George Vigo Rangkuman PPKN BAB 4

PERSATUAN DAN KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA

  1. Persatuan Dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia
  2. Bhinneka Tunggal Ika
  3. Wawasan Nusantara
  1. Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
  2. Suku Bangsa
  3. Agama
  4. Ras
  • Masalah yang muncul dalam keberagaman Masyarkat Indonesia

Penyebab Konflik dalam masyarakat

  1. Faktor Penyebab Konflik:
  1. Perbedaan antar Individu
  2. Perbedaan Kebudayaan
  3. Perbedaan Kepentingan
  4. Perubahan Sosial
  •  Sikap Penyebab Konflik
  1. Primordialisme
  2. Etnosentrisme
  3. Diskriminatif
  4. Stereotipe
  5. Fanatisme
  6. Eksklusivme

Artinya Sebagai Berikut :

Primordialisme : pandangan atau paham yang menunjukan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak awal melekat pada diri individu.

Etnosentrisme : Pandangan Bahwa kebudayaan suku bangsanya lebih baik dibandingkan kebudayaan suku bangsa lain

Diskriminatif : Perbedaan perlakuan terhadap sesame warga negara berdasarkan antara lain warna kulit , golongan , suku , ekonomi , dan agama.

Stereotipe : Penilaian terhadap seseorang atau suatu golongan hanya berdasarkan presepsi pribadi atau kelompok

Fanatisme : Keyakinan akan suatu kebenaran tanpa kepastian data , fakta , tetapi kebenaran itu dianggap mutlak karena tidak merugikan orang lain

Eksklusivisme : Sikap yang memandang bahwa pandangan atau ajaran yang paling benar adalah ajaran kelompoknya dan menganggp ajaran lainnya tidak benar.

  • Bentuk Konflik Dalam Masyarakat
  • Konflik Pribadi ( 1vs 1 )
  • Konflik Rasial ( Ciri Fisik )
  • Konflik Antara Kelas Kelas Sosial ( Kepentingan )
  • Konflik Politik ( Pilihan Politk )
  • Konflik Internasional ( Antar Negara )
  • Akibat Yang Ditimbulkan Oleh Terjadinya Konflik

-Perpecahan Dalam Masyarakat

-Kerugian Harta Benda Dan Korban Manusia

-Kehancuran Nilai nilai Dan Norma Yang Ada

-Perubahan Kepribadian

C) Upaya Menyelesaikan Masalah Yang Muncul Dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

  1. Memberikan Jaminan Hak Hak Perlindungan Setiap Warga Negara
  2. Pasal 28S UUD NRI Tahun 1945 “ Setiap Orang Berhak untuk hidup serta berhak mempertahan kan hidup dan kehidupanya”
  •  Pasal 28E UUD NRI Tahun 1945

Ayat (1) Setiap Orang berhak memeluk agamnya masing masing

Ayat(2) Setiap orang berhak memiliki kebebasannya meyakini agamanya

Ayat(3) setiap orang mempunyai hak berserikat

  •  Pasal 28I UUD NRI Tahun 1945
  • Pasal 28J UUD NRI Tahun 1945
  • Pengikat Persatuan Persatuan Dan Ras Kebangsaan yang Tercantum dalam perundang-undangan.
  • Upaya Represif yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat
  • Mengembangkan upaya preventif untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat

Rangkuman PPKN BAB 4 Raynald A.S /27

  1. Persatuan dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia
  • Prinsip persatuan dalam keberagaman 
  1. Bhinneka Tunggal Ika
  • Semboyan yang menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara kesatuan Republik Indonesia
  1. Wawasan nusantara
  • Berdasarkan KMPR Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN, wawasan nusantara adalah wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945
  • Menurut Prof. Dr.Wan Usman, “wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam”
  • Konsep wawasan nusantara
  • Konsep kesatuan politik
    • Kedaulatan wilayah nasional beserta kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah , wadah, ruang hidup, modal, dan milik bangsa Indonesia
    • Secara psikologis, bangsa indonesia juga harus merasa satu rasa, senasib sepenanggungan , sebangsa, dan setanah air, serta mempunyai satu tekad untuk mencapai cita – cita bangsa
  • Konsep kesatuan ekonomi
    • Kekayaan wilayah nusantara adalah modal dan milik bangsa; harus dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia
    • Tingkat perkembangan harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri khas yang dimiliki oleh daerah – daerah dalam pengembangan ekonominya
  • Konsep kesatuan sosial budaya
    • Masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa memiliki kehidupan yang serasi dan selaras dengan tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata, dan seimbang sesuai dengan tingkat kemajuan negara
    • Budaya Indonesia, pada hakikatnya, adalah satu.
  • Konsep kesatuan pertahanan dan keamanan
    • Ancama terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara
    • Tiap warga negara mempunya hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa

B. Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

  • Bentuk keberagaman Masyarakat Indonesia
    • Suku 
    • Agama
    • Ras
  • Masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat Indonesia
    • Penyebab konflik
      • Faktor penyebab
        • Perbedaan antar individu
        • Perbedaan kebudayaan
        • Perbedaan kepentingan
        • Perubahan sosial
      • Sikap penyebab 
        • primordialisme yang berlebihan
        • Etnosentrisme
        • Diskriminatif
        • Stereotipe
        • Fanatisme
        • Eksklusivisme 
    • Bentuk konflik
      • Konflik pribadi
      • Konflik rasial
      • Konflik antara kelas – sosial
      • Konflik politik
      • Konflik internasional
    • Akibat dari konflik
      • Perpecahan dalam masyarakat
      • Kerugian harta benda dan korban manusia
      • Kehancuran nilai – nilai dan norma yang ada
      • Perubahan kepribadian
      • Dominasi 

C. Upaya Menyelesaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

  • Memberikan jaminan perlindungan hak – hak setiap warga negara
  • Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang – undangan
  • Upaya represif yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat

Rangkuman bab 4 Janet 9A/16

Rangkuman Bab 4

Persatuan dan keberagaman  Masyarakat Indonesia

  1. Persatuan dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

-Keberagaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia membuat bangsa Indonesia menjadi indah dan mempunyai pesona bagi bangsa lain di dunia.

-Dua unsur penting untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman, yaitu Bhinneka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara.

-Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari seorang pujangga, Mpu Tantular yang menulis kitab Sutasoma.

-Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika artinya berbeda itu satu.

-Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya  mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.

-Secara umum, wawasan nusantara berarti cara pandang suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan sejarah bangsa tersebut sesuai dengan posisi dan kondisi geografi negaranya untuk mencapai tujuan atau cita-cita nasionalnya.

-Dalam wawasan nusantara sendiri terdapat empat konsep, yang mencakup persatuan dan kesatuan, yaitu di bidang politik, ekonomi, social budaya, dan pertahanan keamanan.

  • Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia 
  1. Bentuk Keberagaman Masyarakat Indonesia 
  1. Suku bangsa

Indonesia memiliki beragam suku bangsa, diperkirakan terdapat lebih dari 300 suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.

  • Agama 

Para pelaut dan pedagang pada masa dulu kerap berdatangan dan  membawa agama serta kepercayaannya masing-masing, maka dari itu di Indonesia banyak sekali kepercayaan yang ada

  • Ras

Ras merupakan kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawaan yang sama.

  • Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia 
  1. Penyebab Konflik dalam Masyarakat
  2. Faktor penyebab konflik

Soerjono Soekanto mengemukakan empat faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat, yakni perbedaan antar individu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial.

  • sikap penyebab konflik
  • Primordialisme yang berlebihan
  • Etnosentrisme
  • Diskriminatif
  • Stereotipe
  • Fanatisme
  • Eksklusivisme
  • Bentuk Konflik dalam Masyarakat
  • Konflik pribadi
  • Konflik Rasial
  • Konflik antar kelas-kelas sosial
  • Konflik politik
  • Konflik internasional
  • Akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya konflik
  • Perpecahan dalam masyarakat 
  • Kerugian harta benda dan korban manusia
  • Kehancuran nilai-nilai dan norma yang ada
  • Perubahan kepribadian
  • Dominasi
  • Upaya Menyelesaikan Masalah yang Muncul Dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia
  1. Memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara.
  2. Pasal 28A UUD NRI Tahun 1945
  3. Pasal 28E UUD NRI Tahun 1945 ayat (1), ayat (2), ayat (3)
  4. Pasal 28I UUD NRI Tahun 1945
  5. Pasal 28J UUD NRI Tahun 1945 
  • Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang-undangan.
  • Pasal 35 UUD NRI Tahun 1945
  • Pasal 36 UUD NRI Tahun 1945 
  • Pasal 36A UUD NRI Tahun 1945
  • Pasal 36B UUD NRI Tahun 1945
  • Upaya represif yang dapat dilakukan oleh pemerintah;
  • Melakukan penangkapan atas pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam upaya aktif untuk melakukan perpecahan terkait keberagaman masyarakat.
  • Melakukan hukuman terhadap pihak-pihak yang secara hukum terbukti terlibat dalam upaya melakukan perpecahan terkait keberagaman masyarakat.
  • Mengembangkan upaya preventif, antara lain;
  • Selalu bersikap ramah, bersahabat, berpikir positif, dan saling membantu sesama warga masyarakat.
  • Masalah perbedaan yang terjadi dipecahkan dengan bermusyawarah secara bijaksana, penuh pengertian, saling harga menghargai, dan tanpa paksaan.
  • Antaranggota masyarakat dan antarkelompok dalam masyarakat melakukan kerja sama

Warga negara belajar berkomunikasi secara efektif dan berdiskusi mengenai perbedaan yang ada sehingga tercipta situasi saling 

Tugas PPKN BAB 4 Angel Sidharta/ 9A/ 03

Bab 4

Persatuan dan Keberagaman Masyarakat Indonesia

A. Persatuan dalam Keberagamab Masyarakat Indonesia

1. Bhineka Tunggal Ika

1) Semboyan Bhinneka Tuggal Ika berasal dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular

2) Istilah ini berarti ‘berbeda (bhinneka) itu (ika) satu (tunggal)’

3) Istilah ini bermakna bahwa kita berbeda, tetapi tetap satu

4) Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Indonesia yang tercantum dalam cengkaraman kaki Garuda Indonesia

5) Melalui semboyan ini, bangsa Indonesia mengaku bahwa Indonesia merupakan negara yang terdiri atas berbagai suku, ras, agama, dan adat istiadat

6) Perbedaan ini harus ditanggapi dengan kemauan untuk bersatu bukan menjadi pemisah dan alatuntuk memecah belah persatuan di Indonesia

7) Keberagaman Indonesia juga meliputi keberagaman alam yang mengundang perhatian para wisatawan.

