Tugas Ppkn Vincent Aurelius Lika 9A/35

BAB 1

DINAMIKA PERWUJUDAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

A. Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa

1. Masa 1945-1950

Tahun 1945 hingga tahun 1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini , penerapan Pancasila di Indonesia mendapat banyak tantangan dari berbagai pihak.

a. Pemberontakan PKI

PKI memberontak pada tahun 1948. Kota Madiun Di Jawa Timur dijadikan basis pemberontakan. Pada tanggal 19 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia.

b. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah

DI/TII berniat mendirikan Negara dengan dasar Islam. Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya  Negara Islam Indonesia.

c. APRA

APRA didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian parajurit APRA adalah parajurit KNIL atau tentara Hindia Belanda.

d. Andi Azis

Pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberiontakan yang dilakukan oleh kesatuan kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis. Ia adalah mantan perwira KNIL.

e. Pemberontakan RMS

Republik Maluku Selatan dipimpin Dr. Soumokil, mantan Jaksa Agung di NTT. RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950.

2. Masa 1950-1959

Setelah bubarnya Republik Indonesia Serikat, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi.

a.Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh

Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatandan menyatakan bergabung dengan DI/TII

b. Pemberontakan PRRI

c. Pemberontakan Permesta

3. Masa 1959-1966

– Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup.

– Pembubaran DPR hasil pemilu 1955

– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong tidak dipilih oleh rakyat

4. Masa 1966-1998

Kelebihan sistem Pemerintahan Orde Baru

•       Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.565

•       Sukses transmigrasi

•       Sukses KB

•       Sukses memerangi buta huruf

•       Sukses swasembada pangan

•       Pengangguran minimum

•       Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun)

•       Sukses Gerakan Wajib Belajar

•       Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh

•       Sukses keamanan dalam negeri

•       Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia

•       Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri

Kekurangan Sistem Pemerintahan Orde Baru

•       Semaraknya korupsi, kolusi, nepotisme

•       Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat

•       Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua

•       Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya

•       Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin)

•       Pelanggaran HAM kepada masyarakat non pribumi (terutama masyarakat Tionghoa)

•       Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan

•       Kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibredel

•       Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan, antara lain dengan program “Penembakan Misterius”

•       Tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya)

•       Menurunnya kualitas birokrasi Indonesia yang terjangkit penyakit Asal Bapak Senang, hal ini kesalahan paling fatal Orde Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur.

5. Masa 1998-sekarang

-Pengaruh perang dingin untuk Indonesia

-Berakhirnya Pemerintahan Orde Baru

B. Nilai nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman

1. Hakikat Ideologi Terbuka

Ideologi adalah kumpulan gagasan/ konsep dasar bersistem untuk dijadikan dasar pendapat, arah, dan tujuan. Sebagai suatu sistem pemikiran, ideologi sangatlah wajar jika mengambil sumber atau berpandangan dari pandangan dan falsafah hidup bangsa. Hal tersebut akan membuat ideologi tersebut berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kecerdasan kehidupan bangsa. Ideologi bersifat terbuka dengan senantiasa mendorong terjadinya perkembangan-perkembangan pemikiran baru tentang ideologi tersebut, tanpa harus kehilangan jatidirinya.

IDEOLOGI TERBUKA                –             IDEOLOGI TERTUTUP

-Sistem aliran yang                           -Sistem aliran yang        

 Terbuka                                               Tertutup

C.Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Berbagai Bidang kehidupan

1. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Kehidupan

Perwujudan nilai nilai Pancasila di bidang politik dapat di lihat dalam bebrapa hal, yaitu :

a. Lembaga Negara

b. Hukum

c. Sistem Demokrasi

2. Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Bidang Ekonomi

Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Bidang Ekonomi ditegaskan pada Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 sebagai berikut.

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bernama berdasar atas asas asas kekeluargaan.
  • Cabang cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak yang dikuasai oleh Negara .

3. Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Bidang Sosial Budaya :

– Mengharagi keragaman budaya Indonesia

– Pelestarian kergaman budaya Indonesia

4. Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan

 Perwujudan nilai nilai Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan terlihat antara lain pada UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1)

Rangkuman Bab 1 PPKN Kls 9 Alvin Kosasih 9A/02

  • Masa penerapan pancasila terdapat 5 masa yaitu
    a).Masa 1945-1950
    b). Masa 1950-1959
    c). Masa 1959-1966
    d). Masa 1966-1998
    e). Masa 1988-sekarang
  • Masa 1945-1950 terjadi  pemberontakan karena hasil dari konferensi Meja Bundar 2 November 1949 yaitu mejadikan Indonesia sebagi RIS dan akhirnya diubah kembali menjadi UUD 1945 pada 15 Agustus 1950
  • Pada masa 1945-1950 terdapat pemberontakan yaitu :

1). Pemberontakan PKI

Tujuan      : Mengganti dasar Negara  dengan Komunisme

Terjadi      : 1948

Pusat         : Kota Madiun

Tokoh       :  Musso (19 September 1948, Musso melarikan diri lalu memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia).

Kegiatan  : – Melakukan pemberontakan pada 1948

– Dikalahkan Rakyat dan TNI dan Madiun direbut kembali pada 30 September

– Tanggal 31, TNI menembak mati Musso

2). Pemberontakan DI/TII ( Darul Islam/Tentara Islam Indonesia)

Tujuan    : Mendirikan Negara dengan dasar Islam

Terjadi    : 7 Agustus 1949

Pusat       :             –

Tokoh      :  Kartosuwiryo, Amir Fatah

Kegiatan : Ditumpas oleh rakyat dan TNI

3). APRA ( Angkatan Perang Ratu Adil)

Tujuan    : Membubarkan Negara bagian

Terjadi    : 23 Januari 1950

Pusat       :             –

Tokoh      : Raymond Westerling dan bekas KNIL

Kegiatan : – Melakukan

pemberontakan dan menguasai sebagian Bandung

– Dikalahkan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat).

4). Andi Azis

Tujuan    : Menyatakan hanya APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT dan menyatakan berdirinya NIT

Terjadi    : 5 April 1950

Pusat       : Negara Indonesia Timur

Tokoh      : Andi Azis dan bekas KNIL

Kegiatan : – 5 April melakukan

Pemberontakan

– 8 April, Andi diberikan ultimatum

– Mengirim pasukan (pemerintah) pada 26 April

– Mei dan Agustus terjadi pertempuran
– Pemberontakan berhasil dipadamkan

5). Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)

Tujuan        : Menolak integrasi dan

membentuk Negara sendiri

Terjadi        : 25 April 1950

Pusat           : Maluku

Tokoh         : Dr. Soumokil

Kegiatan    : – Menyatakan tujuan

  – Pemerintah merundingkan secara damai tapi ditolak

– Akhirnya mengirim pasukan dan pemberontakan dipadamkan

  • Pada masa 1950-1959 terjadi pemberontakan yaitu :

1). Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Aceh

Tujuan    : Mendirikan Negara dengan dasar Islam

Terjadi    : April 1950, Agustus 1953 dan 20 September 1953

Pusat       : Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Aceh

Tokoh      : Ibnu Hajar, Abdul Kahar dan Daud Beureuh

Kegiatan : – Mereka bergabung

dengan DI/TII dan melakukan pemberontakan

  – Pemerintah mengirim pasukan untuk menumpaskan

2). Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia)

