Ringkasan PPKn Bab 1 Renata Auriel . A ( 9A/29)

RINGKASAN PPKN BAB 1

  • Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa
  • Masa 1945 – 1950

Tahun 1945 sampai tahun 1950 merupakan masa awal kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini, penerapa Pancasila sebagai dasar Negara mendapatkan banyak tantangan dari berbagai pihak. Belanda masih ingin menguasai Indonesia dan melaksanakan agresi milliter. Di sejumlah wilayah terdapat upaya – upaya pemberontakan terhadap  Negara Kesatuan Republik Indonesia , bahkan terdapat usaha untuk menggantikan Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.

Beberapa pemberontakan – pemberontakan yang terjadi adalah sebagai berikut :

  • Pemberontakan PKI
  • Partai Komunis Indonesia ( PKI) memberontak pada tahun 1948 di daerah Madiun , Jawa Timur.
  •  Pada tanggal  19 September 1948, Musso ( tokoh yang melarikan diri pada tahun 1926 ke luar negeri setelah PKI gagal melakukan pemberontakan kepada pemerintah Belanda) memproklamasikan dirinya membentuk Negara Republik Soviet Indonesia.
  • Tujuan Musso adalah merebut kekuasaan da mengganti dasar Negara Pancasila dengan Komunis.
  • TNI dengan dukungan rakyat berhasil merebut kembali kota Madiun pada tanggal 19 September 1948.
  • Musso tewas ditembak pada saat pengepungan TNI  31 Oktober 1948 di Samandang, Ponorogo, Jawa Timur.
  • Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah
  • Darul Islam / Tentara Islam Indonesia ( DI/TII) berniat mendirikan Negara dengan dasar Islam.
  •  Pada tanggal 7 Agustus 1949 , Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) .
  • Di Jawa Tengah pasukan Amir Fatah  memproklamasikan ikut bergabung dengan DI/TII.
  •  Amir Fatah juga memproklamasikan berdirinya Darul Islam  pada tanggal 23 Agustus 1949.
  • Pemberontakan di kedua wilayah dengan cepat ditumpas oleh tentara dengan dukungan rakyat Indonesia.
  • APRA
  • Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymond Westerling.
  • Sebagian prajurit adalah KNIL ( Koninklijke Nederlands-Indische Leger) atau tentara Hindia Belanda.
  •  Pada konferensi meja bundar 1949 , Indonesia menjadi negara serikat dan Negara Pasundan di salah satu bagiannya
  • Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri.
  • APRA memberontak pada 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai Kota Bandung .
  •  APRIS( Angkatan Perang  Rakyat Indonesia Serikat) berhasil menumpas pemberontakan dan  Westerling melarikan diri ke luar negeri.
  • Andi Azis
  • Pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan – kesatuan bekas KNIL  yang dimpimpin Andi Azis (mantan perwira KNIL)
  • Andi Azis memberikan tuntunan bahwa, hanya APRIS yang bekas KNIL saja yang bertanggung jawab di Negara Indonesia Timur.
  • Pada 8 April 1950, pemerintah pusat ris mengeluarkan ultimatum kepada Andi Azis untuk melapor ke Jakarta 2 x 24 jam. Namun , setelah batas ultimatum yang dikeluarkan untuk Andi Azis lewat, karena Andi Azis tidak kunjung datag ke Jakarta.
  • Oleh karena itu pemerintah mengirim pasukan eskpedisi untuk menumpas pemberontakan yang dipimpin oleh Andi Azis.
  • Pasukan ekspedisi mendarat pada tanggal 26 April 1950. Pada bulan yang sama pula  Andi Azis menyerahkan diri , namun pertarungan tetap terjadi pada bulan Mei dan Agustus 1950.
  • Pemberontakan RMS
  • Republik Maluku Selatan (RMS) yang dipimpi oleh Dr. Soumokil (matan Jaksa Agung NTT), berdiri pada tanggal 25 April 1950.
  • Dalam pemberontakan ini terdapat gerakan separatisme yang menolak integritas dan ingin membentuk negara sendiri.
  •  Awalnya pemerintah ingin merundingkan masalah secara damai namun ditolak. Akhirnya pemerintah mengirimkan pasukan ekspedisi ke Maluku dan pemberontakan dapat dipadamkan.

Selain pemberontakan yang terjadi, Pancasila juga mendapatkan tatantangan dengan perubahan  Negara Indonesia yang dulunya  Negara kesatuan  menjadi Negara Serikat. Perubahan tersebut merupakan hasil dari Konferensi Meja Bundar 2 November 1950. Dalam negara seikat wilayah Indonesia dibagi menjadi 7 negara bagian , dan 9 daerah otonom. Negara- negara tersebut , yaitu Republik Serikat , Negara Pasundan, Negara Sumatra Timur , dan Negara Indonesia Timur. Presiden  dan perdana menteri  Republik Serikat adaah Soekarno dan Moh. Hatta. Serta konstitusi yang dipakai adalah Kontitusi RIS.

Pada awal tahun 1950 karena dorongan kuat dari rakyat untuk membubarkan RIS dan mengembalikan Indonesia menjadi NKRI , maka pemerintah negara –negara dan RIS mulai merancang  UUD baru.

Pada tanggal 15 Agustus , Presiden Soekarno mengumumkan Piagam Pernyataan Terbentuknya Negara Kesatuan. Di hari yang sama pula, Soekarno menandatangani UUDS 1950 yang mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1950.

  • Masa 1950 – 1959
  • UUDS 1950 menganut sistem pemerintahan parlemen. Presiden sebagai kepala negara dan tanggung jawab pemerintahan di tangan perdana menteri.
  • Penerapan Pancasila pada periode ini cenderung diarahkan sebagai ideologi liberal.
  • Pada tanggal 29 Maret 1955 terlaksana pemilihan umum pertama. Terpilih 272 wakil  rakyat sebagai anggota DP dan pada tanggal yang sama terpilih 550 orang sebagai anggota Konstituante.
  • Lembaga Konstituante mulai bekerja pada tahun 1956 dan memiliki tugas untuk menyusun konstitusi pengganti UUDS 1950.Namun sampai 1959 tugasnya belu terselesaikan.
  • Akhirnya Presiden Soekarno mengeluarkan Dekret Preside pada 5 Juli 1959 yang berisi memberlakukan kembali UUD NRI Tahun 1945 dan membubarkan Konstituante.

Pada periode ini juga terjadi beberapa pemberontakan yang bertujuan untuk melepaskan diri dari NKRI , yaitu:

  • Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh
  • Pada April 1950 Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatan dan mengumumkan bergabung dengan DI/TII
  • DI/TII Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Abdul Kahar Muzakkar , pada Agustus 1953 menumumkan bahwa Sulawesi Selatan merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia.
  • DI/TII Aceh yang dipimpin oleh Daud Beureueh, pada tanggal 20 September 1953 menyatakan bahwa Aceh merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia.
  • Pemerintah langsung mengirim pasukan untuk menumbas pemberontakan.
  • Pemberontakan PRRI
  • Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia didirikan di Sumatra.
  • Pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husei memproklamasikan berdirinya PPRI.
  • Untuk memadamkan  pemberontakan , pemerintah melakukan sejumlah operasi militer.
  • Pemberontakan Permesta
  • Di Universitas Permesta , tanggal 17 Februari 1958, terjadi pertemuan  yang dihadiri oleh gubernur militer Sulawesi Utara dan Tengah, para cendekiawan , dan Mayor D. Jus Somba.
  • Pada saat pertemuan Mayor D. Jus Somba melontarkan pernyataan bahwa Sulawesi Utara dan Tengah mendukung PPRI seutuhnya, dan sejak saat itu Permesta memutus hubungan dengan RI.
  • Pemerintah segera melakukan operasi militer untuk menumpas pemberontakan ini.
  • Masa 1959 – 1966

Masa  1959 – 1966 disebut sebagai periode  demokrasi terpimpin. Pada masa ini demokrasi tidak berada pada tangan rakyat  yang sesuai dengan Pancasila melaikan berada pada kekuasaan pribadi presiden.

Pada masa ini terdapa banyak penyimpangan, seperti:

  1. Diangkatnya Presiden Suharto menjadi presiden seumur hidup
  2. Pembubaran DPR hasil pemilu tahun 1955 oleh presiden melalui penetapan presiden (Penpres) No.3 Tahun 1960 tentang Pembaharuan Susunan Dewan Perwakilan Rakyat yang ditetapkan pada tanggal  5 Maret 1960.
  3. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR_GR) tidak dipilih oleh rakyat,  tetapi sebagian besar dan diangkat langsung oleh presiden
  4. Pelaksanaan politik konfrontasi
  5. Adanya percobaan penggabungan nasionalis, agama, dan komunisme (Nakaskom), tetapi ternyata tidak cocok untuk NKRI.

Pada masa ini terjadi peristiwa pemberontakan PKi dan G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965. PKI berhasil membunuhenam perwira tinggi dan seorang ajudan Jenderal A. H. Nasution, yaitu sebagai berikut:

  1. Jenderal Ahmad Yani
  2. Letjen M.T Haryono
  3. Letjen Soeprapto
  4. Letjen S. Parman
  5. Mayjen D. I. Panjaitan
  6. Mayjen Soetojo Siswomihardjo
  7. Letnan Satu Pierre A. Tendean

Pemberontakan PKI dan G30S/PKI dilakukan dengan tujuan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.  Tanggal 30 diperingati sebagai hari peringatan G30S/PKI , sedangkan 1 Oktober diperingat sebagai hari Kesaktian Pancasila.

  • Masa 1966 – 1998

Pada 12 Januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang dikenal dengan Tiga Tuntutan Hati Nurani ( Tritura ). Adapun isi Tritura :

  1. Bubarkan PKI beserta ormas – ormas
  2. Bubarkan cabinet Dwikora dari unsur – unsur PKI
  3. Turunkan harga

Beberapa elemen gerakan mahasiswa dan rakyat yang turut serta, yaitu :

  • Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia  ( KAMI )
  • Kesatuan Aksi Pelajar Indonesi ( KAPI )
  • Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia ( KAPPI )
  • Kesatuan Aksi Buruh Indonesia ( KABI )
  • Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia ( KASI )
  • Kesatuan Aksi Wanita Indonesia ( KAWI )
  • Kesatuan Aksi Guru Indonesi ( KAGI )

Situasi yang tak menentu membuat presiden Soeharto mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret pada  11 Maret 1966. Isi surat itu memintan Letnan Jenderal Soeharto selaku Panglima Komando Operasi  Keamanan dan Ketertiban ( Pangkopkamtib ) untuk mengendalikan keamanan dan ketertiban negara. Selain itu Soeharto juga membubarkan PKI beserta ormas – ormasnya dan mengamankan para menteri yang terlibat dengan G30S/PKI.