2. Wawasan Nusantara

1) Wawasan nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional

2) Wawasan nusantara sendiri menjadi landasan visional untuk menyelenggarakan kehidupan nasional

3) Beberapa pengertian wawasan nusantara:

a. Berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN

> Wawasan nusantara yang merupakan wawasan nasional bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamkan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional

b. Menurut Prof. Dr. Wan Usman

> “Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai sebuah negara kepulauan dengan semua aspek  kehidupan yang beragam”

> Disampaikan saau lokakarya wawasan nusantara dan ketahanan nasional di Lemhanas pada Januari 2000

> Ia menjelaskan bahwa nusantara merupakan geopolitik Indonesia

c. Menurut kelompok kerja Wawasan Nusantara yang berubah menjadi ketetapan majelis permusyawaratan rakyat dan dibuat Hanas tahun 1999

> Wawasan Nusantara adalah “cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.”

4) Secara umum, wawasan nusantara berarti cara pandang suatu bangsa tentang diri dan tengahnya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan sejarah bangsa tersebut sesuai dengan posisi dan kondisi geografi negara nya untuk mencapai tujuan atau cita-cita nasional nya.

A. Konsep kesatuan politik

Sebagai konsep kesatuan politik ke sana, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut:

1) Kedaulatan wilayah nasional beserta kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah ruang hidup, modal, dan milik bangsa Indonesia.

2) Bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai suku dan bahasa memeluk dan meyakini berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha esa harus merupakan sel satu kesatuan bangsa yang boleh teramati seluas luasnya

3) secara psikologis bangsa Indonesia juga harus merasa satu rasa nasib kaum enak sepenanggungan sebangsa dan setanah air serta mempunyai satu tekat dalam mencapai cita cita bangsa

4)Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta idiologi bangsa dan negara yang melandasi membimbing dan mengarahkan menuju tujuannya

5) Seluruh kepulauan nusantara merupakan satu kesatuan hukum dalam arti bahwa hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi supaya kepentingan nasional

B. Konsep kesatuan ekonomi

Sebagai satu kesatuan ekonomi Wawasan Nusantara mengandung pengertian sabagai berikut:

1) Kekayaan wilayah Nusantara adalah modal dan milik bangsa; harus dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia

2) Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah tanpa meninggalkan ciri-ciri khas yang dimiliki oleh daerah daerah dalam pengembangan kehidupan ekonomi nya

3) Kehidupan perekonomian di wilayah Nusantara merupakan kesatuan ekonomi yang diselenggarakan atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi Kemakmuran rakyat

C. Konsep kesatuan sosial budaya

Sebagai satu kesatuan sosial budaya Intaran mengandung pengertian sebagai berikut:

1) Masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa memiliki kehidupan yang serasi dan selaras dengan tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata, dan seimbang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa

2) Budaya Indonesia, pada hakikatnya, adalah satu. Corak ragam budaya menggambarkan kekayaan yang menjadi modal dan landasan pengembangan bangsa

D. Konsep kesatuan pertahanan keamanan

Sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan Wawasan Nusantara mengandung pengertian sebagai berikut:

1. Ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara

2. Tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka membela negara dan bangsa

B. Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia.

1. Bentuk Keberagaman Masyarakat Indonesia

1) Perbedaan yang ada di Indonesia mencakup berbagai bidang tidak hanya dapat dilihat dari perbedaan secara fisik manusia atau ras, tetapi mencakup juga perbedaan suku bangsa, agama dan kepercayaan nya.

A. Suku bangsa

1. Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.

2. Setiap suku memiliki tata kehidupan kaum adat istiadat, bahasa dan budaya yang berbeda berbeda.

3. Perbedaan dan keberagaman inilah yang menyumbangkan keberagaman kehidupan Berbangsa.

B. Agama

1. Para pelaut, pedagang, dan penjajah yang datang ke Indonesia dan singgah di Indonesia membawa agama dan kepercayan mereka.

2. Akibatnya adalah penduduk Indonesia menerima agama dan kepercayaan yang dibawa oleh para penjajah.

3. Melalui aktivitas ini penduduk Indonesia mengenal berbagai agama dan kepercayaan.

4. Pemerintah Indonesia mengakui enam agama, yaitu Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu.

5. Selain itu Indonesia juga mengaku adanya aliran kepercayaan

6. Para penganut dari berbagai agama ini diharuskan untuk mengutamakan sikap toleransi agar selalu tercipta kehidupan yang rukun dan damai

C. Ras

1. Ras merupakan kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik banyak sama.

2. Di Indonesia jelas sehingga terdapat perbedaan bentuk fisik, seperti warna kulit, postur tubuh dan jenis rambut.

3. Keberagaman ras di Indonesia tidak hanya disebabkan aktivitas pelayaran dan eksplorasi berbagai kelompok manusia di Indonesia yang terjadi pada masa lalu, tetapi juga disebabkan perdagangan dan dengan berbagai suku bangsa.

2. Masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat Indonesia.

1. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, konflik di definisikan sebagai percekcokan, perselisihan, atau pertentangan.

2. Oleh karena itu, secara sederhana, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang bersebrangan, tidak selaras, dan bertentangan

A. Penyebab konflik dalam masyarakat.

1. Faktor penyebab konflik

Soerjono Soekanto mengemukakan empat faktor yang dapat menyebabkan terjadi konflik dalam masyarakat, yakni perbedaan antar individu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial

a) Perbedaan antar individu.

(1) Perbedaan pendirian dan perasaan yang berbeda beda dapat menjadi faktor penyebab konflik.

b) Perbedaan kebudayaan

(1) Secara sadar maupun tidak, seseorang akan lebih terbiasa dengan pemikiran dan pendiriannya.

(2) Misalnya seorang anak dibesarkan dalam masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kesopanan jendral akan berbicara dengan sopan kepada orang lain. Namun, anak yang dibesarkan dalam masyarakat yang tidak memedulikan nilai kesopanan, cenderung berbicara kurang sopan kepada yang lain

c) Perbedaan kepentingan

(1) Antar individu, antara individu, kelompok, maupun antar kelompok, dapat memiliki perbedaan kepentingan.

(2) Kepentingan ini dapat menyangkut kepentingan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

(3) Misalnya sebuah hutan di suatu wilayah. Bagi kelompok pengusaha, berdasarkan kepentingan bisnis, pohon pohon dapat dipotong dan dijual sehingga mendapatkan keuntungan. Bagi kelompok pencinta lingkungan, berdasarkan kepentingan lingkungan hidup, bahan bahan tidak boleh dipotong agar kelestarian hutan tetap terjaga.

d) Perubahan sosial.

(1) Masyarakat mengalami pengaruh perubahan perkembangan kebutuhan dan pengetahuan.

(2) Berbagai perubahan memengaruhi cara pandang sebagian anggota masyarakat terhadap nilai, norma, dan perilaku.

(3) Misalnya, perilaku remaja yang berbeda terkadang mendapat pandangan kurang baik oleh orang orang yang lebih tua. Situasi ini dapat menimbulkan konflik.

2. Sikap penyebab konflik.

a. Primordialisme yang berlebihan.

(1) Primordialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang Teguh pada hal-hal yang sejak awal melekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras dan agama.

(2) Sikap primordialisme yang berlebihan akan menganggap suku bangsa, ras, atau agamanya lebih unggul dibanding suku ras, ras, atau agama yang lain

b. Etnosentrisme

(1) Etnosentrisme merupakan pandangan bahwa kebudayaan suku bangsa nya lebih baik dibandingkan kebudayaan suku bangsa lain.

c. Diskriminatif

(1) Diskriminatif merupakan perbedaan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, dan agama

d. Stereotipe

(1) Stereotipe merupakan penilaian terhadap seseorang atau suatu golongan hanya berdasarkan persepsi pribadi atau kelompok. Sikap ini umumnya berdasarkan prasangka dan cenderung tidak tepat

e. Fanatisme

(1) Fanatisme merupakan keyakinan akan suatu kebenaran tanpa kepastian data dan fakta, tetapi kebenaran itu diangkat kebenaran mutlak tanpa memedulikan argumen dari orang lain

f. Eksklusivisme

(1) Eksklusivisme adalah sikap yang memandang bahwa pandangan atau ajaran yang paling benar hanya pandangan atau ajaran kelompok nya dan mengaggap pandangan atau ajaran lainnya tidak benar

B. Bentuk konflik dalam masyarakat.

a) Konflik pribadi

1. Konflik pribadi dapat terjadi antara dua individu atau lebih karena perbedaan pandangan dan sebagainya.

b) Konflik rasial

1. Konflik rasial umumnya timbul karena perbedaan ras seperti perbedaan ciri badan, kepentingan, dan berbudayaan.

2. Konflik ini biasanya terjadi mayoritas dan minoritas.

3. Sebagai contoh, konflik rasial yang pernah terjadi antara orang kulit hitam dan orang kulit putih.

c) Konflik antara kelas sosial

1.Konflik antar kelas sosial umumnya disebabkan akibat perbedaan kepentingan.

2. Misalnya konflik karena adanya perbedaan kepentingan antara buruh dan pemilik perusahaan.

d) Konflik politik

1. Konflik politik terjadi karena adanya perbedaan kepentingan tujuan politis seseorang atau kelompok.

2. Contohnya adalah konflik antarpantai politik dalam sebuah negara

e) Konflik internasional

1. Konflik internasional terjadi akibat perbedaan kepentingan yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan negara.

