Ringkasan PPKN Kelas 7 (Bab 4-6) Athalia 9A/4

Bab 4

  1. Bhinneka Tunggal Ika
  2. Pengertian Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika berasal dari buku sutasoma karya Empu Tantular seorang pujangga di Kerajaan Majapahit. Dalam buku tersebut lengkapnya adalah Bhinneka Tungal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang berarti ‘walaupun berbeda beda tetapi tetap satu jua adany karena tidak ada agam yang tujuannya berbeda’ . Bhinneak Tunggal Ika oleh para pendiri negara dijadikan sebagai semboyan negara, sebagaimana tertulis pada lambang negara Garuda Pancasila. Lambang negara Garuda Pancasila dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikanr pemaikannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950. Selanjutnya, lambang negara Garuda Pancasila diperkenalkan pada tanggal 17 Agustus 1950. Lambang negara Garuda Pancasila ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951. Semboyan bHinneka Tunggal Ika dijadikan semboyan negara. Ketentuan tersebut ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan , yang antara lain berisi hal-hal sebagai berikut.

  1. Seekor burung garuda yang berdiri tegak dengan sayap dikembangkan ke kiri dan ke kanan, melambangkan tenaga pencipta atau semangat membangun.
  2. Kepala burung yang menghadap kek kanan, melambangkan kemujuran dan keberuntungan.
  3. Burung garuda yang mampu terbang tinggi ke angkasa raya tanpa kawan, melambangkan cita-cit tinggi, keperkasaan, serta kedaulatan bangsa dan negara.
  4. Lukisan burung garuda yang selurunya bewarna kuning emas, melambangkan kebangunan.
  5. Kaki burung yang mencengkeram kukuh pita yang bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”, melambangkan kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang dicapai pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
  6. Seloka dilambangkan dengan bulu burung garuda pada tubuh dan sayapnya sebagai candra sangkala proklamasi, angka keramat bagi Indonesia, yaitu 17-8-19, yang merupakan tanggal, bulan, dan tahun Proklamasi Kmerdekaan Bangsa Indonesia. Gambaran terperinci dapat dilihat dari bulu sayap yang berjumlah 17 helai, bulu ekor 98 helai, di bawah perisai 19 helai, dan di leher 45 helai.
  • Makna Bhinneka Tunggal Ika

1. Bangsa Indonesia menyadari bahwa keanekaragaman, baik suku bangsa, agama, ras, antargolongan, sama sakali bukan unsur yang bisa bikin negara ini terpecah belah. Justru keberagaman ini adalah modal terbentuknya persatuan dan kesatuan Indonesia.

2.Bangsa Indonesia menyadari bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika, mendorong lahirnya persatuan dan kesatuan Indonesia yang semakin kokoh. Ini terjadi karena Bangsa Indonesia belajar dari pengalaman masa lalu. Saat perjuangan kemerdekaan Indonesia masih bersifat kedaerahan, Indonesia justru mudah dikuasai negara lain.

3. Bangsa Indonesia menyadari bahwa kita juga perlu mempertahankan keanekaragaman budaya, bahkan di tengah arus globalisasi. Semua budaya asing yang masuk ke Indonesia harus disaring terlebih dahulu.

4. Bangsa Indonesia menyadari bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah salah satu pilar penting untuk kokohnya kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain semboyan itu, UUD Negara RI tahun 1945, Pancasila dan NKRI juga adalah unsur yang memperkuat indonesia.

  • Arti Penting Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Interaksi dengan dua orang didasarkan pada dua kepentingan, yaitu kepentingan bagi diri sendiri dan bagi orang lain/umum.

  1. Pendorong lahirnya nasionalisme Indonesia

Lahirnya perautan dan kesatuan Indonesia di tengah kebergaman didasarkan atas berbagai perasaan sebagai bangsa yang tumbuh, yaitu :

  1. Kesatuan sejarah, bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam suatu proses sejarah.
  2. Kesatuan nasib, mengalami nasib yang sama karena pernah dijajah maka harus mencapai kebahagiaan bersama.
  3. Kesatuan kebudayaan, keberaman kebudayaan tumbuh menjadi suatu bentuk kebudayaan nasional.
  4. Kesatuan asas kerohanian, ide, cita-cita dan nilai-nilai kerohanian yang secara bersama-sama dan keseluruhan tersimpul dalam Pancasila.

