Bab 1: Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
1. Kedudukan dan fungsi Pancasila bagi Bangsa Indonesia
a. Pancasila sebagai dasar negara
b. Pancasila sebagai pandangan hidup
c. Pancasilla sebagai kepribadian bangsa
d. Pancasila sebagai perjanjian luhur rakyat Indonesia
e. Pancasila sebagai pemersatu bangsa
f. Pancasila sebagai ideologi bangsa
2. Hakikat Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dasar negara atau fisiologis negara adalah nilai-nilai filosofis dan luhur yang
menjadi dasar dan sumber hukum dalam penyelenggaraan negara. Dasar
negara meeurpakan pedoman bagi penyelenggara negara dan warga
negara dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.
3. Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Kedudukan Pancasila bagi Bangsa Indonesia
1. Pancasila sebagai pandangan hidup
2. pancasila sebagai dasar negara
3. Pancasila sebagai kepribadian bangsa
4. Pancasila sebagai perjanjian luhur rakyat Indonesia
5. Pancasila sebagai pemersatu bangsa
6. Pancasila sebagai ideologi bangsa
BAB 2
UUD 1945 sebagai sistem hukum
Negara hokum memiliki ciri-ciri :
-Adanya pembagian kekuasaan negara
-Adanya pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak kebebasan rakyat
Sejarah dari UUD NRI Tahun 1945
-Sidang BPUPKI ( 29 Mei – 1 Juni 1945 )
-Rapat panitia kecil ( 22 Juni 1945 )
-Sidang BPUPKI ke-2 ( 10 – 17 Juli 1945 )
-Sidang PPKI ( 18 Agustus 1945 )
dinamika UUD NRI Tahun 1945
sejak tanggal 27 Desember 1949, konstitusi negara Indonesia diganti dengan konstitusi RIS. Hal ini berlaku sampai tanggal 17 Agustus 1950 dan berganti lagi dengan UUDS 1950 sampai tanggal 5 Juli 1959. Pada pelaksanaannya, konstitusi RIS dan UUDS 1950 menimbulkan banyak persoalan dalam praktik ketatanegaraan di Indonesia. Presiden sukarno pada tanggal 5 Juli 1959 mengeluarkan dekret presiden
isi dari dekret presiden
-Menetapkan pembubaran konstituante
-Menetapkan bahwa UUD NRI Tahun 1945 berlaku kembali
-Pembentukan MPRS yang terdiri atas anggota DPR dan utusan daerah serta pembentukan DPAS
sifat UUD NRI Tahun 1945
-Tertulis, rumusannya jelas merupakan suatu hokum yang mengikat bagi pemerintah sebagai penyelengaraan negara dan setiap warga negara
-Singkat dan supel, memuat aturan-aturan pokok yang setiap kali harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman serta memuat hak-hak asasi manusia
-Normative, memuat norma-norma, aturan-aturan, serta ketentuan-ketentuan yang dapat dan harus dilaksanakan secara konstitusional
Hukum positif yang tertinggi, sebagai alat control terhadap norma-norma hokum positif yang lebih rendah dalam hierarkhi tertib system hokum di Indonesia
Bab 3
Peraturan perundang – undangan pada dasarnya adalah aturan hukum yang tertulis.
Ciri – ciri
-Dikeluarkan oleh pihak yang berwenang.
-Isinya mengikat secara umum untuk seluruh warga negara.
-Sifatnya abstrak dan ideal (normatif).
Asas peraturan perundang-undangan
-Kejelasan tujuan, setiap pembentukan peraturan perundang – undangan harus mempunyai tujuan yang jelas yang hendak dicapai.
-Kelembagaan, setiap jenis peraturan perundang – undangan harus dibuat oleh lembaga negara.
-Kesesuaian, harus memperhatikan materi muatan – muatan yang tepat sesuai dengan jenisnya.
-Dapat dilaksanakan, setiap pembentukan peraturan perundang – undangan harus memperhitungkan efektivitas peraturan.
-Kedayagunaan, setiap peraturan perundang – undangan dibuat karena memang dibuthkan.
-Kejelasan umum, setiap peraturan perundang – undangan harus memenuhi persyaratan penyusunan.
Tata urutan perundang-undangan
-UUD NRI Tahun 1945, MPR.
-Ketetapan MPR (TAP MPR), MPR.
-Undang – Undang (UU)
-Peraturan Pemerintah
-Peraturan Presiden
-Peraturan Provinsi (PERDA)
-Peraturan Daerah Kabupaten/Kota, DPRD Kabupaten/Kota persetujuan Bupati/Walikota.
