Ringkasan PPKN Kelas 8 Bab 3-4 Rezkya Tjandra 9A/31

Bab 3

  1. Hakikat Peraturan Perundang-undangan

Ciri-ciri nya adalah :

  1. Dikeluarkan oleh pihak yang berwenang
  2. Isinya mengikat secara umum untuk seluruh warga negara
  3. Sifatnya abstrak dan ideal (normatif)

Dalam penyusunan peraturan perundang-undangan harus berdasarkan 3 landasan yaitu :

  1. Landasan filosofis : peraturan yang dibuat harus berdasarkan nilai-nilai filosofi negara,yaitu Pancasila
  2. Landasan sosiologis : hukum yang dibuat harus sesuai dengan perkembangan dan situasi nyata di dalam masyarakat
  3. Landasan yuridis : penyusunan hukum harus mengikuti prosedur dan aturan tertentu yang mengacu pada legal drafting

Dalam membentuk peraturan perundang-undangan harus meliputi asas-asas berikut :

  1. Kejelasan tujuan
  2. Kelembagaan atau pejabat pembentuk yang tepat
  3. Kesesuaian antara jenis,hierarki,dan materi muatan
  4. Dapat dilaksanakan
  5. Kedayagunaan
  6. Kejelasan rumusan
  7. Keterbukaan

Sedangkan materi muatan perundang-undangan harus mencerminkan asas-asas berikut :

  1. Pengayoman
  2. Kebangsaan
  3. Kekeluargaan
  4. Kenusantaraan
  5. Bhinneka Tunggal Ika
  6. Keadilan
  7. Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan
  8. Ketertiban dan kepastian hukum
  9. Keseimbangan,keserasian,dan keselarasan

2. Pentingnya Peraturan Perundang-undangan 

  1. Menjamin hak dan kewajiban negara
  2. Memberi kepastian hukum
  3. Menjamin keadilan dan rasa aman
  4. Mewujudkan ketertiban dan ketentraman dalam hidup sehari-hari
  5. Mewujudkan kesejahteraan secara lahir dan batin

3. Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan dan Lembaga yang Berwenang

Berdasarkan UU No.12 tahun 2011,tata urethan perundang-undangan RI sebagai berikut :

  1. UUD NRI Tahun 1945
  2. Ketetapan MPR
  3. Undang-undang
  4. Peraturan pemerintah
  5. Peraturan presiden
  6. Peraturan daerah provinsi
  7. Peraturan daerah kabupaten/kota

B. Proses Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Nasional

  1. Proses Penyusunan UUD Negara RI Tahun 1945

Rancangan UUD NRI Tahun 1945 disiapkan oleh BPUPKI dalam sidang keduanya yatu pada tanggal 10-17 Juli 1945.Secara garis besar isi naskah nya adalah :

  1. Pernyataan Indonesia merdeka
  2. Pembukaan undang-undang dasar
  3. Undang-undang dasar (batang tubuh)

Lalu, tak lama setelah itu BPUPKI dibubarkan dan digantikan oleh PPKI. Sidang pertama PPKI adalah pada tanggal 18 Agustus 1945. Ketiga keputusan dari sidang tersebut adalah :

  1. Mengesahkan UUD
  2. Memilih presiden dan wakil presiden yaitu Ir.Soekarno dan Moh.Hatta
  3. Presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh KNIP

UUD NRI Tahun 1945 yang ditetapkan oleh PPKI memiliki susunan seperti ini :

  1. Pembukaan
  2. Batang tubuh (16 Bab,37 Pasal,49 Ayat,4 Pasal aturan tambahan,2 ayat aturan peralihan)
  3. Penjelasan

UUD NRI Tahun 1945 mempunyai kedudukan istimewa karena :

  1. Dibentuk dengan cara istimewa
  2. Dianggap sesuatu yang luhur
  3. Berisi cita-cita bangsa dan dasar organisasi negara
  4. Berisi garis besar tentang dasar dan tujuan negara

UUD NRI Tahun 1945 mengalami 4 kali perubahan (Amendemen)

C. Ketaatan terhadap Peraturan Perundang-undangan Nasional 

Sikap positif yang dapat dikembangkan :

  1. Menyampaikan usulan ketika proses penyusunan sedang berlangsung
  2. Turut mengawasi jika peraturan itu berjalan efektif
  3. Dan mash banyak lagi

Bab 4

  1. Makna Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan
  1. Pengertian kebangkitan nasional :

-Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya rasa dan semangat persatuan,kesatuan,nasionalisme,dan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

-Kebangkitan nasional di Indonesia dimulai tahun 1908 tepatnya saat berdirinya sebuah organisasi bernama Budi Utomo dan berakhir dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.

2.   Sejarah kebangkitan nasional Indonesia :

-Masa kebangkitan nasional merupakan kelanjutan dari Politik Etis atau politik balas budi.