Masa 1966 – 1998 disebut masa Orde Baru. Pada masa ini diharapkan dapat melaksanakan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 dengan murni dan konsekuen. Presiden Soeharto kemudian menjalankan sejumlah kebijakan  dengan dasar penegakan stabilitas keamanan dan pembangunan ekonomi. Namun kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan kemudian yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila. Hal yang dianggap tidak sesuai dengan Pancasila  pada masa Orde Baru , yaitu:

  • Kebebasan pers dianggap terbatas
  • Pemerintah cenderung sentralistri
  • Demokrasi cenderung dikekang
  • Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme
  • Masa 1998 – sekarang
  • Masa 1998 – sekarang dikenal dengan masa reformasi
  • Pada masa ini , kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap Pancasila membuat masyarakat dan mahasiswa melakukan demonstrasi agar Soeharto diturunkan dari jabatannya.
  • Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto  menyatakan mundur sebagai presiden dan digantikan oleh B.J Habibie .
  • Jika pemilu 1977- 1997 hanya dilakukan oleh tiga partai, maka pemilu 1998 diikuti oleh 48 partai.
  • Pada masa reformasi, juga dilakukan amandemen UUD  NRI Tahun 1945 yang bertujuan menyempurnakan aturan dasar negara.
  • Perkembangan demokrasi pada masa reformasi berkembang pusat
  • Meskipun telah terjadi berbagai perubahan dalam masa reformasi, masih ada sejumlah permasalahan yang terjadi. Sebagian pihak melihat menguatnya semangat primodialis
  • Nilai – nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman
  • Pengertian Nilai

Nilai berasal dari kata Latin, valere yang berartu ‘kuat , baik, berharga’. Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam , yaitu:

  1. Nilai material , yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia
  2. Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas
  3. Nilai kerohanian , yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani. Nilai krohanian dibagi menjadi menjadi empat macam sebagai berikut.
  4. Nilai keberanan. Nilai ini bersumber pada akal manusia
  5. Nilai keindahan atau nilai estetis. Nilai ini bersumber pada unsur kehendak manusia.
  6. Nilai religious. Nilai ini merupakan nllai rohani tertinggi. Nilai religious bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia.
  • Hakikat Ideologi terbuka
  • Pengertian Ideologi

Ideologi berasal dari kata idea yang berarti ‘gagasan,konsep, pengertian  dasar, cita – cita’ ; adapun logos berarti ‘ilmu’. Secara harfiah ideology berarti ilmu pengertian – pengertian dasar.

  • Fungsi Ideologi
  • Menjadi pedoman  dalam berpikir, melangkah , dan bertindak
  • Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi untuk mencapai tujuan
  • Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai  persoalan dalam segala aspek kehidupan
  • Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup

Menurut Kaelan ( 2005 ) perbedaan ideology terbuka dan tertutup antara lain sebagai berikut.

  • Ideologi terbuka
  • Nilai dan cita – cita tidak dipaksakan dari luar
  • Nilai dan cita – cita diagali dari kekayaan rohani, moral , dan budaya masyarakat sendiri
  • Hasil musyawarah dan konsekues masyarakat
  • Milik seluruh  rakyat
  • Isinya  yang tidak operasional menjadi operasional  bila diwujudkan dalam konstitusi
  • Bersifat dinamis dan reformis
  • Indeologi tertutup
  • Bukan merupakan cita – cita yang sudah hidup dalam masyarakat
  • Merupakan cita – cita satu kelompok orang yang mendasari satu program
  • Dibenarkan atas nama ideology bahwa masyarakat harus berkorban
  • Kepercayaan dan kesetian ideologis yang kaku
  • Bukan berupa nilai – nilai dan cita – cita
  • Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak
  • Adanya kenyataan yang mutlak
  • Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila merupakan ideology yang bersifat terbuka. Dengan demikian , Pancasila bersifat actual, dinamis, antisipasif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zamann, pengetahuan, dan teknologi, serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Nilai – nilai yang terdapat dalam Pancasila sebagai ideology terbuka adalah nilai dasar, nilai instrumental, nilai praktis

Manurut hamdayama , dkk ( 2012 ) nilai dalam pansila adalah sebagai berikut.

  1. Nilai dasar,  yaitu asas – asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak. Nilai – nilai dasar pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan,  dan nilai keadilan.
  2. Nilai instrumental, yaitu nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga – lembaga negara.
  3. Nilai praktis , yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan.

Adapun sebagai  ideology terbuka, secara structural Pancasila memiliki dimendi idealisme , normatif, dan realitas ( Al Hakim, dkk, 2016 ).

  1. Dimensi idealisme dalam Pancasila adalah nilai – nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh. Dalam hal ini, adalah hakikat nilai – nilai yang terkandung dalam sila – sila Pancasila , yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan.
  2. Dimensi normatif  dalam Pancasila adalah penjabaran nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam suatu sistem norma kenegaraan yang lebih operasional.
  3. Dimensi realitas dalam Pancasila maksudnya suatu ideology harus mampu mencermikan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.
  • Perwujudan Nilai – Nilai Pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan
  • Perwujudan Nilai – Nilai Pancasila di Bidang Politik
  1. Lembaga negara. Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada perkembangan kebutuhan masyarakat dan negara mengenai lembaga negara. Indonesia memiliki lembaga negara, seperti Majelis Perwakilan Rakyat ( MPR ), Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ), presiden, Mahkamah Agung ( MA ), Mahkamah Konstitusi ( MK ), Komisi Yudisial ( KY ), Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ), DPD , MK ,  dan KY merupakan lembaga – lembaga negara yang dibentuk setelah amandemen UUD NRI Tahun 1945.
  2. Hukum. Perwujudan Pancasila dapat dilihat  pada sistem hukum nasional yang berdasarkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. Semua peraturan dan perudang – udangan yang berlaku pada hakikatnya merupakan penjabaran dari nilai – nilai dasar Pancasila.
  3. Sistem demokrasi. Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat. Pelaksanaan demokrasi Pancasila dilandasi semangat kekeluarga dan kegotongroyongan sehingga tidak timbul dominasi mayoritas atau tirani minoritas.
  • Perwujudan Nilai – Nilai Pancasila di Bidang Ekonomi

Perwujudan nilai – nilai Pancasila di bidang ekonomi ditegaskan pada Pasal 33 UUD Tahun 1945.

  • Perwujudan Nilai – Nilai Pancasila di Bidang Sosial budaya
  • Menghargai keragaman budaya Indonesia
  • Pelestarian keragaman budaya Indonesia
  • Mengembangan nilai – nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai – nilai feodalisme
  • Menjaga agar nilai – nilai ekslusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
  • Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai Pancasila
  • Perwujudan Nilai – Nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan

Perwujudan nilai – nilai pancasila di bidang pertahanan dan keamanan terlihat pada UUD NRI Tahun 1945 pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1). Berdasarkan kedua pasal tersebut, terlihat bahwa setiap warga negara wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Rangkuman PPKn bab 1 Janet 9A/16

Ringkasan PPKn bab 1-4

Bab 1 (Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara)

A.Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa

1) masa 1945-1950

Masa di awal kemerdekaan Indonesia. Pihak Belanda masih ingin menguasai Indonesia, dan banyak terjadi pemberontakan. Pemberontakan-pemberontakan tersebut seperti, Pemberontakan PKI, Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah, APRA, Andi Azis, dan Pemberontakan RMS.

*Pemberontakan PKI terjadi pada tanggal 19 September 1948 di Kota Madiun, Jawa Timur. Waktu itu Musso (tokoh PKI yang melarikan diri ke luar negeri) memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia, ia ingin mengganti Pancasila dengan komunisme. Tentara RI akhirnya bisa merebut kembali kota Madiun pada tanggal 30 September 1948.

*Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah pada saat itu DI/TII berniat mendirikan negara dengan dasar Islam. Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Amir Fatah pun juga bergabung dengan DI/TII dan memproklamasikan berdirinya Darul Islam pada 23 Agustus 1949. Pemberontakan DI/TII ini segera ditumpas oleh tentara.

*APRA Angkatan  Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajurit APRA adalah prajurit KNIL. Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. Pemberontakan APRA terjadi pada 23 Januari 1950. Setelah tentara APRIS (Angkatan Perang  Republik Indonesia) berhasil menumpas pemberontakan, Westerling kemudian melarikan diri.

*Andi Azis; Pada tanggal 5 April 1950 terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan-satuan bekas KNIL yang dipimpin oleh kapten Andi Azis. Ia memberikan tuntutan yaitu pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas NIT(Negara Indonesia Timur). Pada 8 April 1950, pemerintah pusat RIS mengeluarkan ultimatum kepada Andi untuk datang dan melaporkan diri ke Jakarta dalam waktu 2 x 24 jam. Namun karena Andi Azis tidak datang maka pemberontakannya dituntaskan.

*Pemberontakan RMS; Republik Maluku Selatan (RIS) dipimpin oleh Dr.Soumokil, mantan Jaksa Agung di Nusa Tenggara Timur. RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950. Dalam pemberontakan ini ada gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membentuk negara sendiri. Awalnya pemerintah bersikap lunak dengan merundingkan masalah RMS dengan damai namun ditolak. Akhirnya pemerintah dapat memadamkan pemberontakan.

2) masa 1950-1959

      Setelah bubarnya Republik Indonesia Serikat, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi. Berdasarkan UUDS 1950, bentuk Negara Indonesia adalah kesatuan. Penerapan Pancasila dalam periode ini cenderung diarahkan sebagai ideologi liberal. Hal ini tidak menjamin stabilitas pemerintahan.

      Pada masa ini dilaksanakan pemilihan umum pertama di Indonesia, yaitu pada tanggal 29 September 1955. Pemilu ini berhasil memilih anggota-anggota lembaga Konstituante sejumlah 550 orang. Tugas lembaga ini adalah menyusun konstitusi baru pengganti UUDS 1950 dan mulai bekerja sejak tahun 1956. Hingga tahun 1959 tugasnya belum terselesaikan dan terjadi perdebatan terus menerus antara anggota Konstituante. Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan Dekret Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 yang intinya memberlakukan kembali UUD NRI Tahun 1945 dan membubarkan Konstituante.