Tujuan    : Memproklamasikan PRRI

Terjadi    : 15 Februari 1958

Pusat       : Sumatera

Tokoh      : Ahmad Husein

Kegiatan : Pemberontakan dipadamkan

3). Pemberontakan Permesta

Tujuan    : Permesta Sulawesi Utara dan Tengah mendukung PRRI

Terjadi    : 17 Februari 1958

Pusat       : Sulawesi Utara dan Tengah

Tokoh      : Mayor D. Jus Somba

Kegiatan : Pemberontakan langsung dipadamkan

  • Pada masa 1959-1966 disebut periode demokrasi terpimpin (kekuasaan berada pada presiden.Terjadi penyimpangan yaitu :
  1. Presiden Soekarno diangkat menjadi presiden seumur hidup
  2. Penyusunan kembali dewan DPR melalui Penetapan Presiden no. 3 tahun 1960 tentang Pembaharuan susunan DPR pada 5 Maret 1960
  3. Anggota DPR-GR dipilih oleh Presiden
  4. Pelaksanaan politik konfrontasi. Pada 3 Mei 1964, Presiden Soekarno memberi komando pengganyangan Malaysia (Dwikora) dan Indonesia keluar dari PBB pada 7 Januari 1965
  5. Adanya penggabungan nasionalis, agama dan komunisme (Nasakom)
  • Pada 30 September 1965, PKI merebut kekuasaan dan membunuh enam perwira tinggi dan ajudan jenderal A.H. Nasution sehingga dikenang sebagai G30S/PKI dan 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila.
  • Jenderal yang terbunuh :
  1. Jenderal Ahmad Yani
  2. Letjen M.T. Haryono
  3. Letnan Soeprapto
  4. Letnan S. Parman
  5. Mayjen D.I. Panjaitan
  6. Mayjen Soetojo Siswomihardjo
  7. Letnan Satu Pierre A. Tendean
  • Masa 1966-1998, tanggal 12 Januari 1966 terjadi demonstrasi oleh mahasiswa dan rakyat dibantu yang dikenal dengan Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura) yang berisi :
  1. Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
  2. Bubarkan kabinet Dwikora
  3. Turunkan harga
  • Elemen mahasiswa dan rakyat yang ikut adalah :
  1. Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia
  2. Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia
  3. Kesatuan Aksi Buruh Indonesia
  4. Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia
  5. Kesatuan Aksi Wanita Indonesia
  6. Kesatuan Aksi Guru Indonesia
  • Akhirnya Presiden Soekarno meminta Letnan Jenderal Soeharto untuk mengendalikan keamanan dan ketertiban, membubarkan PKI dan mengamankan menteri yang diduga terlibat kejadian G30S/PKI. Kemudian MPRS memperkuat Supersemar dengan TAP MPRS no. 9 tahun 1966.
  • Tahun 1966-1988 disebut Orde Baru dan diharapkan melaksanakan Pancasila dengan murni. Tetapi terjadi hal yang tidak sesuai yaitu :
  1. Kebebasan pers terbatas
  2. Pemerintahan Cenderung sentralistik
  3. Demokrasi dikekang
  4. Terdapat korupsi, kolusi dan neptisme (KKN)
  • Masa 1998-sekarang disebut masa reformasi dan awal masa reformasi, mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi untuk menuntut turunnya Presiden Soeharto karena penyelewengan Pancasila dan disebut gerakan reformasi. Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mundur dan digantikan B.J. Habibie.
  • Hasil setelah gerakan reformasi :
  1. Awalnya hanya 3 partai tapi sekarang 48 partai
  2. Melakukan amandemen UUD NRI 1945.
  3. Melakukan PEMILU
  • Nilai berasal dari kata Latin, Valere artinya ‘kuat, baik, berharga’. Notonagoro membagi nilai menjadi :
  1. Nilai material, sesuatu yang berguna bagi rohani
  2. Nilai vital, sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas
  3. Nilai kerohanian, segala sesuatu yang berguna bagi rohani, ada 4 nilai kerohanian yaitu :
  1. Nilai Kebenaran (akal manusia)
  2. Nilai keindahan/ estetis (Perasaan manusia)
  3. Nilai kebaikan/moral (kehendak manusia)
  4. Nilai religious (Kepercayaan/keyakinan manusia)
  • Ideologi berasal dari kata idea artinya ‘gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita’. Dan  logos artinya ‘ilmu’. Ideologi artinya ilmu pengertian-pengertian dasar
  • Fungsi Ideologi :
  1. Menjadi pedoman
  2. Menjadi ekuatan
  3. Menjadi upaya dalam menghadapi persoalan
  • Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup :

Terbuka             : – Nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan

– Nilai dan cita-cita digali dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat

– Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat

– Milik seluruh rakyat

– Isinya operasional bila diwujudkan dalam konstitusi

– Bersifat dinamis dan reformis

b). Tertutup     : – Bukan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat

                               – Merupakan cita-cita satu kelompok

                               – Masyarakat harus berkorban

                               – Kepercayaan dan Kesetiaan ideology yang kaku

                               – Bukan Nilai dan cita-cita

                               – Terdiri dari tuntutan konkret dan operasional yang mutlak

                               – Adanya ketaatan yang mutlak

  • Pancasila adalah ideologi terbuka dan memiliki nilai yaitu :
  1. Nilai dasar, asas-asas yang diterima sebagai dalil yang bersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar dan tidak dipertanyakan lagi
  2. Nilai instrumental, nilai yang berbentuk norma social dan hukum
  3. Nilai praksis, nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam kenyataan
  • Dimensi dalam Pancasila yaitu :
  1. Idealisme, bersifat sistematis, rasional dan menyeluruh
  2. Normatif, bersifat lebih beroperasional
  3. Realitas, mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang
  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila yaitu :

1). Bidang Politik :

a). Melalui lembaga negara
b). Melalui sistem hukum nasional
c). Dilihat dari sistem demokrasi Pancasila

2). Bidang Ekonomi :

a). Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan
b). Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara
c). Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara untuk rakyat
d). Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan, berkelanjutan, kemandirian, berwawasan lingkungan, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional

3). Bidang sosial budaya :

a). Menghargai keragaman budaya Indonesia
b). Pelestarian keragaman Indonesia
c). Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai-nilai feodalisme
d). Menjaga agar nilai-nilai eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
e). Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai Pancasila

4). Bidang pertahanan dan keamanan

a). UUD NRI 1945 Pasal 27 ayat 3
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara
b). UUD NRI 1945 Pasal 30 ayat 1
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara

RANGKUMAN BAB 1 EBERHARD EMMANUEL MANULLANG 9A/9

RANGKUMAN BAB 1

  • Tahun 1945 hingga tahun 1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini, penerapan Pancasila di Indonesia mendapat banyak tantangan dari berbagai pihak. Pihak Belanda masih ingin menguasai Indonesian dan melaksanakan agresi militer
  • Adapun pemberontakan – pemberontakan yang terjadi pada tahun 1945-1950 adalah sebagai berikut.
  • Pemberontakan PKI
  • Pemberontakan DI/TII
  • APRA
  • Andi Aziz
  • Pemberontakan RMS
  • Partai komunis Indonesia memberontak pada tahun 1948. Kota Madiun di Jawa Timur dijadikan basis pemberontakan. Pada tanggal 19 september 1948, Musso melarikan diri ke luar negri setelah gagal melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Belanda. Memproklamasikan berdirinya Republik Soviet Indonesia. Tujuan musso adalah merebut kekusaan dan menganti dasar Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dengan komunis.
  • Gerakan darul islam mempunyai pengaruh di daerah-daerah. Setelah Kartosuwiryo memproklamasikan NII di Jawa Barat,Jawa Tengah, pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII. Pemberontakan DI/TII di kedua wilayah ini segera ditumpas oleh tentara yang didukung rakyat Indonesia
  • Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. APRA melakuka pemberontakan pada awal tahun 1950 dan berhasil menguasai sebagian Kota Bandung.
  • Republik Maluku Selatan dipimpin Dr.Suumokil, mantan Jaksa Agung di nusa Tenggara Timur. Awalnya pemerintahan bersikap lunak denga merundingkan masalah RMS secara damai, namun ditolak. Akhirnya, pemerintahan mengirim ekspedisi militer ke Maluku dan pemberontakan dapat dipadamkan
  • Pada 12 Januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tautan. Selanjutnya, demontrasi tersebut dikenal sebagai Tiga Tuntunan hati Nurani Rakyat.
  • Pancasila merupakan ideology yang bersifat terbuka. Artinya adalah Pancasila bersifat actual,dinamis,antisipasif, dan senantiasa maumpu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
  • Perwujudan nilai Pancasila di bidang politik dapat dilihat dalam beberapa hal, seperti lembaga negara, hukum, dan sistem demokrasi Indonesia
  • Perekonomian nasional diselengarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsipkeadilan,kebersamaan efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbagan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

tugas ppkn bab 1 maria oktavia 9a/24

BAB 1

Penerapan pancasila dari masa ke masa

    Masa 1945 – 1950

  • Tahun 1945 – 1950 merupakan awal kemerdekaan Indonesia.
  • Ada beberapa pemberontakan pemberontakan yang terjadi :
  • Pemberontakan PKI

Partai Komunis Indonesia (PKI) memberontak pada tahun 1948, yang terjadi di kota madiun jawa timur.

Pada tanggal 19 september 1948, Musso tokoh PKI yang melarikan diri pada tahun 1926 karena gagal melakukan pemberontakan.

Tujuan Musso adalah merebut kekuasaan dan mengganti dasar republic Indonesia berdasarkan Pancasila dan komunisme

  • Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa tengah

Darul Islam berniat mendirikan negara dengan dasar islam.

Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya negara Islam Indonesia.

Setelah Kartosuwiryo memproklamasikan NII, Pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII. Amir Fatah memproklamasikan berdirinya DI pada tanggal 23 agustus 1949.

  • APRA

Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajurit APRA juga prajurit KNIL atau tentara Hindia Belanda.

Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri.

Arpa melakukan pemberontakan pada 23 januari 1950 dan berhasil menguasai kota Bandung

  • Andi Azis

Pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Andi Azis.

Ia sangat menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI yang dikirim dari jawa. Ia juga menyatakn bahwa NIT harus tetap berdiri.

Pada bulan yang sama, Andi Azis menyerahkan diri, Tetapi pertempuran sengit tetap terjadi pada bulan mei dan agustus 1950.

