Rangkuman buku PPKN kelas 7, Ralfhael Jesse Lesmana

BAB 1

PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

Pancasila dipilih sebagai dasar negara berdasarkan beberapa factor yaitu :

  • Proses sejarah kelangsungan hidup
  • Nilai dan moral Pancasila sudah menjadi milik bangsa Indonesia sejak dahulu
  • Nilai nilai dan moral Pancasila mengandung nilai-nilai masa depan

Pada zaman praaksara hanya ada dua kepercayaan yaitu animism dan dinamisme

Bhinneka Tunggal Ika diambil dari kitab Sutasoma ciptaan Mpu Tantular dan Negara Kertagama karya Mpu Prapanca.

Pada tanggal 20 Mei 1908 berdiri organisasi Budi Utomo dan pada tanggal 28 Oktober 1928 diadakan kongres pemuda ke 2 di Jakarta.Kedua tanggal itu merupakan tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

1 maret 1945 adalah tanggal berdirinya BPUPKI dan dilakukan pengumuman oleh Jenderal Nagano Yoichiro pada 29 April 1945

Ketua pertama adalah Dr.K.R.T. Rajiman Wedyodiningrat dan dibantu oleh R.P.Suroso dan Ichibangase yoshio.

Pelantikan BPUPKI dilakukan pada 28 Mei 1945

Tugas utama BPUPKI  = mengadakan penyelidikan dan persiapan mengenai negara Indonesia merdeka.

BPUPKI melakukan sidang  1 yang membahas Pancasila (29 Mei – 1 Juni 1945)

  • usulan
  • Muhammad Yamin di tanggal 29 mei :
  • Peri kemanusiaan
  • Peri kebangsaan
  • Peri ketuhanan
  • Peri kerakyatan
  • Kesejahteraan rakyat
  • Prof.Dr.Supomo di tanggal 31 mei :
  • Persatuan
  • Kekeluargaan
  • Taat kepada Tuhan
  • Musyawarah
  • Keadilan rakyat
  • Ir.Soekarno di tanggal 1 juni :
  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme
  • Demokrasi
  • Kesejahteraan social
  • keTuhanan yang berkebudayaan

Pancasila dapat diperas menjadi trisila yaitu :

  • sosionalisme
  • sosiodemokrasi
  • keTuhanan

Trisila bisa jadi Ekasila yaitu gotong royong

1 juni adalah hari Pancasila

22 juni 1945 didirikan panitia kecil oleh BPUPKI

Panitia kecil membentuk piagam Jakarta yang berisi dasar negara

Siding kedua BPUPKI pada tanggal 10-17 Juli 1945,membahas rumusan Pancasila di piagam Jakarta yaitu :

  • ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk – pemeluknya
  • kemanusiaan yang adil dan beradab
  • persatuan Indonesia
  • kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  • keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia

7 agustus 1945 adalah tanggal berdirinya PPKI dan diketuai oleh Ir.Soekarno dan wakil Muhammad Hatta.

Tugas PPKI adalah mempersiapkan kelengkapan persiapan kemerdekaan.

PPKI melaksakan siding di tanggal 18 Agustus 1945 yang menghasilkan 3 keputusan penting :

  • mengesahkan undang undang dasar negara
  • memilih presiden dan wakil presiden yaitu Ir.Soekarno dan Muhamaad hatta
  • presiden sementara dibantu oleh KNIP

patriotisme = semangat cinta tanah air

NASIONALISME = kekuasaan tertinggi negara diserahkan kepada negara kebangsaan, ada 2 macam nasionalisme :

  • sempit (chauvinism) , bersifat negative karena memandang rendah negara lain dan menganggap negaranya paling besar
  • luas,bersifat positif karena menghormati dan menhargai negara lain dan tidak merendahkannya

BAB 2

NORMA DALAM BERMASYARAKAT DAN BERNEGARA

Norma memiliki du aarti menurut KBBI yaitu :

  • aturan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat,dipakai sebagai panduan,tatanan,dan pengendali tingkah laku yang sesuai
  • aturan,ukuran,atau kaidah yang dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai sesuatu

NORMA AGAMA

= aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan,manusia dengan sesamanya,dan manusia dengan lingkungan.

tujuan norma = mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Sanksi norma agama adalah DOSA

Contoh norma agama :

  • iman dan takwa kepada Tuhan
  • beribadah kepada Tuhan
  • berbuat baik kepada sesame manusia

NORMA MORAL (ETIKA DAN KESUSILAAN)

= norma yang mengatur hidup manusia yang berlaku secara umum dan bersumber dari hati Nurani manusia.

Tujuan norma = mewujudkan keharmonisan hubungan antar manusia

Contoh :

  • jujur dalam perksataan
  • mengembalikan utang
  • saling menghormati

NORMA SOSIAL

= norma yang berkembang dalam suatu kehidupan social.

Sumber norma = kebaikan dalam suatu masyarakat

Contoh :

  • berbicara santun
  • silahturahmi
  • gotong royong

NORMA HUKUM

= aturan tertulis yang dibuat oleh negara

Tujuan = menciptakan ketertiban

Sumbernya = aturan tertulis negara

Contoh :

  • peraturan lalu lintas
  • aturan hokum pajak

APA FUNGSI NORMA

  1. bagi kehidupan pribadi = jaminan untuk hidup tenang dan tentram
  2. bagi kehidupan masyarakat = pedoman dalam bersosialisasi

UNSUR2 NEGARA HUKUM

  1. adanya suspense hokum = kekuasaan tertinggi ada pada hokum
  2. adanya persamaan kedudukan dalam bhukum = semua warga negara memiliki kedudukan yang sama didepan hukum’
  3. adanya jaminan HAM

Indonesia dikatakan sebagai negara hokum terlihat pada UUD 1945 :

  • pasal 1 ayat 3 “Negara Indonesia adalah negara hokum”
  • pasal 27 sampai 34 mengatur hak dan kewajiban warga negara

fungsi hokum :

  • menjamin kepastian hokum
  • menjamin ketertiban,keamanan,dan keadilan
  • menjaga agar tidak ada main hakim sendiri

BAB 3

PERUMUSAN DAN PENETAPAN UUD NRI 1945

11 JULI 1945 , Panitia Perancang Undang – Undang Dasar melanjutkan siding yang mencapai kesepakatan yaitu :

  1. membentuk panitia “declaration of rights”
  2. bentuk unitarisme
  3. kepala negara berada di satu orang yaitu presiden
  4. membentuk Panitia Kecil Perancang Undang – Undang Dasar yang diketuai oleh Supomo

18 AGUSTUS 1945 ,PPKI mengadakan siding di Gedung Kesenian Jakarta

Pada siding ini PPKI mengubah sila pertama pada piagam Jakarta dari “Ketuhanan engan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluknya” menjadi “Ketuhanan yang maha esa”.

Keputusan siding PPKI pada 18 agustus 1945 :

  1. mengesahkan UUD
  2. Memilih presiden dan wakil presiden yaitu Ir.Soekarno dan Drs.Muhammad Hatta
  3. Presiden sementara waktu dibantu oleh KNIP

UUD NRI 1945 yang ditetapkan PPKI memiliki systemmatika sebagai berikut :

  • Pembukaan terdiri dari 4 alinea
  • Ada 16 bab
  • 37 pasal
  • 4 pasal aturan perlaihan
  • 2 ayat aturan tambahan

UUD NRI 1945 mempunyayi kedudukan istimewa karena :

  1. Dibentuk dengan cara istimewa
  2. Dianggap sesuatu yang luhur
  3. Berisi cita2 bangsa dan dasar organisasi negara
  4. Berisi garis besar tentnag dasar dan tujuan negara

Dua materi dasar UUD NRI 1945 :

  • Pengaturan bentuk negara dan system pemerintahan negara
  • Pengaturan tentang hubungan negara dengan warga negara dan penduduknya

Arti penting UUD NRI 1945 :

  • Dasar berdirinya NKRI
  • Landasan constitutional penyelenggaraan negara Indonesia
  • Aturan hokum tertinggi
  • Salah satu pilar kebangsaan
  • JULI 1959 adalah hari dimana Soekarno mengeluarkan dekret presiden karena  UUDS 1950 menimbulkan banyak persoalan

Isi dekret presiden :

  1. Menetapkan pembubaran konstituante
  2. Menetapkan UUD NRI 1945 berlaku kembali
  3. Pembentukan MPRS

Latar belakang amandemen UUD NRI 1945 :

  • Memperbaiki arah perjalanan negara
  • Mengubah tata kelola negara
  • Mewujudkan visi misi reformasi

Tujuan amandemen :

  • Menegakan kedaulatan rakyat
  • Membuat pasal UUD NRI 1945 yang tidak multitafsir
  • Membuat tata kelola negara secara demokratis

Kesepakatan amandemen UUD NRI 1945 :

  • Mempertahankan nkri
  • Tidak mengubah pembukaan UUD NRI 1945
  • Menghilangkan penjelasan di UUD NRI 1945

Jalannya amandemen UUD NRI 1945 :

  1. Amandemen pertama di tanggal 14-21 oktober 1999
  2. Amandemen kedua di tanggal 7-18 agustus 2000
  3. Amandemen ketiga di tanggal 1-9 november 2001
  4. Amandemen keempat di tanggal 1-11 agustus 2002

Hasil amandemen :

  • 16 bab menjadi 21 bab
  • 37 pasal menjadi 73 pasal
  • 49 ayat menjadi 170 ayat
  • 4 pasal aturan peralihan menjadi 3 pasal
  • 2 ayat aturan tambahan menjadi 2 pasal

Makna amandemen UUD NRI 1945 :

  • Adanya UUD yang lebi lengkap
  • Menjamin HAM warga negara
  • Mempertahankan Pancasila dan NKRI
  • Memperbaiki arah perjalanan bangsa

Menurut Prof.Jimly Asshiddiqie fungsi konstitusi adalah :

  • Pembatasan kekuasaan negara
  • Pengatur hubungan kekuasaan negara
  • Simbolik sebagai pusat uapacara

BAB 4

KEBERGAMAN INDONESIA DALAM BINGKAI BHINEKA TUNGGAL IKA

Bhinekka Tunggal Ika diambil dari kitab sutasoma ditulis oleh mpu tantular

UUD nomor 24 tahun 2009 tentang bendera,Bahasa,dan lambing negara serta lagu kebangsaan berisi :

  • Burung garuda mengembangkan sayap ke kiri dan kanan melambangkan tenaga pencipta
  • Kepala burung garuda menghadap ke kanan melambangkan kemujuran
  • Burung garuda terbang tinggi ke atas melambangkan cita2 tinggi bangsa
  • Warna emas pada burung garuda melambangakn keagungan
  • Jumlah bulu pada tbuh burung garuda yang melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia

makna Bhinneka Tunggal Ika :

  1. Keragaman bangsa Indonesia
  2. Mendorong lahirnya perstauan
  3. Penayaring masuknya budaya asing
  4. Pilar kebangsaan

Keastuan yang didasrkan atas berbagai perasaan sebagai bangsa yang tumbuh :

  • Kesatuan sejarah = bertumbuh dalam suatu proses sejarah
  • Kesatuan nasib = karena Bersama perna dijajah
  • Kesatuan kebudayaan = keberagaman budaya
  • Kesatuan ide cita cita dan kerohanian

Contoh penerapan bhinekka tungaal ika dalam kehidupan sehari hari :

  • Saling menghargai
  • Menjaga persatuan
  • Menghindari sikap negative
  • Meningkatkan identitas negara’

Aspek identitas suatu kelmpok etnik :

  1. Fisik
  2. Bahasa
  3. Adat istiadat
  4. Kesenian
  5. System kekerabatan
  6. Batas fisik lingkungan

Unsur kebudayaan universal :

  1. Bahasa
  2. Teknologi
  3. Mata pencaharian
  4. Organisasi social
  5. Pengetahuan
  6. Religi
  7. Kesenian

Keberagaman budaya dipengaruhi oleh :

  • Lingkungan alam
  • Kontak dengam budaya lain
  • Keyakinan

Toleransi umat beragama ada 2 yaitu :

  • Toleransi antar umat beragama yang sama dan berbeda
  • Toleransi antar umat dengan pemerintah

macam ras manusia :

  1. Negroid = berkulit hitam dan rambut keriting
  2. Mongoloid = berkulit kuning langsat dan rambut kaku
  3. Kaukasoid = berkulit putih dan mata biru
  4. Australoid = berkulit sawo matantg
  5. Khoisan  = afrika selatan

Factor yang digunakan untuk menggolongkan kberagaman :

  1. Administrasi kependudukan = suku bangsa asli,keturunan asing,masyarajat terasing
  2. Usia penduduk = anak2,usia produktif,dan usia tua
  3. Ekonomi = lemah,menengah,dan kuat
  4. Pendidikan
  5. Politik = golongan berdasrkan pasrtai
  6. Mata pencaharian

Ciri gender :

  • Bisa berubah
  • Bisa dipertukarkan
  • Bergantung masa
  • Bergantung budaya masing”

Ciri jenis kelamin :

  • Tidak bisa berubah
  • Tidak bisa dipertukarkan
  • Berlaku sepanjang masa
  • Berlaku dimana saja

3 peran gender :

  1. Produktif =  menghasilkan uang
  2. Reproduksi = tidak menghasilkan uang
  3. Kemasyarakatan

Jenis2 ketidaksetaraan gender :

  1. Marjinalisasi = menyisihkan perempuan
  2. Subordinasi = menempatkan wanita dibawah laki2
  3. Stereotip = pelabelan negative
  4. Violence = kekerasan pada perempuan
  5. Double burden = tugas yang memberatkan perempuan

Ciri2 kebutuhan praktis gender :

  • Kebutuhan langsung yang dapat dinikmati
  • Bersifat jangka pendek
  • Dikembangkan menurut peran reproduktif

Ciri2 kebutuhan strategis gender :

  1. Melarang pembagian kerja yang tidaka dil
  2. Kesamaan akses
  3. Memberikan pilihan bebas dan ha katas reproduksi

Factor penyebab keragaman bangsa Indonesia :

  • Lingkungan fisik daerah
  • Keyakinan
  • Kehidupan social budaya
  • Sejarah

Bentuk perilaku dalam keberagaman agama :

  • Menghormati agama lain
  • Tidak memaksakan kehendak orang lain
  • Bersikap toleran

UUD NRI 1945 pasal 29 ayat 2 =”Neagar menjamin kemerdekaan tiap tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing masing dan untuk beriabadat menurut agamanya dan kepercayaan itu”

Perilku semangat kebangsaan di tengah keberagaman social budaya :

  • Mengetahui keberagaman budaya
  • Mempelajari seni budaya
  • Merasa bangga
  • Menyaring budaya asing yang masuk

Pengembangan kesetaraan jenis kelamin :

  • Menghilangkan diskriminasi
  • Memberi kesempatan yang sama
  • Membagi alokasi sumber daya yang adil

Perilaku keberagaman di keluarga :

  • Menjalankan peran masing2
  • Saling menghargai
  • Membiasakan musyawarah

Perilaku keberagaman di sekolah :

  • Beretman dengan siapa saja
  • Menyusun pengurus kelas dengan mjusywarah

Perilaku keberagaman di lngkungan masyarakat :

  • Saling membantu
  • Menjaga keamanan lingkungan

BAB 5

KERJA SAMA DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI

Menurut Aristoteles mannusia adalah mahluk zoon politicon , mahluk yang hidup berkelompok dengan sesamanya.

Makna makna kerjasaMA :

  1. Tindakan kerja sama untuk mencapai tujua yag sama
  2. Bantuan aktif dari orang lain
  3. Keinginan untuk bekerjasama

Menurut pandangan ekonomi kerja sama adalah = gabungan individu yang saling membantu untuk mencapai hasil produksi,pembelian,atau distribusi

Menurut pandangan sosiologis =  aktivitas yang dilakukan Bersama demi mencapai hasil yang menguntungkan

Menurut pandangan ekologis = interaksi saling menguntungkan

Para ahli memiliki pendapat masing – masing terhadap makna kerjasama seperti :

  1. Moh.Jafar Hafsah = kerja sama adalah kemitraan
  2. H.Kusnadi = aktivitas yang dilakukan secara terpadu
  3. Zainuddin = kepedulian seorang kepada orang lain
  4. Tangkilisan = kerja yang dilakukan dengan kekuatan
  5. Bowo dan Andy = kerjasama hanya dapat tercapai jika manfaat yang diberikan dirasakan atau dinikmati bersdama
  6. Soekanto = suatu usaha untuk mncapai suatu tujuan
  7. Baron dan Byane = usaha untuk  mencapai suatu hasil
  8. Sunarto = keterlibatan secara pribadi yang dapat menyelesaikan masalah dengan optimal

Kerjasama harus dilakukan didasarkan dengan norma dan aturan sebai berikut :

  • Tidak unutk kejahatan
  • Bersifat meninggikan derajat dan martabat kemanusiaan
  • Adil

Factor yang mempengaruhi kerja sama :

  • Orientasi individu
  • Hubungan timbal balik
  • Komunikasi

Manfaat kerjasama menurut H.Kusnadi :

  •  Mendorong persaingan
  • Mendorog terciptanya sinergi
  • Menciptakan praktik hidup yag sehat

manfaat kerjasama menurut Moh.Jafar Hafsah :

  • Manfaat produktivitas = meningkatkan produktivitas pekerjaan
  • Manfaat efisiensi = menghasilkan cara kerja yang hemat’
  • Manfaat jaminan kualitas
  • Manfaat dlam resiko = resiko ditanggung Bersama

Manfaat kerjasama bagi kehidupan pribadi:

  • Merasa tenang
  • Pekerjaan akan lebih ringan
  • Merasa Bahagia

Manfaat kerjasama bagi kehidupan sekolah :

  • Kegiatan pembelajaran berjalan baik
  • Merasa senang
  • Meningkatlan kualitas Pendidikan

Manfaat kerjasama di kehidupan bermasyarakjat :

  • Mejaga kebersihan
  • Menjaga kemanan
  • Mempererat pekerjaan

Manfaat kerjasama untuk kehidupan bangsa :

  • Menjaga persatuan
  • Mempercepat [embangunan
  • Mempercepat kemajuan bangsa

Manfaat kerjasama di pergaulan internasional :

  • Menjaga perdamian dunia
  • Mencukupi kebutuhan dunia

Bentuk bentuk kerjasama :

  1. Kerukunan = untuk kepentingan Bersama
  2. Bargaining = perjanjian pertukaran barang untuk menguntungkan kedua phak
  3. Kooptasi = penerimaan unsur baru dalam organisasi untuk menjaga kestabilan oragnisasi
  4. Koalisi = gabungan dua kelompok atau lebih untuk tujuan yang sama

Bidang2 kerjasama :

  1. Politik = koalisi
  2. Ekonomi = UMKM
  3. Social budaya = gotong royong ( mapalus = sumut,sambatan = jawa,gugur gunung = jawa )
  4. Agama = menjaga sikap agama

Norma kerjasama pada pergaulan internasional :

  • Hubungan luar negeri didasarkan politik bebas atif
  • Pengembangan hubungan luar negeri untuk peningkatan kerja sama
  • Indonesia berperan sebagai pemecah masalah

Tujuan  kerja sama antar negara ;

  • Meningkatkan perekonomian antarnegara
  • Meningkatkan taraf hidup
  • Saling mengisi kekurangan
  • Memperluas pasar produksi

Hambatan kerjasama antar negara :

  • Ideologi yang berbeda
  • Konflik
  • Kebijakan perdagangan
  • Perbedaan kepentingan

Bentuk kerjasama antar negara :

  1. Bilateral = 2 negara bekerja sama (Indonesia dengan korea)
  2. Regional = kerjasama beberapa negara dalam suatu wilayah (ASEAN)
  3. Subregional = kerjasama beberapa negara dalam subkawasan (BENELUX)
  4. Antarregional = kerja sama antar negara dalam suatu Kawasan dengan Kawasan lain (Uni eropa dengan ASEAN)
  5. Multilateral = kerjasama beberapa negara tanpa melihat batas wilayah (UNESCO,WHO,PBB)

BAB 6

KARAKTERISTIK DAERAH DALAM KERANGKA NKRI

Persatuan = bersatunya sesuatu yang beraneka ragam menjadi suatu kebulatan yang utuh dan serasi.

