Rangkuman PKN Bab 1 Kelly Valen Z. 9A/21
BAB 1
- PENERAPAN PANCASILA DARI MASA KE MASA
Masa 1945-1950
Masa awal kemrdekan Indonesia. Pada masa ini penerapan pancasila mendapat banyak tantangan.
Pemberontakan PKI
Pemberontak kan PKI pada tahun 1948 kota madiun di jawa timur dijadsikan basis pemberontakan. Pada 19 september 1948, musso memeproklamasikan beridirinya Negara Republik Soviet Indonesia untuk merebut kekuasaan dan mengganti dasar negara dengan komunisme. Pada tanggal 30 september kota madiun berhasil kembali di rebut dari PKI.
Pemberontokan DI/TII
Darul islam/tentara islam Indonesia berniat mendirikan negara dengan dasar islam. Pada tanggal 7 agustus 1949, kartosuwiryo memproklamasikan beridiri nya negara islma Indonesia. Amir fatah memproklamasikan berdirinya darul islam pada tanggal 23 agustus 1949
APRA
Angkatan perang ratu adil (apra) didirikan oleh Raymond westerling. Sebagian prajurit apra adalah tentara Hindia-Belanda. Indonesia menjadi negara serikat dengan negara pasundan salah satu bagian nya Apra berhasil menguasai sebagian kota bandung, namu berkat dukungan rakyat, operasi militer yang dijalankan tentara APRIS (angkatan perang republic Indonesia) berhasil menumpas pemberontakan APRA. Westerling kemudian melarikan diri ke luar negri.
Andi Azis
Pada tanggal 5 april 1950, terjadi pemberontakaqn yang dilakukan oleh kesatuan kesatuan bekas KNIL. Yang dipimpin oleh kapten Andi Azis. Ia adalah mantan perwira KNIL. Azis memberi tuntutan yaitu hanya pasukan pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas negara NIT (negara Indonesia timur). Dia sangat menentang pasukan APRIS dari tni dikirim ke Jawa. Pada bulan april ia menyerah teteapi pertempurang sengit tetap terjadi pada bulan Mei dan Agustus 1950.
Pemberontakan RMS
Republik Maluku selatan (RMS) dipimpin Dr. soumokil. RMS berdiri tanggal 25 april 1950. Awalnya pmerintah bersikap lunak dengan merundingkan masalah RMS secara damai namun ditolak.
Sejak awal tahun 1950 dorongan raykat agar RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan republic Indonesia makin menguat.presiden Soekarno mengumumkan piagam pernyataan terbentuknya negara kesatuan. Selain itu di waktu yg sama soekarno menandatangani UUDS yg dikenal dengan UUDS 1950. Dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan republic Indonesia.
Masa 1950-1959
Dasar negara saat itu pancasila, tetapi pemerintahan yang liberal saat itu lebih menekankan pada hak hak individual. Pemilihan umu pertama Indonesia, yaitu pada 29 september 1955,.
Pemberontakkan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Aceh
Pada april 1950, ibnu hajar dan pasukan nya melakukan pengacauan di Kalimantan selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII. Pemberontakkan DI/TII di pimpin oleh Abdul Kahar Muzakkar. Pada agustus 1953, Kahar Muzakkar menyatakan Sulawesi Selatan merupakan bagain dari Negara islam Indonesia pimpinan Kartosuwiryo.
Pemberontakkan PPRI
Pemerintah revolusioner republic Indonesia (PPRI) didirikan di Sumatra. Pada tanggal 15 februari 1958, Ahmad Husein meproklamasikan beridirnya PPRI.
Pemberontakan permesta
17 februari 1958, permesta memutus hubungan dengan pemerintah RI. Saat pertemuan tersebut, terlontarlah pernyataan dari Mayor D. Jus Somba bahwa permesta di Sulawesi Utara dan tengah mendukung PPRI seutuhnya.
Masa 1959-1966
Sebagian pihak menyebut masa 1959-1966 sebagai periode demokrasi terpimpin. Pada masa ini demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat. Terjadi penyimpangan pada penafsiran terhadap pancasila di masa ini. Antara lain sebagai berikut
a. diangkatnya presiden soekarno sebagai presiden seumur hidup
b. pembubaran DPR hasil pemilu1955 oleh presiden melalui penetapan presiden.
c. anggota dewan perwakilan rakyat gotong royong (DPR-GR) tidak dipilih oleh rakyat tetapi langsung diangkat oleh presiden. Anggota anggota dewan perwakilan rakyat gotong royong, termasuk ketua dan wakil ketua, diangkat dan diberhentikan oleh presiden.
d. pelaksanaan politik konfrontasi. Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia yg dianggap Negara boneka inggris. Pada 3 mei 1964, Indonesia kemudian keluar dari PBB pada 7 Januari 1965
e. adanya percobaan pergabungan atau pencampuran nasionalis, agama, dan komunisme (nasakom) tetapi ternyata tidak cocok untuk NKRI
pada masa ini, terjadi pemberontakan PKI atau G30S/PKI pada tanggal 30 september 1965. PKI berusaha merebut kekuasaan disertai pembunuhan enam orang perwira tinggi dan seorang ajudan jendral A.H Nasution. Pemberontakan G30S/PKI dilakukan antara lain untuk mengganti pnacasila sebagai dasar Negara Indonesia. Tanggal 30 september di peringati sebagai hari peringatan G30S/PKI dan 1 oktober hari kesaktian pancasila
Masa 1966-1998
Pada 12 januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan. Demonstrasi tersebut dikenal sebagai tiga tuntutan hati nurani rakyat (tritura) isi tritura sebagai berikut
a. bubarkan PKI beserta ormas ormasnya
b. bubarkan cabinet dwikora dari unsur PKI
c. turunkan harga
mahasiswa dan rakyat yang turut serta dalam demonstrasi itu antara lain KESATUAN AKSI PELAJAR INDONESIA (KAPI), KESATUAN AKSI MAHASISWA INDONESIA (KAMI), KESATUAN AKSI PEMUDA PELAJAR INDONESIA (KAPPI), KESATUAN AKSI BURH INDONESIA (KABI), KESATUAN AKSI SARJANA INDONESIA (KASI), KESATUAN AKSI WANITA INDOONESIA (KAWI), KESATUAN AKSI GURU INDONESIA (KAGI).
Presiden soekarno mengeluarkan surat pemerintah sebelas maret (supersemar) pada 11 maret 1966. Isi surat itu meminta Letnan Jenderal Soeharto selaku panglima komando operasi keamanan dan ketertiban (PANGKOPKAMTIB) untuk mengendalikan keamanan dan ketertiban Negara. Masa 1966 hingga 1988 disebut masa orde baru. Pemahaman pancasila disusun dalam konsep P4 (pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila) atau ekaprasetia pancakarsa. Hal yang di anggap tidak sesuai dengan jiwa pancasila pada masa orde baru, sebagai berikut ;
a. kebebasan pers dianggap terbatas, terdapat sejumlah penghentian penerbitan media massa
b. pemerintah cenderung sentralistik
c. demokrasi cenderung dibelakang, hanya ada 3 partai yang boleh ikut pemilihan umum sejak pemilu 1977 hingga pemilu 1977
d. diduga terdapat kolusi, korupsi, nepotisme (KKN) sehingga menjadi salah satu penyebab kemunduran ekonomi Indonesia.
Masa 1998-sekarang
Masa tahun 1998-sekarang ini disebut sebagai masa reformasi. Kemunduran ekonomi Indonesia membuat mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi menuntut turunnya presiden soeharto. Pada tangga 21 mei 1998, presiden soeharto akhirnya menyatakan mundur dan di ganti oleh presiden B. J. Habibie.
Jika pemilihan umum 1977-1997 hanya di ikuti 3 partai, pemilihan umum tahun 1999 diikuti oleh 48 partai. Pada masa reformasi, juga dilakukan perubahan (amandemen) UUD NRI 1945 yang bertujuan menyempurnakan aturan dasar Negara. Salah satu perubahan adalah pembatasan masa jabatan presiden. Bila sebelum nya pasal 7 UUD NRI tahun 1945 menyatakan “Presiden dan wakil presiden memegang jabatan nya selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat di pilih kembali.” Sekarang telah diubah menjadi “Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama 5 tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan” Pada tahun 2004, pemilihan presiden dan wakil presiden untuk periode 2004-2009 dilakukan secara umum dan
langsung. Meskipun terjadi berbagai perubahan dalam masa reformasi, masih ada sejumlah permasalahan yang terjadi. Sebagian pihak melihat menguatnya semangat primordialisme di Indonesia. Sepantasnya, masyarakat Indonesia kembali menerapkan semboyan bangsa Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika ‘berbeda beda tetap satu’
- NILAI NILAI PANCASILA SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN
Pengertian nilai
Nilai berasal dari kata latin, valere yang berarti ‘kuat, baik, berharga’. Notonagoro membagi nilai menjadi 3 macam yaitu
a. nilai material, sesuatu yang berguna bagi manusia
b. nilia vital, sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas
c. nilai kerohanian, segala sesuatu yang berguna bagi rohani. Dapat dibedakan menjadi 4 yaitu
1) nilai kebenaran, niali ini bersumber pada akal manusia (rasio, budi, dan cipta)
2) nilai keindahan atau nilai estetis, nilai ini bersumber pada pada unsur perasaan manusia
3) nilai kebaikam atau nillai moral, nilai ini bersumber pada unsur kehendak manusia
4) nilai religius, nilai ini merupkan nilai rohani tertinggi. Nilai religius bersumber pada kepercayaan atau ke yakinan manusia
Hakikat ideologi terbuka
Ideology berasal dari kata idea yang berarti ‘gagasan, konsep, pengertian dasar, cita cita’ adapun logos yang berarti ‘ilmu’. Ideology berarti ilmu pengertian pengertian dasar. Terdapat beberapa pengertian mengenai ideology anatara lain
a. menurut Horton dan Hunt, ideology merupakan suatu system gagasan yang menyetujui seperangkat norma
b. menurut W. Newman, ideology merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan atau menganalisasikan tatanan social, struktur kekuasaan atau cara hidup dilihat dari segi tujuan
c. menurut Mubyarto, ideology adalah sejumlah doktrin, kepercayaan, dan symbol symbol kelompok masyrakat atau suatu bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman kerja atau perjuangan untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa.
Fungsi Ideologi Terbuka
Fungsi iedologi yaitu sebagai berikut
a. menjadi pedoman bagi individu, masyarakat, atau bangsa untuk berpikir, melangkah, dan bertindak
b. menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi bagi individu, masyarakat, dan bangsa untuk mencapai tujuan
c. menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan
Perbedaan Ideologi Terbuka dan ideology tertutup
| Terbuka | Tertutup |
| Nilai dan cita citanya tidak dipaksakan dari luarNilai nilai dan cita cita digali dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat sendiriHasil musyawarah dan consensus masyarakatMilik seluruh rakyat, sehingga dapat sekaligus sebagai kepribadian rakyatIsinya tidak operasional menjadi oprasional bila di wujudkan dalam konstitusiBersifat dinamis dan reformis | Bukan merupakan cita cita yang sudah hidup dalam masyarakatMerupakan cita cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan memperbarui masyarakatDibenarkan atas nama ideology bahwa masyarakat harus berkorbanKepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kakuBukan berupa nilai nilai dan cita cta Terdiri atas tuntutan konkret dan oprasional yang diajukan secara mutlakAdanya ketaatan yang mutlak, bahkan terkadang bahkan menggunakan kekuatan dan kekuasaan |
KEDUDUKAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
Pancasila adalah ideology yang bersifat terbuka. Dengan demikian, pancasila bersifat actual, dinamis, antisipasif dan senantiasa mampu mnyesuaikan dengan perkembangan zaman, pengetahuan, dan tekonologi, serta dinamika perkebangan aspirasi masyarakat. Menurut Hamdayana
a. nilai dasar, asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar atau tidak perlu dipertanyakan lagi
b. nilai instrumental, nilai yang berbentuuk norma social, dan norma hukum
c. nilai praksis, nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan. adapun sebagai ideology terbuka, secara structural, pancasila memiliki dimensi idealism, normative, dan realistis
a. dimensi idealism dalam pancasila, nilai nilai dasar yang terkandung dalam pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh, dan keadilan
b. dimensi normative dalam pancasila, penjabaran nilai nilai yang terkandung dalam pancasila dalam suatu system norma kenegaraan yang lebih operasional
c. dimensi realitas dalam pancasila maksudnya suatu iedologi harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Pancasila harus mampu dijabarkan dalam kehidupan sehari hari maupun dalam penyelenggraan Negara.