Contoh sikap taat terhadap peraturan perundang – undangan :
tidak melakukan tindak kriminal seperti mencuri
tidak melakukan tawuran antar pelajan
Menjalankan tugas dan kewajiban sesuai aturan
Bab 4
Pengertian Kebangkitan Nasional
Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya rasa dan semangat persatuan, dan kesatuan, nasionalisme,dan untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kebangkitan nasional Indonesia dimulai tahun 1908, tepatnya pada tanggal 20 Mei 1908 dengan berdirinya organisasi Budi Utomo dan berakhir dengan Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945.
2. Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia
Masa kebangkitan nasional Indonesia merupakan kelanjutan dari Politik Etis atau Politik Balas Budi yang diterapkan Belanda. Berikut ini periodisasi masa kebangkitan nasional.
Periode 1900–1908
Pada periode ini muncul organisasi modern pertama yaitu Budi Utomo yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi tersebut lebih bersifat sosial yaitu mengusahakan perbaikan pendidikan dan pengajaran. Karena pada waktu itu ada peraturan dari pemerintah kolonial Belanda yang melarang berdirinya organisasi politik.
Periode 1908–1928
Setelah organisasi Budi Utomo, maka disusul berbagai organisasi modern yang lain. Tahun 1912, berdiri organisasi politik pertama, yaitu Indische Partij yang didirikan oleh dr Cipto Mangunkusumo, E.F.E Doewes Dekker, Suwardi Suryaningrat. Selain itu, pada tahun tersebut H. Samahudi mendirikan Sarekat Dagang Islam di Surakarta, KH Hasyim Asyari mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya.
Pada tahun 1924, dr Sutomo tidak puas dengan organisasi Budi Utomo mendirikan Indoesische Studieclub di Surabaya.Penyebabnya adalah rasa kebangsaan Jawa dari Budi Utomo sudah tidak relevan dengan perkembangan rasa kebangsaan yang menuju pada sifat nasional.
Pada tanggal 30 April – 2 Mei 1926 di Jakarta para pemuda melakukan pertemuan yang dikenal sebagai Kongres Pemuda I dipimpin oleh Mohammad Tabrani dan dihadiri tokoh-tokoh organisasi pemuda dari Jone. Java, Jong Sumateranend Bond, Jong Ambon, Jong Bataks Bond dan Pemuda Kaum Betawi.
Dari Kongres Pemuda I lahir kesepakatan untuk:
Mengakui dan menerima cita-cita persatuan Indonesia.
Menghilangkan pandangan adat dan kedaerahan yang kolot.
Kongres Pemuda I menginspirasi terbentuknya organisasi pemuda tunggal yang mewadahi semua organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan dengan terbentuknya Pemuda Indonesia dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia.
c. Periode 1928-1945
Kongres Pemuda II berlangsung di Jakarta tanggal 27–28 Oktober 1928.Jalannya kongres ini diwarnei ni i dari tokoh pemuda yang intinya menyuarakan terbentuknya persatuan Indonesia. Setelah kongres berlan selama dua hari akhirnya disepakati lahirnya Sumpah Pemuda.
Pada tahun 1928,organisasi Budi Utomo menambahkan suatu asas perjuangan, yaitu “ikut berusaha melaksanakan cita-cita bangsa Indonesia”. Organisasi Budi Utomo sedang berusaha memperluas ruang geraknya, tidak hanya menui- kehidupan harmonis bagi masyarakat Jawa dan Madura saja, namun lebih luas lagi bagi persatuan Indonesia.
Usaha ini diteruskan dengan mengadakan fusi dengan PBI (Persatuan Bangsa Indonesia) pimpinan dr Sutoma. Fusi ini terjadi pada tahun 1935, yang melahirkan Parindra (Partai Indonesia Raya).
d. Periode 1945–1948
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia mencapai puncaknya dengan Proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. Bangsa Indonesia telah merdeka dengan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbebas dari belenggu penjajah.
3. Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan
Kebangkitan nasional Indonesia tumbuh karena perlawanan lokal dan bersifat kedaerahan dapat dengan mudan diatasi oleh pemerintah kolonial Belanda. Kelemahan tersebut menumbuhkan pemikiran di kalangan terpelajar untuk mengubah strategi perjuangan. Perubahan itu diawali oleh organisasi Budi Utomo. Organisasi Budi Utomo berjuang mencapai kemerdekaan dengan strategi organisasi dan diplomasi.
Dengan adanya organisasi Budi Utomo, perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908 mengalami peruban sebagai berikut.
Perjuangan dilakukan dengan menggunakan organisasi dan diplomasi, bukan kekerasan senjata.
