Bab 4 – Kegiatan nasional dalam perjuangan kemerdekaan
A. Makna Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan
1. Pengertian kebangkitan nasional
Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, nasionalisme dan keadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kebangkitan nasional Indonesia dimulai tahun 1908 lebih tepatnya 20 mei 1908 dengan berdirinya budi utomo dan berakhir dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
2. Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia
Selama 350 tahun Indonesia dijajah oleh Belanda. Penderitaan telah dialami oleh bangsa Indonesia secara fisik, sosial, ekonomi maupun aspek kehidupan yang lain. Penderitaan itu semakin jelas dengan adanya kerja rodi, yaitu masyarakat disuruh bekerja namun tidak diberikan gaji. Kerja rodi ini diterapkan oleh Belanda. Akibatnya kelaparan dan kematian.
Masa kebangkitan nasional Indonesia merupakan kelanjutan dari politik etis atau politik balas budi yang diterapkan Belanda, pada tahun 1899. Politik etis yaitu pemerintah kolonial memiliki tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi setelah dilakukannya politik kerja rodi. Isi politik etis adalah irigasi, emigrasi dan edukasi. Kebijakan tentang edukasi memberikan kesempatan kepada pribumi untuk memperoleh pendidikan sehingga menjadi lebih terpelajar.
a. periode tahun 1900-1908
Dalam penerapan politik etis terkandung di dalamnya usaha memajukan pengajaran dan pendidikan bagi generasi muda di Indonesia. Salah satu kendalanya yang dihadapi adalah terbatasnya anggaran dana. Hal ini menimbulakan keprihatinan dr.Wahidin Sudirohusodo sehingga pada tahun 1901 melalui majalah Retnodhoemilah,yang diterbitkan dengan bahasa jawa dan Melayu. Upaya itu dilakukan untuk mendirikan Studie Fonds atau Yayasan beasiswa dan melakukan kegiatan menghimpun dana dengan melakukan propaganda berkeliling di JAwa tahun 1906. Dokter Wahidin Sudirohusodo adalah pembangkit semangat organisasi Budi Utomo
Langkah dr.Wahidin Sudirohusodo perhatian seorang mahasiswa STOVIA bernama Sutomo. Jadi dr.Sutomo yang mendirikan organisasi Budi Utomo pada 20 mei 1908. Corak baru yang diperkenalkan Budi Utomo adalah kesadaran local yang dikembangkan dalam wadah organisasi modern dalam arti bahwa organisasi ini mempunyai pemimpin, ideology yang jelas, dan anggota.
Program utama dari Budi Utomo adalah mengusahakan perbaikan, pendidikan, dan pengajaran. Programnya lebih bersifat sosial karena saat itu belum dimungkinkan didirikannya organisasi politik. Saat itu pemerintah Hindia Belanda sedang melaksanakan program edukasi dari Politik Etis sehingga terdapat kesesuaian kedua program. Jangkauan pergerakannya organisasi Budi Utomo terbatas pada Jawa dan Madura. Oleh karena itu, Budi utomo dianggap sebagai organisasi yang bersifat kedaerahan, karena salah satu programnya berbunyi “de harmonische ontwikkeling van land en volk van Java en Madura” yang artinya kemajuan yang harmonis bagi pulau serta rakyat Jawa dan Madura.
Pada tanggal 3-5 Oktober 1908, Budi Utomo mengadakn kongres pertama di Yogyakarta. Kongres ini berhasil menetapkan tujuan organisasi yaitu kemajuan yan harmonis antara bangsa dan Negara, terutama kemajuan yang dalam memajukan pengajaran, peranian, peternakan dan dagang, teknik, industri serta kebudayaan. Ketua besar yang terpilih adalah R.T. Tirtokusumo, Bupati Karangnyar
b. Periode Tahun 1908-1928
Pada tahun 1912 berdiri partai politik pertama yaitu indische partij. Pada tahun itu juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDM) di Solo, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta, KH Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama di Surabaya, dan Dwijo Sewoyo dan yang lain mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang.
Pada tanggal 20 juli 1913, Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam komite Boemi Poetra, menulis artikel yang berjudul Als Ik Eens Nederlander Was yang berarti Seandainya Aku Orang Belanda, yang memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda meryakan 100 tahun kemerdekaan Belanda. Karena itulah dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka tetapi akhirnya mereka dibuang ke Belanda.
Pada tahun 1915 Budi Utomo ikut aktif “Inlandsche Militie” dan waktu Volksraad dibentuk, Budi Utomo juga tergabung dalam “Radicale Concentratic”. Hal ini berakibat terjadinya perpecahan antara golongan radikal dan moderat di Budi Utomo.
Pada tahun 1924, dr Sutomo tidak puas dengan Budi Utomo mendirikan Indonesische Studieclub di Surabaya. Penyebabnya adalah asas kebangsaan jawa dari budi utomo sudah tidak relevan dengan perkembangan rasa kebangsaan. Indonesische Studi Club pada perkembangannya menjadi Persatuan Bangsa Indonesia.
