Ringkasan PPKN Bab 4 Rezkya Tjandra 9A/31

A.Persatuan dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Keberagaman Indonesia mengisyaratkan adanya suatu persatuan dari perbedaan. Dalam Pasal 1 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 tertulis, “Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik”. Dua prinsip untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman antara lain :

1.Bhineka Tunggal Ika

Semboyan Bhineka Tunggal Ika berasal dari seorang pujangga, Mpu Tantular yang menulis Kitab Sutasoma. Semboyan ini berarti ‘berbeda (Bhinneka) itu (Ika) satu (Tunggal)’ dan definisnya adalah berbeda-beda tetapi tetap satu. Melalui Bhinneka Tunggal Ika, bangsa Indonesia mengakui bahwa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri atas berbagai suku,agama,ras,dll.

2.Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh semua masyarakat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Berikut merupakan beberapa pengertian wawasan nusantara :

a. Berdasarkan Tap MPR Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN, wawasan nusantara yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya.

b. Menurut Prof.Dr.Wan Usman, wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

c. Menurut kelompok kerja wawasan nusantara yang kemudian diusulkan menjadi Tap MPR dan dibuat di Lemhanas Tahun 1999, wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa untuk mencapai tujuan nasional.

Wawasan nusantara sendiri terdapat empat konsep yaitu :

a. Konsep kesatuan politik

Sebagai suatu konsep kesatuan politik, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut :

1.) Kedaulatan wilayah nasional beserta kekayaanya merupakan satu kesatuan wilayah,wadah,ruang hidup,modal, dan milik bangsa Indonesia.

2.) Secara psikologis, bangsa Indonesia juga harus merasa satu rasa,senasib sepenanggungan,sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa.

3.) Dst.

b. Konsep kesatuan ekonomi

Sebagai satu kesatuan ekonomi, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut :

1.) Kekayaan wilayah nusantara adalah modal dan milik bangsa; harus dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

2.) Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah.

3.) Kehidupan perekonomian di wilayah Nusantara merupakan kesatuan ekonomi yang diselenggarakan atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi kemakmuran rakyat.

c. Konsep kesatuan sosial budaya

Sebagai satu kesatuan sosial budaya, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut :

1.) Masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa memiliki kehidupan yang serasi dan selaras dengan tingkat kemajuan yang sama.

2.) Budaya Indonesia, pada hakikatnya, adalah satu. Corak ragam budaya menggambarkan kekayaan yang menjadi modal dan landasan pengembangan bangsa.

d. Konsep kesatuan pertahanan keamanan

Sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut :

1.) Ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

2.) Tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.

B. Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

1.  Bentuk Keberagaman Masyarakat Indonesia

a.) Suku Bangsa

Indonesia memiliki beragam suku bangsa yang diperkirakan terdapat lebih dari 300 suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Setiap suku tentu memiliki tata kehidupan,adat istiadat,bahasa,dan budaya yang berbeda. Dan dapat dipastikan setiap suku itu memiliki keistimewaan/kekhasan sendiri yang beda dari suku-suku lain. Perbedaan dan keberagaman inilah yang menyumbang keragaman kehidupan bangsa.

b.) Agama

Penyebaran agama di Indonesia awal mulanya dibawa oleh para pelaut yang singgah di Indonesia. Akibatnya, penduduk Indonesia menerima agama atau kepercayaan yang dibawa oleh si pelaut tersebut. Pemerintah Indonesia mengakui enam agama yaitu islam,Kristen,Katolik,Buddha dan Hindu.

c.) Ras

Ras adalah kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawaan yang sama. Di Indonesia terdapat berbagai ras sehingga terdapat perbedaan bentuk fisik,seperti warna kulit,postur tubuh,dan jenis rambut. Keberagaman ras ini tentu bukanlah menjadi halangan untuk bersatu tetapi dengan keberagaman inilah Indonesia menjadi satu.

2. Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Masalah yang dapat muncul dalam keberagaman masyarakat Indonesia adalah konflik. Dalam KBBI konflik didefiniskan sebagai ‘percekcokan,perselisihan,atau pertentangan’. Atau arti sederhananya, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang bersebrangan,tidak selaras,dan bertentangan.

a.) Penyebab Konflik dalam Masyarakat

1. Faktor penyebab konflik

Soerjono Soekanto mengemukakan empat faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat, antara lain :

a. Perbedaan antarindividu

Contohnya : ketika belajar kelompok,kamu berpendirian jika belajar ,suasana harus tenang. Tetapi teman-teman lain berpendirian bahwa belajar lebih baik dengan mendengarkan musik. Perbedaan seperti ini yang akan memicu terjadinya konflik.

b. Perbedaan kebudayaan

Contohnya : seorang anak dibesarkan dalam masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kesopanan akan cenderung berbuat sopan dengan orang lain. Tetapi anak yang dibesarkan dalam masyarakat yang tidak menjunjung tinggi nilai kesopanan akan cenderung berbuat tidak sopan dengan orang lain. Perbedaan seperti ini akan memicu terjadinya konflik.

c. Perbedaan kepentingan

Contohnya : sebuah hutan di suatu wilayah. Bagi seorang pengusaha, pohon-pohon di dalam hutan tersebut dapat dipotong dan dijual sehingga menghasilkan uang. Tetapi bagi pecinta alam dan lingkungan,pohon-pohon tidak boleh dipotong untuk menjaga kelestarian alam. Perbedaan seperti ini akan memicu terjadinya konflik.

d. Perubahan sosial

Contohnya : perilaku remaja yang berbeda terkadang mendapat pandang kurang baik oleh orang-orang yang lebih tua. Situasi ini dapat menimbulkan konflik.

2.) Sikap penyebab konflik

Berikut merupakan beberapa sikap yang menjadi penyebab konflik :

a. Primordialisme yang berlebihan

Primordialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak awal melekat pada diri individu, seperti suku bangsa,ras,dan agama. Apabila sikap ini dilakukan secara berlebihan maka suatu individu akan menganggap bahwa suku bangsa,agama,serta ras mereka lebih unggul dari suatu individu lain.

b. Etnosentrisme

Etnosentrisme merupakan pandangan bahwa kebudayaan suku bangsanya lebih baik daripada kebudayaan suku bangsa lain.

c. Diskriminatif

Diskriminatif merupakan perbedaan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan antara lain warna kulit,golongan,suku,ekonomi,dan agama.

d. Stereotipe

Stereotipe merupakan penilaian terhadap seseorang atau suatu golongan hanya berdasarkan persepsi pribadi atau kelompok.

e. Fanatisme

Fanatisme merupakan keyakinan akan suatu kebeneran tanpa kepastian data atau fakta,tetapi kebenaran tersebut dianggap kebenaran mutlak tanpa memedulikan argument dari orang lain.

f. Eksklusivisme

Eksklusivisme adalah sikap yang memandang bahwa pandangan atau ajaran yang paling benar hanyalah pandangan atau ajaran kelompok dan menganggap pandangan atau ajaran lainnya tidak benar.

b.)  Bentuk Konflik dalam Masyarakat

Soerjono Soekanto menyebutkan lima bentuk khusus konflik atau pertentangan yang terjadi dalam masyarakat. Berikut bentuk-bentuknya :

1. Konflik pribadi

Konflik pribadi dapat terjadi antara dua individu atau lebih karena perbedaan pandangan dan sebagainya. Konflik ini juga biasanya timbul akibat rasa tidak senang kepada orang lain.

2. Konflik rasial

Konflik rasial umumnya timbul karena perbedaan ras,seperti perbedaan ciri badan,kepentingan, dan kebudayaan. Contohnya : konflik rasial yang pernah terjadi antara orang kulit putih dan orang kulit hitam di Afrika Selatan.

3. Konflik antara kelas-kelas sosial

Konflik ini umumnya timbul karena terdapat perbedaan kepentingan. Misalnya, konflik karena adanya perbedaan kepentingan antara buruh dan pemilik perusahaan.