* PERWUJUDAN NILAI NILAI PANCASILA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN
BIDANG POLITIK
Perwujudan pancasila dalam bidang politik dapat dilihat dari beberapa hal, seperti lembaga Negara, hukum dan system demokrasi Indonesia
a. lembaga Negara. Indonesia memiliki lembaga negaraseperti DPR, MPR, MA, MK, KY, BPK. DPD merupakan langkah untuk mengakomodasi kepentingan daerah di tingkat nasional
b. hukum. Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada system hukum nasional yang berdasarkan pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum, semua peraturan atau perundang undangan yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan nilai nilai pancasila
c. system demokrasi. Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada demokrasi pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat
BIDANG EKONOMI
DITEGASKAN PADA PASAL 33 UUD NRI TAHUN 1945 sebagai berikut
a. perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
b. cabang cabang produksi yang penting baginegara
c. bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalam nya bdikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar besar kemakmuran rakyat
d. perekonomian nasional di selenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimabngan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
BIDANG SOSIAL BUDAYA
a. menghargai keragaman budaya Indonesia
b. pelestarian keragaman budaya Indonesia
c. menjaga agar nilai nilai ekslusivitas dan kedaerahan yg sempit tidak berkembang
BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN
UUD NRI Tahun 1945 pasal 27 ayat (3) menyatakan bahwa setiap warga nnegara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara
UUD NRI Tahun 1945 pasal 30 ayat (1)
Menyatakan bahwa tiap tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara
Martin JN.
Bab 1
A. Penerapan Pancasila dari Masa Kemasa
1945-1950
Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, penerapan pancasila di Indonesia mendapat banyak tantangan dari berbagai pihak. Ada banyak pemberontakan yang terjadi seperti :
- Pemberontakan PKI, PKI memberontak pada tahun 1948 di kota Madiun, Jawa Timur pada tahun 1948. Musso memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. Tujuan Musso adalah merbut kekuasaan dan mengganti dasar Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dengan komunisme. Tetapi pemerintah Indonesia tidak tinggal diam, ia melakukan pengepungan terhadap Musso yang akhirnya tewas karena ditembak TNI pada tanggal 31 Oktober 1948.
- Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah, mereka berniat mendirikan Negara dengan dasar Islam. Pada 7 Agustus 1949, Kartuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) di Jawa Barat, Jawa Tengah, pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII di kedua wilayah ini.
- APRA, Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) dIdirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajurit APRA adalah prajurit KNIL (Koninklijke Nerderlands-Indische Leger) atau Tentara Hindia Belanda. Setelah Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Indonesia menjadi Negara serikat dengan Negara Pasundan salah satu bagiannya. Namun, dorongan masyrakat untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Negara Negara bagian terus menguat. Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri, pada 23 Januari 1950.
- Andi Azis, terjadi pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh kapten Andi Azis. Ia adalah mantan perwira KNIL. Andi Azis memberikan sebuah tuntutan, yaitu hanya pasukan pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT (Negara Indonesia Timur.
- Pemberontakan RMS, Republik Maluku Selatan (RMS) dipimpin oleh Dr.Soumokil, mantan Jaksa Agung di Nusa Tenggara Timur. RMS berdiri pada 25 April 1950.Dalam pemberontakan ini, ada gerakan separatis yang mengakibatkan ingin membuat Negara sendiri. Awalnya pemerintah mengajak untuk merundingkan masalah tetapi rencana ini ditolak. Akhirnya pemerintah mengirim ekspedisi dan dan pemberontakan dapat dipadamkan.
1950-1959
Setelah bubarnya Republik Indonesia Serikat, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi. Berdasarkan UUDS 1950, bentuk Negara Indonesia adalah Negara kesatuan. Pada tanggal 1956 Lembaga Konstituante ditugaskan untuk menyusun konstitusi baru pengganti UUDS 1950 tetapi hingga tahun 1959, tugasnya belum terselaikan dan akhirnya pada epriode ini persatuan Indonesia juga mendapat tantangan berat. Pemberontakan yang terjadi antara lain :
- Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh, Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pengacauan di Kalminatan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII.Pada tahun 1953, Kahar Muzakkar menyatakan Sulawesi Selatan merupakan bagian dari Negara Islam pimpinan Kartosuwiryo.Dan akhirnya pemerintah langsung mengirimkan tentaranya.
- Pemberontakn PRRI, Pemerintah Revoulioner Indonesia (PRRI) didirikan di Sumatra. Pada tnggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRRI. Untuk memadamkan pemberontakan, pemerintah melakukan sejumlah operasi militer.
- Pemberontakan Permesta, Di Universitas Permesta, pada 17 Februari 1958, diadakan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik, gubernur militer Sulawesi Utara dan Tengah, para cendikiawan, dan Mayor D, Jus Jomba.Permesta memutus hubungan dengan pemrintah RI.
1959-1966
Pada masa ini, kekuasaan bukan lagi ada pada tangan rakyat, tetapi ada pada tangan Presiden. Adanya banyak salah penafsiran yang mengakibatkan sebgai berikut :
- Presiden Soekarno diangkat menjadi presiden sumur hidup
- Pembubaran DPR sesuai penpres no.3 tentang Pembaharuan Susunan Dewan Perwakilan Rakyat yang ditetapkan pada tanggal 5 Maret 1960.
- Anggota Dewan Perwakilan rakyat Gotong Royong tidak dipilh rakyat, tetapi sebagian besar dipilih dan diagnkat oleh presiden.
- Pelaksanaan politik konfrontasi. Pada tanggal 3 Mei 1964, Presiden Soekarno memberi komando pengganyangan Malaysia (Dwikora).
- Adanya percobaan penggabungan atau pencampuran nasionlis, agama, dan komunisme (Nasakom), tetaqpi ternyata tidak cocok untuk NKRI.
Pada masa ini terjadi peristiwa pemberontakan PKI atau G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965. PKI berusaha merebut kekuasaan disertai pembunuhan enam perwira tinggi dan seorang ajudan Jenderal A.H. Nasution, yaitu sebagai berikut :
- Jenderal Ahmad Yani
- Letjen M.T. Haryono
- Letjen Soeprapto
- Letjen Parman
- Mayjen D.I. Panjaitan
- Mayjen Soetojo Siswomihardjo
- Letnan Satu Pierre A. Tenden
Pemberontakan ini dilakukan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia.
1966-1998
Pada 12 Januari 1966, terjadi
demonstrasi mahasiswa dan rakyat menyampaikan beberapa tuntutan. Selanjutnya,
demonstrasi tersebut dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat
(Tritura). Adapun isi Tritura adalah sebagai berikut :
– Bubarkan PKI beserta
ormas ormasnya
– Bubarkan kabinet
Dwikora dari unsur unsur PKI
– Turunkan harga
Situasi yang makin tidak menentu membuat Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966. Isi surat itu meminta Letnan Jederal Soeharto selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban untuk mengendalikan keamnan dan ketertiban negara. Orde Baru awalnya memberi angin segar pada pengamalan Pancasila. Namun terdapat kebijakan kebijakan yang dikeluarkan kemudian yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila pada masa Orde Baru antara lain adalah sebagai berikut :
- Kebebasan pers dianggap terbatas
- Pemerintahan cenderung sentralistik
- Demokrasi cenderung dikekang
- Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
1998 – Sekarang
Masa tahun 1998 hingga sekarang ini disebut sebagai masa reformasi. Pada awal masa ini, kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap Pancasila membuat mahasiswa dan masyrakat melakukan demonstrasi menuntut turunyya Presiden Soeharto. Gerakan ini deisbut gerakan reformasi. Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto akhirnya menyatakan mundur sebagai presiden RI dan rigantikan oleh wakilnya BJ.HABIBIE.
Pergantain pemimpin membuat harapan rakyat atas hal tersebut menguat. Selain itu, hak rakyat untuk mendirikan partai politik baru diberikan. Hasilnya parta partai baru pun bermunculan. Jik apemilihan umum 1977-1997 hanya diikuti tiga partai, pemilihan umum tahun 1999 diikuti 48 partai. Pada masa reformasi ini, juga dilakukan perubahan ( amandemen). Meskipun telah terjadi berbagai perubahan dalam masa reformasi, masih ada sejumlah permasalahan yang terjadi. Sebagian pihak melihat menguatnya semangat primordialisme di Indonesia. Sebagian masyarakat cenderung memntingkan suku, daerah atau agama. Sebaiknya hal ini tidak terjadi, masyarakat Indonesia harus tetap membiasakan semboyannya yaitu Bhinneka tunggal Ika dalam kehidupan sehari hari.
B Nilai Nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman
Pengertian Nilai
Nilai berasala dari kata Latin, valere yang berarti kuat, baik, berharga. Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
- Nilai material, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia.
- Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas.
- Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani. Nilai kerohanian ini dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu kebenaran, keindahan, kebaikan, religius.
Hakikat Ideologi Terbuka
Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan konsep, pengertian dasar, cita cita adapun logos berarti ilmu. Secara harfiah, iedologi berarti ilmu pengertian perngertian dasar. Ideologi memiliki beberapa fungsi adalah sebagai beroikut :
- Menjadi pedoman bagi individu
- Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi bagi individu
- Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan.
Ideologi dapat dibagi menjadi dua yaitu iedologi terbuka dan ideologi tertutup.
Ciri ideologi terbuka adalah :
- Nilai dan cita citanya tidak dipaksakan dari luar
- Nilai nilai dan cita cita digali dari kekayaan rohani
- Hasil musyarawah dan konsensus masyarakat.
- Milik seluruh rakyat, sehingga dapat sekaligus sebagai kepribadian masyarkat
- Isinya yang tidak operasional menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi
- Bersifat dinamis dan reformis
Ciri ideologi tertutup :
- Bukan merupakan cita cita yang sudah hidup dalam masyarakt
- Merupakan cita cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan memperbarui masyarkat
- Dibenarkan atas nama ideologi bahwa masyarakat harus berkorban
- Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku
- Terdiri atas tuntuan konkret
- Adanya ketaatan yang mutlak
Kedudukan Pancasila sebgai Ideologi terbuka
Pancasila merupakan ideologi yang bersifat terbuka. Dengan demikian, Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuikan dengan perkembangan zaman, pengetahuan, dan teknologi, serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Nilai nilai yang terkandung dalam Pancasasila sebagai ideologi terbuka adlah nilai dasar, instrumental , dll. Menurut Hamdayana, dkk, nilai dalam Pancasila adalah nilai dasar, nila instrumental, dan nilai praksis. Adapun penjelasannya sebagai berikut :
- Nilai dasar, yaitu asas asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar atau tidak perlu dipertanykan lagi. Nilai nilai dasar dari Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan kesetiaan.
- Nilai isntrumental yaitu nilai yyang berbentuk norma sosial
- Nilai preksis, yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan.
Adapun sebagai ideologi terbuka, penjelasannya sebagai berikut :
- Dimensi idealisme dalam Pancasila adalah nilai nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila.
- Dimensi normatif dalam Pancasila adalah penjabaran nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam suatu sistem norma kenegaraan yang lebih operasional.
- Dimensi realitas dalam Pancasila maksusnya suatu ideologi harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.
Perwujudan Nilai Nilai pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan
Perwujudan Nilai Nilai pancasila di Bidang Politik :
- Lembaga Negara, perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada perkembangan kebutuhan masyarkat dan negara mengenai lembaga negara. Indonesia memiliki lembaga negara, seperti Majelis Permusywaratan Rakyat (MPR), DPR, Presiden, MK, DLL.
- Hukum, Perwujudan nilai Pancasila dpat dilihat pada sistem hukum nasional yang berdasarkan Pancasila sebagai sumber dari segala seumber hukum
- Sistem demokrasi, Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada demokrasi Pancasila yang mengutamkan musywarah mufakat. Musywarah dapat diartikan sebagai upaya bersama untuk mencari pemecahan suatu masalah. Adapun mufakat dapat diartikan sebagai kesepakatan yang dihasilkan oleh berbagai pihak yang terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam proses pemecahan masalah.
Perwujudan Nilai Nilai Pancasila di Bidang Ekonomi :
- Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
- Cabang cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
- Bumi, air, dan kekayaan laam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besar kemakmuran rakyat
- Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengna prinsip keadilan, kebersamaan efisiensi, dll.
Perwujudan Nilai Nilai pancasila di Bidang Sosial Budaya :
- Mengahrgai kergaman budaya Indonesia
- Pelestarian kergaman budaya Indonesia
- Mengembangkan nilai nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai nilai feodalisme
- Menjaga agar nilai nilai eklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidka berkembang
- Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat meuju modernisasi yang dijiwai Pancasila
Perwujudan Nilai Nilai pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan :
Perwujudan nilai nilai Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan terlihat antara lain pada UUD NRI tahun 1945.
Jesselyn Manuela Tugas PKN 9A/18
BAB 1. Penerapan Pancasila dari masa ke masa
Masa 1945-1950
Pada masa ini penerapan Pancasila mendapat tentangan dari banyak pihak dan dari pihak Belanda pun masih belum menyerah untuk menguasai Indonesia, adapun pemberontakan yang dilakukan dari berbagai pihak dari dalam maupun luar. Sebagai contoh :
- Pemberontakan PKI ( Partai Komunis Indonesia )
Pemberontakan ini dilakukan 2 kali, yang pertama berhasil dipadamkan tetapi pemberontakan ke 2 yang terjadi pada 19 September 1948 membawa perubahan besar yaitu mengubah Orde lama menjadi Orde baru, Gerakan ini biasa nya dikenal dengan sebutan G30SPKI yang berarti Gerakan 30 September PKI. Tujuan dari pemberontakan ini adalah untuh mengubah dasar Negara Pancasila dengan aliran komunisme. Dan untung nya karna rakyat Indonesia mau bersatu dan mengesampingkan perbedaan, Kota Madiun yang tadi nya dikuasai berhasil direbut kembali dalam waktu yang singkat ( 30 September 1948 )
- Peberontakan DI/TII
Tokoh pemberontakan yang pertama adalah Kartosuwiryo. Beliau memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah pada tanggal 7 Agustus 1949. dan para pendukung nya disebut Tentara Islam Indonesia (TII). Tujuan dari pemberontakan ini adalah untuk mendirikan negara yang brbasis agama Islam.