  • Pemberontakan RMS

Republik Maluku Selatan dipimpin oleh Dr. Soumokil, mantan jaksa agung.

RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950. Selain sejumlah pemberontakan yang terjadi, pada masa 1945- 1950 penerapan pancasila di Indonesia juga mendapatkan tantangan dengan perubahan bentuk Negara Indonesia yang sebelumnya negara kesatuan menjadi Negara Serikat.

  • Masa 1950 – 1959
  • Setelah bubarnya Republik Indonesia serikat, Indonesia menggunakan UUDS 1950. Bentuk Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan.
  • Berdasarkan UUDS 1950, presiden berfungsi sebagai kepala negara dan menjadi bagian dari pemerintah.
  • Pemilihan Umum pertama di Indonesia terjadi pada tanggal 29 September 1955.
  • Pada periode ini, persatuan Indonesia juga mendapatkan tantangan berat dengan munculnya sejumlah pemberontakan yang bertujuan melepaskan diri dari NKRI.
  • Pemberontakan yang terjadi antara lain sebagai berikut.
  1. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh
  2. Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII
  3. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Kahar Muzakkar.
  4. Pada agustus 1953 Kahar Muzakkar menyatakan Sulawesi Selatan merupakan bagian dari negara islam Indonesia yang dipimpin oleh Kartosuwiryo.
  5. Pemberontakan PRRI
  6. PRRI didirikan di sumatera.
  7. Pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia.
  8. Pemberontakan Permesta
  9. Pada tanggal 17 Februari 1958, diadakan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik, gubernur militer,dll.
  10. Pada hari itu juga Permesta memutuskan hubungan dengan pemerintahan RI.
  • Masa 1959 – 1966
  • Pada masa ini , terjadi penyimpangan penafsiran terhadap pancasila . penyimpangan yang terjadi adalah sebagai berikut.
  • Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup.
  • Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh Presiden melalui penetapan Presiden (Penpres) no 3 tahun 1960 tentang pembaharuan Susunan Dewa Perwakilan Rakyat yang ditetapkan pada tanggal 5 Maret 1960.
  • Anggota dewan perwakilan rakyat gotong royong tidak dipilih rakyat melainkan dipilih atau diangkat langsung oleh presiden.
  • Pelaksanaan politik konfrontasi Indonesia melakukan konfrontasu dengan Malaysia yang dianggap negara boneka inggris. Pada 3 mei 1964, presiden memberi komando pengganyangan.
  • Adanya percobaan penggabungan atau pencampuran nasionalis, agama, dan komunisme
  • Pada masa ini terjadi peristiwa Pemberontakan PKI atau G30S pada tanggal 30 september 1965.
  • PKI berusaha merebut kekuasaan disertai pembunuhan enam perwira tinggi dan seorang ajudan Jenderal A. H. Nasution, yaitu sebagai berikut:
  • Jenderal Ahmad Yani
  • Letjen M.T. Haryono
  • Letjen Soeprapto
  • Letjen S. Parman
  • Mayjen D. I. Panjaitan
  • Mayjen Soetojo Siswomiharjo
  • Letnan Satu Pierre A. Tendean
  • Masa 1966 – 1998
  • Pada 12 Januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan.
  • Isi dari TRITURA :
  • Bubarkan PKI beserta ormas- ormasnya
  • Bubarkan cabinet Dwikora dari unsur – unsur PKI
  • Turunkan harga
  • Beberapa  elemen gerakan  mahasiswa dan rakyat yang turut serta dalam demonstrasi itu antara lain Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI), dan Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI).
  • Hal yang dianggap sesuai dengan masa orde baru antara lain adalah sebagai berikut:
  • Kebebasan pers tidak dianggap terbatas
  • Pemerintahan cenderung sentralistik
  • Demokrasi cenderung di kekang
  • Diduga terdapat korupsi
  • Masa 1998 – sekarang
  • Masa ini disebut masa reformasi. Pada tangga; 21 mei 1998, Presiden Soeharto dinyatakan mundur dan digantikan oleh B.J. Habibie
  • Pada tahun 2004 pemilihan presiden dan wakil presiden untuk periode 2004- 2009 dilakukan secara umum dan langsung.

B. NIlai – Nilai Pancasila sesuai dengan Perkembangan Zaman

  1. Pengertian nilai
  • Nilai material yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia
  • Nilai vital yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas.
  • Nilai kerohanian yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani.
  • Hakikat Ideologi Terbuka
  • Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan konsep, pengertian dasar cita cita , adapun logos berarti ilmu.
  • Pengertian mengenai ideologi :
  • Menurut Horton dan Hunt, ideology merupakan suatu gagasan yang menyetujui seperangkat norma
  • Menurut W. Newman ideology merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan atau melegalisasikan tatanan social.
  • Menurut Mubyarto, ideologi adalah sejumlah dokrin, kepercayaan, dan symbol symbol kelompok masyarakat atau suatu bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman
  • Fungsi Ideologi
  • Menjadi pedoman bagi individu, masyarakat, atau bangsa untuk berfikir, melangkah, dan bertindak
  • Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi bagi individu, masyarakat, bangsa untuk mencapai tujuan
  • Menjadi upaya dalam menghadapi berbahagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan
  • Ideologi terbuka
  • Nilai dan cita cita tidak di paksakan dari luar
  • Nilai dan cita cita digali dari kekayaan rohani
  • Hasil musyawarah dan consensus masyarakat
  • Milik seluruh rakyat, sehingga dapat sekaligus kepribadian masyarakat
  • Isinya yang tidak operasional menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi
  • Bersifat dinamis dan reformis
  • Ideology tertutup
  • Bukan merupakan cita cita yang sudah hidup dalam masyarakat
  • Merupakan cita cita satu kelompok orang yang mendasari satu program
  • Dibenarkan atas nama ideology bahwa masyarakat harus berkorban
  • Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku
  • Bukan berupa nilai nilai dan cita cita
  • Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional
  • Adanya ketaatan mutlak, bahkan terkadang menggunakan kekuatan dan kekuasaan
  • Kedudukan Pancasila sebagai ideology terbuka
  • Menurut Hamdayama 2012, nilai dalam pancasila adalah nilai dasar,nilai instrumental,dan nilai praktis. Adapun penjelasannya sebagai berikut.
  • Nilai dasar, yaitu asas – asas yang kita terima sebagaidalil yang bersifat mutlak
  • Nilai instrumental, yaitu nilai yang berbentuk norma social dan norma huku yang selanjutnya akan terkristalisasi
  • Nilai praktis, yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan
  • Adapun sebagai ideology terbuka, secara struktual, pancasila memiliki dimensi idealisme , normative, dan realistis
  • Dimensi idealisme dalam pancasila adalah nilai nilai dasar yang terrkandung dalam pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh.
  • Dimensi normative dalam pancasila adalah penjabaran nilai nilai yang terkadndung dalam pancasila dalam suatu system norma kenegaraan yang lebih operasional
  • Dimensi realitas dalam panccasila maksudnya suatu ideology harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.

C. Perwujudan nilai nilai pancasila dalam berbagai bidang kehidupan

  • Perwujudan nilai nilai pancasila dalam bidang politik
  • Lembaga negara. Perwujudan nilai pancasiladapat dilihat pada perkembangan kebutuhan masyarakat dan negara mengenai lambang negara
  • Hukum. Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada system hukum nasional yang berdasarkan pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
  • System demokrasi. Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada demokrasi pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.
  •  Perwujudan nilai nilai pancasila di bidang ekonomi
  • perwujudan nilai nilai pancasila pada bidang ekonomi detegaskan pada pasal 33 UUD NRI TAHUN 1945 seperti berikut.
  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
  • Cabang cabang produksi yang penting bagi negara
  • Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
  • Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan.
  • Perwujudan nilai nilai pancasila di bidang social budaya
  • Menghargai keragaman budaya Indonesia
  • Pelestarian keragaman budaya Indonesia
  • Mengembangkan nilai nilai persamaan status social
  • Menjaga agar nlai nilai eksklisivitas dan kedaerahan sempit tidak berkembang
  • Pengembangan nilai social dan budaya
  • Perwujudan nilai nilai pancasila di bidang pertahanan keamanan
  • Pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1

Pasal 27 bahwa setiap negara harus dibela dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara

Pasal 30 bahwa tiap tiap negara wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara

TUGAS PPKN RINGKASAN BAB 1 YEHEZKIEL V /9A/ 36

RINGKASAN PPKN BAB 1
A.PENERAPAN PANCASILA DARI MASA KE MASA

  1. Masa 1945-1950
    a. Pemberontakan PKI
    PKI memberontak pada tahun 1948 dan menetapkan basis pemberontakan di Madiun. Salah satu anggota PKI yaitu Musso memiliki tujuan untuk mengganti NKRI yang berdasarkan Pancasila dengan komunisme. Tentaqra RI berhasil merebut kembali Kota Madiun pada tanggal 30 September 1948. Musso pun tewas ditembak dalam sebuah poengepungan yang dilakukan oleh TNI.
    b. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah
    Darul Islam/Tentara Islam Indonesia berniat untuk mendirikian negara dengan dasar Islam. Negara Islam Indonesia (NII) berdiri pada tanggal 7 Agustus 1949 dan diproklamasikan oleh Kartosuwiryodi Jawa Barat. Sementara tentara dan pendukungnya disebut Tentara Islam Indonesia. Kemudian, Amir Fatah memproklamasikan berdirinya Darul Islam (DI) pada tanggal 23 Agustus 1949. Pemberontakan ini segerea ditumpas oleh TNI.
    c. APRA
    Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymod Westerling. Sebagian prajurit APRA adalah prajuri Tentara Hindia Belanda. Awalnya, Indonesia adalah negara serikat namun rakyat menolaknya dan ingin kemnbali menjadi negara republik. Tujuan APRA adalah untuk mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. APRA melakukan pemberontakan pada tanggal 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai sebagian Kota Bandung. Namun, APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) berhasil menumpas gerakan APRA.

d. Andi Azis
Pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan-kesatuan KNIL yang dipimpin oleh Andi Azis. Ia adalah mantan perwira KNIL. Tuntutan Andi Azis adalah hanya pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas Negara Indonesia Timur (NIT) dan ia sangat menentang pasukan yang dikirim dari Jawa. Selain itu, ia menyatakan bahwa NIT harus tetap berdiri. Pada 8 April 1950, pemerintah pusat mengeluarkan ultimatum kepada Andi Azis untuk melapor dalam 2 x 24 jam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Namun Andi Azis tetap tidak melapor dalam batas waktu yang ditentukan. Oleh karena itu, pasukan ekspedisi dikirim untuk menumpas pemberontakan Andi Azis. Pasukan ekspedisi mendarat pada tanggal 26 April 1950 dan pada bulan yang sama Andi Azis menyerahkan diri.
e. Pemberontakan RMS
Republik Maluku Selatan (RMS) dipimpin oleh Dr. Soumokil, mantan jaksa agung di Nusa Tenggara Timur. RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950. Dalam pemberontakan ini, ada gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membentuuk negara sendiri. Pemerintah mengirim pasukan militer ke Maluku dan pemberontakan dapat ditumpas.

  1. Masa 1950-1959
    a. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh
    -> April 1950 : Pasukan Ibnu Hajar bergabung dengan DI/TII
    ->Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Kahar Muzakkar
    -> Agustus 1953 : Kahar Muzakkar menyatakan Sulawesi Selatan merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia yang dipimpin oleh Kartosuwiryo.
    -> Pemberontakan di Aceh dipimpin oleh Daud Beureuh.
    -> 20 September 1953 : Daud beureuh menyatakan bahwa Aceh adalah bagian dari Negara Islam Indonesia dibawah pimpinan Kartosuwiryo
    -> [Pemberontakan berhasil dipadamkan.
    b. Pemberontakan PRRI
    -> 15 Februari 1958 : Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) didirikan di Sumatera.
    -> Pemerintah melakukan operasi militer untuk mengatasi pemberontakan tersebut
    c. Pemberontakan Permesta
    -> 17 Februari 1958 : Mayor D.Jus Somba menyatakan bahwa Permesta di Sulawesi Utara dan Tengah mendukung PRRI.
  2. Masa 1959-1966
    -> Dianggap sebagai demokrasi terpimpin
    -> Penyimpangan yang terjadi adalah :
    1. Diangkatnya Soekarno sebagai presiden seumur hidup.
  3. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden melalui Penetapan Presiden no.3 tahun 1960
  4. Anggota DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong)
    Tidak dipilih oleh rakyat, tetapi sebagian besar diangkat langsung oleh
    Presiden
  5. Pelaksanaan politik konfrontasi. Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia dianggap negara boneka Inggris
  6. Adanya pencobaan penggabungan nasionalisme, agama, dan komunisme (Nasakom) namun ternyata tidak cocok dengan NKRI

Pada masa ini juga terjadi pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965 yang disertai dengan pembunuhan enam perwira tinggi dan ajudan Jenderal A.H.Nasution, yaitu :
a. Jenderal Ahmad Yani
b. Letjen M.T.Haryono
c. Letjen Soeprapto
d. Letjen S. Parman
e. Mayjen D.I. Panjaitan
f. Mayjen Soetojo Siswomihardjo
g. Letnan Satu Pierre Tendean

  1. Masa 1966-1998
    -> 12 Januari 1966 : Terjadi demonstrasi mahasiswa dan masyarakatyang dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani (Tritura)
    Isi Tritura adalah :
  2. Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
  3. Bubarkan cabinet Dwikora dan unsur-unsur PKI
  4. Turunkan harga
    -> 11 Maret 1966 : Akibat situasi yang semakin kacau Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret ( Supersemar )
    Isi Supesemar adalah :
    Meminta Letnan Jenderal Soeharto selaku Pangkima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengendalikan keamanan dan ketertiban negara
  • Masa ini dikenal sebagai masa orde baru
  • Hal-hal yang tidak sesuai dengan jiwa Pancasila pada Masa Orde Baru adalah :
  1. Kebebasan pers dianggap terbatas
  2. Pemerintah cenderung sentralistik
  3. Demokrasi cenderung dikekang
  4. Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
  5. Masa 1998-Sekarang
    • Disebut sebagai Masa Reformasi
      -21 Mei 1998 : Presiden Soeharto mengundurkan diri sebagai presiden dan digantikan
      oleh wakilnya B. J . Habibie
    • Untuk pertama kalinya, pemilihan presiden dan wakil presiden untuk periode 2004-
      2009 dilakukan secara umum dan langsung dan akhirnya pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Muhammad Jusuf Kalla terpilih

B. NILAI-NILAI PANCASILA SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN

  1. Pengertian nilai
    a. Nilai material : Sesuatu yang berguna bagi manusia
    b. Nilai vital : sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan
    atau aktivitas
    c. Nilai kerohanian : Sesuatu yang dapat berguna secara rohani
    – Dibedakan menjadi empat, yaitu :
    1. Nilai kebenaran, bersumber pada kebenaran manusia
    2. Nilai keindahan atau estetis, bersumber pada unsur perasaan
    Manusia
    3. Nilai kebaikan, bersumber pada unsur kehendak manusia
    4. Nilai religius, bersumber pada kepercayaan manusia
  2. Hakikat ideologi terbuka
    a. Pengertian Ideologi
    Secara harfiah, ideologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar
    b. Fungsi Ideologi
    1. Menjadi pedoman bagi individu, masayarakat, atau bangsa untuk berpikir,
      melangkah, dan bertindak
    2. Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi bagi individu,
      Masyarakat, dan bangsa untuk mencapai tujuan
    3. Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa
      dalam segala aspek kehidupan

C. PERWUJUDAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN
1. Bidang Politik
a. Lembaga negara, seperti MPR,DPR,MA,MK,KY,dsb. Masing-masing memiliki fungsi yang menuju untuk menjaga keutuhan NKRI
b. Hukum : Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada system hukum nasional yang berdasarkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
c. Sistem demokrasi : Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat dari demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah

2. Bidang Ekonomi
a. Disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
b. Cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara
c. Bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat
d. Perekonomian nasional dilaksanakan berdasar atas demokrasi ekonomi

3. Bidang Sosial Budaya
a. Menghargai keragaman budaya
b. Pelestarian keragaman budaya
c. Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnnya nilai-nilai feodalisme

4. Bidang Pertahanan
a. Ikut serta dalam upaya pembelaan negara
b. Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara

Tugas PPKN Angel Sidharta/ 03/ 9A

Bab 1

Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara

  1. Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa
  1. Masa 1945-1950

            Pada masa-masa awal kemerdekaan Indonesia, penerapan Pancasila di Indonesia mendapat banyak tantangan dari berbagai pihak. Pihak Belanda masih ingin menguasai Indonesia dan melaksanakan agresi militer. Selain itu ada beberapa upaya pemberontakan dan bahkan ada usaha untuk mengganti Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Berikut beberapa pemberontakan yang terjadi di Indonesia:

  1. Pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia)

            PKI memberontak pada 19 September 1948 di Kota Madiun, Jawa Timur,saat memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. Tujuan Musso adalah merebut kekuasaan dan mengganti dasar Negara republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila menjadi komunisme. PKI berusaha menyamakan derajat orang kaya dengan orang miskin. Mereka menghalalkan segala cara untuk menggapai keinginan tersebut walaupun diharuskan membunuh. Karena PKI tidak sesuai dengan Pancasila Pertama dan Kedua pemerintah dengan segera menumpas pemberontakan dengan mengirimkan Tentara TNI dan berhasil merebut Kota Madiun pada tanggal 30 September 1948. Mussopun tewas ditembak dalam sebuah pengepungan TNI pada 31 Oktober 1948 di Samandang, Ponorogo, Jawa Timur.

