Rangkuman PPKn BAB 4 CRECENCIA MICHIKO 9A/07

Persatuan dalam keberagaman masyarakat Indonesia

1.Bhineka Tunggal Ika

Bhineka Tunggal Ika berasal dari Mpu Tantular dari kitab Sutasoma, yang artinya berbeda itu satu. Semboyan ini digunakan untuk menunjukkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tulisan semboyan negara kita juga terdapat pada cengkeraman kaki Garuda Pancasila.

            Melalui Bhineka Tunggal Ika Indonesia mengakui bahwa Indonesia terdiri dari suku, ras, agama, bahasa, dan istiadat. Perbedaan dan keankearagaman bukan menjadi pemisah dan pemecah belah persatuan Indonesia. Potensi kebhinnekaan dapat dilihat melalui kekayaan alam dan beragam budaya di Indonesia.

2.Wawasan Nusantara

            Wawasan Nusantara/Wawasan Nasional merupakan ajaran yang diyakkini kebenarannya oleh seluruh rakyat. Sehingga tidak adanya penyesatan dan penyimpangan dalam mewujudkan cigta – cita bangsa.

a.) Berdasarkan TAP MPR Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN, wawasan Nusantara merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD NRI Tahun 1945.

b.) Berdasarkan Prof. Dr. Wan Usman, wawasan Nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara yang berkepulauan.

c.) Berdasrkan kelompok kerja wawasan Nusantara yang disusulkan menjadi TAP MPR, wawasan Nusantara merupakan cara pandang dan sikap Bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam.

            Sebagai bangsa yang majemuk, dalam penyelenggaraan kehidupan nasionalnya dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamaanan, Indonesia selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa. Nusantara dipandang sebagai perwujudan dari geopolitik Indonesia.

Dalam konsep kesatuan politik, wawasan Nusantara memiliki pengertian sebagai :

1. Kedaulatan wilayah nasional dan kekyaannya adalah kesatuan dan milik bangsa Indonesia.

2. Pancasila merupakan satu – satunya ideologi bangsa.

Dalam konsep kesatuan ekonomi, wawasan Nusantara memiliki pengertian sebagai :

1. Kekayaan wilayah nusantara merupakan modal dan milik bangsa.

2. Kehidupan perekonomian di wilayah nusantara merupakan kesatuan ekonomi yang dibentuk atas kekeluargaan.

Dalam konsep kesatuan sosial budaya, wawasan Nusantara memiliki pengertian sebagai :

1. Budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu.

2. Masyarakat Indonesia memiliki kehidupan yang serasi dan selaras dengan tingkat kemajuan masyarakat yang setara.

Dalam konsep kesatuan pertahanan keamanan, wawasan Nusantara memiliki pengertian sebagai :

1. Ancaman terhadap satu pulau merupakan ancaman seluruh bangsa dan negara.

2. Tiap warga memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.

B. Permasalahan keberagamaan dalam Masyarakat Indonesia

1. Bentuk – bentuk keberagaman Masyarakat Indonesia

Suku Bangsa

            Indonesia adalah negara yang memiliki beragam suku bangsa. Hal ini membuat Indonesia menjadi beranekaragam dan munculnya berbagai ragam konflik/diskriminasi.

Agama

            Pelaut dan pedagang pada masa dulu yang hanya lewat dan singgah membuat orang Indonesia yang memiliki beberapa kepercayaan. Kepercayaan yang dianut Indonesia adalah Kristen Protestan, Katolik, Budha, Hindu, Islam, dan Konghucu.

Ras

            Ras merupakan kelompok manusia yang memiliki ciri – ciri fsik bawaan yang sama. Indonesia juga memiliki berbagai macam ras. Keragaman ras di Indonesia tidak hanya disebabkan aktivitas pelayaran tetapi juga disebabkan perdagangan dengan berbagai suku bangsa. Keragaman ras ini buakn sebagai penghalang Indonesia untuk bersatu sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia (Dari sabang sampai merauke).

2. Masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat Indonesia

Faktor penyebab konflik :

a) Perbedaan antarindividu , contohnya ketika bekerja kelompok, kita berfikir bahwa dengan bekerja kelompok harus memiliki suasana yang tenang. Namun, teman – teman berfikir bahwa belajar lebih baik sambal mendengarkan musik

b) Perbedaan kebudayaan, contohnya seorang anak dibesarkan di lingkungan yang memiliki sopan santun, attitude, sikap yang sopan. Namun, anak yang dibesarkan di lingkungan yang tidak memiliki nilai kesopanan tidak memperdulikan hal yang dilakukan, dan berbuat tidak sopan.

c) Perbedaan kepentingan, contohnya sebuah hutan di suatu kawasan. Bagi para pebisnis mereka akan berfikir bisnis dan berniat untuk menebang pohon tersebut untuk kepentingan mereka. Namun, bagi pecinta lingkungan mereka tidak akan setuju dan memilih untuk merawat pohon tersebut.

d) Perubahan sosial, contohnya perilaku remaja yang berbeda terkadang mendapat pandangan kurang baik oleh orang – orang tua. Perbedaan tersebut dapat menyebabkan konflik.

Sikap penyebab konflik :

a) Primordialisme yang berlebihan, contoh tokoh yang melakukan sikap tersebut adalah Adolf Hitler. Primordialisme merupakan paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal – hal yang sejak awal melekat pada diri sendiri. Sikap yang berlebihan akan menganggap kepercayaan, suku, bangsa yang dianutnya lebih bagus dari yang lain.

b) Etnosentisme merupakan pandangan kebudayaan suku bangsanya lebih baik dibandingkan suku bangsa dan kebudayaan yang lain.

c) Diskriminatif merupaka perbedaan perlaukan terhadap sesama warga negara berdasarkan kulit, ras, golongan.

d) Stereotipe merupakan penilaian terhadap seseorangan atau sebuah kelompok berdasarkan penilaian pribadi maupun penilaian kelompok.

e) Fanatisme merupakan keyakinana akan suatu kebakaran tanpa bukti dan fakta yang valid (benar dan pasti).

f) Eksklusivisme merupakan sikap yang memandang bahwa pandangan/ajaran yang benar hanya pandangannya atau pandangan kelompoknya.

Bentuk konflik dalam masyarakat, menurut Soejarno Soekanto :

a) Konflik pribadi terjadi antara dua individu atau lebih. Konfliki pribadi ini dapat muncul karena tidak suka dengan sikap orang lain.

b) Konflik rasial timbul karena perbedaan ciri badan, ras, dan kepentingan. Contohnya konflik rasional yang terjadi pada orang kulit putih dan orang kulit hitam.

c) Konflik antara kelas – kelas sosial disebabkan perbedaan kepentingan. MIsalnya perbedaan konflik antara buruh dan pemilik perusahaan.

d) Konflik politik disebabkan adanya perbedaan kepentingan/tujuan politis seseorang atau kelompok. Contohnya konflik antar partai dalam negara.

e) Konflik Internasional terjadi akibat perbedaang kepentingan yang berpengaruh kedaulatan negara. Misalnya perbatasan negara.