Tokoh yang ke 2 adalah Amir Fatah. Beliau menyatakan ikut bergabung dengan DI/TII, dan memproklamasikan Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 23 Agustus 1949. Dan pada akhirnya pemberontakan ini berhasil ditumas dengan bantuan tentara dan didukung oleh rakyat Indonesia.
- APRA ( Angkatan Perang Ratu Adil )
APRA didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian dari prajurit APRA adalah Tentara Hindia Belanda (Indonesia) yang menginginkan kembali nya Negara Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Setelah Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Indonesia menjadi Negara serikat, Banyak orang yang menginginkan Indonesia kembali lagi menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,Karna itu terjadilah pemberontakan APRA pada tanggal 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai Bandung. Karna dukungan dari rakyat Indonesia APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) berhasil merebut kembali kota Bandung.
- Andi Azis
Pada tanggal 5 April 1950 terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis, Beliau adalah bekas mantan perwira KNIL dan baru masuk APRIS.
Pada dasarnya beliau ingin mempertahankan Negara Indonesia Timur dan mencegah anggota TNI untuk masuk dalam bagian APRIS. Sebagai bentuk perlawanan mereka juga menyerang tempat-tempat penting dan menawan eorang Panglima Teritorium Indonesia Timur yang bernama Letnan Kolonel A.J Mangkodinata.
Mengetahui hal itu pemerintah segera mengeluarkan Ultimatum, yang berisi agar Andi azis segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab akan perbuatan nya. (8 April 1950) Beliau diberi watu 2 hari untuk datang ke Jakarta. Karna beliau tidak datang, pasukan ekspidisi dikirim untuk menumpas pemberontakan.
- Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)
Pemberontakan ini dipimpin oleh Dr.Soumokil. Beliau adalah Mantan jaksa agung di NTT, pemberontakan ini terjadi karna adanya gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membentuk Negara sendiri. Pada awalnya pemerintah ingin mengajak untuk merundingkan masalah secara damai, tetapi ditolak.
Dan akhirnya pemerintah mengirimkan ekspidisi militer ke Maluku dan pemberontakan dapat diatasi dengan baik.
- Masa 1950-1959
Setelah bubar nya RIS, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai Konstitusi. Menurut UUDS 11950 bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan dan menganut system pemerintahan parlementer. Pada masa ini penerapan Pancasila cenderung ditujukan sebagai ideologi liberal. Hal ini tidak menjamin kestabilan dalam pemerintahan sebagai contoh, banyak kabiet yang terbentuk dan jatuh silih berganti.
Pada periode ini bersatuan Indonesia di uji berat dengan muncul nya berbagai pemberontakan yaitu :
- Pemberontakan DII/TII (Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Aceh)
Pemberontakan ini dilakukan di 3 tempat dengan tokoh yang berbeda.
Pada bulan April tahun 1950, Ibnu Hajar beserta pasukan nya melakukan pemberontakan di Kalimantan Selatan dan langsung bergabung dalam pasukan DI/TII.
Pemberontakan di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Muzakkar, beliau menyaatakan bahwa Sulawesi Selatan merupakan bagian dari NII (Negara Islam Indonesia) yang dipimpin oleh Kartosuwiryo
Pemberontakan di Aceh dipimpin oleh Daud Beureureh, pada tanggal 20 September 1953 beliau menyatakan bahwa Aceh adalah bagian dari NII (Negara Islam Indonesia)
Mengetahui hal ini pemerintah segera mengirim pasukan untuk menumpas pemberontakan tersebut. Berkat dukungan dari rakyat Inonesia, Pemberontakan berhasil dipadamkan.
- Pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia)
PRRI didirikan oleh Ahmad Husein. Tujuan dari PRRI adalah untuk menuntun Presiden Soekarno supaya adil dalam membangun Indonesia. Jadi pembangunan tidak hanya di daerah jawa saja tetapi merata ke seluruh daerah.
Tetapi pada tanggal 15 Febuari 1958 Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya Pemerintahan PPRI, hal ini membuat pemerintah geram dan melakukan sejumlah operasi militer untuk memadamkan pemberontakan yang terjadi.
- Pemberontakan Permesta (Perjuangan Semesta)
Pada 17 Febuari 1959 bertempatan di Universitas Permesta, diadakan nya pertemuan yang dihadiri para tokoh penting (tokoh politik,gurbernur,dll).
Ada 1 orang yang bernama Mayor D Jus Somba, beliau adalah seorang tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi salah 1 pemimpin pemberontakan di Sulawesi. Beliau membuat pernyataan bahwa Permesta di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah telah mendukung PRRI seutuhnya.
Karna pernyataan yang telah dibuat, maka sejak 17 Febuari 1958 Permesta telah memutuskan hubungan dengan Pemerintah RI. Pemerintah pun segera melakukan operasi militer untuk memadamkan pemberontakan yang terjadi.
MASA 1959-1966
Banyak masyarakat yang menyebut masa 1959-1966 adalah periode demokrasi terpimpin. Yang berarti pada masa ini demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat, sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang ada.
Demokrasi pada masa ini cenderung kearah kekuasaan pribadi bukan kekuasaaan rakyat yang seharusnya diterapkan sebagaimana diamanatkan di nilai-nilai Pancasila.
Karna ini terjadi berbagai penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila, antara lain :
- Presiden Soekarno diangkat menjadi presiden seumur hidup.
- Pembubaran DPR hasil pemilu tahun 1955 oleh presiden pelalui PenPres (Penetapan Presiden)karna DPR tidak menyetujui RAPBN tahun 1960 yang diajukan oleh pemerintah.
- Anggota DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong) termasuk ketua dan wakil ketua tidak dipilih oleh rakyat melainkan presiden.
- Pelaksanaan Politik Konfrontasi. Indonesia menganggap bahwa Malaysia adalah Negara boneka Inggris, karna itu Indonesia melakukan Konfrontasi terhadap Malaysia, Indonesia kemudian keluar dari PBB pada tanggal 7 Januari 1965
- Percobaan penggabungan/pencampuran nasionalis,agama dan komunis. Akan tetapi hal ini tidak cocok untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Pada masa ini terjadi pemberontakan G30SPKI. PKI berusaha untuk mengganti pancasila sebagai dasar Negara Indonesia menjadi Komunisme, PKI juga melakukan pembunuhan kepada 6 perwira tinggi dan seorang ajudan Jendral A.H Nasution. Tentara dan rakyat yang mendukung persatuan Indonesia segera memadamkanpemberontakan tersebut.
MASA 1966-1998 ( masa orde baru )
Pada tanggal 12 Januari 1966 terjadinya demonstrasi Mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan tuntutan kepada pemerintahan. Tuntutan ini dikenal dengan tuntutan Tritura yang berisi :
– Membubarkan PKI beserta ormas-ormas nya
– Membubarkan cabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
– Menurunkan harga
Ada banyak elemen-elemen yang ikut bergabung dalam demonstrasi mahasiswa dan raykat, diantaranya:
- KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia)
- KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia)
- KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia)
- KAGI (Kesatuan Aksi Guru Indonesia)
Karna situasi semakin tidak terkendali, Presiden Soekarno memutuskan untuk mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret atau yang biasa disebut (Supersemar). Surat perintah ini ditujukan kepada Jendral Soeharto untuk segera mengendalikan situasi, keamanan dan ketertiban Negara.
Soeharto segera bertindak dengan membubarkan PKI dan mengamankan para mentri yang terlibat dalam G30SPKI.
Masa 1966-1998 disebut masa Orde Baru, Orde baru diharabkan dapat melaksanakan Pancasila dan UUD NRI 1945 dengan penuh tanggung jawab dan dengan sejujur-jujur nya. Orde beau awalnya membawa harapan bagi Indonesia, tetapi seiring berjalan nya waktu ada beberapa kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila, contoh :
- Penghetian penerbitan media massa seperti majalah Tempo dan tabloid Detik.
- Pemerintah cenderung bersikap sentralistik ( kewenangan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat untuk mengurusi rumah tangga nya sesuai dengan aspirasi dari rakyat nya).
- Demokrasi cenderung di tentang, contoh : hanya ada 3 partai yang boleh ikut pemilu sejak pemilu 1977-1997
- Korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi salah 1 penyebab kemunduraan ekonomi di Indonesia.
Note :
Korupsi = Tindakan illegal yang menyalahgunakan kepercayaan public terhadap pemerintahan untuk kepentingan pribadi
Kolusi = Perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan diluar perjanjian bersama
Nepotisme = Lebih memilih saudara/teman akrab berdasarkan hubungan internal bukan berdasarkan kemampuan
MASA 1998-SEKARANG (MASA REFORMASI)
Pada awal masa ini terjadi kemunduran ekonomi dan dugaan penyelewengan pancasila membuat masyarakaat melakukan demonstrasi agar Presiden Soeharto turun dari jabatan presiden nya. Gerakan ini disebut gerakan reformasi.
Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mundur dari jabatan nya, dan digantikan oleh wakil nya B.J. Habibie.
Rakyat menginginkan terbentuk nya partai-partai baru, yang tadi nya hanya 3 partai yang boleh mengikuti pemilu (1977-1997), sekarang menjadi 48 partai yang mengikuti pemilu pada tahun 1999
Pada masa ini dilakukan juga amandemen/perubahan terhadap UUD NRI 1945
Contoh perubahan yang dilakukan :
- Pasal 7 UUD NRI 1945 yang menyatakaan “ Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa 5 tahun, dan sesudahnyaa dapat dipilih kembali “ menjadi “ Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama 5 tahun, dan ssesudah nya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan “
Perkembangan demokrasi pada masa reformasi ini berkembang pesat, hal ini dapat dilihat pada pemilihan umum pada tahun 2004. Untuk pertama kalinya rakyat dapat memilih Presiden dan Wakil Presiden dalam pemilihan umum. (periode 2004-2009) Pemilu dimenangkan oleh pasanga Susulo Bambang Yudhoyono sebagai presiden dan M. Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden.
- Nilai-Nilai Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman
- Pengertian nilai
Nilai berasal dari kata latin.
Valere = Kuat,baik,berharga
Nilai dibaagi menjadi 3 macam yaitu :
- Nilai Material : Sesuatu yang berguna bagi manusia (bisa dipegang dan esensial)
Contoh : Sandang, pangan, dan papan
- Nilai Vital : Sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan suatu aktivitas/kegiatan. (Tergantung pekerjaan nya)
Contoh : Stetoskop dibutuhkan dokter untuk mengecek detak jantung. Tapi bagi montir itu tidak diperlukan
- Nilai Kerohanian : Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
Contoh : Beribadah, berdoa, memuji nama Tuhan
Nilai Kerohanian dibagi menjadi 4 yaitu
- Nilai kebenaran = bersumber pada akal manusia
- Nilai keindahan/estetis = bersumber pada perasaan manusia
- Nilai kebaikan/moral = bersumber pada unsur kehendak manusia
- Nilai religius = nilai rohani tertinggi dan bersumber pada keyakinan manusia
- HAKIKAT IDEOLOGI TERBUKA
- Pengertian ideologi —–
Ideologi = idea (gagasan,konsep,cita-cita)
Logos = ilmu
Ideologi dapat diartikan sebagai sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma
- Fungsi ideologi
- Menjadi pedoman bagi individu/masyarakat dalam bertindak,
berpikir dan melangkah
- Menjadi upaya untuk menghadapi persoalan di tengah masyarakat
- Menjadi kekuatan, semangat dan motivasi bagi individu/masyarakat untukmencapai tujuan
- Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup (menurut Kalean)
Terbuka
- Nilai dan cita-cita nya tidak dipaksakan dari luar
- Nilai dan cita-cita nya digali dari kekayaan rohani,moral,dan budaya masyarakat sendiri
- Melalui hasil musyawarah dan konsesus masyarakat (kesepakatan yang telah disetujui bersama-sama
- Dimiliki oleh seluruh rakyat sehingga dapat dijadikan kepribadian masyarakat
- Isi nya yang tidak operasional (beroperasi secara nyata) menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi
- Bersifat dinamis dan reformis
Tertutup
- Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat
- Cita-cita 1 kelompok yang ingin mengubah dan memperbarui masyarakat
- Harus ada yang dikorbankan dalam sebuah ideologi kelompok
- Kepercayaan dan prinsip ideologis yang kaku
- Bukan merupakan nilai dan cita-cita
- Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak
- Ada ketaatan yang mutlak bahkan kadang sering menggunakan kekerasan dan kekuatan
- Kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka
Pancasila adalah ideologi yang bersifat terbuka. Yang arti nya pancasila seenantiasa mampu menyesuaikan perkembangan teknologi, pengetahuan di zaman modern.
Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai ideologi terbuka yaitu :
- Nilai dasar
Asas- asas yang kita trima dan dianggap sebagai dalil yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
Nilai dasar Pancasila adalah Nilai Ketuhanan, Nilai Kemanusian, Nilai persatuan, Nilai Kerakyatan dan Nilai Keadilan.