Wujud nyata lahirnya persatuan Indonesia, yang berbeda-beda suku bangsa, adalah lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yaitu :

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3.  Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. 
  • Penyemangat untuk membangun Indonesia lebih maju

Setiap warga negara harus menerapkan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari – hari :

  1. Hidup saling menghargai
  2. Menumbuhkan kesadaran sikap untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika
  3. Menjaga persatuan bangsa dan negara Indonesia
  4. Meneruskan perjuangan para pendahulu
  5. Menghindari sikap-sikap negative
  6. Meningkatkan identitas dan kebanggaan sabgai bangsa Indonesia
  7. Meningkatkan nilai kegotongroyongan dan solidaritas.
  • Benteng persatuan bangsa dan negara Indonesia di Era Globalisasi

Semboyan negara Bhinneka Tungal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu juga, selamanya akan tetap relevan bagi kehidupan bernegara di Indonesia yang multicultural ini. Ketimpangan social, kesenjangan ekonomi, perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan jangan dijadikan pembeda. Globalisasi yang secara cepat dan masuk ke Indonesia harus dihadapi secara selektif dengan mengedepankan bahwa bangsa Indonesia adalah satu, ssatu bangsa, Bahasa, dan tanah air.

  • Keberagaman dalam masyarakat Indonesia
  • Hakikat keberagaman

NKRI terbentuk dari keberagaman dalam semua aspek kehidupan, baik kewilayahan, suku bangsa, agama, ras, golongan, dan gender. Kebergaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam bebagai bidang.

  • Keragaman di Indonesia
  • Kebergaman wilayah dan lingkungan

Dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut sehingga NKRI disebut sebagai negara bahari. Wilayah Indonsia dibagi menjadi 34 provinsi dan setiap provinsi terbagi menjadi kabupaten dan kota. Setiap wilayah memilki ciri topografis dan geografis tersendiri yang berpengaruh langsung terhadap kondisi lingkungan baik flora maupun fauna. Kondisi toporafis dan geografis ecara tidak langsung juga membentuk keberagaman warga negara atau penduduk yang mendiaminya dengan berbagai aspek kehidupannya.

  • Keberagaman suku bangsa dan budaya

Suku bangsa atau keolompok etnik adalah kesatuan hidup manusia yang mempunyai system interkasi, sitem norma yang mengatur inetraksi tersebut, adanya kontinuitas dan ras identitas yang mempersatukan semua anggotanya, serta memiliki sistemkepemimpinan tersendiri.Identitas atau ciri khas suatu suku bangsa atau kelompom etnik dapat dilihat dari berbagai aspek, yaitu :

  1. Tipe fisik
  2. Bahasa
  3. Adat istiadat
  4. Kesenian
  5. System kekrabatan, seperti patrilineal dan matrilineal
  6. Batas fisik lingkungan, misalnya Badui Dalam dan Badui Luar

Kebudayaan mempunyai 7 unsur yang bersifat universal, yaitu :

  1. Bahasa
  2. Sistem teknologi
  3. Sitem mata pencaharian
  4. Organisasi social atau system ekmasyarakatan
  5. System pengetahuan
  6. Religi atau kepercayaan
  7. Kesenian

Keberagaman budaya dipengaruhi oleh berbagai factor, antara lain :

  1. Lingkungan alam
  2. Kontak dengan budaya lain
  3. Keyakinan dan kepecayaan yang dimiliki
  • Keberagaman agama

Secara umum agama dibagi menjai dua, yaitu agama wahyu dan agama bumi. Agama wahyu adalah agama yang berasal dari Tuhan dan diberikan kepada manusia denga perantara seoarang Nabi. Agama yang diakui di Indonesia adalah Krsitren, Katolik, Islam, Buddha, Konghuchu. Toleransi umat beragam meliputi :