2. Misalnya, konflik antar negara mengenai suatu wilayah eksplorasi gas alam di suatu daerah pembatasan

C. Akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya konflik.

a) Perpecahan dalam masyarakat

1. Suatu masyarakat yang mengalami konflik ingat terjadi kekerasan fisik dan kerusakan harta benda akan sulit bersatu

2. Kecurigaan terhadap kelompok lain atau anggota masyarakat lain terdapat empat yang sejati. Akibatnya adalah masyarakat dapat terpecah.

b) Kerugian harta benda dan korban manusia

1. Konflik dapat berkembang menjadi kekerasan fisik.

2. Oleh karena itu, dapat terjadi kerusakan pada fasilitas umum, kerusakan harta benda, dan harta benda, hingga terjadi luka fisik bahkan korban manusia.

c) Kehancuran nilai nilai dan norma yang ada

1. Konflik yang terjadi dapat merusak bahkan menghancurkan nilai nilai dan norma yang ada.

2. Para anggota masyarakat yang sebelumnya saling percaya satu sama lain menjadi tidak saling menghormati lagi dan bersikap kasar.

d) Perubahan kepribadian

1. Ketika terjadi konflik, anggota masyarakat dapat mengalami trauma.

2. Perubahan ini bisa ditandai dengan sikap khawatiran yang berlebihan, ketakutan, dan kecurigaan terhadap anggota masyarakat lain.

e) Dominasi

1. Konflik yang terjadi pada suatu masyarakat dapat menciptakan pihak yang menang dan pihak yang kalah

2. Pihak yang menang dapat saja mendominasi pihak yang kalah atau bahkan menindas pihak yang kalah.

C. Upaya menyelesaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

1. Keberagaman harus ditanggapi secara positif, jika tidak, kebergaman dapr memunculkan berbagai permasalahan.

2. Namun permasalahan itu, memiliki sejumlah upaya untuk dilakukan agar permasalahan yang muncul dapat diselesaikan.

3. Sejumlah upaya penyelesaiaan tersebut antara lain sebagai berikut:

1) Memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara

a) Hak setiap warga negara yang terkait dengan keragaman dijamin dalam perundang-undangan antara lain: 

a. Pasal 28A UUD NRI Tahun 1945, yaitu: “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”

b. Pasal 28E UUD NRI Tahun 1945, yaitu:

> Ayat (1) : “Setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memiliki pendidikan dan perngajaran, memiliki tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.”

> Ayat (2): “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.”

>Ayat (3): “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.”

c. Pasal 28I UUD NRI Tahun 1945, yaitu:

> Ayat (1): “Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, beragama, hak untuk tidak diperbudak, untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun.”

> Ayat (2): “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.”

>Ayat (3): “Identitas budaya dan masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan Peradaban.”

>Ayat (4): “Perlindungan, perak majuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah.”

>Ayat (5): “Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam peraturan perundang undangan.”

d. Pasal 28J UUD NRI Tahun 1945, yaitu:

>Ayat (1): “Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, Berbangsa, dan bernegara.”

> Ayat (2): “Dalam menjalankan hak dan kebebasan nya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.”

2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang-undangan. Hal ini tercantum dalam UUD NRI Tahun 1945 sebagai berikut:

a. Pasal 35 UUD NRI Tahun 1945, yaitu: “Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.”

b. Pasal 36 UUD NRI Tahun 1945, yaitu: “Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia.”

c. Pasal 36A UUD NRI Tahun 1945, yaitu: “Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyang Bhinneka Tunggal Ika.”

d. Pasal 36B UUD NRI Tahun 1945, yaitu: “Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.”

3. Upaya represif (saat atau sudah terjadi) yang dapat dilakukan oleh pemerintahan untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat antara lain sebagai berikut:

a. Melakukan penangkapan atas pihak pihak yang bertanggung jawab dalam berupaya aktif untuk melakukan perpecahan terkait keberagaman masyarakat

b. Melakukan hukuman terhadap pihak pihak yang secara hukum terbukti terlibat dalam upaya melakukan perpecahan terlihat keberagaman masyarakat

4. Mengembangkan upaya preventif untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat antara lain sebagai berikut:

a. Selalu bersikap ramah, bersahabat, berfikir positif, dan saling membantu sesama warga masyarakat.

b. Masalah perbedaan yang terjadi dipecahkan dengan bermusyawarah secara bijaksana, penuh pengertian, saling menghargai, dan tanpa paksaan.

c. Antar anggota masyarakat dan antar kelompok dalam masyarakat melakukan kerja sama.

d. Warga negara belajar berkomunikasi secara efektif

rangkuman PKN kelas 7 Kelly V 9A/21

Tugas rangkuman PKN                                                                       Kelly 9A/21

Kelas 7

Bab 1

A.

1. latar belakang Pancasila sebagai dasar Negara

Pancasila dipilih menjadi dasar Negara dan ideology negara Indonesia berdasarkan beberapa factor yaitu,

  • Proses sejarah kelangsungan hidup dan perjuangan bangsa Indonesia
  • Nilai nilai dan moral pancasila sudah dimiliki bangsa Indonesia sejak dulu
  • Nilai nilai dan moral pancasila mengandung nilai nilai masa depan yaitu, Indonesia yang adil, makmur dan Berjaya

2. perjuangan bangsa Indonesia dalam menemukan nilai nilai luhur pancasila

Pada masa prakasara bangsa Indonesia sudah percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa (kepercayaan Dinamisme dan Animisme). Semangat bhineka tunggal ika nyata tertulis dalam buku sutasoma karya empu prapanca.

3. masa perumusan pancasila sebagai dasar Negara

1 maret 1944 diumumkan di bentuknya dokuritsu zunbi cosakai (bpupki). Tugas dari BPUPKI adalah mengadakan penyelidikan dan persiapan kemerdekaan.

Muhamad Yamin, Dr. Soepomo, Ir. Soekarno mengusulkan tentang dasar Negara. perumusan Piagam Jakarta di rumuskan pada tanggal 22 juni 1945.

B.

1. pembentukan PPKI

PPKI di bentuk pada 7 Agustus 1945, tugas dari PPKI adalah memepersiapkan kelengkapan kelengkapan bagi Negara Indonesia merdeka. Pada tanggal 14 Agustus 1945 jepang mengalami kekalahan terhadap sekutu dan pada tanggal 17 agustus 1945 indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaan nya

 2. penetapan pancasila sebagai dasar Negara dalam sidang PPKI

Perubahan pada sila pertama pancasila yang sebelum nya berbunyi ‘ketuhanan dengan berkewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk pemeluknya’ menjadi ‘ketuhanan yang maha esa’ atas usul Drs. Muhammad Hatta.

C.

1. makna komitmen kebangsaan

Patriotisme adalah orang yang rela mngorbankan segala gala nya untuk tanah airnya. Nasionalisme sempit bersifat negative karena memandang rendah Negara lain.

2. komitmen kebangsaan

Dr. Rajiman W. mengarahkan segenap anggota untuk memberi usulan, Muhammad Y. mengusulkan nama untuk 5 dasar Negara yaitu Pancasila. Dr. Supomo menyampaikan gagasan Negara kesatuan yang mengakui keanekaragaman bangsa Indonesia. Ir Soekarno menyampaikan usulan lima dasar Negara.

3. peranan para pendiri Negara dalam penetapan pancasila sebagai dasar Negara

Ir soekarno terpilih menjadi presiden pertama RI, Muhammad H. terpilih sebagai wakil presiden RI pertama

D

Semangat dan komitmen terhadap pancasila sebagai dasar Negara dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk berikut

a. mengamalkan nilai nilai agama

b. mengembangkan pendidikan pancasila secara demokrasi

c. mengamalkan pancasila

Bab 2

1. hakikat norma

Norma dalam KBBI terdapat 2 arti yaitu

a. aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam kelompok dalam masyarakat

b. aturan,ukuran,kaidah yang dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai atau membandingkan sesuatu

2. jenis jenis norma

a. norma agama         b. norma social

b. norma hukum        d. norma moral

3. hubungan anatara norma agama, moral, social, hukum

Semua norma yang berlaku di masyarakat memiliki hubungan yang saling melengkapi dan tidak saling menjatuhkan

B

1. arti penting norma bagi indivivdu dan masyarakat

a. bagi kehidupan pribadi, norma memberikan jaminan untuk hidup lenih tenang dan tentram

b. bagi kehidupan masyarakat, norma menjadi pedoman dalam pergaulan social sehingga tercipta kondisi masyarakat yang tertib, aman, dan tentram

2. Indonesia sebagai Negara hukum

Salah satu norma yang berlaku di masyarakat dengan sifat yang mengikat dan sanksi tegas bagi pelanggar nya adalah norma hukum

Negara hukum memiliki 3 unsur yaitu

a. supremasi hukum

b. persamaan kedudukan dalam hukum

c. adanya jaminan terhadap hak asasi manusia

fungsi dan tugas dari hukum yaitu

a. menjamin kepastian hukum

b. menjamin ketertiban, keamanan, keadilan, kebenaran, kebahagiaan, dan kemakmuran bagi semua warga Indonesia

c. menjaga agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri

C

Setiap warga masyarakat, bangsa, dan Negara harus berprilaku sesuai dengan norma yang berlaku agar tercipta keadaan yang aman dan tentram

Bab 3

A

1. sidang BPUPKI

Tanggal 29 Mei- 1 Juni 1945, perumusan pancasila sebagai dasar Negara

2. rapat panitia kecil

Pada tanggal 22 Juni 1945, hasil rapat panitia kecil perumusan dasar Negara adalah rancangan UUD dan piagam Jakarta

3. sidang BPUPKI II

Dibentuk 3 panitia yaitu

a. panitia perancang UUD

b. panitia keuangan dan perekonomian

c. panitia PETA

sidang pantia perancang UUD pada tanggal 11 Juli 1945,

sidang panitia kecil perancang UUD tanggal 13 Juli 1945,

sidang BPUPKI, pada tanggal 14 Juli 1945 dengan agenda sidang “pembicaraan tentang pernyataan kemerdekaan” dan pada tanggal 15 Juli 1945 dengan agenda sidang “pembahasan rancangan UUD”

B

1.pembentuk kan PPKI
 setelah menyatakan merdeka Indonesia memiliki tugas yang berat yaitu membuat aturan dasar yang mengatur penyelenggaraan Negara dan aparat pemerintah. PPKI yang mewakili rakyat dalam membicarakan masalah bangsa

2. sidang PPKI

 Dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945 di Gedung Kesenian Jakarta. Pada sidang di sepakati untuk mengubah kalimat pembukaan UUD alinea ke empat tentang dasar Negara pancasila pada sila pertama atas usul Drs. Muhammad H.