- Nilai Instrumental
Nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai praksis
Nilai yang kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai ini adalah ujian yang membuktikan apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat atau tidak.
Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki beberapa dimensi diantaranya:
- Dimensi Idealisme
Nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasionalis dan menyeluruh
Hakikat nilai yang terkandung dalam Pancasila yaitu : Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan .
- Dimensi normatif (tertib hukum)
Penjabaran Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan diterapkan secara operasional dalam system kenegaraan
- Dimensi realitas
Suatu ideologi harus mampu mencerminkan realita hidup yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu Pancasila harus mampu dijabarkan/diuraikan dengan baik supaya bisa berkembang dalam kehidupan sehari-hari maupun penyelenggaraan Negara (supaya bisa menjadi pedoman dalam penyelenggaraan Negara)
- Perwujudan Nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan
- Perwujudan Pancasila dalam Bidang Politik
- Lembaga Negara
Indonesia memiliki lembaga Negara seperti DPR,MPR,MA,MK,KY & BPK
DPD,MK dan KY adalah lembaga yang diuat setelah amandemen UUD 1945
DPD bertugas untuk mengakomodasi kepentingan daerah tingkat nasional.
MK bertugas untuk menjaga kemurnian Konstitusi (agar tidak curang).
KY bertugas untuk mengawasi hakim dan mengusulkan nama calon hakim agung.
- Hukum
Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum. Yang berarti semua peraturan/perndang-undangan yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila (Ketuhanan,Keadilan sosial dll)
- Sistem demokrasi
Perwujudan nilai Pancasila ini dapat dilihat dari demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.
Musyawarah adalah upaya bersama untuk mencari solusi malasah bersama
Mufakat juga dapat diartikan sebagai kesepakatan yang dihasilkan oleh berbagai pihak yang terlibat secara langsung/tidak langsung dalam proses pemecahan masalah
Pelaksanaan demokrasi Pancasila dilandasi semangat gotong royong, kekeluargaan dan saling menghargai satu sama lain dan tidak membeda beda kan.
- PERWUJUDAN PANCASILA DALAM BIDANG EKONOMI
Ditegaskan dalam Pasal 33 UUD NRI tahun 1945 sebagai berikut :
- Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan
- Cabang produksi yang dianggap penting bagi Negara banyak dikuasai oleh Negara
- Bumi,air dan kekayaan alam yang terkandun di dalam nya dikuasai Negara oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besar nya untuk kemakmuran rakyat.
- Perekonomian nasional diselenggarakan dengan dasar demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efesiensi berkeadilan, berkelanjutaan, dll
- PERWUJUDAN NILAI-NILAI PANCASILA DI BIDANG SOSIAL BUDAYA
Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat dari contoh berikut, yaitu :
- Menghargai keragaman budaya Indonesia
- Melestarikan keragaman budaya Indonesia
- Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial (tidak membeda-bedakan) dan menghalangi berkembang nya nilai-nilai feodalisme
- Menjaga agar eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit (kuno) tidak berkembang
- Mengembangkan nilai sosiaal dan budaya masyarakat menuju modernsasi yang dijiwai Pancasila
- PERWUJUDAN NILAI-NILAI PANCASILA DI BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Hal ini dapat terlihat pada pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1
Pasal 27 ayat 3 yang berbunyi bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara
Dan pasal 30 ayat 1 menyatakan bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara
Yang bisa disimpulkan adalah setiap warga Negara wajib ikut serta dalam kegiatan membela Negara.
Jesselyn Manuela 9A/18 PKN Rangkuman BAB 1
Rangkuman PPKN Kelas 9 ;’
BAB 1. Dinamika perwujudan Pancasila sebagai dasar Negara.
Penerapan Pancasila dari masa ke masa
- Masa 1945-1950
Pada masa ini penerapan Pancasila mendapat tentangan dari banyak pihak dan dari pihak Belanda pun masih belum menyerah untuk menguasai Indonesia, adapun pemberontakan yang dilakukan dari berbagai pihak dari dalam maupun luar. Sebagai contoh :
- Pemberontakan PKI ( Partai Komunis Indonesia )
Pemberontakan ini dilakukan 2 kali, yang pertama berhasil dipadamkan tetapi pemberontakan ke 2 yang terjadi pada 19 September 1948 membawa perubahan besar yaitu mengubah Orde lama menjadi Orde baru, Gerakan ini biasa nya dikenal dengan sebutan G30SPKI yang berarti Gerakan 30 September PKI. Tujuan dari pemberontakan ini adalah untuh mengubah dasar Negara Pancasila dengan aliran komunisme. Dan untung nya karna rakyat Indonesia mau bersatu dan mengesampingkan perbedaan, Kota Madiun yang tadi nya dikuasai berhasil direbut kembali dalam waktu yang singkat ( 30 September 1948 )
- Peberontakan DI/TII
Tokoh pemberontakan yang pertama adalah Kartosuwiryo. Beliau memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah pada tanggal 7 Agustus 1949. dan para pendukung nya disebut Tentara Islam Indonesia (TII). Tujuan dari pemberontakan ini adalah untuk mendirikan negara yang brbasis agama Islam.
Tokoh yang ke 2 adalah Amir Fatah. Beliau menyatakan ikut bergabung dengan DI/TII, dan memproklamasikan Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 23 Agustus 1949. Dan pada akhirnya pemberontakan ini berhasil ditumas dengan bantuan tentara dan didukung oleh rakyat Indonesia.
- APRA ( Angkatan Perang Ratu Adil )
APRA didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian dari prajurit APRA adalah Tentara Hindia Belanda (Indonesia) yang menginginkan kembali nya Negara Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Setelah Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Indonesia menjadi Negara serikat, Banyak orang yang menginginkan Indonesia kembali lagi menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,Karna itu terjadilah pemberontakan APRA pada tanggal 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai Bandung. Karna dukungan dari rakyat Indonesia APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) berhasil merebut kembali kota Bandung.
- Andi Azis
Pada tanggal 5 April 1950 terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis, Beliau adalah bekas mantan perwira KNIL dan baru masuk APRIS.
Pada dasarnya beliau ingin mempertahankan Negara Indonesia Timur dan mencegah anggota TNI untuk masuk dalam bagian APRIS. Sebagai bentuk perlawanan mereka juga menyerang tempat-tempat penting dan menawan eorang Panglima Teritorium Indonesia Timur yang bernama Letnan Kolonel A.J Mangkodinata.
Mengetahui hal itu pemerintah segera mengeluarkan Ultimatum, yang berisi agar Andi azis segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab akan perbuatan nya. (8 April 1950) Beliau diberi watu 2 hari untuk datang ke Jakarta. Karna beliau tidak datang, pasukan ekspidisi dikirim untuk menumpas pemberontakan.
- Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)
Pemberontakan ini dipimpin oleh Dr.Soumokil. Beliau adalah Mantan jaksa agung di NTT, pemberontakan ini terjadi karna adanya gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membentuk Negara sendiri. Pada awalnya pemerintah ingin mengajak untuk merundingkan masalah secara damai, tetapi ditolak.
Dan akhirnya pemerintah mengirimkan ekspidisi militer ke Maluku dan pemberontakan dapat diatasi dengan baik.
- Masa 1950-1959
Setelah bubar nya RIS, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai Konstitusi. Menurut UUDS 11950 bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan dan menganut system pemerintahan parlementer. Pada masa ini penerapan Pancasila cenderung ditujukan sebagai ideologi liberal. Hal ini tidak menjamin kestabilan dalam pemerintahan sebagai contoh, banyak kabiet yang terbentuk dan jatuh silih berganti.
Pada periode ini bersatuan Indonesia di uji berat dengan muncul nya berbagai pemberontakan yaitu :
- Pemberontakan DII/TII (Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Aceh)
Pemberontakan ini dilakukan di 3 tempat dengan tokoh yang berbeda.
Pada bulan April tahun 1950, Ibnu Hajar beserta pasukan nya melakukan pemberontakan di Kalimantan Selatan dan langsung bergabung dalam pasukan DI/TII.
Pemberontakan di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Muzakkar, beliau menyaatakan bahwa Sulawesi Selatan merupakan bagian dari NII (Negara Islam Indonesia) yang dipimpin oleh Kartosuwiryo
Pemberontakan di Aceh dipimpin oleh Daud Beureureh, pada tanggal 20 September 1953 beliau menyatakan bahwa Aceh adalah bagian dari NII (Negara Islam Indonesia)
Mengetahui hal ini pemerintah segera mengirim pasukan untuk menumpas pemberontakan tersebut. Berkat dukungan dari rakyat Inonesia, Pemberontakan berhasil dipadamkan.
- Pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia)
PRRI didirikan oleh Ahmad Husein. Tujuan dari PRRI adalah untuk menuntun Presiden Soekarno supaya adil dalam membangun Indonesia. Jadi pembangunan tidak hanya di daerah jawa saja tetapi merata ke seluruh daerah.
Tetapi pada tanggal 15 Febuari 1958 Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya Pemerintahan PPRI, hal ini membuat pemerintah geram dan melakukan sejumlah operasi militer untuk memadamkan pemberontakan yang terjadi.
- Pemberontakan Permesta (Perjuangan Semesta)
Pada 17 Febuari 1959 bertempatan di Universitas Permesta, diadakan nya pertemuan yang dihadiri para tokoh penting (tokoh politik,gurbernur,dll).
Ada 1 orang yang bernama Mayor D Jus Somba, beliau adalah seorang tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi salah 1 pemimpin pemberontakan di Sulawesi. Beliau membuat pernyataan bahwa Permesta di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah telah mendukung PRRI seutuhnya.
Karna pernyataan yang telah dibuat, maka sejak 17 Febuari 1958 Permesta telah memutuskan hubungan dengan Pemerintah RI. Pemerintah pun segera melakukan operasi militer untuk memadamkan pemberontakan yang terjadi.
MASA 1959-1966
Banyak masyarakat yang menyebut masa 1959-1966 adalah periode demokrasi terpimpin. Yang berarti pada masa ini demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat, sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang ada.
Demokrasi pada masa ini cenderung kearah kekuasaan pribadi bukan kekuasaaan rakyat yang seharusnya diterapkan sebagaimana diamanatkan di nilai-nilai Pancasila.
Karna ini terjadi berbagai penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila, antara lain :
- Presiden Soekarno diangkat menjadi presiden seumur hidup.
- Pembubaran DPR hasil pemilu tahun 1955 oleh presiden pelalui PenPres (Penetapan Presiden)karna DPR tidak menyetujui RAPBN tahun 1960 yang diajukan oleh pemerintah.
- Anggota DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong) termasuk ketua dan wakil ketua tidak dipilih oleh rakyat melainkan presiden.
- Pelaksanaan Politik Konfrontasi. Indonesia menganggap bahwa Malaysia adalah Negara boneka Inggris, karna itu Indonesia melakukan Konfrontasi terhadap Malaysia, Indonesia kemudian keluar dari PBB pada tanggal 7 Januari 1965
- Percobaan penggabungan/pencampuran nasionalis,agama dan komunis. Akan tetapi hal ini tidak cocok untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Pada masa ini terjadi pemberontakan G30SPKI. PKI berusaha untuk mengganti pancasila sebagai dasar Negara Indonesia menjadi Komunisme, PKI juga melakukan pembunuhan kepada 6 perwira tinggi dan seorang ajudan Jendral A.H Nasution. Tentara dan rakyat yang mendukung persatuan Indonesia segera memadamkanpemberontakan tersebut.
MASA 1966-1998 ( masa orde baru )
Pada tanggal 12 Januari 1966 terjadinya demonstrasi Mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan tuntutan kepada pemerintahan. Tuntutan ini dikenal dengan tuntutan Tritura yang berisi :
– Membubarkan PKI beserta ormas-ormas nya
– Membubarkan cabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
– Menurunkan harga
Ada banyak elemen-elemen yang ikut bergabung dalam demonstrasi mahasiswa dan raykat, diantaranya:
- KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia)
- KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia)
- KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia)
- KAGI (Kesatuan Aksi Guru Indonesia)
Karna situasi semakin tidak terkendali, Presiden Soekarno memutuskan untuk mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret atau yang biasa disebut (Supersemar). Surat perintah ini ditujukan kepada Jendral Soeharto untuk segera mengendalikan situasi, keamanan dan ketertiban Negara.
Soeharto segera bertindak dengan membubarkan PKI dan mengamankan para mentri yang terlibat dalam G30SPKI.
Masa 1966-1998 disebut masa Orde Baru, Orde baru diharabkan dapat melaksanakan Pancasila dan UUD NRI 1945 dengan penuh tanggung jawab dan dengan sejujur-jujur nya. Orde beau awalnya membawa harapan bagi Indonesia, tetapi seiring berjalan nya waktu ada beberapa kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila, contoh :
- Penghetian penerbitan media massa seperti majalah Tempo dan tabloid Detik.
- Pemerintah cenderung bersikap sentralistik ( kewenangan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat untuk mengurusi rumah tangga nya sesuai dengan aspirasi dari rakyat nya).