4. Konflik politik

Konflik politik terjadi karena adanya perbedaan kepentingan atau tujuan politis suatu individu/kelompok. Contohnya : konflik antarpartai politik dalam sebuah negara.

5. Konflik internasional

konflik internasional umumnya terjadi akibat perbedaan kepentingan yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan sebuah negara. Contohnya : konflik antarnegara mengenai suatu wilayah eksplorasi gas alam di daerah perbatasan.

c.) Akibat yang Ditimbulkan oleh Terjadinya Konflik

Terjadinya konflik dapat menimbulkan suatu hal, antara lain :

1. Perpecahan dalam masyarakat

Suatu masyarakat yang mengalami konflik sampai terjadi kekerasan fisik ataupun kerusakan harta benda akan sulit bersatu. Akibat yang ditimbulkan adalah masyrakat dapat terpecah.

2. Kerugian harta benda dan korban manusia

Konflik itu dapat dilanjutkan dengan kekerasan fisik. Oleh karena itu dapat terjadi kerusakan harta benda,kerusakan fasilitas umum,hingga terjadi luka fisik bahkan korban manusia.

3. Kehancuran nilai-nilai dan norma yang ada

Konflik yang terjadi pada suatu masyarakat dapat merusak bahkan menghancurkan nilai-nilai dan norma yang berlaku. Misalnya, setelah terjadi konflik, dapat saling tidak percaya,bahkan membenci satu sama lain.

4. Perubahan kepribadian

Ketika terjadinya konflik,masyarakat dapat mengalami trauma. Dapat terjadi perubahan sikap dalam anggota masyarakat seperti sikap kekhawatiran,ketakutan,dan kecurigaan.

5. Dominasi

Konflik yang terjadi pada suatu masyarakat dapat menciptakan pihak yang menang dan pihak yang kalah. Pihak yang menang dapat mendominasi bahkan menindas pihak yang kalah.

C. Upaya Menyelasaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Berikut merupakan upaya penyelasaian masalah tersebut :

1. Memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara yang terkait dengan keragaman dijamin dalam perundang-undangan antara lain sebagai berikut :

a. Pasal 28A UUD NRI Tahun 1945, yaitu : “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya”.

b. Pasal 28E UUD NRI Tahun 1945, yaitu : ayat (1) “Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadah menurut agamanya,memilih pendidikan dan pengajaran,memiliki tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya,serta berhak kembali”.

c. Pasal 28I UUD NRI Tahun 1945, yaitu : ayat (4) “Perlindungan,pemajuan,penegakan,dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara,terutama pemerintah.

d. Pasal 28J UUD NRI Tahun 1945, yaitu : ayat (1) “Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara.

2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang-undangan. Hal ini tercantum dalam UUD NRI Tahun 1945 sebagai berikut :

a. Pasal 35 UUD NRI Tahun 1945, yaitu “Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih”.

b. Pasal 36 UUD NRI Tahun 1945, yaitu ‘Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia”.

3. Upaya represif yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat antara lain sebagai berikut :

a. Melakukan penangkapan atas pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam upaya aktif untuk melakukan perpecahan terkait keberagaman masyarakat.

b. Melakukan hukuman terhadap pihak-pihak yang secara hukum terbukti terlibat dalam upaya melakukan perpecahan terkait keberagaman masyarakat.

4. Mengembangkan upaya preventif untuk menyelasaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat antara lain sebagai berikut :

a. Selalu bersikap ramah,bersahabat dan berpikiran positif

b. Masalah perbedaan yang terjadi dipecahkan dengan bermusyawarah secara bijaksana

c. Antaranggota masyarakat dan antarkelompok dalam masyarakat melakukan kerja sama

d. Warga negara belajar berkomunikasi secara efektif dan berdiskusi mengenai perbedaan yang ada sehingga saling memahami

Selain daripada itu, yang paling penting adalah sikap untuk saling menghormati dan menghargai keberagaman yang sudah ada sebelum bangsa Indonesia merdeka.