Pada tanggal 30 April-2 Mei di Jakarta para pemuda melakukan Kongre pemuda 1. Kongres pemuda 1 dipimpin oleh Mohammad Tabrani dan dihadiri tokoh-tokoh pemuda dari Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Jong Ambon, Jong Bataks Bond, dan Pemuda Kaum Betawi. Kongres pemuda 1 melahirkan kesadaran pemuda untuk membentuk badan yang membina organisasi pemuda yang bersifat nasional dan kebangsaan.
Organisasi pemuda yang mewadahi semua organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan dengan terbentuknya Pemuda Indonesia (PI) dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Organisasi pemuda yang dimotori oleh PPPI akhirnya membentuk Kongres Pemuda 2, ketuanya Sugondo Joyopuspito.
Pada tahun 1927, organisasi Budi Utomo masuk dalam PPPKI yang dipelopori oleh Ir. Sukarno. Meskipun demikian Budi Utomo tetap eksis dengan asas kooperatifnya.
c. Periode Tahun 1928-1945
Kongres pemuda 2, berlangsung di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928. Kongres pemuda 2 diselenggarkan oleh organisasi-organisasi pemuda Indonesia, yaitu jong java, Jong Sumatra, Pemuda Indonesia, sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, pemuda kaum Betawi, dan perhimpunan pelajar-Pelajar Indonesia. Kongres Pemuda 2 juga dihadiri oleh partai politik seperti PNI, PSI dan Budi Utomo.
Setelah berjalan 2 hari, dengan mempertimbangkan berbagai pandangan tokoh-tokoh pemuda, akhirnya Kongres pemuda 2 menyepakati bersama lahirnya Sumpah pemuda
Pada tahun 1928, organisasi Budi utomo menambahkan suatu asas perjuangan yaitu “ikut berusaha melaksanakan cita-cita Bangsa Indonesia”. Organisasi Budi Utomo sedang berusaha memperluas ruang geraknya, tidak hanya menuju kehidupan harmonis bagi Jawa dan Madura, tetapi lebih luas lagi, yakni bagi persatuan Indonesia.
Pada Tahun 1935 diadakan fusi dengan PBI yang dipimpin oleh dr.Sutomo ,melahirkan Parinda. Berakhirlah riwayat organisasi Budi utomo sebagai organisasi pergerakan pertama Indonesia.
d. Periode Tahun 1945-1948
sejarah perjuangan bangsa Indonesia mencapai puncaknya dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ternyata situasi awal kemerdekaan masih belum stabil karena rongrongan Belanda yang masih ingin menguasai Indonesia selain itu situasi di Indonesia alam.
3. Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan
Sejarah perjuangan Indonesia mencapai kemerdekaan berlangsung berabad-abad, namun selalu mudah dikalahkan oleh penjajah. Inilah beberapa kelemahan Indonesia sebelum kebangkitan Nasional:
- perlawanan secara bersifat kedaerahan dan tidak serentak.
- perlawanan dipimpin oleh pemimpin karismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan.
- perlawanan menggunakan kekerasan senjata
- para pejuang mudah diadu domba oleh penjajah dengan politiknya devide et impera (dipecah belah kemudia dikuasai)
Kelemahan-kelamahan tersebut menumbuhkan pemikiran di kalangan cerdik pandai untuk mengubah strategi perjuangan. Perubahan itu diawali oleh organsasi Budi Utomo.
Dengan adanya organisasi Budi Utomo, perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908 mengalami perubahan sehingga memiliki keunggulan, yaitu:
- perjuangan dilakukan dengan menggunakan organisasi dan diplomasi, bukan kekerasan senjata
- pura pemimpin berasal dari kaum intelektual terpelajar, bukan raja, sultan, atau bangsawan
- rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh
- perjuangan serentak, tidak lagi bersifat kedaerahan
B. Arti penting kebangkitan nasional dalam perjuangan kemerdekaan
1. Arti penting kebangkitan nasional dalam perjuangan kemerdekaan
a. Kebangkitan Nasional Mengubah Perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi pergerakan nasional
Kebangkitan nasional adalah tonggak sejarah bangsa Indonesia. Budi Utomo menjadi pendorong kebangkitan nasional Indonesia. Perjuangan kemerdekaan bukan lagi milik daerah-daerah tertentu, tetapi menjangkau seluruh daerah dengan kesadaran nasional
b. Kebangkitan Nasional mengubah perjuangan yang bersifat fisik dengan kekuatan senjata menjadi perjuangan bersifat organisasi dan diplomasi
Budi Utomo yang dipelopori oleh kalangan terpelajar mengubah cara perjuangan melalui organisasi dan diplomasi yang bersifat nasional sehingga lebih disadarkan pada aspek kecerdasan berpikir, tidak semata-semata fisik
c. Kebangkitan Nasional mengubah perjuangan yang tergantung kharismatik pemimpin menjadi perjuangan yang berdasarkan kesadaran bersama
Para pemuka organisasi tidak lagi bersifat kharismatik, tetapi sebatas sebagai coordinator atau motivator sehingga kebersamaan masyarakat bangsa tumbuh untuk mencapai kemerdekaan.
