Vincent Aurelius Lika Rangkuman Bab 2

  1. Makna Alinea Pembukaan UUD NRI Tahun 1945

Pembukaan UUD NRI 1945 mengandung nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh bangsa Indonesia

  1. Alinea Pertama berisi tentang alasan merdeka
  2. Alinea Kedua berisi tentang cita cita merdeka
  3. Alinea Ketiga berisi tentang Tuhan Yang Maha Esa
  4. Alinea Keempat berisi tentang TUjuan dan prinsip negara
  5. Tujuan Negara
  6. Tujuan khusus
  7. Tujuan umum

b.Ktetentuan Pembentukan Undang Undang Dasar

c.Bentuk dan Norma Negara

  • Pokok Pikiran Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
  1. Hakikat Pokok Pikiran Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
  2. Pokok Pikiran Pertama tantang persatuan
  3. Pokok Pikiran Kedua tentang keadilan sosial
  4. Pokok Pikiran Ketiga tentang berkedaulatan rakyat
  5. Pokok Pikiran Keempat
  6. Arti Penting Pokok Pikiran Pembukaan UUD NRI Tahun 1945

Pokok-pokok pikiiran Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 meliputi suasana kebatinan dari Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. Pokok-pokok pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar negara, baik hukum tertulis maupun hokum tidak tertulis.

  • Sikap Positif terhadap Pokok Pikiran Pembukaan UUD NRI Tahun 1945

1.Pokok pikiran persatuan

2.Pokok pikiran keadilan social

3.Pokok pikiran kedaulatan rakyat

4. Pokok pikiran Ketuhanan Yang Maha Esa

Rangkuman PPKn BAB 1 Hizkia 9A / 13

Ringkasan PKN

DINAMIKA PERWUJUDAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

BAB 1

A. Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa

1. Masa 1945 – 1950

Tahun 1945 hingga tahun 1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia. Ada banyak tantanagan yang dihadapi NKRI, Belanda masih ingin melaksanakan agres militer. Bahkan ada usaha untuk mengganti Pancasila sebagai dasar Negara Indonesa. Berikut ini merupakan contoh pemberontakan yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia :

  • Pemberontakan PKI

PKI ( Partai Komunis Indonesia )  memberontak pada tahun 1948. Pada tangal 19 September, Musso yang merupakan pendiri PKI meproklamasikan berdiriya Republik Soviet Indonesia di Madiun. Tujuan Musso adalah merebut kekuasaan dan mengganti dasar NKRI yang berdasarkan Pancasila menjadi komunisme.

  • Pemerontakan DI / TII ( Darul Islam / Tentara Islam Indonesia )

Gerakan Dar Islam mempunyai pengaruh di daerah – daerah lain. Setelah Kartosuwiryo memproklamasikan NII di Jawa Barat dan Jawa Tengah, pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dalam DI / TII.  Pemberontakan di wilayah ini segera ditumpaslkan oleh tentara yang didukung rakyat Indonesia.

  • Pemberontakan APRA

APRA bertujuan mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. APRA melakukan pemberontakan pada awal tahun 1950 dan berhasil menguasai sebagin kota Bandung.

  • Andi Aziz

Pada tanggal 5 April 1950 terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan bekas KNIL yang dipimin Andi Aziz yang merupakan mantan perwira KNIL. Ia memberikan tuntutan bahwa hanya pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT. Perlawana ini diakhiri pada tanggal 26 April 1950. Pada bulan yang sama pula Aziz menyerahkan diri.

  • Pemberontakan RMS

RMS yang dipimpin Dr. Soumokil, mantan Jaksa Agung di NTT. RMS berdiri 25 April 1950. Awalnya pemerinta merunddingkan masalah RMS secara damai, namun ditolak. Akhirnya, pemerintah mengiri ekspedisi militer ke Maluku dan pemberontakan dipadamkan.

2.  Pada masa 1950 – 1959, Republik Indonesia Serikat dibubarkan. Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi. Berdasarkan UUDS 1950, Indonesia merupakan negara kesatuan. Dasar negara Indonesia tetap Pancasila, tetapi pemerintah lebih menekankan hak – hak individual. Pada masa itu, terlaksana pemilu pertama di Indonesia, yaitu pada tanggal 29 September 1955.

Pada periode ini, persatuan Indonesia mendapat tantangan berat dengan adanya pemberontakan yang bertujuan memisahkan diri dari NKRI. Pemberontakan yang terjadi antara lain :

  • Pemberontakan DI / TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh ( April 1950 – 20 September 1953
  • Pemberontakan PRRI yang terjadi pada tanggal 15 Februari 1958. Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI di Sumatra
  • Pemberontakan Permesta ( 17 Februari 1958 )

3.Masa 1959-1966 disebut juga sebagai masa terpimpin. Kekuasaan dianggap tidak berada pada rakyat, namun diatas kendali presiden. Terjadi penyimpangan dari Pancasila. Penyimpangan yang terjadi antara lain :

  1. Soekarno diangkat menjadi presiden seumur hidup
  2. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden atas PenPres
  3. Anggota DPR-GR dipilih dan diangkat oleh presiden
  4. Pelaksanaan politik konfrontasi
  5. Adanya NASAKOM yang sebenarnya tidak cocok untuk NKRI

Pada masa ini terjadi pemberontakan PKI atau G30S/PKI pada 30 September 1965. Pemberontakan ini dilakukan untuk mengganti Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia. PKI berusaha merebut kekuasaan disertai pembunuhan. Orang-orang yang menjadi korban antara lain :

  1. Jenderal Ahmad Yani
  2. Letjen M.T.Haryono
  3. Letjen Soeprapto
  4. Letjen S.Parman
  5. Mayjen D.I.Panjaitan
  6. Mayjen Soetojo Siswomihardjo
  7. Letnan Satu Pierre A.Tendean

Akhirnya tanggal 30 September diperingati sebagai hari peringatan G30S/PKI.

4. Masa 1966-1988

Pada 12 Januari 1966, para mahasiswa melakukan demonstrasi yang dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura) yang berisi :

  1. Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya
  2. Bubarkan kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
  3. Menurunkan harga

Situasi yang makin tidak menentu membuat Soekarno mengeluarkan Supersemar pada        11 Maret 1966. Isi surat itu meminta Letnan Jenderal Soeharto untuk segera membubarkan PKI dan mengamankan para menteri yang terlibat dalam G30S/PKI. Masa ini disebut juga orde baru. Orde baru diharapkan dapat melaksanakan UUD NRI 1945 dengan murni da konsekuen. Namun, terdapat beberapa kebijakan yang tidak sesuai dengan Pancasila. Contohnya :

  1. Kebebasan pers dianggap terbatas, sehingga sejumlah media massa seperti Tempo dan Detik diberhentikan.
  2. Pemerintah cenderung sentralistik.
  3. Demokrasi cenderung dikekang, hanya ada tiga partai yang boleh mengikuti pemilu sejak 1977 sampai 1997.
  4. Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme yang menyebabkan kemunduran ekonomi Indonesia.

5. Masa 1998 – Sekarang

Masa ini disebut juga sebagai masa reformasi. Karena kemunduran yang terjadi di masa sebelumnya, mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi menuntut turunnya Presiden Soeharto. Gerakan ini disebut dengan reformasi. Pada tanggal 21 Mei 1998, Soeharto mundur sebagai presiden RI dan digantikan oleh wakilnya, B.J.Habibie.

Sebelumnya yang hanya ada 3 partai yang ikut dalam pemilu, pada masa ini menjadi diikuti 48 partai. Pada masa reformasi ini juka dilakukan pengamandemenan UUD NRI 1945 yang bertujuan menyempurnakan aturan dasar negara. Salah satunya adalah pembatasan masa jabatan presiden yaitu presiden dan wakil presiden hanya bisa memegang dua kali masa jabatan. ( satu jabatan = 5 tahun )

Meskipun telah terjadi berbagai perubahan dalam masa reformasi, masih ada sejumlah masalah yang terjadi. Banyak masyarakat yang memperkuat semangat primordalisme di Indonesia. Masyarakat cenderung mementingkan suku, daerah, agama, dan golongan masing – masing. Seharusnya, masyarakat kembali kepada Bhineka Tunggal Ika. Pada masa ini, informasi sangat terbuka sehingga masyarakat harus menjaga agar tidak terjadi penyusupan ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila.

Rangkuman PKN bab1 kadek ivan 9A/20

Bab 1 : Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara

  1. Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa

1. Masa 1945 – 1950

Tahun 1945 hingga tahun 1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini, penerapan Pancasila di Indonesia mendapat banyakl tantangan dari berbagai pihak. Pihak Belanda masihy ingin menguasai Indonesiadan melaksanakan agresi militer. Selain itu, terdapat upaya” pemberontakan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia di sejumlah tempat, bahkan ada usaha untuk mengganti Pancasila.

a. Pemberontakan PKI

Partai Komunis Indonesia (PKI) memberontak pada tahun 1948. Pada tanggal 19 September 1948, Musso (tokoh PKI yang pada 1926 melarikan diri ke luar negri saat gagal melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Belanda) memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. Tujuan Musso adalah merebut kekuasaan dan mengganti dasar Negara Republik Indonesia yang bedasarkan Pancasila dengan komunisme. Tentara RI merebut kota Madiun kembali pada tanggal 30 September 1948.

b. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII) berniat mendirikan negara dengan dasar Islam. Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Setelah Kartosuwiryo memproklamasikan NII di Jawa Barat, di Jawa Tengah, pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII. Amir Fatah memproklamasikan berdirinya Darul Islam pada tanggal 23 Agustus 1949.

c. APRA

Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajurit APRA adalah prajurit KNIL (Koninklijke Nederland-Indische Leger) atau tentara Hindia Belanda. Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. APRA melakukan pemberontakan pada 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai sebagian Kota Bandung.

d. Andi Azis

Pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan” bekas KNIL yang dipimpin oleh Andi Azis. Ia adalah mantan perwira KNIL. Andi Azis memberikan sebua tuntutan, yaitu hanya pasukan” APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT (Negara Indonesia Timur). Ia sangat menentangh masuknya pasukan APRIS dari TNI yang dikirim dari Jawa. Selain itu ia menyatakan bahwa NIT harus tetap berdiri. Pasukan ekspedisi dikirim untuk menumpas pemberontakan yang dipimpin Andi Azis. Seluruh pasukan ekspedisi berhasil mendarat pada 26 April 1950. Pada bulan yang sama pula, Andi Azis menyerahkan diri, tetapi pertarungan sengit terjadi pada bulan Mei dan Agustus 1950.

e. Pemberontakan RMS

RMS (Republik Maluku Selatan) dipimpin Dr. Soumokil, mantan Jaksa Agung di Nusa Tenggara Timur. RMS berdiri pada tanggal 25 april 1950. Dalam pemberontakan ini ada gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membentuk negara sendiri. Awalnya, pemerintah bersikapn ljunak dengan merundingkan masalah RMS secara damai, tetapi ditolak. Akhirnya , pemerintah mengirim ekspedisi militer ke Maluku dan pemberontakan dapat dipadamkan.

2. Masa 1950-1959

Setelah bubarnya Republik Indonesia Serikat, Indonesia mengunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi. Berdasarkan UUDS 1950, bentuk Negara Indonesia  adalah negara kesatuan.

a.Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh

Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannnya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengfan DI/TII. Sementara itu, pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimipin Abdul Kahar Muzakkar. Adapun DI/TII di Aceh dipimpin Daud Bereueh

b. Pemberontakan PRRI

Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) didirikan di Sumatra . Pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia. Untuk memadamkan pemberontakan, pemerintah melakukan sejumlah operasi militer.

c. Pemberontakan Permesta

Di Universitas Permesta,pada 17 Februari 1958,diadakan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik,gubernur militer Sulawesi Utara dan Tengah,para cendikiawan,dan Mayor D.Jus Somba.saat pertemuan tersebut,terlontarlah pernyataan dari Mayor D.Jus Somba bahwa Permesta di Sulawesi Utara dan Tengah mendukung PRRI seutuhnya.sejak 17 Februari 1959,Permesta memutus hubungan dengan pemerintah RI.