Para pemimpin berasal dari kaum intelektual.
Rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh.
Perjuangan secara serentak, tidak lagi bersifat kedaerahan.
B. Arti Penting Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan
Kebangkitan Nasional merupakan tahapan sejarah bangsa Indonesia yang memiliki arti sangat penting bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia.
1. Arti Penting Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan Kebangkitan Nasional mempunyai arti penting di antaranya sebagai berikut.
Mengubah perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi pergerakan nasional.
Mengubah perjuangan yang bersifat fisik dengan kekuatan senjata menjadi perjuangan bersifat organisasi dan diplomasi.
Mengubah perjuangan yang tergantung kharismatik seseorang menjadi perjuangan yang berdasarkan kesadaran bersama.
Mengubah perjuangan yang bersifat tunggal menjadi perjuangan yang multi aspek.
Menjadi tonggak pergerakan nasional menuju kemerdekaan Indonesia.
2. Arti Penting Kebangkitan Nasional bagi Bangsa Indonesia saat Ini
Sudah lebih dari 72 tahun bangsa Indonesia merdeka. Namun, sudahkah cita-cita luhur bangsa Indonesia n? Coba renungkan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Bangsa Indonesia dari era Orde baru sampai sekarang msih bergantung dengan utang luar negeri untuk melaksanakan pembangunan. Kekayaan sumber daya alam belum sepenuhnya dikelola secara mandiri. Berdasarkan kenyataan tersebut perlu ditanamkan kembali semangat kebangkitan Nasional. Kebangkitan nasional bukan semata-mata peristiwa sejarah perjuangan bangsa melainkan nilai-nilai dan semangat aktual bagi kelangsungan dan kemajuan bangsa Indonesia saat ini.
Nilai-nilai semangat kebangkitan Nasional memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia saat ini, antara lain sebagai berikut.
Membangkitkan rasa persatuan, nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia di tengah globalisasi.
Memotivasi untuk mencapai prestasi sebagai bangsa yang gemilang di tengah persaingan global.
Menumbuhkan budaya belajar dan bekerja keras demi kemajuan bangsa.
Menumbuhkan kesadaran sejarah untuk menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945.
C. Peran Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan
1. Tokoh-Tokoh Kebangkitan Nasional dan Perannya
Peran para tokoh
Wahidin Sudirohusodo : Wahidin Sudirohusodo merupakan pembangkit dan pemberi inspirasi berdirinya organisasi Budi Utomo
Sutomo : Sutomo merupakan ketua organisasi modern pertama di Indonesia yaitu organisasi Budi Utomo
Suwardi Suryaningrat Termasuk pendiri Indische Partij bersama Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker
Cipto Mangunkusumo Termasuk pendiri Indische Partij bersama Suwardi Mangunkusumo dan Douwes Dekker
Ernest Douwes Dekker Termasuk pendiri Indische Partij bersama Suwardi Mangunkusumo dan Cipto Mangunkusumo.
R T Tirtokusumo Menjabat sebagai bupati Karanganyar tahun 1908, termasuk pengurus inti Budi Utomo. Terpilih sebagai ketua dalam Kongres I Budi Utomo tanggal 3-5 Oktober 1908.
WR Supratman : WR Supratman banyak berjuang di bidang seni di antaranya menciptakan lagu kebangsaan pada tahun 1924. Lagu itu menjadi terkenal dan dinyanyikan pada penutupan kongres Pemuda II tahun 28 Oktober 1928 setelah Indonesia Raya resmi ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan.
2. Meneladani Tokoh-Tokoh Kebangkitan Nasional
Keteladanan dari tokoh-tokoh kebangkitan Nasional dapat diwujudkan dalam perilaku keseharian yaitu:
Belajar dan bekerja keras untuk kemajuan bangsa.
Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Rela berkorban untuk bangsa dan negara.
Bangga dengan milik bangsa sendiri.
Mengenang para pahlawan, misalnya dengan mengheningkan cipta
Bab 5
Latar Belakang Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda merupakan puncak kesadaran para pemuda sebagai
bagian dari bangsa setelah beratus-ratus tahun Indonesia bernasib
menjadi bangsa terjajah. Melihat kesengsaraan bangsa Indonesia yang
semakin parah, tak sedikit kalangan elit Belanda yang bersimpati. Di
antaranya adalah Douwes Dekker, Baron van Houvel, dan Mr. Theodore
van Deventer. Mereka adalah orang-orang yang mengemukakan politik
etis. Akibat politik ini, mulai muncul kalangan terpelajar di Indonesia. Ini
memicu mulainya masa kebangkitan nasional.