A.Persatuan dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Keberagaman Indonesia mengisyaratkan adanya suatu persatuan dari perbedaan. Dalam Pasal 1 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 tertulis, “Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik”. Dua prinsip untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman antara lain :

1.Bhineka Tunggal Ika

Semboyan Bhineka Tunggal Ika berasal dari seorang pujangga, Mpu Tantular yang menulis Kitab Sutasoma. Semboyan ini berarti ‘berbeda (Bhinneka) itu (Ika) satu (Tunggal)’ dan definisnya adalah berbeda-beda tetapi tetap satu. Melalui Bhinneka Tunggal Ika, bangsa Indonesia mengakui bahwa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri atas berbagai suku,agama,ras,dll.

2.Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh semua masyarakat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Berikut merupakan beberapa pengertian wawasan nusantara :

a. Berdasarkan Tap MPR Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN, wawasan nusantara yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya.

b. Menurut Prof.Dr.Wan Usman, wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.

c. Menurut kelompok kerja wawasan nusantara yang kemudian diusulkan menjadi Tap MPR dan dibuat di Lemhanas Tahun 1999, wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa untuk mencapai tujuan nasional.

Wawasan nusantara sendiri terdapat empat konsep yaitu :

a. Konsep kesatuan politik

Sebagai suatu konsep kesatuan politik, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut :

1.) Kedaulatan wilayah nasional beserta kekayaanya merupakan satu kesatuan wilayah,wadah,ruang hidup,modal, dan milik bangsa Indonesia.

2.) Secara psikologis, bangsa Indonesia juga harus merasa satu rasa,senasib sepenanggungan,sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai satu tekad dalam mencapai cita-cita bangsa.

3.) Dst.

b. Konsep kesatuan ekonomi

Sebagai satu kesatuan ekonomi, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut :

1.) Kekayaan wilayah nusantara adalah modal dan milik bangsa; harus dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

2.) Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah.

3.) Kehidupan perekonomian di wilayah Nusantara merupakan kesatuan ekonomi yang diselenggarakan atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi kemakmuran rakyat.

c. Konsep kesatuan sosial budaya

Sebagai satu kesatuan sosial budaya, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut :

1.) Masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa memiliki kehidupan yang serasi dan selaras dengan tingkat kemajuan yang sama.

2.) Budaya Indonesia, pada hakikatnya, adalah satu. Corak ragam budaya menggambarkan kekayaan yang menjadi modal dan landasan pengembangan bangsa.

d. Konsep kesatuan pertahanan keamanan

Sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut :

1.) Ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

2.) Tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.

B. Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

1.  Bentuk Keberagaman Masyarakat Indonesia

a.) Suku Bangsa

Indonesia memiliki beragam suku bangsa yang diperkirakan terdapat lebih dari 300 suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia. Setiap suku tentu memiliki tata kehidupan,adat istiadat,bahasa,dan budaya yang berbeda. Dan dapat dipastikan setiap suku itu memiliki keistimewaan/kekhasan sendiri yang beda dari suku-suku lain. Perbedaan dan keberagaman inilah yang menyumbang keragaman kehidupan bangsa.

b.) Agama

Penyebaran agama di Indonesia awal mulanya dibawa oleh para pelaut yang singgah di Indonesia. Akibatnya, penduduk Indonesia menerima agama atau kepercayaan yang dibawa oleh si pelaut tersebut. Pemerintah Indonesia mengakui enam agama yaitu islam,Kristen,Katolik,Buddha dan Hindu.

c.) Ras

Ras adalah kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawaan yang sama. Di Indonesia terdapat berbagai ras sehingga terdapat perbedaan bentuk fisik,seperti warna kulit,postur tubuh,dan jenis rambut. Keberagaman ras ini tentu bukanlah menjadi halangan untuk bersatu tetapi dengan keberagaman inilah Indonesia menjadi satu.

2. Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Masalah yang dapat muncul dalam keberagaman masyarakat Indonesia adalah konflik. Dalam KBBI konflik didefiniskan sebagai ‘percekcokan,perselisihan,atau pertentangan’. Atau arti sederhananya, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang bersebrangan,tidak selaras,dan bertentangan.

a.) Penyebab Konflik dalam Masyarakat

1. Faktor penyebab konflik

Soerjono Soekanto mengemukakan empat faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat, antara lain :

a. Perbedaan antarindividu

Contohnya : ketika belajar kelompok,kamu berpendirian jika belajar ,suasana harus tenang. Tetapi teman-teman lain berpendirian bahwa belajar lebih baik dengan mendengarkan musik. Perbedaan seperti ini yang akan memicu terjadinya konflik.

b. Perbedaan kebudayaan

Contohnya : seorang anak dibesarkan dalam masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kesopanan akan cenderung berbuat sopan dengan orang lain. Tetapi anak yang dibesarkan dalam masyarakat yang tidak menjunjung tinggi nilai kesopanan akan cenderung berbuat tidak sopan dengan orang lain. Perbedaan seperti ini akan memicu terjadinya konflik.

c. Perbedaan kepentingan

Contohnya : sebuah hutan di suatu wilayah. Bagi seorang pengusaha, pohon-pohon di dalam hutan tersebut dapat dipotong dan dijual sehingga menghasilkan uang. Tetapi bagi pecinta alam dan lingkungan,pohon-pohon tidak boleh dipotong untuk menjaga kelestarian alam. Perbedaan seperti ini akan memicu terjadinya konflik.

d. Perubahan sosial

Contohnya : perilaku remaja yang berbeda terkadang mendapat pandang kurang baik oleh orang-orang yang lebih tua. Situasi ini dapat menimbulkan konflik.

2.) Sikap penyebab konflik

Berikut merupakan beberapa sikap yang menjadi penyebab konflik :

a. Primordialisme yang berlebihan

Primordialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak awal melekat pada diri individu, seperti suku bangsa,ras,dan agama. Apabila sikap ini dilakukan secara berlebihan maka suatu individu akan menganggap bahwa suku bangsa,agama,serta ras mereka lebih unggul dari suatu individu lain.

b. Etnosentrisme

Etnosentrisme merupakan pandangan bahwa kebudayaan suku bangsanya lebih baik daripada kebudayaan suku bangsa lain.

c. Diskriminatif

Diskriminatif merupakan perbedaan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan antara lain warna kulit,golongan,suku,ekonomi,dan agama.

d. Stereotipe

Stereotipe merupakan penilaian terhadap seseorang atau suatu golongan hanya berdasarkan persepsi pribadi atau kelompok.

e. Fanatisme

Fanatisme merupakan keyakinan akan suatu kebeneran tanpa kepastian data atau fakta,tetapi kebenaran tersebut dianggap kebenaran mutlak tanpa memedulikan argument dari orang lain.

f. Eksklusivisme

Eksklusivisme adalah sikap yang memandang bahwa pandangan atau ajaran yang paling benar hanyalah pandangan atau ajaran kelompok dan menganggap pandangan atau ajaran lainnya tidak benar.

b.)  Bentuk Konflik dalam Masyarakat

Soerjono Soekanto menyebutkan lima bentuk khusus konflik atau pertentangan yang terjadi dalam masyarakat. Berikut bentuk-bentuknya :

1. Konflik pribadi

Konflik pribadi dapat terjadi antara dua individu atau lebih karena perbedaan pandangan dan sebagainya. Konflik ini juga biasanya timbul akibat rasa tidak senang kepada orang lain.

2. Konflik rasial

Konflik rasial umumnya timbul karena perbedaan ras,seperti perbedaan ciri badan,kepentingan, dan kebudayaan. Contohnya : konflik rasial yang pernah terjadi antara orang kulit putih dan orang kulit hitam di Afrika Selatan.

3. Konflik antara kelas-kelas sosial

Konflik ini umumnya timbul karena terdapat perbedaan kepentingan. Misalnya, konflik karena adanya perbedaan kepentingan antara buruh dan pemilik perusahaan.