  1. Toleransi antar umat beragama yang berbeda ( toleransi ekstern)
  2. Toleransi antar umat beragama yang sama (toleransi intern)
  3. Toleransi umat beragama dengan pemerintah.
  • Keberagam ras

Kebragaman ras berarti keberagaman penduduk Indonesia yang disarkan pada warna kulit dan ciri lain yang bersifat fisik. Secara umum, ras manusia dapat dikelompokkan menjadi 5 macam, yaitu :

  1. Negroid, yang berkulit hita dan rambut keriting
  2. Mongoloid, yang berkulit kuning langsat, rambut kaku, dan berwarna sipit.
  3. Kaukasoid, yang berkulit putih, mata biru, dan rambut pirang
  4. Australoid, yang berkulit hitam (sawo matang)
  5. Khoisan (Afrika Selatan)

Kebergaman ras di Indonesia setidaknya dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu penduduk di Sumatra dan Jawa dengan ciri kulit sawo matang, penduduk di Kalimantan dan Sulawesi dengan ciri kulit kuning, serta penduduk di Malukudan Papua yang ciri kulitnya hitam dan rambut keiting pendek.

  • Kebergaman golongan

Beberapa factor yang digunakan untuk menggolongkan keberagaman adalah sebagai berikut :

  1. Secara administrasi kependudukan, digunakan pembagian tiga golongan, yaitu golongan suku bangsa asli yang berasal dari daerah di Indonesia. Golongan keturunan asing yang berasal dari daerah asal di luar Indonesia, dan golongan masyarakat terasing. Golongan terasing adalah kelompok asli dari daerah di Indonesia, namun dengan budaya yang sederhana dan biasanya masih tinggal di daerah terisolasi.
    1. Secara usia penduduk, dikenal golongan usia anak-anak, usia produktif, dan usia tua (tidak produktif).
    1. Secara ekonomi, dikenal golongan ekonomi lemah (miskin), ekonomi menengah, dan ekonomi kuat (kaya). Ada juga yang menggunakan istilah prasejahtera, sejahtera 1, dan sejahtera 2.
    1. Secara pendidikan, dikenal kelompok penduduk yang berpendidikan PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan perguruan tinggi.
    1. Secara politik, dikenal golongan berdasarkan partai atau afiliasi politik.
    1. Berdasarkan mata pencaharian atau profesi dikenal golongan nelayan, petani, pedagang, wiraswasta, PNS, TNI, Polri, politisi, guru, dokter, dan sebagainya.
  • Keberagaman gender

Gender merupakan sifat dan perilaku yang meelekat pada kaum laki-laki dan permpuan yang dikonstruksikan secara social dan kultural.

Perbedaan jenis kelamin dna gender :
Jenis kelamin :

  1. Tidak bias berubah
  2. Tidak bias dipertukarkan
  3. Berlaku sepanjang masa
  4. Berlaku dimana saja
  5. Berlaku bagi kelas dan warna kulit apa saja
  6. Ditentukan oleh Tuhan atau kodrat

Gender :

  1. Bisa berubah
  2. Bisa dipertukarkan
  3. Bergantung masa
  4. Bergantung budaya masing-masing
  5. Berbeda antara satu kelas dengan kelas lainnya
  6. Bukan kodrat Tuhan, melainkan buatan manusia

Peran gender dapat dibedakan menjadi peran reproduktif, produktif, dan kemyarakatan.

  1. Peran Reproduktif

Peran yang tidak menghasilkan uang. Peran gender yang dimiliki perempuan dalam mendidik anak, merawat dan mengelola kebersihan rumah merupakan konstrksi social dan kultural dalam masyarakat tertentu. Peran dalam perempuan tersebut dapat saja dipertukarkan karena bias saja laki-laki membersihkan rumah dna mendidik anak.