3. Masa 1959-1966

Sebagian pihak menyebut masa 1959 hingga 1966 sebagai demokrasi terpimpin.pada masa ini demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat,namun cenderung berada pada kekuasan pribadi presiden.terjadi penyimpangan penafsiran pancasila pada masa ini.penyimpangan yang terjadi antara lain sebagai berikut:

A.Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup.

B.Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden melalui Penetapan Presiden (Penpres) No.3 tahun 1960 tentang pembaharuan Susunan Dewan Perwakilan Rakyat yang ditetapkan pada tanggal 5 Maret 1960.

C.Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong(DPR-GR)tidak dipilih oleh rakyat tapi sebagian besar dipilih dan diangkat langsung oleh presiden.

D.Pelaksanaan politik konfortasi

E.Adanya percobaan penggabungan atau pencampuran nasionalis,agama,dan komunis(Naskom).

Pada masa ini,terjadi peristiwa pemberontakan PKI atau G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965.PKI berusaha merebut kekuasaan disertai pembunuhan enam perwira tinggi dan seorang ajudan Jendral A.H. Nasution.Pemberontakan G30S/PKI dilakukan antara lain untuk mengganti pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

4. Masa 1966-1988

Pada 12 Januari 1966,terjadi demostrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan.demonstrasi tersebut dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura).isi Tritura adalah sebagai berikut:

a.bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya.

b.bubarkan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI.

c.turunkan harga                                                                                                                                                                                                                   

beberapa elemen gerakan mahasiswa dan rakyat yang turut serta dalam demonstrasi itu antara lain Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia(KAMI),Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia(KAPI),Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia(KAPPI),Kesatuan Aksi Buruh Indonesia(KABI),Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia(KASI),Kesatuan Aksi Wanita Indonesia(KAWI),dan Kesatuan Aksi Guru Indonesia(KAGI).

Situasi yang semakin tidak menentu membuat Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret(Supersemar)pada 11 Maret 1966.masa 1966 hingga 1998 disebut sebagai masa Orde Baru.

Masa 1998-Sekarang.

Masa tahun 1998-sekarang ini disebut sebagai masa reformasi.Pada awal masa ini,kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap Pancasila membuat mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi menuntut turunnya Presiden Soeharto.Gerakan ini disebut gerakan reformasi.Pada tanggal 21 mei 1998,Presiden Soeharto akhirnya menyatakan mundur sebagai presiden RI dan digantikan oleh wakilnya,B.J. Habibie.

pergantian pemimpin membuat harapan rakyat atas hal tersebut menguat.Selain itu,hak rakyat untuk mendirikan partai politik baru diberikan.Hasilnya,partai-partai baru pun bermunculan.jika pemilihan umum 1977-197 hanya diikuti 3 partai,pemilihan umum tahun 1999 diikuti 48 partai.pada reformasi ini,juga dilakukan perubahan(amademen)UUD NRI Tahun 1945 yang bertujuan menyempurnakan aturan negara.

perkembangan demokrasi pada masa reformasi berkembang pesat.untuk pertama kalinya,pada tahun 2004,pemilihan presiden dan wakil presiden untuk periode 2004-2009 dilakukan secara umum dan langsung.

Disisi lain,meskipun telah terjadi beberapa perubahan dalam masa reformasi,masih ada sejumlah permasalahan yang terjadi.sebagian pihak melihat menguatnya semangat primordialisme di Indonesia.sebagian masyarakat cenderung mementingkan suku,daerah,atau agama masing-masing.

B.Nilai-Nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman

1.pengertian nilai

Nilai berasal dari kata latin,valere yang berarti ‘kuat,baik,berharga’.nilai dibagi menjadi 3 yaitu:

a.Nilai material,yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia.

b.Nilai vital,yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas

c.Nilai kerohanian,yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani.nilai kerohanian dibedakan menjadi 4 macam yaitu:

1)Nilai kebenaran.

2.)Nilai keindahan atau nilai estetis

3)Nilai kebaikan atau nilai moral

4.Nilai religius.

2.Hakikat Ideologi Terbuka

a.pengertian ideologi

ideologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar.terdapat beberapa pengertian mengenai ideology,antara lain sebagai berikut:

1)menurut Horton dan Hunt,ideologi merupakan suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma.

2.menurut W.Newman,ideologi merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan atau melegalisasikan tatanan sosial,struktur kekuasaan atau

Rangkuman PPKN Bab 1 Kelas 9 Laura Victoria 9a/23

A. PENERAPAN PANCASILA DARI MASA KE MASA

1. Masa 1945-1950   masa awal kemerdekaan, di masa ini terdapat upaya-upaya pemberontakan terhadap NKRI, seperti:

a. Pemberontakan PKI Partai Komunis Indonesia memberontak pada tahun 1948, di Madiun Jawa Timur 

pada tanggal 19 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia

tujuan Musso = merebut kekuasaan dan mengganti dasar NRI yang berdasarkan Pancasila dengan komunisme. tapi gerakan ini dapat dikalahkan oleh tentara RI + dukungan rakyat (30 September 1948)

b. Pemberontakan DI/TII Darul Islam/Tentara Islam Indonesia berniat mendirikan negara dengan dasar Islam

tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) di Jabar, Jateng dan tentaranya disebut Tentara Islam Indonesia (TII) lalu gabunglah pasukan Amir Fatah yang tgl 23 Agustus 1949 memproklamasikan berdirinya Darul Islam. Tetapi pemberontakan ini segera ditumpas oleh tentara Indonesia

c. APRA Angkatan Perang Ratu Adil didirikan oleh Raymond Westerling, sebagian prajurit APRA adalah tentara Hindia Belanda.

Setelah konferensi Meja Bundar, Indonesia menjadi negara serikat dengan negara Pasundan salah satunya, tapi masyarakat mau kembali ke NKRI

tujuan APRA = mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan tentara sendiri. pemberontakan dilakukan pada tanggal 23 Januari 1950 (Bandung), tapi berkat APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) berhasil menumpas APRA

d. Andi Azis pada tgl 5 April 1950 terjadi pemberontakan oleh kesatuan-kesatuan bekas KNIL (tentara hindia belanda) dipimpin oleh Kapten Andi Azis(mantan perwira KNIL), ia memberikan tuntutan bahwa cuma pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas NIT (Negara Indonesia Timur) dan ia menyatakan bahwa NIT harus tetap berdiri.

tgl 8 April 1950 pemerintah pusat RIS suruh Andi Azis melaporkan diri ke Jakarta tetapi dia tidak datang oleh karena itu pasukan ekspedisi menumpas pemberontakan tersebut

e. Pemberontakan RMS Republik Maluku Selatan dipimpin oleh Dr. Soumokil, pemberontakan ini ingin membentuk negara sendiri tetapi pemerintah menolak, lalu dikirimlah ekspedisi militer ke Maluku dan pemberontakanpun dipadamkan

Pada waktu Indonesia menjadi negara serikat, Indonesia dibagi dalam 7 negara bagian dan 9 daerah otonom

2.  Masa 1950-1959 setelah bubarnya RIS, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi

berdasarkan UUDS, bentuk negara Indonesia itu kesatuan, dan UUDS menganut sistem pemerintahan parlementer

pada masa ini terlaksana pemilu pertama di Indonesia (29 Sept 1955), salah satu pemilihannya adalah anggota konstituante yg tugasnya menyusun konstitusi baru pengganti UUDS 1950 tapi pada tahun 1959 belum selesai juga. karena dikhawatirkan membawa oerpecahan bangsa, Soekarno mengeluarkan Dekret Presiden (5 Juli 1959) yg memberlakukan kembali UUD NRI 1945 tetapi pada masa ini juga terjadi pemberontakan:

       a) Pemberontakan DI/TII di Sulsel, Kalimantan selatan, Aceh Agustus 1953 : Kahar Muzakar menyatakan Sulsel bagian dari Negara Islam Indonesia

September 1953 : Daud Beureueh menyatakan  Aceh bagian dari Negara Islam Indonesia

tapi pemerintah segera mengirim pasukan untuk menumpas pemberontakan

       b) Pemberontakan PRRI Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia didirikan di Sumatera, Ahmad Husein tgl 15 Februari 1958 memproklamasikan berdirinya PRRI tetapi pemerintah melakukan sejumlah operasi militer

        c) Pemberontakan Permesta Di universitas Permesta pada 17 Februari 1958 diadakan pertemuan para tokoh politik, gubernur militer Sulut dan tengah, para cendekiawan, dan Mayor D. Jus Somba lalu Mayor menyatakan Permesta mendukur PRRI seutuhnya dengan demikian putuslah hubungan dengan RI

3.  Masa 1959-1966  sebagian pihak menyebut masa ini periode demokrasi terpimpin. terjadi penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila pada masa ini:

  • diangkatnya presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup
  • pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oelh presiden melalui penetapan presiden (penpres) no 3 tahun 1960. pembubaran ini karena DPR tidak menyetujui RAPBN thn 1960 yg tidak diajukan pemerintah
  • anggota DPR-GR tidak dipilih oleh rakyat, tetapi sebagian besar dipilih dan diangkat langsung oleh presiden
  • pelaksanaan politik konfrontasi 
  • adanya pencobaan penggabungan atau pencampuran nasionalis, agama, dan komunisme tapi ternyata tidak cocok untuk NKRI

pada masa ini terjadi peristiwa pemberontakan PKI atau G30S/PKI (30 September 1965)

4.  Masa 1966-1998 12 januari 1966 terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat, selanjutnya demonstrasi tersebut dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura), isi Trutura :

  • bubarkan PKI + ormas2nya
  • bubarkan kabinet Dwikora 
  • turunkan harga

situasi yang makin tidak menentu membuat Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966, Soeharto segera mengambil tindakan antara lain membubarkan PKI beserta ormas”nya dan mengamankan para menteri yang terlibat.

Masa ini disebut sebagai masa Orde Baru, awalnya baik” aja tapi kemudian ada kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan Pancasila

5. Masa 1998 – sekarang Masa ini disebut sebagai masa reformasi. pada masa ini terjadu kemunduran ekonomi dan dugaan penyelewengan terhadap Pancasila membuat rakyat menuntut turunnya Presiden Soeharto. Lalu pada 21 Mei 1998, Soeharto mundur dan diganti oleh B.J.Habibie

karena pergantian pemimpin inilah, partai-partai barupun bermunculan dan untuk pertama kalinya, pada tahun 2004 pemilihan presiden dan wakilnya dilakukan secara umum dan langsung

B. NILAI-NILAI PANCASILA SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN

  1. Pengertian Nilai nilai berasal dari kata latin, valere yang berarti kuat, baik, berharga, nilai dibagi menjadi 3:
  • nilai material = sesuatu yang berguna bagi manusia
  • nilai vital = sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan
  • nilai kerohanian = segala sesuatu yang berguna bagi rohani, nilai ini dapat dibedakan menjadi 4: — Nilai kebenaran (sumber: akal manusia) – Nilai keindahan/estetis (sumber: perasaan manusia) – Nilai kebaikan/moral (sumber: kehendak manusia) – Nilai religius (sumber: kepercayaan dan keyakinan manusi2. Hakikat Ideologi Terbuka a. Pengertian ideologi  Ilmu pengertian-pengertian dasar, menurut Horton dan Hunt, ideologi adalah suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma. b. Fungsi ideologi
  • menjadi pedoman bagi individu, masyarakat, bangsa untuk berpikir, melangkah dan bertindak
  • menjadi kekuatan yang mampu memberikan semangat
  • menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat

c. Perbedaan ideologi terbuka dan tertutup ideologi terbuka = nilai-nilai dan cita-cita yang digali dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakat sendiri bukan dari paksaan luar, sedangkan ideologi tertutup adalah ideologi yan dimutlakkan

3. Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka  Pancasila merupakan ideologi terbuka dengan demikian, Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipasif dan fleksibel. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praktis

a. Nilai dasar = mutlak dan gabisa dipertanyakan b. Nilai instrumental = nilai dalam norma hukum dan sosial c. Nilai Praktis = dilakukan dalam kehidupan sehari-hari