Akibat karena terjadinya konflik :

a) Perpecahan dalam masyarakat.

b) Kerugian harta benda dan korban manusia.

c) Kehancuran nilai – nilai dan norma yang ada.

d) Perubahan kepribadian.

e) Dominasi (Pihak yang menang dapat mendominasi pihak yang kalah, bahkan dapat mendindas pihak yang kalah).

C. Upaya menyelasikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat Indonesia

Upaya yang dilakukan agar pemasalahan yang muncul dapat terselesaikan :

1. Memberikan jaminan perlindungan hak – hak setiap warga negara. Hak setiap warga yang terkait dengan keragaman dijamin dalam undang – undang :

a. Pasal 28A UUD NRI Tahun 1945

b. Pasal 28E UUD NRI Tahun 1945 ayat 2 dan ayat 3

c. Pasal 28I UUD NRI Tahun 1945 ayat 1 dan ayat 2

2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang – undangan :

a. Pasal 35 UUD NRI Tahun 1945

b. Pasal 36 UUD NRI Tahun 1945

c. Pasal 36A UUD NRI Tahun 1945

3. Upaya represif yang dapat dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat :

a. Melakukan penangkapan atas pihak – pihak yang bertanggung jawaba dalam upaya aktif untuk melakukan perpecahan.

b. Melakukan hukuman terhadap pihak – pihak yang secara hukum ikut berlaksana melakukan upaya perpecahan.

4. Mengembangkan upaya preventif untuk menyelesaiakn masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat :

a. Selalu bersikap ramah, bersahabat, dan berfikir positif.

b. Warga negara belajar berkomunikasi secara efektif.

c. Antar anggota masyarakat melakukan kerja sama.

Rangkuman BAB 4 PPKN Donald Oktavio S/9a

Nama:Donald Oktavio S/9a/08

A.Persatuan dalam keberagaman masyarakat Indonesia

Untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman diperlukan sejumlah prinsip.Ada 2 prinsip penting,yaitu Bhinneka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara.

1.Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari seorang pujangga Mpu Tantular yang menulis kitab Sutasoma.Secara harfiah istilah ini berarti berbeda (Bhinneka) itu (ika) satu (tunggal).Melalui Bhinneka Tunggal Ika,bangsa Indonesia mengakui bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri atas berbagai suku,ras,agama,budaya,bahasa,dan adat istiadat.

Potensi kebhinnekaan dapat dilihat dengan banyaknya kekayaan alam dan budaya dari setiap daerah yang ada di Indonesia sebagai sumber pendapatan nasional.Hal tersebut dapat menarik para wisatawan untuk datang.

2.Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita cita tujuan nasional.

Ada beberapa pengertian wawasan nusantara:

  1. Berdasarkan ketetapan majelis permusyawaratan rakyat tahun 1993 dan 1998 tentang GHBN,wawasan nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD NRI 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa,bermasyarakat,dan bernegdara untuk mecapai tujuan nasional
  2. Menurut Prof.Dr.Wan Usman.”Wawasan nusantara adalah cara andang bangsa Indonesia mengenaidiri dan tanah airnya sebgai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.”
  • Menurut kelompok kerja wawasan nusantara yang kemudian diusulkan menjadi Ketetpan MPR dan dibuat Lemhanas  tahun 1999,wawasan nusantara adalah:”cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat.

Terdapat 4 konsep  wawassan nusantara:

a.Konsep kesatuan politik

-Kedaulatan wilayah nasional beserta kekayaanya merupakan satu kesatuanj wilayah,wadah,ruang hidup,modal,dan milik bangsa Indonesia

-Secara psikologis,bangsa Indonesia juga harus merasa satu rasa,senasib sepenanggungan,sebangsa,dan setanah air,serta mempunyai 1 tekad dalam mencapai cita cita bangsa.

-Pancasila adalah satu satunya falsafah serta ideology bangsa dan negara yang melandasi,membimbing,dan mengarahkan menuju tujuannya.

b.Konsep kesatuan ekonomi

-Kekayaan wilayah nusantara adalah modal dan milik bangsa harus dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

-Kehidupan perekonomian di wilayah nusantara merupakan kesatuan ekonomi yang diselenggarakan atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi kemakmuran rakyat.

c.Konsep kesatuan sosial budaya

-Masyarakat Indonesia sebagai salah satu angsa memiliki kehidupan serasi dan selaras dengan tingkat kemajuan masyarakat yang sama,merata,dan seimbang

-Budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu.Corak ragam budaya menggambarkan kekayaan yang menjadi modal dan landasan pengembangan bangsa.

d.Konsep kesatuan pertahanan keamanan

-Ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

-Tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa

B.Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

1.Bentuk Kberagaman Masyarakat Indonesia

Telah diketahui bahwa bangsa Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya dihuni oleh berbagai etnis dengan adat istiadat yang berbeda.

a.Suku bangsa

Indonesia memiliki beragam suku bangsa.Diperkirakan terdapat lebih dari 300 suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.

b.Agama

Posisi silang Indonesia memiliki pengaruh terhadap keragaman masyarakat dan budaya di Indonesia termasuk kepercayaan dan agama yang terdapat di Indonesia.Para pelaut dan pedagang turut singgah ke Indonesia dalam rangka menuju Indonesia atau melewati Indonesia menuju tempat lain.Mereka turut membawa agama dan kepercayaan mereka.Akibatnya adalah penduduk Indonesia menerima agama dan kepercayaan yang dibawa pelaut tersebut.Pemerintah Indonesia mengakui enam agama,yaitu:Kristen,Konghucu,Buddha,Hindu,dan Islam.

c.Ras

Ras merupakan kelompok manusia yang memiliki ciri ciri fisik bawaan yang sama.Di Indonesia terdapat berbagai ras sehingga perbedaan berbentuk fisik,seperti warna kulit,postur tubuh dan jenis rambut.