Lahirnya Sumpah Pemuda
Lahirnya kalangan terpelajar di Indonesia membuat Belanda resah.
Pada tanggal 30 April-2 Mei 1926 di Jakarta diadakan pertemuan yang
disebut Kongres Pemuda 1. Kongres Pemuda 1 membuat kesepakatan
untuk mengakui dan menerima cita-cita persatuan Indonesia serta
menghilangkan pandangan adat dan kedaerahan yang kolot. Setelah itu,
pada tanggal 27-28 Oktober 1928 diadakan Kongres Pemuda 2 di
Gedung Indonesisch Clubgebouw. Di pertemuan ini dibuatlah Sumpah
Pemuda yaitu:
Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang
satu, tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu,
bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia.
Selain ketiga sumpah tersebut, Kongres Pemuda 2 juga menunjukkan
kesatuan tanah air, bangsa, dan bahasa dalam bentuk lambang, yaitu
lambang warna (bendera merah putih), lambang suara (lagu Indonesia
Raya), dan lambang lukisan (lencana garuda terbang).
Makna Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda memiliki makna besar bagi bangsa Indonesia. Dengan
Sumpah Pemuda, hakikatnya bangsa Indonesia disadarkan bahwa kita
sebenarnya memiliki kesatuan tanah air, kesatuan bangsa, dan
kesatuan bahasa, yaitu bahasa Indonesia.
B. Arti Sumpah Pemuda bagi Perjuangan
Bangsa Indonesia
Sumpah Pemuda menumbuhkan persatuan dan kesatuan dalam
perjuangan mencapai kemerdekaan.
Sumpah Pemuda menumbuhkan pengakuan internasional
terhadap perjuangan bangsa Indonesia.
Sumpah Pemuda menumbuhkan semangat kekeluargaan dan
gotong royong dalam masyarakat yang beragam.
C. Nilai dan Semangat Sumpah Pemuda bagi
Bangsa dan Negara Indonesia
Arti Penting Semangat Sumpah Pemuda
Mempercepat terselaisakannya pekerjaan karena dilaksanakan
dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong.
Tercipta kehidupan masyarakat yang rukun dan damai karena
tidak melihat perbedaan, tetapi bekerja sama demi tujuan
bersama.
Tercipta persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.
Wujud Nyata Semangat dan Komitmen Sumpah Pemuda
dalam Masyarkat
Semangat dan komitmen Sumpah Pemuda dalam masyarakat beragam
dapat diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik keagamaan,
sosial budaya, politik, ekonomi, maupun pertahanan dan keamanan.
Bab 6
Pengertian Semangat dan Komitmen Kebangsaan Indonesia
Semangat merupakan daya dorong atau motivasi manusia untuk mewujudkan keinginannya. Komitmen merupakan janji pada diri sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam sikap dan perbuatan nyata. Jadi, semangat dan komitmen kebangsaan merupakan daya dorong dan motivasi yang berperan kuat dalam tahap perjuangan merebut, memproklamasikan, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang. Semangat kebangsaan identik dengan nasionalisme dan patriotisme. Nasionalisme adalah suatu paham yang menganggap bahwa kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi wajib diserahkan kepada negara kebangsaan. Sedangkan patriotisme berarti semangat cinta air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk mempertahankan bangsanya.
2. Sejarah Semangat dan Komitmen Kebangsaan Indonesia
Sebelum masa kebangkitan nasional (Sebelum 1908).
Masa kebangkitan nasional (1908-1928).
Masa Sumpah Pemuda (1928-1945).
Masa proklamasikan kemerdekaan (1945).
Masa mempertahankan dan mengisi kemerdekaan (1945-Sekarang).
3. Unsur-unsur Negara Indonesia
Dasar negara adalah Pancasila.
Konstitusi negara adalah UUD NRI Tahun 1945.
Lagu kebangsaan adalah Indonesia Raya.
Bendera negara adalah bendera Merah Putih.
Lambang negara adalah Garuda Pancasila.
Rakyat Indonesia.
Wilayah Indonesia.
Pemerintah yang sah dan berdaulat.
Pengakuan dari negara lain.
B. Arti Penting Semangat dan Komitmen Kebangsaan untuk Memperkuat NKRI
Menumbuhkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Mengukuhkan sikap kekeluargaan dan kegotongroyongan.
C. Kegiatan yang Mencerminkan Semangat dan Komitmen Kebangsaan untuk Memperkuat NKRI
Keteladanan.
Pewarisan.
Ketokohan.
Pendidikan dan pelatihan.
Pembangunan yang berwawasan kebangsaan.