  • Pemberontakan DI/TII (Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia) di Jawa Barat dan Jawa Tengah

            Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Tentara dan pendukung dari organisasi ini disebut Tentara Islam Indonesia (TII). Gerakan ini membuat benyak pengaruh di daerah-daerah lain, seperti di Jawa Tengah, Pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII. Amir Fatih menyatakan berdirinya Darul Islam pada 23 Agustus 1949. Pemberontakan ini segera ditumpas dengan Pemerintah.

  • APRA (Angkatan Perang Ratu Adil)

            APRA didirikan oleh Raymond Westerling dan merekrut sebagian dari prajurit APRA dengan prajurit KNIL (Koninklijke Nederlands-Indische Leger) atau Tentara Hindia Belanda. Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. APRA memberontakan pada 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai sebagian Kota Bandung. Namun Pemerintah akhirnya berhasil menumpas pemberontakan tersebut dan Westerling kabur keluar negeri.

  • Andi Azis

            Pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberotakan yang dilakukan oleh kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis. Ia memberi tuntutan yakni hanya pasukan-pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT. Ia sangat menolak bergabung degan NIS dan menyatakan bahwa NIT harus tetap berdiri.

Pada 8 April, Pemerintah RIS mengeluarkan ultimatun kepada Andi Azis untuk datang dan melaporkan diri ke Jakarta dalam 2 kali 24 jam. Namun sayangnya Andi Azis tak datang sehingga pasukan ekspedisi dikirim untuk menumpas pemberontakan yang dipimpin Andi Azis. Seleruh pasukan ekspedisi itu berhasil mendarat pada 26 April 1950 dan pada bulan yang sama, Andi Azis menyerahkan diri.

  • Pemberontakan RMS (Republik Maluku Seatan)

            RMS dipimpin oleh Dr. Soumokil, mantan Jaksa Agung di Nusa Tenggara Timur. RMS berdiri pada 25 April 1950. Dalam pemberontakan ini, RMS ingin mendirikan negara sendiri. Awalnya pemerintah bersikap lunak kepada peberontakan yang dilakukan RMS dengan merundingkan masalah RMS secara damai, namun ditolak. Akhirnya pemeritah mengirimkan eksedisi militer ke Maluku dan pemberontakan berhasil dipadamkan.

Selain pemberotakan-pemberontakan yang tadi telah dicantumkan, pada masa 1945-1950, dengan perubahan bentuk Negara Indonesia yang sebelumnya negara kesatuan menjadi negara serikat. Hal itu berjalan dari hasil Konferensi Meja Bundar, 2 November 1949. Selain negara serikat, negara Indonesia dibagi menjadi 7 negarar bagian dan 9 daerah otonom. Negara-negara bagian tersebut adalah Negara Pasundan, Negara Sumatera Timur, Negara Indonesia Timur, dan Negara Sumatera Selatan. Selain itu, konstitusi yang dipakai saat itu adalah Konstitusi RIS. Pemberlakuan Konstitusi RIS ini tidak serta merta mencabut Undag-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Sejak awal tahun 1950, banyak rakyat yang mendorong agar RIS dibubrkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan. Pemerintah negara-negara serikat dan RIS langsung saja bergabung dan menrancang UUD baru dengan konsep negara kesatuan. Pada 15 Agustus 1950, Presidenn RIS, Soekarno mengumumkan Piagam Pernyataan Terbentuknya Negara Kesatuan. Selain itu, Seokarno menandatnagni UUDS yang dikenal dengan UUDS 1950. UUDS 1950-pun mulai berlaku di Indonesia pada 17 Agustus 1950. Dengan demikian, Indonesia kembali menjadi negara kesatuan.

  • Masa 1950-1959

            Bentuk baru negara Indonesia adalah Negara Kesatuan. UUDs 1950 menganut sistem pemerintahan parlementer, sama seperti RIS. Berdasarkan UUDS 1950 presiden berfungsi sebagai kepala negara dan menjadi bagian dari pemerintah. Namun tanggung jawab pemerintah berada di tangan perdana menteri bersama para menterinya.

            Pada periode ini, penerapan pancasila diarahkan sebagai ideologi liberal yang pada nyatanya tidak dapat menjamin stabilitas pemerintahan. Pada masa ini, terlaksana pemilihan umum pertama Indonesia, yaitu pada yanggal 29 September 1955. Terpilih 272 wakil rakyat sebagai anggota DPR dan juga terpilih 550 sebagai anggota-anggota lembaga konstituante. Konstituante diberikan tugas untuk membuat undang-undang dasar yang baru sesuai amanat UUDS 1950 Lembaga Konstituante dimulai bekerja pada tahun 1956. Namun sampai tahun 1959 badan ini belum juga bisa membuat konstitusi baru. Maka Presiden Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden pada tangga 5 Juli 1959 yang intinya memberlakukan kembali UUD 1945 dan membubarkan konstituante.

Pada periode ini, persatuan Indonesia juga mendapatkan tantangan berat dengan munculnya sejumlah pemberontakan yang bertujuan untuk melapaskan diri dari NKRI. Beriku beberapa pemberontakan yang terjadi:

  1. Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh

            Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya elakukann pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatak bergabung dengan DI/TII. Sementara itu, pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin Abdul Kahar Muzakkar. Pada Agustus 1953, Kahar Muzakkar menyatakan kalau Sulawesi Selatan merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan Kartosuwiryo. Adapun DI/TII di Aceh yang dipimpin Daud Beureuh. Pada tangga 20 September 1953, Daud Beureuh menyatakan Aceh adalah bagian dari Negara Islam Indonesia. Pemerintah segera mengirim pasukan dan berhasil menumpaskan pemberontakan.

  • Pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia)

            PRRI didirikan di Sumatera. Pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI. Pemberontakan ini berhasil dipdamkan oleh pemerntahan Indonesia.

  • Pemberontakan Permesta

            Di Universitas Permesta, pada 17 Februari 1958, diadakan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik, gubernur militer Sulawesi Utara dan Tengah, para cendikiawan, dan Mayor D. Jus Somba. Saat pertemuan tersebut, terlontarlah pernyataan dari Mayor D. Jus Somba bahwa permesta di Sulawesi Utara dan tengah mendukung PRRI seutuhnya. Hal itu dikarenakan Permesta dan PRRI sama-sama iri dengan masyarakat yang tinggal di pulau jawa. Dengan demikian sejak 17 Februaru 1958, Permesta memutuskan hubungannya dengan Pemerintah RI. Pemerintah segera melakukan operasi militer dan menumpas pemberontakan.

  • Masa 1959-1966

Sebagian pihak menyebut masa 1959-1966 sebagau periode demokrasi terpimpin. Pada masa ini, semokrassu tidak berada pada kekuasaan rakyat melainkan terdapat pada tangan presiden. Banyak sekali terjadi penyimpangan pada masa ini:

  1. Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hiup.
  2. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 melalui presiden. Pembubaran ini terjadi karena DPR tidak menyetujui RAPBN tahun 1960 yang diajukan pemerintah.
  3. Anggota Dewan Perwakilan Rakat Gotong Royong (DPR-GR0 tidak dipilih oleh rakyat, sebagian besar dipilih dan diangkat oleh presiden
  4. Perlaksanaan politik konfrontasi, Indonesia konfrontasi dengan Malaysia yang dianggap negara boneka Inggris. Pada 3 Mei 1964, Presiden Soekarno memberikan komando penggayangan Malaysia (Dweikora), kemudian Indonesia keluar dari PBB pada 7 Januari 1965
  5. Penggabungan NASAKOM (Nasionalis, Agama, dan Komunis) tetapi hasilnya ternyata tidak cocok untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

            Pada masa ini terjadi pemberontakan PKI atau G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965. PKI berudaha merebut kekuasaan disertai pembunuhan enam perwira tinggi dan seorang ajudan Jenderal A. H. Nasution, sebagai berikut:

  1. Jenderal Ahmad Yani
  • Letjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono
  • Letjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
  • Letjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
  • Mayjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
  • Mayjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)

            Pemberontakan G30S/PKI dilakukan untu kmengganti pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Tentara dan rakyat tetap mendukung persatuan dan kesatuan NKRI, serta Pancasila sebagai dasar negara, segera menghentikan pemberontakan PKI tersebut.

  • Masa 1966-1998

            Pada 12 Januari 1966 terjadi demontrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan. Demontrasi ini dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura). Adapun isi dari Tritura sebagai berikut:

  1. Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
  2. Bubarkan kabinet Dwikora dan unsur-unsur PKI
  3. Turunkan harga

            Beberapa gerakan mahasiswa dan rakyat yag turut serta dama demontrasi itu antara lain, Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI), dan Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI).

            Situasi semakin tidak menentu membuat Presiden Seokarna mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966. Isi surat itu meminta Letnan Jenderal Seoharto selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengendalikan keamanan dan ketertiba negara. Soharto segera mengambil tindakan yakni membubarkan PKI besert ormas-ormasnya dan mengamankan para menteri yang terlibat G30S/PKI.

