A.Penerapan Pancasila Dari Masa Ke Masa
1.Masa 1945-1950
- Masa awal kemerdekaan Indonesia
- Pihak Belanda masih ingin menguasai Indonesia dan agresi militer
- Terdapat beberapa pemberontakkan terhadap NKRI di beberapa sejumlah tempat.
Pemberontakkan yang terjadi adalah sebagai berikut :
A. Pemberontakan PKI
- PKI (Partai Komunis Indonesia) memberontak pada tahun 1948.
- Kota Madiun, Jawa Timur dijadikan basis pemberontakkan.
- Pada tanggal 19 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia
- Musso adalah tokoh PKI yang melarikan diri ke luar negeri pada tahun 1926, karena PKI gagal melakukan pemberontakkan.
- Tujuan Musso adalah, merebut kekuasaan dan mengganti dasar negara dari Pancasila menjadi komunis.
- 30 September 1948, tentara RI berhasil merebut Kota Madiun, Jawa Timur kembali
B.Pemberontakan DI/TII Di Jawa Barat dan Jawa Timur
- Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia berniat untuk membangun negara Islam.
- 7 Agustus 1949, Negara Islam Indonesia (NII) berdiri dan dibangun oleh Kartosuwiryo di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
- Tentara dukungan NII adalah TII ( Tentara Islam Indonesia).
- Setelah NII berdiri pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII pada tanggal 23 Agustus 1949.
- Pemberontakkan DI/TII di kedua wilayah ini segera ditumpas oleh tentara dengan dukungan rakyat.
C.APRA
- Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymond Wensterling.
- Sebagian prajurit APRA adalah KNIL (Koninlijke Nederlands-Indische Leger) atau Tentara Hindia Belanda.
- Tahun 1949 setelah konferensi meja bundar, Indonesia menjadi negara serikat dan Negara Pasundan.
- Tujuan APRA adalah, mempertahankan Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri.
- Melakukan pemberontakkan pada tahun 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai Kota Bandung.
- APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) berhasil menumpas pemberontakkan APRA
- Kemudian Wensterlling melarikan diri ke luar negeri.
D.Andi Azis
- 5 April 1950, pemberontakkan terjadi yang dilakukan oleh kesatuan – kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis.
- Kapten Andi Aziz adalah mantan perwira KNIL
- Andi Aziz memberikan tuntutan hanya pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT (Negara Indonesia Timur). Ia sangat menentang paskuan APRIS dari TNI yang dikirim dari Jawa.
- 8 April 1950, pemerintah pusat RIS mengeluarkan ultimatum kepada Andi Aziz untuk segera melapor ke Jakarta dalam waktu 2×24 jam.
- Karena Andi Aziz tidak dating ke Jakarta, pasukan ekspedisi dikirim untuk menumpas pemberontakkan yang dipimpin Andi Aziz.
- 26 April 1950 pasukan ekspedisi berhasil mendarat
- Pada bulan April Andi Aziz menyerahkan diri, tetapi pertempuran sengit tetap terjadi pada bulan Mei dan Agustus1950.
E.Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)
- Dipimpin oleh Dr. Soumokil.
- Berdiri pada tanggal 25 April 1950.
- Pada awalnya pemerintah beersikap lunak dengan merundingkan permasalahan RMS secara damai, namun ditolak. Akhirnya pemerintah mengirim ekspedisi militer ke Maluku dan pemberontakkan dapat dipadamkan.
2.Masa 1950-1959
- Setelah bubarnya Republik Indonesia Serikat, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi.
- Pada masa ini terjadi pemilihan umum pertama Indonesia pada tanggal 29 September 1955. Setelah itu terpilih 272 wakil rakyat sebagai anggota DPR dan 550 orang anggota Lembaga konstituante.
- 5 Juli 1959, presiden Soekarno memberlakukan UUD NRI Tahun 1945 kembali dan membubarkan lembaga konstituante.
- Terjadi pemberontakkan yang bertujuan untuk melepaskan diri dari NKRI.
Pemberontakkan yang terjadi adalah sebagai berikut :
A.Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan,Kalimantan Selatan dan Aceh
- Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pemberontakkan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII.
- Abdul Kahar Muzakkar memimpin pemberontakkan di Sulawesi Selatan, danpada Agustus 19532 menyatakan Sulawesi Selatan merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan Kartosuwiryo.
- Pemberontakkan di Aceh dipimpin Daud Beureuh dan pada tanggal 20 September 1953, ia menyatakan Aceh merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan Kartosuwiryo.