Adapun secara struktural, Pancasila memiliki dimensi idealisme, normatif dan realistis

a. Dimensi idealisme = nilai dasar b. Dimensi normatif = sebagai tertib hukum c. Dimensi realistis = mencerminkan keadaan di masyarakat

C. PERWUJUDAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN

1. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Politik

  • Lembaga negara = MPR, DPR, Presiden, MA, MK, KY, BPK, DPD lembaga ini      dibentuk setelah amandemen
  • Hukum = semua peraturan yang dibuat tidak boleh bertentangan dengan Pancasila
  • Sistem Demokrasi = mengutamakan musyawarah mufakat

 2. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di bidang – ——

  • Ekonomi perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan
  • cabang” produksi negara  dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
  • Bumi, air dan kekayaan alam dikuasi oleh negara untuk kemakmuran rakyat

  3. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di bidang sosial budaya

  • menghargai keragaman budaya Indonesia
  • pelestarian keragaman budaya Indonesia

  4. Perwujudan nilai nilai Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan

  • pasal 27 ayat (3) UUD
  • pasal 30 ayat (1) UUD

Rangkuman PPKn BAB 1 Calvin 9A/6

  1. Masa 1945 – 1950
    Tahun 1945 sam[ai 1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia. Peenrapan pancasila di
    Indonesia mendapat banyak tantangan dari berbagai pihak. Pihak Belanda masih ingin
    menguasai Indonesia dan melakukan agresi militer. Terdapat upaya – upaya pemberontakan
    terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia di sejumlah tempat dan juga ada yang berusaha
    untuk mengganti Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Ada juga pemberontakan
    yang terjadi di Indonesia sebagai berikut :
    a. Pemberontakan PKI
    PKI / Partai Komunis Indonesia memberontak pada tahun 1948. Madiun, Jawa Timur
    dijadikan sasaran pemberontakan. Pada tanggal 19 September 1948, tokoh PKI bernama
    Musso memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. Ia melarikan diri ke
    luar negeri setelah PKI gagal melakukan pemberontakan terhadap pemerintah Belanda.
    Tujuan Musso adalah merebut kekuasaan dan mengganti dasar Republik Indonesia yang
    berdasarkan dengan komunisme. Pemerintah dan Tentara RI merebut kembali Kota Madiun
    pada tanggal 30 September 1948. Musso tewas ditembak dalam sebuah pengepungan oleh
    TNI pada 31 Oktober 1948 di Samandang, Ponorogo, Jawa Timur.
    b. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah
    Darul Islam / Tentara Islam Indonesia berniat mendirikan negara dengan dasar Islam. Pada 7
    Agustus 1949 , Kartosuwiryo mempromoklasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII).
    Tentara dan pendukungnya disebut Tentara Islam Indonesia (TII). Gerakan Darul Islam
    mempunyai pengaruh di daerah – daerah lain.
    c. APRA
    Angkatan Perang Ratu Adil didirikan oleh Raymond Wensterling. Sebagian prajurit APRA
    adalah KNIL (Koninklijke Nedherlands-Indische Leger) atau tentyara Hindia Belanda. APRA
    melakukan pemberontakan pada 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai kota Bandung.
    Namun APRIS berhasil menumpas pemberontakan APRA. Wensterling kemudian melarikan
    diri ke luar negeri.
    d. Andi Azis
    5 April 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan-kesatuan bekas KNIL
    yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis. Ia menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI yang
    dikirim dari Jawa. Andi Azis menyerahkan diri, tetapi pertempuran sengit tetap terjadi pada
    bulan Mei dan Agustus 1950.
    e. Pemberontakan RMS
    Republik Maluku Selatan dipimpin oleh Dr. Soumokil, mantan Jaksa Agung di Nusa Tenggara
    Timur. RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950. Pada 15 Agustus 1950, Presiden RIS, Soekarno, mengumumkan Piagam Pernyataan Terbentuknya Negara Kesatuan. Indonesia
  2. kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  1. Masa 1950-1959
    Masa ini adalah bersistem permerintahan parlementer liberal, pada masa ini banyak pihak
    yang ingin membangun negaranya sendiri. Ini adalah beberapa dari pemberontakannya :
    a. DI/TII = mendirikan negara berdasarkan agama Islam
    b. Pemberontakan PRRI = memutuskan hubungan dengan pemerintah RI (17 Februari 1958)
    c. Pemberontakan permesta = negara baru
  2. Masa 1959-1966
    Disebut sebagian pihak sebagai periode demokrasi terpimpin. Pada masa ini, demokrasi dianggap
    tidak berada pada kekuasaan rakyat, sebagaimana diamanatkan nilai-nilai Pancasila, namun berada
    pada kekuasaan presiden.
  3. Masa 1966-1998
    Adanya demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang dinamakan Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat
    (Tritura), isinya adalah berikut :
    a. Bubarkan PKI dan ormas – ormas nya
    b. Bubarkan cabinet Dwikora dari unsur – unsur PKI
    c. Turunkan harga
    Beberapa gerakan yang berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut adalah Kesatuan Aksi
    Mahasiswa Indonesia (KAMI) ,Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) ,Kesatuan Aksi Pemuda
    Pelajar Idonesia (KAPPI) ,Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI),Kesatuan Aksi Sarjana
    Indonesia (KASI) ,Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI),Kesatuan Aksi Guru Indonesia
    (KAGI).
  4. Masa 1998-Sekarang
    Masa ini disebut sebagai masa reformasi. Masyarakat Indonesia menerapkan kembali semboyan
    kita, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu.
    Pancasila merupakan ideologi yang bersifat bebas. Artinya bersifat aktual, dinamis, antisipasif
    dan senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan zaman, pengetahuan dan teknologi, serta
    dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Perwujudan nilai Pancasila di bidang politik dapat
    dilihat di lembaga negara, hukum dan sistem demokrasi Indonesia. Perwujudan nilai-nilai
    Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan terlihat antara lain pada UUD NRI 1945 Pasal 27
    ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi
    ekonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efisiensi berkeadilan, berkelanjutan,
    berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan
    kesatuan ekonomi nasional.

Ringkasan Bab 1 / Shayna Bunga 9A – 33

Bab 1 – Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara

  1. Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa
  1. Masa 1945 – 1950

                Tahun 1945 – 1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini, penerapan Pancasila di Indonesia mendapat banyak tantangan dari berbagai pihak. Selain itu, terdapat upaya – upaya pemberontakan terhadap NKRI di sejumlah tempat, bahkan ada suatu usaha untuk mengganti Pancasila sebagai dasar Negara RI. Pemberontakan – pemberontakan yang terjadi adalah :

  • Pemberontakan PKI

PKI merupakan kepanjangan dari Partai Komunis Indonesia yang memberontak pada tahun 1948 di kota Madiun, Jawa Timur. Pada tanggal 19 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. Tujuan Musso adalah mengganti dasar Negara RI yang berdasarkan Pancasila dengan komunisme. Pada tanggal 30 september1948 tentara RI yang dibantu oleh dukungan rakyat pun berhasil merebut kembali kota Madiun. Tumpasnya pemberontakan dalam waktu singkat ini membuktikan kesetiaan rakyat pada Pancasila dan rakyat.

  • Pemberontakan DI / TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Darul Islam / Tentara Islam Indonesia bertujuan untuk mendirikan Negara dengan dasar islam. Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 7 Agustus 1949. Gerakan DI mempunyai pengaruh di daerah – daerah lain. Setelah Kartosuwiryo memproklamasikan NII di Jawa Barat, di Jawa Tengah, pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI. Pemberontakan DI di kedua wilayah itu segera ditumpas oleh tentara yang didukung rakyat Indonesia.

  • APRA

APRA merupakan kepanjangan dari Angkatan Perang Ratu Adil. APRA didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajurit APRA merupakan prajurit KNIL ( Koninklijke Nederlands-Indische Leger atau Tentara Hindia Belanda ). Setelah koferensi meja bundar, Indonesia menjadi Negara serikat dengan Negara Pasundan salah satu bagiannya. Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. Pada tanggal 23 januari 1950 APRA melakukan pemberontakan yang berhasil menguasai sebagian Kota Bandung. Namu berkat dukungan rakyat, operasi militer yang dijalankan tentara APRIS behasil menumpas pemberontakan APRA.

  • Andi Azis

Terjadi pemberontakan pada tanggal 5 April 1950 , yang dilakukan oleh kesatuan – kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis. Andi Azis memberikan sebuah tuntutan, yaitu hanya pasukan – pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT. Selain itu, ia menyatakan bahwa NIT harus tetap berdiri. Pada tanggal 8 april 1950, pemerintah pusat RIS mengeluarkan ultimatum kepada Andi Azis untuk datang dan melaporkan ke Jakarta untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dalam waktu 2 x 24 jam. Andi Azis tidak datang juga ke Jakarta. Oleh karena itu, pasukan ekspidisi dikirim untuk menumpas pemberontakan yang di pimpin oleh Andi Azis. Pada bulan yang sama juga Andi Azis menyerahkan diri, tetapi pertempuran sengit tetap terjadi pada bulan Mei dan Agustus 1950.

  • Pemberontakan RMS

Republik Maluku Selatan ( RMS ) dipimpin Dr. Soumokil, mantan Jaksa AGung di NTT. Organisasi ini berdiri pda tanggal 25 April 1950. Dalam pemberontakan ini ada gerakan separatis yang menolak integrasi dan ingin membentuk Negara sendiri. Awalnya pemerintah masih bersikap lunak dengan cara merundingkan masalah RMS secara damai, tetapi ditolak. Pemerintah pun akhirnya mengirim ekspedisi militer ke Maluku dan pemberontakan dapat dipadamkan.

Selain pemberontakan, pada masa 1945 – 1950, penerapan Pancasila di Indonesia juga mendapat tantangan dengan perubahan bentuk Negara Indonesia yang sebelumnya Negara kesatuan menjadi negara serikat. Hal tersebut sejalan dengan hasil dari Konferensi Meja Bundar. Adapun dalam Negara serikat, wilayah Indonesai dibagi dalam 7 negara bagian dan 9 daerah otonom, dengan besar wilayah dan jumlah penduduk yang berbeda. Dan juga adapun presiden untuk RIS adalah Presiden Soekarno dan perdana mentrinya adalah Moh. Hatta. Konstitusi yang dipakai adalah Konstitusi RIS. Sejak awal tahun 1950, dorongan rakyat agar RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi NKRI makin menguat. Pemerintah negara – negara bagian dan RIS kemudian bergabung untuk merancang UUD baru dengan konsep negara kesatuan. Pada 15 Agustus 1950, Presiden RIS, Soekarno mengumumkan Piagam lgyPernyataan Terbentuknya Negara Kesatuan.

2. Masa 1950 – 1959

Setelah bubarnya RIS, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi. UUDS 1950 menganut sistem pemerintahan parlementer, sama seperti RIS. Berdasarkan UUDS 1950, presiden berfungsi sebagai kepala negara dan menjadi bagian dari pemerintah. Namu tanggung jawab pemerintahan berada di tangan perdana mentri bersama dengan para mentrinya. Penetapan Pancasila pada periode ini cenderung diarahkan pada ideologi liberal. Pada 29 September 1955 terlaksana pemilu pertama di Indonesia. Pemilu ini  berhasil memilih anggota – anggota lembaga konstituante. Lembaga ini mulai bekerja sejak tahun 1956. Tugas dari lembaga ini adalah menyusun konstitusi baru pengganti UUDS 1950. Namun hingga tahun 1959, tugasnya belum juga terselesaikan. Kegagalan konstituate untuk menyusun UU dasar baru dikawatirkan akan membawa perpecahan bagsa. Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan Dekret Presiden pada tanggal 5 Juli 1059 yang intinya memberlakukan kembali kembali UUD NRI tahun 1945 dan membubarkan konstituante. Pada periode ini, persatuan Indonesia juga mendapat tantangan berat dengan munculnya sejumlah pemberontakan yang bertujuan melepaskna diri dari NKRI. Pemberontakan yang terjadi antara lain sebagai berikut :

  • Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh

Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII. Sementara itu pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin Abdul Kahar Muzakkar. Pemerintah segera mengirim pasukan untuk menumpas berbagai pemberontakan tersebut, dilakukan jalur perundingan dan jalur militer. Akhirnya, pemberontakan – pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan.