- Demokrasi cenderung di tentang, contoh : hanya ada 3 partai yang boleh ikut pemilu sejak pemilu 1977-1997
- Korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi salah 1 penyebab kemunduraan ekonomi di Indonesia.
Note :
Korupsi = Tindakan illegal yang menyalahgunakan kepercayaan public terhadap pemerintahan untuk kepentingan pribadi
Kolusi = Perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan diluar perjanjian bersama
Nepotisme = Lebih memilih saudara/teman akrab berdasarkan hubungan internal bukan berdasarkan kemampuan
MASA 1998-SEKARANG (MASA REFORMASI)
Pada awal masa ini terjadi kemunduran ekonomi dan dugaan penyelewengan pancasila membuat masyarakaat melakukan demonstrasi agar Presiden Soeharto turun dari jabatan presiden nya. Gerakan ini disebut gerakan reformasi.
Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mundur dari jabatan nya, dan digantikan oleh wakil nya B.J. Habibie.
Rakyat menginginkan terbentuk nya partai-partai baru, yang tadi nya hanya 3 partai yang boleh mengikuti pemilu (1977-1997), sekarang menjadi 48 partai yang mengikuti pemilu pada tahun 1999
Pada masa ini dilakukan juga amandemen/perubahan terhadap UUD NRI 1945
Contoh perubahan yang dilakukan :
- Pasal 7 UUD NRI 1945 yang menyatakaan “ Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa 5 tahun, dan sesudahnyaa dapat dipilih kembali “ menjadi “ Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama 5 tahun, dan ssesudah nya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan “
Perkembangan demokrasi pada masa reformasi ini berkembang pesat, hal ini dapat dilihat pada pemilihan umum pada tahun 2004. Untuk pertama kalinya rakyat dapat memilih Presiden dan Wakil Presiden dalam pemilihan umum. (periode 2004-2009) Pemilu dimenangkan oleh pasanga Susulo Bambang Yudhoyono sebagai presiden dan M. Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden.
- Nilai-Nilai Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman
- Pengertian nilai
Nilai berasal dari kata latin.
Valere = Kuat,baik,berharga
Nilai dibaagi menjadi 3 macam yaitu :
- Nilai Material : Sesuatu yang berguna bagi manusia (bisa dipegang dan esensial)
Contoh : Sandang, pangan, dan papan
- Nilai Vital : Sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan suatu aktivitas/kegiatan. (Tergantung pekerjaan nya)
Contoh : Stetoskop dibutuhkan dokter untuk mengecek detak jantung. Tapi bagi montir itu tidak diperlukan
- Nilai Kerohanian : Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
Contoh : Beribadah, berdoa, memuji nama Tuhan
Nilai Kerohanian dibagi menjadi 4 yaitu
- Nilai kebenaran = bersumber pada akal manusia
- Nilai keindahan/estetis = bersumber pada perasaan manusia
- Nilai kebaikan/moral = bersumber pada unsur kehendak manusia
- Nilai religius = nilai rohani tertinggi dan bersumber pada keyakinan manusia
- HAKIKAT IDEOLOGI TERBUKA
- Pengertian ideologi —–
Ideologi = idea (gagasan,konsep,cita-cita)
Logos = ilmu
Ideologi dapat diartikan sebagai sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma
- Fungsi ideologi
- Menjadi pedoman bagi individu/masyarakat dalam bertindak,
berpikir dan melangkah
- Menjadi upaya untuk menghadapi persoalan di tengah masyarakat
- Menjadi kekuatan, semangat dan motivasi bagi individu/masyarakat untukmencapai tujuan
- Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup (menurut Kalean)
Terbuka
- Nilai dan cita-cita nya tidak dipaksakan dari luar
- Nilai dan cita-cita nya digali dari kekayaan rohani,moral,dan budaya masyarakat sendiri
- Melalui hasil musyawarah dan konsesus masyarakat (kesepakatan yang telah disetujui bersama-sama
- Dimiliki oleh seluruh rakyat sehingga dapat dijadikan kepribadian masyarakat
- Isi nya yang tidak operasional (beroperasi secara nyata) menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi
- Bersifat dinamis dan reformis
Tertutup
- Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat
- Cita-cita 1 kelompok yang ingin mengubah dan memperbarui masyarakat
- Harus ada yang dikorbankan dalam sebuah ideologi kelompok
- Kepercayaan dan prinsip ideologis yang kaku
- Bukan merupakan nilai dan cita-cita
- Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak
- Ada ketaatan yang mutlak bahkan kadang sering menggunakan kekerasan dan kekuatan
- Kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka
Pancasila adalah ideologi yang bersifat terbuka. Yang arti nya pancasila seenantiasa mampu menyesuaikan perkembangan teknologi, pengetahuan di zaman modern.
Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai ideologi terbuka yaitu :
- Nilai dasar
Asas- asas yang kita trima dan dianggap sebagai dalil yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
Nilai dasar Pancasila adalah Nilai Ketuhanan, Nilai Kemanusian, Nilai persatuan, Nilai Kerakyatan dan Nilai Keadilan.
- Nilai Instrumental
Nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai praksis
Nilai yang kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai ini adalah ujian yang membuktikan apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat atau tidak.
Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki beberapa dimensi diantaranya:
- Dimensi Idealisme
Nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasionalis dan menyeluruh
Hakikat nilai yang terkandung dalam Pancasila yaitu : Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan .
- Dimensi normatif (tertib hukum)
Penjabaran Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan diterapkan secara operasional dalam system kenegaraan
- Dimensi realitas
Suatu ideologi harus mampu mencerminkan realita hidup yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu Pancasila harus mampu dijabarkan/diuraikan dengan baik supaya bisa berkembang dalam kehidupan sehari-hari maupun penyelenggaraan Negara (supaya bisa menjadi pedoman dalam penyelenggaraan Negara)
- Perwujudan Nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan
- Perwujudan Pancasila dalam Bidang Politik
- Lembaga Negara
Indonesia memiliki lembaga Negara seperti DPR,MPR,MA,MK,KY & BPK
DPD,MK dan KY adalah lembaga yang diuat setelah amandemen UUD 1945
DPD bertugas untuk mengakomodasi kepentingan daerah tingkat nasional.
MK bertugas untuk menjaga kemurnian Konstitusi (agar tidak curang).
KY bertugas untuk mengawasi hakim dan mengusulkan nama calon hakim agung.
- Hukum
Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum. Yang berarti semua peraturan/perndang-undangan yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila (Ketuhanan,Keadilan sosial dll)
- Sistem demokrasi
Perwujudan nilai Pancasila ini dapat dilihat dari demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.
Musyawarah adalah upaya bersama untuk mencari solusi malasah bersama
Mufakat juga dapat diartikan sebagai kesepakatan yang dihasilkan oleh berbagai pihak yang terlibat secara langsung/tidak langsung dalam proses pemecahan masalah
Pelaksanaan demokrasi Pancasila dilandasi semangat gotong royong, kekeluargaan dan saling menghargai satu sama lain dan tidak membeda beda kan.
- PERWUJUDAN PANCASILA DALAM BIDANG EKONOMI
Ditegaskan dalam Pasal 33 UUD NRI tahun 1945 sebagai berikut :
- Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan
- Cabang produksi yang dianggap penting bagi Negara banyak dikuasai oleh Negara
- Bumi,air dan kekayaan alam yang terkandun di dalam nya dikuasai Negara oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besar nya untuk kemakmuran rakyat.
- Perekonomian nasional diselenggarakan dengan dasar demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efesiensi berkeadilan, berkelanjutaan, dll
- PERWUJUDAN NILAI-NILAI PANCASILA DI BIDANG SOSIAL BUDAYA
Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat dari contoh berikut, yaitu :
- Menghargai keragaman budaya Indonesia
- Melestarikan keragaman budaya Indonesia
- Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial (tidak membeda-bedakan) dan menghalangi berkembang nya nilai-nilai feodalisme
- Menjaga agar eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit (kuno) tidak berkembang
- Mengembangkan nilai sosiaal dan budaya masyarakat menuju modernsasi yang dijiwai Pancasila
- PERWUJUDAN NILAI-NILAI PANCASILA DI BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Hal ini dapat terlihat pada pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1
Pasal 27 ayat 3 yang berbunyi bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara
Dan pasal 30 ayat 1 menyatakan bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara
Yang bisa disimpulkan adalah setiap warga Negara wajib ikut serta dalam kegiatan membela Negara.
Rangkuman PPKN Kelas 9 ;’
BAB 1. Dinamika perwujudan Pancasila sebagai dasar Negara.
Penerapan Pancasila dari masa ke masa
- Masa 1945-1950
Pada masa ini penerapan Pancasila mendapat tentangan dari banyak pihak dan dari pihak Belanda pun masih belum menyerah untuk menguasai Indonesia, adapun pemberontakan yang dilakukan dari berbagai pihak dari dalam maupun luar. Sebagai contoh :
- Pemberontakan PKI ( Partai Komunis Indonesia )
Pemberontakan ini dilakukan 2 kali, yang pertama berhasil dipadamkan tetapi pemberontakan ke 2 yang terjadi pada 19 September 1948 membawa perubahan besar yaitu mengubah Orde lama menjadi Orde baru, Gerakan ini biasa nya dikenal dengan sebutan G30SPKI yang berarti Gerakan 30 September PKI. Tujuan dari pemberontakan ini adalah untuh mengubah dasar Negara Pancasila dengan aliran komunisme. Dan untung nya karna rakyat Indonesia mau bersatu dan mengesampingkan perbedaan, Kota Madiun yang tadi nya dikuasai berhasil direbut kembali dalam waktu yang singkat ( 30 September 1948 )
- Peberontakan DI/TII
Tokoh pemberontakan yang pertama adalah Kartosuwiryo. Beliau memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah pada tanggal 7 Agustus 1949. dan para pendukung nya disebut Tentara Islam Indonesia (TII). Tujuan dari pemberontakan ini adalah untuk mendirikan negara yang brbasis agama Islam.
Tokoh yang ke 2 adalah Amir Fatah. Beliau menyatakan ikut bergabung dengan DI/TII, dan memproklamasikan Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 23 Agustus 1949. Dan pada akhirnya pemberontakan ini berhasil ditumas dengan bantuan tentara dan didukung oleh rakyat Indonesia.
- APRA ( Angkatan Perang Ratu Adil )
APRA didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian dari prajurit APRA adalah Tentara Hindia Belanda (Indonesia) yang menginginkan kembali nya Negara Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Setelah Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Indonesia menjadi Negara serikat, Banyak orang yang menginginkan Indonesia kembali lagi menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,Karna itu terjadilah pemberontakan APRA pada tanggal 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai Bandung. Karna dukungan dari rakyat Indonesia APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) berhasil merebut kembali kota Bandung.
- Andi Azis
Pada tanggal 5 April 1950 terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis, Beliau adalah bekas mantan perwira KNIL dan baru masuk APRIS.
Pada dasarnya beliau ingin mempertahankan Negara Indonesia Timur dan mencegah anggota TNI untuk masuk dalam bagian APRIS. Sebagai bentuk perlawanan mereka juga menyerang tempat-tempat penting dan menawan eorang Panglima Teritorium Indonesia Timur yang bernama Letnan Kolonel A.J Mangkodinata.
Mengetahui hal itu pemerintah segera mengeluarkan Ultimatum, yang berisi agar Andi azis segera menyerahkan diri dan bertanggung jawab akan perbuatan nya. (8 April 1950) Beliau diberi watu 2 hari untuk datang ke Jakarta. Karna beliau tidak datang, pasukan ekspidisi dikirim untuk menumpas pemberontakan.
- Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)
Pemberontakan ini dipimpin oleh Dr.Soumokil. Beliau adalah Mantan jaksa agung di NTT, pemberontakan ini terjadi karna adanya gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membentuk Negara sendiri. Pada awalnya pemerintah ingin mengajak untuk merundingkan masalah secara damai, tetapi ditolak.
Dan akhirnya pemerintah mengirimkan ekspidisi militer ke Maluku dan pemberontakan dapat diatasi dengan baik.
- Masa 1950-1959
Setelah bubar nya RIS, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai Konstitusi. Menurut UUDS 11950 bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan dan menganut system pemerintahan parlementer. Pada masa ini penerapan Pancasila cenderung ditujukan sebagai ideologi liberal. Hal ini tidak menjamin kestabilan dalam pemerintahan sebagai contoh, banyak kabiet yang terbentuk dan jatuh silih berganti.
Pada periode ini bersatuan Indonesia di uji berat dengan muncul nya berbagai pemberontakan yaitu :
- Pemberontakan DII/TII (Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Aceh)
Pemberontakan ini dilakukan di 3 tempat dengan tokoh yang berbeda.
Pada bulan April tahun 1950, Ibnu Hajar beserta pasukan nya melakukan pemberontakan di Kalimantan Selatan dan langsung bergabung dalam pasukan DI/TII.
Pemberontakan di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Muzakkar, beliau menyaatakan bahwa Sulawesi Selatan merupakan bagian dari NII (Negara Islam Indonesia) yang dipimpin oleh Kartosuwiryo
Pemberontakan di Aceh dipimpin oleh Daud Beureureh, pada tanggal 20 September 1953 beliau menyatakan bahwa Aceh adalah bagian dari NII (Negara Islam Indonesia)
Mengetahui hal ini pemerintah segera mengirim pasukan untuk menumpas pemberontakan tersebut. Berkat dukungan dari rakyat Inonesia, Pemberontakan berhasil dipadamkan.
- Pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia)
PRRI didirikan oleh Ahmad Husein. Tujuan dari PRRI adalah untuk menuntun Presiden Soekarno supaya adil dalam membangun Indonesia. Jadi pembangunan tidak hanya di daerah jawa saja tetapi merata ke seluruh daerah.
Tetapi pada tanggal 15 Febuari 1958 Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya Pemerintahan PPRI, hal ini membuat pemerintah geram dan melakukan sejumlah operasi militer untuk memadamkan pemberontakan yang terjadi.
- Pemberontakan Permesta (Perjuangan Semesta)
Pada 17 Febuari 1959 bertempatan di Universitas Permesta, diadakan nya pertemuan yang dihadiri para tokoh penting (tokoh politik,gurbernur,dll).
Ada 1 orang yang bernama Mayor D Jus Somba, beliau adalah seorang tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi salah 1 pemimpin pemberontakan di Sulawesi. Beliau membuat pernyataan bahwa Permesta di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah telah mendukung PRRI seutuhnya.
Karna pernyataan yang telah dibuat, maka sejak 17 Febuari 1958 Permesta telah memutuskan hubungan dengan Pemerintah RI. Pemerintah pun segera melakukan operasi militer untuk memadamkan pemberontakan yang terjadi.
MASA 1959-1966
Banyak masyarakat yang menyebut masa 1959-1966 adalah periode demokrasi terpimpin. Yang berarti pada masa ini demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat, sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang ada.
Demokrasi pada masa ini cenderung kearah kekuasaan pribadi bukan kekuasaaan rakyat yang seharusnya diterapkan sebagaimana diamanatkan di nilai-nilai Pancasila.
Karna ini terjadi berbagai penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila, antara lain :
- Presiden Soekarno diangkat menjadi presiden seumur hidup.
- Pembubaran DPR hasil pemilu tahun 1955 oleh presiden pelalui PenPres (Penetapan Presiden)karna DPR tidak menyetujui RAPBN tahun 1960 yang diajukan oleh pemerintah.
- Anggota DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong) termasuk ketua dan wakil ketua tidak dipilih oleh rakyat melainkan presiden.
- Pelaksanaan Politik Konfrontasi. Indonesia menganggap bahwa Malaysia adalah Negara boneka Inggris, karna itu Indonesia melakukan Konfrontasi terhadap Malaysia, Indonesia kemudian keluar dari PBB pada tanggal 7 Januari 1965
- Percobaan penggabungan/pencampuran nasionalis,agama dan komunis. Akan tetapi hal ini tidak cocok untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Pada masa ini terjadi pemberontakan G30SPKI. PKI berusaha untuk mengganti pancasila sebagai dasar Negara Indonesia menjadi Komunisme, PKI juga melakukan pembunuhan kepada 6 perwira tinggi dan seorang ajudan Jendral A.H Nasution. Tentara dan rakyat yang mendukung persatuan Indonesia segera memadamkanpemberontakan tersebut.
MASA 1966-1998 ( masa orde baru )
Pada tanggal 12 Januari 1966 terjadinya demonstrasi Mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan tuntutan kepada pemerintahan. Tuntutan ini dikenal dengan tuntutan Tritura yang berisi :
– Membubarkan PKI beserta ormas-ormas nya
– Membubarkan cabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
– Menurunkan harga
Ada banyak elemen-elemen yang ikut bergabung dalam demonstrasi mahasiswa dan raykat, diantaranya:
- KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia)
- KAPPI (Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia)
- KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia)
- KAGI (Kesatuan Aksi Guru Indonesia)
Karna situasi semakin tidak terkendali, Presiden Soekarno memutuskan untuk mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret atau yang biasa disebut (Supersemar). Surat perintah ini ditujukan kepada Jendral Soeharto untuk segera mengendalikan situasi, keamanan dan ketertiban Negara.
Soeharto segera bertindak dengan membubarkan PKI dan mengamankan para mentri yang terlibat dalam G30SPKI.
Masa 1966-1998 disebut masa Orde Baru, Orde baru diharabkan dapat melaksanakan Pancasila dan UUD NRI 1945 dengan penuh tanggung jawab dan dengan sejujur-jujur nya. Orde beau awalnya membawa harapan bagi Indonesia, tetapi seiring berjalan nya waktu ada beberapa kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila, contoh :
- Penghetian penerbitan media massa seperti majalah Tempo dan tabloid Detik.
- Pemerintah cenderung bersikap sentralistik ( kewenangan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat untuk mengurusi rumah tangga nya sesuai dengan aspirasi dari rakyat nya).
- Demokrasi cenderung di tentang, contoh : hanya ada 3 partai yang boleh ikut pemilu sejak pemilu 1977-1997
- Korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi salah 1 penyebab kemunduraan ekonomi di Indonesia.
Note :
Korupsi = Tindakan illegal yang menyalahgunakan kepercayaan public terhadap pemerintahan untuk kepentingan pribadi
Kolusi = Perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan diluar perjanjian bersama
Nepotisme = Lebih memilih saudara/teman akrab berdasarkan hubungan internal bukan berdasarkan kemampuan
MASA 1998-SEKARANG (MASA REFORMASI)
Pada awal masa ini terjadi kemunduran ekonomi dan dugaan penyelewengan pancasila membuat masyarakaat melakukan demonstrasi agar Presiden Soeharto turun dari jabatan presiden nya. Gerakan ini disebut gerakan reformasi.
Pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Soeharto mundur dari jabatan nya, dan digantikan oleh wakil nya B.J. Habibie.
Rakyat menginginkan terbentuk nya partai-partai baru, yang tadi nya hanya 3 partai yang boleh mengikuti pemilu (1977-1997), sekarang menjadi 48 partai yang mengikuti pemilu pada tahun 1999
Pada masa ini dilakukan juga amandemen/perubahan terhadap UUD NRI 1945
Contoh perubahan yang dilakukan :
- Pasal 7 UUD NRI 1945 yang menyatakaan “ Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa 5 tahun, dan sesudahnyaa dapat dipilih kembali “ menjadi “ Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama 5 tahun, dan ssesudah nya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan “
Perkembangan demokrasi pada masa reformasi ini berkembang pesat, hal ini dapat dilihat pada pemilihan umum pada tahun 2004. Untuk pertama kalinya rakyat dapat memilih Presiden dan Wakil Presiden dalam pemilihan umum. (periode 2004-2009) Pemilu dimenangkan oleh pasanga Susulo Bambang Yudhoyono sebagai presiden dan M. Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden.
- Nilai-Nilai Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman
- Pengertian nilai
Nilai berasal dari kata latin.
Valere = Kuat,baik,berharga
Nilai dibaagi menjadi 3 macam yaitu :
- Nilai Material : Sesuatu yang berguna bagi manusia (bisa dipegang dan esensial)
Contoh : Sandang, pangan, dan papan
- Nilai Vital : Sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan suatu aktivitas/kegiatan. (Tergantung pekerjaan nya)
Contoh : Stetoskop dibutuhkan dokter untuk mengecek detak jantung. Tapi bagi montir itu tidak diperlukan
- Nilai Kerohanian : Segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
Contoh : Beribadah, berdoa, memuji nama Tuhan
Nilai Kerohanian dibagi menjadi 4 yaitu
- Nilai kebenaran = bersumber pada akal manusia
- Nilai keindahan/estetis = bersumber pada perasaan manusia
- Nilai kebaikan/moral = bersumber pada unsur kehendak manusia
- Nilai religius = nilai rohani tertinggi dan bersumber pada keyakinan manusia
- HAKIKAT IDEOLOGI TERBUKA
- Pengertian ideologi —–
Ideologi = idea (gagasan,konsep,cita-cita)
Logos = ilmu
Ideologi dapat diartikan sebagai sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma
- Fungsi ideologi
- Menjadi pedoman bagi individu/masyarakat dalam bertindak,
berpikir dan melangkah
- Menjadi upaya untuk menghadapi persoalan di tengah masyarakat
- Menjadi kekuatan, semangat dan motivasi bagi individu/masyarakat untukmencapai tujuan
- Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup (menurut Kalean)
Terbuka
- Nilai dan cita-cita nya tidak dipaksakan dari luar
- Nilai dan cita-cita nya digali dari kekayaan rohani,moral,dan budaya masyarakat sendiri
- Melalui hasil musyawarah dan konsesus masyarakat (kesepakatan yang telah disetujui bersama-sama
- Dimiliki oleh seluruh rakyat sehingga dapat dijadikan kepribadian masyarakat
- Isi nya yang tidak operasional (beroperasi secara nyata) menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi
- Bersifat dinamis dan reformis
Tertutup
- Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat
- Cita-cita 1 kelompok yang ingin mengubah dan memperbarui masyarakat
- Harus ada yang dikorbankan dalam sebuah ideologi kelompok
- Kepercayaan dan prinsip ideologis yang kaku
- Bukan merupakan nilai dan cita-cita
- Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak
- Ada ketaatan yang mutlak bahkan kadang sering menggunakan kekerasan dan kekuatan
- Kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka
Pancasila adalah ideologi yang bersifat terbuka. Yang arti nya pancasila seenantiasa mampu menyesuaikan perkembangan teknologi, pengetahuan di zaman modern.
Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai ideologi terbuka yaitu :
- Nilai dasar
Asas- asas yang kita trima dan dianggap sebagai dalil yang mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
Nilai dasar Pancasila adalah Nilai Ketuhanan, Nilai Kemanusian, Nilai persatuan, Nilai Kerakyatan dan Nilai Keadilan.
- Nilai Instrumental
Nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai praksis
Nilai yang kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai ini adalah ujian yang membuktikan apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat atau tidak.
Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki beberapa dimensi diantaranya:
- Dimensi Idealisme
Nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasionalis dan menyeluruh
Hakikat nilai yang terkandung dalam Pancasila yaitu : Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan .
- Dimensi normatif (tertib hukum)
Penjabaran Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan diterapkan secara operasional dalam system kenegaraan
- Dimensi realitas
Suatu ideologi harus mampu mencerminkan realita hidup yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu Pancasila harus mampu dijabarkan/diuraikan dengan baik supaya bisa berkembang dalam kehidupan sehari-hari maupun penyelenggaraan Negara (supaya bisa menjadi pedoman dalam penyelenggaraan Negara)
- Perwujudan Nilai-nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan
- Perwujudan Pancasila dalam Bidang Politik
- Lembaga Negara
Indonesia memiliki lembaga Negara seperti DPR,MPR,MA,MK,KY & BPK
DPD,MK dan KY adalah lembaga yang diuat setelah amandemen UUD 1945
DPD bertugas untuk mengakomodasi kepentingan daerah tingkat nasional.
MK bertugas untuk menjaga kemurnian Konstitusi (agar tidak curang).
KY bertugas untuk mengawasi hakim dan mengusulkan nama calon hakim agung.
- Hukum
Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum. Yang berarti semua peraturan/perndang-undangan yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila (Ketuhanan,Keadilan sosial dll)
- Sistem demokrasi
Perwujudan nilai Pancasila ini dapat dilihat dari demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.
Musyawarah adalah upaya bersama untuk mencari solusi malasah bersama
Mufakat juga dapat diartikan sebagai kesepakatan yang dihasilkan oleh berbagai pihak yang terlibat secara langsung/tidak langsung dalam proses pemecahan masalah
Pelaksanaan demokrasi Pancasila dilandasi semangat gotong royong, kekeluargaan dan saling menghargai satu sama lain dan tidak membeda beda kan.
- PERWUJUDAN PANCASILA DALAM BIDANG EKONOMI
Ditegaskan dalam Pasal 33 UUD NRI tahun 1945 sebagai berikut :
- Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan
- Cabang produksi yang dianggap penting bagi Negara banyak dikuasai oleh Negara
- Bumi,air dan kekayaan alam yang terkandun di dalam nya dikuasai Negara oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besar nya untuk kemakmuran rakyat.
- Perekonomian nasional diselenggarakan dengan dasar demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efesiensi berkeadilan, berkelanjutaan, dll
- PERWUJUDAN NILAI-NILAI PANCASILA DI BIDANG SOSIAL BUDAYA
Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat dari contoh berikut, yaitu :
- Menghargai keragaman budaya Indonesia
- Melestarikan keragaman budaya Indonesia
- Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial (tidak membeda-bedakan) dan menghalangi berkembang nya nilai-nilai feodalisme
- Menjaga agar eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit (kuno) tidak berkembang
- Mengembangkan nilai sosiaal dan budaya masyarakat menuju modernsasi yang dijiwai Pancasila
- PERWUJUDAN NILAI-NILAI PANCASILA DI BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Hal ini dapat terlihat pada pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1
Pasal 27 ayat 3 yang berbunyi bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara
Dan pasal 30 ayat 1 menyatakan bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara
Yang bisa disimpulkan adalah setiap warga Negara wajib ikut serta dalam kegiatan membela Negara.
Yang bisa disimpulkan adalah setiap warga Negara wajib ikut serta dalam kegiatan membela Negara.