Prinsip prinsip persatuan :

  1. Bhinneka Tunggal Ika
  2. Nasionalisme Indonesia
  3. Kebebasan yang beratnggung jawab
  4. Wawasan nusantara
  5. Persatuan pembangunan untuk mewujudkan cita2 reformasi

WUJUD NYATA SIKAP PERSATUAN PADA NKRI

  1. MEMPERTAHANKAN PERSATUAN DAN KESATUAN

Upaya mempertahankan persatuan dan kesatuan wilayah NKRI :

  1. Meningkatkan kekeluagaan
  2. Meningkatkan kualitas hidup
  3. Memperkuat system pertahanan
  4. MENINGKATKAN SEMANGAT BHINNEKA TUNGGAL IKA
  5. MENGEMBANGKAN SEMANGAT KEKELUARGAAN
  6. MENGHIDNARI PENONJOLAN SARA

Manfaat persatuan dan kesatuan :

  • Menciptakan suasana tentram
  • Memperkuat pertahanan negara
  • Memperkuat jati diri negara

Negara = kumpulan manusia dibawah pemerintahan yang sah.

Bangsa = orang2 yang memiliki latar belakang sejarah,pengalaman,dan perjuangan yang sama.

Bentuk negara :

  1. Federal = kedaulatan pada negara bagian
  2. Kesatuan = kedaulatan bersifat tunggal

Bentuk pemerintahan :

  1. Otokrasi = negara yang dikuasai oleh kekuasaan tunggal
  2. Oligarki = negara yang dikuasai oleh beberapa orang
  3. Republic = negara yang dijalankan oleh prinsip kedaulatan rakyat.

Fungsi negara :

  1. Kemanan = negara berupaya menjaga kemanan (UUD 1945 PASAL 3A)
  2. Kesejahteraan = negara berupaya mewujudkan kesejahteraan untuk semua warganya (UUD 1945 PASAL 33 DAN 34)
  3. Pertahanan = negara berupaya mempertahankan keutuhan wilayahnya (UUD 1945 PASAL 30)
  4. Keadilan = negara  berupaya mewujudkan keadilan (PANCASILA 5)

Tujuan negara :

  1. Menciptakan kekuasaan negara secara demokrasi (UUD 1945 PASAL 28 )
  2. Mencapai perdamaian dunia
  3. Mewujudkan keadilan social (PANCASILA 5)

Suhud dan Latief = orang pertama yang mengibarkan bendera merah putih saat proklamsi

Alinea pertama teks proklamsi = “kami bangsa Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaan Indonesia “

Alinea kedua = “hal – hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain – lain diselenggarakan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya”

Makna proklamasi kemerdekaan :

  • Batas akhir penjajahan
  • Pernyataan kemerdekaan
  • Tanda berdirinya NKRI
  • Alat hokum internasional

Makna kondisi bangsa yang majemuk :

  • Keberadaan NKRI yang strategis
  • NKRI berbentuk republic
  • NKRI adalah negara kepulauan

Tujuan bangsa Indonesia pada alinea keempat UUD NRI 1945 :

  • Memajukan kesejahteraan umum
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa
  • Ikut melaksanakan ketertiban dunia

R.Panji Suroso = gubernur jawa tengah pertama

Pada saat UUD RIS Indonesia dibagi jadi 3 :

  1. Negara republic Indonesia
  2. Negara Indonesia Timur
  3. Negara Sumatera Timur

Hak dan kewenangan pemerintah daerah :

  • Mengatur urusan pemerintahan
  • Memimpin pimpinan daerah
  • Mengelola aparatur daerah

Kewajiban pemerintah daerah :

  1. Melindungi masyarakat
  2. Mengembangkan kehidupan demokrasi
  3. Mewujudkan keadilan

Hasil otonomi daerah yang positif :

  1. Giatnya pembangunan daerah
  2. Diundangnya investor ke dalam negeri
  3. Pemerataan pembangunan

Arti penting otonomi daerah :

  • Unsur pembentuk NKRI
  • Mempercepat kemajuan NKRI

Ancaman dan gangguan NKRI :

  1. Terorisme = kegiatan yang membuat masyarakat resah
  2. Agresi
  3. Separatism = Gerakan untuk memisahkan diri dari Indonesia
  4. Radikalisme = tindakan kerusuhan karena latar belakang agama,suku,atau ras.
  5. Kejahatan lintas negara = penyelundupan senjata atau narkoba

KETENTUAN HUKUM PEMBELAAN NEGARA’

UUD NRI 1945 pasal 30 ayat 1-5

  1. Tiap2 warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan
  2. Usaha pertahanan negara dilaksanakan melalui system pertahanan dan kemanan rakyat semsta oleh TNI dan POLRI
  3. TNI terdiri atas AU,AD,AL sebagai alat negara mempertahankan negara4.
  4. Polri bertugas menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat
  5. Susunan TNI,Polri,hubungan TNI dan Polri di dalam menjlankan tugasnya

UUD NO.2 2002

            Tujuan polri :

  • Memelihara kemanan
  • Melaksanakan tertib dan tegaknya hokum

UUD NO.3 2002 TENTANG PERTAHANAN NEGARA

  1. Pertahanan negara = segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara
  2. System pertahanan negara = system pertahanan yang bersifat semesta yang melibtkan seluruh warga negara
  3. Hakikat pertahanan negara = upaya pertahanan yang bersifat semsta yang didasrkan hak dan kewajiban
  4. Pertahanan negara = menjaga dan melindungi kedaulatan negara
  5. Pertahanan negara = mewujudkan dan memperthankan seluruh wilayah NKRI

Ketetntuan tentang TNI

  1. TNI berperan sebagai alat pertahanan negara
  2. TNI terdiri dari AD,AL, dan AU
  3. TNI memiliki tujuan kebijakan pertahanan :
  4. Mempertahankan kedaulatan
  5. Melindungi kehormatan negara
  6. Melaksanakan operasi militer
  7. UU NO.34 tahun 2004 mengatur :
  8. Pertahanan negara = segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara
  9. TNI sebagai alat pertahanan negara
  10. TNI sebagai alat di bidang pertahanan
  11. Tugas utama TNI = menegakan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI

Komponen yang terlibat dalam system pertahanan negara :

  1. Komonen utama TNI selalu siap
  2. Komponen cadangan = Ratih dan Wanra
  3. Komponen pendukung = seluruh rakyat Indonesia

Komponen yang terlibat dalam system keamanan :

  1. Komponen utama = Kepolisian Negara RI
  2. Komponen cadangan = Hnasip
  3. Komponen pendukung = seluruh rajyat Indonesia

Uasaha mempertahankan NKRI :

  • Pendidikan Pancasila
  • Pelatihan kemiliteraan wajib
  • Pengabdian sebagai prajurit TNI
  • Pengabdian melalui profesi

Usaha mempertahankan keutuhan NKRI :

  • Mengutamakan kepentingan nasional
  • Menghormati keberagaman
  • Memajukan daerah scara bersamaan

RANGUKUMAN PKN KEELAS 7 BAB 6 Jesselyn Manuela 9A/18

A.Makna Persatuan dan Kesatuan

 Persatuan artinya bersatunya sesuatu yang beranekaragam menjadi satu kesatuan yang utuh dan serasi

Prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan bangsa, yaitu :
1.  Bhinneka Tunggal Ika 
2. Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme luas yang memandang semua bangsa memiliki derajat yang sama.

3. Kebebasan yang bertanggung jawab
4. Wawasan nusantara
5. Persatuan pembangunan untuk mewujudkan cita-cita reformasi

Wujud nyata sikap persatuan dan kesatuan di dalam NKRI, yaitu :
1. Mempertahankan persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia
2. Meningkatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika
3. Mengembangkan semangat kekeluargaan
4. Menghindari penonjolan SARA

Manfaat persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia, yaitu :
1. Memperkuat jati diri NKRI
2.  Memperkuat pertahanan nasional dalam menghadapi segala ancaman dan gangguan dalam bernegara
3. Memudahkan mencapai tujuan nasional
4. Menciptakan suasana yang tenteram, aman dan damai

B. Makna Sejarah Berdirinya NKRI

  • Pengertian negara,

 negara adalah suatu organisasi manusia/kumpulan manusia yang berada di bawah naungan suatu pemerintahan yang sah

  • Pengertian bangsa,

bangsa adalah orang – orang yang memilki persamaan nasib, latar belakang sejarah, pengalaman dan perjuangan dalam mencapai hasrat untuk bersatu dalam mencapai cita-cita bersama

  • Pengertian tanah air
tanah air

tanah air adalah tempat di mana seseorang dilahirkan, memperoleh kehidupan, menjalankan hidup, dan akhirnya meniggal dunia

 Bentuk negara dibedakan menjadi 2 :

  1. Negara kesatuan
  2. Negara serikat

Bentuk pemerintahan dibedakan menjadi 3 yaitu :

  1. Otokrasi, adalah negara yang diperintah dengan kekuasaan tunggal (raja atau dictator)
  2. Oligarki, adalah negara yang dijalankan oleh kekuasaan tertinggi di tangan beberapa orang
  3. Republik, adalah negara yang dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat yang dilaksanakanan secara demokratis melalui pemilihan umum.

Fungsi sebuah negara didirikan :

1. Menegakkan keadilan

2. Mencapai kesejahteraan bersama

3. Menegakan keamanan dan ketertiban

4. Menjamin Hak Asasi Manusia

Fungsi negara, yaitu :
1. Fungsi keamanan dan ketertiban
2. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran
3. Fungsi keadilan (mewujudkan keadilan bagi seluruh bangsanya)
4. Fungsi pertahanan

 Tujuan negara, yaitu :
1. Menjamin Hak dan kebebasan manusia
2. Mencapai perdamaian dunia
3. Mewujudkan keadilan sosial
4. Mencapai kesejahteraan bersama
5. Menciptakan kekuasaan negara secara demokratis

 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia memiliki jalan yang panjang, perjuangan menuju terwujudnya NKRI semakin menguat ketika Jepang menyerah pada sekutu.

Peristiwa ini mendorong bangsa Indonesia untuk mempercepat proklamasi Indonesia  sampai aakhirnya terjadi rengasdengklok, penculikan Ir Soekarno & Moh. Hatta.

Tujuan pencuikan ini adalah untuk mendesak Soekarno & hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Meskipun jepang tidak setuju, Ir soekarno & Moh Hatta tetap merumuskaan teks proklamasi dengan tulisan tangannya sendiri

 Proklamasi kemerdekaan memilik makna, yaitu :
1. Batas akhir penjahan di Indonesia
2. Pernyataan kemerdekaan Indonesia
3. Sumber tertib hukum nasional (hukum colonial diganti dengan hukum nasional)
4. Tanda berdirinya NKRI
5. Alat hukum internasional untuk bangsa Indonesia dalam melakukan hubungan dan kerjasama internasional.

Tujuan NKRI sesuai pembukaan UUD NRI Tahun 1945 pada alinea keempat, yaitu :
a). Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
b). Memajukan kesejahteraan umum 
c). Mencerdaskan kehidupan bangsa
d). Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi dan keadilan sosial

C. Upaya Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan

Berbagai gangguan dan ancaman membuat rusaknya persatuan dan keutuhan NKRI, ancaman dan gangguan tersebut ialah :

  • Terorisme, sesutau yang dapat membuat kekacauan bagi semua masyarakat. Terorisme dapat muncul dari luar negeri, bahkan dalam negeri.
  • Agresi,  kegiatan yang dilakukan negara lain untuk merebut Bangsa Indonesia.
  • Gerakan separatisme, memisahkan diri dari Negara induknya
  • Aksi Radikalisme (menimbulkan kekacauan & kerusuhan)
  • Kejahatan lintas Negara (penyelundupan narkoba, imigran gelap)

Pertahanan negara adalah salah satu fungsi pemerintah negara untuk mempertahankan negaranya dari serangan – serangan yang tidak diinginkan.

 Bagian yang terlibat dalam pertahanan negara, yaitu yang utama ialah TNI, cadangannya ialah Rakyat terlatih, , kemudian yang terakhir komponen pendukung, masyarakat Indonesia.

Dalam menjaga dan melindungi negara, kita harus melakukan pembelaan negara dengam cara berikut :

1. Mengutamakan kepentingan nasional dibanding daerah.

2. Menghormat keberagaman yang ada

3. Bersama – sama memajukan daerah demi persatuan NKRI

4. Menciptakan ketertiban di sekitar masyarakat,

5. Menaati aturan hukum yang berlaku

RANGKUMAN PKN KELAS 7 BAB 5 Jesselyn Manuela 9A/18

PPKN KELAS 7

BAB 5 KERJA SAMA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

A.Makna kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat

  1. Pengertian kerja sama (cooperation)

Kerja sama adalah suatu usaha bersama  untuk mencapai tujuan yang sama.

Keja sama merupakan interaksi yang penting karna manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri & memerlukan bantuan dari orang lain untuk mencapai tujuan nya.

Di masyarakat dikenal sebuah system kerja sama yang disebut gotong royong,sambatan,mapalus,subak dll

Kerja sama dalam bangsa Indonesia selalu ditanamkan mulai dari keluarga,lingkungan, sampai akhirnya menjadi ciri khas bangsa Indonesia

2.Norma kerja sama dalam berbagai kehidupan

Setiap manusia memiliki kepentingan yang berbeda-beda, jika semua manusia hanya mementingkan dirinya sendiri maka akan timbul perselisihan dan pertengkaran.

Untuk menghindari perselisihan,maka ditentukan kepentingan bersama. Kepentingan bersama adalah kepentingan semua orang/umum sehingga harus didahulukan atas kepentingan pribadi

Kerja sama yang dilakukan harus berdasarkan kaidah tertentu yaitu :

  • Meninggikan derajat & martabat keemanusiaan
  • Bersifat adil
  • Tidak untuk kejahatan & kerusakan

    3.Faktor yang memengaruhi Kerja sama
  • Orientasi Individu

Contoh dari Orientasi Individu : Seorang siswa ingin jadi pintar maka ia butuh bantuan guru untuk membimbingnya agar menjadi pintar.

  • Hubungan timbal balik

Hubungan timbal balik antar 1 individu dengan yang lainnya menumbuhkan kerja sama. Disini keduaindividu saling membantu satu sama lain untuk mencapai apa yang mereka tuju.

  • Komunikasi

Kerjasama pasti memerlukan komunikasi,baik secara langsung mauupun media. Karna komunikasi merupakan awal terbentuknya kerjasama.

B.Pentingnya kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat

Kerja sama mempunyai beberapa manfaat yaitu :

  • Manfaat produktivitas

Dapat meningkatkan produktivitas pekerjaan (bisa menghasilkan lebih)

  • Manfaat efesiensi

Menghasilkan kerja yang hemat,dalam hal waktu,tenaga & biaya

  • Manfaat jaminan kualitas,kuantitas dan kontinuitas

Melalui kerja sama kita dapat menghasilkan barang / produk dengan mutu yang bagus, jumlah banyak, dan berkelanjutan

  • Manfaat dalam resiko

Dapat menumbuhkan rasa senasib sepenanggungan sehingga resiko menderita kerugian diatasi/ditanggung secara bersama-sama

  1. Manfaat kerja sama di kehidupan pribadi
  • Merasa tenang karna ditrima orang lain
  • Bahagia kaarna dapat meringankan beban orang lain
  • Pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan

    2.Manfaat kerja sama bagi kehidupan sekolah
  • Kegiatan sekolah dapat berjalan dengan baik
  • Warga sekolah merasa aman & senang berada di lingkungan sekolah
  • Meningkatkan kualitas pendidikan sekolah

    3.Manfaat kerja sama bagi kehidupan di masyarakat
  • Menjaga keamanan ingkungan (poskamling)
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Mempercepat selesainya suatu pekerjaan

    4.Manfaat kerjasama bagi kehidupan bangsa & Negara
  • Menjaga persatuan & kesatuan bangsa
  • Mempercepat proses kemajuan bangsa
  • Mempercepat proses & hasil pembangunan

    5.Manfaat kerjasama dalam pergaulan internasional
  • Mempercepat kemajuan suatu Negara
  • Menjga keamanan & perdamaian dunia
  • Mencukupi kebutuhan masing-masing Negara

    C.Bentuk kerja sama dalam berbagai bidang
  • Kerja sama dalam kehidupan keluarga

Biasanya dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan bersama contoh :

Kakak membantu adiknya mengerjakan PR

  • Kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa & bernegara

    a.Bentuk-bentuk kerjasama
  1. Kerukunan

Kerukunan adalah kerjasama untuk kepentingan bersama.