C

1. kedudukan UUD NRI tahun 1945

UUD NRI Tahun 1945 mempunyai kedudukan istimewa dibandingkan dengan peraturan yang lain karena

  • Dibentuk dengan cara istimewa
  • Dianggap sesuatu yang luhur
  • Berisi cita cita bangsa dan dasar organsasi Negara

2. arti penting UUD NRI Tahun 1945

Yaitu,

  • Menjadi dasar eksistensi beridrinya NKRI
  • Sebagai salah satu pilar kebangsaan Indonesia, selain pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika
  • Sebagai aturan hukum yang tertinggi dalam tata urutan peraturan perundang undangan nasional di Indonesia

3. perubahan UUD NRI Tahun 1945

Pada tanggal 5 Juli 1945 Presiden Soekarno mengeluarkan dekret presiden yang berisi

a. menetapkan pembubaran konstituante

b. menetapkan UUD NRI 1945 berlaku kembali

c. pembentukan MPRS

latar belakang amandemen UUD NRI 1945

a. upaya memperbaiki arah perjalanan Negara

b. mewujudkan misi visi reformasi

c. memutahirkan UUD secara tertulis

maksud dan tujuan amandemen

a. menegakkan kedaulatan rakyat dengan menempatkan MPR tidak lagi sebagai pemegang kedaulatan rakyat

b. membuat pasal pasal UUD NRI 1945 yg tidak multitafsir

c. membuat tata kelola Negara secara demokratis melalui penghormatan HAM dan otonomi daerah

makna amandemen]

a. adanya UUD yang lebih lengkap dan tidak multitafsir

b. memepertahankan dasar Negara pancasila dan NKRI

c. lebih menjamin hak asasi warga Negara

bab 4

A

1. pengertian bhinneka tunggal ika

Semboyan bhinneka tunggal ika berasal dari buku sutasoma karya empu tantular. Arti dari bhinneka tunggal ika adalah walaupun berbeda beda, tetapi tetap bersatu jua. Semboyan bhinneka tunggal ika tertulis jelas di lambang Negara garuda pancasila

2. makna bhinneka tunggal ika

Makna luhur bhinneka tunggal ika sebagai berikut,

  • Indonesia menyadar bahwa keragaman bukan merupakan unsur pemecah melainkan terbentuknya kesatuan persatuan
  • Semboyan bhinneka tunggal ika mendorong adanya persatuan kesatuan
  • Bhinneka tunggal ika merupakan salah satu pilar selain pancasila

3. arti penting semboyan bhineka tunggal ika

a. pendorong lahirnya nasionalisme Indonesia

b. penyemangat untuk membangun Indonesia yg lebih maju

c.benteng persatuan bangsa dan Negara Indonesia di era globalisasi

B

1. hakikat keberagaman

Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yg terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang, keberagaman yg di miliki bangsa Indonesia adalah kekayaan dan keindahan bangsa

2. keragaman di Indonesia

a. keberagaman wilayah dan lingkungan

b. keberagaman suku bangsa dan budaya

c. keberagaman agama

d. keberagaman ras

e. keberagaman golongan

f. keberagaman gender

1) peran reproduktif

2) peran produktif

3) peran kemasyarakatan

3. factor penyebab keberagaman bangsa Indonesia

a. lingkungan fisik daerah

b. keyakinan atau agama

C

1. arti penting keberagaman

* keberagaman sebagai potensi menuju kejayaan bangsa

* keberagaman sebagai tantangan bangsa

2. semangat menjaga keberagaman dalam masyarakat Indonesia

* semangat dan perilaku dalam kehidupan beragama yg beragam

* semangat dan perilaku dalam keberagaman ras dan suku Indonesia

* semangat dan perilaku dalam keberagaman social budaya

* semangat dan perilaku dalam perbedaan jenis kelamin

D

1. lingkungan keluarga

Contoh sikap toleransi yg didasari keberagaman di dalam keluarga sebagai berikut

  • Menjalankan peran dan tugas masing masing tanpa memandang keberagaman
  • Saling menghargai perbedaan di dalam keluarga
  • Membiasakan musyawarah dalam memecahkan masalah keluarga

2. Lingkungan sekolah

Sikap dan perilaku toleransi dan menghargai keberagaman yg harus dikembangkan di lingkup masyarakat yaitu,

  • Membentuk kelompok belajar tanpa melihat latar belakang ekonomi murid
  • Menyusun pengurus kelas tanpa melihat status social

3. lingkungan masyarakat

Contoh Sikap dan perilaku toleransi di dalam lingkup masyarakat

  • Saling membantu tanpa pamrih
  • Menjaga keamanan lingkungan
  • Mengadakan kerja bakti secara bersama sama

4. kehidupan berbangsa dan bernegara

Contoh sika dan perilaku menghargai keragaman dalam kehidupan berbangsa bernegara sebagai berikut,

  • Melaksanakan pertukaran budaya melalui kegiatan nasional
  • Melaksanakan pembangunan tanpa membeda beda kan wilayah
  • Melaksanakan aturan hukum dengan penuh kepastian dan keadilan bagi seluruh rakyat

Bab 5

A

1. pengertian kerja sama

Kerja sama adalah sebuah tindakan aatu bekerja untuk mencapai tujuan atau keuntungan bersama. Kerja sama adalah suatu usaha bersama bersama antara kelompok untuk menuju tujuan yang sama dan mendapatkan hasil yg lebih cepat dan lebih baik

2. norma kerja sama dalam berbagai kehidupan

Kerja sama yg dilakukan dalam kehidupan sehari hari harus di dasarkan pada norma atau kaidah tertetu yaitu,

  • Tidak untuk melakukan kejahatan dan kerusakan
  • Bersifat meninggikan derajat dan martabat kemanusiaan
  • Bersifat adil

3. faktor yg mempengaruhi kerja sama

a. orientasi tiap individu

b. hubungan timbal balik

c. komunikasi

B

Manusia adalah mahluk social, artinya manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Anggota keluarga adalah orang yang terdekat dengan kita. Kerja sama harus sesuai dengan norma norma yang ada.

1. H. kusnadi

Kerja sama mempunyai beberapa manfaat,

  • Mendorong persaingan di dalam pencapaian tujuan dan peningkatkan produktivitas
  • Mendorong upaya individu agar dapat bekerja lebih produktif, efektif, dan efisien

2. Moh Jafar Hafsah

Ia melihat manfaat kerjasama yang terdiri atas manfaat produktivitas, efisiensi, kualitas, kuantitas, kontinuitas, resiko

Manfaat kerja sama bagi kehidupan pribadi

  • Merasa tenang karena diterima orang lain
  • Pekerjaan atau kepentingan pribadi akan lebih ringan dan cepat terselesaikan
  • Merasa bahagia Karena dapat meringankan beban orang lain

Manfaat kerja sama bagi lingkungan sekolah

  • Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah
  • Setiap warga sekolah merasa senang dan aman di lingkungan sekolah

Manfaat kerja sama di lingkungan masyarakat

  • Mnejaga kebersihan lingkungan
  • Menjaga keamanan lingkungan

Manfaat kerja sama bagi kehidupan bangsa dan Negara

  • Mempercepat kemajuan Negara
  • Menjaga persatuan kesatuan

Manfaat kerjasama dalam pergaulan internasional

  • Menjaga keamanan dan perdamaian dunia
  • Mempercepat memajukan suatu Negara

C

Bentuk bentuk kerja sama sebagai berikut

1. kerukunan

Kerja sama untuk kepentingan bersama atau orang tertentu

2. bargaining

Perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antarindividu atau antar kelompok.

3. kooptasi

Proses penerimaan unsur unsur baru dalam kepempimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi

4. koalisi

Bentuk kerjasama atau kombinasi 2 kelompok atau lebih yang memiliki tujuan yang sama dan berusaha untuk mencapai tujuan tersebut

5. joint venture

Bentuk kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau perusahaan dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau proyek

Bidang bidang kerjasama sebagai berikut,

1. bidang politik

2. ekonomi

3. social budaya

4. kehidupan beragama

Tujuan kerja sama antarnegara

1. meningkatkan perekonomian antarnegara

2. meningkatkan taraf hidup

3. saling mengisi kekurangan dan kebutuhan di berbagai bidang

4. mempererat persahabatan antarnegara

5. memperluas pasar hasil produksi

6. meningkatkan devisa

7. menngkatkan perdamaian dunia

Hambatan kerjasama antarnegara

1. ideology Negara yang berbeda

2. konflik dan perperangan

3. kebijakan perdagangan yg merugikan Negara lain

4. perbedaan kepentingan tiap tiap Negara

Bentuk bentuk kerjasama anaternegara

1. bilateral

2. regional

3. kerja sama subregional

4. kerja sama antar regional

5. multilateral

BAB 6

A. makna persatuan dan kesatuan

1. pengertian persatuan dan kesatuan

Persatuan mengandung arti bersatunya sesuatu yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi. Unsur unsur social  budaya antara lain sifat kekeluargaan dan jiwa gotong royong. Kedua unsur ini adalah sifat sifat pokok bangsa Indonesia yang dituntun oleh asas kemanusiaan dan kebudayaan.