  • Peran Produktif

Kerja produktif didefinisikan sebagai tugas/aktivitas yang menghasilkan pendapatan sehnga mempunyai nilai actual dan potensial. Di dalam pembangunan, tujuan dari prinsip-prinsip gender (Untuk membedakan antara peran reproduktig dan produktif perempuan) adalah tepat guna menyoroti bentuk-bentuk kerja perempuan.

  • Peran kemasyarakatan

Pekerjaan kemsyarakatan didefiniskan sebagai pekerjaa yang dilakukan pada tingkat masyarakat, di seputar pengalokasian, penyedian dan mengatur bagian0bagian dari pekerjaan bersama.

Ketidakadilan gender adalah berbagai tindak ketidakadilan atau diskriminasi yang bersumber pada keyakinan gender.

Bentuk ketidakadilan gender yang selama ini diindetifikasikan di tengah-tengah masyarakat, dalam kehidupan berkeluarga, dan bernegara, antara lain sebagai berikut :

  1. Marjinalisasi atau pemiskinan adalah proses penyisihan yang mengakibatkan kemiskinan bagi permpuan
  2. Subordinasasi atau penomorduaan adalah sikap dan tindakan masyarakat yang menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah daripaa laki-laki
  3. Stereotip adalah pelabelan negative terhadap sikap dan perbuatan perempuan
  4. Violence atau kekerasan terhadap perempuan, baik fisik, seksual, dan psikologis
  5. Double burden atau bebean ganda adalah pembagian tugas dan tanggung jawab yang selalu memberatkan perempuan.

Ciri – ciri kebutuhan praktis gender adalah sebagai beikut :

  1. Merupakan kebutuhan langsung yang dapat dinikmati
  2. Disusun atau diformulasikan dari kondisi nyata yang diperukan laki laki dan permpuan untuk memenuhi tugas-tugasnya di keluarga dan masyarakat
  3. Dikembangkan berdasarkan peran reproduktif
  4. Tidak mempersoalkan posisi subordinasi permpuan di masyrakat
  5. Tidak memerlukan perubahan posisi perempuan
  6. Bersifat jangka pendek, mudah dilihat, tak berkelanjutan

Kebutuhan strategis gender adalah sebagai berikut :

  1. Upaya melarang pembagian kerja berdasarkan gender yang tidk adil
  2. Mengurangi kerawanan yang dialami perempuan dan anak-anak terhadap kejahatan, kekerasan dan eksploitasi
  3. Adanya kesamaan akses pada ekonomi, kemerdekaan, pilihan, dan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan
  4. Memberikan akses yang adil dalam pendidikan dan kredit
  5. Memberikan pilihan bebas dan hak atas reproduksi
  6. Membentuk organisasi dan jaringan perempuan agar lebih kuat sehingga timbul rasa solidaritas dan aktivitas
  7. Peningkatan partisipasi yang sama dalam berpolitik
  8. Peningkatan kemampuan perempuan untuk meningkatkan kehidupan mereka dan mewujudkan masa depan bagi anak-anaknya
  9. Menguatkan aturan untuk melawan kekerasan terhadap perempuan
  10. Kampanye memerangi pelabelan negative pada perempuan

Pengarusutamaan Gender (PUG), terutam dalam bidang pendidikan dapat didentifikasikan apakah laki-laki dan perempuan mempunyai hal-hal berikut :

  1. Akses yang sama kepada sumber daya pembangunan pendidikan
  2. Partisipasi yang samadalam proses pembangunan, pendidikan, terutama proses pengambilan keputusan
  3. Control yang smaa atas sumber daya pembangunan pendidikan
  4. Kesempatan memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan pendidikan
  • Faktor penyebab keberagaman bangsa Indonesia
    • Lingkungan fisik daerah
    • Keykainan/agama
    • Kehidupan social budaya di erbagai daerah
    • Factor sejarah
  • Arti Penting Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
  • Arti penting keberagaman