  • Pemberontakan PRRI

PRRI merupakan kepanjangan dari Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia yang didirikan di Sumatra. Pada tanggal 15 Februari 1958, Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya PRRI. Untuk memadamkan pemberontakan, pemerintah melakukan sejumlah operasi militer.

  • Pemberontakan Permesta

Pada tanggal 17 Februari 1958, di Universitas Permesta diadakan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik, gubernur militer Sulawesi Utara dan Tengah, para cendikiawan dan Mayor D. Jus Somba bahwa Permesta di Sulawesi Utara dan Tengah mendukung PRRI seutunya. Dengan demikian Permesta memutuskan hubungan dengan pemerintah RI. Pemerintah segera melakukan operasi militer.

3. Masa 1959 – 1966

Pada masa ini demokrasi dianggap demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat namun cenderung berada pada kekuasaan pribadi presiden. Terjadi cenderung berada pada kekuasaan pribadi presiden. Terjadi beberapa penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila, yaitu :

  1. Diangkatnya presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup
  2. Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden. Pembubaran ini terjadi karena DPR tidak menyetujui RAPBN tahun 1960 yang diajukan pemerintah.
  3. DPR – GR tidak dipilih oleh rakyat, tetapi sebagian besar dipilih langsung oleh presiden.
  4. Pelaksanaan politik konfrontasi. Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia yang dianggap negara boneka Inggris. Indonesia kemudian keluar dari PBB pada 7 Januari 1965
  5. Adanya percobaan penggabungan atau pencampuran nasionalis, agama, dan komunisme ( Nasakom ), tetapi ternyata tidak cocok dengan NKRI.

Pada masa ini, terjadi peristiwa pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. PKI berusaha merebut kekuasaan disertai pembunuhan 6 perwira tinggi dan seorang ajudan Jendral A. H. Nasution. Pemberontakan PKI dilakukan antara lain untuk mengganti Pancsila sebagai dasar negara Indonesia. Ttentara dan rakyat segera menghentikan pemberontakan tersebut. Adapun tanggal 30 diperingati sebagai hari peringatan PKI, sedangkan 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila.

4. Masa 1966 – 1998

 Pada 12 Januari 1966, terjadi demonstrasi mehasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntuan. Demonstrasi tersebut dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat ( Tritura ). Isi dari Tritura adalah :

  1. Bubarkan PKI beserta ormas – ormasnya
  2. Bubarkan kabinet Dwikora dari unsur – unsur PKI
  3. Turunkan harga

Mahasiswa dan rakyat yang turut serta dalam demonstrasi itu antara lain Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ( KAMI ), Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia ( KAPI ), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia ( KAPPI ) , Kesatuan Aksi Buruh Indonesia ( KABI ), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesai ( KASI ), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia ( KAWI ), dan Kesatuan Aksi Guru Indonesia ( KAGI ). Situasi yang makin tidak menentu membuat presiden Soekarni mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret ( Supersemar ) pada tanggal 11 Maret 1966. Isi dar surat itu adalah meminta Letnan Jendral Soeharto selaku Pangkopkamtib untuk mengendalikan keamanan dan ketertiban negara. Soeharto segara mengambil tindakan antara lain, membubarkan PKI beserta ormas – ormasnya dan mengamankan opara mentri yang diindikasi terlibat PKI. Masa ini disebut sebagai masa Orde Baru. Orde Baru diharapkan dapat melaksanakan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945 dengan murni dan konsekuen. Presiden Soeharto menjalankan sejumlah kebijakan dengan dasar penegakan stabilitas keamanan dan pembangunan ekonomi. Pemahan Pancasila disusun dalah konsep P4 ( Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau Ekaprasetia Pancakarsa. Orde baru awalnya memberi angin segar pada pengamalan Pancasila. Namun, terdapat kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan kemudian yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila. Hal yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila pada masa orde baru antara lain adalah :

  1. Kebebasan pers dianggap terbatas
  2. Pemerintah cenderung sentralistik
  3. Demokrasi cenderung dikekang
  4. Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme

5. Masa 1998 – sekarang

Masa ini sering disebut dengan masa reformasi. Pada awal masa ini, kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap Pancasila membuat mahasiswa dan masyarakat melakukan demonstrasi menuntut turunnya Presiden Soeharto. Pada akhirnya Presiden Soeharto menyatakan mundur sebagai Presiden RI dan digantikan oleh wakilnya, B. J. Habibie. Selain itu, hak rakyat untuk mendirikan partai politik baru diberikan. Hasilnya, partai – partai baru pun bermunculan. Pada masa reformasi ini, juga dilakukan amandemen UUD NRI 1945 yang bertujuan menyempurnakan aturan dasar negara.

Perkembangan demokrasi pada masa reformasi berkembang pesat. Untuk pertama kalinya, pada tahun 2004, pemilihan presiden dan wakil presiden untuk periode 2004 – 2009 dilakukan secara umum dan langsung. Di sisi lain, meskipun tlah terjadi berbagai perubahan dlama msa reformasi, masih ada sejumlah permasalahan yang sering terjadi. Perbedaan yang terdapat dalam masyarkata justru dibesar –  besarkan, bukan menjadin suatu kekayaan Indonesia yang patut dijaga dan diperhatikan. Sementara itu, di tengah arus informasi yang terbuka, masyarakat secara bersama – sama harus menjaga agar tidak terjadi penyusupan ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila. Diperlukan komitmen seluruh masyarakat agar Pancasila tetap dipertahankan.

  • Nilai – Nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman
  1. Pengertian nilai

Notonagoro membagi nilai menjadi 3 macam, yaitu :

  1. Nilai material                      – sesuatu yang berguna bagi manusia
  2. Nilai vital                              – sesuatu yang berguna bagi manusia kegiatannya
  3. Nilai kerohanian               – segala sesuatu yang berguna bagi rohani
  • Nilai kebenaran        – akal budi manusia
  • Nilai keindahan         – perasaan manusia
  • Nilai kebaikan            – kehendak manusia
  • Nilai religius                – kepercayaan manusia

2. Hakikat idelogi terbuka

A. Pengertian ideologi

Ideologi berarti ilmu pengertian – pengertian dasar. Terdapat beberapa pengertian dari ideologi :

  • Menurut Horton dan hunt, ideologi merupakan suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma
  • Menurut W. Newman, ideologi merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan tatanan sosial, cara hidup dilihat dari segi tujuan, status sosial dari kelompok di mana ideologi itu muncul.
  • Menurut Mubyarto, ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan, dan simbol – simbol kelompok masyarakat yang menjadi pegangan dan pedoman kerja untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa.\

B. Fungsi ideologi

Menjadi pedoman bagi individu, masyarakat, atau bangsa untuk berpikir melangkah, dan bertindak

Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi bagi individu, masyarakat, dan bangsa untuk mencapai tujuan

Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan

  • Perbedaan ideologi terbuka dan ideologi tertutup

Menurut Kaelan, perbedaan ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah

  • Ideologi terbuka

a. Nilai dan cita – citanya tidak dipaksakan dari luar

b. Nilai dan cita – citanya digali dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat sendiri

c. Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat

d. Milik seluruh rakyat, sehingga dapat sekaligus sebagai kepribadian masyarakat

e. Isinya yang tidak operasional menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi

f. Bersifat dinamis dan reformis

  • Ideologi tertutup

a. Bukan merupakan cita – cita yang sudah hidup dalam masyarakat

b. Merupakan cita – cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan memperbarui masyarakat

c. Dibenarkan atas nama ideologi bahwa masyarakat harus berkorban

d. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku

e. Bukan berupa nilai – nilai atau cita – cita

f. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak

g. Adanya ketaatan yang mutlak, bahkan terkadang menggunakan kekuataan dan kekuasaan

3. Kedudukan Pancasila sebagai ideologi terbuka

Pancasila itu merupakan ideologi yang bersifat terbuka. Menurut Hamdayama, dkk nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis.

– Nilai dasar                                 – nilai-nilai yang digali dari masyarakat Indonesia sendiri.

– Nilai instrumental                  – nilai-nilai yang dikembangkan oleh bangsa Indonesia untuk    melaksanakan nilai dasar.

– Nilai praksis                              – penjabaran nilai instrumen, yang berupa berbagai kebijakan atau langkah-langkah nyata masyarakat Indonesia dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-sehari.

Menurut Al Hakim, dkk. Pancasila memiliki dimensi idealisme, normatif dan realistis

-Dimensi idealisme          – nilai-nilai dasar yang tekandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh. Dalam hal ini, adalah hakikat nilai – nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila

-Dimensi normatif           – penjabaran nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam suatu sistem norma kenegaraan yang lebih operasional

-Dimensi realitas              – suatu ideologi harus mampu  mencerminkan realitas ysng hidup dan berkembang dalam masyarakat. Oleh karena itu, Pancasila harus mampu dijabarkan dalam kehidupan masyarakat secara nyata.

  • Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam berbagai bidang kehidupan
  • Bidang politik

a. Lembaga negara. Perkembangan kebutuhan masyarakat dan negara mengenai lembaga negara

b. Hukum. Sistem hukum nasional yang berasal dari Pancasila

c. Sistem demokrasi. Demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.

Selain itu :

a. aktif dalam kegiatan pemilihan pemimpin desa, kabupaten, maupun negara

b. mengikuti pemilu

c. bermusyawarah

  • bidang ekonomi ( Pasal 33 UUD NRI tahun 1945 )

a. aktif dalam organisasi koperasi

b. menghargai dan membeli produk dalam negeri

c. kerjasama ekspor impor.

  • Bidang sosial budaya

a. menghormati dan saling menjaga kebudayaan antar daerah di Indonesia

b. mempelajari berbagai kesenian daerah sesuai minat.

c. Pelestarian keragaman budaya Indonesia

  • Bidang pertahanan dan keamanan ( Pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1 )

a. menjaga kerukunan antar warga

b. ikut serta menjadi abdi negara guna menjadi pilar keamanan dan pertahanan

c. membantu polri dan TNI

Ringkasan PPKN Bab 1 Athalia Bernice Phalosa 9A/4

A.Penerapan Pancasila Dari Masa Ke Masa

1.Masa 1945-1950

  • Masa awal kemerdekaan Indonesia
  • Pihak Belanda masih ingin menguasai Indonesia dan agresi militer
  • Terdapat beberapa pemberontakkan terhadap NKRI di beberapa sejumlah tempat.

Pemberontakkan yang terjadi adalah sebagai berikut :

A. Pemberontakan PKI

  • PKI (Partai Komunis Indonesia) memberontak pada tahun 1948.
  • Kota Madiun, Jawa Timur dijadikan basis pemberontakkan.
  • Pada tanggal 19 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia
  • Musso adalah tokoh PKI yang melarikan diri ke luar negeri pada tahun 1926, karena PKI gagal melakukan pemberontakkan.
  • Tujuan Musso adalah, merebut kekuasaan dan mengganti dasar negara dari Pancasila menjadi komunis.
  • 30 September 1948, tentara RI berhasil merebut Kota Madiun, Jawa Timur kembali

B.Pemberontakan DI/TII Di Jawa Barat dan Jawa Timur

  • Darul Islam dan Tentara Islam Indonesia berniat untuk membangun negara Islam.
  • 7 Agustus 1949, Negara Islam Indonesia (NII) berdiri dan dibangun oleh Kartosuwiryo di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
  • Tentara dukungan NII adalah TII ( Tentara Islam Indonesia).
  • Setelah NII berdiri pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII pada tanggal 23 Agustus 1949.
  • Pemberontakkan DI/TII di kedua wilayah ini segera ditumpas oleh tentara dengan dukungan rakyat.

C.APRA

  • Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymond Wensterling.
  • Sebagian prajurit APRA adalah KNIL (Koninlijke Nederlands-Indische Leger) atau Tentara Hindia Belanda.
  • Tahun 1949 setelah konferensi meja bundar, Indonesia menjadi negara serikat dan Negara Pasundan.
  • Tujuan APRA adalah, mempertahankan Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri.
  • Melakukan pemberontakkan pada tahun 23 Januari 1950 dan berhasil menguasai Kota Bandung.
  • APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) berhasil menumpas pemberontakkan APRA
  • Kemudian Wensterlling melarikan diri ke luar negeri.

