Rangkuman PPKN Kelas 8 Bab 4, Crecencia Michiko Perfeta 9A/07

KEBANGKITAN NASIONAL DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN

A. Makna Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan

Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, nasionalisme, dan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kebangkitan nasional Indonesia dimulai tanggal 20 Mei 1908 berdirinya                Budi Utomo, dan berakhir dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Selama 350 tahun Bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda, baik fisik, social, ekonomi, maupun aspek kehidupan yang lain. Tahun 1899 pemerintah colonial Belanda menerapkan Politik Etis, yang memerintah colonial memiliki tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi setelah dilakukannya politik kerja paksa (rodi). Isi politik etis, yaitu irigasi (pengairan), emigrasi (perpindahan penduduk), dan edukasi (pendidikan).

-Periode Tahun 1900-1908

Pada tahun 1901, Dr. Wahidin Sudirohusodo menerbitkan majalah Retnodhoemilah (Ratna yang Berkilauan), yang berisi memperbaiki masyarakat Jawa melalui pendidikan dan menghimpun beasiswa. Upaya itu dilakukan dengan mendirikan Studie Fonds/Yayasan Beasiswa. Dokter Wahidin Sudirohusodo merupakn pembangkit semangat organisasi Budi Utomo.

Langkah yang dilakukan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo menarik hati Dr. Sutomo seorang mahasiswa STOVIA untuk mendirikan organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Program utama dari organisasi Budi Utomo adalah mengusahakan perbaikan pendidikan dan pengajaran. Budi Utomo merupakan organisasi dengan mahasiswa STOVIA sebagai anggotanya. Bahasa resmi organisasi ini adalah Bahasa Melayu.

Pada tanggal 3-5 Oktober 1908, Organisasi Budi Utomo mengadakan kongres pertama di Jogjakarta, yang menghasilkan tujuan organisasi, yaitu kemajuan yang harmonis antara bangsa dan negara.

– Periode Tahun 1908-1928

                Pada Tahun 1912 berdiri partai politik pertama, yaitu Indische Partij. Para pendirinya, Dr. Cipto Mangunkusumo, E.F.E Douwes Dekker, dan Suwardi Suryaningrat. Tanggal 20 Juli 1913, Suwardi Suryaningrat baru bergabung, dia menulis artikel berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Orang Belanda) yang memprotes rencana pemerintah Hindia – Belanda.

                Pada tahun 1924, Dr. Sutomo tidak puas dengtan organisasi Budi Utomo mendirikan Indonesische Studieclub di Surabaya. Salah satu penyebabnya adalah asas kebangsaan Jawa dari Budi Utomo sudah tidak relavan menuju sifat nasional.

                Pada tanggal 30 April – 2 Mei di Jakarta para pemuda melakukan pertemuan yang dikenal sebagai Kongres Pemuda I, Kongres Pemuda II, dan Kongres Pemuda III. Kongres Pemuda I lahir perjanjian untuk :

1. mengakui dan menerima cita – cita persatuan Indonesia.

2. Menghilangkan pandangan adat dan kedaerahan yang kolot.

– Periode Tahun 1928-1945

                Kongres Pemuda II, berlangsung di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928. Kongres Pemuda II diselenggarakan oleh organisasi – organisasi pemuda Indonesia, yaitu Jong Java, Jong Sumatra, Jong Celebes, dan lain – lain. Jalannya kongres pemuda banyak diwarnai pidato dari berbagai tokoh pemuda yang menyuarakan terbentuknya persatuan Indonesia. Pada tahun 1928, organisasi Budi Utomo menambah suatu asas perjuangan, yaitu “ikut berusaha melaksanakan cita – cita Bangsa Indonesia”.

– Periode Tahun 1945-1948

                Puncak sejarah perjuangan Bangsa Indonesia dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Situasi awal kemerdekaan masih belum stabil karena keinginan Belanda yang masih ingin menguaai Belanda. Untuk itu, dengan mengingat sejarah kelahiran organisasi Budi Utomo dan situasi awal kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 20 Mei 1948, Presiden Sukarno menetapkan bahwa tanggal 20 Mei 1908 hari bangkitnya nasionalisme di Indonesia/Hari Kebangkitan Nasional.