Contoh : gotong royong

2.Bargaining

Bargaining adalah perjanjian mengenai pertukaran barang/jasa antar kelompok dengan tujuan dapat memberikan keuntungan yang adil bagi ke2 belah pihak

3.Kooptasi

Kooptasi adalah penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan/pelaksanaan politik dengan maksud untuk menghindari terjadi goncangan sehingga stabilitas dapat terjaga

4.Koalisi

Koalisi adalah gabungan 2 kelompok/lebih yang memiliki tujuan yang sama & berusaha untuk mencapai tujuan tersebut

5.Joint Venture

Joint venture adalah bentuk kerjasama yang dilakukan oleh 2 orang perusahaan dalam melaksanakan suatu proyek.

PPKN Bab 4 – Shayna / 9A-33

Bab 4 – Persatuan dan Keberagaman Masyarakat Indonesia

  1. Persatuan dalam keberagaman masyarakat Indonesia

Untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman, diperlukan sejumlah prinsip, yaitu

A. Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari seorang pujangga, Mpu Tantular yang menulis kitab Sutasoma. Bhinneka Tunggal Ika memiliki makna bahwa kita berbeda, tetapi tetap satu. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan NKRI yang tercantum dalam cenkeraman kaki Garuda Pancasila sebagai lambing Negara Indonesia. Dari semboyan ini Bangsa Indonesia mengakui bahwa bangsa kita terdiri dari berbagai suku, ras, agama, bahasa, dan adat isitiadat. Namun perbedaan yang ada harus ditanggapi dengan kemauan untuk bersatu. Perbedaan tidak menjadi alasan untuk kita untuk terpecah belah. Perbedaan yang kita miliki juga bisa dijadikan sebagai pendapatan nasional.

B. Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara memiliki beberapa pengertian, yaitu :

  1. Menurut TAP MPR Tahun 1993 dan 1998 tentang GHBN, wawasan nusantara merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa untuk mencapai tujuan nasional.
  2. Menurut Prof. Dr. Wan Usman, wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam.
  3. Menurut kelompok kerja wawasan nusantara, wawasan nusantara merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang beragam dan bernilai strategis untuk mencapai tujuan nasional.

Secara keseluruhan, wawasan nusantara berarti cara pandang suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dah sejarah bangsa tersebut sesuai dengan posisi dan kondisi geografi negaranya untuk mencapai tujuan nasionalnya. Dalam wawasan nusantara sendiri terdapat empat konsep yang mencakup persatuan dan kesatuan, yaitu di bidang politik, ekonomi, social budaya, dan pertahanan keamanan.

Konsep kesatuan politik :

  • Kedaulatan wilayah nasional berserta kekayaannya
  • Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama
  • Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara

Konsep kesatuan ekonomi

  • Kekayaan wilayah nusantara adalah modal miliki bangsa
  • Tingkat pengembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah
  • Kehidupan perekonomian di wilayah nusantara merupakan kesatuan ekonomi yang diselenggarakan atas asas kekeluargaan

Konsep kesatuan social budaya

  • Masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa
  • Budaya Indonesia, pada hakikatnya, adalah satu

Konsep kesatuan pertahanan keamanan

  • Ancaman terhadap satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara
  • Tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

2. Permasalahan keberagaman dalam masyarakat Indonesia

a. Bentuk keberagaman masyarakat Indonesia

  • Suku bangsa

Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, di Indonesia terdapa lebih dari 300 suku bangsa. Setiap suku sudah pasti memiliki tata hidup, adat istiadat, bahasa, dan budaya yang berbeda. Setiap suku memiliki khas nya masing – masing dan hal inilah yang mendukung keragaman kehidupan berbangsa kita.

  • Agama

Melalui aktivitas para pelaut dan pedagang yang singgah ke Indonesia untuk berdagang, mereka juga turut membawa agama dan kepercayaan mereka. Oleh itu Bangsa Indonesia mengenal berbagai agama dan kepercayaan. Indonesia mengakai 6 agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Indonesia juga mengakui aliran kepercayaan. Karena hal ini kita harus mengutamakan toleransi agar tercipta lingkungan yang rukun dan damai.

  • Ras

ras merupakan kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawaan yang sama. Di Indonesia terdapat berbagai ras, sehingga terdapat perbedaan warna kulit, postur tubuh, dan jenis rambut. Keragaman ras di Indonesia disebabkan oleh aktivitas pelayaran dan perdagangan dengan berbagai suku bangsa. Keragaman bukanlah halangan bagi Bangsa Indonesia untuk bersatu sebagai satu kesatuan.

b. Masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat Indonesia

Masalah yang sering muncul dalam hidup beragam adalah konflik. Konflik memiliki arti adanya dua hal atau lebih yang bersebrangan, tidak selaras, dan bertentangan.

  1. Penyebab konflik dalam masyarakat
  • Faktor penyebab konflik

Perbedaan antarindividu

Setiap manusia memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda beda. Perbedaan ini dapat menjadi faktor penyebab konflik.

Perbedaan kebudayaan

Seseorang pasti akan terpengaruh pada pemikiran dan pendirian kelompoknya. Secara sadar dan tidak sadar, hal ini dapat menimbulkan konflik.

Perbedaan kepentingan

Setiap manusia pasti memiliki kepentingan yang berbeda beda. Perbedaan kepentingan ini dapat terjadi di semua bidang, yaitu politik, ekonomi, social, dan budaya.

Perubahan sosial

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan dan pengetahuan pun terus berkembang. Berbagai perubahan yang terjadi ini memengaruhi cara pandang seseorang terhadap nilai, norma, dan perilaku.

  • Sikap penyebab konflik

Primordialisme yang berlebihan

Primordialisme merupakan pandangan yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal hal yang sejak awal melekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras, dan agama. Jika sikap ini di kembangkan secara berlebihan maka ia akan menggangap suku bangsa, ras, dan agamanya akan lebih baik disbanding yang lain,

Etnosentrime

Etnosentrime merupakan pandangan bahwa kebudayaan suku bangsanya lebih baik dibandingkan kebudayaan suku bangsa yang lain.

Diskriminatif

Diskriminatif merupakan perbedaan perlakuan terhadap seseorang yang memiliki warna kulit, golongan, suku, ekonomi, dan agama yang berbeda.

Stereotipe

Stereotipe merupakan penilaian teradap seseorang yang hanya berdasarkan pendapat diri sendiri atau kelompok.

Fanastisme

Fanastisme merupakan keyakinan akan suatu kebenaran tanpa data dan fakta yang pasti, tetapi kebenaran itu dianggap benar tanpa memedulikan pendapat orang lain.

Eksklusivisme

Eksklusivisme merupakan sikap yang menganggap ajaran kelompoknyalah yang paling benar.

  • Bentuk konflik dalam masyarakat

Konflik pribadi

Konflik pribadi dapat terjadi antara dua orang atau lebih karena perbedaan pandangan dan sebagainya.

Konflik rasial

Konflik rasial biasanya timbul karena perbedaan ras. Hal ini biasanya terjadi dalam msayarakat yang salah satunya adalah mayoritas.

Konflik antara kelas-kelas sosial

Konflik antara kelas-kelas sosial biasanya disebabkan oleh perbedaan kepentingan.

Konflik politik

Konflik politik terjadi karena adanya perbedaan kepentingan atau tujuan politis seseorang atau kelompok.

Konflik internasional

Konflik internasional umumnya terjadi karena perbedaan kepentinga yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan negara.

2. Akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya konflik

Perpecahan dalam masyarakat

Masyarakat yang mengalami konflik hingga terjadi kekerasan fisik dan kerusakan barang – barang akan sulit untuk bersatu, sehingga hal ini dapat membuat masyarakat terpecah.

Kerugian harta benda dan korban manusia

Konflik dapat berkembang menjadi kekerasan fisik. Oleh karena itu, dapat terjadi kerusakan pada fasilitas umum, kerusakan harta benda, hingga luka fisik.

Kehancuran nilai-nilai norma yang ada

Konflik dapat menghancurkan nilai-nilai dan norma yang ada. Masyarakat yang awalnya saling menghargai dan menolong setelah terjadi konflik dapat saling membenci satu sama lain.

Perubahan kepribadian

Ketika terjadi konflik, anggota masyarakat dapat mengalami trauma dan dapat terjadi perubahan pada dirinya.

Dominasi

Konflik yang terjadi pada suatu masyarakat dapat menciptakan pihak yang menang dan pihak yang kalah. Pihak yang menang dapat saja mendominasi pihak yang kalah.

3. Upaya Menyelesaikan Masalah yang Muncul dalam Keberagamn Masyarakat Indonesia

Berikut adalah sejumlah upaya penyelesaian masalah tersebut :

  1. Memberikan jaminan perlindungan hak – hak setiap warga negara

Pasal pasal yang mengatur tentang hal tersebut :

  • UUD NRI Tahun 1945 Pasal 28A
  • UUD NRI Tahun 1945 Pasal 28E ayat 1-3
  • UUD NRI Tahun 1945 Pasal 28I ayat 1-5
  • UUD NRI Tahun 1945 Pasal 28J ayat 1 dan 2

2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan

Pasal pasal yang mengatur tentang hal tersebut :

  • UUD NRI Tahun 1945 Pasal 35
  • UUD NRI Tahun 1945 Pasal 36
  • UUD NRI Tahun 1945 Pasal 36A
  • UUD NRI Tahun 1945 Pasal 36B

3. Upaya represif yang dapat dilakukan untuk meyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat

  • Melakukan pengangkapan atas pihak-pihak yang melakukan perpecahan terkait keberagaman masyarakat
  • Memperlakukan hukuman terhadap pihak-pihak yang secara hukum terbukti terlibat dalam perpecahan terkait keberagaman masyarakat

4. Mengembangkan upaya preventif untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam keberagaman masyarakat

  • Selalu bersikap ramah, bersahabat, berpikir positif, dan saling membantu
  • Masalah perbedaan yang terjadi dipecahkan dengan bermusyawarah
  • Antaranggota masyarakat melakukan kerjasama
  • Warga negara belajar berkomunikasi secara efektif

Selain upaya-upaya tersebut hal yang paling penting untuk mengupayakan permasalahan keberagaman adalah sikap untuk saling menghargai dan menghormati keberagaman yang ada seperti, menghormati daerah yang berbeda, bergaul dengan siapa saja, serta mau mempelajari budaya yang lain.

RANGKUMAN PKN KELAS 7 BAB 4 Jesselyn Manuela 9A/18

BAB 4 KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA DALAM BHINNEKA TUNGGAL IKA

A.Bhinneka Tunggal Ika

  1. Pengertian Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan ini berasal dari buku Sutasoma karya Mpu Tantular. Kepanjangan asli dari Bhinneka Tunggal Ika adalah ‘’Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangwra’’ yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua adanya karna tidak ada agama yang tujuannya berbeda.

Semboyan Negara kit, tertulis pada lambing Negara Garuda Pancasila. Lambang Negara pertama kali dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak dan disempurnakan oleh Soekarno.

Pemakaian nya pertamakali diresmikan pada Sidang Kabinet RIS tanggal 11 Febuari 1950.

siding cabinet RIS

Ketentuan tentang Bendera,Bahasa,Lambang Negara serta lagu kebangsaan dipertegas pada UU no 24 Tahun 2009 yang berisi :

  • Burung garuda yang berdiri tegak dengan sayap dikembangkan melambangkan semangat membangun
  • Kepala burung yang menghadap ke kanan melambangkan keberuntungan
  • Burung garuda yang bisa terbang ke angkasa tanpa kawan melambangkaan Keperkasaan dan kedaulatan Negara
  • Lukisan burung garuda yang berwarna emas melambangkan keagungan
  • Kaki burung yang memegang tulisan “Bhinneka Tunggal Ika” melambangkan kokohnya persatuan & kesatuan Indonesia
  • Tanggal 17-8-1945 yang dilambangkan di jumlah bulu leher,bulu sayap,bulu ekor dll
  • 2. Makna Bhinneka Tunggal Ika

Makna luhur Bhinneka Tunggal Ika :

  • Bangsa Indonesia menyadari bahwa keberagaman bukan unsur pemecah melainkan factor pemersatu bangsa
  • Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mendorong terjadinya persatuan kesatuan yang semakin kokoh
  • Di tengah arus globalisasi, diperlukan adanya penyaringan dalam segala hal agar persatuan & kesatuan tetap terjaga
  • Bhinneka Tunggal Ika merupakan salah 1 pilar kebangsaan selain Pancasila
  • Arti Penting semboyan Bhinneka Tunggal Ika bagi Bangsa Indonesia

Arti penting semboyan Bhinneka Tunggal Ika yaitu :

3.Pendorong lahirnya nasionalisme di Indonesia

Bhinneka Tunggal ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu juga.

Ini berarti meskipun Indonesia terdiri dari beragam suku,agama,budaya,dll tetapi keseluruhannya merupakan 1 kesatuan yang ada

Lahirnya persatuan&kesatuan di tengah keberagaman didasarkan atas :

  • Kesatuan sejarah (sejarah bangsa Indonesia)
  • Kesatuan Nasib (nasib yang sama karna pernah dijajah)
  • Kesatuan kebudayaan (keberagaman budaya = keberagaman nasional)

Wujud nyata persatuan Indonesia adalah adanya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang berisi

  • Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu Tanah Air Indonesia
  • Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku berbagsa satu Bangsa Indonesia
  • Kami Putra dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan bahasa Indonesia
  • Penyemangat untuk membangun Indonesia yang lebih maju

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh penerapannya yaitu:

  • Hidup saling menghargai antar masyarakat
  • Sikap menjaga Bhinnek Tunggal Ika (keberagaman yang ada tidak mengarah pada perpecahan)
  • Menjaga persatuan & kesatuan
  • Meningktkan solidaritas & gotong royong
  • Benteng persatuan bangsa di Era Globalisasi

Penyebab dari kemunduran persatuan & kesatuan di Indonesia adalah kesenjangan ekonomi,ketimpangan sosial, dan kondisi yang tidak stabil

Perbedaan yang ada jangan dijadikan kambing hitam terjadinya konflik dan perpecahan di Indonesia, Di era Globalisasi ini kita harus selektif untuk memilih budaya yang masuk, jangan sampai budaya tersebut justru  malah menimbulkan konflik dll

B.Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

  1. Hakikat keberagaman

Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang terutama dalam suku,bangsa,agama,ras bahkan ideologi sekalipun

2.Keberagaman di Indonesia

a.Wilayah & Lingkungan

+ Wilayah NKRI yang sangat beragam dari Aceh hingga Papua.

+ 2/3 Indonesia adalah lautan, maka itu Indonesia disebut Negara Bahari

+ Indonesia terdiri dari 34 Provinsi & tiap provinsi terbagi menjadi kabupaten & kota yang kondisi lingkungannya juga berbeda-beda

b.Suku bangsa & Budaya

Suku bangsa adalah kesatuan hidup manusia yang mempunyai system interaksi,norma dan bahkan system kepemimpinan sendiri.

Ciri khas suatu bangsa dapat dilihat dari aspek-aspek berikut :

+Tipe fisik (warna kulit,rambut dll)

+ Bahasa (jawa,batak,melayu dll)

+ Adat Istiadat (pakaian,rumah adat dll)

+ Kesenian (tari,alat musik,dll)

+ Sistem kekerabatan (Patrilineal & Matrilineal)

+ Batas fisik lingkungan  (melayu tua & melayu muda)

Menurut penelitian tahun 2010, di Indoneia terdapat 1.128 suku bangsa.

Keberagaman suku bangsa membawa keberagaman budaya karna tiap suku bangsa memiliki budaya yang berbeda pula.

Buaya adalah pola hiup yang tercipta dalam sejarah yang eksplisit, implisit, rasional dll yang menjadi peddoman bagi tingkah laku manusia.

Kebudayaan mempunyai 7 unsur yang bersifat universal yaitu :

  • Bahasa sebagai penghubung maasyarakat
  • Sistem teknologi yang digunakan di kehidupan sehari-hari
  • Sistem ekonomi & mata pencaharian (produksi,distribusi,konsumsi)
  • Organisasi sosial/system kemasyarakatan (perkawinan,kekerabatan dll)
  • Sistem pengetahuan (bercocok tanam dll)
  • Religi (animism,dinamisme dll)
  • Kesenian (seni tari,music,rupa dll)

Keberagaman budaya diengaruhi oleh beberapa factor yaitu :

  1. Lingkungan Alam (penduduk di pedesaan budayanya berbeda engan penduduk perkotaan)
  2. Kontak dengan budaya lain (migrasi,urbanisasi dll)
  3. Kepercayaan yang dimiliki

Pesebaran Suku bangsa

Agama adalah system keyakinan pada Tuhan. Agama dibedakan jadi 2 yaitu agama Wahyu & agama Bumi.

Agama Wahyu adalah agama yang berasal dari Tuhan & diberikan kepada manusia dengan perantara Nabi.

Agama Bumi adalah agama yang lahir karna tokoh yang diyakini sebagai sumber kebenaran agama.

