.

1)Memperoleh akses yang sama kepada sumber daya pembangunan.

2)Berpartisipasi yang sama dalam pembangunan termaauk proses pengambilan keputusan.

3)Memiliki control yang sama atas sumber daya pembangunan.

4)Memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan.

b.Meningkatnya perlindungan perempuan dari berbagi tindakan kekerasan, yang ditandai dengan :

1)Meningkatkan jumlah kebijakn perlindungan perempuan

2)Meningkatkan jumlah lembaga yang melaksanakan perlindungan perempuan

3)Meningkat preswentase kasus kekerasan terhadap perempuan yang mendapat layanan komprehensif.

Berikut kegiatan-kegiatan utama yang dapat dilakukan dalam program kesetaraan gender :

a.Kesetaraan gender dalam pekerjaan domestic (rumah tangga)

Tindakan yang dapat dilakukan untuk menangkal kesejangan gender dalam pekerjaan domestic adalah membuat pembagian kerja atau tugas antaranggota kelurga.

b.Kesetaraan gender dalam partisipasi politik

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan kesetaraan gender dalam partisipasi politik adalah mengajak dan melatih seluruh anggota keluarga untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu.

c.Kesetaraan gender dalam akses pendidikan bagi anak

Kesadaran atas kesamaan posisi antara laki-laki dan perempuan hendaknya ditanamkan sejak dini, terlebih dalam hal pendidikan. Sehingga perempuan juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan hingga ke jenjang yang tinggi.

d.Kesetaraan gender dalam kehidupan berdemokrasi

Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesenjangan gender dalam kehidupan berdemokrasi antara lain adalah melatih tiap anggota keluarga untuk menyelesaikan persoalan secara musyawarah dan mufakat. Selain itu juga memberikan kesempatan untuk kebebasan berpendapat bagi anggota keluarga.

e.Kesetaraan gender dalam bidang ekonomi keluarga

Kesetaraan gender dalam bidang ekonomi dapat dilatih dengan memberikan sesuatu kepada anak sesuai kebutuhannya.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started