      Selain itu, pada masa ini juga banyak pertentangan dengan munculnya sejumlah pemberontakan yang bertujuan untuk melepaskan diri dari NKRI. Berikut pemberontakan yang terjadi,

*Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh

   Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII. Sementara itu, pemberontakan di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Kahar Muzakkar. Adapun di Aceh dipimpin Daud Beureueh. Berkat dukungan rakyat akhirnya pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan.

*Pemberontakan PRRI

   Pemerintah Rvolusioner Republik Indonesia (PRRI) didirikan di Sumatra. Pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI. Pemerintah melakukan sejumlah operasi militer untuk memadamkan.

*Pemberontakan Permesta

   Di Universitas Permesta, 17 Februari 1958, diadakan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik, gubernur Sulawesi Utara dan Tengah, para cendekiawan, dan Mayor D Jus Somba. Saat pertemuan tersebut Mayor D Jus Somba melontarkan pernyataan bahwa Permesta di Sulawesi Utara dan Tengah mendukung PRRI seutuhnya.

  • ) Masa 1959-1966

        Sebagian pihak menyebut masa ini sebagai periode demokrasi terpimpin. Terjadi penyimpangan penafsiran pada Pancasila pada masa ini, antara lain;

  1. Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup
  2. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden melalui Penetapan Presiden (penpres) No.3 tahun 1960 tentang Pembaharuan Susunan Dewan Perwakilan Rakyat yang ditetapkan pada tanggal 5 Maret 1960.
  3. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) tidak dipilih oleh rakyat, tetapi sebagian besar dipilih dan diangkat langsung oleh presiden.
  4. Pelaksanaan politik konfrontasi.
  5. Adanya percobaan penggabungan atau pencampuran nasionalis, agama, dan komunisme (Nasakom), tetapi ternyata tidak cocok untuk NKRI.

Pada masa ini terjadi peristiwa pemberontakan PKI atau G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965.

Korban yaitu sebagai berikut;

  1. Jenderah Ahmad Yani
  2. Letjen M.T. Haryono
  3. Letjen Soeprapto
  4. Letjen S. Parman
  5. Mayjen D. I. Panjaitan
  6. Mayjen Soetojo Siswomihardjo
  7. Letnan Satu Pierre A. Tendean
  • ) Masa 1966-1998

     Pada 12 Januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan. Demonstrasi tersebut  dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura). Adapun isi Tritura sebagai berikut;

  1. Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
  2. Bubarkan kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
  3. Turunkan harga

   Beberapa elemen gerakan mahasiswa dan rakyat yang turut serta dalam demonstrasi itu antara lain Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI), dan Kesatuan Aksi Guru di Indonesia (KAGI). Situasi yang tidak menentu membuat Presiden Soekarnomengeluarkan Supersemar pada 11 Maret 1966. Masa 1966-19898  disebut sebagai masa Orde Baru. Orde baru awalnya memberi angin segar pada pengamalan Pancasila. Namun, terdapat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan kemudian dianggap tidak sesuai dengan jiw Pancasila, antara lain;

  1. Kebebasan pers dianggap terbatas, terdapat sejumlah penghentian penerbitan media masa, seperti majalah tempo dan tabloit detik.
  2. Pemerintah cenderung sentralistik.
  3. Demokrasi cenderung dikekang, antara lain hanya ada tiga partai yang boleh ikut pemilihan umum sejak pemilu 1977-1997.
  4. Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sehingga menjadi salah satu penyebab kemunduran ekonomi Indonesia .
  • ) Masa 1998-sekarang

       Masa ini disebut sebagai masa reformasi. Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto akhirnya menyatakan mundur sebagai presiden RI dan digantikan oleh wakilnya, B.J. Habibie. Pergantian pemimpin membuat harapan rakyat atas hal tersebut menguat. Perkembangan demokrasi pada masa reformasi berkembang pesat. Di sisi lain, meskipun telah terjadi berbagai perubahan dalam masa reformasi, masih ada sejumlah permasalahan yang  terjadi.

  • Nilai-Nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman
  1. Pengertian Nilai

   Nilai berasal dari kata latin, valere yang berarti kuat, baik, berharga. Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam, yaitu;

  1. Nilai material
  2. Nilai vital
  3. Nilai kerohanian (kebenaran, keindahan atau estetis, kebaikan atau nilai moral, religius)
  • Hakikat Ideologi Terbuka
  • Pengertian Ideologi

Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita. Adapun logos berarti ilmu. Terdapat beberapa pengartian mengenai ideologi, antara lain;

  1. Menurut Horton dan Hunt, ideologi merupakan suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma.
  2. Menurut W. Newman, Ideologi merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan atau melegalisasikasn tatanan sosial, struktur kekuasaan atau cara hidup dilihat dari segi tujuan, kepentingan atau status sosial dari kelompok atau kolektivitas di mana ideologi itu muncul
  3. Murbyanto, ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan, dan simbol-simbol kelompok masyarakat atau suatu bangsa yang menjadi pegangan atau pedoman kerja atau perjuangan untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa.
  • Fungsi Ideologi
  • Menjadi pedoman bagi individu, masyarakat, atau bangsa untuk bepikir, melangkah, dan bertindak.
  • Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi bagi individu, masyarakat, dan bangsa untuk mencapai tujuan.
  • Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan.
  • Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup
  • Ideologi terbuka
  • Nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar.
  • Nilai-nilai dan cita-cita digali dari  kekayaan rohani, moral, dan kebudayaan masyarakat sendiri.
  • Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.a
  • Milik seluruh rakyat, sehingga dapat sekaligus sebagai kepribadian masyarakat
  • Isinya yang tidak operasional menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi.
  • Bersifat dinamis dan reformis.
  • Ideologi tertutup
  • Bukan merupakan cita0cita yang sudah hidup dalam masyarakat
  • Merupakan cita-cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan mempebarui masyarakat.
  • Dibenarkan atas nama ideologi bahwa masyarakat harus berkorban
  • Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku
  • Bukan berupa nilai-nilai dan cita-cita
  • Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak
  • Adanya ketaatan yang mutlak, bahkan terkadang menggunakan kekuatan dan kekuasaan
  • Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila merupakan ideologi yang bersifat terbuka. Menurut Hamdayama, dkk (2012), nilai dalam Pancasila adalah nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Adapun sebagai ideologi terbuka, secara struktural, Pancasila memiliki dimensi idealisme, normatifm dan realistis (AI Hakim, dkk., 2016).

  • ) Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan
  1. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Politik

Perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam bidang politik dapat dilihat dalam beberapa hal, seperti lambang negara, hukum, dan sistem demokrasi Indonesia.a

  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Bidang Ekonomi

Ditegaskan pada Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 sebagai berikut;

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan serta kesatuan ekonomi nasional.
  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Bidang Sosial Budaya

Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang sosial budaya antara lain;

  1. Menghargai keragaman budaya Indonesia
  2. Pelestarian keragaman budaya Indonesia
  3. Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai-nilai feodalisme.
  4. Menjaga agar nilai-nilai eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
  5. Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai Pancasila.
  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan

Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan terlihat antara lain pada UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27  ayat (3) dan pasal 30 ayat (1).

Rangkuman PPKn Firen Wijaya

(9A/11)

Tahun 1945-1950 : Masa awal kemerdekaan Indonesia

Pemberontakan yang terjadi pada tahun 1945-1950 adalah :

  • PKI (Partai Komunis Indonesia)
  • DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia)
  • APRA (Angkatan Perang Ratu Adil)
  • Andi Aziz
  • RMS (Republik Maluku Selatan)

PKI

Tahun 1948 di Kota Madiun, Jawa Timur = Basis pemberontakan

19 September 1948 ; Musso (tokoh PKI yang pada 1926 melarikan diri ke luar negeri setelah PKI gagal melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Belanda) memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. Tujuannya ; Merebut kekuasaan & mengganti Pancasila dengan komunisme.

DI/TII 

Setelah Kartosuwiryo memproklamasikan NII (Negara Islam Indonesia) di Jawa Barat, pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII. Amir Fatah memproklamasikan berdirinya DI pada 23 Agustus 1949. Pemberontakan DI/TII di kedua wilayah segera ditumpas oleh tentara yang didukung rakyat.

Tujuan APRA

Tujuan dari pemberontakan ini adalah mempertahankan bentuk Negara Pasundan & mempertahankan adanya tentara sendiri. Pemberontakan dilakukann pada awal tahun 1950 & berhasil menguasai sebagian kota Bandung.

Andi Aziz

Pada 5 April pasukan Andi Aziz menyerang menyerang markas Tentara Indonesia di Makassar.

RMS

Pemberontakan ini dipimpim oleh Dr. Soumokil (Mantan Jaksa Agung), di NTT. RMS berdiri pada 25 April 1950. Awalnya, pemerintah bersikap lunak (dengan merundingkan masalah ini secara damai), naman ditolak. Akhirnya pemerintah mengirim militer ke Maluku & pemberontakan dapat dipadamkan.

Pada 1950-1959, dasar negara tetap Pancasila, tetapi pemerintah yang liberal saat itu lebih menekankan hak-hak Individual. Pada masa itu terlaksana pemilihan umum pertama Indonesia, yaitu pada 29 September 1955.

Pada 1959-1966, disebut sebagian pihak sebagai periode demokrasi terpimpin. Pada masa ini, demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat, sebagaimana diamanatkan nilai-nilai Pancasila, namun berada pada kekuasaan presiden.

Pada 12 Januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa & rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan. Tuntutan tersebut dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura).

Pancasila merupakan ideologi yang bersifat bebas. Artinya bersifat aktual, dinamis, antisipasif & senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan zaman, pengetahuan & teknologi, serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.

Perwujudan nilai Pancasila di bidang politik dapat dilihat di lembaga negara, hukum & sistem demokrasi Indonesia.

Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang pertahanan & keamanan terlihat antara lain pada UUD NRI 1945 Pasal 27 ayat 3 & Pasal 30 ayat 1.

Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan & kesatuan ekonomi nasional.