D.Andi Azis

  • 5 April 1950, pemberontakkan terjadi yang dilakukan oleh kesatuan – kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis.
  • Kapten Andi Aziz adalah mantan perwira KNIL
  • Andi Aziz memberikan tuntutan hanya pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT (Negara Indonesia Timur). Ia sangat menentang paskuan APRIS dari TNI yang dikirim dari Jawa.
  • 8 April 1950, pemerintah pusat RIS mengeluarkan ultimatum kepada Andi Aziz untuk segera melapor ke Jakarta dalam waktu   2×24 jam.
  • Karena Andi Aziz tidak dating ke Jakarta, pasukan ekspedisi dikirim untuk menumpas pemberontakkan yang dipimpin Andi Aziz.
  • 26 April 1950 pasukan ekspedisi berhasil mendarat
  • Pada bulan April Andi Aziz menyerahkan diri, tetapi pertempuran sengit tetap terjadi pada bulan Mei dan Agustus1950.

E.Pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan)

  • Dipimpin oleh Dr. Soumokil.
  • Berdiri pada tanggal 25 April 1950.
  • Pada awalnya pemerintah beersikap lunak dengan merundingkan permasalahan RMS secara damai, namun ditolak. Akhirnya pemerintah mengirim ekspedisi militer ke Maluku dan pemberontakkan dapat dipadamkan.

2.Masa 1950-1959

  • Setelah bubarnya Republik Indonesia Serikat, Indonesia menggunakan UUDS 1950 sebagai konstitusi.
  • Pada masa ini terjadi pemilihan umum pertama Indonesia pada tanggal 29 September 1955. Setelah itu terpilih 272 wakil rakyat sebagai anggota DPR dan 550 orang anggota Lembaga konstituante.
  • 5 Juli 1959, presiden Soekarno memberlakukan UUD NRI Tahun 1945 kembali dan membubarkan lembaga konstituante.
  • Terjadi pemberontakkan yang bertujuan untuk melepaskan diri dari NKRI.

Pemberontakkan yang terjadi adalah sebagai berikut :

A.Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan,Kalimantan Selatan dan Aceh

  • Pada April 1950, Ibnu Hajar dan pasukannya melakukan pemberontakkan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII.
  • Abdul Kahar Muzakkar memimpin pemberontakkan di Sulawesi Selatan, danpada Agustus 19532 menyatakan Sulawesi Selatan merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan Kartosuwiryo.
  • Pemberontakkan di Aceh dipimpin Daud Beureuh dan pada tanggal 20 September 1953, ia menyatakan Aceh merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan Kartosuwiryo.

B.Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia)

  • Didirikan di Sumatera
  • Diproklamasikan oleh Ahmad Husein pada tanggal 15 Februari 1958.
  • Pemerintah mebubarkan pemberontakkan dengan melakukan sejumlah operasi militer. di-them<]���

C.Pemberontakan Permesta

  • Di Universitas Permesta, pada 17 Februari 1958, diadakan pertemuan yang dihadiri para tokoh politik, gibernur militer Sulawesi Utara dan Tengah, para cendekiawan, dan Mayor D. Jus Somba.
  • Pada saat pertemua Mayor D. Jus Somba menyatakan bahwa Permesta di Sulawesi Utara dan Tengah mendukung PRRI seutuhnhya.
  • 17 Februari 1958, Permesta memutus hubungan dengan RI.
  • Pemerintah melakukan organisasi militer untuk menumpas pemberontakkan ini.

3.Masa 1959-1966

  • Pada masa ini sebagian pihak mengatakan masa sebagai periode demokrasi terpimpin.
  • Demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat, namun cenderung pada kekuasaan presiden.
  • Terjadi beberapa penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila, seperti :
  •  Presiden Soekarno diangkat sebagai presiden seumur hidup.
  • Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden melalui Penetapan Presiden (Penpres) No. 3 tahun 1960tentang pembaharuan susunan DPR yang ditetapkan pada tanggal 5 Maret 1960.
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) tidak dipilih oleh rakyat, tetapi sebagian besar dipilih dan diangkat langsung oleh presiden.
  • Pelaksanaan politik konfrontasi.
  • Adanya percobaan penggabungan/pencampuran nasionalis, agama, dan komunisme (Nasakom), tetapi ternyata tidak cocok dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Pada masa ini terjadi persitiwa pemberontakkan PKI atau G30S/PKI pada tanggal 30 September 1965. Tujuan G30S/PKI auntuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
  • PKI berusaha merebut kekuasaan disertai pembunuhan enam perwira dan seorang ajudan Jenderal A. H. Nasution, yaitu :
  • Jenderal Ahmad Yani
  • Letjen M.T Haryono
  • Letjen Soeprapto
  • Mayjen D. I. Panjaitan
  • Mayjen Soetojo Siswomihardjo
  • Letnan Satu Pierre A. Tendean

4.Masa 1966-1998

  • Pada 12 Januari 1996, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rkyat yang menyampaikan beberapa tuntutan.
  • Selanjutny demosntrasi itu dikenal dengan Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura). Adapun isi Tritura :
  • Bebaskan PKI beserta ormas – ormasnya.
  • Bubarkan cabinet Dwikora dari unsur – unsur PKI.
  • Turunkan harga.
  • Masa ini dikenal sebagai masa orde baru dan diharpakan dapat dilaksanakan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 dengan murni dan konsekuen.
  • Pancasila disusun dalam konsep P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila) atau Ekaprasetia Pancakarasa.
  • Terdapat beberapa kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan kemudian yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila. Hal yang tidak dianggap sesuai dengan jiwa Pancasila pada masa Orde Baru adalah :
  • Kebebasan pers dianggap terbatas, terdapat sejumlah penghentisn penertiban media massa, seperti majalah Tempo dan tabloid Detik.
  • Pemerintahan cenderung sentralistik.
  • Demokrasi cenderung dikekang, antar lain hanya ada tiga partai yang boleh ikut pemilihan umum sejakpemilu 1977 hingga pemilu 1997.
  • Diduga terdapat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sehingga menjadi salah satu penyebab kemunduran ekonomi Indonesia.

5.Masa 1998-sekarang

  • Masa ini disebut masa reformasi.
  • Terjadi Gerakan reformasi yaitu, pada masa wal ini terjaadi kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap Pancasila membuat mahasiswa dan masyrakat melakukan demonstrasi menuntut turunnya Presiden Soeharto.
  • 21 Mei 1998, Presiden Soehrto menyatakan mundur sebagi presiden dan digganti dengan B.J. Habibie.
  • Tahun 1977-1997 pemilu hanya diikuti 3 partai, pemiliu than 1999 diikuti 48 partai.
  • Pada masa reformasi juga dilakukan perubahan (amandemen) yaitu, dilakukan perbuahan Pasal 7 UUD NRI Tahun 1945.

B.Nilai-Nilai Pancasila Sesuai Dengan Perkembangan Zaman

1.Pengertian Nilai

  • Nilai berasal dari kata latin, valere yang berarti ‘kuat, baik, berharga’.
  • Notoganoro membagi nilai menjadi 3 macam, yaitu :
  • Nilai material, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia.
  • Nilai vital, yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan aktivitas.
  • Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani. Empat macam nilai kerohanian, yaitu nilai kebenaran, nilai keindahan, nilai kebaikan, dan nilai religius.

2.Hakikat Ideologi Terbuka

A.Pengertian Ideologi

Ideologi berasal dari kata idea yang artinya ‘gagasan, konsep, pengertian dasar, dan cita – cita’ ; adapun logos berarti ‘ilmu’.

Terdapat beberapa pengertian :

  1. Menurut Horton dan Hunt, ideologi merupakan suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma.
  2. Menurut W. Newman, ideologin merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan atau melegalisasikan tantanan sosial, struktur kekuasaan atau cara hidup dilihat dari segi tujuan, kepentingan atau status sosial dari kelompok atau kolektivitas di mana idelogi itu muncul.
  3. Menurut Mubyarto, ideologi adalah sejumlah doktrin, kepercayaan, dan symbol – symbol kelompok masyarakat atau suatau bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman kerja atau perjuang untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa.

B.Fungsi Ideologi

  1. Menjadi pedoman bagi individu, masyarakat, atau bangsa untuk berpikir, melangkah, dan bertindak.
  2. Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi bagi individu, masyarakat, dan bangsa untuk mencapai tujuan.
  3. Menjadi upaya dalam menghadapi berbagi persoalan masyarakat dan bangsan dalam segala aspek kehidupan.

C.Perbedaan Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup

Menurut Kaelan (2005), perbedaan ideologi terbuka dan tertutup adalah sebagai berikut :

1.) Ideologi terbuka

a. Nilai dan cita-citanya tidal dipaksakan dari luar

b. Nilai-nilai dan cita-cita digali dari kekayaan rohani,moral, dan budaya masyarakat sendiri.

c. Hasil musyawarah dan konsensus masyrakat

d. Milik seluruh rakyat, sehingga dapat sekaligus sebagai kepribadian masyarakat e. Isinya yang tidal operasional menjadi operasional bila diwujudkan dalam konstitusi

f. Bersifat dinamis dan reformis

2.) Ideologi tertutup

a. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.

b. Merupakan cita-cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program

untuk mengubah dan memperbarui rakyat.

c. Dibenarkan atas nama ideologi bahwa masyarakat harus berkorban.

d. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.

e. Bukan berupa nilai-nilai dan cita-cita.

f. Terdiri atas tinturan konkret dan operational yang diajukan secara mutlak.

g. Adanya ketaatan yang mutlak, bahkan terkadang menggunakan kekuatan dankekuasaan.

3.Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila merupakan ideologi yang bersifat terbuka. Nilai –  nilai yang terkandung dalam Pancasila  sebagai ideologi terbuka adalah nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praksis.

Penjelasannya sebagai berikut :

  1. Nilai dasar, yaitu asas – asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak, sebagai sesuatu yang benar.
  2. Nilai instrumental, yaitu nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum.
  3. Nilai praksis, yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan.

           Sebagai ideologi terbuka, secara struktual, Pancasila memiliki dimensi idealisme , normatif, dan realistis (AI Hakim, dkk., 2016).

  1. Dinmensi idealism dalam Pancasila adalah nilai – nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh.
  2. Dimensi normatif dalam Pancasila adalah penjabaran nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam suatu sistem norma kenegaraan yang lebih operasional.
  3. Dimensi realitas dalam Pancasila maksudnya suatu ideologi harus mampu mencerminkan realitas hidup dan berkembang dalam masyarakat.

C.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan

1. Perwujudan Nilai – Nilai Pancasila di Bidang Politik

Perwujudan itu dapat dilihat dalam beberapa hal :

  1. Lembaga Negara

Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada perkembangan kebutuhan masyarakat dan negara mengenai Lembaga negara.

  • Hukum

Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada sistem hukum nasional yang berdasarkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum.

  • Sistem Demokrasi

Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.

2.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Ekonomi

Perwujudan itu ditegaskan pada Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 sebagai berikut :

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
  2. Cabang – cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar – besar kemakmuran rakyat.
  4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi keonomi dengan prinsip keadilan, kebersamaan efesien berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

3.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Sosial Budaya

Perwujudan itu dapat dilihat dalam beberapa hal :

  1. Menghargai keragaman budaya Indonesia.
  2. Pelestarian keragaman budaya Indonesia.
  3. Mengembangkan nilai – nilai persamaan status sosial dan menghargai berkembangnya nilai – nilai feodalisme.
  4. Menjaga agar nilai – nilai eksklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang.
  5. Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menuju modernisasi yang dijiwai Pancasila.

4.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan

Perwujudan nilai – nilai Pancasila dapat terlihat antara lain pada :

  1. UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 ayat (3), menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
  2. UUD NRI Tahun 1945 Pasal 30 ayat (1), menyatakan bahwa tiap – tiap warga negara berhak dan wajib ikiut serta dalam usaha perthanan dan keamanan negara.

Ringkasan PPKN BAB 1 VIGO 9A/12

Rangkuman PPKN BAB 1

    1)Masa 1945 – 1950

-Tahun 1945 – 1950 merupakan awal kemerdekaan Indonesia.