2.Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Masalah yang dapat muncul dalam keberagaman masyarakat Indonesia adalah Konflik.Dalam KBBI  konflik berarti’percekcokan,persekisihan,dan pertentangan’

a.Faktor penyebab konflik

Soerjono Soekanto mengemukakan 4 faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat,yakni:

a.Perbedaan antarindividu

b.Perbedaan kebudayaan

c.Perbedaan Kepentingan

d.Perrubahan sosial

2.Sikap penyebab konflik

a.Primordialisme yang berlebihan

Primordialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal hal yang sejak awal melekat pada diri individu,seperti suku bangs,ras,dan agama.

b.Etnosentrisme

Etnosentrisme merupakan pandagan bahwa kebudayaan suku bangsanya lebih baik dibandingkan kebudayaan suku lain.

c.Diskriminatif

Diskriminatif merupakan perbedaan perlakuan terhadap sesame warga negara berdasarkan warna kulit,golongan,suku,ekonomi

d.Stereotipe

Stereotipe merupakan penilaian terhadap seseorang atau suatu golongan hanta berdasarkan persepsi pribadi atau kelompok.

e.Fanatisme

Fanatisme merupakan keyakinan akan suatu kebenaran tanpa kepastian data dan fakta.

F.Eksklusivisme

Ekslusivisme adalah sikap yang memandang bahwa pandangan atau ajaran yang paling benar hanyalah pan dhan atau ajaran kelompoknya dan menganggap pandangan  atau ajaran lainnya tidak benar.

b.Bentuk Konflik dalam Masyarakat

1.Konflik pribadi

Konflik pribadi dapat terjadi antara dua individu atau lebih  karena perbedaan pandangan dan sebagainya.

2.Konflik rasial

Konflik rasial timbul karena perbedaan ras,seperti perbedaan ciri badan,kepentingan,dan kebudayaan.contohnya  konflik rasial yang pernah terjadi di Afrika antara orang kulit hitam dengan putih.

3.Konflik antara kelas kelas sosial

Konflik antara kelas sosial umumnya disebabkan akibat perbedaan kepentingan.Misalnya ada perbedaan kepentingan  antara buruh dan pemilik perusahaan

4.Konflik politik

Konflik politik terjadi karena adanya perbedaan kepentingan atau tujuan politis seseorang atau kelompok.

5.Konflik internasuional

Konflik internasional umunya terjadi karena akibat perbedaan kepentingan yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan negara.

C.Akibat dari konflik

1.Perpecahan dalam masyarakat

2.Kerugian harta benda dan korban

3.Kehancuran nilai dan norma

4.Perubahan kepribadian

5.Dominasi

C. Upaya Menyelesaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

 Upaya penyelesaian masalah tersebut antara lain:

1 Memberikan jaminan perlindungan hak hak setiap warga negara.Terdapat dalam perundang undangan sebagai berikut.

a.Pasal 28A UUD NRI 1945

b.Pasal 28E UUD NRI 1945

ayat 2 dan ayat 3

c.Pasal 28I NRI Tahun 1945

ayat 1,ayat 2,ayat 3,ayat 4,ayat 5

d.Pasal 28J UUD NRI 1945

Ayat 1,ayat2

2.Pengikat persatuan dan rasa kebanggaan yang tercantum dalam perundang undangan,yaitu:

a.Pasal 35 UUD NRI 1945

b Pasal 36 UUD NRI 1945

c Pasal 36A UUD NRI 1945

d Pasal 36B  UUD NRI 1945

3.Upaya represif yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang muncul

4.Mengembangkan upaya preventifn untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman

RANGKUMAN PPKN BAB 4 YEHEZKIEL VITO/9A/36

RANGKUMAN PPKN BAB 4

A. PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN INDONESIA

Untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman, ada dua prinsip yang diperlukan, yaitu :

  1. Bhinneka Tunggal Ika
  • Semboyan berasal dari Kitab Sutasoma yang ditulis Mpu Tantular.
  • Artinya adalah berbeda namun tetap Satu
  • Melalui semboyan ini, bangsa Indonesia mengakui bahwa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri atas berbagai suku, ras, agama, bahasa, dan adat istiadat.
  • Wawasan Nusantara

Ada beberapa pengertian wawasan nusantara, yaitu :

  • Berdasarkan Ketetapan MPR Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN, wawasan nusantara adalahcara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakn persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
  • Menurut Prof. Dr. Usman, wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan  dengan semua aspek kehidupan yang beragam.
  • Menurut kelompok kerja wawasan nusantara, wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Terdapat empat konsep dalam wawasan nusantara, yaitu :

  1. Konsep Kesatuan Politik
  2. Kedaulatan wilayah nasional beserta kekayaannya
  3. Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan bahasa, agama, dsb.
  4. Bangsa Indonesia juga harus merasa satu rasa,senasib sepenanggungan, sebangsa, dan setanah air serta mempunyai tekad dalam mencapai cita-cita bangsa.
  5. Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideology bangsa dan negara yang melandasi, membimbing, dan mengarahkan menuju tujuannya.
  6. Seluruh kepulauan nusantara merupakan satu kesatuan hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi pada kepentingan nasional.
  7. Konsep Kesatuan Ekonomi
  8. Kekayaan wilayah nusantara adalah modal dan milik bangsa
  9. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah
  10. Kehidupan perekonomian di wilayah Nusantara merupakan kesatuan ekonomi yang diselenggarakan atas asas kekeluargan dan ditujukan bagi kemakmuran rakyat.
  11. Konsep Kesatuan Sosial Budaya
  12. Masyarakat Indonesia memiliki kehidupan yang serasi dan selaras dengan tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata, dan seimbang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa.
  13. Budaya Indonesia adalah satu.
  14. Konsep Kesatuan Pertahanan Keamanan
  15. Ancaman terhadap satu pulau merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
  16. Tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.

B. BENTUK KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA

Berikut adalah keberagaman di Indonesia :

  1. Suku Bangsa
  2. Agama
  3. Ras -> kelompok manusia yang memiliki ciri fisik bawaan yang sama.

Masalah yang muncul dalam keberagaman Indonesia adalah konflik.

  1. Faktor penyebab konflik
  2. Perbedaan antarindividu
  3. Perbedaan kebudayaan
  4. Perbedaan kepentingan’
  5. Perubaham social
  6. Sikap penyebab konflik
  7. Primordialisme yang berlebihan -> menyangkut SARA
  8. Etnosentrisme -> berkaitan dengan etnis dan suku bangsa
  9. Diskriminatif
  10. Stereotipe -> labelling
  11. Fanatisme
  12. Eksklusivisme
  13. Bentuk konflik dalam masyarakat
  14. Konflik pribadi
  15. Konflik rasial
  16. Konflik antara kelas-kelas social
  17. Konflik politik
  18. Konflik internasional
  19. Akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya konflik
  20. Perpecahan dalam masyarakat
  21. Kerugian harta benda dan korban manusia
  22. Kehancuran nilai-nilai dan norma yang ada
  23. Perubahan kepribadian
  24. Dominasi

C. UPAYA MENYELESAIKAN MASALAH YANG MUNCUL DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA

Upaya yang dapat dilakukan adalah :

  1. Memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara.
  2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang-undangan
  3. Upaya represif yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat
  4. Mengembangkan upaya preventif

Bab 6 MARTIN JN

Image result for hakikat bela negara

  1.   Hakikat bela Negara

     Makna Bela negara, setiap negara memiliki kepentingan nasional sendiri yang terkadang dapat bebenturan dengan kepentingan negara ssatu dan lainnya dan dapat menimbulkan ancaman karena kuatnya persaingan antarnegara. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya bela negara dan kerelaan berkorban guna meniadakan ancaman yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara serta nilai nilai Pancasila dalam UUD 1945.