Dapat dilihat dari 2 sudut pandang, kebhinnekaan sebagai potensi dan tantangan

  • Keberagaman sebagai potensi menuju kejayaan
    • Pada era kebangkitan nasional terdapat perjuangan sifatnya nasional melalui organisasi modern yaitu Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo
    • Berkembang lahir kesadaran nasional yang diikrarkan dalam sumpah pemuda
  • Keberagaman sebagai tantangan bangsa
    • Upaya mempertahankan dan membangun negara Indonesia bukan hanya kerja keras pemerintah, melainkan keinginan bangsa yang berbhinneka tetap satu

Semangat menjaga keberagaman dalam masyarakat dalam masyarakat Indonesia

Semangat dan perilaku dalam kehidupan beragama yang beragam

  • Menghormati agama yang diyakini oleh orang lain
  • Melaksanakan ajaran agama secara baik

Semangat dan perilaku dalam keberagaman ras dan suku di Indonesia

  • Berperilaku baik kepada sesame tanpa memandang berbagai perbedaan

Semangat dan perilaku dalam keberagaman sosial budaya

  • Merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri
  • Mengetahui keberagaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia

Semangat dan perilaku dalam perbedaan jenis kelamin

  • Menghilangkan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin
  • Memberi kesempatan yang sama kepada laki-laki dan perempuan
  • Perilaku toleransi dalam masyarakat

Lingkungan keluarga,

Saling menghargai perbedaan di dalam keluarga

            Lingkungan sekolah, Melaksanakan piket tanpa melihat latar belakang masing-          masing

            Lingkungan masyarakat, mengadakan kerja bakti secara bersama-sama

            Kehidupan berbangsa dan negara, melaksanakan pembangunan tanpa membeda-bedakan wilayah

Bab 5

A.Makna Kerja Sama dalam Kehidupan Bermasyarakat

                Kerjasama berasal dari kata Inggris (Cooperation) yang dapat diartikan sebagai keuntungan bersama ; bertindak bersama ; bekerja bersama untuk mencapai tujuan ; bantuan aktif orang maupun kelompok , dan lain – lainnya. Kerjasama yang biasanya sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia ialah gotong royong.

Kerjasama yang dilakukan sehari – hari harus berdasarkan sebuah norma, yaitu :
1. Tidak melakukan kejahatan.

2. Bersifat meninggikan derajat dan martabat kemanusiaan.

3. Menghargai berbagai macam perbedaan golongan, suku, ras, budaya, dan lain – lain.

Faktor yang dapat mempengaruhi sebuah kerjasama, yaitu ;

  • Kondisi
  • Hubungan timbal balik
  • orientasi

Hubungan timbal balik dapat diartikan kedua belah pihak yang saling menguntungkan dan saling melengkapi.

Menurut H. Kusnadi, kerjasama yang baik dan membuahkan manfaat yang baik meliputi :

1. Mendorong persaingan dalam pencapaian tujuan.

2. Hubungan keduabelak yang harmonis dan damai.

3. Membuat pekerjaan menjadi efektif, efisien, dan produktif.

Manfaat kerjasama di lingkungan pribadi :

1. Diterima oleh orang lain.

2. Pekerjaan terasa lebih ringan.

3. Perasaan menjadi lebih bahagia karena tidak terbebani tugas.

                Dalam lingkungan sekolah, kita dapat mewujudkan kerjasama yaitu piket kelas. Ki Hajar Dewantara menyebutkan “Ing ngarso sung tulodo ing madya mangunkarso, dan tut wuri handayani”. Kata yang disebut oleh Ki Hajar Dewantar memiliki tujuan, yaitu yang didepan memberi teladan, yang ditengah memberikan semangat, dan yang di belakan memberi dorongan.

Manfaat kerjasama bagi Bangsa dan Negara, adalah :

  • Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Mempercepat kemajuan bangsa.
  • Mempercepat proses dan hasil pembangunan.

B. Bentuk – Bentuk Kerja Sama dalam Berbagai Bidang Kehidupan Masarakat

Kerja sama dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat dibedakan menjadi beberapa penjelasa, berikut contoh dan artinya :

  1. Kerukunan

Kerukunanberasal dari hati nurani dan mudah untuk goyah. Contoh dari kerjasama ini adalah gotong royong dan saling tolong menolong.