Perjuangan bangsa Indonesia sebelum kebangkitan nasional memiliki beberapa kelemahan :

1. Perlawanan bersifat kedaerahan dan tidak serentak.

2. Perlawanan dipimpin oleh pemimpin karismatik.

3. Perlawanan menggunakan kekerasan senjata.

4. Para pejuang mudah diadu domba oleh penjajah (Devide Et Impera dibecah belah lalu dikuasai)

B. Arti Penting Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan

Arti Penting Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan :

1. Kebangkitan Nasional mengubah perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi pergerakan nasional.

2. Kebangkitan Nasional mengubah perjuangan yang bersifat fisik dengan kekuatan senjata menjadi perjuangan bersifat organisasi dan diplomasi.

3. Kebangkitan Nasional mengubah perjuangan yang tergantung kharismatik pemimpin menjadi perjuangan yang berdasarkan kesadaran bersama.

4. Kebangkitan Nasional mengubah perjuangan yang bersifat tunggal menjadi perjuangan yang multiaspek.

5. Kebangkitan Nasional menjadi tonggak pergerakan nasional menuju Kemerdekaan Indonesia.

Arti Kebangkitan Nasional bagi bangsa Indonesia saat ini :

1. Pemerataan kesempatan mendapat pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat.

2. Rakyat Indonesia masih banyak yang miskin dari sisi ekonomi.

3. Masyarakat secara umum memiliki budaya belajar dan kerja keras.

4. Kekayaan Negara belum sepenuhnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan seluruh rakyat.

Nilai- nilai dan semangat kebangkitan nasional memiliki arti sangat penting bagi Indonesia sekarang ini, antara lain :

1. Membangkitan rasa semangat persatuan, kesatuan, patriotism, dan nasionalisme.

2. Memotivasi mencapai prestasi.

3. Menumbuhkan budaya belajar dan kerja keras.

C. Tokoh – Tokoh Kebangkitan Nasional dan Perannya

1. Dr. Wahidin Sudirohusodo

Tahun 1901 melalui majalahnya Retnodhoemilah (Ratna yang Berkilauan) berusaha memperbaiki masyarakat Jawa melalui pendidikan dengan menghimpun beasiswa.

Source : https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.merdeka.com%2Fwahidin-soedirohoesodo%2Fprofil%2F&psig=AOvVaw0iRoCdePiTKGDg6MU-rvPg&ust=1582459548221000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCJCw36GP5ecCFQAAAAAdAAAAABAD

2. Dokter Sutomo

Mendirikan organisasi Budi Utomo, Budi Utomo merupakan organisasi modern pertama kali di Indonesia pada tanggal 20 Mei 1908.

Source : https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Falbumpahlawanbangsa.wordpress.com%2F2012%2F02%2F05%2Fdokter-sutomo-1888-1938%2F&psig=AOvVaw1-8Z1CN5KF7ufJcXUB_Cha&ust=1582459591442000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCLjbo7iP5ecCFQAAAAAdAAAAABAD

3. Suwardi Suryaningrat

Suwardi Suryaningrat menjadi Ki Hajar Dewantara. Mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa, lembaga yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk memperoleh hak pendidikan. Semboyan Ki Hajar Dewantara adalah “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani (di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan).

Source : https://www.google.com/url?sa=i&url=http%3A%2F%2Frumahjihan.blogspot.com%2F2010%2F05%2Frm-suwardi-suryaningrat-ki-hajar.html&psig=AOvVaw3AIGGSGqB13NESuUyzetZV&ust=1582459628823000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCID_iciP5ecCFQAAAAAdAAAAABAD

4. W.R. Supratman

Supratman banyak berjuang di bidang seni, sehingga dia menciptakan lagu kebangsaan Indonesia. Lagu itu menjadi terkenal dan dinyanyikan pada penutupan Kongres Pemuda II, tanggal 28 Oktober dan setelah Indonesia Raya dijadikan Lagu Kebangsaan.

Source : https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fkebudayaan.kemdikbud.go.id%2Fmengenal-sang-pencipta-indonesia-raya-wage-rudolf-supratman%2F&psig=AOvVaw2wsewajImwde6TbfEc-SYG&ust=1582459663724000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCOCJydiP5ecCFQAAAAAdAAAAABAD

Cara meneladani tokoh – tokoh kebangkitan nasional :

1. Belajar dan bekerja keras untuk kemajuan bangsa.

2. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

3. Rela Berkorban untuk bangsa dan negara.

4. Bangga dengan bangsa dan negara sendiri.

5. Mengenang para jasa pahlawan, dengan cara melakukan upacara dan mengheningkan cipta.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started