Ringkasan PPKN BAB 1 VIGO 9A/12

Rangkuman PPKN BAB 1

    1)Masa 1945 – 1950

-Tahun 1945 – 1950 merupakan awal kemerdekaan Indonesia.

-Ada beberapa pemberontakan pemberontakan yang terjadi :

-Pemberontakan PKI

Partai Komunis Indonesia (PKI) memberontak pada tahun 1948, yang terjadi di kota madiun jawa timur.

Pada tanggal 19 september 1948, Musso tokoh PKI yang melarikan diri pada tahun 1926 karena gagal melakukan pemberontakan.

Tujuan Musso adalah merebut kekuasaan dan mengganti dasar republic Indonesia berdasarkan Pancasila dan komunisme

-Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa tengah

Darul Islam berniat mendirikan negara dengan dasar islam.

Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya negara Islam Indonesia.

Setelah Kartosuwiryo memproklamasikan NII, Pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII. Amir Fatah memproklamasikan berdirinya DI pada tanggal 23 agustus 1949.

-APRA

Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajurit APRA juga prajurit KNIL atau tentara Hindia Belanda.

Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri.

Arpa melakukan pemberontakan pada 23 januari 1950 dan berhasil menguasai kota Bandung

Andi Azis

Pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Andi Azis.

Ia sangat menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI yang dikirim dari jawa. Ia juga menyatakn bahwa NIT harus tetap berdiri.

Pada bulan yang sama, Andi Azis menyerahkan diri, Tetapi pertempuran sengit tetap terjadi pada bulan mei dan agustus 1950.

Pemberontakan RMS

Republik Maluku Selatan dipimpin oleh Dr. Soumokil, mantan jaksa agung.

RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950. Selain sejumlah pemberontakan yang terjadi, pada masa 1945- 1950 penerapan pancasila di Indonesia juga mendapatkan tantangan dengan perubahan bentuk Negara Indonesia yang sebelumnya negara kesatuan menjadi Negara Serikat.

2) Masa 1950-1959

Terbagi menjadi beberapa pemberontakan yaitu :

Pemberontakan DI/TII di Sulawesi selatan , Kalimantan Selatan dan Aceh

-Pemberontaskan PRRI

-Pemberontakan Permesta

Pemberontakan DI/TII di Sulawesi selatan , Kalimantan Selatan dan Aceh terjadi pada April 1950 , ibnu Hajar dan pasukannya melakukan Pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII. Pada tanggal 20 September 1953 , Daud beureueh Menyatakan  Aceh adalah bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan kartosuwiryo.

Pemberontakan PRI didirikan di Sumatra pada tanggal 15 Februari 1958 , Ahmad Husein yang memproklamasikan berdinya PRRI

Pemberontakan Permesta pada tanggal 17 Februari 1958 , diadakan pertemuan yang di hadiri para tokoh politik, Gubernur Sulawesi utara dan tengah dan para cendikiawan , dan mayor D. Dengan demikian pada tanggal17 februari 1958 , Permesta memutus Hubungan dengan Pemerintahan RI.

3) Masa 1959-1966

Pada masa Ini terjadi beberapa penyimpangan yang terjadi yaitu

  1. Diangkatnya presiden Soekarno sebagai presiden seumur Hidup
  • Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden Soekarno melalui Penpres no 3 tahun 1960 tentang susunan pembaharuan dewan perwakilan rakyat yang ditetapkan pada tanggal 5 maret 1960. Pembubaran ini terjadi karena DPR tidak menyutujui RAPBN tahun 1960
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) tidak dipilih oleh rakyat , tetapi dipilih langsung oleh presiden, Penetapan Presiden dikeluarkan Pada 24 Juni 1960 No 4 tahun 1960 Tentang Dewan perwakilan Rakyat Gotong Royong.
  • Pelaksanaan Politik Konfrontasi. Indonesia melakukan Konfrontasi dengan Malaysia yang dianggap sebagai Negara boneka Inggris . Pada 3 mei 1964 Presiden Soekarno Memberi komando pengayaan Malaysia dan kemudian Indonesia keluar pada tanggal 7 Januari 1965
  • Adanya percobaan gabungan atau pencampuran nasionalis , agama , dan komunisme ( Naskom ) Tetapi ternyata tidak cocok untuk Negara kesatuan republic Indonesia
  • Enam Perwira Tertinggi yaitu :

-Jendral Ahmad Yani

-Letjen M.T Haryono

-Letjen Soeprapto

-Letjen S.Parman

-Mayjen D.I.Panjaitan

-Mayjen Soetojo Siswomihardjo

-Letnan Satu Pierre

4) Masa 1966-1998

Pada 12 Januari 1988  terjadi demonstrasi mahasiswa dan rayat yang menyampikan beberapa tuntutan. Dan adapun Isi tritua sebagai Berikut Yaitu :

  1. Bubarkan PKI serta Ormas-Ormasnya
  2. Bubarkan Kabinet Kabinet Dwikora dari Unsur unsur PKI.
  3. Turunkan Harga

Masa 1966 Hingga masa 1998 Juga disebut sebagai Masa Orde Baru . Orde baru diharapkan dapat melaksnakan pancasila dan uud tautan 1945 dengan Murni dan Konsekuen. Orde Baru awalnya memberi angina segar pada pancasila. Namun dikeluarkan kebijakan kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa pancasila pada masa orde baru Antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Kebebasan pers dianggap terbatas , terdapat sejumlah penghentyian penerbitan media Massa , seperti majalah tempo dan Media detik
  2. Pemerintah cenderung Sentralik.
  3. Demokrasi cenderung dikekang , Antara lain hanya ada tiga partai yang boleh ikut pemilihan umum sejak pemilu 1877 hingga 1997
  4. Diduga terdapat korupsi , kolusi dan neptoisme (KKN) sehingga menjadi salah satu penyebab kemunduran ekonomi Indonesia.