  • Bargaining

Bargaining adalah perjanjian mengenai barang maupun inidvidu dengan individu maupun kelompok dengan kelompok. Kerjasama ini menguntungkan kedua belah pihak (barter).

  • Kooptasi

Kooptasi  adalah proses penerminaan unsur yang baru dalam sebuah organisasi.

  • Koalisi

Koalisi adalah gabungan / kombinasi dua kelompok atau lebih yang memiliki tujuan yang sama. Contohnya dua / lebih partai politik mengajukan calon kepala daerah mereka.

  • Joint Venture

Joint Venture adalah kerjasama yang dilakukan individu atau kelompok untuk menyelesaikan suatu proyek secara bersama maupun diserahkan hanya pada satu pihak.

Kerjasama dapat dilakukan dimana saja, dalam bidang politik, dalam bidang ekonomi, dalam bidang sosial budaya, dan dalam kehidupan beragama.

  • Contoh dari bidang politik, berbagai partai politik memiliki tujuan untuk memajukan bangsanya dengan sama.
  • Contoh dari bidang ekonomi, bersama – sama mendirikan usaha besar/kecil kecilan. Contoh dari bidang sosial budaya, siskamling.
  • Contoh kerjasama dari bidang beragama, bersama – sama menciptakan suasana yang damai dan rukun dengan cara menghargai ajaran agama masing – masing.

Tujuan kerjasama antarnegara ialah :
a.) Meningkatan perekonomian antarnegara.

b.) Meningkatkan taraf hidup.

c.) Memperat persahabatan antarnegara

d.) Meningkatkan perdamaian dunia.

Hambatan dalam kerjasama antarnegara ialah :

a.) Ideologi negara berbeda.

b.) Konflik dan peperangan.

c.) Perbedaan kepentingan tiap masing – masing negara.

Kerjasama antarnegara dapat dibagi berbagi macam, yaitu :

  1. Kerjasama bilateral

Kerjasama yang melibatkan 2 negara, Misalnya kerjasama antara Indonesia dengan Singapore.

  • Kerjasama regional

Kerjasama yang terjalin antara beberapa  wilayah, seperti benua. Contoh kerja sama tersebut ialah ASEAN, APEC, dan NAFTA.

  • Kerjasama subregional

Kerjasama yang dilakukan oleh subkawasan, Misalnya Belgia, Belanda, dan Luksemburg. Selain itu Indonesia juga melakukan kerjasama subregional dengan Malaysia dan Filipina.

  • Kerjasama antarregional

Kerjasama yang dilakukan melibatkan beberapa negara dalam satu kawasan dan melibatkan beberapa. Misalnya negara Uni – European menjalin kerjasama bersama ASEAN.

  • Kerjasama multilateral

Kerjasama yang tidak memandang kawana/wilayah suatu negara. Kerjasama ini disebut juga kerjasama internasinal. Contoh dari kerjasama multilateral adalah PBB, WTO, WHO, UNESCO, dan lain – lain.

Bab 6

A.Makna Persatuan dan Kesatuan

 Persatuan artinya bersatunya sesuatu yang beranekaragam menjadi satu kesatuan yang utuh dan serasi

Prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan bangsa, yaitu :
1.  Bhinneka Tunggal Ika 
 2. Nasionalisme Indonesia
 3. Kebebasan yang bertanggung jawab
 4. Wawasan nusantara
 5. Persatuan pembangunan untuk mewujudkan cita-cita reformasi

Wujud nyata sikap persatuan dan kesatuan di dalam NKRI, yaitu :
1. Mempertahankan persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia
2. Meningkatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika
3. Mengembangkan semangat kekeluargaan
4. Menghindari penonjolan SARA

Manfaat persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia, yaitu :
1. Memperkuat jati diri NKRI
2.  Memperkuat pertahanan nasional dalam menghadapi segala ancaman dan gangguan dalam bernegara
3. Memudahkan mencapai tujuan nasional
4. Menciptakan suasana yang tenteram, aman dan damai