Rangkuman Bab 1 PKN
Eunike Putri 9A/10
“Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara”
A. Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa
1. Masa 1945-1950
Tahun 1945-1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini, masih banyak terjadi pertentangan akan Pancasila dan ada beberapa pemberontakan. Pemberontakan yang terjadi adalah sebagai berikut:
a. Pemberontakan PKI
PKI/Partai Komunis Indonesia memberontak pada tahun 1948. PKI memberontak di Madiun, Jawa Timur. Pada tanggal 19 September 1948, tokoh PKI, Musso, memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. Tujuan Musso sendiri adalah merebut kekuasaan dan mengganti dasar Negara RI menjadi komunis. Tentara RI dan rakyat dapat merebut kembali Madiun pada tanggal 30 September 1948. Musso akhirnya tewas tertembak saat TNI melakukan pengepungan pada 31 Oktober 1948 di Samandang, Ponorogo, Jawa Timur. Kejadian ini sering disebut sebagai G30S/ PKI.
b. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah
Darul Islam/Tentara Islam Indonesia berniat untuk mendirikan Negara dengan dasar Islam. Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Kartosuwiryo memproklamasikan NII di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Setelah momen tersebut, pasukan Amir Fatah menyatakan bahwa mereka bergabung dengan DI/TII. Amir Fatah memproklamasikan berdirinya Darul Islam pada tanggal 23 Agustus 1949. Pemberontakan ini segera ditumpas oleh tentara dengan dukungan rakyat.
c. APRA
Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajurit KNIL adalah prajurit KNIL (Koninklijke Netherlands-Indische Leger) atau Tentara Hindia Belanda. Setelah Konferensi Meja Bundar (1949), Indonesia menjadi Negara serikat dengan Negara Pasundan. Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. APRA melakukan pemberontakan pada 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai sebagian Kota Bandung. Namun, berkat dukungan rakyat, operasi militer yang dijalankan APRIS berhasil menumpas APRA.
d. Andi Azis
Pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan-kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis. Pada 8 Apri 1950, pemerintah pusat RIS mengeluarkan ultimatum kepada Andi Azis untuk dating melaporkan diri ke Jakarta dalam 2 hari. Namun, sampai batas ultimatum, Andi Azis tidak juga datang ke Jakarta. Pasukan ekspedisi berhasil mendarat pada 26 April 1950 dan Andi Azis menyerahkan diri pada bulan yang sama pula.
e. Pemberontakan RMS
RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950, dipimpin oleh Dr. Soumokil. Pemerintah awalnya merundingkan masalah RMS secara damai, tetapi ditolak. Akhirnya, pemerintah mengirimkan ekspedisi, militer ke Maluku dan pemberontakan dapat dipadamkan.
Pada masa 1945-1950, penerapan Pancasila di Indonesia juga mendpatakan tantangan perubahan bentuk Negara yang sebelumnya Negara kesatuan dan menjadi Negara serikat. Pada 2 Novermber 1949, Indonesia dibagi dalam 7 negara bagian dan 9 daerah otonom. Indonesia sempat memakai Konstitusi RIS, UUDS 1950, dan yang akhirnya ditetapkan dan berlaku sampai sekarang, UUD 1945.
2. Masa 1950-1959
Setelah bubarnya RIS, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi. Penerapan pancasila pada periode ini cenderung diarahkan sebagai ideologi liberal. Pemilu pertama Indonesia dilaksanakan pada periode 1950-1959, yaitu pada tanggal 29 September 1955. 5 Juli 1959, Ir. Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden yang berisi tentang memberlakukan kembali UUD 1945. Pada periode ini, Indonesia masih juga mendapatkan tantangan yang cukup berat, antara lain sebagai berikut.
a. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh
Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Kahar Muzakkar. Dan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Daud Beureueh. Berkat bantuan rakyat, akhirnya, pemberontakan dapat dipadamkan.
b. Pemberontakan PRRI
Pemerintah Revolusioner Republik Inonesia (PRRI) didirikan di Sumatera. Pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI. Pemerintah harus melakukan sejumlah operasi militer untuk memadamkan pemberontakan.
c. Pemberontakan Permesta
Di Universitas Permesta, dilakukan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik, gubernur militer Sulawesi utara dan tengah, para cendikiawan, dan Mayor D. Jus Somba pada 17 Februari 1958. Permesta memutus hubungan dengan pemerintah RI sehingga pemerintah segera melakukan operasi militer untuk menumpas pemberontakan ini.
3. Masa 1959-1966
1959-1966 juga sering disebut sebagai periode demokrasi terpimpin. Namun, pada masa ini, terjadi beberapa penyimpangan seperti berikut.
a. Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup.
b. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden melalui Penpres nomor 3 tahun 1960 yang berisi tentang susunan DPR yang ditetapkan pada 5 Maret 1960.
c. Anggota DPR Gotong Royong tidak dipilih oleh rakyat, tapi sebagian besar dipilih dan diangkat langsung oleh presiden. Pada 24 Juni 1960, dikeluarkan penpres No. 4 tahun 1960 tentang DPR GR
d. Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia yang dianggap Negara boneka Inggris.
e. Adanya percobaan penggabungan nasionalis, agama, dan komunisme.
Pada masa ini, terjadi peristiwa pemberontakan PKI yang lebih dikenal sebagai G30S/PKI yang dilakukan pada tanggal 30 September 1965. PKI berusaha merebut kekuasaan dan membunuh 6 perwira tinggi dan seorang ajudan Jenderal A.H. Nasution. Pemberontakan ini dialakukan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia.
4. Masa 1966-1998
Pada 12 Januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan. Demonstrasi tersebut dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura). Isi Tritura adalah sebagai berikut.
a. Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
b. Bubarkan cabinet Dwikora dan unsur-unsur PKI
c. Turunkan harga
Situasi yang makin tidak menentu membuat Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966. Masa 1966-1998 disebut sebagai masa orde baru. Namun, ada hal yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila pada masa orde baru, yakni:
a. Kebebasan pers dianggap terbatas
b. Pemerintahan cenderung sentralistik
c. Demokrasi cenderung dikekang
d. Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dianggap menjadi faktor kemunduran ekonomi Indonesia.
5. Masa 1998-Sekarang
Masa 1998-Sekarang disebut sebagai masa reformasi. Pada awal masa ini, kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap Pancasila membuat mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi. Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto akhirnya mengundurkan diri sebagai presiden RI dan digantikan oleh wakilnya, B.J. Habibie. Terbentuklah beberapa partai-partai baru sehingga pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai. Perkembangan demokrasi mulai pesat dan untuk pertama kalinya, pada tahun 2004, pemilihan presiden dan wakil presiden untuk periode 2004-2009 dilakukan secara umum dan langsung. Semenjak itu, mulai terbentuklah perbedaan sehingga Indonesia menerapkan kembali semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda, tapi tetap satu.
B. Nilai-nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman
1. Pengertian Nilai
Nilai berasal dari kata latin, valere yang berarti kuat, baik, berharga. Notonagoro membagi nilai menjadi 3 macam, yaitu:
a. Nilai material, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia
b. Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna untuk melaksanakan aktivitas
c. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna untuk rohani. Nilai kerohanian dibagi lagi menjadi empat, yaitu:
1. Nilai kebenaran. Nilai yang bersumber pada akal manusia
2. Nilai keindahan. Nilai yang bersumber pada unsur perasaan manusia
3. Nilai kebaikan. Nilai yang bersumber pada unsur kehendak manusia
4. Nilai religius. Nilai rohani tertinggi, bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia
2. Hakikat ideologi terbuka
a. Pengertian ideologi
Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan konsep, pengertian dasar, dan cita cita; adapun logos yang berarti ilmu. Beberapa pengertian ideology adalah sebagai berikut.
1. Menurut Horton dan Hunt, ideologi merupakan suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma.
2. Menurut W. Newman, ideologi merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan tatanan sosial, struktur kekuasaan atau cara hidup dilihat dari segi tujuan, kepentingan sosial di mana ideologi itu muncul.
3. Menurut Mubyarto, ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan, dan simbol simbol kelompok masyarakat, atau suatu bangsa yang menjadi pegangan untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa.
b. Fungsi ideologi
1. Menjadi pedoman bagi invidu, masyarakat, atau bangsa untuk berpikir, bertindak, dan melangkah
2. Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat
3. Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan dalam segala aspek kehidupan
c. Perbedaan ideologi terbuka dan ideologi tertutup
| Ideologi terbuka | Ideologi tertutup |
| Nilai dan cita cita tidak dipaksakan dari luar | Bukan cita cita yang sudah hidup dalam masyarakat |
| Nilai-nilai dan cita cita digali dari kekayaan rohani, moral, dan budaya | Merupakan cita cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah masyarakat |
| Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat | Dibenarkan ata nama ideologi bahwa masyarakat harus berkorban |
| Milik seluruh rakyat | Kepercayaan ideologis yang kaku |
| Isinya dapat diubah menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi | Bukan berupa nilai-nilai dan cita cita |
| Bersifat dinamis dan reformis | Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak |
| – | Adanya ketaatan mutlak |
3. Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila bersifat actual, dinamis, antisipasif, dan senantiasa mampu menyesuaikan perkembangan zaman, pengetahuan, dan teknologi, serta dinamika perkembangan aspirasi rakyat. Pancasila sebagai ideologi terbuka dibagi menjadi nilai dasar, instrumental, dan praksis.
a. Nilai dasar
yaitu asas asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak.
b. Nilai instrumental
yaitu nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang akan terkristalisasi dalam peraturan
c. Nilai praksis
yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan.
Sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki dimensi idealisme, normatif, dan realitas
a. Dimensi idealisme adalah nilai nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh
b. Dimensi normatif dalam Pancasila adalah penjabaran nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam suatu sistem norma kenegaraan
c. Dimensi realitas dalam Pancasila maksudnya suatu ideologi harus bisa mencerminkan realitas yang berkembang di kehidupan masyarakat.
C. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan
1. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Politik
Pancasila dibidang politik dapat dilihat dari berbagai hal, seperti lembaga negara, hukum, dan sistem demokrasi.
a. Lembaga negara
Hal ini dapat dilihat pada perkembangan kebutuhan masyarakat dan negara mengenai lembaga negara.
b. Hukum
Perwujudan Pancasila dalam hal hukum dapat dilihat pada sistem hukum nasional yang berdasarkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
c. Sistem demokrasi
Perwujudan Pancasila dalam hal hukum dapat dilihat pada demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat
2. Perwujudan Nilai Nilai Pancasila di Bidang Ekonomi
Perwujudan nilai Pancasila di bidang ekonomi ditegaskan pada Pasal 33 UUD NRI 1945 sebagai berikut.
a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan
b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara akan dikuasai negara
c. Kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat
d. Perekonomian nasional diselanggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan
3. Perwujudan Nilai Nilai Pancasila di Bidang Sosial Budaya
a. Menghargai keragaman budaya Indonesia
b. Pelestarian budaya Indonesia
c. Mengembangkan nilai nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai nilai fedoalisme
d. Menjaga agar nilai nilai eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
e. Pengembangan nilai sosial budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai Pancasila
4. Perwujudan Nilai Nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan
Perwujudan dalam hal pertahanan keamanan terlihat pada UUD NRI 1945 Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1).
- UUD NRI 1945 Pasal 27 ayat (3) menyatakan bahwa rakyat berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara
- UUD NRI 1945 Pasal 30 ayat (1) menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara
Rangkuman PPKn kelas 9 (Regent 9A/28)
Ringkasan PPKn kelas 9
Dibuat oleh:
Regent Herbian 9A/28
Bab 1
“Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara”
A. Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa
1. Masa 1945-1950
Tahun 1945-1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini, masih banyak terjadi pertentangan akan Pancasila dan ada beberapa pemberontakan. Pemberontakan yang terjadi adalah sebagai berikut:
a. Pemberontakan PKI
PKI/Partai Komunis Indonesia memberontak pada tahun 1948. PKI memberontak di Madiun, Jawa Timur. Pada tanggal 19 September 1948, tokoh PKI, Musso, memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. Tujuan Musso sendiri adalah merebut kekuasaan dan mengganti dasar Negara RI menjadi komunis. Tentara RI dan rakyat dapat merebut kembali Madiun pada tanggal 30 September 1948. Musso akhirnya tewas tertembak saat TNI melakukan pengepungan pada 31 Oktober 1948 di Samandang, Ponorogo, Jawa Timur. Kejadian ini sering disebut sebagai G30S/ PKI.
b. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah
Darul Islam/Tentara Islam Indonesia berniat untuk mendirikan Negara dengan dasar Islam. Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Kartosuwiryo memproklamasikan NII di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Setelah momen tersebut, pasukan Amir Fatah menyatakan bahwa mereka bergabung dengan DI/TII. Amir Fatah memproklamasikan berdirinya Darul Islam pada tanggal 23 Agustus 1949. Pemberontakan ini segera ditumpas oleh tentara dengan dukungan rakyat.
c. APRA
Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajurit KNIL adalah prajurit KNIL (Koninklijke Netherlands-Indische Leger) atau Tentara Hindia Belanda. Setelah Konferensi Meja Bundar (1949), Indonesia menjadi Negara serikat dengan Negara Pasundan. Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. APRA melakukan pemberontakan pada 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai sebagian Kota Bandung. Namun, berkat dukungan rakyat, operasi militer yang dijalankan APRIS berhasil menumpas APRA.
d. Andi Azis
Pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan-kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis. Pada 8 Apri 1950, pemerintah pusat RIS mengeluarkan ultimatum kepada Andi Azis untuk dating melaporkan diri ke Jakarta dalam 2 hari. Namun, sampai batas ultimatum, Andi Azis tidak juga datang ke Jakarta. Pasukan ekspedisi berhasil mendarat pada 26 April 1950 dan Andi Azis menyerahkan diri pada bulan yang sama pula.
e. Pemberontakan RMS
RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950, dipimpin oleh Dr. Soumokil. Pemerintah awalnya merundingkan masalah RMS secara damai, tetapi ditolak. Akhirnya, pemerintah mengirimkan ekspedisi, militer ke Maluku dan pemberontakan dapat dipadamkan.