Ringkasan PKN Bab 1

Nama: Renno Widjaya/9A/30

  1. Masa 1945-1950

Padatahun 1945-1950 seringdisebut sebagai masaawalkemerdekaan Indonesia, dimanapadasaatitujugabanyaktantangandariberbagaipihaksepertipihakBelanda yang masihinginmenguasai Indonesia danmelaksanakanagresimiliternyaatau pun upaya-upayapemberontakanterhadap NKRI sertausahauntukmenggantidasar Negara. Contohpemberontakan yang terjadiadalahseperti :

A. Pemberontakan PKI

B. Pemberontakan DI/TII

C. APRA

D. AndiAzis

E. Pemberontakan RMS

Berikutadalah alas anpemberontakantersebutdantempatsertatanggalterjadinya:

  1. PartaiKomunis Indonesia (PKI) memberontakpadatahun 1948. Kota Madiun yang terletak di JawaTimurdijadikan basis pemberontakan. Padatanggal 19 September 1948, Musso (tokoh PKI yang pada 1926 melarikandirikeluarnegerisetelah PKI gagalmelakukanpemberontakanterhadappemerintahBelanda) memproklamasikanberdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. TujuanMussoadalahuntukmerebutkekuasaandanmenggantidasar Negara Republik Indonesia menjadikomunisme. Tentara RI dengandukunganrakyatberhasilmerebutkembali Kota Madiunpadatanggal 30 September 1948 danMussotewasditembak dalam pengepungan TNI pada 31 Oktober di Samandang, Ponorogo, JawaTimur.
  • Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat danJawa Tengah dilakukanolehDarul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang berniatmendirikan Negara dengandasar Islam.Padatanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryomemproklamasikanberdirinya Negara Islam Indonesia. Setelahproklamasitersebuttersebar di 2 daerah, Amir Patah pun ikutbergabungdanmendirikanDarulIslampadatanggal 23 Agustus 1949. Karenaterjadinyapemberontakan yang disebabkan DI/TII pemerintah pun segeramenumpaskanmerekadengandukunganrakyat.
  • AngkatanPerangRatuAdil (APRA) didirikanoleh Raymond Westerling. Sebagianprajurit APRAadalahprjurit KNIL (KoninkiljkeNederlands-Indische Leger) atauTentaraHindiaBelanda. SetelahkoferensiMejaBundartahun 1949, Indonesia menjadi Negara serikatdengan Negara Pasundansalah 1 bagiannya.APRA melakukanpemberontakanpada 23 Januari 1950 danberhasilmenguasaisebagian Kota Bandung. Namun, berkatdukunganrakyat, operasimiliter yang dijalankan APRIS (AngkatanPerangRepublik Indonesia Serikat) berhasilmenumpaspemberontakan APRA. Westerlingkemudianmelarikandirikeluarnegeri.
  • Padatanggal 5 April 1950 terjadipemberontakan yang dilakukanolehkesatuan-kesatuanbekas KNIL yang dipimpinolehkaptenAndiAzis. Iaadalahmantanperwira KNIL. Iamemberikansebuahtuntutan, yaituhanyahanyapasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggungjawabatasdaerah NTI (Negara Indonesia Timur). Iasangatmenentangmasuknyapasukan APRIS dari TNI yang dikirimdariJawa. Pada 8 April 1950, pemerintahpusat RIS mengeluarkan ultimatum kepadaAndiAzisuntukdatangdanmelaporkandirike Jakarta dan 2 x 24 jam. Namunsetelahbatas ultimatum, AndiAzistetaptidakdatangke Jakarta. Olehkarenaitu, pasukan pun dikirimuntukmenumpaspemberontakan yang dilakukannya. Seluruhpasukanekspedisiberhasilmendaratpada 26 April 1950. Padabulantersebut pula, AndiAzismenyerahkandiri, namuntetapadapertarungansengit yang terjadi di bulan Mei danAgustusolehkeduabelahpihakpadatahun 1950.
  • Republik Maluku Selatan (RMS) dipimpinoleh Dr. Soumokil yang merupakanmantanjaksaAgung di Nusa Tenggara Timur. RMS berdiripadatanggal 25 April 1950. Dalam pemberontakaniniadagerakanseparatis yang menolakintegrasidaninginmembentuk Negara sendiri.Awalnyapemerintahinginmerundingkanmasalahsecaradamai, tetapikarenaditolakmakapemerintahmengirimkanmiliterke Maluku danpemberontakandipadamkan.
  • Masa 1950-1959, masihterdapatpemberontakan DI/TII di Makassar, Banjarmasin, Aceh. Tapidengandoronganrakyatpemberontakaninidapatditumpas. Selain DI/TII, terdapatpemberontakanPermesta di Sulawesi dan PRRI di Sumatera.
  • Masa 1959-1966, disebutjugademokrasiterpimpin, terjadipenyimpangan, yaitu:
    • DiangkatnyaSoekarno sebagai presidenseumurhidup
    • Bubarnya DPR hasilpemiluuu 1955 olehpresidenmelaluiPenpres No. 3 1960 tentangPembaharuanSusunan DPR
    • Anggota DPR GotongRoyongdipilihsebagianbesarolehpresiden
    • Konfrontasi Indonesia Malaysia 3 Mei 1964 SoekarnomemberiDwikora, lalu Indonesia keluardari PBB pada 7 Januari 1965
    • Adanyapercobaangabungan NASAKOM, tidakcocokdengan NKRI

Padatahun 1965 PKI memberontak (G30S), berusahamerebutkekuasaantertinggidanmembunuh 6 perwiratinggidanJendralNasution. 6 orang tersebutadalahAchmadYani, MT Harjono, Soeprapto, S. Parman, DI Panjaitan, SoetojoSiswomihardjo, Pierre Tendean

  • Masa 1966-1998, demo mahasiswadanrakyat (Tritura), situasi yang tidakmenentumembuatSoekarnomengeluarkanSupersemarisinyamemintaSoehartomengendalikankeamanandanketertiban Negara. Hal yang tidaksesuaidenganPancasilapadamasainisangatbanyak.
  • Masa 1998-Seakarang disebut sebagai masaroformasi, turunnya Presiden Soeharto dan digantikan oleh wakilnya Habibie dan terjadinya kemunduran eknomi Indonesia

Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertiandasar, cita-cita adapun logos berarti ilmu dan secara harfiah, ideology berarti ilmu pegertian-pengertian dasar. Ideologi berfungsi sebagai: Pedoman,Motivasi, dan upaya dalam menghadapi persoalan masyarakat. Ideologi terdapat 2 macam yaitu ideology terbukadan ideology tertutup. Pancasila merupakan ideology yang bersifat terbuka. Artinya adalah pancasila bersifat actual, dinamisantipasif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, pengetahuan, danteknologi, serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Menurut Hamdayama, dkk.(2012), nilai dalam Pancasila adalah nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis serta berikut penjelasannya :

  1. Nilai dasar : asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar, / tidak perlu dipertanyakan lagi.
  • Nilai instrumental : nilai yang berbentuknormasosialdannormahukum yang selanjutnyaakantekristalisasidalamperaturandanmekanismelembaga-lembaganegara.
  • NilaiPraksis: nilai yang sesungguhnyakitalaksanakandalamkenyataan.

Adapunsebagai ideology terbuka, secara structural, Pancasilamemilikidimensi idealism, normative, danrealistis.

  1. Dimensi idealism dalamPancasilaadalahnilai-nilaidasar yang terkandungdalamPancasila yang bersifatsistematis, rasional, danmenyeluruh.
  • Dimensi normative dalamPancasilaadalahpenjabarannilai-nilai yang terkandungdalamPancasiladalamsuatu system normakenegaraan yang lebihoperasional
  • DimensirealitasdalamPancasilamaksudnyasuatu ideology harusmampumencerminkanrealitas yang hidupdanberkembangdalammasyarakat.
  1. Perwujudannilai-nilaipancasila di bidangpolitikdapatdilihatdalambeberapahal, sepertikembaganegara, hukum, dan system demokrasi Indonesia.
  • PerwujudanPancasila di bidangperekonomianditegaskanpadaPasal 33 UUD NRI Tahun 1945 sebagaiberikut :
  • Perekonomiandisusunsebagaiusahabersamaberdasarkanatasasaskekeluargaan.
  • Cabang-cabangproduksi yang pentingbaginegaradan yang menguasaihajathidup orang banyakdikuasai oleh negara.
  • Bumi, air, dankekayaanalam yang terkandung di dalamnyadikuasai oleh negaradandipergunakanuntuksebesar-besarnyakemakmurarakyat.
  • Perekonomiannasionaldiselenggarakanberdasarkanatasdemokrasieknomidenganprinsipkeadilan, kebersamaanefisiensiberkeadilan, berkelanjutan, berwawasanlingkungan, kemandirian, sertadenganmenjagakeseimbangankemajuandankesatuanekonominasional.

Perwujudannilai-nilaiPancasila di bidangsosialbudayasebagaiberikut :

  1. Melihatkeragamanbudaya Indonesia
  2. Pelestariankeragamanbudaya Indonesia
  3. Mengembangkannilai-nilaipersamaan status sosialdanmenghargaiberkembangnyanilai-nilaifeodalisme.
  4. Menjaga agar nilai-nilai eksklusivitas dan kedaerahan yang sempittidakberkembang.
  5. Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai Pancasila.