5) Masa 1998-Sekarang

  1. Masa 1998 hingga masa sekarang disebut juga sebagai era reformasi, Pada tanggal 21 mei 1998 , Presiden Soeharto akhirnya menyatakn mundur sebagai Presiden RI dan digantikan Oleh B.J Habibie

Pergantian Presiden atas hal tyersebut akhirnya menguat, selain itu , Hak Rakyat untuk mendirikan

  • Nilai Nilai Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman
  1. Pengertian Nilai
  2. Hakikat Ideologi Terbuka
  3. Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pengertian Nilai Terdiri dari :

1)Nilai material , yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia.

2)Nilai Vital , Sesuatu yang berguna bagi manusia, untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas

3)Nilai Kerohanian , yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani

4)Nilai Kerohanian Dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu

Nilai Kebenaran

-Nilai Keindahan

-Nilai kebaikan atau Nilai Moral

-Nilai Religius

Pengertian Ideologi Terbuka yaitu:

-Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan,konsep,pengertian dasar ‘cita cita’ adapun logos yang berarti ‘ilmu’ secara hafinah

Beberapa pengertian Ideologi sebagai berikut:

  • Menurut Horton dan Hunt , Ideologi merupakan sesuatu system gagasan yang men yetujui seperangkat norma
  • Menurut W.Newman , Ideologi merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan atau melegalisasikan tatanan social dan struktur kekuasaan.
  • Menurut Mubyarto , ideologi merupakan suatu doktrin kepercayaan, dan simbol sekelompok masyarakat atau bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman karya atau perjuangan untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa

Fungsi Ideologi Antara lain sebagai berikut :

-Menjadi pedoman bagi Individu

-Menjadi kekuatan yang mampu memberikan semangat dan motivasi bagi Individu

-Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan.

Pengertian Ideologi Terbuka Antara lain :

  1. Nilai dan cita citanya tidak dipaksakan dari luar
  2. Nilai dan cita citanya digali dari ekkayaan rohani,moral dan budaya masyarakt sendiri
  3. Hasil Musyawarah dan Konsensus Masyarakat
  4. Milik selurugh masyarakat sehingga dapat sekalian menjadi kepribadian masyarakat
  5. Isinya yang tidak operasional menjadi operasional jika diwujudkan
  6. Bersifat dinamis dan reformis

Pengertian Ideologi tertutup Antara lain :

  1. Bukan Merupakan cita cita yang sudah hidup dalam masyarakat
  2. Menjadikan cita cita suatu kelompok yang men dasari suatu program untuk mengubah dan memperbaharui masyarakat
  3. Dibenarkan atas nama ideology karena masyarakat harus berkorban
  4. Kepercayaan dan kesetiaan ideology yang kaku
  5. Bukan berupa nilai dan cita cita
  6. Diajukan atas tuntutan Kongkret
  7. Adanya ketaatan yang mutlak

Pancasila merupakan Ideologi yang bersifat terbuka,Dengan demikian , Pancasila bersifat Aktual

  1. Kedudukan Pancasila sebagai ideology terbuka

-Menurut Hamdayama 2012, nilai dalam pancasila adalah nilai dasar,nilai instrumental,dan nilai praktis. Adapun penjelasannya sebagai berikut.

  1. Nilai dasar, yaitu asas – asas yang kita terima sebagaidalil yang bersifat mutlak
  2. Nilai instrumental, yaitu nilai yang berbentuk norma social dan norma huku yang selanjutnya akan terkristalisasi
  3. Nilai praktis, yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan

-Adapun sebagai ideology terbuka, secara struktual, pancasila memiliki dimensi idealisme , normative, dan realistis

  1. Dimensi idealisme dalam pancasila adalah nilai nilai dasar yang terrkandung dalam pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh.
  2. Dimensi normative dalam pancasila adalah penjabaran nilai nilai yang terkadndung dalam pancasila dalam suatu system norma kenegaraan yang lebih operasional
  3. Dimensi realitas dalam panccasila maksudnya suatu ideology harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.

C. Perwujudan nilai nilai pancasila dalam berbagai bidang kehidupan

-Perwujudan nilai nilai pancasila dalam bidang politik

  1. Lembaga negara. Perwujudan nilai pancasiladapat dilihat pada perkembangan kebutuhan masyarakat dan negara mengenai lambang negara
  2. Hukum. Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada system hukum nasional yang berdasarkan pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
  3. System demokrasi. Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada demokrasi pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.

– Perwujudan nilai nilai pancasila di bidang ekonomi

  • perwujudan nilai nilai pancasila pada bidang ekonomi detegaskan pada pasal 33 UUD NRI TAHUN 1945 seperti berikut.
  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
  • Cabang cabang produksi yang penting bagi negara
  • Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
  • Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan.

-Perwujudan nilai nilai pancasila di bidang social budaya

  1. Menghargai keragaman budaya Indonesia
  2. Pelestarian keragaman budaya Indonesia
  3. Mengembangkan nilai nilai persamaan status social
  4. Menjaga agar nlai nilai eksklisivitas dan kedaerahan sempit tidak berkembang
  5. Pengembangan nilai social dan budaya

Perwujudan nilai nilai pancasila di bidang pertahanan keamanan

  1. Pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1

Pasal 27 bahwa setiap negara harus dibela dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara

Pasal 30 bahwa tiap tiap negara wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started