     Perundang undangan yang mengatur Bela negara, terdapat sejumlah peraturan yang berkaitan dengan bela negara, antara lain sebagai berikut: UUD NRI 1945 , Ketetapan MPR, Undang Undang.

      Bentuk bentuk bela negara, menurut pasal 9 ayat 2, UU No.3 tahun 2002 tentang pertahanan negara, keikutsertaan warga negara dalam usaha pembelaan negara diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar militer secara wajib, DLL.

  •  Perjuangan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia

      Perjuangan Fisik Mempertahankan NKRI, berakhirnya Perang Pasifik mengakibatkan semua wilayah kekuasaan Jepang di Indonesia segera berada di bawah pengawasan pasukan sekutu, yaitu Allied Forces Netherlands east Indies (AFNEI). Contoh perjuangan fisik yang dilakukan dalam rangka mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah: Pertempuran Lima Hari di Semarang, Pertempuran Surabaya 10 November 1945, Pertempuran Medan Area, Bandung Lautan Api, Peristiwa Merah Putih di Manado, Puputan Margarana

      Perjuangan mempertahankan NKRI melalui jalur diplomasi, untuk mendorong dukungan dari dunia internasional atas kemerdekaan Indonesia, sekaligus menekan kedudukan Belanda, Indonesia melakukan perjuangan diplomasi. Perjuangan diplomasi yang dilakukan antara lain berupaya meraih dukungan internasional terhadap kedaulatan Indonesia sekaligus menarik dukngan internasional agar mendesak Belanda meninggalkan Indonesia. Contoh dari perjuangan mempertahankan NKRI melalui jalur diplomasi bias dilihat dari perjanjian berikut ini: Perjanjian Linggajati, Perjanjian Renville, Perjanjian Roem-Royen, Konferensi Meja Bundar.

  • Ancaman Terhadap Keutuhan NKRI

      Hakikat Ancaman, berdasarkan UUD RI nomor 34 tahun  2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, pengertian ancaman adlaah setiap upaya dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai mengancam atau membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman bias dibedakan menjadi  bagian yaitu: Ancaman berdasarkan jenisnya, berdasarkan sumbernya, berdasarkan bentuknya.

      Ancaman dibidang ideology, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Ancaman ideology adalah ancaman yang berupa upaya dari berbagai unsur radikalisme yang mencoba mengganti ideology Pancasila dengan ideology ideology yang lain. Ancaman Politik, contohnya adalah gerakan separatism. Ancaman ekonomi, contoh nya adalah inflasi pengangguran yang tinggi, indicator kinerja yang kurang baik, DLL. Ancaman Sosial Budaya, contohnya adalah sepratisme dan terorisme, dan era globalisasi dengan penetrasi nilai nilai budaya dari luar negeri yang dapat memengaruhi budaya dari Indonesia, DLL. Ancaman Pertahanan Keamanan, contohnya adalah agresi dan invasi, dan keselamatan segenap bangsa.

      Ancaman Globalisasi, kata globalisasi berasal dari kata globe yang berarti bola dunia. Globalisasi bias dikatakan sebagai tindakan yang mendunia. Contoh dari ancaman globalisasi adalah ancaman globalisasi bidang ekonomi, ketika perekonomian nasional suatu negara telah terintegrasi ke dalam pasar pasar global, perekonomian ini tidak lagi dapat terbebas dari pengaruh kekuatan kekuatan ekonomi dan politik eksternal. Ancaman yang kedua adalah ancaman dari sisi sosial budaya,  Munculnya Sikap Individualisme, Konsumtif dan Matrealis.

      Ancaman Bergesernya Nilai Nilai Etika dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara, kurangnya kesopanan karena adanya rasa kurang hormat, munculnya rasa individulisme dan tidak memperdulikan orang lain, DLL.

  • Semangat dan Komitmen Persatuan dan Kesatuan Nasional dalam Mengisi dan Mempertahankan NKRI

   Semangat dan Komitmen persatuan dan kesatuan nasional dalam mengisi kemerdekaan, untuk mengisi kemerdekaan para generasi muda harus memiliki semangat nasionalisme dan patriotism. Menurut KBBI , nasionalisme dan patriotism adalah paham untuk mencintai bangsa dan negara sendiri.

       Semangat dan Komitmen Persatuan dan Kesatuan Nasional dalam Mempertahankan NKRI, untuk menjaga persatuan dan kesatuan nasional guna mempertahankan NKRI dan mengatasi berbagai ancaman yang dapat mengganggu dan membahayakan kelangsungan hidup, masyarakat harus ikut berperan serta aktif.

BAB 4 PPKN Aurellia 9A/5

A. Persatuan dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Keberagaman Indonesia mengisyaratkan adanya suatu persatuan dari perbedaan. Sila ketiga Pancasila pun menegaskan kembali tekad bangsa Indonesia untuk mewujudkan suatu persatuan Indonesia. Untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman, diperlukan sejumlah prinsip :

  1. Bhinneka Tunggal Ika, melalui ini bangsa Indonesia mengakui bahwa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri atas berbagai suku, ras, agama, Bahasa, dan adat istiadat, Indonesia juga mengakui adanya kemajemukan antardaerah. Potensi kebhinnekaan dapat dilihat dengan banyaknya kekayaan alam dan budaya dari setiap daerah yang ada di Indonesia sebagai sumber pendapatan nasional.
  2. Wawasan nusantara, merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan wmewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.