Perwujudannilai-nilaiPancasila di bidangpertahanandankeamananterlihatantara lain pada UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 ayat (3) danPasal 30 ayat (1)

Rangkuman PPKn Jacqueline 9A/15

Bab I : Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara

  • Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa

masa 1945-1950

  • Merupakan masa awal kemerdekaan Indonesia dimana penerapan Pancasila masih mendapat banyak tantangan dari berbagai pihak
  • Pemberontakan – pemberontakan yang terjadi :
  • Pemberontakan PKI 
    • Terjadi pada tahun 1948
    • Basis pemberontakan ada di Kota Madiun, Jawa Timur
    • 19 September 1948 : Musso memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia
    • Tujuan Musso : merebut kekuasaan dan mengganti dasar Negara RI yang berdasarkan Pancasila dengan Komunisme
    • 30 September 1948 : Kota Madiun direbut kembali Tentara RI
    • 31 Oktober 1948 : Musso Tewas ditembak dalam sebuah pengepungan di Samandang, Ponorogo, Jawa Timur
  • Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah
    • Tujuan : untuk mendirikan negara dengan dasar Islam
    • 7 Agustus 1949 : Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) (Jawa Barat)
    • Tentara dan pendukungnya disebut Tentara Islam Indonesia (TII)
    • 23 Agustus 1949 : Amir Fatah memproklamasikan berdirinya Darul Islam (Jawa Tengah)
  • APRA (Angkatan Perang Ratu Adil)
    • Didirikan oleh Raymond Westerling
    • Sebagian prajurit APRA adalah prajurit KNIL (Koninklijke Nederlands-Indische Leger) atau Tentara Hindia Belanda
    • 1949 setelah Konferensi Meja Bundar : Indonesia menjadi negara serikat dengan Negara Pasundan sebagai salah satu bagiannya
    • Tujuan APRA : mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri
    • 23 Januari 1950 : terjadi pemberontakan dan sebagian Kota Bandung berhasil dikuasai
    • APRA berhasil ditumpas oleh tentara APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) dan Westerling kemudian melarikan diri ke luar negeri
  • Andi Azis
    • 5 April 1950 : kesatuan – kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Andi Azis melakukan pemberontakan 
    • Tuntutan Andi Azis : Hanya pasukan – pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT
    • Andi Azis sangat menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI yang dikirim dari Jawa dan menyatakan bahwa NIT harus tetap berdiri
    • 8 April 1950 : pemerintah pusat RIS mengeluarkan ultimatun agar Andi Azis datang dan melaporkan diri ke Jakarta dalam waktu 48 jam, sayangnya ia tidak datang sehingga pasukan ekspedisi dikirim untuk menumpas pemberontakan yang dipimpin Andi Azis
    • Andi Azis menyerahkan diri pada bulan April
  • Pemberontakan RMS
    • Berdiri pada tanggal 25 April 1950
    • Dipimin oleh Dr. Soumokil (mantan Jaksa Agung di NTT)
    • Dalam pemberontakan ini ada gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membentuk negara sendiri
    • Pada masa ini Indonesia merupakan negara serikat dan wilayahnya dibagi dalam 7 negara bagian dan 9 daerah otonom. 
    • Negara – negara bagian tersebut adalah, Republik Indonesia, Negara Pasundan, Negara Sumatra Timur, Negara Indonesia Timur, dan Negara Sumatera Selatan. 
    • Konstitusi yang dipakai adalah Konstitusi RIS
    • 15 Agustus 1950 : Presiden RIS, Soekarno Hatta mengumumkan Piagam Pernyataan Terbentuknya Negara Kesatuan dan menandatangani UUDS 1950
    • 17 Agustus 1950 : UUDS 1950 mulai berlaku
    • Dengan demikian Indonesia kembali menjadi NKRI

masa 1950-1959

  • Menggunakan konstitusi UUDS 1950
  • Bentuk negara : kesatuan
  • UUDS 1950 menganut sistem parlementer seperti RIS
  • Berdasarkan UUDS 1950, presiden berfungsi sebagai kepala negara dan menjadi bagian dari pemerintahan, tapi tanggung jawab pemerintahan tetap di tangan perdana menteri dan menterinya
  • Penerapan Pancasila pada masa ini lebih dianggap sebagai ideologi liberal
  • 29 September 1955 : pemilihan umum pertama di Indonesia, terpilih 272 wakil rakyat sebagai anggota DPR dan terpilih 550 orang sebagai anggota lembaga konstituante
  • Lembaga Konstituante
  • Mulai bekerja sejak tahun 1956
  • Tugas : menyusun konstitusi baru pengganti UUDS 1950
  • 5 Juli 1959 : Presiden Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden yang memberlakukan kembali UUD NRI Tahun 1945 dan membubarkan Konstituante
  • Pemberontakan – pemberontakan yang terjadi :
  • Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh
    • April 1950 : Ibnu Hajar beserta pasukannya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII
    • Pemimpin pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan : Abdul Kahar Muzakkar
    • Agustus 1953 : Abdul Muzakkar menyatakan Sulawesi Selatan merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan Kartosuwiryo
    • Pemimpin pemberontakan DI/TII di Aceh : Daud Beureueh
    • 20 September 1953 : Daud Beureueh menyatakan Aceh adalah bagian dari NII pimpinan Kartosuwiryo
  • Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia)
    • PRRI didirikan di Sumatra
    • 15 Februari 1958 : Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI
  • Pemberontakan Permesta 
    • 17 Februari 1958 : Permesta memutus hubungan dengan pemerintah RI

masa 1959-1966

  • Disebut sebagian pihak sebagai periode demokrasi terpimpin dimana demokrasi dianggap tidak berada dalam kekuasaan rakyat seperti yang dikatakan Pancasila, tetapi berada pada kekuasaan pribadi presiden
  • Penyimpangan penafsiran terhadap pancasila yang terjadi :
    • Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup
    • Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden
    • Anggota DPR-GT tidak dipilih oleh rakyat, tetapi sebagian besar diangkat langsung oleh presiden
    • Pelaksanaan politik konfrontasi
    • Adanya percobaan penggabungan atau pencampuran nasionalis, agama, dan komunisme yang ternyata tidak cocok untuk NKRI
    • Pemberontakan yang terjadi : Pemberontakan PKI atau G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965 yang bertujuan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia

masa 1966-1998

  • 12 Januari 1966 : terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan
  • Demonstrasi tersebut dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura)
  • Isi Tritura :
    • Bubarkan PKI beserta ormas – ormasnya
    • Bubarkan kabinet Dwikora dan unsur – unsur PKI
    • Turunkan harga
  • 11 Maret 1966 : dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret yang isinya meminta Jenderal Soeharto untuk mengendalikan keamanan dan ketertiban negara
  • Masa 1966-1998 disebut sebagai Masa Orde Baru
  • Hal yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila pada saat Orde Baru :
    • Kebebasan Pers dianggap terbatas
    • Pemerintahan cenderung sentralistik
    • Demokrasi cenderung dikekang
    • Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme

masa 1998-sekarang

  • Disebut sebagai masa reformasi
  • 21 Mei 1998 : Presiden Soeharto mundur sebagai presiden RI dan digantikan oleh wakilnya, B.J. Habibie
  • Pada masa ini dilakukan amandemen terhadap UUD NRI Tahun 1945
  • Nilai – Nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman

Pengertian Nilai

  • Pembagian nilai berdasarkan Notonagoro :
  • Nilai material : segala sesuatu yang berguna bagi manusia
  • NIlai vital : segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas
  • Nilai kerohanian : segala sesuatu yang berguna bagi Rohani 
  • Nilai Rohani dibagi 4 :
  • Nilai kebenaran : bersumber dari akal manusia
  • Nilai keindahan atau nilai estetis : bersumber dari unsur perasaan manusia
  • Nilai kebaikan atau nilai moral : bersumber dari unsur kehendak manusia
  • Nilai religius : nilai Rohani tertinggi. Bersumber dari kepercayaan atau keyakinan manusia

Hakikat Ideologi Terbuka

  • Pengertian ideologi :
    • Menurut Horton dan Hunt : suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma
    • Menurut W. Newman : seperangkat gagasan yang menjelaskan atau melegalisasikan tatanan sosial, struktur kekuasaan atau cara hidup dilihat dari segi tujuan, kepentingan, atau status sosial dari kelompok atau kolektivitas dimana ideologi itu muncul
    • Menurut Mubyarto : sejumlah doktrin, kepercayaan dan simbol – simbol kelompok masyarakat atau suatu bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman kerja atau perjuangan untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa
  • Fungsi ideologi :
    • Sebagai pedoman
    • Sebagai kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi
    • Sebagai upaya dalam menghadapi berbagai persoalan
    • Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup menurut Kaelan
  • Ideologi terbuka :
    • Nilai dan cita – citanya tidak dipaksakan dari luar
    • Nilai dan cita – cita digali dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat sendiri
    • Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat
    • Milik seluruh rakyat
    • Isinya yang tidak operasional menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi
    • Bersifat dinamis dan reformis
  • Ideologi tertutup :
    • Bukan merupakan cita – cita yang sudah hidup dalam masyarakat
    • Berdasarkan cita – cita satu kelompok orang dibenarkan atas nama ideologi bahwa rakyat harus berkorban
    • Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku
    • Bukan berupa nilai dan cita – cita
    • Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak
    • Adanya ketaatan yang mutlak

Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

  • Menurut Hamdayama nilai dalam pancasila ada :
  • Nilai dasar : asas bersifat mutlak – nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan
  • Nilai instrumental : berbentuk norma sosial dan norma hukum
  • Nilai praksis : nilai yang kita laksanakan dalam kenyataan

  • Strukur pancasila sebagai ideologi terbuka :
    • Dimensi idealisme : nilai dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh
    • Dimensi normatif : pejabaran nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam suatu sisttem kenegaraan yang lebih operasional
    • Dimensi realitas : suatu ideologi harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat

Perwujudan Nilai – Nilai Pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan

  • Bidang politik : terlihat dalam lembaga negara, hukum, dan sistem demokrasi
  • Bidang ekonomi : ditegaskan dalam Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945
  • Bidang sosial :
    • Menghargai keragaman budaya Indonesia
    • Melestarikan keragaman budaya Indonesia
    • Mengembangkan nilai – nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai – nilai feodalisme
    • Menjaga agar nilai – nilai eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
    • Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menuju moderenisasi yang dijiwai Pancasila
  • Bidang pertahanan dan keamanan : terlihat dalam UUD NRI Tahun 1945 pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1)

RANGKUMAN PKN BAB 1 KELAS 9 Ralfhael Jesse Lesmana 9A/26

RINGKASAN BAB 1

MASA 1945-1950

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, penerrapan pancasila di Indonesia mendapat banyak tantangan.Ada banyak pemberontakan yang terjadi pada periode 1945 – 1950 seperti berikut :

1. Pemberontakan PKI = PKI memberonak di Madiun pada tahun 1948. Pada September 1948 , Musso yang saat itu adalah anggota PKI yang kabur ke luar negeri setelah gagal memberontak di Indonesia,memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indoneisa.Tujuan PKI adalah mennganti dasar negara yang berdasar pada pancasila dengan komunisme.

2. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah = mereka berniat untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang berdasar pada Islam. Tentara dan pendukung DI/TII disebut Tentara Islam Indonesia.Kartosuwiryo memproklamasikan NII di Jawa Barat, Jawa Tengah. Amir Fatah memproklamasikan berdirinya Darul Islam pada tanggal 23 Agustus 1949.

3. APRA = APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) didirikan oleh Raymod Westerlig. Sebagian tentara APRA adalah tentara Hindia-Belanda.karena pada tahun 1949 Indonesia menyatakan dirinya sebagai negara serikat dengan negara pasundan.Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk negara Indonesia agar tidak berubah atau tetap bersifat serikat. APRA memberontak di tangal 23 januari 1950.

4. Andi Azis = Andi Azis adalah mantan kapten perwira KNIL yang menuntut agar NIT (Negara Indonesia Timur) tetap dijaga oleh KNIL dan APRIS serta menolak datangnya TNI dari pulaul jawa.

5. Pemberontakan RMS = RMS (Republik Maluku Selatan) dipimpin oleh Dr.Soumokil, mantan jaksa agung NTT.RMS itu adalah gerakan separatis yang menolajk integrasi dan ingin membentuk negara sendiri.

 MASA 1950-1959

Pada tahun 1950 Republik Idonesia Serikat dibubarkan dan menggunakan UUDS 1950 yang menganut system pemerintahan parlementer. Ada 3 pemberontakan pada masa ini yaitu :

1. DI/TII di Sulawesi Selatan,Kalimantan Selatan, dan Aceh

= April 1950 Ibnu Hajar dan pasukanntya m,engacaukan Kalimantan Selatan.Pemberontakan di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Kahar Muzakkar.Agustus 1953,Kahar Muzakkar menyatakan Sulawesi Selatan merupakan bagian dari NII (Negara Islam Indonesia).David Beureuh memimpin DI/TII di Aceh dan menyatakan kalau Aceh adalah bagian dari NII yang dipimpin oleh Kartosuwiryo.

2. Pemberontakan PRRI

= Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia atau PRRI dibentuk pada tanggal 15 Februari 1958 oelh Ahmad Husein.

3. Pemberontakan Permesta

= Universitas Permesta mendatangkan tokoh politik, gubernur militer Sulawesi utara dan tengah,cendekiawan,dan Mayor D Jus Somba. Lalu ada pernyataan dari Mayor D Jus Somba kalau Permesta Sulawesi utara dan tengah mendukung penuh terhadap PRRI.

MASA 1959-1966

Pada masa ini kekuasan bukan lagi di tangan rakyat tapi  tangan pribadi presiden,hal ini disesuaikan dengan amanat nilai pancasila.Ada banyak salah penafsiran yang lalu menjadi penyimpangan sebagai berikut :

1. Diangkatnya  Presiden Soekarno menjadi presiden seumur hidup

2. Pembubara DPR sesuai  Penpres.no.3 tahun 1960 ten5tang pembaharuian susunan DPR yang ditetapkan pada 5 Maret 1960,karena tak menyetujui RAPBN tahu 1960.

3. Anggota DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong) tidak dipilih rakyat melainkan dipilih oleh presiden langsung.

4. Pelaksanaan Poltik Konfrontasi , Pada 3 Mei 1964 Presiden Soekarno memberin komando pada Dwikora. Lalu Indonesia keluar dari PBB pada 7 Januari 1965.

5. Adanya percobaan penggabungan nasionalis , agama, dan komunisme.

Pada masa ini terjadi peristiwa G30S/PKI pada tanggal 30 september 1965. PKI membunuh 6 perwira tinggi dan seorang jendral A.H.Nasution yaitu sebagai berikut :

a. Jenderal Ahmad Yani

b. Letjen M.T.Haryono

c. Letjen Soeprapto

d. Letjen S.Parman

e. Mayjen D.I.Panjaitan

f. Mayjen Soetojo Siswomiharjo

g. Letnan Satu Pierre A.Tendean

MASA 1966-1998

Pada 12 januari 1966 terjadi demo mahasiswa dan rakyat yang disebut Tritura. Isinya adalah

– Bubarkan PKI beserta ormas – ormasnya

– Bubarkan cabinet Dwikora dari unsur – unsur PKI

– Turunkan harga

Masa 1966-1998 disebut sebagai masa orde baru. Namun pada masa ini terdapat beberapa kebijakan yang dianggap tak sesuai dengan jiwa Pancasila. Hal tersebut sebagai berikut :

– Kebebasan pers dianggap terbatas

– Pemerintah cenderung senteralistik

– Demokrasi cenderung dikekang , hanya ada 3 partai yang boleh ikut pemilihan umum

– Diduga terdapat korupsi,kolusi,dan nepotisme.

MASA 1998-SEKARANG

Masa ini disebut sebagai masa reformasi.Pada tanggal 21 Mei 1998 ada demonstrasi untuk menurunkan Soeharto dari jabatan presidennya dan digantikan oleh wakilnya B.J.Habibie.Pada masa reformasi terjadinya amandemen UUD NRI tahun 1945, bila sebelumnya pasal 7 UUD NRI tahun 1945 menyatakan “Presiden dan Wakil presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun,dan sesudahnya dapat dipilh kembali” menjadi “Presiden dan Wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama,hanya untuk satu kali masa jabatan”.Pada 2004 dilaksaakan pemilihan umum untuk pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden.

NILAI 

Nilai berarti kuat,baik,dan berharga.Notonagoro membagi material menjadi 3 :

  1. Nilai material,hal yang berguna bagi manusia
  2. Nilai vital, hal yang berguna untuk membantu manusia menjalankan aktivitas
  3. Nilai kerohanian , hal yang berguna bagi rohani manusia.

Nilai rohani dibagi jadi 4 :

  • Nilai kebenaran , bersumber dari akal manusia
  • Nilai keindahan , bersumber dari perasaan manusia
  • Nilai kebaikan , bersumber dari kehendak manusia
  • Nilai religious , bersumber dari kepercayaan manusia

IDEOLOGI

Ideologi berarti gagasan,konsep,pengertian dasar,dan cita – cita.

Pengertian ideologi menurut ahli :

  1. Horton dan Hunt = system gagasan menyyetujui sperangkat norma
  2. W.Newman = gagasan yang menjelaskan social,struktur kekuasaan,kepentingan.
  3. Mubyarto = sejumlah donktrin,kepercayaan,dan symbol kelompok masyarakat.

Fungsi ideologi :

  • Menjadi pedoman untuk brpikir dan bertindak
  • Menjadi motivasi dan semangat
  • Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan

Ada dua macam ideologi terbuka dan tertutup

Terbuka :

  • Cita cita tidak dipaksakan
  • Nilai dan cita – cita digali dr moral,kekayaan rohani,dan budaya.
  • Hasil musyawarah masyarakat
  • Bersifat dinamis

Tertutup :

  • Cita cita kelompok orang yang mendasar
  • Bukan cita cita yang hidup dalam masyarakat
  • Adanya ketaatan yang mutlak
  • Bukan berupa nilai dan cita cita

Pancasila adalah ideologi yang terbuka bersifat actual dan dinamis.

Menurut Handayama nilai Pancasila adalah  nilai dasar sebagai berikut penjelasannya :

  1. Nilai dasar = asas yang diterima sebagai dalil yang mutlak (nilai ketuhanan,kemanusiaan,pesatuan,kerakyatan,dankeadilan)
  2. Nilai instrumental = nilai yang terbentuk norma social dan norma hokum
  3. Nilai praktis = nilai yang dilaksanakan dalam kehidupan

Pancasila memiliki beberapa dimensi yaitu :

  1. Idealisme = nilai dasar yang dikandung pada Pancasila (sistematis,rasional,dan menyeluruh)
  2. Normative = penjabaran nilai pada Pancasila dalam system kenegaraan
  3. Realitas = mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.

PERWUJUDAN NILAI NILAI PANCASILA DI BIDANG POLITIK

Ada contoh perwujudan nilai nilai Pancasila

  1. Lembaga negara = DPR,MK,MA,BPK,DPD,KY.
  2. Hukum = Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hokum.semua hokum tidak boleh bertentangan dengan Pancasila
  3. Sistem demokasi = seperti musyawarah

PERWUJUDAN NILAI NILAI PANCASILA DI BIDANG EKONOMI

Perwujudan ini ditegaskan pada pasal 33 UUD NRI tahun 1945

Contoh :

  1. Kekayaan alam negara dimiliki oleh negara dan digunakan untuk masyarakat
  2. Perekonomian disebut sebagai usaha Bersama berasas kekeluargaan
  3. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi

PERWUJUDAN NILAI NILAI PANCASILA DI BIDANG SOSIAL BUDAYA

Contohnya :

  • Menghargai keberagaman budaya
  • Pelestarian keberagaman budaya

PERWUJUDAN NILAI NILAI PANCASILA DIBIDANG KEAMANAN

Perwujudan ini dilihat dari UUD NRI 1945 pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1. Pada UUD NRI 1945 pasal 27 ayat 3 disebut “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara” dan pasal 30 ayat 1 “tiap tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan kemanan negara.

Rangkuman PPKN BAB 2

Nama: Donald Oktavio Sufian

Kelas: 9A

Absen:8

  1. Makna Alinea Pembukaaan UUD NRI Tahun 1945

Pembukaan UUD NRI 1945 mengandung nilai nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia.Nilai nilai terserbut mengakomodasi dinamika masyarakat dan menjadi landasan perjuangan bangsa dan negara.Makna setiap alinea pada pembukaan UUD NRI Tahun 1945 adalah sebagai berikut.

  1. Alinea pertama

Alinea pertama berbunyi: “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu,maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Kalimat “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa” membahas hak kodrati untuk merdeka.Hak kodrati adalah hak yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa,hak yang melekat pada manusia.Jika kita selik lebih dalam alinea pertama ini menegaskan bahwa kemerdekaan ialah hak bangsa,bukan hak perorangan maupun individu,alinea pertama ini juga menegaskan alas an merdeka bangsa Indonesia.

2.Alinea kedua

Alinea kedua berbunyi:”Dan perjuangan pergerakan kemerdekan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia,yang merdeka,bersatu,berdaulat,adil,dan makmur.”Jika alinea pertama menyatakan hak kodrati untuk merdeka dan alas an bangsa Indonesia merdeka,alinea kedua ini menjabarkan pernilaian para pendiri bangsa,yaitu:

a.perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampai pada tingkat yang menentukan,

b. momentum yabng telah tercapai harus dimanfaatkan untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia.

c.kemerdekaan bukanlah tujuan akhir bangsa Indonesia,tetapi kemerdekaan masih harus diisi dengan mewujudkan suatu negara yang bersatu,berdaulat,adil,dan makmur.