d. Kebangkitan Nasional Mengubah Perjuangan ang bersifat tunggal menjadi perjuangan yang Multiaspek
Pergerakan nasional bersifat multidimensional, baik bidang sosial, budaya, ekonomi, maupun politik. Akan tetapi yang paling menonjol adalah pergerakan nasional dalma bidang politik karena penjajah menggunakan politik dalam semua bidang.
e. Kebangkitan Nasional Menjadi Tonggak Pergerakan Nasional Menuju Kemerdekaan Indonesia
Kebangkitan nasional sebagai tonggak pergerakan nasional Indonesia yang memiliki arti sangat penting dalam mempercepat tercapainya kemerdekaan Indonesia karena hal-hal :
- bangkitnya rasa dan semngat persatuan, kesatuan dan rasionalisme serta kesadaran memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
- mencapai prestasi sebagai bangsa yang gemilang dalam perjuangan mengusir penjajah.
- menginspirasi seliruh rakyat Indonesia dalam mendukung perjuangan atas dasar semangat nasionalisme dan tanpa pamrih.
2. Arti penting kebangkitan nasional bagi Bangsa Indonesia saat ini
Kebangkitan nasional memiliki nilai dan makna yang penting dalam kehidupan Indonesia. Setelah proklamasi kemerdekaan, bangsa Indonesia menjadi merdeka dan berdaulat. Tanpa proklamasi Kemerdekaan tidak akan lahir NKRI yang berdasarkan pancasila dan UUD NRI tahun 1945
C. Peran Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan
1. Tokoh-Tokoh Kebangkitan nasional dan perannya
a. Dokter Wahidin Sudirohusodo (1852-1917)
Dokter Wahidin Sudirohusodo lahir 7 Januari 1852 di Yogyakarta dan meninggal di tanah kelahirannya tanggal 26 Mei 1917. Dokter Wahidin Sudirihusodo merupakan lulusan STOVIA. Pada tahun 1901 melalui majalah Retnodhoemilah yang di terbitkan dalam bahasa jawa dan melayu. Itu propaganda berkeliling di jawa pada tahun 1906. Dokter Wahidin Sudirohusodo adalah pembangkit dan pemberi inspirasi berdirinya budi utomo.
b. Dokter Sutomo (1888-1938)
Dokter Sutomo lahir di jawa timur, 30 juli 18 88 dan meninggal di Surabaya, 30 mei 1938. Dokter Sutomo merupakan ketua organisasi Budi Utomo. Budi utomo adalah organisasi modern pertama di Indonesia, didirikan tanggal 20 mei 1908.
c. Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) (1889-1959)
Suwardi Suryaningrat lahir tanggal 2 mei 1889 di Yogyakarta dan meninggal tanggal 26 April 1959. Pada tahun 1912 ia tergabung dalam Komite Boemi Poetera dan menulis artikel yang berjudul Als ik Eens Nederlander Was. Ia mendirikan Indische Partij pada tanggal 3 juli 1912 bersama dokter Cipto Mangunkusumo dan Ernest Douwes Dekker dan dikenal sebagai tiga serangkai. Ia juga mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa 3 juli. Ia juga pernah menjadi mentri pengajaran Indonesia pertama
d. Dokter cipto mangunsong (1886-1943)
Dokter Cipto Mangusong lahir 4 maret 1886 di jepara dan meninggal di Jakarta 8 Maret 1943.Ia pernah dihukum dan diasingkan ke Belanda. Dr Cipto Mangunsong ini dipulangkan ke Hindia Belanda karena sakit. Ia juga mendirikan indische partij tahun 1912.
e. Dokter Ernest Douwes Dekker (1879-1950)
Douwes Dekker lahir di Pasuruan Jawa Timur 8 Oktober 1879 dan meninggal di Bandung 28 Agustus 1950. Ia mendirikan Indische Partij. Ia juga penggagas nama nusantara sebagai ganti Hindia Belanda setelah mereka merdeka.
f. R.T Tirtokusumo
R.T Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ketua organisasi Budi Utomo yang dipilih melalui kongres 1 Budi utomo pada tanggal 3-5 Oktober 1908. Kongres ini berhasil menetpkan tujuan organisasi yaitu kemajuan yang harmonis, terutama dalam memajukan pengajaran ,pertanian, peternakan, dagang, teknik, industri serta kebudayaan.
g. W.R Supratman
Wage Rudolf Supratman lahir di Jatinegara, Jakarta tanggal 19 Maret 1903 dan meninggal 17 agustus 1938. Ia menciptakan lagu kebangsaan pada tahun 1924. Lagu tiu dinyanyikan pada penutupan kongres pemuda 2 tanggal 28 oktober.
2. Meneladani Tokoh-tokoh Kebangkitan Nasional
Sikap, semangat para pahlawannasional telah mengantar Indonesia seperti sekarang ini sehingga sudah kewajiban bangsa Indonesia untuk meneladaninya.
Keteladanan itu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari contohnya:
- belajar dan bekerja keras untuk kemajuan bangsa.
- menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
- rela berkorban untuk bangsa dan Negara.
- bangga dengan milik bangsa sendiri.
- mengenangnpara pahlawan, misalnya dengan mengheningkan cipta.