Agama yang diakui secara sah di Indonesia adalah Islam,Buddha,Konghuchu,Hindu,Kristen,dan Katholik

Keberagaman agama yang dianut oleh bangsa Indonesia tidak menghalangi persatuan & kesatuan yang ada & tidak perlu dipermasalahkan selama Bhinneka Tunggal Ika ada. Oleh karna itu perlu dikembangkan toleransi umat beragama yaitu :

  • Toleransi antar umat beragama yang berbeda (ekstern)
  • Toleransi antar umat beragama yang sama (intern)
  • Toleransi antar umat beragama dengan pemerintah

    d.Keberagaman Ras

Keberagaman ras adalah keberagaman yang di didasarkan pada warna kulit

Ras dapat dikelompokan jadi 5 macam yaitu :

  • Negroid (berkulit hitam dan rambut Kriting)
  • Mongoloid (cina, bermata sipit,berwarna kuning langsat)
  • Kaukasoid (bule,mata biru,berkulit putih)
  • Australoid (berkulit hitam)
  • Khoisan (afrika selatan)

Keberagaman ras di Indonesia dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu :

  •  Penduduk di Sumatra & Jawa dengan ciri kulit Sawo Matang
  •  Penduduk di Kalimantan & Sulawesi dengan ciri kulit kuning
  • Penduduk di Maluku & Papua dengan ciri kulit hitam dan rambut kriting    

Kita harus menjaga keberagaman ras yang ada & harus menghindari sikap rasial.

d.Keberadaan Golongan

Beberapa factor untuk menggolongkan keberagaman yaitu :

  • Administrasi Kependudukan

Dibagi menjadi 3 golongan yaitu:

  • suku bangsa asli yang berasal dari Indonesia
  • golongan keturunan asing yang berasal dari daerah asal di luar Indonesia
  • golongan masyarakat terasing
  • Usia Penduduk (anak-anak,usia produktif dan usia tua)
  • Ekonomi (miskin,menengah,kaya)
  • Pendidikan (PAUD,SD,SMP,SMA, & perguruan tinggi)
  • Politik (partai)
  • Mata Pencaharian (dokter,petani,guru dll)
  • Keberagaman Gender

Gender merupakan sifat yang melekat pada kaum laki-laki & perempuan.

Perbedaan Gender dan Jenis kelamin adalah

Peran gender dibedakan menjadi peran reproduktif,produktif dan kemasyarakatan

  • Peran Reproduktif (peran yang tidak menghasilkan uang)

Para perempuan biasanya memasak,bersih-bersih rumah,dan mengurus anak , hal ini dianggap sebagai kodrat dari seorang wanita. Tetapi dalam gender peran tersebut bisa ditukar karna bisa saja laki – laki yang mengasuk anak dan perempuan yang bekerja

  • Peran Produktif (peran yang menghasilkan uang)

Laki-laki yang biasanya bekerja untuk mencari nafkah tetapi bisa juga perempuan yang bekerja. Tapi dalam porsi yang berbeda juga.

Contoh : perempuan bekerja sebagai desainer

 laki-laki sebagai Konstruktor

  • Peran Kemasyarakatan

Aktivitas yang dilaakukan lebih bersifat pelayanan dan bagian dari kerja reproduktif.

Sebagai contoh, Saat gotong Royong perempuan selalu ditempaatkan di seksi konsumsi dan laki-laki ditempatkan untuk membatu membersihkan jalanan.

Sampai saat ini masih sering terjadinya ketidakadilan gender.

Ketidakakadilan gender dapat diartikan sebagai tindakan ketidakadilan yang bersumber pada keyakinan gender.

Bentuk-bentuk ketidakadilan gender yaitu :

  • Marjinalisasi

Proses penyisihan yang mengakkibatkan kemiskinan bagi perempuan

  • Subordinasi (penomorduaan)

Sikap menempatkan posisi laki-laki lebih tinggi daripada perempuan

  • Streotip

Pelabelan negative terhadap sikap & perbuatan perempuan

  • Violence (kekerasan)

Kekerasan baik secara fisik,mental,dan psikologi terhadap perempuan

  • Double Burden (beban ganda)

Pembagian tugas yang selalu memberatkan perempuan

3. Faktor penyebab keberagaaman bangsa Indonesia

   Kehidupan masyarakat yang beragam disebabkan oleh berbagai factor yaitu :

  • Lingkungan fisik daerah (pantai,pegunungan dll)

Lingkungan fisik memengaruhi kebeeragaman hidup terutama dalam mata pencaharian dan tradisi sosial budaya

  • Keyakinan / Agama

Keyakinan memengaruhi kehidupan di masyarakat terutama tentang apa yang diyakini & dipercayai

  • Kehidupan sosial budaya di berbagai daerah

Antara 1 daerah dengan daerah yang lain memiliki budaya yang berbeda.

Ketika 1 daerah memengaruhi budaya daerah lainnya sehingga memunculkan keberagaman.

  • Faktor sejarah

Daerah yang dipengaruhi oleh pesebaran agama Kristen pasti memiliki budaya yang sesuai dengan nilai-nilai agama Kristen

C.Arti penting Keberagaman dalam masyarakat Indonesia

  1. Arti penting Keberagaman

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang terdiri atas 34 Provinsi dengan banyak pulau di dalam nya.

Keberagaman yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia memiliki arti penting yang dapat dilihat dari 2 sudut pandang yaitu sebagai potensi dan tantangan

  1. Keberagamman sebagai potensi

Kebhinekaan sebagai potensi diwujudkan oleh bangsa Indonesia sejak tumbuhnya kesadaran nasional.

Pada zaman kerajaan, Indonesia belum menumbuhkan kesadaran nasional dan masih belum bersatu. Setelah tahun 1908 sebagai era kebangkitan nasional Indonesia memutuskan untuk bersatu melawan penjajah.

Dari sejak itu kebangkitan nasional terus bertumbuh sampai akhirnya di ikrarkan dalam Sumpah Pemuda. Dan akhirnya karna tekad yang kuat, Indonesia bisa mencapai kemerdekaan nya pada tanggal 17 Agustus 1945

2.Keberagaman sebagai tantangan bangsa

Keberagaman dapat menjadi tantangan karna membuat orang yang berbeda pendapat lepas kendali contohnya : Orang yang memiliki sikap kedaerahan yang berlebih dapat mengancam persatuan kesatuan Negara

Upaya yang dilakukan tidak hanya dari pemerintah saja,melainkan dari adanya keinginan untuk tetap bersatu.

2.Semangat menjaga keberagaman dalam masyarakat Indonesia

a.Semangat & perilaku dalam kehidupan beragama

Kebebasanan dalam beragama tercantum pada pasal 29 ayat 2 yang berbunyi “ Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing & beribadat menurut agama & kepercayaannya itu.

Bentuk perilaku dalam keberagaman agama yaitu :

  • Menghormati agama lain
  • Bersikap Toleran pada keyakinan orang lain
  • Melaksanakan ajaran agama secara baik,dll

    a.Semangat & perilaku dalam keberagaman ras & suku di Indonesia

Apapun rasnya, setiap manusia memiliki derajat yang sama, tidak ada manusia yang lebih baik/kurang baik karna perbedaan warna kulit,budaya dan suku nya.

Baik & buruknya penilaian seseorang pada orang lainbukan berdasarkan ras,suku,agama yang dimiliki, tetapi karna baik buruk nya perilaku yang ada. Kita harus berprilaku baik pada semua orang tanpa memandang ras,suku & agana yang ada.

b.Semangat & perilaku dalam keberagaman Sosial Budaya

Kita sebagai seorang pelajar dapat menunjukan semangat kebangsaan ditengah keberagaman sosial budaya dengan cara :

  • Merasa bangga terhadap budaya sendiri
  • Menyaring budaya asing yang masuk ke Indonesia
  • Mengetahui keberagaman budaya yang dimiliki oleh Indonesia
  • Semangat dalam perbedaan jenis kelamin

Jenis kelamin itu mengarah pada hubungan antar laki-laki dan perempuan.

Pada hakikatnya perempuan & laki-laki itu setara.

Kesetaraan jenis kelamin dapat dilakukan dengan cara

  • Menghilangkan diskriminasi
  • Pemberian kesempatan yang sama
  • Memberikan akses pelayanan yang sama antara laki-laki & perempuan
  • D. Perilaku Toleransi dalam masyarakat
  1. Lingkungan keluarga

Di dalam keluarga,sangat memungkinkan sekali untuk terjadinya keberagaman.

Contoh : ayah berasal dari suku papua dan ibunya berasal dari suku tionghoa bisa juga ayahnya beragama Islam dan Ibunya beragama Hindu.

Oleh karna itu,kita harus menumbuhkan sikap toleransi di lingkungan keluarga kita apalagi jika ada keluarga kita yang berbeda agama dengan kita.

Contoh sikap toleransi dalam keluarga yaitu:

  • Menjalankan peran masing-masing tanpa memandang keberagaman
  • Menghargai perbedaan dalam keluarga
  • Membiasakan musyawarah dala memecahkan suatu masalah

    2. Lingkungan sekolah

Di sekolah pasti ada keberagaman, misalnya ada teman kita yang berbeda suku,agama da budaya dengan kita, kita harus belajar bertoleransi mialnya dengan tidak memakan bekal didepan teman yang sedang puasa

Karna itu, kita harus menumbuhkan sikap toleransi di lingkungan sekolah

Toleransi di sekolah dapat dilakukan dengan cara :

  • Berteman dengan siapapun tanpa memandang perbedaan yang ada
  • Membentuk kelompok belajar tanpa melihat latar blakang ekonomi

    3.Lingkungan masyarakat

Sikap toleransi yang harus dikembangkan dalam masyarakat yaitu:

  • Saling membantu tanpa pamrih
  • Mengadakan kerja bakti bersama-sama

    4. Kehidupan berbangsa & bernegara

Contoh sikap dalam menghargai keberagaman dalam kehidupan berbangsa & bernegara yaitu :

  • Melaksanakan aturan hukum dengan adil
  • Mengadakan pertukaran budaya melalui kegiatan nasional
  • Pembangunan yang merata pada seluruh daerah

RANGKUMAN BAB 4 KELAS 9 PPKN LAURA VICTORIA 9A/23

RINGKASAN BAB 4 KELAS 9 PPKN

A. PERSATUAN DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA

Untuk mewujudkan persatuan dalam keberagaman  diperlukan sejumlah prinsip. Terdapat 2 prinsip yaitu, Bhinneka Tunggal Ika dan Wawasan Nusantara

1. Bhinneka Tunggal Ika

     Semboyan ini berasal dari seorang pujangga, Mpu Tantular yang menulis Kitab Sutasoma. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa dan NKRI yang tercantum dalam cengekeraman kaki Garuda Pancasila sebagai lambing Negara Indonesia

Image result for bhinneka tunggal ika

2. Wawasan Nusantara

     Wawasan nusantara/nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat sehingga tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional

  1. Konsep kesatuan politik 

Sebagai suatu konsep kesatuan politik, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut

1. Kedaulatan wilayah nasional beserta kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, modal, dan milik bangsa Indonesia

2. Seluruh kepulauan nusantara merupakan satu kesatuan hukum 

3. Bangsa Indonesia harus merasa senasib sepenanggungan

  1. Konsep kesatuan ekonomi

Sebagai satu kesatuan ekonomi, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut

1. Kekayaan wilayah nusantara harus dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia

2. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang

3. Kesatuan ekonomi diselenggarakan atas asas kekeluargaan

  1. Konsep kesatuan sosial budaya

Sebagai satu kesatuan sosial budaya, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut

1. Masyarakat Indonesia memiliki kehidupan yang serasi dan selaras

2. Budaya Indonesia, pada hakikatnya, adalah satu

  1. Konsep kesatuan pertahanan keamanan

Sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan, wawasan nusantara mengandung pengertian sebagai berikut

1. Ancaman daerah = ancaman negara

2. tiap warga negara punya hak dan kewajiban yang sama dalam membela negaranya

B. PERMASALAHAN KEBERAGAMAN DALAM MASYARAKAT INDONESIA

1. Bentuk keberagaman Masyarakat Indonesia

a. Suku Bangsa

b. Agama

c. Ras : kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawaan yang sama

Related image

2. Masalah yang muncul dalam Keberagaman Masyarakat Indonesia

a. Penyebab Konflik dalam Masyarakat

1) Faktor penyebab konflik = Soerjono Soekanto mengemukakan 4 faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik

        a) Perbedaan individu

        b) Perbedaan Kebudayaan

        c) Perbedaan kepentingan

        d) perubahan sosial

2) Sikap penyebab konflik 

        a) Primordialisme yang berlebihan : primordialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak awal ada di dirinya

        b) etnosentrisme : pandangan bahwa kebudayaan suku bangsanya lebih baik dibandingkan kebudayaan suku bangsa lain

        c) Diskriminatif : perbedaan perlakuan terhadap sesama warga negara berdasarkan warna kulit, golongan, suku, dsb

Image result for diskriminatif

        d) Stereotipe : penilaian terhadap seseorang atau suatu golongan hanya berdasarkan persepsi pribadi atau kelompok

        e) Fanatisme : keyakinan akan suatu kebenaran tanpa kepastian data dan fakta

        f) Eksklusivisme : sikap yang memandang bahwa pandangan yang paling benar hanyalah pandangan kelompoknnya

b. Bentuk konflik dalam Masyarakat

        a) Konflik pribadi : dapat terjadi antara dua individu/lebih kerena berbeda pandangan dsb

        b) Konflik rasial : timbul karena perbedaan ras seperti ciri badan, kepentingan dan kebudayaan

        c) Konflik antara kelas-kelas sosial : disebabkan akibat perbedaan kepentingan misalnya buruh dan pemilik perusahaan

Image result for konflik antar kelas sosial adalah

        d) Konflik Politik : adanya perbedaan kepentingan/tujuan politis seseorang

        e) Konflik internasional : terjadi akibat perbedaan kepentingan yang kemudian berpengaruh pada kedaulatan negara

c. Akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya konflik

        a) perpecahan dalam masyarakat

        b) kerugian harta benda dan korban manusia

        c) kehancuran nilai-nilai dan norma yang sudah ada

        d) perubahan kepribadian : trauma

        e) Dominasi : pihak menang dapat mendominasi pihak kalah

C. UPAYA MENYELESAIKAN MASALAH YANG MUNCUL DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA

Upaya penyelesaian masalah:

1. memberikan jaminan perlindungan hak-hak setiap warga negara. Hak-hak ini dijamin dalam perundang-undangan

2. Pengikat persatuan dan rasa kebangsaan yang tercantum dalam perundang-undangan

3. upaya represif yang dapat dilakukan pemerintah adalah sebagai berikut:

     a. Melakukan penangkapan atas pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam upaya melakukan perpecahan

     b. melakukan hukuman terhadap pihak-pihak yang secara hukum terbukti dalam melakukan suatu perpecahan

Image result for represif

4. mengembangkan upaya preventif, antara lain :

     a. selalu bersikap ramah, berpikir positif, saling membantu

     b. masalah perbedaan yang terjadi diselesaikan dengan musyawarah

     c. kerja sama antaranggota masyarakat

     d. berdiksusi mengenai perbedaan agar dapat saling memahami

Image result for kerjasama


RANGKUMAN PKN KELAS 7 BAB 3 Jesselyn Manuela 9A/18

PPKN BAB 3 KELAS 7

 PERUMUSAN & PENETAPAN UUD NRI 1945

A.Sejarah perumusan UUD NRI 1945

  1. Sidang BPUPKI 1 (29 Mei-1 Juni)

Pada sidang ini dibentuk panitia kecil perumusan dasar Negara yang disebut panitia 9

2.Rapat panitia kecil

Di luar persidangan BPUPKI, paa tanggal 22 Juni 1945  panitia kecil mengadakan rapat gabungan dengan anggota BPUPKI yang bertempatan di Jakarta.

Hasil rapat tersebut adalah Rancangan UUD dengan suatu Mukadimah yang dikenal dengan Piagam Jakarta

3.Sidang BPUPKI 2 (10-17 Juli 1945)

Pada sidang ini dibentuk 3 panitia yaitu

  • Panitia perancang UUD (Ir Soekarno)
  • Panitia Keuangan & perekonomian (Moh Hatta)
  • Panitia PETA (Abikusno Cokrosuyoso)

  • A.Sidang Panitia perancang Undang-Undang Dasar

Tanggal 11 Juli 1945 Panitia perancang UUD melanjutkan sidang dengan hasil putusan sebagai berikut :

  • Membentuk panitia perancang yang beranggotakan Ahmad Soebarjo,Sukiman dll
  • Membentuk Unitarisme
  • Kepala Negara ditangan 1 orang yaitu presiden
  • Membentuk panitia kecil perancang UUD yang diketuai oleh Supomo

    b.Sidang panitia kecil perancang UUD

Pada tanggal 13 Juli 1945 panitia kecil mengadakan sidang yang membahas tentang MPR,Lambang Negara, Negara kesatuan dll.

c.Sidang BPUPKI

Tanggal 14 Juli 1945 BPUPKI mengadakan sidang yang membahas tentang kemerdekaan. Pada tanggal 15 Juli 1945 dilaksanakanlah sidang kembali untuk melanjutkan  pembahasan tentang UUD.

B.Penetapan UUD NRI 1945

  1. Pembentukan PPKI

Setelah merdeka Indonesia memiliki tugas yang berat yaitu membuat aturan dasar yang mengatur penyelenggaraan Negara, Oleh karna itu PPKI segera memanggil para anggota untuk bersidang.

Untuk mewujudkan kemerdekaan di Indonesia dibentuklah PPKI. Tetapi sebelum menjalankan tugasnya ada perubahan yang terjadi yaitu Jepang kalah pada sekutu.

Hal ini mendorong bangsa Indonesia untuk segera meemproklamasikan kemerdekaa Negara nya.

  1. Sidang PPKI

Sidang PPKI dilaksanakan tanggal 18 Agustus 1945 di Gedung kesenian Jakarta.

Pada sidang ini disepakati untuk mengubah kalimat pembuka UUD tentang dasar Negara Pancasila pada sila pertama yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat-syariat Islam bagi para pemeluknya” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Perubahan ini diusulkan oleh Moh hatta, dengan tujuan untuk menjaga kepentingan bangsa yang beraneka ragam suku bangsa,agama dll

Perubahan selanjutnya diusulkan oleh Oto Iskandar Dinata yang berbunyi “Presiden adalah orang Indonesia asli yang beragama Islam” menjadi “Presiden adalah orang Indonesia asli”

OTO ISKANDAR DINATA

Keputusan hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 yaitu:

  • Mengesahkan UUD
  • Memilih Presiden & wakil yaitu Ir Soekarno dan Moh hatta
  • Presiden sementara dibantu oleh KNIP

UUD yang ditetapkan PPKI memiliki sistematika sebagai berikut :

  • Pembukaan terdiri atas 4 alinea
  • Batang Tubuh,16 bab,37 pasal,4 aturan peralihan & 2 aturan tambahan

Note: pada saat itu belum ada penjelasan jadi PPKI menugaskan kepada Soepomo untuk membuat penjelasan.