B. Makna Sejarah Berdirinya NKRI

  • Pengertian negara,

 negara adalah suatu organisasi manusia/kumpulan manusia yang berada di bawah naungan suatu pemerintahan yang sah

  • Pengertian bangsa,

bangsa adalah orang – orang yang memilki persamaan nasib, latar belakang sejarah, pengalaman dan perjuangan dalam mencapai hasrat untuk bersatu dalam mencapai cita-cita bersama

  • Pengertian tanah air,

tanah air adalah tempat di mana seseorang dilahirkan, memperoleh kehidupan, menjalankan hidup, dan akhirnya meniggal dunia

 Bentuk negara dibedakan menjadi 2 :

  1. Negara kesatuan
  2. Negara serikat

Bentuk pemerintahan negara dibedakan menjadi tiga yaitu :

  1. Otokrasi, adalah negara yang diperintah dengan kekuasaan tunggal (raja atau dictator)
  2. Oligarki, adalah negara yang dijalankan oleh kekuasaan tertinggi di tangan beberapa orang
  3. Republik, adalah negara yang dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat yang dilaksanakanan secara demokratis melalui pemilihan umum.

Fungsi sebuah negara didirikan :

1. Menegakkan keadilan

2. Mencapai kesejahteraan bersama

3. Menegakan keamanan dan ketertiban

4. Menjamin Hak Asasi Manusia

Fungsi negara, yaitu :
1. Fungsi keamanan dan ketertiban
2. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran
3. Fungsi keadilan 
4. Fungsi pertahanan

 Tujuan negara, yaitu :
1. Menjamin Hak dan kebebasan manusia
2. Mencapai perdamaian dunia
3. Mewujudkan keadilan sosial
4. Mencapai kesejahteraan bersama
5. Menciptakan kekuasaan negara secara demokratis

  •  Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan sejarah penting sehingga perlu diperingati melalui iringan upacara bendera. Teks Proklamasi Kemerdekaan yang disusun dalam mendesak karena hanya memiliki dua alinea, tetapi memiliki makna yang dalam untuk negara ini.

 Proklamasi kemerdekaan memilik makna, yaitu :
1. Batas akhir penjahan di Indonesia
2. Pernyataan kemerdekaan Indonesia
3. Sumber tertib hukum nasional
4. Tanda berdirinya NKRI
5. Alat hukum internasional untuk bangsa Indonesia dalam melakukan hubungan dan kerjasama internasional.

Tujuan NKRI sesuai pembukaan UUD NRI Tahun 1945 pada alinea keempat, yaitu :
a). Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
b). Memajukan kesejahteraan umum 
c). Mencerdaskan kehidupan bangsa
d). Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi.

C. Upaya Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan

Berbagai gangguan dan ancaman membuat rusaknya persatuan dan keutuhan NKRI, ancaman dan gangguan tersebut ialah :

  • Terorisme, sesutau yang dapat membuat kekacauan bagi semua masyarakat. Terorisme dapat muncul dari luar negeri, bahkan dalam negeri.
  • Agresi,  kegiatan yang dilakukan negara lain untuk merebut Bangsa Indonesia.
  • Gerakan separatisme, kegiatan yang ingin dilakukan masyarakat Indonesia tepecah belah.

Pertahanan negara adalah salah satu fungsi pemerintah negara untuk mempertahankan negaranya dari serangan – serangan yang tidak diinginkan.

 Komponen yang terlibat dalam pertahanan negara, yaitu yang utama ialah TNI, cadangan ialah sumber daya cadangan nasional, kemudian yang terakhir komponen pendukung, masyarakat Indonesia.

Dalam menjaga dan melindungi negara, kita harus melakukan pembelaan negara dengam cara berikut :

1. Mengutamakan kepentingan nasional dibanding daerah.

2. Menghormat kekanekaragaman yang ada

3. Bersama – sama memajukan daerah demi persatuan NKRI

4. Menciptakan ketertiban di sekitar masyarakat,

5. Menaati aturan hukum yang berlaku

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started