            Masa 1966-1998 disebut sebagai masa orde baru. Orde baru diharapkan dapat melaksanakan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945 dengan murni dan konsekuen. Presden Soeharto sebagai pengemban amanat rakyat Indonesia kemudian menjalakan kebijakan dengan dasar penegakan stabilitas keamanan dan pembangunan ekonomi. Pemahman Pancasila disusun dalam konsep P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) atau Ekaprasetia Pancakarsa. Namun tetap saja ada kebijaka-kebijakan yang tidak sesuai dengan Pancasila, antara lain sebagai berikut:

  1. Kebebasan pers dianggap terbatas, terdapat sejumlah penghentian media massa
  2. Pemerintah cendrung sentralistik
  3. Demokrasi cenderung dikekang, antara lain hanya tiga partai yang boleh ikut pemilu dari tahun 1977-1997
  4. Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sehingga menjadi lasan salah satu kemunduran Indonesia
  • Masa 1998-sekarang

            Masa 1998-sekarang disebut dengan masa reformasi. Pada masa ini, kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap Pancasila membuat mahasiswa dan masyarakat melakukan demoontrasi ,emumtu turunnya Presiden Soeharto. Gerakan ini sering disebut sebagai gerakan reformasi. Pada 21 Mel 1998, Presiden Soeharto menyatakan akan mundur dan akan digantikn oleh BJ. Habibie, wakilnya.

            Pergantian pemimpin ini membuat harapan rakyat menadi lebih menguat. Selain itu, hak rakyat untuk mendirikan partai politik baru diberikan. Hasilnya banyak partai politi baru didirikn. Jika pemilihan umum 1977-1997 hanya diikuti tiga partai, pemilihan tahun 1998 diikuti 48 partai. Pada masa ini, dilakukan perubahan amandemen UUD NRI tahun 1945 yang bertujuan menyempurnakam aturan dasar negara. Salah satunya adalah jatah prmbatasan jabatan presiden.

            Perkembangan reformasi terus berkembang pesat. Untuk pertama kalinya, pada tahun 2004, pemilihan presiden dan wakil presiden untuk periode 2004-2009 dilakukan secara umum dan secara langsung. Warga negara Indonesia dapat memilih presiden dan wakil presiden. Pemilihan tersebut dimenangkan oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI dan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Indonesia.

  •  Nilai-nilai Pancasila Sesuai Dengan Perkembangan Jaman
  1. Pengertian Nilai

            Nilai berasal dari kata latin, valere yang berarti ‘kuat, baik, berharga’. Notonagoro membagi nilai menjadu beberapa macam, yakni sebagai berikut:

  1. Nilai material, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia
  2. Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan kegiatan atau aktivitas
  3. Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani. Nilai kerohanian dapat dibagi menjadi empat macam yakni:
  4. Nilai kebenaran, nilai ini bersumber pada akal manusia (rasio, budi, dan cipta)
  5. Nilai keindahan atau nilai estesis, nilai ini bersumber pada unsur kehendak manusia
  6. Nilai religius, nilai ini merupakan nilai rohani tertinggi. Nilai ini bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia
  • Hakikat Ideologi Terbuka
  1. Pengertian Ideologi

            Ideologi berasal dari kata idea yang berarti ‘gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita’, adapun logos yang berarti ‘ilmu’. Secara harfiah, ideologi berarti ilmu pengertian-pengertisan dasar. Beberapa pengertian lain dari ideologi antara lain:

  1. Menurut Horton dan Hunt, ideologi merupakan suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma.
  2. Menurut W. Newman, ideologi merupakan seperangkat gagasan yag menjelaskanatau melegalisasikan tatanan sosial, struktur kekuasaan atau cara hidup dilihat dari segi tujuan, kepentingan atau status sosial dari kelompok atau kolektivitas du mana ideologi itu muncul.  
  3. Menurut Mubyarto, ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan dan simbol-bimbol kelompok masyarakat atau suatu bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman kerja atau perjuangan untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa.
  • Fungsi Ideologi

            Fungsi ideologi antara lain sebagai berikut:

  1. Menjadi pedoan bagi individu, masyarakat, atau untuk berfikir, melangkah, dan bertindak
  2. Menjasi kekuatan yang mampu memberian semangan dan motivasi bagi individu, masyarakat, dan bangsa untuk mencapai tujuan
  3. Mencapai ipaya dalam menghasapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan
  • Perbedaan ideologi terbuka dan ideologi tertutup

            Menurut Kaelan (2005), perbedaan ideologi terbuka dan ideologi tertutup sebagai berikut:

  1. Ideologi terbuka:
  1. Nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari kuar
  2. Nilai dan cita-cita digali dari kekayaan tohani, moral, dan budaya masyarakat sendiri
  3. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat
  4. Milik seluruh rakyat, sehingga dapat sekaligus sebagai kepribadian masyarakat
  5. Isinya yang tidak operasional menjadi operasional bila diwujudkan dalan konstitusi
  6. Bersifat dinamis dan reformis
  • Ideologi tertutup:
  1. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat
  2. Merupakan cita-cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan memperbahurui masyarakat
  3. Dibenerkan atas nama ideologi bahwa masyarakat harus berkorban
  4. Kepercayaan dan kesetian ideologis yang kaku
  5. Bukan berupa nilai-nilai dan cita-cita
  6. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak
  7. Adanya ketaatan yang mutlak, bahkan terkadang menggunakan kekuatan dan kekuasaan
  • Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

            Pancasila merupakan ideologi yang bersifat terbuka. Dengan demikian, Pancasila bersigat aktual, dinamis, antipasid, dan senantiasa mempu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, pengertahuan, dan teknologu, serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila sebagai ideologi terbuka adalah nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis.

            Menurut Hamdayama, dkk. (2012), nilai dalam pancasila adlah nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Berikut penjelasannya:

  1. Nilai dasar, yaitu asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifar mutlak, sebagai sesuatu yang benar, atau tidak perlu ditanyakan lagi. Nilai dasar daei Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan
  2. Nilai instrumental, yaitu nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga0lembaga negara
  3. Nilai praktis, yaitu nilai sesungguhnya kita laksnakan dalam kenyataan. Nilai ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat

            Adapun sebagai ideologi terbuka, secara struktural, Pancasila memiliki dimensi idealisme, normatif, dan realistis (Al Hakim, dkk., 2016)

  1. Dimensi idealisme dalam panncasila adalah nilai-nilai dasar yang tergantung dalam pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh. Dalam hal ini, adalah hakikat nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan
  2. Dimensi normatif dalam Pancasila adalah penjabaran nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam suatu sistem norma kenegaraan yang lebih operasional. Oleh karena itu, Panasila, berkedudukan sebagai norma tertib hukum tertinggi dalam negara Indonesia
  3. Dimensi realistis dalam pancasila maksudnya suatu ideologi harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Oleh karena itu, selain memiliki dimensi nilai ideal dan normatif, Pancasila harus mampu dijabarkan dalam kehidupan masyarakat secara nyata, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam penyelenggaraan negara
  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam berbagai Bidang Kehidupan

            Sila-sila Pacasila merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Suatu sila dalam Pancasila tidak dapat dilepaskan dari pemahaman sila-sila yang lainnya. Tiap sila dalam Pancasila juga menjiwai sila-sila yang lainnya.

  1. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Bidang Politik

            Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang politik dapat dilihat dalam beberapa hal, seperti lembaga negara, hukum, dan sistem demokrasi Indonesia.

  1. Lembaga negara. Indonesia memiliki lembaga negara seperti, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), presiden, Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Yudisial (KY), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). DPD, MK, dan KY merupakan lembaga-lembaga negara yang dibentuk setelah perubahan UUD NRI tahun 1945. DPD merupakan langkah untuk mengakomodasi kepentingan daerah di tingkat nasional. MK dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi. KY berfungsi mengawasi perilaku hakim dan mengusulkan nama calon hakim agung.
  2. Hukum. Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada sistem hukum nasional berdasarkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. Semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku tidak boleh bertenangan dengan nilai-nilai Pancasila. . Semua peraturan dan perundang-undangan yang berlaku pada hakikatnya merupakan penjabaran dari nilai-nilai dasar Pancasila.
  3. Sistem demokrasi. Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada demokrasu Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat. Musyawarah dapat diartikan sbagai upaya bersama untuk mencari pemecahan suatu masalah. Adapun mufakat dapat diartikan sebagai kesepakatan yang dihasilkan oleh berbagai pihak yang terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam proses pemecahan masalah. Pelaksanaan demokrasii Pancasila dilandasi semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan sehinggatudak timbul dominasi mayoritas atau tirani minoritas
  • Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Bidang Ekonomi

            Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang ekonomi sudah ditegaskan pada pasal 33 UUD NRI tahun 1945 sebagai berikut:

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan
  2. Cabang-cabang prduksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang  banyak dikuasai oleh negara
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang tergantung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efisiensi berkeadilan, berkelanjutkan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Sosial dan Budaya

            Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang sosial dan budaya dapat terlihat antara lain pada hal-hal berikut:

  1. Menghargai keragaman budaya Indonesia
  2. Pelestarian keragaman budaya Indonesia
  3. Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial dan menghalangi berkembangnya nilai-nilai feodalisme
  4. Menjaga agar nilai-nilai ekslusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
  5. Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menuju modenisasi yang dijiwai Pancasila
  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan

            Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan terlihat antara lain pada UUD NRI tahun 1945 Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1). UUD NRI tahun 1945 Pasal 27 (3) menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Adapun UUD NRI tahun 1945 Pasal 30 ayat (1) menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Berdasarkan kedua pasal tersebut, terlihat bahwa setiap warga negara wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

RINGKASAN PPKN JEHOSUA 9A/17

BAB 1

Tahun 1945 hingga tahun 1950 merupakan masa awal kemerdekaan Indonesia.Pada masa ini,Pancasila mendapat banyak tantangan dari berbagai pihak, salah satunya dari pihak Belanda masih ingin menguasai Indonesia dan melakukan agresi militer.