-Isi dari politik etis adalah irigasi,emigrasi,dan edukasi.

  1. Periode Tahun 1900-1908

Dr. Wahidin Sudirohusoso merupakan penggagas berdirinya organisasi Budi Utomo. Gagasan dan langkah dari Dr. Wahidin Sudirohusodo ini menarik perhatian salah satu murid dari STOVIA yaitu Dr. Sutomo. Akhirnya, Dr. Sutomo mendirikan sebuah organiasi bernama Budi Utomo yang merupakan organisasi modern pertama di Indonesia yang dibentuk pada tanggal 20 Mei 1908. Program utama organisasi Budi Utomo adalah mengusahakan perbaikan pendidikan dan pengajaran. Pada tanggal 3-5 Oktober 1908, organisasi Budi Utomo mengadakan kongresnya yang pertama di Yogyakarta.

b.  Periode Tahun 1908-1928

Pada tahun 1912 berdiri sebuah partai politik pertama di Indonesia yang bernama Indische Partij. Pada tahun ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam di Solo,KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta,KH Hasyim Asyari mendirikan NU di Surabaya. Pada tanggal 20 Juli 1913 Suwardi Suryaningrat menulis sebuah artikel yang memprotes keras rencana pemerintahah Hindia Belanda merayakan 100 tahun kenmerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Akibatnya, Suwardi Suryaningrat dan Dr. Cipto Mangunkusumo pun diasingkan ke Negeri Belanda. Pada tanggal 30 April-2 Mei 1926 para pemuda melakukan pertemuan yang kemudian dikenal sebagai Kongres Pemuda I yang diketuai oleh Mohammad Tabrani.

c.  Periode Tahun 1928-1945

Kongres pemuda II berlangsung di Jakarta pada tanggal 27-28 Oktober 1928 yang diketuai oleh Sugondo Joyopuspito. Pada tahun 1928, organisasi Budi Utomo menambahkan satu asas perjuangan, yaitu “ikut berusaha melaksanakan cita-cita bangsa”.

d.  Periode Tahun 1945-1948

Sejarah perjuangan bangsa Indonesia mencapai puncaknya dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Maka pada tanggal 20 Mei 1908 Presiden Soekarno menetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

3.  Kebangkitan nasional dalam perjuangan kemerdekaan

Perjuangan bangsa Indonesia sebelum Kebangkitan Nasional memiliki beberapa kelemahan,yaitu :

  1. Perlawanan bersifat kedaerahan dan tidak serentak
  2. Perlawanan dipimpin oleh pemimpin karismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan
  3. Perlawanan menggunakan kekerasan senjata
  4. Para pejuang mudah diadudomba oleh penjajah dengan politiknya devide et impera

Dengan adanya organisasi Budi Utomo,perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908 mengalami beberapa perubahan sehingga memiliki keunggulan,yaitu :

  1. Perjuangan dilakukan dengan menggunakan organisasi dan diplomasi
  2. Para pemimpin berasal dari kaum intelektual terpelajar
  3. Rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh
  4. Perjuangan serentak,tidak lagi bersifat kedaerahan

B. Arti Penting Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan

  1. Arti Penting kebangkitan nasional dalam perjuangan kemerdekaan
  1. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang bersifat kedaerah menjadi pergerakan nasional
  2. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang bersifat fisik menjadi perjuangan secara diplomasi dan organisasi
  3. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang tergantung karismatik pemimpin menjadi perjuangan berdasarkan kesadaran bersama
  4. Kebangkitan nasional mengubah perjuangan yang bersifat tunggal menjadi perjuangan yang multiaspek
  5. Kebangkitan nasional menjadi tonggak pergerakan nasional menuju kemerdekaan Indonesia

C. Peran Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan

  1. Tokoh-Tokoh Kebangkitan Nasional dan perannya
  1. Dr Wahidin Sudirohusodo : Penggagas organisasi Budi Utomo
  2. Dr Sutomo : Pendiri organisasi Budi Utomo
  3. Suwardi Suryaningrat : Menteri pendidikan pertama di Indonesia dan mendirikan lembaga pendidikan bernama taman siswa
  4. Dr Cipto Mangunkusumo : Mendirikan Indische Partij dengan kedua temannya
  5. Dr Ernest Douwes Dekker : Penggagas nama Nusantara sebagai pengganti Hindia Belanda setelah merdeka
  6. R.T Tirtokusumo : Merupakan ketua organisasi Budi Utomo
  7. Wr Supratman : Membuat lagu Indonesia Raya

2.   Meneladani Tokoh-Tokoh Kebangkitan Nasional

  1. Belajar dan bekerja keras untuk kemajuan bangsa
  2. Rela berkorban untuk bangsa dan negara
  3. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
  4. Bangga dengan milik bangsa sendiri
  5. Mengenang para pahlawan, misalnya dengan mengheningkan cipta

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started