2. prinsip prinsip persatuan dan kesatuan bangsa

Setiap warga Negara harus memahami dan mengamalkan beberapa prinsip yang berhubungan dengan arti dan makna persatuan Indonesia dalam kerangka NKRI. Berikut prinsip prinsip tersebut

a. Bhinneka tunggal ika

b. Nasionalisme Indonesia

c. kebebasan yang bertanggung jawab

d. wawasan nusantara

e. persatuan pembangunan untuk mewujudkan cita cita reformasi

3. semangat persatuan dan kesatuan Indonesia

a. mempertahankan persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia

upaya :

  • Meningkatkan semangat kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah
  • Meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan]
  • Melindungi, menjamin serta menjunjung tinggi hak asasi manusia

b. meningkatkan semangat bhinneka tunggal ika

c. mengembangkan semangat kekeluargaan

d. menghindari penonjolan SARA

4. manfaat persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia

Sebagai berikut

  • Memperkuat jati diri NKRI
  • Memudahkan mencapai tujuan nasional
  • Menciptakan Susana yang tenteram, aman, damai

B. makna sejarah berdirinya NKRI

1. hakikat Negara

a. pengertian Negara, bangsa, dan tanah air

Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sah. Bangsa adalh orang orang yang memiliki persamaan latar belakang sejarah, pengalaman, dan perjuangan dalam mencapai hasrat untuk bersatu dalam mencapai cita cita bersama. Tanah air adalah tempat di mana seseorang dilahirkan, hidup dan memperoleh kehidupan dan akhirnya meninggal dunia.

b. bentuk Negara dan pemerintahan

c. lahirnya satu Negara

d. fungsi dan tujuan berdirinya negara

2. makna proklamasi kemerdekaan

a. perjuangan menuju NKRI

Indonesia merdeka pada tanggal 17 agustus 1945

b. detik detik proklamasi kemerdekaan

soekarno dan M. Hatta diculik oleh para pemuda kemudian di bawa ke rengasdengklok, tujuan penculikan tersebut adalah untuk mendesak soekarno dan hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 16 agustus rombongan rengasdengklok kembali ke jakrta. Dipilihlah tempat yang aman untuk membahas proklamasi keerdekaan yaitu rumahb laksamana muda maeda

c. makna proklamasi kemerdekaan

makna proklamasi sebagai berikut

  • Batas akhir penjajahan di Indonesia
  • Penyataan kemerdekaan dan bebas dari belenggu penjajahan
  • Sumber tertib hukum nasional
  • Tanda berdirinya NKRI

3. makna NKRI

NKRI adalah Negara kesatuan republic indonesia. Indonesia adalah Negara kesatuan berdasarkan UUD NRI tahun 1945 pasal 1 ayat (1).

4. tujuan NKRI

Sebagai berikut

  • Memajukan kesejahteraan umum
  • Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
  • Mencerdaskan kehidupan berbangsa
  • Ikut melaksanakan ketertiban dunia

5. bentuk Negara dan pemerintahan NKRI

Bentuk Negara yang dianut dari awal proklamasi kemerdekaan daalah kesatuan yang berbentuk republic. Bentuk pemerintahan NKRI adalah republic sehingga Negara diselenggarakan berdasarkan prinsip kedaulatan Negara rakyat yang dilaksanakan secara demokratis yang dibentuk melalui pemilihan umum

C. karakteristik daerah tempat tinggal dalam perjuangan berdirinya dan mempertahankan NKRI

1. peran daerah tempat tinggal dalam perjuangan mendirikan dan mempertahankan NKRI

a. daerah pembentuk NKRI pada awal kemerdekaan (1945)

1. sumatra dengan gubernur mr teuku Muhammad Hassan

2. jawa barat dengan gubernur sutarjo kartodikusumo

3. jawa tengah dengan gubernur R. panji suroso

4. jawa timur dengan gubernur R. A. suryo

5. sunda kecil dengan gubernur I gusti ketut pujo

6. Maluku dengan gubernur J. ratuharhary

7. Sulawesi dengan gubernur G. S. S. J. ratulangi

8. Kalimantan dengan gubernur pangeran muhamad noor

b. NKRI berdasarkan RIS (1950)

ditetapkan bahwa RIS meliputi Negara Negara bagian sebagai berikut

1. Negara Negara bagian,

a. Negara republic Indonesia

b. Negara Indonesia timur

c. Negara pasundan termasuk distrik federal Jakarta

d. Negara jawa timur

e. Negara Madura

f. Negara sumatera selatan

g. Negara Sumatra timur

2. satuan kenegaraan yg tegak sendiri,

a. jawa tengah

b. Bangka

c. Belitung

d. riau

e. Kalimantan barat

f. dayak banjar

g. dayak besar

h. Kalimantan tenggara

i. Kalimantan timur

3. daerah Indonesia selebihnya yang bukan daerah bagian misalnya keresidenan irian barat.

c. NKRI berdasarkan UUDS (1950)

pada tanggal 8 maret 1950 pemerintah federal mengeluarkan UU Darurat no 11 tahun 1950 tentang tata cara perubahan susunan kenegaraan bagi wilayah Negara RIS. Dari 16 negara bagian pada awal beridirnya RIS saat itu tinggal 3 negara bagian yaitu,

1. Negara Indonesia timur

2. Negara republic Indonesia

3. Negara Sumatra timur

d. NKRI sekarang

terdapat 34 provinsi di dalam NKRI saat ini

2. arti penting daerah tempat tiggal dalam perjuangan beridiri dan mempertahankan NKRI

Hak dan wewenang yang dimiliki oleh pemerintah daerah

1. mengatur mengurus sendiri urusan pemerintahan

2. memiliki pimpinan daerah

3. mengelola aparatur daerah

4. mengelola kekayaan

5. memungut pajak daerah dan retribusi daerah

Kewajiban pemerintah daerah sebagai berikut,

1. menyusun perencanaan dan tata ruang daerah

2. meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat

3. mengembangkan system jaminan social

Hasil positif otonomi daerah sebagai berikut,

1. makin giatnya pembangunan daerah

2. dilaksanakan nya pemilukada yg merupakan bentuk demokrasi

3. diundang nya investor dari dalam dan luar negri untuk masuk ke daerah

D. upaya mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia

Berbagai ancaman dan gangguan yg dapat menghancurkan keutuhan dan keselamatan NKRI harus diwaspadai. Berbagai ancaman sebagai berikut

a. terorisme

b. agresi dari Negara lain

c. gerakan separatisme

d. aksi radikalisme

e. kejahatan lintas Negara

1. ketentuan hukum tentang pembelaan Negara

a. UUD NRI Tahun 1945

UUD NRI tahun 1945 pasal 30 ayat 1-5

b. UU nomor 2 tahun 2002 tentang polri

c. UU nomor 3 2002 tentang pertahanan Negara

2. pertahanan dan keamanan Negara

a. pertahanan Negara

system pertahanan Negara yg dipakai di Indonesia adalah system pertahanan Negara yg bersifat semesta. Artinya system pertahanan yg melibatkan seluruh warga Negara, wilayah dan sumber daya nasional lain nya. Komponen yg terlibat dalam system pertahanan Negara yg bersifat semesta meliputi bbrp hal berikut,

1. komponen utama adalah TNI

2. komponen cadangan adalah sumber daya nasional meliputi rakyat terlatih dan perlawanan rakyat

3. komponen pendukung adalah sumber daya nasional meliputi seluruh rakyat Indonesia

b. keamanan Negara

tiga komponen,

1. komponen utama adalah kepolisian Negara RI

2. komponen cadangan adalah pertahanan sipil

3. komponen pendukung adalah seluruh sumber daya nasional

3. upaya mempertahankan NKRI

a. pendidikan pancasila dan kewarga negaraan

b. pelatihan militer wajib

c. pengabdian sebagai prajurit TNI atau polri secara sukarela atau wajib

d. pengabdian melalui profesi

rangkuman PKN bab 4 Kelly V 9A /21

Bab 4

A. persatuan dalam keberagaman masyarakat Indonesia

dua prinsip penting yaitu, bhinneka tunggal ika dan wawasan nusantara

1. bhinneka tunggal ika

Semboyan ini berasal dari Mpu tantular yang menulis kitab sutasoma yang berarti berbeda tapi tetap Satu. Potensi kebhinnekaan dapat dilihat dengan bnyk nya kekayaan alamdan budaya dari setiap daerah yang ada di Indonesia. Hal tersebut menarik perhatian wisatawan untuk datang

2. wawasan nusantara

Beberapa pengertian wawasan nusantara

a. berdasarkan ketetapan MPR tahun 1993 dan 1998, wawasan nasional yang merupakan wawasan nasional yg bersumber pada pancasila dan UUD NRI adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan nya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan

b. menurut prof Dr. Wan Usman, wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah air nya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam

c. menurut kelompok kerja wawasan nusantara yang kemudian diusulkan menjadi ketetapan MPR, cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan nya yang beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Konsep kesatuan politik

Kedaulatan wilayah nasional beserta kekayaan nya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, modal, dan milik bangsa indonesia

Konsep kesatuan ekonomi

Kekayaan wilayah nusantara adalah modal dan milik bangsa, harus dapat dinikmati seluruh rakyat indonesia

Konsep kesatuan budaya

Masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa memiliki kehidupan yang serasi dan selaras dengan tingkat kemajuan masyarakat yang sama, merata, dan seimbang sesuai dengan tingkat kemajuan bangsa.

Konsep kesatuan pertahanan keamanan

Ancaman terhadap suatu pulau atau satu daerah adalah ancaman terhadap seluruh bangsa dan Negara.

B. permasalahan keberagaman dalam masyarakat Indonesia

1. bentuk keberagaman masyarakat Indonesia

a. suku bangsa

terdapat lebih dari 300 suku di Indonesia.

b. agama

Indonesia terletak pada posisi silang sehingga banyak  pelaut atau pedagang turut singgah ke Indonesia dan membawa agamanya. Akibatnya penduduk Indonesia menerima agama dan kepercayaaj yang di bawa tersebut. Pemerintah Indonesia mengakui 6 agama agama yaitu, islam, Kristen, katolik, hindu, Buddha dan konghuchu.

c. ras

ras memrupakan kelompok manusia yang memiliki ciri ciri fisik bawaan yang sama, crii yang ditampakan adalah ciri fisiknya.

2. masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat  Indonesia

a. penyebab konflik dalam masyarakat

1. factor penyebab konflik

a. perbedaan anatarindividu

setiap orang memiliki pendirian yang berbeda beda. Perbedaan tersebut dapat menyebabkan konflik

b. perbedaan kebudayaan

c. perbedaan kepentingan

kepentingan ini dapat menyangkut kepentingan politik, ekonomi, social, budaya.

d. perubahan social

perbedaan usia tua dan muda

2. sikap penyebab konflik

a. primordialisme

pandangan atau paham yg menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal hal yang sejak awal melekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras, agama. Menganggap suku rasa tau agama nya blebih unggul dri yang lain

b. etnosentrisme

pandangan bahwa kebudayaan suku bangsa nya lebih baik dibandingkan kebudayaan suku lain

c. diskriminatif

perbedaan perlakuan terhadap sesame warga Negara berdasarkan anatar lain warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama

d. stereotype

penilaian terhadap seseorang atau suatu golongan hanya berdasarkan persepsi pribadi atau kelompok

e. fanatisme

keyakinan akan suatu kebenaran tanpa kepastian data dan fakta, tetapi kebanaran itu dianggap kebenaran mutlak tanpa memedulikan argument dari orang lain

f. eksklusivisme

sikap yang memandang bahwa pandangan atau ajaran yg paling benar hanya lah pandangan atau ajaran kelompoknya dan menganggap yang lain tidak benar

3. bentuk konflik dalam masyarakat

a. konflik pribadi

anatara 2 individu atau lebih

b. konflik rasial

timbul karena perbedaan ras, perbedaan ciri badan, kepentingan, kebudayaan

c. konflik antara kelas kelas social

anatara kelas social, disebabkan oleh perbedaan kepentingan

d. konflik politik

adanya perbedaan kepetingan atau tujuan politis

e. konflik internasional

perbedaan kepentingan yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan Negara

4. akibat terjadi nya konflik

a. perpecahan dalam masyarakat

kerusakan fisik dan harta benda

b. kerugian harta benda dan korban manusia

c. kehancuran nilai nilai dan norma yang ada

d. perubahan kepribadian

mengalami trauma

e. dominasi

C. upaya menyelesaikan masalah yg muncul dalam keberagaman masyarakat Indonesia

1. memberikan jaminan perlindungan hak hak setiap warga Negara

2. pengikat persatuan dan rasa kebangsaan

3. upaya represif yg dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah

4. mengembangka upaya preventif untuk menyelesaikan masalah

Ringkasan PPKn Bab IV Jacqueline 9A/15

Bab IV : Persatuan dan Keberagaman Masyarakat Indonesia

Persatuan dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

  • Indonesia memiliki beragam suku bangsa, bahasa, budaya, agama, dan adat istiadat
Image result for keberagaman di Indonesia
  • Keberagaman tersebut merupakan sebuah keunggulan dan anugerah dari Tuhan yang sepatutnya kita banggakan dan lestarikan
  • Menurut UUD NRI Tahun 1945 pasal 1 ayat (1) “Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik”
  • Prinsip penting untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan di Indonesia :
    • Bhinneka Tunggal Ika
      • Dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular
      • Arti : walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu
    • Wawasan nusantara
      • Wawasan nusantara : ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional
      • Wawasan nusantara : landasan visional untuk menyelengarakan kehidupan sosial
      • secara umum, wawasan nusantara memiliki arti : cara pandang suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan sejarah bangsa tersebut sesuai dengan posisi dan kondisi geografi negaranya untuk mencapai tujuan atau cita-cita nasionalnya

Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

Bentuk keberagaman masyarakat di Indonesia :

  • Suku bangsa
Image result for suku bangsa di indonesia
  • Agama
Image result for agama di indonesia
  • Ras
Image result for ras di indonesia

Masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat Indonesia :

  • Penyebab konflik dan masalah :
    • Faktor penyebab konflik :
      • Perbedaan Individu
      • Perbedaan kebudayaan
      • Perbedaan kepentingan
      • Perubahan sosial
    • Sikap penyebab konflik :
      • Primordialisme yang berlebihan
        • Pandangan/paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak awal melekat pada diri individu (e.g. suku bangsa, ras/ agama)
        • Sikap primordialisme akan menganggap kelompoknya lebih unggul dari kelompok lain
      • Etnosentrisme  
        • Pandangan yang menganggap budaya sukunya lebih baik dari budaya lain
      • Diskriminatif
        • Perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan suatu hal (e.g. ras, agama, suku)
      • Fanatisme 
        • Keyakinan akan suatu kebenaran tanpa kepastian data dan fakta
      • Eksklusivisme 
        • Sikap yang memandang bahwa pandangan atau ajaran yang paling benar hanyalah pandangan atau ajaran kelompoknya dan menganggap pandangan atau ajaran lain itu salah
      • Stereotype
        • Penilaian terhadap seseorang atau suatu kelompok berdasarkan persepsi pribadi atau kelompok saja
        • Biasanya berupa prasangka yang tidak benar
  • Bentuk konflik dalam masyarakat
    • Konflik pribadi : dapat terjadi antara 2 individu atau lebih akibat perbedaan pandangan dan sebagainya
    • Konflik rasial : timbul karena perbedaan ciri fisik
    • Konflik antara kelas-kelas sosial : terjadi karena perbedaan kepentingan
    • Konflik politik : terjadi karena perbedaan kepentingan atau tujuan politis seseorang/kelompok
    • Konflik internasional : perbedaan kepentingan yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan negara
  • Akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya konflik
    • Perpecahan dalam masyarakat
    • Kerugian harta benda dan korban manusia
    • Kehancuran nilai-nilai dan norma yang ada
    • Perubahan kepribadian 
    • Dominasi

Upaya Menyelesaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

  • Memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara
  • Pengikat persatuan dan rasa kebanggaan yang tercantum dalam perundang-undangan
  • Upaya represif : upaya untuk menekan dan menyelesaikan masalah saat konflik sudah/sedang terjadi
  • Upaya preventif : upaya untuk mengajarkan, menjaga, mencegah agar tidak terjadi konflik

Selain semua itu, hal yang paling penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia adalah untuk saling menghargai serta saling menghormati.

Kristoforus Owen Sunjaya 9A/22 (rangkuman bab 4 kls 9)

BAB 4 (KELAS 9)

A. Persatuan dan Keberagaman Masyarakat Indonesia

Keberagaman Indonesia mengisyaratkan adanya suatu persatuan dari perbedaan. Persatuan ini menjadi hal yang sangat penting bagi bangsa Indonesia dan tidak dapat diubah oleh siapa pun. Dalam Pasal ayat 1 UUD NRI 1945, tertulis “Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik”. Sila ketiga Pancasila pun menegaskan kembali tekad bangsa Indonesia untuk mewujudkan suatu persatuan Indonesia.

1. Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari seorang pujangga, Mpu Tantular yang menulis Kitab Sutasoma. Secara harfiah, istilah ini berarti ‘berbeda itu satu’. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam cengkeraman kaki Garuda Pancasila sebagai lambang Negara Indonesia.

2. Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasioal. Wawasan nusantara menjadi landasan visional untuk menyelenggarakan kehidupan nasional.

B. Permasalahan Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

1. Bentuk Keberagaman Masyarakat Indonesia

Perbedaan yang ada di Indonesia mencakup berbagai bidang, tidak hanya dapat dilihat dari perbedaan secara fisik manusia (ras), tetapi mencakup juga perbedaan suku bangsa, agama dan kepercayaannya.

2. Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

Dalam KBBI, konflik didefinisikan sebagai ‘percekcokan, perselisihan, atau pertentangan’. Oleh karena itu, secara sederhana, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang berseberangan, tidak selaras, dan bertentangan.

Penyebab konflik dalam masyarakat

a. Perbedaan antarindividu

b. Perbedaan kebudayaan

c. Perbedaan kepentingan

d. Perubahan sosial

Sikap penyebab konflik

a. Primordialisme yang berlebihan

b. Etnosentrisme

c. Diskriminatif

d. Stereotipe

e. Fanatisme

f. Eksklusivisme

C. Upaya Menyelesaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

1. Memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara. Hak setiap warga negara yang terkait dengan keragaman dijamin dalam perundang-undangan antara lain sebagai berikut.

a. Pasal 28A UUD NRI Tahun 1945

b. Pasal 28E UUD NRI Tahun 1945

     Ayat 1, Ayat 2, Ayat 3

c. Pasal 28I UUD NRI Tahun 1945

    Ayat 1, Ayat 2, Ayat 3, Ayat 4, Ayat 5

d. Pasal 28J UUD NRI Tahun 1945

    Ayat 1, Ayat 2

2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang-undangan

a. Pasal 35 UUD NRI Tahun 1945

b. Pasal 36 UUD NRI Tahun 1945

c. Pasal 36A UUD NRI Tahun 1945

d. Pasal 36B UUD NRI Tahun 1945

3. Upaya represif yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat antara lain sebagai berikut.

a. Melakukan penangkapan atas pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam upaya aktif untuk melakukan perpecahan terkait keberagaman masyarakat.

b. Melakukan hukuman terhadap pihak-pihak yang secara hukum terbukti terlibat dalam upaya melakukan perpecahan terkait keberagaman masyarakat.

4. Mengembangkan upaya prevetif untuk meyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat antara lain sebagai berikut.

a. Selalu bersikap ramah, bersahabat, berpikir positif, dan saling membantu sesama warga masyarakat.

b. Masalah perbedaan yang terjadi dipecahkan dengan bermusyawarah secara bijaksana, penuh pengertian, saling menghargai, dan tanpa paksaan.

c. Antaranggota masyarakat dan antarkelompok dalam masyarakat melakukan kerja sama.

d. Warga negara belajar berkomunikasi secara efektif dan berdiskusi mengenai perbedaan yang ada sehingga tercipta situasi saling memahami.