Konsep kesatuan politik

  1. Kedaulatan wilayah nasional beserta kekayaannya
  2. Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan Bahasa
  3. Secara psikologis, bangsa Indonesia juga harus merasa satu rasa
  4. Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideology bangsa
  5. Seluruh kepulauan nusantara merupakan satu kesatuan hokum

Konsep kesatuan ekonomi

  1. Kekayaan wilayah nusantara adalah modal dan milik bangsa
  2. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah
  3. Kehidupan perekonomian di wilayah nusantara merupakan kesatuan ekonomi

Konsep kesatuan social budaya

  1. Masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa memiliki kehidupan yang serasi dan selaras dengan tingkat kemajuan masyarakat yang sama
  2. Budaya Indonesia, pada hakikatnya, adalah Satu

Konsep kesatuan pertahanan keamanan

  1. Ancaman terhadap suatu pulau / satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara
  2. Tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa

B. Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

1. bentuk keberagaman masyarakat Indonesia, perbedaan yang ada di Indonesia mencakup berbagai bidang contohnya adalah sebagai berikut :

  1. Suku bangsa
  2. Agama
  3. Ras

2. masalah yang muncul keberagaman masyarakat Indonesia

Dalam KBBI, konflik didefinisikan sebagai ‘percekcokan, perselisihan, atau pertentangan.’ Konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang berseberangan, tidak selaras, dan bertentangan.

a. penyebab konflik dalam masyarakat

1. factor penyebab konflik

  1. Perbedaan antarindividu
  2. Perbedaan kebudayaan
  3. Perbedaan kepentingan
  4. Perubahan social

2. sikap penyebab konflik

  1. Primordialisme yang berlebihan, merasa dirinya lebih baik dari orang lain
  2. Etnosentrisme, merasa bahwa budayanya lebih baik dari orang lain
  3. Diskriminatif, perbedaan perlakuan
  4. Stereotype, persepsi pribadi
  5. Fanatisme, meyakini tanpa data/bukti
  6. Eksklusivisme, merasa bahwa pandangannya paling benar

b. bentuk konflik dalam masyarakat

  1. Konflik pribadi, antara dua individu. Akibat tidak senang dengan orang lain
  2. Konflik rasial, timbul karena perbedaan ras, seperti perbedaan ciri badan, kepentingan, dan keudayaan
  3. Konflik antar kelas-kelas social, akibat perbedaan kepentingan
  4. Konflik politik, perbedaan kepentingan / tujuan politis seseorang / kelompok
  5. Konflik internasional, akibat perbedaan kepentingan yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan negara.

c. akibat yang ditimbulkan oleh konflik

  1. Perpecahan dalam masyarakat, mengalami konflik hingga terjadi kekerasan fisik dan kerusakan harta benda akan sulit bersatu. Kecurigaan terhadap kelompok lain / anggota masyarakat lain dapat terus terjadi
  2. Kerugian harta benda dan korban manusia, dapat terjadi kerusakan pada fasilitas umum, kerusakan harta benda, kerugian harta benda, hingga terjadi luka fisik bahkan korban manusia
  3. Kehancuran nilai-nilai dan norma yang ada, dapat saling tidak percaya, bahkan membenci satu sama lain
  4. Perubahan kepribadian, muncul sifat kekhawatiran, ketakutan, dan kecurigaan dapat berkembang pada anggota masyarakat
  5. Dominasi, pihak yang menang dapat saja mendominasi pihak yang kalah, bahkan dapat menindas pihak yang kalah

C. Upaya Menyelesaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Jika keberagaman tidak ditanggapi secara positif, dapat memunculkan berbagai permasalahan. Sejumlah upaya penyelesaian masalah tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara
  2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang-undangan
  3. Upaya represif yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat
  4. Mengembangkan upaya preventif untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat

Hal paling penting untuk mengupayakan permasalahan keberagaman adalah sikap untuk saling menghargai dan menghormati keberagaman yang ada dan telah ada sejak bangsa Indonesia belum merdeka. Kita juga harus dapat menerima keanekaragaman budaya sebagai bagian budaya bangsa.

Rangkuman Bab 4 PPKN

Aero Nathanael Silalahi/9A/1

  •           Keberagaman merupakan suatu keunggulan dan anugrah yang sangat basar bagi kehidupan masyarakat Indonesia.
  •           Melalui Bhinneka Tunggal Ika, bangsa Indonesia mengakui bahwa menjadi bangsa yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama, bahasa, dan adat istiadat. Bangsa Indonesia mengakui bahwa bangsa ini adalah bangsa yang majemuk antara satu daerah lainnya memiliki ciri khas sendiri menjadi kekayan bagi bangsa Indonesia.
  •           Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajarn yang diyakini kebenaranya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.
  •           Implementasi wawasan Nusantara akan menciptakan kehidupan masyarakat yang mengakui, menerima, dan menghormati segala bentuk perbadaan sebagai karunia Sang Pencipta.
  •           Wawasan nasional memiliki beberapa konsep, yaitu:                            
    • Konsep kesatuan politik
    • Konsep kesatuan ekonomi
    • Konsep kesatuan sosial budaya
    • Kosep kesatuan pertahanan keamanan
  •           Perbedaan yang ada di Indonesia mencakup dalam berbagai bidang, yang tidak hanya dapat dilihat dari perbedaan secara fisik manusia (ras), tetapi mencakup juga perbedaan sukubangsa, agama, dan kepercayaan.
  •           Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konflik didefinisikan sebagi ‘percekcokan, perselisihan, atau pertentangan.’ Oleh karena itu, secara sederhana, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang bersebrangan, tidak selaras, dan bertentangan.
  •           Faktor penyebab konflik, antara lain:
    • Perbedaan antarindividu
    • Perbedaan kebudayan
    • Perbedaan kepentingan
    • Perubahan sosial
  •           Sikap penyebab konflik, antara lain:
    • Primodalisme yang berlebihan
    • Etnosentrisme
    • Diskriminatif
    • Stereotipe
    • Fanatisme
    • Eksklusivisme
  •           Bentuk konflik dalam masyarakat, antara lain:
    • Konflik pribadi
    • Konflik rasial
    • Konflik antara kelas-kelas sosial
    • Konflik politik
    • Konflik Internasional
  •           Akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya konflik, antara lain:
    • Perpecahan dalam masyarakat
    • Kerugian harta benda dan korban manusia
    • Kehancuran nilai-nilai dan norma yang sudah ada
    • Perubahan kepribadian
  •           Sejumlah upaya penyelesaian masalah tersebut antara lain sebagai berikut memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara. Hak setiap warga negara yang terkait dengan keragaman dijamin dalam perundang-undangan, pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perunfang-undangan, upaya represif oleh pemerintah dalam menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat, dan mengambangkan upaya preventif dalam menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat.

PPKn BAB 4 CALVIN 9A/06

A.Persatuan dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Indonesia memiliki beragam suku bangsa, Bahasa, budaya, agama, dan adat istiadat. Keberagaman merupakan suatu keunggulan dan anugrah yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam pasal 1 ayat 1 UUD NRI 1945, tertulis “negara Indonesia adalah negaraq kesatuan yang berbentuk republic”. Sila ketiga Pancasila juga menegaskan kembali tekad bangsa Indonesia untuk mewujudkan suatu persatuan Indonesia.

Untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman, ada 2 prinsip penting yaitu Bhinekka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara.

1.Bhinekka Tunggal Ika

Semboyan Bhinekka Tunggal Ika berasal dari pujangga, Mpu Tantular yang menulis Kitab Sutasoma. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bhinneka = berbeda

Ika = itu

Tunggal = satu

2.Wawasan nusantara

Wawasan nusantara bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Wawasan nusantara menjadi landasan visional untuk menyelenggarakan kehidupan nasional.

Ada 4 konsep yaitu :

  • Konsep kesatuan politik
  • Konsep kesatuan ekonomi
  • Konsep kesatuan sosial budaya
  • Konsep kesatuan pertahanan keamanan

B.Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

1.Bentuk keberagaman bangsa Indonesia

  • Suku bangsa
  • Agama
  • Ras

2.Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

a.Penyebab konflik dalam masyarakat

  1. Factor penyebab konflik :

-perbedaan antar individu

-perbedaan kebudayaan

-perbedaan kepentingan

-perubahan sosial

  • Sikap penyebab konflik :

-promordialisme yang berlebihan

-etnosentrisme

-diskriminatif

-stereotipe

-fanatisme

-eksklusivisme

b.Bentuk konflik dalam masyarakat

  1. Konflik pribadi (perbedaan pandangan, dsb)
  2. Konflik rasial (minoritas vs mayoritas)
  3. Konflik antar kelas-kelas sosial (kaya, menengah, miskin)
  4. Konflik politik (pemilu)
  5. Konflik internasional (perang dunia)

c.Akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya konflik

  1. Perpecahan dalam masyarakat
  2. Kerugian harta benda dan manusia
  3. Kehancuran nilai-nilai dan norma yang ada
  4. Perubahan kepribadian
  5. Dominasi

C.Upaya Menyelesaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

  1. Memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara
  2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang-undangan
  3. Upaya represif yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat
  4. Mengembangkan upaya preventif untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat

RANGKUMAN BAB 4 EBERHARD 9A/9

RANGKUMAN BAB 4

Untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman  diperlukan sejumblah prinsip, yaitu Bhinneka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara.

  • BNINNEKA TUNGGAL IKA

Semboyan Tunggal Ika berasal dari seseorang pujangga,Mpu Tantular yang menulis Kitab Sutasoma. Secara harfiah istilah ini berarti berbeda (Bninneka) itu (Ika) satu (tunggal). Jika didefinisikan dapat bermakna bahwa kita berbeda, tetapi tetap satu. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang mencantum dalam cengkraman kaki Garusa Pancasila sebagai lambing Negara Indonesia.

  • WAWASAN NUSANTARA

Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsanya Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenaranya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.

  1. BENTUK KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA

Telah kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya dihuni oleh berbagai etnis dengan adat istiadat yang berbeda.

  1. SUKU BANGSA

Indonesia memiliki beragam suku bagsa. Diperkirakan terdapat lebih dari dari 300 suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.

Coba kamu perhatikan diri kamu sendiri. Berasal dari suku manakah kamu?. Setiap suku sudah tentu memiliki tata kehidupan, adat istiadat, Bahasa, dan budaya yang berbeda. Setiap suku memiliki kekhasan sendiri. Perbedaan dan keragaman inilah yang menyumbang keragaman kehidupan berbangsa.

Berikut adalah rumah adat di Sumatra Utara. Bentuk rumah adat yang khas unik menjadi bagian dari keberagamaan Indonesia sehingga menambah kekayaan Indonesia tersendiri.

  • AGAMA

Jika kamu perhatiin Indonesia terletak pada posisi silang, yaitu secara geografis terletak antara dua samudra dan dua benua. Posisi silang Indonesia memiliki pengaruh terhadap keragamaan masyarakat dan budaya di Indonesia,termasuk kepercayaan dan agama yang terdapat di Indonesia.

Penduduk Indonesia mengenal berbagai agama dan kepercayaan. Pemerintah Indonesia mengakui enam agama, yaitu Kristen, Islam, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu. Selain itu Indonesia mengakui adanya aliran kepercayaan.

  • RAS

Ras merupakan kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawaan yang sama. Jika kita menyebut satu kelompok ras tertentu, ciri yang kita tampilkan adalah ciri fisiknya, bukan ciri budayanya. Di Indonesia terdapat berbagai ras sehingga terdapat perbedaan bentuk fisik, seperti warna kulit, postur tubuh, dan jenis rambut.

  • MASALAH YANG MUNCUL DALAM KEBERAGAMAAN MASYARAKAT INDONESIA

Masalah yang muncul dalam keberagamaan masyarakat Indonesia adalah konflik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indoensia, konflik didefinisikan sebagai ‘percekcokan, perselisihan, atau penentangan.’

  1. Penyebab konflik
  2. Faktor penyebab konflik
  3. Perbedaan individu
  • Perbedaan kebudayaan
  • Perbedaan kepentingan
  • Perbedaan social
  • Sikap penyebab konflik
  • Promordialisme

Pandangan atau paham yang menunjukan sikap berpegangn teguh pada hal-hal yang sejak awal melekat pada individu.

  • Etnosentrisme

Pandangan bahwa kebudayaan suku bangsanya lebih baik dibandingkan kebudayaan suku lain.

  • Diskriminatif

Peredaan perlakuan terhadap sesama wara negara.

  • Stereotipe penilaian terhadap sesoroang atau golongan hanya berdasarkan presepsi pribadi atau kelompok
  • Fanatiseme

Keyakinan akan sesuatu kebernaran tanpa kepastian data dan fakta

  • Ekslusivisme

Sikal yang memandang bahwa pandangan   atau ajaran yang paling bener

BENTUK KONFLIK DALAM MASYARAKAT

  1. Konflik pribadi

Dapat terjadi antara dua individu atau lebih karena perbedaan pandangan atau sebagainya.

  • Konflik rasial

Umumnya timbul karena perbedaann ras, seperti perbedaan ciri badan, kepentingan,dan kebudayaan.

  • Konflik antar kelas-kelas social

Umumnya disebabkan akibat perbedaan kepentingan

  • Konflik politik

Adanya perbedaan kepentingan atau tujuan politis seseorang atau kelompok.

  • Konfliki internasional

Umunya terjadi akibat perbedaan kepentingan yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan negara.