  1. Arti penting UUD NRI 1945 bagi bangsa Indonesia
  1. Kedudukan UUD NRI 1945

UUD NRI 1945 mempunyai kedudukan istimewa dibanding peraturan yang lain karna :

  • Dibentuk secara istimewa
  • Dianggap suatu yang luhur
  • Berisi cita-cita bangsa
  • Berisi garis besar tentang dasar & tujuan Negara

Pasal-pasal dalam UUD NRI 1945 memuat 2 materi dasar yaitu :

  • Pengaturan tentang bentuk Negara,system pemerintahan,kedudukan,tugas dll
  • Pengaturan tentang Hubungan Negara dengan penduduknya di berbagai bidang (sosial,politik,dll)
  • Arti penting UUD NRI 1945

UUD NRI 1945 memiliki arti penting bagi kehidupan bangsa Indonesia yaitu :

  • Meenjadi sumber ekstitensi berdirinya NKRI
  • Landasan konstitusional penyelengaraan Negara
  • Aturan hukum tertinggi dalam tata perundang-undangan
  • Salah 1 Pilar kebagsaan Indonesia
  • Perubahan UUD NRI 1945

Tanggal 27 Desember 1949 konstitusi Negara diganti jadi konstitusi RIS, ini berlaku hingga 17 Agustus 1950 dan berganti UUDS 1950 sampai 5 Juli 1959.

Pada pelaksanaannya UUDS 1950 & UUD RIS mengalami banyak persoalan, maka Presiden soekarno pada tanggal 5 Juli 1959 mengeluarkan Dekret Presiden yaitu:

  • Menetapkan pembubaran Konstituante
  • Menetapkan UUD NRI 1945 berlaku kembali
  • Pembentukan MPRS yang terdiri atas anggota DPR & pembentukan DPAS
  1. Amandemen UUD NRI 1945

Amandemen dilakukan oleh MPR.

1)Latar blakang amandemen UUD NRI 1945

  • Upaya memperbaiki arah perjalanan Negara
  • Mengubah tata kelola Negara
  • Mewujudkan visi misi reformasi

    2)Maksud & Tujuan Amandemen
  • Menegakan kedaulatan rakyat dengan menempatkan MPR tidak lagi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi
  • Membuat pasal UUD NRI 1945 yang tidak multitafsir
  • Mengontrol kekuasaan presiden yang terlalu besar

    3)Kesepakatan dasar dalam amandemen
  • Tidak mengubah Pembukaan UUD NRI 1945
  • Mempertahankan NKRI
  • Menghilangkan penjelasan UUD NRI 1945

    4)Jalannya Amandemen
  • Amandemen 1 (14-21 Oktober 1999)
  • Amandemen 2 (7-18 Agustus 2000)
  • Amandemen 3 (1-9 November 2001)
  • Amandemen 4 (1-11 Agustus 2002)

    5)Hasil amandemen

Setelah diamdemen selama 4 tahap akhirnya terdiri atas pembukaan dan pasal-pasal (21 bab,73 Pasal,170 ayat, 3 aturan peralihan & 2 aturan tambahan)

6)Makna amandemen

  • Adanya UUD yang lengkap & tidak multitafsir
  • Lebih menjamin Hak Asasi warga Negara
  • Membertahankan dasar Negara pancasila dan NKRI

Ringkasan PPKN Kelas 7 (Bab 4-6) Athalia 9A/4

Bab 4

  1. Bhinneka Tunggal Ika
  2. Pengertian Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika berasal dari buku sutasoma karya Empu Tantular seorang pujangga di Kerajaan Majapahit. Dalam buku tersebut lengkapnya adalah Bhinneka Tungal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yang berarti ‘walaupun berbeda beda tetapi tetap satu jua adany karena tidak ada agam yang tujuannya berbeda’ . Bhinneak Tunggal Ika oleh para pendiri negara dijadikan sebagai semboyan negara, sebagaimana tertulis pada lambang negara Garuda Pancasila. Lambang negara Garuda Pancasila dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikanr pemaikannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950. Selanjutnya, lambang negara Garuda Pancasila diperkenalkan pada tanggal 17 Agustus 1950. Lambang negara Garuda Pancasila ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951. Semboyan bHinneka Tunggal Ika dijadikan semboyan negara. Ketentuan tersebut ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan , yang antara lain berisi hal-hal sebagai berikut.

  1. Seekor burung garuda yang berdiri tegak dengan sayap dikembangkan ke kiri dan ke kanan, melambangkan tenaga pencipta atau semangat membangun.
  2. Kepala burung yang menghadap kek kanan, melambangkan kemujuran dan keberuntungan.
  3. Burung garuda yang mampu terbang tinggi ke angkasa raya tanpa kawan, melambangkan cita-cit tinggi, keperkasaan, serta kedaulatan bangsa dan negara.
  4. Lukisan burung garuda yang selurunya bewarna kuning emas, melambangkan kebangunan.
  5. Kaki burung yang mencengkeram kukuh pita yang bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”, melambangkan kukuhnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang dicapai pada saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
  6. Seloka dilambangkan dengan bulu burung garuda pada tubuh dan sayapnya sebagai candra sangkala proklamasi, angka keramat bagi Indonesia, yaitu 17-8-19, yang merupakan tanggal, bulan, dan tahun Proklamasi Kmerdekaan Bangsa Indonesia. Gambaran terperinci dapat dilihat dari bulu sayap yang berjumlah 17 helai, bulu ekor 98 helai, di bawah perisai 19 helai, dan di leher 45 helai.
  • Makna Bhinneka Tunggal Ika

1. Bangsa Indonesia menyadari bahwa keanekaragaman, baik suku bangsa, agama, ras, antargolongan, sama sakali bukan unsur yang bisa bikin negara ini terpecah belah. Justru keberagaman ini adalah modal terbentuknya persatuan dan kesatuan Indonesia.

2.Bangsa Indonesia menyadari bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika, mendorong lahirnya persatuan dan kesatuan Indonesia yang semakin kokoh. Ini terjadi karena Bangsa Indonesia belajar dari pengalaman masa lalu. Saat perjuangan kemerdekaan Indonesia masih bersifat kedaerahan, Indonesia justru mudah dikuasai negara lain.

3. Bangsa Indonesia menyadari bahwa kita juga perlu mempertahankan keanekaragaman budaya, bahkan di tengah arus globalisasi. Semua budaya asing yang masuk ke Indonesia harus disaring terlebih dahulu.

4. Bangsa Indonesia menyadari bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah salah satu pilar penting untuk kokohnya kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain semboyan itu, UUD Negara RI tahun 1945, Pancasila dan NKRI juga adalah unsur yang memperkuat indonesia.

  • Arti Penting Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Interaksi dengan dua orang didasarkan pada dua kepentingan, yaitu kepentingan bagi diri sendiri dan bagi orang lain/umum.

  1. Pendorong lahirnya nasionalisme Indonesia

Lahirnya perautan dan kesatuan Indonesia di tengah kebergaman didasarkan atas berbagai perasaan sebagai bangsa yang tumbuh, yaitu :

  1. Kesatuan sejarah, bangsa Indonesia tumbuh dan berkembang dalam suatu proses sejarah.
  2. Kesatuan nasib, mengalami nasib yang sama karena pernah dijajah maka harus mencapai kebahagiaan bersama.
  3. Kesatuan kebudayaan, keberaman kebudayaan tumbuh menjadi suatu bentuk kebudayaan nasional.
  4. Kesatuan asas kerohanian, ide, cita-cita dan nilai-nilai kerohanian yang secara bersama-sama dan keseluruhan tersimpul dalam Pancasila.

Wujud nyata lahirnya persatuan Indonesia, yang berbeda-beda suku bangsa, adalah lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yaitu :

  1. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
  2. Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3.  Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. 
  • Penyemangat untuk membangun Indonesia lebih maju

Setiap warga negara harus menerapkan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari – hari :

  1. Hidup saling menghargai
  2. Menumbuhkan kesadaran sikap untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika
  3. Menjaga persatuan bangsa dan negara Indonesia
  4. Meneruskan perjuangan para pendahulu
  5. Menghindari sikap-sikap negative
  6. Meningkatkan identitas dan kebanggaan sabgai bangsa Indonesia
  7. Meningkatkan nilai kegotongroyongan dan solidaritas.
  • Benteng persatuan bangsa dan negara Indonesia di Era Globalisasi

Semboyan negara Bhinneka Tungal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu juga, selamanya akan tetap relevan bagi kehidupan bernegara di Indonesia yang multicultural ini. Ketimpangan social, kesenjangan ekonomi, perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan jangan dijadikan pembeda. Globalisasi yang secara cepat dan masuk ke Indonesia harus dihadapi secara selektif dengan mengedepankan bahwa bangsa Indonesia adalah satu, ssatu bangsa, Bahasa, dan tanah air.

  • Keberagaman dalam masyarakat Indonesia
  • Hakikat keberagaman

NKRI terbentuk dari keberagaman dalam semua aspek kehidupan, baik kewilayahan, suku bangsa, agama, ras, golongan, dan gender. Kebergaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam bebagai bidang.

  • Keragaman di Indonesia
  • Kebergaman wilayah dan lingkungan

Dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut sehingga NKRI disebut sebagai negara bahari. Wilayah Indonsia dibagi menjadi 34 provinsi dan setiap provinsi terbagi menjadi kabupaten dan kota. Setiap wilayah memilki ciri topografis dan geografis tersendiri yang berpengaruh langsung terhadap kondisi lingkungan baik flora maupun fauna. Kondisi toporafis dan geografis ecara tidak langsung juga membentuk keberagaman warga negara atau penduduk yang mendiaminya dengan berbagai aspek kehidupannya.

  • Keberagaman suku bangsa dan budaya

Suku bangsa atau keolompok etnik adalah kesatuan hidup manusia yang mempunyai system interkasi, sitem norma yang mengatur inetraksi tersebut, adanya kontinuitas dan ras identitas yang mempersatukan semua anggotanya, serta memiliki sistemkepemimpinan tersendiri.Identitas atau ciri khas suatu suku bangsa atau kelompom etnik dapat dilihat dari berbagai aspek, yaitu :

  1. Tipe fisik
  2. Bahasa
  3. Adat istiadat
  4. Kesenian
  5. System kekrabatan, seperti patrilineal dan matrilineal
  6. Batas fisik lingkungan, misalnya Badui Dalam dan Badui Luar

Kebudayaan mempunyai 7 unsur yang bersifat universal, yaitu :

  1. Bahasa
  2. Sistem teknologi
  3. Sitem mata pencaharian
  4. Organisasi social atau system ekmasyarakatan
  5. System pengetahuan
  6. Religi atau kepercayaan
  7. Kesenian

Keberagaman budaya dipengaruhi oleh berbagai factor, antara lain :

  1. Lingkungan alam
  2. Kontak dengan budaya lain
  3. Keyakinan dan kepecayaan yang dimiliki
  • Keberagaman agama

Secara umum agama dibagi menjai dua, yaitu agama wahyu dan agama bumi. Agama wahyu adalah agama yang berasal dari Tuhan dan diberikan kepada manusia denga perantara seoarang Nabi. Agama yang diakui di Indonesia adalah Krsitren, Katolik, Islam, Buddha, Konghuchu. Toleransi umat beragam meliputi :

  1. Toleransi antar umat beragama yang berbeda ( toleransi ekstern)
  2. Toleransi antar umat beragama yang sama (toleransi intern)
  3. Toleransi umat beragama dengan pemerintah.
  • Keberagam ras

Kebragaman ras berarti keberagaman penduduk Indonesia yang disarkan pada warna kulit dan ciri lain yang bersifat fisik. Secara umum, ras manusia dapat dikelompokkan menjadi 5 macam, yaitu :

  1. Negroid, yang berkulit hita dan rambut keriting
  2. Mongoloid, yang berkulit kuning langsat, rambut kaku, dan berwarna sipit.
  3. Kaukasoid, yang berkulit putih, mata biru, dan rambut pirang
  4. Australoid, yang berkulit hitam (sawo matang)
  5. Khoisan (Afrika Selatan)

Kebergaman ras di Indonesia setidaknya dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu penduduk di Sumatra dan Jawa dengan ciri kulit sawo matang, penduduk di Kalimantan dan Sulawesi dengan ciri kulit kuning, serta penduduk di Malukudan Papua yang ciri kulitnya hitam dan rambut keiting pendek.

  • Kebergaman golongan

Beberapa factor yang digunakan untuk menggolongkan keberagaman adalah sebagai berikut :

  1. Secara administrasi kependudukan, digunakan pembagian tiga golongan, yaitu golongan suku bangsa asli yang berasal dari daerah di Indonesia. Golongan keturunan asing yang berasal dari daerah asal di luar Indonesia, dan golongan masyarakat terasing. Golongan terasing adalah kelompok asli dari daerah di Indonesia, namun dengan budaya yang sederhana dan biasanya masih tinggal di daerah terisolasi.
    1. Secara usia penduduk, dikenal golongan usia anak-anak, usia produktif, dan usia tua (tidak produktif).
    1. Secara ekonomi, dikenal golongan ekonomi lemah (miskin), ekonomi menengah, dan ekonomi kuat (kaya). Ada juga yang menggunakan istilah prasejahtera, sejahtera 1, dan sejahtera 2.
    1. Secara pendidikan, dikenal kelompok penduduk yang berpendidikan PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan perguruan tinggi.
    1. Secara politik, dikenal golongan berdasarkan partai atau afiliasi politik.
    1. Berdasarkan mata pencaharian atau profesi dikenal golongan nelayan, petani, pedagang, wiraswasta, PNS, TNI, Polri, politisi, guru, dokter, dan sebagainya.
  • Keberagaman gender

Gender merupakan sifat dan perilaku yang meelekat pada kaum laki-laki dan permpuan yang dikonstruksikan secara social dan kultural.

Perbedaan jenis kelamin dna gender :
Jenis kelamin :

  1. Tidak bias berubah
  2. Tidak bias dipertukarkan
  3. Berlaku sepanjang masa
  4. Berlaku dimana saja
  5. Berlaku bagi kelas dan warna kulit apa saja
  6. Ditentukan oleh Tuhan atau kodrat

Gender :

  1. Bisa berubah
  2. Bisa dipertukarkan
  3. Bergantung masa
  4. Bergantung budaya masing-masing
  5. Berbeda antara satu kelas dengan kelas lainnya
  6. Bukan kodrat Tuhan, melainkan buatan manusia

Peran gender dapat dibedakan menjadi peran reproduktif, produktif, dan kemyarakatan.

  1. Peran Reproduktif

Peran yang tidak menghasilkan uang. Peran gender yang dimiliki perempuan dalam mendidik anak, merawat dan mengelola kebersihan rumah merupakan konstrksi social dan kultural dalam masyarakat tertentu. Peran dalam perempuan tersebut dapat saja dipertukarkan karena bias saja laki-laki membersihkan rumah dna mendidik anak.

  • Peran Produktif

Kerja produktif didefinisikan sebagai tugas/aktivitas yang menghasilkan pendapatan sehnga mempunyai nilai actual dan potensial. Di dalam pembangunan, tujuan dari prinsip-prinsip gender (Untuk membedakan antara peran reproduktig dan produktif perempuan) adalah tepat guna menyoroti bentuk-bentuk kerja perempuan.

  • Peran kemasyarakatan

Pekerjaan kemsyarakatan didefiniskan sebagai pekerjaa yang dilakukan pada tingkat masyarakat, di seputar pengalokasian, penyedian dan mengatur bagian0bagian dari pekerjaan bersama.

Ketidakadilan gender adalah berbagai tindak ketidakadilan atau diskriminasi yang bersumber pada keyakinan gender.

Bentuk ketidakadilan gender yang selama ini diindetifikasikan di tengah-tengah masyarakat, dalam kehidupan berkeluarga, dan bernegara, antara lain sebagai berikut :

  1. Marjinalisasi atau pemiskinan adalah proses penyisihan yang mengakibatkan kemiskinan bagi permpuan
  2. Subordinasasi atau penomorduaan adalah sikap dan tindakan masyarakat yang menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah daripaa laki-laki
  3. Stereotip adalah pelabelan negative terhadap sikap dan perbuatan perempuan
  4. Violence atau kekerasan terhadap perempuan, baik fisik, seksual, dan psikologis
  5. Double burden atau bebean ganda adalah pembagian tugas dan tanggung jawab yang selalu memberatkan perempuan.