Kristoforus Owen Sunjaya 9A/22 (rangkuman kls 7)

Tugas PPKN                                                       

BAB 1 (KELAS 7)                                               

A. Sejarah Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

1. Latar belakang Pancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila dipilih sebagai dasar negara dan ideologi negara Indonesia berdasarkan beberapa faktor :

a. Proses sejarah kelangsungan hidup dan perjuangan Bangsa Indonesia.

b. Nilai-nilai dan moral Pancasila sudah menjadi milik bangsa Indonesia sejak dahulu.

c. Nilai-nilai dan moral Pancasila mengandung nilai-nilai masa depan, yaitu Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

2. Perjuangan Bangsa Indonesia dalam Menemukan Nilai-Nilai Luhur Pancasila  

a. Masa Awal Keberadaan Bangsa Indonesia

b. Masa Kerajaan

c. Masa Perjuangan Melawan Penjajah

3. Masa Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

a. Pembentukan BPUPKI

Proses Pembentukan BPUPKI

Pada bulan September 1944, Perdana Menteri Jepang, Koiso, dalam sidang parlemen mengatakan bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan pada Indonesia. Tindak lanjut dari janji tersebut, pada tanggal 1 Maret 1945, Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Zunbi Chosakai.

b. Perumusan Dasar Negara dalam sidang BPUPKI

1. Sidang BPUPKI (29 Mei-1 Juni)

Dalam sidang tersebut, Ketua BPUPKI, dr.K.R.T. Rajiman Wedyodiningrat menanyakan apakah dasar negara yang akan dipakai apabila Indonesia merdeka nanti. Pertanyaan tersebut dijawab oleh segenap anggota BPUPKI, terutama Muhammad Yamin, Prof. Dr. Supomo, dan Ir. Sukarno tentang usulan dasar negara Indonesia Merdeka.

2. Perumusan Piagam Jakarta

Pada Tanggaln 22 Juni 1945, Panitia Kecil mengadakan rapat gabungan dengan anggota BPUPKI yang bertempat tinggal di Jakarta. Hasilnya dibentuk Panitia Kecil Penyelidik Usul-usul/Perumusan Dasar Negara dengan 9 anggota, yaitu Ir. Sukarno, Drs. Muhammad Hatta, Mr.A.A. Maramis, K.H. Wahid Hasyim, Abdul Kahar Muzakir, Abikusno Cokrosuyoso, H.Agus Salim, Mr.Ahmad Subarjo, dan Mr. Muhammad Yamin. Pada hari itu juga Panitia Perumusan Dasar Negara bersidang dan menghasilkan Mukadimah Hukum Dasar Negara Indonesia yang terkenal dengan nama Piagam Jakarta.

3. Sidang BPUPKI II (10-17 Juli 1945)

Sidang II BPUPKI berlangsung mulai tanggal 10 sampai dengan 17 Juli 1945. Agenda Sidang II adalah membahas bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan undang-undang dasar, ekonomi, keuangan, pembelaan, pendidikan, dan pengajaran. Hasil akhir Sidang BPUPKI II adalah Rancangan UUD NRI dengan Piagam Jakarta sebagai Pembukaannya.

B. Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara

1. Pembentukan PPKI

Dengan selesainya sidang BPUPKI II, menandai selesainya masa tugas BPUPKI dengan menghasilkan rancangan dasar filsafat negara bagi negara Indonesia merdeka beserta rancangan UUD.

2. Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam Sidang PPKI

a. Sidang Pembukaan

b. Sidang Utama

C. Komitmen Kebangsaan Para Pendiri Negara dalam Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara

1. Makna Komitmen Kebangsaan

Semangat kebangsaan atau nasionalisme juga bermakna sama dengan patriotisme. Patriotisme berasal dari kata patria (tanah air),yang kemudian berubah menjadi patriot. Dengan demikian, patriotisme adalah semangat cinta tanah air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segalanya untuk mempertahankan bangsanya. Patriotisme muncul setelah adanya nasionalisme.

Nasionalisme dapat dibagi menjadi dua yaitu,

a. Nasionalisme Sempit ( Chauvinisme )

b. Nasionalisme Luas  

2. Komitmen Keangsaan Para Pendiri Negara dalam Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

a. Peran Kelembagaan Pendiri Negara dalam BPUPKI

b. Peran Individual Pendiri Negara dalam sidang BPUPKI

D. Meneladani Semangat dan Komitmen Kebangsaan Para Pendiri Negara dalam Merumuskan dan Menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara

Nilai semangat dan komitmen yang tinggi terhadap bangsa dan negara, antara lain sebagai berikut:

a. Komitmen kebangsaan atas dasar nilai Ketuhanan Yang Maha Esa

b. Komitmen kebangsaan atas dasar nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

c. Komitmen kebangsaan atas dasar nilai Persatuan Indonesia

d. Komitmen kebangsaan atas dasar nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

e. Komitmen kebangsaan atas dasar nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

BAB 2 (KELAS 7)

A. Norma yang Berlaku dalam kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara

1. Hakikat Norma

    Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan kodratnya sebagai makhluk individu dan sosial. Sebagai makhluk individu, setiap manusia mempunyai kepentingan yang bersifat pribadi dan berbeda dengan manusia lain. Sedangkan sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri, tetapi selalu bergaul dan bekerja sama dengan manusia lain.

Menurut KBBI, norma mempunyai 2 arti, yaitu:

a. Aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan diterima.

b. Aturan, ukuran, atau kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur untuk menilai atau memperbandingkan sesuatu

2. Jenis-Jenis Norma

a. Norma Agama

b. Norma Moral

c. Norma Sosial

d. Norma Hukum

3. Hubungan antara Norma Agama, Moral, Sosial, dan Hukum

     Semuanya mengarah kepada terwujudnya kehidupan aman dan tenteram. Sebagai contoh, norma agama mewajibkan penganut agamanya untuk menghormati orang tua. Hal itu senada dengan norma kesopanan dan norma moral.

     Dalam kehidupan masyarakat juga ditemukan adanya kebiasaan, adat istiadat, dan peraturan.              Kebiasaan adalah sesuatu yang biasa dikerjakan oleh seseorang atau suatu kelompok masyarakat. Kebiasaan yang terus dilakukan oleh masyarakat secara terus-menerus akan diterima sebagai kebaikan yang akhirnya menjadi hukum tidak tertulis.

     Adat istiadat adalah tata kelakuan yang kekal dan turun-temurun dari generasi ke generasi sebagai warisan sehingga tertanam kuat dalam pola perilaku masyarakat. Sedangkan peraturan adalah petunjuk, kaidah, dan ketentuan yang dibuat untuk mengatur hidup manusia sebagai warga masyarakat. Peraturan juga dilengkapi dengan sanksi. Peraturan masyarkat biasanya dibuat melalui musyawarah dan disepakati bersama.

B. Arti Penting Norma dalam kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara

1. Arti Penting Norma bagi Individu dan Masyarakat

a. Bagi kehidupan pribadi, norma memberikan jaminan untuk hidup lebih tenang dan tenteram.

b. Bagi kehidupan masyarakat, norma menjadi pedoman dalam pergaulan sosial sehingga tercipta kondisi masyarakat yang tertib, aman, dan tenteram

2. Indonesia sebagai Negara Hukum

    Salah satu norma yang berlaku di masyarakat dengan sifat yang mengikat dan sanksi tegas bagi pelanggarnya adalah norma hukum. Hal itu karena manusia memiliki kecenderungan untuk melanggar norma. Oleh karena itu, negara Indonesia diselenggarakan berdasarkan aturan hukum. Indonesia sebagai negara hukum ditegaskan dalam UUD NRI 1945 pada pasal 1 ayat 3.

BAB 3 (KELAS 7)

A. Sejarah Perumusan UUD NRI 1945

1. Sidang BPUPKI I (29 MEI-1 JUNI)

Pada sidang BPUPKI I, selain menerima berbagai usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka, juga dibentuk Panitia Kecil Perumusan Dasar Negara dengan 9 anggota.

2. Rapat Panitia Kecil

Di luar persidangan BPUPKI, tepatnya pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Kecil mengadakan rapat gabungan dengan anggota BPUPKI yang bertempat tinggal di Jakarta. Hasil rapat Panitia Kecil Perumusan Dasar Negara adalah rancangan UUD dengan Mukadimah Hukum Dasar Negara Indonesia yang terkenal dengan nama Piagam Jakarta.

3. Sidang BPUPKI II (10-17 JULI 1945)

Pada Sidang BPUPKI II dibentuk tiga panitia dalam rangka membahas rancangan UUD Negara Indonesia, yaitu :

a. Panitia Perancang UUD yang diketuai oleh Ir. Soekarno

b. Panitia Keuangan dan Perekonomian yang diketuai oleh Drs. Muhammad Hatta

c. Panitia PETA yang diketuai oleh Abikusno Cokrosuyoso

B. Penetapan UUD NRI 1945

1. Pembentukan PPKI

Setelah meyatakan merdeka, 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memiliki tugas yang berat, yaitu membuat aturan dasar yang mengatur penyelenggaraan negara dan aparat pemerintahan. Oleh karena itu, PPKI sebagai lembaga yang mewakili seluruh rakyat Indonesia dalam membicarakan masalah bangsa segera memanggil seluruh anggota untuk bersidang.

2. Sidang PPKI

Pada awalnya, PPKI berjumlah 21 orang, namun pada perkembangannya jumlah tersebut ditambah sebanyak 6 orang tanpa sepengetahuan pemerintah Jepang, yaitu Wiratnakusumah, Ki Hajar Dewantara, Kasman Singodimejo, Sayuti Melik, Iwa Kusuma Sumantri, dan Ahmad Subarjo.

C. Arti Penting UUD NRI 1945 bagi Bangsa dan Negara Indonesia

1. Kedudukan UUD NRI 1945

a. Dibentuk dengan istimewa

b. Dianggap sesuatu yang luhur

c. Berisi cita-cita bangsa dan dasar organisasi negara

d. Berisi garis besar tentang dasar dan tujuan negara

2. Arti Penting UUD NRI 1945

a. Menjadi dasar dan sumber ekstensi berdirinya NKRI

b. Sebagai aturan hukum

c. Sebagai salah satu pilar kebangsaan Indonesia

3. Perubahan UUD NRI 1945

Pada tanggal 27 Desember 1949, konstitusi negara Indonesia diganti dengan Konstitusi RIS. Hal ini berlaku hingga tanggal 17 Agustus 1950 dan berganti lagi dengan UUDS 1950 hingga tanggal 5 Juli 1959.