3.Alinea ketiga

Alinea ketiga berbunyi:”Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur,supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas,maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Pada alinea ini Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dinyatakan lagi,”maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”Dengan demikian, terlihat sekali hubungan antara Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945.

4.Alinea keempat

Alinea ini berbunyi:”Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan bangsa,dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial,maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UUD negara Indonesia ,yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa,kemanusiaan yang adil dan beradab,persatuan Indonesia,dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

B.Pokok Pikiran Pembukaan UUD NRI Tahun 1945

Pada tanggal 3 Juli 1948,M.Yamin mengatakan  bahwa Proklamasi adalah piranti hukum untuk menyatakan kepada seluruh dunia bahwa rakyat Indonesia telah memegang kedaulatan de jure di seluruh tanah air dan bangsanya.Selain itu,dia juga mengatakan bahwa penyempurnaan selanjutnya adalah secara de facto,yaitu dengan perjuangan dan perbuatan nyata sebagai dampak dari pernyataan kemerdekaan.

1 Hakikat Pokok pikiran pembukaan UUD NRI Tahun 1945

a Pokok pikiran pertama

Pokok pikiran pertama ini adalah negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

b Pokok pikiran kedua

Pokok pikiran kedua UUD NRI Tahun 1945 adalah negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Dengan demikian,sejak NKRI terbentuk,telah ada suatu tujuan,yaitu negara berusaha mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Jika diperhatikan,secara mendalam,pokok pikiran kelima dari sila kelima pancasila merupakan penjabaran ,yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia .

C pokok pikiran ketiga

Pokok pikiran ketiga ini adalah negara yang berdaulat rakyat,berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan.konsekuensi dari pokok pikiran ini adalah negara yang terbentuk,yaitu NKRI harus berdasarkan kedaulatan rakyat dan berdasarkan atas permusyawaratan/perwakilan.Pokok pikiran ketiga ini merupakan penjabaran dari sila keempat pancasila,yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

D pokok pikiran keempat

pokok pikiran keempat ini adalah negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.Makna lain dari pokok pikiran ini adalah negara,termasuk rakyat Indonesia,mengakui,percaya,dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Selain itu konsekuensi dari pokok pikiran ini adalah undang undnag dasar mengandung isi yang mewajibkan pemerintah sebagai penyelenggara negara memelihara budi pekerti yang luhur dan berperikemanusiaan.Jika diperhatikan,pokok pikiran keempat ini merupakan penjabaran dari sila pertama dan kedua pancasila,yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

rangkuman PPKn bab 1 aurellia 9A/5

Penerapan Pancasila Dari Masa Ke Masa

Masa 1945-1950  

1. Pemberontakan PKI

PKI/Partai Komunis Indonesia  melakukan pemberontakan di Madiun, Jatim pada tahun 1948. Pemberontakan ini  dipimpin oleh Musso yang terjadi pada tanggal 19 september 1948. Tujuannya adalah untuk merebut kekuasaan dan mengganti Pancasila dengan Pancasila yang berdasarkan komunisme.

2. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Pada tanggal 7 agustus 1949,Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia. Setelah kartosuwiryo memproklamasikan NII di jawa barat, jawa tengah, Pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII. Amir Fatah memproklamasikan berdirinya Darul Islam pada tanggal 23 Agustus 1949.

3. APRA

Angkatan Perang Ratu Adil/APRA ini didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajuritnya adalah prajurit KNIL/Tentara hidia belanda. Tujuan dari APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya negara sendiri. APRA melakukan pemberontakan pada 3 januari 1950 dan berhasil menguasai sebagian kota Bandung.

4. Andi Azis

Pada 5 April 1950,Terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan-kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh kapten Andi Azis. Pada 8 April 1950, Pemerintah pusat mengeluarkan Ultimatum untuk Andi Azis. Namun Andi Azis tidak datang juga sampai dikirimlah pasukan ekspedisi dan pada 26 April 1950.

5. Pemberontakan RMS

Republik Maluku Selatan/RMS dipimpin oleh Dr.Soumokil. RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950. Pada tanggal 2 November 1949 dengan adanya hasil Konferensi Meja Bundar, adapun dalam negara serikat wilayah Indonesia dibagi dalam 7 negara bagian dan 9 daerah otonom.

Presiden untuk negara serikat Indonesia adalah Soekarno dan perdana menterinya adalah Moh. Hatta. Konstitusi yang dipakai adalah Konstitusi RIS. Sejak 1950, dorongan rakyat agar RIS dibubarkan dan indoneia kembali menjadi NKRI makin menguat.

Pada 15 Agustus 1950, Soekarno mengumumkan piagam pernyataan terbentuknya negara kesatuan dan Soekarno menandatangani UUDS 1950 yang mulai berlaku 17 Agustus 1950.

Masa 1950-1959

            Berdasarkan UUDS 1950, bentuk negara Indonesia merupakan negara kesatuan. Berdasarkan UUDS 1950, presiden berfungsi sebagai kepala negara dan menjadi bagian dari pemerintah. Namun tanggung jawab pemerintahan berada di tangan perdana menteri bersama para menterinya.terlaksana pemilihan umum pertama di Indonesia,yaitu pada tanggal 29 September 1955. Lembaga konstituante mulai berkerja sejak tahun 1956. Tugas lembaga ini adalah menyusun konstitusi baru pengganti UUDS 1950. Presiden soekarno kemudian mengeluarkan dekret presiden pada tanggal 5 juli 1959 yang intinya memberlakukan kembali UUD NRI Tahun 1945 dan membubarkan kostituante.

1. DI/TII  di Sulawesi Selatan,Kalimantan Selatan,& Aceh.

Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pengacauan di Kalimantan selatan dan menyatakan bergabung DI/TII. Sementara itu Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Abdul Kahar Muzzakar dan DI/TII di Aceh dipimpin Daud Beureueh.

2. Pemberontakan PRRI

Pemerintahan Revolusioner republik Indonesia (PRRI) didirikan di Sumatra. Pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirnya PRRI/Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia.

3. Pemberontakan Permesta

 Di Universitas permesta, pada 17 Februari 1958,diadakan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik. Sejak 17 Februari 1958 Permesta memutus hubungan dengan Pemerintah RI.

Masa 1959-1966

Pada masa ini demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat, sebagaimana diamantakan nilai-nilai Pancasila, namun cenderung berada pada kekuasaan pribadi presiden. Penyimpangan yang terjadi antara lain sebagai berikut :

  1. Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup
  2. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden melalui Penpres No. 3 tahun 1960
  3. Anggota DPR-GR tidak dipilih oleh rakyat, tetapi sebagian besar dipilih dan diangkat langsung oleh presiden.
  4. Pelaksanaan politik konfrontasi
  5. Adanya percobaan penggabungan nasionalis,agama,dan komunisme.

Pada masa ini, terjadi peristiwa pemberontakan G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965. PKI berusaha merebut kekuasaan disertai pembunuhan 6 perwira dan seorang ajudan Jenderal A.H. Nasution. Pemberontakan G30S/PKI dilakukan antara lain untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara.

Masa 1966-1998

Pada 12 Januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan tuntutan. Demonstrasi tersebut dikenal sebagai tiga tuntutan hati nurari rakyat (tritura). Situasi yang makin tidak menentu membuat Soekarno mengeluarkan surat Perintah Sebelas Maret pada 11 maret 1966. Isi surat itu meminta Letnan Jendral Soeharto selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban untuk mengendalikan keamanan dan ketertiban negara. Masa 1966-1998 disebut sebagai masa Orde Baru yang diharapkan dapat melaksanakan Pancasila dan UUD NRI 1945 dengan murni dan konsekuen. Pada Orde Baru terdapat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan kemudian dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila. Berikut adalah hal yang tidak sesuai dengan jiwa Pancasila :

a. Kebebasan pers terbatas.

b. Pemerintahan cenderung sentralistik

c. Demokrasi cenderung dikekang.

d. Diduga terdapat korupsi,kolusi,dan nepotisme.

Masa 1998-Sekarang

Masa ini disebut sebagai masa reformasi. Pada tanggal 21 mei 1998, Seoharto akhirnya menyatakan mundur sebagai presiden RI dan digantikan oleh wakilnya, B.J. Habibie. Dilakukan perubahan (amandemen) UUD NRI Tahun 1945 yang bertujuan menyempurnakan aturan dasar negara. Salah satu perubahan adalah pembatasan masa jabatan presiden.

Perkembangan demokrasi pada masa reformasi berkembang pesat. Untuk pertama kalinya, a pada tahun 2004, pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan secara umum dan langsung. Warga negara Indonesia dapat memilih presiden dan wakil presiden dalam pemilihan umum.

Nilai-Nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman

Nilai berasal dari kata latin, valere yang berarti kuat, baik, dan berharga. Notonagoro membagi nilai menjadi 3 macam, yaitu sebagai berikut :

1. nilai material

2. nilai vital

3. nilai kerohanian, nilai ini dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :

  1. Nilai kebenaran
  2. Nilai keindahan
  3. Nilai kebaikan
  4. Nilai religious

Hakikat ideologi terbuka

Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, dan cita-cita. Adapun logos berarti ilmu. Secara harfiah, ideologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar. Fungsi ideologi adalah menjadi pedoman bagi individu, masyarakat, atau bangsa untuk berpikir, melangkah, dan bertindak.

Ideologi terbuka :

  1. Nilai dan cita-citanya tidak dipaksa dari luar
  2. Hasil musyawarah dan consensus masyarakat
  3. Bersifat dinamis dan reformis

Ideologi tertutup :

  1. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat
  2. Merupakan cita-cita satu kelompok orang
  3. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku

Pancasila merupakan ideologi yang bersifat terbuka. Dengan demikian, pancasila bersifat actual, dinamis, antisipasif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, pengetahuan, dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai ideologi terbuka adalah nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis.

  1. Nilai dasar, yaitu asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar, atau tidak perlu dipertanyakan lagi.
  2. Nilai instrumental, yaitu nilai yang berbentuk norma social dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga Negara
  3. Nilai praksis, yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan.