Ciri – ciri kebutuhan praktis gender adalah sebagai beikut :

  1. Merupakan kebutuhan langsung yang dapat dinikmati
  2. Disusun atau diformulasikan dari kondisi nyata yang diperukan laki laki dan permpuan untuk memenuhi tugas-tugasnya di keluarga dan masyarakat
  3. Dikembangkan berdasarkan peran reproduktif
  4. Tidak mempersoalkan posisi subordinasi permpuan di masyrakat
  5. Tidak memerlukan perubahan posisi perempuan
  6. Bersifat jangka pendek, mudah dilihat, tak berkelanjutan

Kebutuhan strategis gender adalah sebagai berikut :

  1. Upaya melarang pembagian kerja berdasarkan gender yang tidk adil
  2. Mengurangi kerawanan yang dialami perempuan dan anak-anak terhadap kejahatan, kekerasan dan eksploitasi
  3. Adanya kesamaan akses pada ekonomi, kemerdekaan, pilihan, dan kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan
  4. Memberikan akses yang adil dalam pendidikan dan kredit
  5. Memberikan pilihan bebas dan hak atas reproduksi
  6. Membentuk organisasi dan jaringan perempuan agar lebih kuat sehingga timbul rasa solidaritas dan aktivitas
  7. Peningkatan partisipasi yang sama dalam berpolitik
  8. Peningkatan kemampuan perempuan untuk meningkatkan kehidupan mereka dan mewujudkan masa depan bagi anak-anaknya
  9. Menguatkan aturan untuk melawan kekerasan terhadap perempuan
  10. Kampanye memerangi pelabelan negative pada perempuan

Pengarusutamaan Gender (PUG), terutam dalam bidang pendidikan dapat didentifikasikan apakah laki-laki dan perempuan mempunyai hal-hal berikut :

  1. Akses yang sama kepada sumber daya pembangunan pendidikan
  2. Partisipasi yang samadalam proses pembangunan, pendidikan, terutama proses pengambilan keputusan
  3. Control yang smaa atas sumber daya pembangunan pendidikan
  4. Kesempatan memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan pendidikan
  • Faktor penyebab keberagaman bangsa Indonesia
    • Lingkungan fisik daerah
    • Keykainan/agama
    • Kehidupan social budaya di erbagai daerah
    • Factor sejarah
  • Arti Penting Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
  • Arti penting keberagaman

Dapat dilihat dari 2 sudut pandang, kebhinnekaan sebagai potensi dan tantangan

  • Keberagaman sebagai potensi menuju kejayaan
    • Pada era kebangkitan nasional terdapat perjuangan sifatnya nasional melalui organisasi modern yaitu Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo
    • Berkembang lahir kesadaran nasional yang diikrarkan dalam sumpah pemuda
  • Keberagaman sebagai tantangan bangsa
    • Upaya mempertahankan dan membangun negara Indonesia bukan hanya kerja keras pemerintah, melainkan keinginan bangsa yang berbhinneka tetap satu

Semangat menjaga keberagaman dalam masyarakat dalam masyarakat Indonesia

Semangat dan perilaku dalam kehidupan beragama yang beragam

  • Menghormati agama yang diyakini oleh orang lain
  • Melaksanakan ajaran agama secara baik

Semangat dan perilaku dalam keberagaman ras dan suku di Indonesia

  • Berperilaku baik kepada sesame tanpa memandang berbagai perbedaan

Semangat dan perilaku dalam keberagaman sosial budaya

  • Merasa bangga terhadap budaya bangsa sendiri
  • Mengetahui keberagaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia

Semangat dan perilaku dalam perbedaan jenis kelamin

  • Menghilangkan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin
  • Memberi kesempatan yang sama kepada laki-laki dan perempuan
  • Perilaku toleransi dalam masyarakat

Lingkungan keluarga,

Saling menghargai perbedaan di dalam keluarga

            Lingkungan sekolah, Melaksanakan piket tanpa melihat latar belakang masing-          masing

            Lingkungan masyarakat, mengadakan kerja bakti secara bersama-sama

            Kehidupan berbangsa dan negara, melaksanakan pembangunan tanpa membeda-bedakan wilayah

Bab 5

A.Makna Kerja Sama dalam Kehidupan Bermasyarakat

                Kerjasama berasal dari kata Inggris (Cooperation) yang dapat diartikan sebagai keuntungan bersama ; bertindak bersama ; bekerja bersama untuk mencapai tujuan ; bantuan aktif orang maupun kelompok , dan lain – lainnya. Kerjasama yang biasanya sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia ialah gotong royong.

Kerjasama yang dilakukan sehari – hari harus berdasarkan sebuah norma, yaitu :
1. Tidak melakukan kejahatan.

2. Bersifat meninggikan derajat dan martabat kemanusiaan.

3. Menghargai berbagai macam perbedaan golongan, suku, ras, budaya, dan lain – lain.

Faktor yang dapat mempengaruhi sebuah kerjasama, yaitu ;

  • Kondisi
  • Hubungan timbal balik
  • orientasi

Hubungan timbal balik dapat diartikan kedua belah pihak yang saling menguntungkan dan saling melengkapi.

Menurut H. Kusnadi, kerjasama yang baik dan membuahkan manfaat yang baik meliputi :

1. Mendorong persaingan dalam pencapaian tujuan.

2. Hubungan keduabelak yang harmonis dan damai.

3. Membuat pekerjaan menjadi efektif, efisien, dan produktif.

Manfaat kerjasama di lingkungan pribadi :

1. Diterima oleh orang lain.

2. Pekerjaan terasa lebih ringan.

3. Perasaan menjadi lebih bahagia karena tidak terbebani tugas.

                Dalam lingkungan sekolah, kita dapat mewujudkan kerjasama yaitu piket kelas. Ki Hajar Dewantara menyebutkan “Ing ngarso sung tulodo ing madya mangunkarso, dan tut wuri handayani”. Kata yang disebut oleh Ki Hajar Dewantar memiliki tujuan, yaitu yang didepan memberi teladan, yang ditengah memberikan semangat, dan yang di belakan memberi dorongan.

Manfaat kerjasama bagi Bangsa dan Negara, adalah :

  • Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Mempercepat kemajuan bangsa.
  • Mempercepat proses dan hasil pembangunan.

B. Bentuk – Bentuk Kerja Sama dalam Berbagai Bidang Kehidupan Masarakat

Kerja sama dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat dibedakan menjadi beberapa penjelasa, berikut contoh dan artinya :

  1. Kerukunan

Kerukunanberasal dari hati nurani dan mudah untuk goyah. Contoh dari kerjasama ini adalah gotong royong dan saling tolong menolong.

  • Bargaining

Bargaining adalah perjanjian mengenai barang maupun inidvidu dengan individu maupun kelompok dengan kelompok. Kerjasama ini menguntungkan kedua belah pihak (barter).

  • Kooptasi

Kooptasi  adalah proses penerminaan unsur yang baru dalam sebuah organisasi.

  • Koalisi

Koalisi adalah gabungan / kombinasi dua kelompok atau lebih yang memiliki tujuan yang sama. Contohnya dua / lebih partai politik mengajukan calon kepala daerah mereka.

  • Joint Venture

Joint Venture adalah kerjasama yang dilakukan individu atau kelompok untuk menyelesaikan suatu proyek secara bersama maupun diserahkan hanya pada satu pihak.

Kerjasama dapat dilakukan dimana saja, dalam bidang politik, dalam bidang ekonomi, dalam bidang sosial budaya, dan dalam kehidupan beragama.

  • Contoh dari bidang politik, berbagai partai politik memiliki tujuan untuk memajukan bangsanya dengan sama.
  • Contoh dari bidang ekonomi, bersama – sama mendirikan usaha besar/kecil kecilan. Contoh dari bidang sosial budaya, siskamling.
  • Contoh kerjasama dari bidang beragama, bersama – sama menciptakan suasana yang damai dan rukun dengan cara menghargai ajaran agama masing – masing.

Tujuan kerjasama antarnegara ialah :
a.) Meningkatan perekonomian antarnegara.

b.) Meningkatkan taraf hidup.

c.) Memperat persahabatan antarnegara

d.) Meningkatkan perdamaian dunia.

Hambatan dalam kerjasama antarnegara ialah :

a.) Ideologi negara berbeda.

b.) Konflik dan peperangan.

c.) Perbedaan kepentingan tiap masing – masing negara.

Kerjasama antarnegara dapat dibagi berbagi macam, yaitu :

  1. Kerjasama bilateral

Kerjasama yang melibatkan 2 negara, Misalnya kerjasama antara Indonesia dengan Singapore.

  • Kerjasama regional

Kerjasama yang terjalin antara beberapa  wilayah, seperti benua. Contoh kerja sama tersebut ialah ASEAN, APEC, dan NAFTA.

  • Kerjasama subregional

Kerjasama yang dilakukan oleh subkawasan, Misalnya Belgia, Belanda, dan Luksemburg. Selain itu Indonesia juga melakukan kerjasama subregional dengan Malaysia dan Filipina.

  • Kerjasama antarregional

Kerjasama yang dilakukan melibatkan beberapa negara dalam satu kawasan dan melibatkan beberapa. Misalnya negara Uni – European menjalin kerjasama bersama ASEAN.

  • Kerjasama multilateral

Kerjasama yang tidak memandang kawana/wilayah suatu negara. Kerjasama ini disebut juga kerjasama internasinal. Contoh dari kerjasama multilateral adalah PBB, WTO, WHO, UNESCO, dan lain – lain.

Bab 6

A.Makna Persatuan dan Kesatuan

 Persatuan artinya bersatunya sesuatu yang beranekaragam menjadi satu kesatuan yang utuh dan serasi

Prinsip-prinsip persatuan dan kesatuan bangsa, yaitu :
1.  Bhinneka Tunggal Ika 
 2. Nasionalisme Indonesia
 3. Kebebasan yang bertanggung jawab
 4. Wawasan nusantara
 5. Persatuan pembangunan untuk mewujudkan cita-cita reformasi

Wujud nyata sikap persatuan dan kesatuan di dalam NKRI, yaitu :
1. Mempertahankan persatuan dan kesatuan wilayah Indonesia
2. Meningkatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika
3. Mengembangkan semangat kekeluargaan
4. Menghindari penonjolan SARA

Manfaat persatuan dan kesatuan bagi bangsa Indonesia, yaitu :
1. Memperkuat jati diri NKRI
2.  Memperkuat pertahanan nasional dalam menghadapi segala ancaman dan gangguan dalam bernegara
3. Memudahkan mencapai tujuan nasional
4. Menciptakan suasana yang tenteram, aman dan damai

B. Makna Sejarah Berdirinya NKRI

  • Pengertian negara,

 negara adalah suatu organisasi manusia/kumpulan manusia yang berada di bawah naungan suatu pemerintahan yang sah

  • Pengertian bangsa,

bangsa adalah orang – orang yang memilki persamaan nasib, latar belakang sejarah, pengalaman dan perjuangan dalam mencapai hasrat untuk bersatu dalam mencapai cita-cita bersama

  • Pengertian tanah air,

tanah air adalah tempat di mana seseorang dilahirkan, memperoleh kehidupan, menjalankan hidup, dan akhirnya meniggal dunia

 Bentuk negara dibedakan menjadi 2 :

  1. Negara kesatuan
  2. Negara serikat

Bentuk pemerintahan negara dibedakan menjadi tiga yaitu :

  1. Otokrasi, adalah negara yang diperintah dengan kekuasaan tunggal (raja atau dictator)
  2. Oligarki, adalah negara yang dijalankan oleh kekuasaan tertinggi di tangan beberapa orang
  3. Republik, adalah negara yang dijalankan berdasarkan prinsip kedaulatan rakyat yang dilaksanakanan secara demokratis melalui pemilihan umum.

Fungsi sebuah negara didirikan :

1. Menegakkan keadilan

2. Mencapai kesejahteraan bersama

3. Menegakan keamanan dan ketertiban

4. Menjamin Hak Asasi Manusia

Fungsi negara, yaitu :
1. Fungsi keamanan dan ketertiban
2. Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran
3. Fungsi keadilan 
4. Fungsi pertahanan

 Tujuan negara, yaitu :
1. Menjamin Hak dan kebebasan manusia
2. Mencapai perdamaian dunia
3. Mewujudkan keadilan sosial
4. Mencapai kesejahteraan bersama
5. Menciptakan kekuasaan negara secara demokratis

  •  Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan sejarah penting sehingga perlu diperingati melalui iringan upacara bendera. Teks Proklamasi Kemerdekaan yang disusun dalam mendesak karena hanya memiliki dua alinea, tetapi memiliki makna yang dalam untuk negara ini.

 Proklamasi kemerdekaan memilik makna, yaitu :
1. Batas akhir penjahan di Indonesia
2. Pernyataan kemerdekaan Indonesia
3. Sumber tertib hukum nasional
4. Tanda berdirinya NKRI
5. Alat hukum internasional untuk bangsa Indonesia dalam melakukan hubungan dan kerjasama internasional.

Tujuan NKRI sesuai pembukaan UUD NRI Tahun 1945 pada alinea keempat, yaitu :
a). Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
b). Memajukan kesejahteraan umum 
c). Mencerdaskan kehidupan bangsa
d). Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi.

C. Upaya Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan

Berbagai gangguan dan ancaman membuat rusaknya persatuan dan keutuhan NKRI, ancaman dan gangguan tersebut ialah :

  • Terorisme, sesutau yang dapat membuat kekacauan bagi semua masyarakat. Terorisme dapat muncul dari luar negeri, bahkan dalam negeri.
  • Agresi,  kegiatan yang dilakukan negara lain untuk merebut Bangsa Indonesia.
  • Gerakan separatisme, kegiatan yang ingin dilakukan masyarakat Indonesia tepecah belah.

Pertahanan negara adalah salah satu fungsi pemerintah negara untuk mempertahankan negaranya dari serangan – serangan yang tidak diinginkan.

 Komponen yang terlibat dalam pertahanan negara, yaitu yang utama ialah TNI, cadangan ialah sumber daya cadangan nasional, kemudian yang terakhir komponen pendukung, masyarakat Indonesia.

Dalam menjaga dan melindungi negara, kita harus melakukan pembelaan negara dengam cara berikut :

1. Mengutamakan kepentingan nasional dibanding daerah.

2. Menghormat kekanekaragaman yang ada

3. Bersama – sama memajukan daerah demi persatuan NKRI

4. Menciptakan ketertiban di sekitar masyarakat,

5. Menaati aturan hukum yang berlaku

Ringkasan PPKN Kelas 7 (Bab 1- 3) Athalia 9A/4

BAB 1

Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

  1. Sejarah Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
    1. Latar Belakang Pancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila dipilih sebagai dasar negara dan ideologi negara Indonesia berdasarkan beberapa faktor, yaitu :

  1. Proses sejarah kelangsungan hidup dan perjuangan bangsa Indonesia.
  2. Nilai – nilai dan moral Pancasila sudah menjadi milik bangsa Indonesia sejak dahulu.
  3. Nilai – nilai dan moral Pancasila mengandung nilai – nilai masa depan, yaitu Indonesia yang adil, Makmur, dan sejahtera.
  •  
  • Perjuangan Bangsa Indonesia dalam Menemukan Nilai – Nilai Luhur Pancasila

Pancasila digali, dirumuskan, dan akhirnya disepakati sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

  1. Masa Awal Keberadaan Bangsa Indonesia.

Sejak awal banbgsa Indonesia sudah menunjukkan sebagai bangsa yang religius. Pada masa praksaara, bangsa Indonesia sudah percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa dengan kepercayaan animism dan dinamisme.

  • Masa Kerajaan

Pada masa kerajaan, terutama masa Sriwijaya dan Majapahit, bangsa Indonesia sudah semakin nyata keberadannya di Nusantara sebagai b angsa yang Bersatu dan berdaulat. Semangat Bhinneka Tunggal Ika nyata tertulis dalam buku Sutasoma karya Empu Tantular dan Negara Kertagama karya Empu Prapanca. Pada masa ini, kehidupanm bangsa Indonesia sudah dijiwai dengan nilai – nilai toleransi.

  • Masa Perjuangan Melawan Penjajah

Bangsa Portugis datang pada awal abad ke – 16, dan bamgsa Belanda dating pada alhir abad ke -16. Mereka dating untukn mencari rempah – rempah. Awalnya keberadaan mereka diterima baik di Nusantara, karena sifat toleran dan ramah. Tapi akhirnya mereka ingin menguasai Nusantara demi keuntungan mereka. Akhirnya timbul perlawanan diman –  mana, contohnya perlawanan Sisingamaraja di Sumatera Utara, Tuanku Imam Bonjol di Sumatera Barat, Pangeran Diponegoro dan Sultan Agung di Jawa, Hasanuddin di Sulawesi, Antarsari di Kalimantan, dan Pattimura di Maluku. Pada tanggal 20 Mei 1908 berdiri organisasi Budi Utomo. Pada tanggal 28 Oktober 1928 diadakan Sumpah Pemuda di Jakarta. Tanggal 20 Mei 1908 dan 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.

  1. Masa Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
    1. Pembentukkan BPUPKI
      1. Proses pembentukkan BPUPKI

Pada September 1944, Perdana Menteri Jepang, Koiso, dalam siding parlemen menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia. Pada 1 Maret 1945, Jepang mengumumkan pembentukkan Dokuritsu Zunbi Chosaki (BPUPKI). Pengumuman dan pengangkatan anggota BPUPKI dilakukan oleh Letna Jenderal Nagano Yoichiro pada tanggal 29 April 1945. Ketua BPUPKI adalah Dr. K.R.T Rajiman Wedyodiningrat dan dibantu oleh 2 orang ketua, R.P. Suroso dan Ichibangsae Yoshio (berkebangsaan Jepang). Pelantikkan anggota BPUPKI dilakukan pada 28 Mei 1945. BPUPKI mengadakan siding sebanyak dua kali siding resmi dan sidang tidak resmi.

  • Keanggotaan BPUPK
  • Tugas

Tugas BPUPKI adalah mengadakan penyeledikan dan persiapan mengenai Indonesia merdeka.

  • Perumusan Dasar Negara dalam Sidang BPUPKI
    • Sidang BPUPKI 1 (29 Mei-1 Juni 1945)
  • Muhammad Yamin (29 Mei 1945)
    • Usulan Muhammad Yamin secara lisan tentang 5 dasar negara Indonesia merdeka adalah :
      • Peri Kebangsaan
      • Peri Kemanusiaan
      • Peri Ketuhanan
      • Peri Kerakyatan
      • Kesejahteraan Rakyat
  • Usulan tertulis Muhammad Yamin adalah :
    • Ketuhana Yang Maha Esa
      • Persatuan Indonesia
      • Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
      • Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
      • Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  • Prof. Dr. Supomo (31 Mei 1945)
    • Persatuan/nasionalisme
      • Kekeluargaan
      • Taat kepada Tuhan
      • Musyawarah
      • Keadilan Rakyat
  • Ir. Sukarno (1 Juni 1945)
    • Kebangsaan Indonesia
      • Internasionlisme atau Peri Kemanusiaan
      • Mufakat atau Demokrasi
      • Kesejahteraan Sosial
      • Ketuhanan yang Berkebudayaan

Kelima dasar tersebut diberi nama Panca Dharma. Akan tetapi oleh ahli Bahasa diubah menjadi Pancasila. Tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai “Hari Lahirnya Pancasila”. Dan pada akhirnya BPUPKI membuat Panitia Kecil yan terdiri dari 8 orang.