BAB 4 (KELAS 7)

A. Bhinneka Tunggal Ika

1. Pengertian Bhinneka Tunggal Ika

Berasal dari kitab Sutasoma karya Empu Tantular seorang pujangga di kerajaan Majapahit. Dalam kitab tersebut, lengkapnya adalah Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang berarti “walaupun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua adanya karena tidak ada agama yang tujuannya berbeda”. Berdasarkan tuisan tersebut, arti dari Bhinneka Tunggal Ika yaitu ‘berbeda-beda tetapi tetap satu jua’.

2. Makna Bhinneka Tunggal Ika

a. Bangsa Indonesia menyadari bahwa keberagaman

b. Bangsa Indonesia menyadari bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika mendorong lahirnya persatuan dan kesatuan Indonesia

c. Bangsa Indonesia menyadari bahwa di tengah arus globalisasi yang sangat cepat dan terjadinya pencampuran budaya diperlukan penyaring agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap utuh dan semangat berbeda, tetapi tetap satu atau Bhinneka Tunggal Ika adalah kuncinya

d. Bangsa Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa Bhinneka Tunggal Ika merupakan salah satu pilar selain pancasila, UUD NRI 1945

3. Arti Penting Semboyan Bhinneka Tunggal Ika bagi Bangsa Indonesia

a. Pendorong lahirnya nasionalisme Indonesia

b. Penyemangat untuk membangun Indonesia lebih maju

c. Benteng persatuan bangsa dan negara Indonesia di era globalisasi

B. Keberagaman dalam masyarakat Indonesia

1. Hakikat Keberagaman

NKRI terbentuk dari keberagaman dalam semua aspek kehidupan, baik kewilayahan, suku bangsa, agama, ras, golongan, dan gender. Keberagaman yang menjadi realita kehidupan di Indonesia menjadi modal terbentuknya persatuan dan kesatuan bangsa.

2. Keberagaman di Indonesia

a. Keberagaman wilayah dan lingkungan

b. Keberagaman suku bangsa dan budaya

c. Keberagaman agama

d. Keberagaman ras

e. Keberagaman golongan

f. Keberagaman gender

3. Faktor penyebab keberagaman bangsa Indonesia

a. Lingkungan fisik daerah

b. Keyakinan atau agama

c. Kehidupan sosial budaya di berbagai daerah

d. Faktor sejarah

C. Arti penting keberagaman dalam masyarakat Indonesia

a. Sebagai potensi menuju kejayaan bangsa

b. Sebagai tantangan bangsa

2. Semangat menjaga keberagaman dalam masyarakat dalam masyarakat Indonesia

a. Semangat dan perilaku dalam kehidupan beragama yang beragam

b. Semangat dan perilaku dalam keberagaman ras dan suku di Indonesia

c. Semangat dan perilaku dalam keberagaman sosial budaya

d. Semangat dan perilaku dalam perbedaan jenis kelamin

D. Perilaku toleransi dalam masyarakat

Sikap toleransi harus dimiliki oleh semua orang dan dilaksanakan di berbagai lingkungan hidup seperti:

a. Lingkungan Keluarga

b. Lingkungan Sekolah

c. Lingkungan Masyarakat

d. Kehidupan berbangsa dan bernegara

BAB 5 ( KELAS 7 )

A. Makna kerja sama dalam hidup bermasyarakat

Manusia merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan dari orang lain. Maka dari itu, sebagai makhluk sosial, manusia akan melakukan kerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

1. Pengertian kerja sama

Kata kerja sama memiliki makna, yaitu sebuah tindakan atau bekerja bersama untuk mencapai tujuan atau keuntungan bersama.

2. Norma kerja sama dalam berbagai kehidupan

Manusia diciptakan Tuhan di muka bumi hanya untuk memakmurkan bumi dan mengabdi kepada-Nya. Untuk itu, manusia diciptakan Tuhan agar hidup berkelompok, tolong-menolong, dan bekerja sama atas dasar kebajikan. Manusia dilarang untuk saling bermusuhan dan membuat kerusakan. Untuk itu, kerja sama yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari harus didasarkan pada norma atau kaidah tententu, yaitu:

a. Tidak untuk melakukan kejahatan

b. Bersifat meninggikan derajat dan martabat kemanusiaan

c. Bersifat adil

3. Faktor yang mempengaruhi kerja sama

a. Orientasi Individu

b. Hubungan timbal balik

c. Komunikasi

B. Pentingnya kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat

1. Manfaat kerja sama bagi kehidupan pribadi

a. Merasa tenang karena diterima oleh orang lain

b. Pekerjaan atau kepentingan pribadi akan lebih ringan dan cepat terselesaikan

2. Manfaat kerja sama bagi kehidupan di sekolah

a. Meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah

b. Setiap warga sekolah merasa senang dan aman di lingkungan sekolah

3. Manfaat kerja sama bagi kehidupan di masyarakat

a. Menjaga kebersihan lingkungan

b. Menjaga keamanan lingkungan

4. Manfaat kerja sama bagi kehidupan bangsa dan negara

a. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa

b. Mempercepat proses dan hasil pembangunan

5. Manfaat kerja sama dalam pergaulan internasional

a. Menjaga keamanan dan perdamaian dunia

b. Mencukupi kebutuhan masing-masing negara

C. Bentuk-bentuk kerja sama dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat

1. Kerja sama dalam kehidupan di keluarga

2. Kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

3. Kerja sama dalam pergaulan internasional

 a.Bentuk-bentuk kerja sama

1. Kerukunan

2. Bargaining

3. Kooptasi

4. Koalisi

5. Joint Venture

b. Bidang-bidang kerja sama

1. Kerja sama dalam bidang politik

2. Kerja sama dalam bidang ekonomi

3. Kerja sama dalam bidang sosial budaya

4. Kerja sama dalam kehidupan beragama

c. Hambatan dalam kerja sama antarnegara

1. Ideologi negara berbeda

2. Konflik dan peperangan

3. Kebijakan perdagangan yang merugikan negara lain

4. Perbedaan kepentingan tiap-tiap negara

d. Bentuk-bentuk kerja sama antarnegara

1. Kerja sama bilateral

2. Kerja sama regional

3. Kerja sama subregional

4. Kerja sama antarregional

5. Kerja sama multilateral

BAB 6 (KELAS 7)

A. Makna Persatuan dan Kesatuan

1. Pengertian Persatuan dan Kesatuan

Persatuan mengandung arti “bersatunya sesuatu yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi.”Persatuan Indonesia berarti persatuan bangsa yang mendiami wilayah Indonesia.

2. Prinsip-Prinsip Persatuan dan Kesatuan Bangsa

a. Binneka Tunggal Ika

b. Nasionalisme Indonesia

c. Kebebasan yang bertanggung jawab

d. Wawasan Nusantara

e. Persatuan Pembangunan untuk mewujudkan cita-cita reformasi

3. Semangat Persatuan dan Kesatuan Indonesia

a. Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Wilayah Indonesia

b. Meningkatkan Semangat Bhinneka Tunggal Ika

c. Mengembangkan Semangat Kekeluargaan

d. Menghindari Penonjolan SARA

4. Manfaat Persatuan dan Kesatuan bagi Bangsa Indonesia

a. Memperkuat jati diri NKRI

b. Memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi segala ancaman dan gangguan dalam bernegara

c. Memudahkan mencapai tujuan nasional

d. Menciptakan suasana yang tenteram, aman, dan damai karena semua orang menunjukan sikap setia kawan, toleran, dan solidaritas dalam kerangka NKRI

B. Makna Sejarah Berdirinya NKRI

1. Hakikat Negara

a. Pengertian Negara, Bangsa, dan Tanah Air

Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sah. Bangsa adalah orang-orang yang memiliki persamaan latar belakang sejarah, pengalaman, dan perjuangan dalam mencapai hasrat untuk bersatu dalam mencapai cita-cita bersama. Tanah air adalah tempat di mana seseorang dilahirkan, hidup dan memperoleh kehidupan dan akhirnya meninggal dunia. Tanah air disebut juga tanah tumpah darah.

b. Bentuk Negara dan Pemerintahan

c. Lahirnya Suatu Negara

d. Fungsi dan Tujuan Berdirinya Negara

Fungsi negara adalah

1). Fungsi keamanan dan ketertiban

2)Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran

3) Fungsi pertahanan

4) Fungsi keadilan

Tujuan berdirinya negara adalah

1) Menciptakan kekuasaan negara secara demokratis

2) Mencapai perdamaian dunia

3) Menjamin hak dan kebebasan manusia

4) Mewujudkan keadilan sosial

5) Mencapai kesejahteraan bersama

2. Makna Proklamasi Kemerdekaan

a. Perjuangan menuju NKRI

b. Detik-detik proklamasi kemerdekaan

3. Makna NKRI

Prokamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945 merupakan awal berdirinya NKRI. Negara Indonesia yang diproklamasikan oleh para pendiri negara adalah negara kesatuan. Hal itu, secara jelas diketahui dari rumusan UUD NRI 1945 Pasal 1 ayat 1 yang menyatakan, “Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik”.

4. Tujuan NKRI

a. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

b. Memajukan kesejahteraan umum

c. Mencerdaskan kehidupan bangsa

d. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

5. Bentuk Negara dan Pemerintahan NKRI

Bentuk Negara yang dianut oleh Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah negara kesatuan. NKRI adalah negara yang berbentuk kesatuan dengan bentuk pemerintahan republik dengan nama Indonesia. Hal itu sesuai ketentuan UUD NRI 1945 Pasal 1 ayat 1 dan Pasal 1 ayat 2.

Upaya Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Indonesia

1. Ketentuan Hukum Tentang Pembelaan Negara

a. UUD NRI 1945

b. UU Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Polri

c. UU Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

2. Usaha Mempertahankan NKRI

a. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

b. Pelatihan Kemiliteran Secara Wajib

c. Pengabdian sebagai Prajurit TNI atau Polri secara Sukarela atau Wajib

d. Pengabdian melalui Profesi

Design a site like this with WordPress.com
Get started