AKIBAT YANG DITIMBULKAN OLEH TERJADINYA KONFLIK

  1. Perpecahan dalam masyarakat
  2. Kerugian harta benda dan korban manusia
  3. Kehancuran nilai-nilai dan norma yang ada
  4. Perubahan kepribadian

BAB 4 PKN Jesselyn Manuela 9A/18

A. Persatuan dalam keberagaman di masyarakat Indonesia

Indonesia terdiri dari banyak suku,agama,dan budaya sehingga disebut negara beragam

Keberagaman dapat menjadi sumber permasalahan sekaligus sumber kekayaan.

Agar situasi bisa terkendali, diperlukan adanya persatuan seperti yang dicantumkan pada UUD NRI 1945 pasal 1 ayat 1 yang berbunyi ” Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik ”

Ada 2 prisip Utama yang digunakan untuk mewujudan persatuan dan kebragaman yaitu :

Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan ini berasal dari Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular. Bhineka (berbeda) Ika (itu) Tunggal (satu)

Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Perbedaan yang ada bukan menjadi pemecah belah melainkan menjadi pemersatu bangsa.

Dampak positif adanya keberagaman

+ Sebagai potensi kekayaan alam

+ Sebagai sumber pendapatan nasional

Dampak negative adanya Keberagaman

– Dapat menjadi sumber konflik

Wawasan nusantara

Ada beberapa pengertian tentang wawasan nusantara, salah satunya adalah sebagai cara pandang suatu bangsa tentang diri & lingkungan yang dijabarkan dari dasar falsafah sejarah bangsa yang sesuai dengan posisi & kondisi geografis negaranya untuk mencapai tujuan nasional

a. Konsep kesatuan politik

– Merupakan suatu kesatuan yang bulat dalam arti seluas-luasnya

– Pancasila adalah 1-1 nya falsafah serta ideologi negara yang mengarahkan menuju tujuan nya

– 1 hukum bersifat nasional

b. Konsep kesatuan ekonomi

– Kekayaan nusantara harus dapat dinikmati bersama

– Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang di setiap daerah

c. Konsep kesatuan sosial budaya

– Budaya Indonesia hakikat nya adalah satu (semua budaya daerah=budaya nasional)

– Mayarakat Indonesia memiliki kehidupan yang selaras dengan tingkat kemajuan yang merata

d. Konsep kesatuan pertahanan keamanan

– Ancaman 1 daerah pada hakikatnya merupakan ancaman seluruh bangsa

– Tiap warga negara memiliki hak & kewajiban yang sama dalam pembelaan negara

Bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku, agama,budaya,dan adat, Oleh karna itu kita harus saling menghargai dan bekerja sama untuk mewujudkan persatuan.

B. Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

1. Bentuk keberagaman

– Suku bangsa

Suku bangsa adalah golongan manusia yang terikat oleh kesatuan kebudayaan.

Setiap suku memiliki ciri khas masing-masing yang tidak dimiliki oleh suku lain. Contoh rumah adat honai dari papua yang tidak dimiliki oleh suku dayak

– Agama

Para pedagang asing yang datang ke Indonesia turut membawa agama dan kepercayaan mereka untuk di sebar luaskan

Ada 6 agama Utama di Indonesia + aliran kebercayaan nya yaitu

-Katholik

-Kristen

-Buddha

-Hindu

-Islam

-Konghuchu

– Ras

Ras adalah kelompok manusia yang memiliki ciri fisik bawaan yang sama

Ada 4 Ras di Indonesia, yaitu :

+ Melanesoid (papua)

+ Mongoloid (local)

+ Asiatic Mongoloid (Tionghoa)

+ Kaukasoid (bule)

2. Masalah yang muncul dalam kebergaman

a. penyebab konflik dalam masyarakat

1. Faktor penyebab konflik

Perbedaan antarindividu (perbedaan pilihan,selera,pemikiran)

Kita mempunyai perasaan & pendirian yang berbeda beda tiap individu contoh : ada orang yang lebih menykai suasana tenang & ada juga yang lebih menyukai keramaian

Perbedaan kebudayaan (dibentuk oleh lingkungan sekitar)

Kepribadian seseorang dibentuk oleh lingkungan yang berada di sekitarnya, Hal in dapat menimbulkan konflik karna ajaran di lingkungan yang berbeda 1 lingkungan dengan yang lain.

Contoh : Anak yang dibesarkan dari keluarga yang ramah akan bersikap ramah, begitupun sebaliknya anak yang dibesarkan dari keluarga yang tidak ramah, akan menyebabkan anaknya bersikap tidak ramah

– Perbedaan kepentingan (bisnis,politik,budaya)

Antar individu maupun kelompok dapat memiliki perbedaan kepentingan

Contoh : pembakaran hutan untuk dijadikan lahan. hal ini mendapat respon + karna dengan pembangunan ini kita dapat memperoleh lowongan pekerjaan tetapi bagi masyarakat umum pembakaran ini menyebabkan polusi Udara

Perubahan Sosial (perbedaan antar generasi)

Mayarakat mengalami perubahan yang sangat cepat, karna perubahan yang terlalu cepat ini ada beberapa pihak yang masih tidak bisa menerima kebudayaaan ini

Contoh : Pertentangan antara generasi tua dan muda tentang Teknologi sekarang (HP,DLL)

2. Sikap penyebab konflik

– Primordialisme yang berlebihan

Primordialisme : Paham yang menunjukan sikap berpegaang teguh pada hal-hal yang melekat pada dirinya (suku,agama,dll)

Sikap primordialisme yang berlebihan adalah sikap yang menganggap bahwa suku,ras dan agamanya lebih baik dari pada yang lain

Contoh : Hitler

– Etnosentrisme

Diambil dari kata Etnis (budaya). Etnosentrime aadalah pandangan yang menganggap budayaan suku bangsanya lebih baik daripada budaya lain

Contoh : Orang kulit putih dan hitam

-Diskriminatif

Diskriminatif adalah perbedaan perlakun yang berdasarkan karna warnakulit,suku,golongan,agama dan ekonomi

– Streotipe (labelling)

Stereotipe merupakan penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi bribadi, dan biasanya cenderung tidak tepat

– Fanatisme (meyakini tanpa data)

Fanatisme merupakan keyakinan akan suatu kebenaran tanpa data/fakta yang jelas.

Orang yang menganut fanatisme ini memnganggap suatu hal itu mutlak tanpa memedulikan penjelasan dari orang lain.

-Eksluvisme

Eksluvisme adalah sikap yang menganggap bahwa pandangan nya paling benar (hanya ajarannya saja yang benar ajaran lain salah)

b. Bentuk konflik dalam Masyarakat

+ Konflik pribadi ( 1 vs 1 )

Contoh : perbedaan pendapat antar 1 individu dengan individu lain, rasa tidak suka terhadap sesamanya

+ Konflik Rasial (ciri fisik)

Umumnya timbul karna perbedaan ras (kebudayaan,ciri fisik).