  • Pemberontakan-pemberontakan juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia(1945-1950),contohnya:

-Pemberontakan PKI(1948)

-DI/TII(1949)            (komunis)

-APRA(1950)            (agama)

-Andi Aziz (1950)    (NIT)

-RMS(1950-skrg)    (Negara baru)

  • Pemberontakaan PKI

PKI adalah singkatan dari Partai Komunis Indonesia,PKI memberontak pada tanggal 19 September 1948 yang berlokasi di Madiun,Jawa Timur.Tujuan dari pembrontakan tersebut adalah untuk mengganti dasar negara Pancasila dengan Komunisme.Pemberontakan tersebut dipimpin oleh Musso.akan tetapi TNI dan dukungan rakyat berhasil merebut kembali kota Madiun dan Musso akhirnya ditembak mati dalam suatu pengepungan oleh TNI pada 31 Oktober 1948.

  • Pemberontakan DI/TII

Pemberontakan ini dilakukan oleh salah satu kelompok Islam yang ingin merubah dasar negara Pancasila dengan dasar Islam,Pemberontakan ini dilakukan pada 7 Agustus 1949.

  • APRA

APRA atau Angkatan Perang Ratu Adil didirikan oleh Raymond Esterling.APRA berdiri dengan berkebangsaan Belanda yang sebagian prajuritnya terdiri dari KNIL atau tentara Hindia-Belanda.pemberontakan ini dimulai pada 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai kota Bandung.

  • Andi Aziz

Pada tanggal 5 April 1950 terjadilah pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan-kesatuan bekas KNIL yang dipimpim oleh Kapten Andi Azis,Ia adalah seorang mantan perwira KNIL.

  • RMS

Pemberontakan Republik Maluku Selatan yang dipimpin oleh Dr.Soumokil,Mantan jaksa agung di Nusa Tenggara Timur.RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950.Tujuan dari pemberontakan ini adalah untuk menolak integrasi dan ingin membuat negaranya sendiri.

  • MASA 1950-1959,pada masa ini bangsa Indonesia sudah seluruhnya menjadi negara kesatuan berdasarkan UUDS 1950 yang menganut sistem pemerintahan parlementer,yaitu presiden berfungsi sebagai kepala negara dan bagian dari pemerintah.Namun,tanggung jawab seorang presiden berada di tangan perdana mentri bersama para mentrinya. Lalu bangsa Indonesia mengadakan pemilu untuk yang pertama kalinya yaitu pada 29 September 1955 dan berhasil memilih anggota konstituante.
  • Masa 1959-1966 disebut sebagian pihak sebagai periode demokrasi terpimpin.pada masa ini,demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat,melainkan berada dibawah kekuasaan pribadi presiden.
  • Pada 12 Januari 1966,terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan.selanjutnya,demonstrasi tersebut dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura)
  • Masa 1998-sekarang dianggap sebagai masa reformasi,pada awal masa ini,kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap Pancasila membuat rakyat melakukan demonstrasi untuk menurunkan Soeharto dari jabatanya,gerakan tersebut dikenal sebagai gerakan reformasi.pada tanggal 21 Mei 1998 Soeharto turun dari jabatanya dan digantikan oleh B.J.Habibie.
  • Pancasila merupakan ideology yang bersifat terbuka.artinya adalah Pancasila bersifat actual,dinamis,antisipasif,dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman,pengetahuan,dan teknologi serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.
  • Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang politik dapat dilihat dalam beberapa hal,seperti lembaga negara,hukum,dan sistem demokrasi bangsa Indonesia.
  • Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.musyawarah dapat diartikan sebagai upaya bersama untuk mencari pemecahan suatu masalah.
  • Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan,kebersamaan efisiensi berkeadilan,berkelanjutan,berwawasan lingkungan,kemandirian,serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
  • Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang social budaya,contoh

-Menghargai keberagaman budaya dan agama di Indonesia

-Melestarikan kebudayaan Indonesia

-Menjaga agar nilai-nilai eksklusifitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang

  • Perwujuda nilai-nilai Pancasila di bidang ekonomi ditegaskan pada UUD NRI Tahun 1945 pasal 33.
  • Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang pertahanan dan keamaman terlihat antara lain pada UUD NRI tahun 1945 pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1.

Tugas meringkas Pkn (juan philip/9A/19)

Bab 1:Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Penerapan pancasila dari masa ke masa:

Masa 1945-1950:

Tahun 1945-1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia.ada banyak tantangan di Indonesia untuk menerapkan pancasila.tantangan tersebut berupa Belanda masih ingin menguasai Indonesia,dan juga masih ada beberapa pemberontakan di Indonesia.pemberontakan tersebut:

PKI:PKI adalah sebuah partai komunis yang memberontak pada tahun 1948.kota Madiun dijadikan basis pemberontakan.dan pada tanggal 30 september kota madiun berhasil direbut oleh TNI yang dibantu rakyat.

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat:darul islam/tentara islam Indonesia ingin mendirikan negara berdasar islam.Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya tentara islam Indonesia pada tanggal 7 agustus 1949.dan tanggal 23 agustus 1949 pasukan Amir Fatah juga memproklamasikan berdirinya darul islam .dan dengan segera TNI menumpas kelompok tersebut.

APRA: angkatan perang ratu adil  didirikan oleh Raymond westerling.sebagian prajurit APRA adalah prajurid KNIL atau tentara hindia belanda.namun  dorongan masyarakat untuk kembali ke negara kesatuan republik Indonesia terus menguat.namun APRA melakukan pemberontakan dan berhasil merebut kota Bandung.namun berkat dukungan masyarakat operasi militer angkatan perang indonesia berhasil menumpas APRA.

Andi Azis: tanggal 5 april 1950 terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh bekas kesatuan KNIL yang dipimpin oleh kapten Andi Azis.ia adalah mantan perwira KNIL.ia sangat menentang pasukan APRIS dar tni yang dikirim dari jawa.dan ia meyatakan nit harus tetap berdiri.tanggal 8 april 1950 pusat ris mengeluarkan ultimatum ke andi azis.namun sampai batas ultimatum andi azis tidak datang ke Jakarta.oleh karna itu pasukan ekspedisi  dikirim untuk menumpas andi azis.namun pada tanggal 26 april 1950 andi azis menyerahkan diri,namun pertempuran sengit terjadi pada bulan mei dan agustus 1950

Pemberontakan RMS: republic Maluku selatan dipimpin Dr Soumokil.rms berdiri pada tanggal 25 april 1950.dalam pemberontakan ini ada gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membentuk negara sendiri.akhirnya pemerintah mengirimkn pasukan ekspedisi untuk menumpas pemberontakan tersebut.

Masa 1950-1959

Setelah republic Indonesia serikat bubar,Indonesia menggunakan uuds 1950 sebagai konsitusi.berdasarkan uuds bentuk negara Indonesia adalah kesatuan.uuds menganut sistem pemerintahan parlementer.penerapan pancasila pada periode ini cenderung diarahkan sebagai ideologi liberal.hal ini ternyata tidak menjamin  stabilitas pemerintahan.pada masa itu terjadi pemilihan umum pertama pada tanggal 29 september 1955.terpilih 272 wakil rakyatsebagai anggota dpr.pemilu 1955 juga berhasil memilih 550 wakil rakyat sebagai anggota konstituante.tugas lembaga ini adalah menyusun konstitusi baru untuk mengganti uuds 1950.kegagalan konstituante untuk menyusun undang-undang dasar baru dikhawatirkan akan membawa perpecahan bangsa.presidensoekarno kemudian mengeluarkan dekret presiden pada tanggal 5 juli 1959 yang intinya menggunakan kembali uud nri tahum 1945 dan membubarkan konstituante.pada periode ini,bangsa Indonesia juga mendapat tantangan berat dengan munculnya sejumlah pemberontakan yang bertujuan untuk membebaskan diri dari nkri.