Pada masa 1945-1950, penerapan Pancasila di Indonesia juga mendpatakan tantangan perubahan bentuk Negara yang sebelumnya Negara kesatuan dan menjadi Negara serikat. Pada 2 Novermber 1949, Indonesia dibagi dalam 7 negara bagian dan 9 daerah otonom. Indonesia sempat memakai Konstitusi RIS, UUDS 1950, dan yang akhirnya ditetapkan dan berlaku sampai sekarang, UUD 1945.
2. Masa 1950-1959
Setelah bubarnya RIS, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi. Penerapan pancasila pada periode ini cenderung diarahkan sebagai ideologi liberal. Pemilu pertama Indonesia dilaksanakan pada periode 1950-1959, yaitu pada tanggal 29 September 1955. 5 Juli 1959, Ir. Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden yang berisi tentang memberlakukan kembali UUD 1945. Pada periode ini, Indonesia masih juga mendapatkan tantangan yang cukup berat, antara lain sebagai berikut.
a. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh
Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Kahar Muzakkar. Dan DI/TII di Aceh dipimpin oleh Daud Beureueh. Berkat bantuan rakyat, akhirnya, pemberontakan dapat dipadamkan.
b. Pemberontakan PRRI
Pemerintah Revolusioner Republik Inonesia (PRRI) didirikan di Sumatera. Pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI. Pemerintah harus melakukan sejumlah operasi militer untuk memadamkan pemberontakan.
c. Pemberontakan Permesta
Di Universitas Permesta, dilakukan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik, gubernur militer Sulawesi utara dan tengah, para cendikiawan, dan Mayor D. Jus Somba pada 17 Februari 1958. Permesta memutus hubungan dengan pemerintah RI sehingga pemerintah segera melakukan operasi militer untuk menumpas pemberontakan ini.
3. Masa 1959-1966
1959-1966 juga sering disebut sebagai periode demokrasi terpimpin. Namun, pada masa ini, terjadi beberapa penyimpangan seperti berikut.
a. Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup.
b. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden melalui Penpres nomor 3 tahun 1960 yang berisi tentang susunan DPR yang ditetapkan pada 5 Maret 1960.
c. Anggota DPR Gotong Royong tidak dipilih oleh rakyat, tapi sebagian besar dipilih dan diangkat langsung oleh presiden. Pada 24 Juni 1960, dikeluarkan penpres No. 4 tahun 1960 tentang DPR GR
d. Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia yang dianggap Negara boneka Inggris.
e. Adanya percobaan penggabungan nasionalis, agama, dan komunisme.
Pada masa ini, terjadi peristiwa pemberontakan PKI yang lebih dikenal sebagai G30S/PKI yang dilakukan pada tanggal 30 September 1965. PKI berusaha merebut kekuasaan dan membunuh 6 perwira tinggi dan seorang ajudan Jenderal A.H. Nasution. Pemberontakan ini dialakukan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia.
4. Masa 1966-1998
Pada 12 Januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan. Demonstrasi tersebut dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura). Isi Tritura adalah sebagai berikut.
a. Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
b. Bubarkan cabinet Dwikora dan unsur-unsur PKI
c. Turunkan harga
Situasi yang makin tidak menentu membuat Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966. Masa 1966-1998 disebut sebagai masa orde baru. Namun, ada hal yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila pada masa orde baru, yakni:
a. Kebebasan pers dianggap terbatas
b. Pemerintahan cenderung sentralistik
c. Demokrasi cenderung dikekang
d. Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dianggap menjadi faktor kemunduran ekonomi Indonesia.
5. Masa 1998-Sekarang
Masa 1998-Sekarang disebut sebagai masa reformasi. Pada awal masa ini, kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap Pancasila membuat mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi. Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto akhirnya mengundurkan diri sebagai presiden RI dan digantikan oleh wakilnya, B.J. Habibie. Terbentuklah beberapa partai-partai baru sehingga pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai. Perkembangan demokrasi mulai pesat dan untuk pertama kalinya, pada tahun 2004, pemilihan presiden dan wakil presiden untuk periode 2004-2009 dilakukan secara umum dan langsung. Semenjak itu, mulai terbentuklah perbedaan sehingga Indonesia menerapkan kembali semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda, tapi tetap satu.
B. Nilai-nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman
1. Pengertian Nilai
Nilai berasal dari kata latin, valere yang berarti kuat, baik, berharga. Notonagoro membagi nilai menjadi 3 macam, yaitu:
a. Nilai material, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia
b. Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna untuk melaksanakan aktivitas
c. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna untuk rohani. Nilai kerohanian dibagi lagi menjadi empat, yaitu:
1. Nilai kebenaran. Nilai yang bersumber pada akal manusia
2. Nilai keindahan. Nilai yang bersumber pada unsur perasaan manusia
3. Nilai kebaikan. Nilai yang bersumber pada unsur kehendak manusia
4. Nilai religius. Nilai rohani tertinggi, bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia
2. Hakikat ideologi terbuka
a. Pengertian ideologi
Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan konsep, pengertian dasar, dan cita cita; adapun logos yang berarti ilmu. Beberapa pengertian ideology adalah sebagai berikut.
1. Menurut Horton dan Hunt, ideologi merupakan suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma.
2. Menurut W. Newman, ideologi merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan tatanan sosial, struktur kekuasaan atau cara hidup dilihat dari segi tujuan, kepentingan sosial di mana ideologi itu muncul.
3. Menurut Mubyarto, ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan, dan simbol simbol kelompok masyarakat, atau suatu bangsa yang menjadi pegangan untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa.
b. Fungsi ideologi
1. Menjadi pedoman bagi invidu, masyarakat, atau bangsa untuk berpikir, bertindak, dan melangkah
2. Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat
3. Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan dalam segala aspek kehidupan
c. Perbedaan ideologi terbuka dan ideologi tertutup
| Ideologi terbuka | Ideologi tertutup |
| Nilai dan cita cita tidak dipaksakan dari luar | Bukan cita cita yang sudah hidup dalam masyarakat |
| Nilai-nilai dan cita cita digali dari kekayaan rohani, moral, dan budaya | Merupakan cita cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah masyarakat |
| Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat | Dibenarkan ata nama ideologi bahwa masyarakat harus berkorban |
| Milik seluruh rakyat | Kepercayaan ideologis yang kaku |
| Isinya dapat diubah menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi | Bukan berupa nilai-nilai dan cita cita |
| Bersifat dinamis dan reformis | Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak |
| – | Adanya ketaatan mutlak |
3. Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka
Pancasila bersifat actual, dinamis, antisipasif, dan senantiasa mampu menyesuaikan perkembangan zaman, pengetahuan, dan teknologi, serta dinamika perkembangan aspirasi rakyat. Pancasila sebagai ideologi terbuka dibagi menjadi nilai dasar, instrumental, dan praksis.
a. Nilai dasar
yaitu asas asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak.
b. Nilai instrumental
yaitu nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang akan terkristalisasi dalam peraturan
c. Nilai praksis
yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan.
Sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki dimensi idealisme, normatif, dan realitas
a. Dimensi idealisme adalah nilai nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh
b. Dimensi normatif dalam Pancasila adalah penjabaran nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam suatu sistem norma kenegaraan
c. Dimensi realitas dalam Pancasila maksudnya suatu ideologi harus bisa mencerminkan realitas yang berkembang di kehidupan masyarakat.
C. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan
1. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Politik
Pancasila dibidang politik dapat dilihat dari berbagai hal, seperti lembaga negara, hukum, dan sistem demokrasi.
a. Lembaga negara
Hal ini dapat dilihat pada perkembangan kebutuhan masyarakat dan negara mengenai lembaga negara.
b. Hukum
Perwujudan Pancasila dalam hal hukum dapat dilihat pada sistem hukum nasional yang berdasarkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
c. Sistem demokrasi
Perwujudan Pancasila dalam hal hukum dapat dilihat pada demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat
2. Perwujudan Nilai Nilai Pancasila di Bidang Ekonomi
Perwujudan nilai Pancasila di bidang ekonomi ditegaskan pada Pasal 33 UUD NRI 1945 sebagai berikut.
a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan
b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara akan dikuasai negara
c. Kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat
d. Perekonomian nasional diselanggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan
3. Perwujudan Nilai Nilai Pancasila di Bidang Sosial Budaya
a. Menghargai keragaman budaya Indonesia
b. Pelestarian budaya Indonesia
c. Mengembangkan nilai nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai nilai fedoalisme
d. Menjaga agar nilai nilai eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
e. Pengembangan nilai sosial budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai Pancasila
4. Perwujudan Nilai Nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan
Perwujudan dalam hal pertahanan keamanan terlihat pada UUD NRI 1945 Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1).
- UUD NRI 1945 Pasal 27 ayat (3) menyatakan bahwa rakyat berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara
- UUD NRI 1945 Pasal 30 ayat (1) menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara
Rangkuman PPKN Bab 1
Donald Oktavio S/9A
A Penerapan pancasila dari masa ke masa
Masa 1945-1950
Pada masa ini,Indonesia masih mendapat banyak tantangan dari berbagai pihak khususnya pihak Belanda.Pihak Belanda masih ingin menguasai Indonesia dan ingin mengganti Pancasila sebagai dasar negara.Pemberontakan yang terjadi adalah sebagai berikut:
-pemberontakan PKI
-pemberontakan DI/TII
-APRA
-Andi Azis
-pemberontakan RMS
PKI/Partai Komunis Indonesia memberontak pada tahun 1948.Kota Madiun yang berlokasi di Jatim mejadi basis pemberontakan.Pada tanggal 19 September 1948,Musso (tokoh PKI yang melarikan diri ke luar negri gara gara PKI gagal melakukan pemberontakan)memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia.
Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendirinya.APRA melakukan pemberontakan pada awal tahun 1950 dan berhasil menguasai sebagian daerah Bandung.
Republik Maluku Selatan/RMS dipimpin oleh Dr.Soumokil,mantan Jaksa Agung di NTT.RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950.Awalnya pemerintah RMS merundingkan masalah RMS secara damai,tapi ditolak.Akhirnya pemerintah mengirimkan ekspedisi militer dan pemberontakan berhasil dipadamkan.
B. Hakikat ideologi terbuka
a.pengertian ideologi
ideologi berasal dari kata “idea” yang berarti gagasan,konsep,cita cita adapun kata “logos” yang berarti ilmu,jadi ideologi adalah ilmu yang mempelajari konsep dan gagasan.Dan juga terdapat pengertian mengenai ideologi sebagai berikut:
-Menurut Horton dan Hunt ideologi merupakan suatu gagasan yang menyetujui seperangkat norma
-Menurut W.Newman,ideologi merupakan seperangkat gagasan yang menganalisa sosial,dan cara hidup orang.
-Menurut Mubyarto,ideologi adalah sejumlah doktirin,kepercayaan,dan simbol simbol kelompok masyarakat/bangsa.
b fungsi ideologi
fungsi fungsi dari ideologi adalah sebagai berikut:
-menjadi pedoman individu,masyarakat/bangsa untuk berfikir
-menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi individu,masyarakat,dan bangsa
-menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat
C.Perwujudan nilai nilai pancasila dalam berbagai bidang kehidupan
1 Dalam bidang politik
a. lembaga negara
b. hukum
c. sistem demokrasi
2 Dalam bidang ekonomi
a. perekonomian disusun sebgai uasaha bersama
b. cabang cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
c. bumi,air,dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar besarnya untuk rakyat
d. perekonomian nasional diselenggarkan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kedilan,kebersamaan,efisiensi bekeadilan,berkelanjutan,kemandirian ,serta menjaga keseimbangan nasional.
3 Dalam bidang sosial budaya
a. mengahrgai keragaman budaya
b. melestarikan kebudayaan Indonesia
c. mengembangkan nilai nlai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai nilai feodalisme
d. menjaga agar nilai eksklusivitas dna kedaerahan yang sempit tidak berkembang
e.pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menjuju modernisasi yang dijiwai pancasila
4 Dalam bidang pertahanan dan keamanan
Perwujudan nilai nilai pancasila di bidang pertahanan dan keamanan terlihat antara lain pada UUD NRI 1945 pada Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1.
My First Blog Post
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Introduce Yourself (Example Post)
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
- Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
- Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
- Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
- What topics do you think you’ll write about?
- Who would you love to connect with via your blog?
- If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.