-Ada beberapa pemberontakan pemberontakan yang terjadi :

-Pemberontakan PKI

Partai Komunis Indonesia (PKI) memberontak pada tahun 1948, yang terjadi di kota madiun jawa timur.

Pada tanggal 19 september 1948, Musso tokoh PKI yang melarikan diri pada tahun 1926 karena gagal melakukan pemberontakan.

Tujuan Musso adalah merebut kekuasaan dan mengganti dasar republic Indonesia berdasarkan Pancasila dan komunisme

-Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa tengah

Darul Islam berniat mendirikan negara dengan dasar islam.

Pada tanggal 7 Agustus 1949, Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya negara Islam Indonesia.

Setelah Kartosuwiryo memproklamasikan NII, Pasukan Amir Fatah menyatakan bergabung dengan DI/TII. Amir Fatah memproklamasikan berdirinya DI pada tanggal 23 agustus 1949.

-APRA

Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajurit APRA juga prajurit KNIL atau tentara Hindia Belanda.

Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri.

Arpa melakukan pemberontakan pada 23 januari 1950 dan berhasil menguasai kota Bandung

Andi Azis

Pada tanggal 5 April 1950, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Andi Azis.

Ia sangat menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI yang dikirim dari jawa. Ia juga menyatakn bahwa NIT harus tetap berdiri.

Pada bulan yang sama, Andi Azis menyerahkan diri, Tetapi pertempuran sengit tetap terjadi pada bulan mei dan agustus 1950.

Pemberontakan RMS

Republik Maluku Selatan dipimpin oleh Dr. Soumokil, mantan jaksa agung.

RMS berdiri pada tanggal 25 April 1950. Selain sejumlah pemberontakan yang terjadi, pada masa 1945- 1950 penerapan pancasila di Indonesia juga mendapatkan tantangan dengan perubahan bentuk Negara Indonesia yang sebelumnya negara kesatuan menjadi Negara Serikat.

2) Masa 1950-1959

Terbagi menjadi beberapa pemberontakan yaitu :

Pemberontakan DI/TII di Sulawesi selatan , Kalimantan Selatan dan Aceh

-Pemberontaskan PRRI

-Pemberontakan Permesta

Pemberontakan DI/TII di Sulawesi selatan , Kalimantan Selatan dan Aceh terjadi pada April 1950 , ibnu Hajar dan pasukannya melakukan Pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dengan DI/TII. Pada tanggal 20 September 1953 , Daud beureueh Menyatakan  Aceh adalah bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan kartosuwiryo.

Pemberontakan PRI didirikan di Sumatra pada tanggal 15 Februari 1958 , Ahmad Husein yang memproklamasikan berdinya PRRI

Pemberontakan Permesta pada tanggal 17 Februari 1958 , diadakan pertemuan yang di hadiri para tokoh politik, Gubernur Sulawesi utara dan tengah dan para cendikiawan , dan mayor D. Dengan demikian pada tanggal17 februari 1958 , Permesta memutus Hubungan dengan Pemerintahan RI.

3) Masa 1959-1966

Pada masa Ini terjadi beberapa penyimpangan yang terjadi yaitu

  1. Diangkatnya presiden Soekarno sebagai presiden seumur Hidup
  • Pembubaran DPR hasil pemilu 1955 oleh presiden Soekarno melalui Penpres no 3 tahun 1960 tentang susunan pembaharuan dewan perwakilan rakyat yang ditetapkan pada tanggal 5 maret 1960. Pembubaran ini terjadi karena DPR tidak menyutujui RAPBN tahun 1960
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) tidak dipilih oleh rakyat , tetapi dipilih langsung oleh presiden, Penetapan Presiden dikeluarkan Pada 24 Juni 1960 No 4 tahun 1960 Tentang Dewan perwakilan Rakyat Gotong Royong.
  • Pelaksanaan Politik Konfrontasi. Indonesia melakukan Konfrontasi dengan Malaysia yang dianggap sebagai Negara boneka Inggris . Pada 3 mei 1964 Presiden Soekarno Memberi komando pengayaan Malaysia dan kemudian Indonesia keluar pada tanggal 7 Januari 1965
  • Adanya percobaan gabungan atau pencampuran nasionalis , agama , dan komunisme ( Naskom ) Tetapi ternyata tidak cocok untuk Negara kesatuan republic Indonesia
  • Enam Perwira Tertinggi yaitu :

-Jendral Ahmad Yani

-Letjen M.T Haryono

-Letjen Soeprapto

-Letjen S.Parman

-Mayjen D.I.Panjaitan

-Mayjen Soetojo Siswomihardjo

-Letnan Satu Pierre

4) Masa 1966-1998

Pada 12 Januari 1988  terjadi demonstrasi mahasiswa dan rayat yang menyampikan beberapa tuntutan. Dan adapun Isi tritua sebagai Berikut Yaitu :

  1. Bubarkan PKI serta Ormas-Ormasnya
  2. Bubarkan Kabinet Kabinet Dwikora dari Unsur unsur PKI.
  3. Turunkan Harga

Masa 1966 Hingga masa 1998 Juga disebut sebagai Masa Orde Baru . Orde baru diharapkan dapat melaksnakan pancasila dan uud tautan 1945 dengan Murni dan Konsekuen. Orde Baru awalnya memberi angina segar pada pancasila. Namun dikeluarkan kebijakan kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa pancasila pada masa orde baru Antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Kebebasan pers dianggap terbatas , terdapat sejumlah penghentyian penerbitan media Massa , seperti majalah tempo dan Media detik
  2. Pemerintah cenderung Sentralik.
  3. Demokrasi cenderung dikekang , Antara lain hanya ada tiga partai yang boleh ikut pemilihan umum sejak pemilu 1877 hingga 1997
  4. Diduga terdapat korupsi , kolusi dan neptoisme (KKN) sehingga menjadi salah satu penyebab kemunduran ekonomi Indonesia.

5) Masa 1998-Sekarang

  1. Masa 1998 hingga masa sekarang disebut juga sebagai era reformasi, Pada tanggal 21 mei 1998 , Presiden Soeharto akhirnya menyatakn mundur sebagai Presiden RI dan digantikan Oleh B.J Habibie

Pergantian Presiden atas hal tyersebut akhirnya menguat, selain itu , Hak Rakyat untuk mendirikan

  • Nilai Nilai Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman
  1. Pengertian Nilai
  2. Hakikat Ideologi Terbuka
  3. Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pengertian Nilai Terdiri dari :

1)Nilai material , yaitu sesuatu yang berguna bagi manusia.

2)Nilai Vital , Sesuatu yang berguna bagi manusia, untuk dapat melaksanakan kegiatan atau aktivitas

3)Nilai Kerohanian , yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani

4)Nilai Kerohanian Dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu

Nilai Kebenaran

-Nilai Keindahan

-Nilai kebaikan atau Nilai Moral

-Nilai Religius

Pengertian Ideologi Terbuka yaitu:

-Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan,konsep,pengertian dasar ‘cita cita’ adapun logos yang berarti ‘ilmu’ secara hafinah

Beberapa pengertian Ideologi sebagai berikut:

  • Menurut Horton dan Hunt , Ideologi merupakan sesuatu system gagasan yang men yetujui seperangkat norma
  • Menurut W.Newman , Ideologi merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan atau melegalisasikan tatanan social dan struktur kekuasaan.
  • Menurut Mubyarto , ideologi merupakan suatu doktrin kepercayaan, dan simbol sekelompok masyarakat atau bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman karya atau perjuangan untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa

Fungsi Ideologi Antara lain sebagai berikut :

-Menjadi pedoman bagi Individu

-Menjadi kekuatan yang mampu memberikan semangat dan motivasi bagi Individu

-Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan.

Pengertian Ideologi Terbuka Antara lain :

  1. Nilai dan cita citanya tidak dipaksakan dari luar
  2. Nilai dan cita citanya digali dari ekkayaan rohani,moral dan budaya masyarakt sendiri
  3. Hasil Musyawarah dan Konsensus Masyarakat
  4. Milik selurugh masyarakat sehingga dapat sekalian menjadi kepribadian masyarakat
  5. Isinya yang tidak operasional menjadi operasional jika diwujudkan
  6. Bersifat dinamis dan reformis

Pengertian Ideologi tertutup Antara lain :

  1. Bukan Merupakan cita cita yang sudah hidup dalam masyarakat
  2. Menjadikan cita cita suatu kelompok yang men dasari suatu program untuk mengubah dan memperbaharui masyarakat
  3. Dibenarkan atas nama ideology karena masyarakat harus berkorban
  4. Kepercayaan dan kesetiaan ideology yang kaku
  5. Bukan berupa nilai dan cita cita
  6. Diajukan atas tuntutan Kongkret
  7. Adanya ketaatan yang mutlak

Pancasila merupakan Ideologi yang bersifat terbuka,Dengan demikian , Pancasila bersifat Aktual

  1. Kedudukan Pancasila sebagai ideology terbuka

-Menurut Hamdayama 2012, nilai dalam pancasila adalah nilai dasar,nilai instrumental,dan nilai praktis. Adapun penjelasannya sebagai berikut.

  1. Nilai dasar, yaitu asas – asas yang kita terima sebagaidalil yang bersifat mutlak
  2. Nilai instrumental, yaitu nilai yang berbentuk norma social dan norma huku yang selanjutnya akan terkristalisasi
  3. Nilai praktis, yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan

-Adapun sebagai ideology terbuka, secara struktual, pancasila memiliki dimensi idealisme , normative, dan realistis

  1. Dimensi idealisme dalam pancasila adalah nilai nilai dasar yang terrkandung dalam pancasila yang bersifat sistematis, rasional, dan menyeluruh.
  2. Dimensi normative dalam pancasila adalah penjabaran nilai nilai yang terkadndung dalam pancasila dalam suatu system norma kenegaraan yang lebih operasional
  3. Dimensi realitas dalam panccasila maksudnya suatu ideology harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.

C. Perwujudan nilai nilai pancasila dalam berbagai bidang kehidupan

-Perwujudan nilai nilai pancasila dalam bidang politik

  1. Lembaga negara. Perwujudan nilai pancasiladapat dilihat pada perkembangan kebutuhan masyarakat dan negara mengenai lambang negara
  2. Hukum. Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada system hukum nasional yang berdasarkan pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum
  3. System demokrasi. Perwujudan nilai pancasila dapat dilihat pada demokrasi pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat.

– Perwujudan nilai nilai pancasila di bidang ekonomi

  • perwujudan nilai nilai pancasila pada bidang ekonomi detegaskan pada pasal 33 UUD NRI TAHUN 1945 seperti berikut.
  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan
  • Cabang cabang produksi yang penting bagi negara
  • Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara
  • Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan.

-Perwujudan nilai nilai pancasila di bidang social budaya

  1. Menghargai keragaman budaya Indonesia
  2. Pelestarian keragaman budaya Indonesia
  3. Mengembangkan nilai nilai persamaan status social
  4. Menjaga agar nlai nilai eksklisivitas dan kedaerahan sempit tidak berkembang
  5. Pengembangan nilai social dan budaya

Perwujudan nilai nilai pancasila di bidang pertahanan keamanan

  1. Pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1

Pasal 27 bahwa setiap negara harus dibela dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara

Pasal 30 bahwa tiap tiap negara wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Ringkasan PPkn Bab 1 Rezkya Tjandra 9A/31

A.Penerapan Pancasila Dari Masa Ke Masa

1.Masa 1945-1950

Seperti yang kita ketahui sebelumnya,Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 yang juga merupakan puncaknya kebangkitan nasional yang ditandai dengan adanya proklamasi kemerdekaan. Namun penerapan pancasila di Indonesia masih mendapat banyak tantangan dari berbagai jumlah pihak. Misalnya,pihak Belanda masih ingin menguasai Indonesia dan melaksanakan agresi militer. Selain itu terdapat berbagai pemberontakan terhadap NKRI dan ada beberapa pihak yang berusaha untuk mengganti Pancasila sebagai dasar NRI.