4. Konflik politik

Konflik politik terjadi karena adanya perbedaan kepentingan atau tujuan politis suatu individu/kelompok. Contohnya : konflik antarpartai politik dalam sebuah negara.

5. Konflik internasional

konflik internasional umumnya terjadi akibat perbedaan kepentingan yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan sebuah negara. Contohnya : konflik antarnegara mengenai suatu wilayah eksplorasi gas alam di daerah perbatasan.

c.) Akibat yang Ditimbulkan oleh Terjadinya Konflik

Terjadinya konflik dapat menimbulkan suatu hal, antara lain :

1. Perpecahan dalam masyarakat

Suatu masyarakat yang mengalami konflik sampai terjadi kekerasan fisik ataupun kerusakan harta benda akan sulit bersatu. Akibat yang ditimbulkan adalah masyrakat dapat terpecah.

2. Kerugian harta benda dan korban manusia

Konflik itu dapat dilanjutkan dengan kekerasan fisik. Oleh karena itu dapat terjadi kerusakan harta benda,kerusakan fasilitas umum,hingga terjadi luka fisik bahkan korban manusia.

3. Kehancuran nilai-nilai dan norma yang ada

Konflik yang terjadi pada suatu masyarakat dapat merusak bahkan menghancurkan nilai-nilai dan norma yang berlaku. Misalnya, setelah terjadi konflik, dapat saling tidak percaya,bahkan membenci satu sama lain.

4. Perubahan kepribadian

Ketika terjadinya konflik,masyarakat dapat mengalami trauma. Dapat terjadi perubahan sikap dalam anggota masyarakat seperti sikap kekhawatiran,ketakutan,dan kecurigaan.

5. Dominasi

Konflik yang terjadi pada suatu masyarakat dapat menciptakan pihak yang menang dan pihak yang kalah. Pihak yang menang dapat mendominasi bahkan menindas pihak yang kalah.

C. Upaya Menyelasaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Berikut merupakan upaya penyelasaian masalah tersebut :

1. Memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara yang terkait dengan keragaman dijamin dalam perundang-undangan antara lain sebagai berikut :

a. Pasal 28A UUD NRI Tahun 1945, yaitu : “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya”.

b. Pasal 28E UUD NRI Tahun 1945, yaitu : ayat (1) “Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadah menurut agamanya,memilih pendidikan dan pengajaran,memiliki tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya,serta berhak kembali”.

c. Pasal 28I UUD NRI Tahun 1945, yaitu : ayat (4) “Perlindungan,pemajuan,penegakan,dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara,terutama pemerintah.

d. Pasal 28J UUD NRI Tahun 1945, yaitu : ayat (1) “Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat,berbangsa,dan bernegara.

2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang-undangan. Hal ini tercantum dalam UUD NRI Tahun 1945 sebagai berikut :

a. Pasal 35 UUD NRI Tahun 1945, yaitu “Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih”.

b. Pasal 36 UUD NRI Tahun 1945, yaitu ‘Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia”.

3. Upaya represif yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat antara lain sebagai berikut :

a. Melakukan penangkapan atas pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam upaya aktif untuk melakukan perpecahan terkait keberagaman masyarakat.

b. Melakukan hukuman terhadap pihak-pihak yang secara hukum terbukti terlibat dalam upaya melakukan perpecahan terkait keberagaman masyarakat.

4. Mengembangkan upaya preventif untuk menyelasaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat antara lain sebagai berikut :

a. Selalu bersikap ramah,bersahabat dan berpikiran positif

b. Masalah perbedaan yang terjadi dipecahkan dengan bermusyawarah secara bijaksana

c. Antaranggota masyarakat dan antarkelompok dalam masyarakat melakukan kerja sama

d. Warga negara belajar berkomunikasi secara efektif dan berdiskusi mengenai perbedaan yang ada sehingga saling memahami

Selain daripada itu, yang paling penting adalah sikap untuk saling menghormati dan menghargai keberagaman yang sudah ada sebelum bangsa Indonesia merdeka.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started