Rangkuman PPKn BAB 1 Calvin 9A/6

  1. Masa 1945 – 1950
    Tahun 1945 sam[ai 1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia. Peenrapan pancasila di
    Indonesia mendapat banyak tantangan dari berbagai pihak. Pihak Belanda masih ingin
    menguasai Indonesia dan melakukan agresi militer. Terdapat upaya – upaya pemberontakan
    terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia di sejumlah tempat dan juga ada yang berusaha
    untuk mengganti Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Ada juga pemberontakan
    yang terjadi di Indonesia sebagai berikut :
    a. Pemberontakan PKI
    PKI / Partai Komunis Indonesia memberontak pada tahun 1948. Madiun, Jawa Timur
    dijadikan sasaran pemberontakan. Pada tanggal 19 September 1948, tokoh PKI bernama
    Musso memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. Ia melarikan diri ke
    luar negeri setelah PKI gagal melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Belanda.
    Tujuan Musso adalah merebut kekuasaan dan mengganti dasar Republik Indonesia yang
    berdasarkan dengan komunisme. Pemerintah dan Tentara RI merebut kembali Kota Madiun
    pada tanggal 30 September 1948. Musso tewas ditembak dalam sebuah pengepungan oleh
    TNI pada 31 Oktober 1948 di Samandang, Ponorogo, Jawa Timur.
    b. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah
    Darul Islam / Tentara Islam Indonesia berniat mendirikan negara dengan dasar Islam. Pada 7
    Agustus 1949 , Kartosuwiryo mempromoklasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII).
    Tentara dan pendukungnya disebut Tentara Islam Indonesia (TII). Gerakan Darul Islam
    mempunyai pengaruh di daerah – daerah lain.
    c. APRA
    Angkatan Perang Ratu Adil didirikan oleh Raymond Wensterling. Sebagian prajurit APRA
    adalah KNIL (Koninklijke Nedherlands-Indische Leger) atau tentyara Hindia Belanda. APRA
    melakukan pemberontakan pada 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai kota Bandung.
    Namun APRIS berhasil menumpas pemberontakan APRA. Wensterling kemudian melarikan
    diri ke luar negeri.
    d. Andi Azis
    5 April 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan-kesatuan bekas KNIL
    yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis. Ia menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI yang
    dikirim dari Jawa. Andi Azis menyerahkan diri, tetapi pertempuran sengit tetap terjadi pada
    bulan Mei dan Agustus 1950.
    e. Pemberontakan RMS
    Republik Maluku Selatan dipimpin oleh Dr. Soumokil, mantan Jaksa Agung di Nusa Tenggara
    Timur. RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950. Pada 15 Agustus 1950, Presiden RIS, Soekarno, mengumumkan Piagam Pernyataan Terbentuknya Negara Kesatuan. Indonesia
  2. kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  1. Masa 1950-1959
    Masa ini adalah bersistem permerintahan parlementer liberal, pada masa ini banyak pihak
    yang ingin membangun negaranya sendiri. Ini adalah beberapa dari pemberontakannya :
    a. DI/TII = mendirikan negara berdasarkan agama Islam
    b. Pemberontakan PRRI = memutuskan hubungan dengan pemerintah RI (17 Februari 1958)
    c. Pemberontakan permesta = negara baru
  2. Masa 1959-1966
    Disebut sebagian pihak sebagai periode demokrasi terpimpin. Pada masa ini, demokrasi dianggap
    tidak berada pada kekuasaan rakyat, sebagaimana diamanatkan nilai-nilai Pancasila, namun berada
    pada kekuasaan presiden.
  3. Masa 1966-1998
    Adanya demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang dinamakan Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat
    (Tritura), isinya adalah berikut :
    a. Bubarkan PKI dan ormas – ormas nya
    b. Bubarkan cabinet Dwikora dari unsur – unsur PKI
    c. Turunkan harga
    Beberapa gerakan yang berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut adalah Kesatuan Aksi
    Mahasiswa Indonesia (KAMI) ,Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) ,Kesatuan Aksi Pemuda
    Pelajar Idonesia (KAPPI) ,Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI),Kesatuan Aksi Sarjana
    Indonesia (KASI) ,Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI),Kesatuan Aksi Guru Indonesia
    (KAGI).
  4. Masa 1998-Sekarang
    Masa ini disebut sebagai masa reformasi. Masyarakat Indonesia menerapkan kembali semboyan
    kita, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu.
    Pancasila merupakan ideologi yang bersifat bebas. Artinya bersifat aktual, dinamis, antisipasif
    dan senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan zaman, pengetahuan dan teknologi, serta
    dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Perwujudan nilai Pancasila di bidang politik dapat
    dilihat di lembaga negara, hukum dan sistem demokrasi Indonesia. Perwujudan nilai-nilai
    Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan terlihat antara lain pada UUD NRI 1945 Pasal 27
    ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi
    ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efisiensi berkeadilan, berkelanjutan,
    berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan
    kesatuan ekonomi nasional.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started