  • Perumusan Piagam Jakarta

Pada 22 Juni 1945, Panitia kecil mengadakan rapat gabungan dengan anggota BPUPKI yang bertempat tiggal di Jakarta. Hasilnya dibentuk Panitia Perumusan Dasar Negara dengan 9 anggota. Pada hari itu juga Panitia Perumusan Dasar Negara bersidang dan menghasilkan Mukadimah Hukum Dasar Negara Indonesia yang terkenal dengan nama Piagam Jakarta.

  • Sidang BPUPKI 2 (10-17 Juni 1945)

Hasil akhir Sidang BPUPKI 2 adalah Rancangan UUD Negara Indonesia dengan Piagam Jakarta sebagai Pembukannya.

Rumusan dasar negara Pancasila menurut Piagam Jakarta adalah :

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk – pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyaktan yang Dipimpin oleh Jikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  • Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara
  1. Pembentukkan PPKI

Untuk mewujudkan kemerdekaan negara Indonesia maka dibentuk PPKI pada tanggal 7 Agustus 1945. Karena kekalahan Jepang terhadap sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945, hak tersebut mendorong Indonesia untuk segere memproklamasikan kemerdekaan. Akhirnya para pemimpin sepakat memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. PPKI segera melaksanakan tugasnya dan melakukan sidang pada tanggal 18 Agustus 1945.

  • Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara dalam Sidang PPKI
    • Sidang Pembukaan

Sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta, menyepakati untuk mengubah kalimat pembukaan UUD pada alinea keempat tentang dasar negara Pancasila pada sila pertama “…Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk – pemeluknya…” menjadi “…Ketuhanan Yang Maha Esa…”. Perubahan tersebut atas usul Drs. Muhammad Hatta demi kepentingan bangsa dan negara.

  • Sidang Utama

Dipimpin oleh Ir. Sukarno dan Drs. Muhammad Hatta, menghasilkan 3 keputusan penting bagi keberadaan dan kelangsungan negara Indonesia merdekan, yaitu :

  1. Mengesahkan Undang Undang Dsar Negara
    1. Mmemilih Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Ir. Sukarno dan Drs. Muhammad Hatta.
      1. Presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sampai dibentuknya lembaga – lembaga negara.

Undang – Undang Dasar negara yang ditetapkan oleh PPKI memiliki sistematika Pembukaan, Batang Tubuh, dan Penjelasan. Piagam Jakarta menjadi dasar penyusunan Pembukaan Undang – Undang Dasar Repiblik Indonesia Tahun 1945.

  • Komitmen Kebangsaan Para Pendiri Negara dalam Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara
    • Makna Komitmen Kebangsaan

Kebangsaan = patriotisme. Patriotisme berasal dari kata patria (tanah air), yang kemudian berubah menjadi patriot (seseorang yang mecintai tanah air). Dengan demikian patriotisme adalah semangat cinta tanah air. Patriotisme muncul setelah adanya nasionalisme (semangat kebangsaan). Kebangsaan/nasionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa keetiaan tertinggi setiap pribadi harus diserahkan kepada negara kebangsaan/nation state. Ada 2 jenis nasionalisme, yaitu :

  1. Nasionalisme Sempit (chauvinisme)

Nasionalisme ini bersifat negative karena memandang perasaan sehingga merendahkan bangsa lain.

  • Nasionalisme Luas

Nasionalisme ini bersifat positif karena memuliakan dan memajukan bangsa sendiri, namun tetap menghormati bangsa lain dengan prinsip saling menghargai dan kerja sama antarbangsa demi kesejahteraan umat manusia secara keseluruhan. Jiwa dan semangat kebangsaan Indonesia (patriotism Indonesia) diwujudkan dalam berbagai sikap dan perilaku, antara lain :

  1. Sikap pro-patria dan primus patrialis, artinya ‘mecintai tanah air dan mendahulukan kepentingan tanah air’
    1. Solidaritas dan kesetiakawanan dari semua lapisan masyarakat terhadap perjuangan kemerdekaan
      1. Toleransi atau tenggang rasa antaragama, antarsuku, antargolongan, dan antarbangsa
      1. Tanpa pamrih dan bertanggung jawab
      1. Ksatria dan kebesara jiwa yang tidak mengandung balasa dendam
  • Komitmen Kebangsaan Para Pendiri Negara dalam Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara
    • Peran Kelembagaan Pendiri Negara dalam BPUPKI

BPUPKI berperan , mengawali dalam membahas rancangan UUD Negara Republik Indonesia dengan Piagam Jakarta sebagai Mukadimahnya.

  • Peran Individu Pendiri Negara dalam Sidang BPUPKI
    • Dr. K. R. T. Rajiman Wedyodiningrat

Beliau seorang ketua BPUPKI dan mengawali sidang dengan pertanyaan, “Apakah yang akan menjadi dasar negara Indonesia nanti setelah merdeka?.”

  • Muhammad Yamin

Pada 29 Mei 1945, beliau mengusulkan lima asas dasar negara merdeka secara lisan dan tulisan. Beliau juga seorang ahi Bahasa yang mengusulkan nama Pancasila untuk lima asas dasar negara.

  • Prof. Dr. Supomo

Pada 31 Mei 1945, beliau menyampaikan gagasan negara integralistik atau negara kesatuan yang mengakui keanekaragaman bangsa Indonesia.

  • Ir. Sukarno

Pada 1 Juni 1945, beliau menyampaikan lima asas dasar negara Indonesia merdeka. Sehingga 1 Juni dijadikan sebagai hari lahirnya Pancasila.

  • Peranan Para Pendiri Negara dalam Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara
    • Peran Kelembagaan Pendiri Negara dalam PPKI

Berperan menetapkan UUD NRI Tahun 1945, yang sistematikanya terdapat Pembukaan, Batang Tubuh, dan Penjelasan. Di dalam Pembukaan terdapat rumusan Pancasila.

  • Peran Individual Pendiri Neara dalam Sidang PPKI
    • Ir. Sukarno

Pada 18 Agustus 1945, beliau menetapkan UUD NRI yang di dalam pembkaannya terdapat rumusan Pancasila. Beliau juga secara aklamasi terpilih sebagai Presiden RI pertama.

  • Drs. Muhammad Hatta

Beliau mengusahakan perubahan pada Pancasila silake-1. Beliau juga terpilih secara aklamasi menjadi Wakil Presiden RI pertama.

  • Meneleadani Semangat dan Komitmen Kebangsaan Para Pendiri Negara dalam Merumuskan dan Menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara

Nilai semangat dan komitmen yang tinggi terhadap bangsa dan negara :

  1. Komitmen kebangsaan atas dasar nilai Ketuhanan Yang Maha Esa
    1. Mengakui dan yakin adanya Tuhan Yang Maha Esa
    1. Menolak paham atheism
    1. Menghormati perbedaan agama
  • Komitmen kebangsaan atas dasar nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
    • Menjunung tinggi nilai – nilai kemanusiaan
    • Mengembangkan sikap tenggang rasa
    • Menjamin kesamaan kedudukan, hak, dan kewajiban
  • Komitmen kebangsaan atas dasar nilai Persatuan Indonesia
    • Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa sehingga mengutamakan kepentingan bangsa daripada kepentingan golongan/suku
    • Mengakui keberagaman bangsa dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika sehingga tetap terpelihara persatuan dan kesatuan bangsa
    • Rela berkorban dan selalu bersemangat dalam berjuang untuk kepentingan bangsa dan negara terutama untuk mencapai kemerdekaan Indonesia
  • Komitmen kebangsaan atas dasar Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
    • Mengakui dan Mengembangkan nilai-nilai demokrasi
    • Menghargai perbedaan pendapat
    • Bertanggung jawab dalam melaksanakan keputusan bersama
  • Komitmen kebangsaan atas dasar Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
    • Meyakini dan mengembangkan demokrasi ekonomi
    • Mengakui bahwa semua cabang produksi tidak dikuasai negara
    • Mengutamakan kegotongroyongan dan kekeluargaan

Bab 2

Norma – norma dalam Bermasyarakat dan Bernegara

  1. Norma yang Berlaku dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara
  2. Hakikat Norma

Masyarkat adalah sejumlah manusia yang hidup bersama dan terikat oleh kebudayaan yang sama. Di dalam masyarakat, setiap individu berhubungan satu sama lain untuk memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, terkadang sifat individual manusia sering mengganggu kepentingan individu yang lain, misalnya mencuri dan berkelahi. Untuk mengatasi berbagai tindakan yang merugikan orang lain, dibuatlah norma atau atruran.

Menurut KBBI, Norma mempunyai 2 arti, yaitu :

  1. Aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai, sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan diterima,
  2. Aturan, hukum, atau kaidah yang dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai atau memperbandingkan sesuatu.
  • Jenis – Jenis Norma
  • Norma Agama

Norma agama adalah aturan yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya, dan manusia dengan lingkungannya. Tujuan norma agama adalah mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sanksi bagi para pelanggar norma agama adalah dosa yang akan dihukum oleh Tuhan di akhirat. Contoh norma agama, antara lain :

  1. Iman dan takwa kepada Tuhan
  2. Beribadah kepada Tuhan
  3. Berbuat baik kepada sesam manusia
  4. Menyayangi binatdang
  5. Membantu sesame manusia
  • Norma Moral

Norma moral adalah norma yang mengatur hidup manusia yang berlaku secara umum dan bersumber dari hati nurani manusia. Sanksi bagia pelanggar norma moral adalah rasa menyesal.

Contoh norma moral :

  1. Jujur dalam perkataan dan perbuatan
  2. Menghormati sesama manusia
  3. Membantu orang lain yang membutuhkan
  4. Tidak menganggu orang lain
  5. Mengembalikan hutang
  • Norma Sosial

Norma sosial adalah norma yang berkembang dalam suatu kehidupan sosial masyarkat tertentu. Norma sosial mencakup adat istiadat, sopan santun, dan kebiasaan dalam sebuah masyarakat. Sanksi bagi para pelanggar norma sosial adalah dicemooh atau dikucilkan. Contoh norma sosial, antara lain :
1) berbicara santun dengan orang yang lebih tua

2) silahturahmi pada hari raya keagmaan

3) mengetuk pintu jika bertemu

4) gotong royong  untuk keprntingan bersama

5) mengundang tetangga jika mempunyai acara

  • Norma Hukum

Norma hukum adalah aturan tertulis yang dibuat oleh negara untuk mengatur warga negara. Tujuannya untuk menciptakan ketertiban dalam kehidupan bangsa dan bernegara. Sanksi bagia yang melanggar norma hukum adalah denda, penjara, atau hukum mati. Contoh norma hukum adalah :

  1. Peraturan lalu lintas
  2. Aturan hukum pidana (KUHP)
  3. Aturan hukum pajak
  4. Hukum tata negara
  5. Hukum administrasi negara
  • Hubungan antara Norma Agama, Moral, Sosial, dan Hukum

Adat istiadat adalah tata kelakukan yang kekal dan turun-temurun dari generasi ke generasi sebagai warisan sehingga tertanam kuat dalam pla perilaku masyarkat. Peraturan adalah petunjuk, kaidah, dan ketentuan yang dibuat untuk mengatur hidup manusia sebagai warga masyarakat. Norma, kebiasaan, adat istiadat, dan peraturan yang ada di masyarkat memiliki hubungan yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam rangka mewujudkan kehidupan masyarkat yang tertib, aman, dan tenteram.

  • Arti Penting Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara
  • Arti Penting Norma bagi Individu dan Masyarkat
  • Bagi kehidupan pribadi, norma memberikan jaminan untuk hidup lebih tenang dan tenteram.
  • Bagi kehidupan masyarkat, norma menjadi pedoman dalm pergaulan sosial sehingga tercipta kondisi masyarkat yang tertib, aman, dan tenteram.
  • Indonesia sebagai Negara Hukum

Negara hukum adalah negara yang mendasarkan segala sesuatunya, baim perbuatan warga negara maupun pembentukkan lembaga-lembaga negara pada hukum yang tertulis dan tidak tertulis. Negara hukum memilik 3 unsur, yaitu :

  1. Adanya supremasi hukum, artinya kekuasaan terttinggi ada pada hukum sehingga semua warga negara dan lemabag negaar harus tunduk pada hukuman
  2. Adanya persamaan kedudukan dalam hukum, artinya semua warga negara tanpa ememandang status, kedudukan, dan jabatan, memiliki kedudukan yang sama di depan hukum
  3. Adanya jaminan terhadap hak asasi manusia

Indonesia sebagai negara hukum. Hal itu secara yegas ditentukan di dalam UUD NRI Tahun 1945, yaitu :

  1. Pasal 1 ayat 3, “Negara Indonesia adalah negara hukum”.
  2. Pasal 27 sampai dengan 34 mengatur tentang hak dan kewajiban warga negara, bahkan secara khusus pada Pasal 27 ayat 1 mengatyr prinsip persamaan kedudukan dalam hukum dan Pasal 28A mengatur tentang hak manusia.

Indonesia memiliki tugas dan fungsi yang luhur, yaitu :

  1. Me njamin kepastian hukum bagi semua warga negara Indonesia
  2. Menjamin ketertiban, keamanan, keadilan, kebenaran, kebahagiaan, dan kemakmuran bagi semua warga negara Indonesia
  3. Menjaga agar tidak terjadi tindakan main hakim sendiri atau pelanggaran hak asasi manusia.
  • Perilaku Taat terhadap Norma yang Berlaku di Masyarakat

Setaip warga masyarakat, bangsa, dan negara harus, berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku agar tercipta keadaan yang aman dan tenteram.

Bab 3

Perumusan dan Penetapan UUD NRI Tahun 1945

  1. Sejarah Perumusan UUD NRI Tahun 1945
  2. SIdang BPUPKI (29 Mei-1 Juni 1945)

Pada sidang BPUPKI pertama, mereka menerima berbagai usulan tentang dasar negara Indonesia merdeka dan juga memebentuk Panitia Kecil Perumusan Dasar Negara dengan 9 anggota.

  • Rapat Panitia Kecil

Pada 22 Juni 1945, Panitia Kecil mengadakan rapat gabungan dengan anggota BPUPKI yang bertempat tinggal di Jakarta. Hasil rapatnya adalah Rancangan UUD dengan Mukadimah Hukum Dasar Negara Indonesia yang terkenal dengan Piagam Jakarta.

  • Sidang BPUPKI 2 (10-17 Juli 1945)

Dibentuk 3 panitia dalam rangka membahas Rancangan UUD Negara Indonesia, yaitu :

  1. Panitia Perancangan UUD yang diketuai oleh Ir. Sukarno
  2. Panitia Keuangan dan Perekonomian yang diketuai oleh Drs. Muhammad Hatta
  3. Panitia PETA (Pembela Tanah Air) yang diketuai oleh Abikusno Cokrosuyoso

Ketiga panitia tersebut bekerja bersama – sama sehingga menghasilkan Rancangan UUD Negara Indonesia dengan Piagam Jakarta sebagai Pembukaanya.

  1. Sidang Panitia Perancangan Undang- Undang Dasar

Pada 11 Juli 1945, Panitia Perancangan Undang-Undang Dasar mlenjutkan sidang yang menghasilkan kesepakatan berikut :
1)  Membentuk Panitia Perancang “Declaration of Rights”, yang beranggotakan Ahmad Subardjo, Sukiman, dab Parada Harahap.

2) Bentuk “Unitarisme”

3) Kepala Negara di tangan satu orang, yaitu Presiden

4) Membentuk Panitia Kecil Perancangan Undang-Undang Dasar, yang diketuai oleh Supomo.

  • Sidang Panitia Kecil Perancangan Undang-Undang Dasar

Pada 13 Juli 1945, Panitia Kecil Perancangan UUD mengadakan sidang dan berhasil membahas beberapa hal dan menyepakati, antara lain ketentuan tentang Lambang Negara, Negara Kesatuan, sebutan Majelis Perwakilan Rakyat, dan membentuk Panitia Penghalus Bahasa.

  • Sidang BPUPKI

Pada 14 Juli 1945, BPUPKI mengadakan sidang dengan agenda “Pembicaraan tentang Pernyataan Kemerdekaan”. Sedangkan sidang pada tanggal 15 Juli 1945 melanjutkan acara “Pembahasan Rancangan UUD”.

  • Penetapan UUD NRI Tahun 1945
  • Pembentukan PPKI

Pada tangal 7 Agusutus 1945 dibentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) untuk mewujudkan kemerdekaan. PPKI bertugas untuk mempersiapkan kelengkapan – kelengkapan bagia Indonesia merdeka. Pada tanggal 14 Agustus 1945, terjadi kekalahan Jepang terhadap sekutu. Keadaan tersebut mendorong bangsa Indonesia untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Melalui proses yang cepat didasari dengan semangat perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia, akhirnya sepakat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945

  • Sidang PPKI

Sidang PPKI dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945 di Gedung Keseniana Jakarta. Pada siding disepakati untuk mengubah kalimat Pembukaan UUD pada alinea keempat tentang dasar negara Pancasila pada sila pertama “..Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya..” menjadi “..Ketuhanan Yang Maha Esa..” Perubahan tersebut atas usul dari Drs. Muhammad Hatta demi kepentingan bangsa dan negara yang beraneka ragam suku, bangsa, dan agama. Dalam sidang juga terdapat beberapa tanggapan dari anggota PPKI tentang Rancangan UUD hasil kerja BPUPKI, antara lain Bab II Pasal 6 yang berbunyi  “Presiden ialah orang Indonesia asli yang beragama Islam”, atas usul Oto Iskandar Di Nata akirnya diubah menjadi “Presiden ialah orang Indonesia asli”.

Keputusan hasil sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah sebagai berikut :

  1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar Negara
  2. Memilih Presiden dn Wakil Presiden, yaitu Ir. Sukarno dan Drs. Muhammad Hatta.
  3. Presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sampai dibentuknya lembaga-lembaga negara.