B.Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia)
- Didirikan di Sumatera
- Diproklamasikan oleh Ahmad Husein pada tanggal 15 Februari 1958.
- Pemerintah mebubarkan pemberontakkan dengan melakukan sejumlah operasi militer. di-them<]���
C.Pemberontakan Permesta
- Di Universitas Permesta, pada 17 Februari 1958, diadakan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik, gibernur militer Sulawesi Utara dan Tengah, para cendekiawan, dan Mayor D. Jus Somba.
- Pada saat pertemua Mayor D. Jus Somba menyatakan bahwa Permesta di Sulawesi Utara dan Tengah mendukung PRRI seutuhnhya.
- 17 Februari 1958, Permesta memutus hubungan dengan RI.
- Pemerintah melakukan organisasi militer untuk menumpas pemberontakkan ini.
3.Masa 1959-1966
- Pada masa ini sebagian pihak mengatakan masa sebagai periode demokrasi terpimpin.
- Demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat, namun cenderung pada kekuasaan presiden.
- Terjadi beberapa penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila, seperti :
- Presiden Soekarno diangkat sebagai presiden seumur hidup.
- Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden melalui Penetapan Presiden (Penpres) No. 3 tahun 1960tentang pembaharuan susunan DPR yang ditetapkan pada tanggal 5 Maret 1960.
- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) tidak dipilih oleh rakyat, tetapi sebagian besar dipilih dan diangkat langsung oleh presiden.
- Pelaksanaan politik konfrontasi.
- Adanya percobaan penggabungan/pencampuran nasionalis, agama, dan komunisme (Nasakom), tetapi ternyata tidak cocok dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- Pada masa ini terjadi persitiwa pemberontakkan PKI atau G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965. Tujuan G30S/PKI auntuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
- PKI berusaha merebut kekuasaan disertai pembunuhan enam perwira dan seorang ajudan Jenderal A. H. Nasution, yaitu :
- Jenderal Ahmad Yani
- Letjen M.T Haryono
- Letjen Soeprapto
- Mayjen D. I. Panjaitan
- Mayjen Soetojo Siswomihardjo
- Letnan Satu Pierre A. Tendean
4.Masa 1966-1998
- Pada 12 Januari 1996, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rkyat yang menyampaikan beberapa tuntutan.
- Selanjutny demosntrasi itu dikenal dengan Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura). Adapun isi Tritura :
- Bebaskan PKI beserta ormas – ormasnya.
- Bubarkan cabinet Dwikora dari unsur – unsur PKI.
- Turunkan harga.
- Masa ini dikenal sebagai masa orde baru dan diharpakan dapat dilaksanakan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 dengan murni dan konsekuen.
- Pancasila disusun dalam konsep P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila) atau Ekaprasetia Pancakarasa.
- Terdapat beberapa kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan kemudian yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila. Hal yang tidak dianggap sesuai dengan jiwa Pancasila pada masa Orde Baru adalah :
- Kebebasan pers dianggap terbatas, terdapat sejumlah penghentisn penertiban media massa, seperti majalah Tempo dan tabloid Detik.
- Pemerintahan cenderung sentralistik.
- Demokrasi cenderung dikekang, antar lain hanya ada tiga partai yang boleh ikut pemilihan umum sejakpemilu 1977 hingga pemilu 1997.
- Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sehingga menjadi salah satu penyebab kemunduran ekonomi Indonesia.
5.Masa 1998-sekarang
- Masa ini disebut masa reformasi.
- Terjadi Gerakan reformasi yaitu, pada masa wal ini terjaadi kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap Pancasila membuat mahasiswa dan masyrakat melakukan demonstrasi menuntut turunnya Presiden Soeharto.
- 21 Mei 1998, Presiden Soehrto menyatakan mundur sebagi presiden dan digganti dengan B.J. Habibie.
- Tahun 1977-1997 pemilu hanya diikuti 3 partai, pemiliu than 1999 diikuti 48 partai.
- Pada masa reformasi juga dilakukan perubahan (amandemen) yaitu, dilakukan perbuahan Pasal 7 UUD NRI Tahun 1945.
B.Nilai-Nilai Pancasila Sesuai Dengan Perkembangan Zaman
1.Pengertian Nilai
- Nilai berasal dari kata latin, valere yang berarti ‘kuat, baik, berharga’.
- Notoganoro membagi nilai menjadi 3 macam, yaitu :
- Nilai material, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia.
- Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan aktivitas.
- Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani. Empat macam nilai kerohanian, yaitu nilai kebenaran, nilai keindahan, nilai kebaikan, dan nilai religius.
2.Hakikat Ideologi Terbuka
A.Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari kata idea yang artinya ‘gagasan, konsep, pengertian dasar, dan cita – cita’ ; adapun logos berarti ‘ilmu’.
Terdapat beberapa pengertian :
- Menurut Horton dan Hunt, ideologi merupakan suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma.
- Menurut W. Newman, ideologin merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan atau melegalisasikan tantanan sosial, struktur kekuasaan atau cara hidup dilihat dari segi tujuan, kepentingan atau status sosial dari kelompok atau kolektivitas di mana idelogi itu muncul.
- Menurut Mubyarto, ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan, dan symbol – symbol kelompok masyarakat atau suatau bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman kerja atau perjuang untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa.
B.Fungsi Ideologi
- Menjadi pedoman bagi individu, masyarakat, atau bangsa untuk berpikir, melangkah, dan bertindak.
- Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi bagi individu, masyarakat, dan bangsa untuk mencapai tujuan.
- Menjadi upaya dalam menghadapi berbagi persoalan masyarakat dan bangsan dalam segala aspek kehidupan.
C.Perbedaan Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup
Menurut Kaelan (2005), perbedaan ideologi terbuka dan tertutup adalah sebagai berikut :
1.) Ideologi terbuka
a. Nilai dan cita-citanya tidal dipaksakan dari luar
b. Nilai-nilai dan cita-cita digali dari kekayaan rohani,moral, dan budaya masyarakat sendiri.
c. Hasil musyawarah dan konsensus masyrakat
d. Milik seluruh rakyat, sehingga dapat sekaligus sebagai kepribadian masyarakat e. Isinya yang tidal operasional menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi
f. Bersifat dinamis dan reformis
2.) Ideologi tertutup
a. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
b. Merupakan cita-cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program
untuk mengubah dan memperbarui rakyat.
c. Dibenarkan atas nama ideologi bahwa masyarakat harus berkorban.
d. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.
e. Bukan berupa nilai-nilai dan cita-cita.
f. Terdiri atas tinturan konkret dan operational yang diajukan secara mutlak.
g. Adanya ketaatan yang mutlak, bahkan terkadang menggunakan kekuatan dankekuasaan.
3.Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila merupakan ideologi yang bersifat terbuka. Nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis.
Penjelasannya sebagai berikut :
- Nilai dasar, yaitu asas – asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar.
- Nilai instrumental, yaitu nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum.
- Nilai praksis, yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan.
Sebagai ideologi terbuka, secara struktual, Pancasila memiliki dimensi idealisme , normatif, dan realistis (AI Hakim, dkk., 2016).
- Dinmensi idealism dalam Pancasila adalah nilai – nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh.
- Dimensi normatif dalam Pancasila adalah penjabaran nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam suatu sistem norma kenegaraan yang lebih operasional.
- Dimensi realitas dalam Pancasila maksudnya suatu ideologi harus mampu mencerminkan realitas hidup dan berkembang dalam masyarakat.
C.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan
1. Perwujudan Nilai – Nilai Pancasila di Bidang Politik
Perwujudan itu dapat dilihat dalam beberapa hal :
- Lembaga Negara
Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada perkembangan kebutuhan masyarakat dan negara mengenai Lembaga negara.
- Hukum
Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada sistem hukum nasional yang berdasarkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.
- Sistem Demokrasi
Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.
2.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Ekonomi
Perwujudan itu ditegaskan pada Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 sebagai berikut :
- Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
- Cabang – cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
- Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar – besar kemakmuran rakyat.
- Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi keonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efesien berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
3.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Sosial Budaya
Perwujudan itu dapat dilihat dalam beberapa hal :
- Menghargai keragaman budaya Indonesia.
- Pelestarian keragaman budaya Indonesia.
- Mengembangkan nilai – nilai persamaan status sosial dan menghargai berkembangnya nilai – nilai feodalisme.
- Menjaga agar nilai – nilai eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang.
- Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai Pancasila.
4.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan
Perwujudan nilai – nilai Pancasila dapat terlihat antara lain pada :
- UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 ayat (3), menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
- UUD NRI Tahun 1945 Pasal 30 ayat (1), menyatakan bahwa tiap – tiap warga negara berhak dan wajib ikiut serta dalam usaha perthanan dan keamanan negara.