A.Pemberontakan PKI

Partai Komunis Indonesia atau sering dikenal sebagai PKI melakukan pemberontakan pertamanya pada tahun 1948 yaitu setelah 3 tahun Indonesia merdeka. Yang dijadikan basis pemberontakan pada saat itu adalah Kota Madiun,Jawa Timur. Pada tanggal 19 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya Negara Republik Soviet Indonesia. Tujuan Musso adalah untuk

merebut kekuasaan dan juga merubah dasar NRI yang sebelumnya berdasarkan Pancasila menjadi paham komunisme. Tetapi pemberontakan yang dijalankan

oleh Musso pun langsung diselesaikan oleh pemerintah dimana Musso tewas ditembak oleh TNI pada tanggal 31 Oktober 1948 di Samandang,Ponorogo,Jawa Timur.

B.Pemberontakan DI/TII Di Jawa Barat dan Jawa Tengah

Darul Islam/Tentara Islam Indonesia atau disingkat menjadi DI/TII memiliki niat untuk mendirikan negara dengan dasar agama Islam. Yang pertama meproklamasikan berdirinya NII adalah Kartosuwiryo, ia memproklamasikannya pada tanggal 7 Agustus 1949. TII merupakan nama untuk para tentara dan

pendukungnya. Setelah Kartosuwiryo memproklamasikan NII di Jawa Barat dan Jawa Tengah,pasukan Amir Fatah menyatakan bahwa mereka bergabung dengan DI/TII. Pada tanggal 23 Agustus 1949,Amir Fatah memproklamasikan berdirinya Darul Islam.

C.APRA

APRA atau singkatan dari Angkatan Perang Ratu Adil didirikan oleh Raymond Westerling. Sebagian prajurit APRA adalah prajurit KNIL atau Tentara Hindia Belanda. Setelah Konferensi Meja Bundar tahun 1949,Indonesia menjadi negara serikat dengan Negara Pasundan menjadi salah satu bagiannya. Akan tetapi hal tersebut mendapatkan reaksi/tentangan keras dari masyarakat Indonesia. Tujuan APRA adalah untuk mempertahankan bentuk Negara Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri. Lalu, pada tanggal 23 Januari 1950 APRA berhasil melalukan pemberontakan dan berhasil menguasai sebagi kota Bandung. Tetapi berkat dukungan rakyat dan operasi militer yang dijalankan tentara APRIS berhasil menyelesaikan pemberontakan yang dilakukan oleh APRA.

D.Andi Azis

Pada tanggal 5 April 1950,terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh kesatuan- kesatuan bekas KNIL yang dipimpin oleh Kapten Andi Azis. Pada saat itu Andi Azis memberikan sebuah tuntutan,yaitu hanya pasukan-pasukan APRIS bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas daerah NIT. Lalu pada 8 April 1950,pemerintah pusat RIS mengeluarkan ultimatum kepada Andi Azis untuk datang ke Jakarta untuk tanggung jawab dengan batas 2×24 jam. Namun,setelah batas yang diberikan sudah lewat,Andi Azis pun masih belum menampakkan dirinya. Oleh karena itu,pemerintah pun menyuruh sejumlah pasukan ekspidisi untuk menumpas pemberontakannya. Lalu pada bulan April,Andi Azis menyerahkan diri walaupun masi terjadi pertempuran sengit pada bulan Mei dan Agustus.

E.Pemberontakan RMS

RMS/Republik Maluku Selatan yang dipimpin oleh Dr.Soumokil berdiri pada tanggal 25 April 1950. Dalam pemberontakan indi ada gerakan seperatis yang menolak integrasi dan ingin membentuk negara sendiri. Tetapi pemberontakan ini masih dapat dipadamkan oleh militer. Pada masa 1945-1950,penerapan Pancasila di Indonesia juga mendapat banyak tantangan yang dulunya merupakan negara kesatuan berubah menjadi negara serikat. Dalam negara serikat wilayah Indonesia dibagi menjadi 7 negara bagian dan 9 daerah otonom. Pada saat itu Soekarno merupakan presiden RIS dengan perdana menterinya Moh.Hatta. Konstitusi yang digunakan adalah Konstitusi RIS. Pada awal tahun 1950 dorongan dari para rakyat untuk membubarkan Konstitusi RIS dan digantikan menjadi negara kesatuan pun makin menguat. Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1950, Presiden Soekarno mengumumkan Piagam pernyataan terbentuknya negara kesatuan. Lalu diwaktu yang sama Soekarno menandatangani UUDS yang sering disebut UUDS 1950 dan sudah mulai diterapkan/berlaku pada tanggal 17 Augustus 1950.

2.Masa 1950-1959

Setelah bubarnya Republik Indonesia Serikat,Indonesia mengubah konstitusi negara menjadi UUDS 1950. Bedasarkan UUDS 1950 bentuk negara Indonesia merupakan negara kesatuan dan menganut sistem pemerintahan parlementer. Lalu,kepala negara nya adalah seorang presiden tetapi tanggung jawab pemerintahan berada di tengan perdana menteri bersama para menterinya. Penerapan Pancasila pada periode ini lebih cenderung sebagai ideologi liberal. Pemilihan umum pertama di Indonesia dilaksanakan pada tanggal 29 September 1955. Lalu pada tahun yang sama juga berhasil memilih anggota-anggota konstituante yang berjumlah 550 orang. Namun terjadi kegagalan dalam konstituante dalam menyusun UUD baru. Karena dikhawatirkan akan membawa perpecahan bangsa maka Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan dekret Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 yang intinya memberlakukan cembalo UUD NRI Tahun 1945 dan membubarkan Konstituante.

A.Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan,Kalimantan Selatan dan Aceh

Pada April 1950,Ibnu Hajar dan pasukanya melakukan pengacauan di Kalimantan Selatan dan menyatakan bergabung dennen DI/TII. Disisi lain,pemberontakan DI/ TII yang bertempat di Sulawesi Selatan dipimpin oleh Abdul Kahar Muzakkar. Pada Agustus 1953 Kahar Muzakkar menyatakan Sulawesi Selatan sebagai bagian Negara Islam Indonesia tengan pimpinan Kartosuwirjo. Adapun DI/TII di Aceh dipimpin oleh Daud Beureueh. Pada tanggal 20 September 1953, Daud Beureueh menyatakan bahwa Aceh merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia dibawah pimpinan Kartosuwirjo. Berkat dukungan rakyat dan pasukan yang dikirim ke Aceh berhasil memadamkan pemberontakan tersebut.

B.Pemberontakan PRRI

PRRI atau singkatan dari Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia didirikan di Sumatra. Ahmad Husein memproklamasikan berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada tanggal 15 Februari 1958. Untuk memadamkan pemberontakan,pemerintah melakukan sejumlah operasi militer.

C.Pemberontakan Permesta

Pada tanggal 17 Februari 1958 yang bertempat di Universitas Permesta diadakan pertemuan yang dihadiri oleh para tokoh politik,gubernur militer Sulawesi Utara dan Tengah,para cendekiawan dan Mayor D.Jus Somba. Disaat pertemuan itulah Mayor D.Jus Somba meberikan pernyataan bahwa Universitas Permesta di Sulawesi Utara dan Tengah mendukung PRRI seutuhnya. Lalu pada tanggal 17 Februari 1958,Permesta memutuskan hubungan dengan Pemerintah RI. Lalu pemerintah pun langsung melakukan operasi militer untuk menumpas pemberontakan tersebut.

3.Masa 1959-1966

Beberapa pihak menyebut masa 1959 sampai 1966 merupakan periode demokrasi terpimpin. Pada masa ini,demokrasi dianggap tidak berada pada kekuasaan rakyat namun cenderung pada kekuasaan pribadi presiden. Terjadi beberapa penyimpangan penafsiran terhadap Pancasila pada masa ini. Beberapa penyimpangan yang terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

a. Diangkatnya Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup.

b. Pembubaran DPR hail pemilu 1955 oleh presiden melalui Penetapan Presiden

(Penpres) No.3 tahun 1960 tentang pembaharuan Susunan DPR. Pembubaran ini terjadi karena DPR tidak menyetujui RAPBN tahin 1960 yang diajukan oleh pemerintah.

c. Anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) tidal dipilih oleh rakyat tetapi sebagian besar dipilih dan diangkat langsung oleh presiden. Berdasarkan Pasal 3 Penpres, anggota DPR Gotong Royong termasuk ketua dan wakil ketua

diangkat dan diberhentikan langsung oleh presiden.

d. Pelaksanaan politik konfrontasi. Indonesia melakukan konfrontasi dengan Malaysia yang dianggap negara Boneka Inggris. Akhirnya, pada 3 Mei 1964, Presiden Soekarno memberi komando Dwikora dan kemudian Indonesia keluar dari keanggotaan PBB.

e. Adanya percobaan penggabungan atau percampuran nasionalis,agama, dan komunisme (Nasakom),tetapi ternyata tidak cocok untuk NKRI.

Pada masa atau periode ini juga terjadi beberapa pemberontakan seperti PKI dan G30S/PKI yang terjadi pada tanggal 30 September 1965. PKI berusaha untuk merebut kekuasaan dengan cara membunuh jendral-jendral dan salah satunya adalar seorang ajudan Jenderal A.H. Nasution.

Pemberontakan G30S/PKI terjadi dengan tujuan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Maka dari itu, tanggal 30 diperingati sebagai hari peringatan G30S/PKI sedangkan 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila.

4.Masa 1966-1998

Pada 12 Januari 1966 terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang menyampaikan beberapa tuntutan. Kemudian, tuntutan tersebut dikenal sebagai Tiga Tuntutan Hati Nurani Rakyat (Tritura). Isi dari Tritura adalah sebagai berikut :

a. Bubarkan PKI beserta ormas-ormasnya.

b. Bubarkan kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI.

c. Turunkan harga.

Beberapa elemen gerakan mahasiwa dan rakyat yang ikut turut serta dalam demonstrasi tersebut antara lain KAMI,KAPI,KAPPI,KABI,KASI,KAWI,KAGI.

Situasi yang makin tidak menentu semakin membuat Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966. Isi dari surat tersebut itu meminta Letnan Jenderal Soeharto selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengendalikan keamanan dan ketertiban negara. Lalu, Soeharto pun langsung membubarkan PKI beserta ormas-ormasnya dan mengamankan para menteri yang diindikasikan terlibat G30S/PKI.

Masa 1966-1998 disebut sebagai masa Orde Baru. Orde Baru pada awalnya memorei angin segar pada pengalaman Pancasila. Namun terdapat beberapa kebijakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila adalah sebagai berikut :

a. Kebebasan pers dianggap terbatas, terdapat sejumlah penghentian penerbitan media massa seperti majalah Tempo dan tabloid Detik.

b. Pemerintahan tendering sentralistik.

c. Demokrasi cenderung dikekang, anlara lain hanya ada tiga partai yang boleh ikut pemilihan umum.

d. Diduga terdapat korupsi,kolusi,dan nepotisme sehingga menyebabkan kemunduran ekonomi Indonesia.

5.Masa 1998-sekarang

Masa 1998 sampai sekarang sering disebut dengan masa reformasi. Pada masa awal ini, kemunduran ekonomi Indonesia dan penyelewengan terhadap Pancasila membuat mahasiswa dan sekelompok masyarakat melakukan demonstrasi. Gerakan ini disebut dengan gerakan reformasi. Akhirnya, pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan mundur sebagai Presiden RI dan digantikan oleh wakilnya BJ Habibie. Pergantian pemimpin ini membuat harapan para Rakyat menguat. Lalu hasilnya bermunculan yaitu jika pemilihan umum 1977-1997 hanya diikuti oleh tiga partai makan pemilihan umum tahun 1999 diikuti oleh 48 partai. Pada masa reformasi ini, juga dilakukan perubahan atua amandemen dasar negara. Salah satu perubahan adalah pembatasan masa jabatan presiden. Bila sebelumnya Pasal 7 UUD NRI Tahun 1945 menyatakan “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali” lalu setelah perubahan ditulis “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya damat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan”.