UUD NRI Tahun 1945 yang ditetapkan oleh PPKI mempunyai sistematika sebagai berikut :

  1. Pembukaan, terdiri atas 4 alinea
  2. Batang Tubuh, terdiri atas 16 bab, 37 pasal, 4 pasal peraturan peralihan, dan 2 ayat aturan tambahan.
  • Arti Penting UUD NRI Tahun 1945 bagi Bangsa dan Negara Indonesia
  • Kedudukan UUD NRI Tahun 1945

UUD NRI Tahun 1945 mempunyai kedudukan istimewa dibandingkan dengan peraturan perundangan yang lain bagi bangsa Indonesia karena ;

  1. Dibentuk dengan cara istimewa
  2. Dianggap sesuatu yang luhur
  3. Berisi cita – cita bangsa dan organisasi negara
  4. Berisi garis besar tentang dasar dan tujuan negara

Pasal – pasal dalam UUD NRI Tahun 1945 pada dasarnya memuat dua materi, yaitu :

  1. Pengaturan tentang bentuk negara dan system pemerintahan negara, termasuk di dalamnya pengaturan tentang kedudukan, tugas, wewenang, dan hubungan antar lembaga satu dengan lembaga lainnya
  2. Pengaturan tentang hubungan negara dengan wrga negar dan penduduknya, serta konsepsi negara di berbagai bidang politik, ekonomi, social budaya, pertahanan keamanan, hak asasi manusoa, dan lain – lain.
  • Arti Penting UUD NRI Tahun 1945

Arti penting UUD NRI Tahun 1945 bagi kehidupan bangsa dan negara Indonesia, yaitu :

  1. Menjadi dasar dan sumber eksitensi berdirinya NKRI
  2. Sebagai landasan konstitusional penyelenggaraan negara Indonesia, baik dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan nasional, maupun hubungan antara warga negara dan negara.
  3. Sebagai aturan hokum yang tertinggi dalam tata urutan peraturan perundang – undangan nasional di Indonesia
  4. Sebagai salah satu pilar kebangsaan Indonesia, selain Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
  • Perubahan UUD NRI Tahun 1945

Pada tanggal 27 Desember 1949, kontitusi negara Indonesia diganti menjadi Konstitusi RIS. Hal ini berlaku hingga tanggal 7Agustus 1950 dan bergati lagi dengan UUDS 1950 hingga tanggal 5 Juli 1959. Pada pelaksanaannya, UUD RIS dan UUDS 1950 menimbulkan banyak persoalan dalam ketatanegaraan di Indonesia. Oleh karena itu, Presiden Sukarno pada tanggal 5 Juli 1959 mengeluarkan Dekret Presiden yang berisi :

  1. Menetapkan pembubaran konstituante
  2. Menetapkan bahwa UUD NRI Tahun 1945 berlaku kembali
  3. Pembentukan MPRS yang terdiri atas anggota DPR dan utusan daerah serta pembentukan DPAS.

UUD NRI Tahun 1945 terlalu luwes untuk ditafsirkan, terbukti dalam sejara UUD NRI Tahun 1945 masa Demokrais Terpimpin (1959) dan UUD NRI Tahun 1945 masa Orde Baru (1966). Meski mempunyai turan yang sama ternyata melahirkan praktik ketatanegaraan yang berbeda. Untuk menghindari penyimpangan, maka UUD NRI Tahun 1945 perlu diamandemen agar lebih lengkap dan memenuhi tuntutan perubahan.

  • Amandemen UUD Negara RI Tahun 1945

Amandemen dilakukan oleh badan yang berwenang yaitu MPR

  1. Latar belakang Amandemen UUD NRI Tahun 1945
  2. Upaya memperbaiki arah perjalanan negara
  3. Mengembangkan kekuasaan-kekuasaan lemabag negara
  4. Mengubah tata kelola negara agar lebih baik
  5. Membina hubungan yang lebih baik dalam pergaulan internasional
  6. Mencegah adanya penyalahgunaan kekuasaan
  7. Mewujudkan visi dan misi reformasi
  8. Melahirkan UUD secara tertulis
  • Maksud dan Tujuan Amendemen
  • Menegakkan kedaultan rakyat dengan menempatkan MPR tidak lagi sebagai pemegang kedaulatan rakyat. Kedaulatan rakyat dilaksanakan oleh lembaga-lembaga negara
  • Mengontrol kekuasaan Presiden yang terlalu besar (executive heavy) sehinga Presiden benar-benar dapat dikontrol
  • Membuat pasal UUD NRI Tahun 1945 yang tidak multitafsir
  • Membuat tata kelola negara secara demokratis melalu penghormatan HAM dan otonomi daerah
  • Kesepakatan dasar dalam Amandemen UUD NRI Tahun 1945
  • tidak mengubah Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
  • mempertahankan NKRI
  • mempertegas system pemerintahan presidensial
  • menghilangkan penjelasan UUD NRI Tahun 1945
  • memasukkan penjelasan yang bersifat normatif ke dalam pasal
  • perubahan dilakukan dengan penambahan naskah (amandemen)
  • Jalannya Amandemen
  • Amandemen pertama dilakukan pada Sidang Tahunan MPR tangal 14-21 Oktober 1999
  • Amandemen pertama dilakukan pada Sidang Tahunan MPR tangal 7-18 Agustus 2000
  • Amandemen pertama dilakukan pada Sidang Tahunan MPR tangal 1-9 November 2001
  • Amandemen pertama dilakukan pada Sidang Tahunan MPR tangal 1-11 Agustus 2002
  • Hasil Amandemen

Sistematika UUD NRI Tahun 1945 yang telah diamandemen selama empat tahap akhirnya terdiri atas Pembukaan dan Pasal-Pasal (21 bab, 73 pasal, 170 ayat, 3 pasal aturan peraihan, dan 2 pasal aturan tambahan.

  • Makna Amandemen
  • Adanya UUD yang lengkap dan tidak multitafsir
  • Terjadinya pembatasan dan pembagian kekusaan antar lembaga negara secara jelas sehingga menghindari terjadinya penyelahgunaan kekuasaan
  • Memudahkan keberadaan bangsa Indonesia dalam pergaulan internasional
  • Lebih menjamin hak asasi warga negara
  • Meperbaiki arah perjalanan bangsa berdasarkan visi reformasi dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional
  • Menjamin pelaksanaan kedaulatan rakyat melalui pemilihan umum untuk memilih lembaga eksekutif dan legislative
  • Mempertahankan dasar negara Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Peran Tokoh Perumus UUD NRI Tahun 1945

Semangat dan komitmen pendiri negara dan perumusan dan pengesahan UUD NRI Tahun 1945 antara lain mengutamakan kepentingan bangsa an negara, persatuan dan kesatuan, rela berkorban cinta tanah air dan musywarah mufakat.

Rangkuman Bab 4 Kelas 7 Donald Oktavio S/9A

A.Bhinneka Tunggal Ika

Salah satu dari empai pilar kebangsaan Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika.Semboyan tersebut tertulis  jelas di lambing Negara Garuda Pancasila tepatnya di pita yang dicengkram kuat oleh kedua kaki Garuda.

1.Pengertian Bhinneka Tunggal Ika

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika berasal dari buku Sutasoma karya Mpu Tantular seorang pujangga di Kerajaan Majapahit.Dalam buku tersebut  lengkapnya adalah Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa yajng artinya ‘walaupun berbeda beda,tetapi tetap satu jua adanya karena tidak ada agama yang tujuannya berbeda’.Berdasarkan tulisan tersebut diambil semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti ’berbeda tetapi tetap satu jua’.

Lambang Negara Garuda Pancasila dirancang oleh Sultan Hamid 2 dari Pontianak yang kemudian disempurnakan oleh Ir Soekarno dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambing Negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950.Lambang Negara Garuda Pancasila diperkenalkan pada 17 Agustus 1950.

2.Makna Bhinneka tunggal ika

Makna luhur bhinneka tunggal ika adalah

a.Bangsa Indonesia menyadari bahwa keragaman,baik suku bangsa,agama,ras,anatrgolongan bukan unsur pemecah

b.Bangsa Indonesia menyadari bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika mendorong lahirnya kesatuan Indonesia yang semakin kokoh

c.Bangsa Indonesia menyadari sepenuhnya bahwa Bhinneka Tunggal  merupakan salah satu pilar selain Pancasila,UUD NRI 1945 ,dan NKRI

3.Arti penting semboyan Bhinneka Tunggal Ika bagi bangsa Indonesia

Bhinneka memiliki arti penting yang sangat penting yaitu:

a.Pendorong lahirnya Nasionalisme Indonesia

Lahirnya oeraturan dan kesatuan Indonesia sebagai bangsa yang bertumbuh yaitu:

1.kesatuan sejarah

2.kesatuan nasib

3.kesatuan kebudayaan

4.kesatuan asas kerohanian

Wujud lahirnya persatuan Indonesia yang berbeda beda suku bangsa adalah lahirnya Sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 2019.

b.Penyemangat untuk membangun Indonesia yang lebih maju

Setiap warga Negara harus dapat menerapkan dalam kehidupan sehari hari yaitu:

1.Hidup saling menghargai antara masyarakat yang  satu dengan yang lain tanpa memandang perbedaan

2.Menumbuhkan kesadaran sikap untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika

3.Menjaga persatuan dan Negara

4.Meningkatkan nilai kegotongroyongan

5.Meningkatkan identitas dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia

c.Benteng Persatuan bangsa dan Negara Indonesia di era globalisasi

Pada saat ini banyak kalangan menilai bahwa bangsa Indonesia mengalami kemunduruan persatuan dan kesatuan.Penyebabnuya adalah ketimpangan social,kesenjangan ekonomi,belum stabilnya kondisi pemerintahan.Cara menghadapi globalisasi inui adalah selektig dengan mengedepankan bahwa bangsa Indonesia satu,satu bangsa,tanah,dan bahasa Indonesia.

B.Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

1.Hakikat keberagaman

NKRI terbentuk dari keberagaman dalam semua aspek kehidupan,kewilayahan,suku bangsa,agama,ras.Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang.

2.Keragaman di Indonesia

a.Keberagaman Wilayah dan lingkungan

b.Keberagaman Suku bangsa dan budaya

kelompok /suku bangsa dapat dilihat dari aspek:

1.tipe fisik

2.bahasa

3.adat istiadat

4.kesenian

5.sistem kekerabatan

Kebudayaan mempunyai 7 unsur yang bersifat universal:

1.bahsa sebagai penghubung masyarakat

2.sistem teknologi yang dipakai sehari hari

3.sistem mata pencaharian dan system ekonomi

4.organisasi social atau system kemasyarakatan

5.sistem pengetahuan

6.religi atau kepercayaan

7.kesenian

Faktor yang mempengaruhi keberagaman budaya:

1.Lingkungan alam

2.kontak dengan budaya lain

3.keyakinan dan kepercayaan yang dimiliki

c.Keberagaman agama

Agama yang disahkan di Indonesia adalah Kristen,Konghucu,Buddha,Islam,Katholik,Hindu.

Agama tersebut disebarkan oleh penajjag namun sudah menyatu dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Toleransi umat beragma meliputi:

1.Toleransi antarumat beragama yang berbeda

2.toleransi antar umat beragama yang sama

3.toleransi umat beragama dengan pemerintah

d.Keberagaman ras

Ras dalam manusia dibagi menjadi 5 macam:

1.Negroid

2.Mongoloid

3.Kaukasoid

4.Australoid

5.Khoisan

e.Keberagaman golongan

Beberapa factor yang digunakan untuk menggolongkan keberagaman:

1.Secara usia penduduk,dikenal golongan usia anak anak,usia produktif,dan usia tua

2.Secara pendididkan dikenal kelompok yang berpendidikan

3.Secara politik dikenal golongan partai/afiliasi politik

4.Berdasarkan mata pencaharian/profesi dikenal golongan petani,pariwisata,wiraswasta,PNI,PNS,Polri

f.Keberagaman Gender

Gender merupakan sifat dan perilaku yang melekat pada kaum laki laki dan perempuan yang dikonstruksikan secara social dan kultural.

1.Peran reproduktif

Peran reproduktif merupakan peran yang tidak  menghasilkan uang.Sebagian masyarakat keliru memandang gender karena menganggap gender sebagai kodrat  yang berarti ketentuan biologis atau ketentuan Tuhan.Peran perempuan yang membersihkan rumah,merawat bias digantikan/dipertukarkan dengan laki laki yang melakukannya.

2.Peran produktif

Kerja produktif didefinisikan sebagai tugas atau aktivitas yang menghasilkan pendapatan sehingga mempunyai nilai actual atau potensial.

3.Peran kemasyarakatan

Peran perempuan untuk mengatur atau mengorganisir masyarakat masih jauh dari harapan.Sebagai contoh di dalam kegiatan masyarakat  di tingkat RT wanita selalu ditempatkan sebagai seksi konsumsi.

Bentuk bentuk ketidakadilan gender sebagai berikut:

1.Marjinalisasi/pemiskinan

2.Subordinasi/penormorduaan

3.Stereotip/pelabelan negative

4.Violence/kekerasan

5.Double burden/beban ganda

Ciri ciri kebutuhan praktis gender:

1.Merupakan kebutuhan langsung yang dapat dinikmati

2.disusun dan diformulasikan dari kondisi nyata

3.dikembangkan berdasarkan peran reproduktif

4.Tidak mempersoalkan posisi subordinasi perempuan

5.Bersifat jangka pendek,mudah dilihat,tidak berkelanjutan

Kebutuhan strategis gender adalah:

1.Upaya melarang pembagian kerja gender yang tidak adil

2.Adanya kesamaan akses ekonomi,kemerdekaan,pilihan yang sama antar gender

3.memberikan akses yang adil dalam penddidikan dan kredit

4.Memberikan pilihan bebas dan hak

5.Menguatkan aturan untuk melawan kekerasan pada perempuan

6.Membentuk organisasi dan jaringan perempuan agar lebih kuat

3.Faktor penyebab keberagaman bangsa Indonesia

a.Lingkungan fisik daerah

b.Keyakinan atau agama

c.Kehidupan social budaya di berbagai daerah

d.Faktor sejarah

C.Arti penting keberagaman dalam masyarakat Indonesia

1.Arti penting keberagaman

Kebragaman Indonesia memiliki arti yang sangat penting bagi kelangsungan dan kejayaan Indonesia.

a.Keberagaman sebagai potensi menuju kejayaan banhsa

dalam upaya mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa para pendiri Negara menggunakan semboyan”Bhinneka Tunggal Ika”.Kebhinnekaan sebagai potensi  diwujudkan bangsa sejak tumbuhnya kesadaran nasional.Baru setelah tahun 1908 sebagai era kebangkitan nasional perjuangan bersifat nasional melalui organisasi modern yang diberi nama Budi Oetomo yang didirikan oleh Dr.Sutomo.

b.Keberagaman sebagai tantangan bangsa

Kebhinnekaan dapat menjadi tantangan karena mudah membuat orang berbeda pendapat yang lepas kendali.Oleh karena itu upaya meningkatkan kerukunan antarsuku,pemeluk agama,dan kelompok kelompok social lainnuya.Upaya mempertahankan dan membangun Negara Indonesia  bukan hanya kerja keras pemerintah,melainkan juga adanya keinginan bangsa Indonesia berbhinneka untuk tetap bersatu.

2.Semangat menjaga keberagman dalam masyarakat dalam masyarakat Indonesia

a.semangat perilaku dalam kehidupan beragama yang beragam

Setiap ajaran agama tidak  mengajarkan untuk emaksakan keyakinan pada orang lain.Bentuk perilaku dalam keberagaman agama:

1.Menghormati agama yang diyakini oleh orang lain

2.tidak memaksakan keyakinan agama

3.Bersikap toleran terhadap keyakinan dan ibadah

4.Melaksanakan ajaran agama dengan baik

b.Semangat dan perilaku dalam keberagaman ras dan suku di Indonesia

Ras berkaitan dengan karakteristik fisik yang dimiliki sekelompok manusia.ApTidak ada manusia yang lebih baik dan lebih handar dari yang lain karena perbedaan warna kulit,rupa bentuk,dan sebagainya.Perbedaan ras tidak menunjukkan bahwa orang lain lebih baik dari kita atau orang lain lebih baik dari kita.Bukan baik dan buruknya penampilan yang dinilai tetapi sifat dari orang tersebut.

c.Semangat dan perilaku dalam keberagaman social budaya

Semangat kebangsaan di tengah social budaya dapat dilaksanakan dengan:

1.Mengetahui keberagaman budaya

2.mempelajri dan menguasai salah satu seni budaya yang minat

3.merasa banggsa terhadap budaya bangsa sendiri

4.menyaring budaya asing yang masuk ke Indonesia

D.Semangat perilaku dalam perbedaan jenis kelamin

Perlu dikembangkan kesetaraan jenis kelamin /gender dengan cara:

1.Menghilangkan diskriminasi

2.Memberi kesempatan yang sama kepada laki laki dan perempuan

3.membagi alokasi sumber daya/manfaat secara adil

4.memberikan akses pelayanan yang sama kepada laki laki dan perempuan

D.Perilaku toleransi dalam masyarakat

1.Lingkungan keluarga

Contoh sikap toleransi di keluarga:

a.menjalankan peran dan tugas masing masing tanpa memandang keberagaman

b.saling menghargai perbedaan di dalam keluarga

c.membiasakan musyawarah dalam memecahkan masalah keluarga

2.Lingkungan sekolah

Perilaku toleransi di sekolah:

a.membentuk kelompok belajar tanpa melihat latar belakang ekonomi murid

b.menyusun pengurus kelas/OSIS tanpa melihat status social keluarga murid

c.Menyusun petugas piket tanpa melihat latar belakang masing masing murid

3.Lingkungan masyarakat

Perilaku toleransi dalam masyarakat:

a.saling membantu tanpa pamrih

b.menjaga keamanan lingkungan tanpa membedakan laatr ekonomi dan status social

c.mengadakan kerja bakti bersama

4.Kehidupan berbangsa dan bernegara

Contoh sikap dan perilaku menghargai keragaman dalam ekhidupan berbangsa benegara:

a.Melaksanakan pertukaran budaya melalui kegiatan nasional ,misalnya Pekan Olahraga Nasional(PON)

b.Melaksanakan aturan hukum dengan penuh kepastian dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia

C.melaksanakan pembangunan tanpa membeda bedakan wilayah.

Design a site like this with WordPress.com
Get started