Masa 1959-1966

Masa ini sering disebut sebagai periode terpimpin.pada masa ini juga banyak penyimpang penafsiran dari pancasila.penyimpangan tersebut antara lain:

  • Diangkatnya soekarno sebagai presiden seumur hidup
  • Pembubaran DPR oleh presiden melalui penetapan presiden nomor 3 tahun 1960.
  • DPR-GR tidak dipilih oleh rakyat,tetapi sebagian besar diangkat langsung oleh presiden.

Masa 1966-1998

Pada 12 januari 1966,terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan.selanjutnya,demonstrasi tersebut dikenal sebagai tiga tuntutan hati nurani rakyat.   

Masa 1998-sekarang

masa ini disebut masa reformasi.pada awal masa ini mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi menuntut turunnya presiden soeharto.gerakan ini disebut gerakan reformasi.pada tanggal 21 mei 1998 presiden soeharto mundur dari jabatan dan digantikan ileh wakilnya B.J.habibie.untuk pertama kalinya,pada tahun 2004,pemilihan presiden dan wakil presiden untuk periode 2004-2009 dilakukan secara umum dan langsung.warga negara Indonesia dapat memilih presiden dan wakil presiden dalam pemilihan umum.dan pemilihan ini dimenangkan oleh presiden susilo bambang yudhoyono sebagai presiden dan muhhamad jusuf kalla sebagai wakil presiden.

Nilai pancasila sesuai perkembangan jaman.

Pancasila merupakan ideologi yang bersifat terbuka.artinya adalah pancasila bersifat actual,dinamis,antisipasif,dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman,pengetahuan,teknologi,serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.

Perwujudan nilai-nilai pancasila di bidang politik dapat dilihat dalam beberapa hal,seperti lembaga negara,hukum,dan sistem demokrasi Indonesia.

Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada demokrasi pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.musyawarah dapat diartikan sebagai upaya bersama untuk mencari pemecahan masalah.

perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan,kebersamaan efisiensi berkeadilan,berkelanjutan,berwawasan lingkungan,kemandirian,serta menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi.

Perwujudan nilai-nilai pancasila di bidang pertahanan dan keamanan terlihat antara lain pada UUD 1945 pasal 27 ayat (3) dan pasal 30 ayat (1)

Tugas PPKn BAB 1 (Crecencia Michiko 9A/07)

Nama                : Crecencia Michiko Perfeta

Kelas         : 9A

No Absen   : 07

Rangkuman PPKn Kelas 9

Bab 1 Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara

MASA – MASA 1945 – 1950 :

  • Pemberontakan PKI

Masa awal kemerdekaan Indonesia dimulai pada tahun 1945 hingga 1950.Pada tahun 1948 Partai Komunis Indonesia (PKI) memberontak di Kota Madiun, Jawa Timur. Musso adalah tokoh PKI yang melarikan diri dari Indonesia setelah PKI gagal melakukan pemberontakan pada pemerintahan Belanda.

Tujuan Musso sendiri adalah merebut kekusaan dan mengganti dasar Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Pemerintah pun segera membami pemberontakan tersebut.  Musso ditembak dan tewas karena pengepungan TNI di Samandang.

  • Pemberontakan DI/TII

        Tujuan DI/TII adalah menjadikan negara Indonesia menjadi negara yang berdasarkan asas Islam. Gerakan Darul Islam memberintakan banyak dampak di berbagai macam daerah. Sayangnya pemberontakan DI/TII ini segera diselesaikan oleh tentara.

  • Pemberontakan RMS

        Pemberontakan RMS dipimpin oleh Dr. Soumokil. Dalam pemberontakan ini ada gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membuat negara sendiri. Awalnya pemerintah menerima secara  baik – baik, namun akhirnya ditolak. Pemerintah juga mengirim ekspidisi militer ke Maluku agar pemberontakan RMS ini segera teratasi.

MASA – MASA 1950 – 1959

        Karena bubarnya RIS, Indonesia menerapkan UUDS 1950 sebagai konstitusi. Berdasarkan UUDS 1950 presiden adalah kepala negara yang merupakan bagian dari pemerintah. Tetapi tanggung jawab pemerintahan dipegang oleh perdana menteri. Seiring berjalannya waktu hingga 1959, tugas anggota lembaga konstituante belum juga menyelesaikan tugas mereka. Perdebatan terjadi antara anggota – anggota konstituante.

Kegagalan konstituante dikhawatirkan membawa perpecahan Indonesia. Sehingga presiden Soekarno mengeluarkan dekret yang intinya memberlakukan kembali UUD 1945. Pada  periode ini persatuan Indonesia juga mendapat tantang yang berat hingga menimbulkan beberapa pemberontakan, yaitu :

  1. Pemberontakan DI/TII Sulawesi Selatan.
  2. Pemberontakan PRRI.
  3. Pemberontakan Permesta.

MASA – MASA 1959 – 1966

        Banyak orang yang beranggapan bahwa masa 1959 – 1966 merupakan periode demokrasi terpemimpin. Periode ini bergantung kepada kekuasaan presiden. Terjadi beberapa macam penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila, yaitu :

  1. Diangkitnya presiden Soekarno menjadi presiden seumur hidup.
  2. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh Presiden karena DPR tidak menyetujui RAPBN tahun 1960 yang diajukan pemerintah.
  3. Anggota DPR – GR tidak dipilih oleh rakyat, tetapi sebagian besar ditunjuk oleh presiden.
  4. Pelaksanaan politik konfrontasi.
  5. Adanya percobaan penggabungan nasionalis, agama, dan komunisme.

MASA – MASA 1966 – 1998

        Masa 1966 – 1998 disebut sebagai masa Orde Baru. Presiden Soeharto sebagai pengembang amanat rakyat Indonesia. Orde baru awalnya memberi angin segar pada Pancasila, kemudian munculah kebijakan – kebijakan yang keluar dan tidak dianggap sesuai dengan jiwa Pancasila. Hal yang tidak sesuai dengan Pancasila pada masa orde baru adalah :

  1. Kebebasan pers dianggap terbatas.
  2. Pemerintah cenderung sentralistik.
  3. Demokrasi cenderung dikekang.

MASA 1988 – SEKARANG

Masa 1988 hingga saat ini disebut sebagai era reformasi. Awalnya masa ini tepatnya pada tanggal 21 Mei 1998 terjadi pemberontakan mahasiswa – mahasiswa yang meminta turunnya Presiden Soekarno dari masa jabatannya. Gerakan ini disebut gerakan reformasi. Karena adanya pemberontakan, Soeharto kemudian turun dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya yaitu B.J. Habibie.

Pemberontakan 21 Mei 1998

Selain itu terdapat perubahan (amandemen) pada UUD 1945 Pasal 7 yang awalnya “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali.” menjadi “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.”

  1. Nilai

Nilai berasal dari kata latin Valere yang artinya kuat, baik, dan berharga. Notonagoro membagi nilai menjadi tiga, yaitu :

  1. Nilai Material = sesuatu yang berguna bagi manusia.
  2. Nilai Vital = sesuatu yang berguna bagi manusia agar dapat melakukan aktivitas.
  3. Nilai Kerohanian = segala sesuatu yang berguna bagi rohani.
  • Ideologi

Ideologi berasal dari kata idea artinya gagasan, konsep, pengertian dasar, cita – cita. Sedangkan logos artinya ilmu. Menurut Horton & Hunt,  ideologi adalah suatu system gagasan yang menyetujui seperangkat norma.

  • Ideologi Terbuka & Ideologi Tertutup

Contoh ideologi terbuka :

  • Nilai dan cita – cita nya tidak dipaksakan dari luar.
  • Bersifat dinamis dan reformis.
  • Hasil musyawarah dan konsesus masyarakat.

Contoh ideologi tertutup :

  • Bukan merupakan cita – cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
  • Kepercayaan dan ideologis yang kaku.
  • Adanya ketaatan yang mutlak.

Contoh perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam bidang politik :

  1. Dalam lembaga Negara.
  2. Dalam Hukum.
  3. Dalam Sistem Demokrasi.

Contoh perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam bidang ekonomi :

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha.
  2. Bumi, air, dan kekayaan alam digunakan untuk kemakmuran rakyat.
  3. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi.
  4. Dengan adanya BUMN (Badan Usaha Miliki Negara).

Contoh perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam bidang sosial budaya :

  1. Menghargai keragaman budaya Indonesia.
  2. Ikut serta gotong royong.
  • Upload foto tentang budaya Tanah Air untuk memamerkan dan melestarikan budaya yang ada.

Contoh perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam bidang pertahanan dan keamanan, yaitu ada pada UUD NRI 1945 Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 30 Ayat 1.

Design a site like this with WordPress.com
Get started