Disisi lain, meskipun telah terjadi berbagai perubahan dalam masa reformasi, masih ada sejumlah permasalahan yang terjadi. Sebagian pihak melihat menguatnya semangat primordialisme di Indonesia. Sebagian masyarakat cenderung mementingkan suku,daerah,ras,agama mereka masing-masing. Dan untuk penyelesaian permasalahan ini diperlukan komitmen seluruh masyarakat agar Pancasila tetap dipertahankan dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

B.Nilai-Nilai Pancasila Sesuai Dengan Perkembangan Zaman

1.Pengertian Nilai

Nilai Berasal dari kata Latin Valere yang berarti kuat,baik,berharga.Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam yatu sebagai berikut :

a. Nilai Material : sesuatu yang berguna bagi manusia.

b. Nilai Vital : sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melaksanakan

kegiatan atau aktivitas.

c. Nilai Kerohanian : segala sessuata yang berguna bagi rohani.Nilai kerohanian

dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu : -Nilai Kebenaran

-Nilai Keindahan

-Nilai Kebaikan atau Nilai Moral

-Nilai Religius

2.Hakikat Ideologi Terbuka

A.Pengertian Ideologi

Ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan,konsep,pengertian dasar,cita- cita. Adapun logos berarti ilmu. Secara harfiah berarti ideologi adalah ilmu pengertian-pengertian dasar.Terdapat beberapa pengertian mengenai ideologi,antara lain adalah sebagai berikut :

1.) Menurut Horton dan Hunt, ideologi merupakan suatu sistem gagasan yang menyetujui seperangkat norma.

2.) Menurut W.Newman, ideologi merupakan seperangkat gagasan yang menjelaskan atau melegalisasikan tatanan sosial.

3.) Menurut Mubyarto, ideologi adalah sejumlah doktrin,kepercayaan, dan simbol- simbol kelompok masyarakat atau suatu bangsa menjadi pegangan dan pedoman kerja atau perjuangan untuk mencapai tujuan masyarakat bangsa.

B.Fungsi Ideologi

Fungsi ideologi adalah sebagai berikut :

1.) Menjadi pedoman bagi individu,masyarakat,atau bangsa nutuk berpikir,melangkah, dan bertindak.

2.) Menjadi kekuatan yang mama member semangat dan motivasi bags individu,masyarakat, dan bangsa untuk mencapai tujuan.

3.) Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan.

C.Perbedaan Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup

Menurut Kaelan (2005), perbedaan ideologi terbuka dan tertutup adalah sebagai berikut :

1.) Ideologi terbuka

a. Nilai dan cita-citanya tidal dipaksakan dari luar

b. Nilai-nilai dan cita-cita digali dari kekayaan rohani,moral, dan budaya

masyrakat sediri.

c. Hasil musyawarah dan konsensus masyrakat

d. Milik seluruh rakyat, sehingga dapat sekaligus sebagai kepribadian masyarakat e. Isinya yang tidal operasional menjadi operasional bila diwujudkan dalam

konstitusi

f. Bersifat dinamis dan reformis

2.) Ideologi tertutup

a. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.

b. Merupakan cita-cita satu kelompok orang yang mendasari suatu program

untuk mengubah dan memperbarui rakyat.

c. Dibenarkan atas nama ideologi bahwa masyarakat harus berkorban.

d. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.

e. Bukan berupa nilai-nilai dan cita-cita.

f. Terdiri atas tinturan konkret dan operational yang diajukan secara mutlak.

g. Adanya ketaatan yang mutlak, bahkan terkadang menggunakan kekuatan dan

kekuasaan.

3.Kedudukan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila bersifat aktual,dinamis,antisipasif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman,pengetahuan,dan teknologi,serta dinamika perkembangan aspirasi masyarakat.Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah nilai dasar,nilai instrumental, dan nilai praksis.

Penjelasan nilai dasar,instrumental dan nilai praksis adalah sebagai berikut :

a.) Nilai Dasar adalah asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak,sebagai sesuatu yang benar atau tidak perlu dipertanyakan lagi.

b.) Nilai Instrumental adalah nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga- lembaga negara.

c.) Nilai Praksis adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan.Nilai ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat.

Secara struktural, ideologi terbuka memiliki dimensi idealisme,normatif dan realistis (Al Hakim , Dkk, 2016) :

a. Dimensi Idealisme adalah nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis,rasional dan menyeluruh.

b. Dimensi Normatif adalah penjabaran nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam suatu sistem norma kenegaraan yang lebih operasional.

c. Dimensi Realitas adalah suatu ideologi harus mampu mencerminkan realitas yang hides dan berkembang dalam masyarakat.

C.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Berbagai Bidang Kehidupan

1.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dalam Bidang Politik

a.) Lembaga Negara. Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada perkembangan kebutuhan masyarakat dan negara mengenai lembaga negara. Indonesia memiliki lembaga negara seperti MPR,DPR,MA,MK,KY,BPK.

b.) Hukum. Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada sistem hukum national yang berdasarkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum. Semua peraturan perundang-undangan yang berlaku tidak boleh bertentangan dengan nilai- nilai Pancasila.

c.) Sistem demokrasi. Perwujudan nilai Pancasila dapat dilihat pada demokrasi Pancasila yang mengutamakan musyawarah mufakat. Musyawarah dapat diartikan sebagai upaya bersama untuk mencari pemecahan suatu masalah. Mufakat dapat diartikan sebagai kesepakatan yang dpihasilkan oleh berbagai pihak yang terlibat secara langsung atju tidak langsung dalam proses pemecahan masalar.

2.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Ekonomi

Perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam bidang ekonomi ditegaskan pada Pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 sebagai berikut :

a.) Perekonomian disused sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan

b.) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

c.) Bumi,air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara yang dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

d.) Perekonomian national diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengen prensip keadilan,kebersamaan efisiensi berkeadilan dan sebagainya.

3.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Sosial Budaya

a. Menghargai keragaman budaya Indonesia.

b. Pedestrian keragaman budaya Indonesia

c. Mengembangkan nilai-nilai persamaan status sosial dan menghalangi

berkembangnya nilai-nilai feodalisme

d. Menjaga agar nilai-nilai eksklutivitas dan kedaerah yang sempit tidak

berkembang

e. Pengembangan nilai sosial dan budaya masyarakat menusu modernisasi yang

dijiwai Pancasila.

4.Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila di Bidang Pertahanan dan Keamanan

Perwujudan nilai-nilai Pancasila di bidang pertahanan dan kemanan terlihat antara lain pada UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1. UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 ayat 3 menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Adapun UUD NRI Tahun 1945 Pasal 30 ayat 1 menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Ringkasan bab 1 PPkn Ian.F 9a/14

RINGKASAN BAB 1 : DINAMIKA PERWUJUDAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

A. PENERAPAN PANCASILA DARI MASA KE MASA

1. Masa 1945-1950

Tahun 1945-1950 adalah masa awal kemerdekaan Indonesia dan penerapan Pancasila mendapatkan banyak tantangan dari berbagai pihak. Pihak belanda masih ingin menguasai Indonesia dan melaksanakan agresi militer, Bahkan ada usaha untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara. Adapun pemberontakan yang terjadi adalah sebagai berikut :

-Pemberontakan PKI

-Pembrontakan DI/TII di Jawa Barat dan Jawa Tengah

-APRA

-Andi Aziz

-Pemberontakan RMS

2. Masa 1950-1959

Setelah bubarnya  Republik Indonesia Serikat, Indonesia menggunakan UUDS sebagai konstitusi.Berdasarkan UUDS 1950 sebagai konstitusi, berdasarkan itu bentuk negara Indonesia adalah negara kesatuan. Penerapan Pancasila pada periode ini cenderung diarahkan sebagai ideologi liberal. Hal ini ternyata tidak menjamin stabilitas pemeritahan. Pemilu 1955 berhasil untuk membentuk lembaga Konstituante. Kegagalan Konstituante untuk menyusun undang-undang baru dikhawatirkan akan membawa perpecahan bangsa. Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan Dekret Presiden pada 1959 yang memberlakukan kembali UUD NRI Tahun 1945. Pemberontakan yang terjadi pada masa ini adalah sebagai berikut :

-Pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Aceh

-Pemrontakan PRRI

-Pemberontakan Permesta

3. Masa 1959-1966

Sebagian pihak menyebut masa 1959 hingga 1966 sebagai periode demokrasi terpimpin. Pada masa ini demokrasi diangggap tidak berada pada kekuasaan rakyat , namun cenderung berada pada kekuasaan presiden, dan terjadi penyimpangan penafsiran terhadap pancasila pada masa ini antara lain:

-Diangkatnya presiden soekarno sebagai presiden seumur hidup

-Pembubaran DPR hasil pemilu oleh presiden melalui Penpres

-DPR-GR tidak dipilih rakyat namu sebagian besar langsung dipilih presiden

-Pelaksanaan politik konfrotasi

-Adanya percobaan penggabungan Nasakom(Nasionalis,Agama,dan Komunisme)

4. Masa 1966-1998

Pada 12 januari 1966, terjadi demonstrasi mahasiswa dan rakyat yang  menyampaikan beberapa tuntutan. Masa 1966-1998 disebut sebagai masa orde baru. Orde baru diharapkan dapat melaksanakan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 dengan murni dan konsekuen. Orde baru awalnya member angin segar pada pengalaman pancasila, namun terdapat kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan jiwa Pancasila.

5. Masa 1998 sampai sekarang

Masa 1998 sampai sekarang ini disebut sebagai masa reformasi. Pada awal masa ini, kemunduran ekonomi Indonesia dan dugaan penyelewengan terhadap pancasila membuat mahasiswa dan masyarakat menuntut turunnya presiden soeharto, dan Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan mundur sebagai Presiden RI dan digantikan wakilnya, B.J Habibie. Perkembangan demokrasi pada masa ini berkembang pesat.

B.NILAI-NILAI PANCASILA SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN

1. Pengertian nilai

Nilai berasal dari kata latin, valere yang artinya berarti ‘kuat, baik, berharga’. Notonagoro membagi nilai menjadi nilai material,vital, dan kerohanian.

2.Hakikat Ideologi Terbuka

a. Pengertian ideologi Terbuka

Ideologi berasal dari kata idea yang berarti ‘gagasan, konsep, pengertian dasar’; cita-cita, adapun logos berarti ‘ilmu’. Secara Harafiah, ideology berarti ilmu pengertian-pengertian dasar. Terdapat beberapa pengertian mengenai ideologi.

b. Fungsi ideologi

– Menjadi pedoman bagi individu, masyarakat, atau bangsa untuk berpikir, melangkah, dan bertindak

– Menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi bagi individu, masyarakat, dan bangsa untuk mencapai tujuan.

– Menjadi upaya dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa dalam segala aspek kehidupan.

3. Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila merupakan ideology yang bersifat terbuka.

Menurut Hamdayama, dkk(2012), nilai dalam Pancasila adalah nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis. Adapun sebagai ideology terbuka , secara structural, Pancasila memiliki dimensi idealism, normative, dan realistis (Al Hakim, dkk., 2016)

C.PERWUJUDAN NILAI NILAI PANCASILA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN

1.Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di Bidang Politik

Perwujudan nilai-nilai pancasila dibidang politik dapat dilihat dari beberapa hal seperti:

-Lembaga Negara

-Huku,

-Sistem demokrasi

2.Perwujudan Nilai nilai pancasila di bidang Ekonomi

-Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan

-Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai Negara

-Bumi, air, dan kekayaan alam yang lainnya dipergunakan untuk kemakmuran rakyat

-Perekonomian Nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip keadilan.

3. Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila dibidang Sosial Budaya

Antara lain:

  1. Menghargai keragaman budaya Indonesia
  2. Pelestarian keragaman budaya Indonesia
  3. Mengembangkan nilai-nilai status social dan menghalangi berkembangnya nilai-nilai feodalisme
  4. Menjaga agar nilai-nilai esklusivitas dan kedaerahan yang sempit tidak berkembang
  5. Pengembangan nilai social dan budaya masyarakat menuju moderisasi yang dijiwai pancasila

4.Perwujudan Nilai-nilai Pancasila di bidang pertahanan dan keamanan:

Terlihat Antara lain pada UUD NRI tahun 1945 pasal 27 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan rakyat,dan pasal 30 ayat (1) Yang menyatakan bahwa tiap warga wajib ikut dalam usaha pertahanan&keamanan rakyat.

Design a site like this with WordPress.com
Get started