Biasanya terjadi dalam kelompok yang mayoritas(memiliki kekuasaan untuk menindas yang lemah)

+ Konflik antar kelas sosial

Diakibatkan karna perbedaan kepentingan. Contoh : antara buruh (kenaikan gaji) dan pemilik perusahaan

+ Konflik politik

Terjadi karna perbedaan tujuan politik.

Contoh Konflik antara pendukung no 1 dan no 2

+ Konflik Internasional

Terjadi akibat perbedaan kepentingan yang berpengaruh pada kedaulatan negara

Contoh : Konflik tentang pemisahan diri Timor timur dari Indonesia

c. Akibat yang ditimbuklan konflik

– Perpecahan dalam masyarakat

Suatu masyarakat yang mengalami konflik hingga memakan korban jiwa, itu akan sulit untuk bersatu kembali.

Akibat nya adalah perpecahan masyarakat

Contoh :

Revolusi Prancis

– Kerugian harta benda & korban (bila terjadi tindakan anarkis)

Berawal dari kata-kata bisa berkembang menjadi kekerasan fisik.

Dengan adanya konflik, memungkinkan terjadinya kerusakan fasilitas umum,kerugian harta benda bahkan korban jiwa

– Kehancuran nilai dan norma

Sebelum nya masyarakat saling percaya 1 sama lain, setelah konflik mereka dapat saling membenci dan tidak menghormati lagi

– Perubahan kepribadian

Ketika konflik,masyarakat dapat mengalami trauma, terjadinya perubahan kepribadian seperti masyarakat jadi lebih mudah was-was,curiga dan takut

– Dominasi (Winners take all)

Ketika konflik pasti ada yang menang dan yang kalah, pihak yang menang bisa mendominasi pihak yang kalah

C. Upaya menyelesaikan masalah dalam keberagaman

1. Memberi jaminan perlindungan hak warga negara

2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan (nasionalisme)

3. Upaya resesif

Upaya resesif adalah upaya yang dilakukan setelah kejadian itu sudah terjadi

upaya resesif yang bisa dilakukan adalah

* Melakukan penangkapan atas pihak yang membuat konflik terjadi

* Memberikan hukuman kepada pihak-pihak dengan upaya memecah keberagaman

4. Upaya Preventif

Upaya yang dilakukan sebelum kejadian itu terjadi

Upaya yang bisa dilakukan adalah :

* Selalu bersikap ramah, bersahabat dan berpikiran positif

* Masalah perbedaan dapat dipecahkan dengan musyawarah

* Warga negara belajar berkomunikasi secara efektif dan berdiskusi mengenai perbedaan yang ada

Rangkuman PPKn Bab 3

Firen Wijaya 9A/11

Kedaulatan = daulah (Arab)

sovereighty (Ing)

sovereinitet (Prancis)

sovranita (Italia) yg berarti ; tertinggi

Tokoh yg pertama kali mendefinisikan kedaulatan : Jean Bodin (Seorang ahli hukum Perancis)

Ia mengatakan bahwa kedaulatan : kekuasaan tertinggi untuk menentukan hukum suatu negara.

Kedaulatan ke dalam Indonesia di UUD NRI 1945 antara lain sebagai berikut :

  • Melindungi segenap bangsa Indonesia & seluruhtumpah darah Indonesia.
  • Memajukan kesejahteraan umum
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kedaulatan ke luar Indonesia di UUD NRI 1945 anatara lain sebagai berikut :

• Ikut serta dalam perdamaian dunia yg berdasrkan kemerdekaan perdamaian abadi & keadilan sosial.

• Presiden dengan persetujuan DPR menyatakan perang, membuat perdamaian & perjanjian dengan negara lain.

• Presiden mengangkat duta & konsul.

Teori Kedaulatan Tuhan

Teori ini beranggapan bahwa raja/ penguasa memperoleh kekuasaan tertinggi dari Tuhan. Kehendak Tuhan menjelma ke dalam diri raja/ penguasa. Oleh karena itu, mereka disebut sebagai utusan Tuhan/ Dewa. Segala peraturan yang dijalankan oleh penguasa bersumber dari Tuhan. Maka dari itu rakyat harus patuh & tunduk kepada perintah penguasa.

Teori Kedaulatan Raja

Pada teori ini kedaulatan dianggap hanya terletak di tangan raja sebagai penjelmaan kehendak Tuhan. Berikut pemikiran mengenai teori ini :

• Raja = Bayangan dari Tuhan (Jean Bodin).

• Agar negara kuat, maka raja harus berkuasa mutlak & tak terbatas (N.Machiavelli).

• Raja berada dia atas undang-undang; rakyat harusrela menyerahkan hak-hak asasi & kekuasaannyasecara mutlak kepada raja (Thomas Hobbes).

Teori Kedaulatan Negara

Teori ini menganggap bahwa kekuasaan pemerintah bersumber dari kedaulatan negara. Kedaulatan timbul bersamaaan dengan berdirinya suatu negara. Negara dianggap sebagai sumber kedaulatan yang memiliki kekuasaan tidak terbatas. Negaralah yang menciptakan hukum.

Teori Kedaulatan Hukum

Menurut pemikiran teori ini, kekuasaan hukum; kekuasaan tertinggi di dalam negara. Kekuasaan pemerintah berasal dari hukum yg berlaku.

Teori Kedaulatan Rakyat

(Rakyat : kesatuan yg dibentuk individu-individu melalui perjanjian masyarakat (social/contract). Rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi memberikan sebagian hak-haknya kepada penguasa untuk kepentingan bersama.

(Indonesia menganut paham kedaulatan ini).

Hukum & Demokrasi merupakan 2 hal yg tidak dapat dipisahkan. Di dalam konsep demokrasi terdapat berbagai prinsip kedaulatan rakyat. Adapun dalam konsep negara hukum, terdapat beberapa prinsip negara hukum. (Keduanya berjalan secara beriringan).

Dalam masa Demokrasi Terpimpin, pemberlakuan kembali UUD 1945 membawa sejumlah konsekuensi pada aspek ketatangeraan.

Sistem presidensial dilaksanakan di Indonesia pada awal kemerdekaan & dilaksanakan kembali setelah Dekret Presiden 5 Juli 1959 hingga saat ini.

Berikut ciri-ciri sistem presidensial :

  • Presiden dipilih oleh rakyat.
  • Presiden & parlemen tidak bisa saling menjatuhkan.
  • Presiden & parlemen memiliki tugas masing-masing.
Design a site like this with WordPress.com
Get started