Dimensi idealisme dalam pancasila adalah nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh

Dimensi nomatif dalam pancasila adalah pejabaran nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila dalam suatu sistem norma kenegaraan yang lebih operasional.

Demensi realitas dalam pancasila maksudnya suatu ideologi yang harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.

Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan

Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di bidang politik

a. lembaga Negara. Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada perkembangan kebutuhan masyarakat dan Negara mengenai lembaga Negara.

b. hukum. Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada system hukum nasional yang berdasarkan pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.

c. system demokrasi. Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada demokrasi pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.

Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di bidang ekonomi

a. perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.

b. cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.

c. bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

d.perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi.

Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di bidang social budaya

a. menghargai keragaman budaya Indonesia

b. pelestarian keragaman budaya Indonesia

c. pengembangan nilai social dan budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai pancasila.

Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan

UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 ayat (3) menyatakan bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara. Adapun UUD NRI Tahun 1945 Pasal 30 ayat (1) menyatakan bahwa tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan Negara.

Rangkuman Bab 1 Raynald adrian 9A/27

RINGKASAN PPKN KELAS 9

BAB 1

DINAMIKA PERWUJUDAN PANCASILA SEBAGAI DASAR

NEGARA
A. Penerapan Pancasila dari masa ke masa
1 . Masa 1945 – 1950
Masa ini adalah masa awal kemerdekaan di Indonesia. Pada masa ini banyak pemberontakan karena
masih banyak pikak yang tidak bisa menerima Pancasila sebagai dasar negara mereka, contohnya yaitu :
a. Pemberontakan PKI
b. Pemberontakan DI/TII
c. APRA

  1. Masa 1950 – 1959
     Setelah bubarnya Republik Indonesia Serikat, Indoneisa menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi.
     Namun karena kegagalan konstitusnte untuk menyusun undang undang dasar baru
     dikhawartirkan akan membawa perpecahan bangsa.
     Presiden soekarno kemudian mengeluarkan Dekret Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 yg intinya
     memberlakukan kembali UUD NRI Tahun 1945 dan membubarkan konstituante.
    Pemberontakan yang terjadi
    a. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan , Kalimantan Selatan dan Aceh
    b. Pemberontakan PRRI
    c. Pemberontakan Permesta
  2. Masa 1959 – 1966
     Disebut sebagai periode demokrasi terpimpin
     Kekuasaan tidak di tangan rakyat
     Terjadi G30S/PKI
    Penyimpangan yang terjadi
    a. Diangkatnya presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup
    b. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden
    c. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong tidak dipilih oleh rakyat

d. Pelaksanaan politik konfrontasi
e. Adanya percobaan penggabungan nasionalis, komunis, dan agama

  1. Masa 1966 – 1998
    Pada 12 Januari 1966 terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yg dikenal sebagai Tiga
    Tuntutan Hati Nurani Rakyat yg berisi
    1) Bubarkan PKI beserta omas omasnya
    2) Turunkan harga
    3) Bubarkan cabinet Dwikora dari unsur unsur PKI
    4) Disebut sebagai Orde Baru
    Hal yang dianggap tidak sesuai dgn Pancasila di Orde Baru yaitu:
    a. Kebebasan pers dianggap terbatas
    b. Pemerintah cenderung sentralistik
    c. Demonstrasi cenderung dikekang
    d. Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme
  2. Masa 1998 – sekarang
     Disebut sebagai masa reformasi
     Dilakukan amandemen terhadap UUD NRI Tahun 1945
     Pada pemilihan umum tahun 1999 diikuti 48 partai sedangkan sebelumnya hanya 3 partai

B. Nilai Nilai Pancasila Sesuai Perkembangan Zaman

  1. Pengertian Nilai
    a. Nilai Material, yaitu sesuatu yg berguna bagi semua orang
    b. Nilai Vital, yaitu sesuatu yg berguna bagi orang tertentu sesuai kegiatan atau aktivitasnya
    c. Nilai Kerohanian, yaitu sesuatu yg berguna bagi rohani
    a) Nilai Kebenaran
    b) Nilai Keindahan
    c) Nila Kebaikan/Moral
    d) Nilai Religius
  2. Masa 1950 – 1959
     Setelah bubarnya Republik Indonesia Serikat, Indoneisa menggunakan UUDS 1950 sebagai
    konstitusi.
     Namun karena kegagalan konstitusnte untuk menyusun undang undang dasar baru
    dikhawartirkan akan membawa perpecahan bangsa.

 Presiden soekarno kemudian mengeluarkan Dekret Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 yg intinya
memberlakukan kembali UUD NRI Tahun 1945 dan membubarkan konstituante.
Pemberontakan yang terjadi
a. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan , Kalimantan Selatan dan Aceh
b. Pemberontakan PRRI
c. Pemberontakan Permesta

  1. Masa 1959 – 1966
     Disebut sebagai periode demokrasi terpimpin
     Kekuasaan tidak di tangan rakyat
     Terjadi G30S/PKI
    Penyimpangan yang terjadi
    a. Diangkatnya presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup
    b. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden
    c. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong tidak dipilih oleh rakyat
    d. Pelaksanaan politik konfrontasi
    e. Adanya percobaan penggabungan nasionalis, komunis, dan agama
  2. Masa 1966 – 1998
     Pada 12 Januari 1966 terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yg dikenal sebagai Tiga
    Tuntutan Hati Nurani Rakyat yg berisi
    a. Bubarkan PKI beserta omas omasnya
    b. Turunkan harga
    c. Bubarkan cabinet Dwikora dari unsur unsur PKI
     Disebut sebagai Orde Baru
    Hal yang dianggap tidak sesuai dgn Pancasila di Orde Baru yaitu:
    a. Kebebasan pers dianggap terbatas
    b. Pemerintah cenderung sentralistik
    c. Demonstrasi cenderung dikekang
    d. Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme
  3. Masa 1998 – sekarang
     Disebut sebagai masa reformasi
     Dilakukan amandemen terhadap UUD NRI Tahun 1945
     Pada pemilihan umum tahun 1999 diikuti 48 partai sedangkan sebelumnya hanya 3 partai

B. Nilai Nilai Pancasila Sesuai Perkembangan Zaman

  1. Pengertian Nilai
     Nilai Material, yaitu sesuatu yg berguna bagi semua orang
     Nilai Vital, yaitu sesuatu yg berguna bagi orang tertentu sesuai kegiatan atau aktivitasnya
     Nilai Kerohanian, yaitu sesuatu yg berguna bagi rohani
    a. Nilai Kebenaran
    b. Nilai Keindahan
    c. Nila Kebaikan/Moral
    d. Nilai Religius
    2.Hakikat Ideologi Terbuka
     Pengertian ideologi
    a. Menurut Horton dan Hunt, ideologi adalah suatu sistem gagasan yang menyetujui
    seperangkat norma
    b. Menurut W. Newman, ideologi merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan atau
    melegalisasikan tatanan sosial, struktur kekuasaan atau cara hidup dilihat dari segi tujuan,
    kepentingan atau status sosial dari kelompok atau kolektivitas dimana ideologi itu muncul.
    c. Menurut Mubyanto, ideologi adalah seju.lah doktrin, kepercayaan, dan simbol simbol
    kelompok masyarakat atau bangsa yang menjadi pegangan dan pedomankerja atau
    perjuangan nutuk mencapai tujuan bersama
     Fungsi ideologi
    a. Menjadi pedoman untuk berpikir, melangkah, dan bertindak
    b. Menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan
    c. Menjadi upaya dalam menghadapi masalah
     Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup
    a. Ideologi terbuka
    a) Nilai dan cita citamya tidak dipaksakan
    b) Digali dari kekayaan rohani, moral, dan budaya msayarakat itu sendiri
    c) Hasil musyawarah dan consensus masyarakat
    d) Milik seluruh masyarakat
    e) Bersifat dinamis dan reformis
    b. Ideologi tertutup
    a. Bukan nilai atau cita cita yang sudah hidup dalam masyarakat
    b. Merupakan cita cita suatu kolompok
    c. Masyarakat harus berkorban
    d. Keprcayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku
    e. Bukan berupa nilai dan cita cita
  2. Kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka
     Norma:
    a. Nilai dasar, yaitu asas asas yang kita terima sebagai dalil yang mutlak, sebagai sesuatu
    yang benar.

b. Nilai instrumental, yaitu nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang
selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga lembaga
negara
c. Nilai praksis, yaitu nilai yang sesungguhnya lita laksanakan.
 Dimensi:
a. Dimensi idealisme dalam Pancasila adalah nilai nilai dasar yang terkandung dalam
Pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan keadilan
b. Dimensi normatif dalam Pancasila adalah penjabaran nilai nilai yang terkandung dalam
pancasila salam suatu sistem norma kenegaraan yang lebih operasional
c. Dimensi realitas dalam Pancasila maksudnya suatu ideologi harus mampu
mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang di masyarakat
C. Perwujudan Nilai Nilai Pancasila Berbagai Bidang Kehidupan

  1. Perwujudan Nilai Nilai Pancasila di Bidang Politik
     Lembaga negara
    a. MPR
    b. DPR
    c. DPD
    d. DPRD
    e. MK
    f. MA
    g. KY
     Hukum
    Semua peraturan yang berlaku tidal boleh bertentangan dengan Pancasila
     Sistem Demokrasi
    Musyawarah untuk mencapai mufakat
  2. Perwujudan Nilai Nilai Pancasila di Bidang Ekonomi
     Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
     Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang mebguasai hajat hidup orang
    banyak dikuasai oleh negara
     Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan
    dipergunakan untuk kemakmuran rakyat
     Perekonomian nasional diselanggarakan atas demokrasi ekonomi
  3. Perwujudan Nilai Nilai Pancasila di Bidang Sosial Budaya
     Menghargai keragaman budaya Indonesia
     Pelestarian keragaman Indonesia
     Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai-
    nilai feodalisme
     Menjaga agar nilai-nilai eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
     Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai
    Pancasila
  4. Perwujudan Nilai Nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan
     UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 ayat 3
    Menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan
    negara
     UUD NRI Tahun 1945 Pasal 30 ayat 1
    Menyatakan bahwa tiap tiap warga negara berhak san wajib ikut serta dalam usaha pertahanan
    dan keamanan negara
Design a site like this with WordPress.com
Get started