BAB 1 (KELAS 8)
A. Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
1. Kedudukan dan Fungsi Pancasila bagi Bangsa Indonesia
a. Pancasila sebagai dasar negara
b. Pancasila sebagai pandangan hidup
c. Pancasila sebagai kepribadian bangsa
d. Pancasila sebagai perjanjian luhur rakyat Indonesia
e. Pancasila sebagai pemersatu bangsa
f. Pancasila sebagai ideologi bangsa
2. Keberadaan dasar negara dan pandangan hidup bangsa memiliki arti yang penting yaitu :
a. Membentuk identitas suatu negara
b. Mempersatukan seluruh warga negara
c. Mengatasi konflik yang terjadi di antara warga negara
d. Membentuk solidaritas negara
e. Mengatasi segala perbedaan dalam suatu negara
3. Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
a. Kedudukan Pancasila bagi Bangsa Indonesia
1) Pancasila sebagai pandangan hidup
Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi petunjuk bagi bangsa Indonesia dalam mencapai kesejahteraan bersama
2) Pancasila sebagai dasar negara
Pancasila menjadi dasar dan sumber hukum dalam penyelenggaraan negara
3) Pancasila sebagai kepribadian bangsa
Pancasila menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang mampu membedakan dengan orang lain
4) Pancasila sebagai perjanjian luhur rakyat Indonesia
Pancasila disepakati bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah perjanjian yang dapat mengikat seluruh bangsa Indonesia
5) Pancasila sebagai pemersatu bangsa
Pancasila membuat bangsa Indonesia yang beraneka ragam bersatu padu dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika
6) Pancasila sebagai ideologi bangsa
Pancasila merupakan pedoman dan cita-cita bangsa Indonesia
b. Latar Belakang Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu :
1) Proses sejarah bangsa Indonesia yang demikian panjang
2) Nilai-nilai Pancasila sudah menjadi milik bangsa Indonesia sejak dulu
3) Nilai-nilai Pancasila mengandung nilai-nilai masa depan, yaitu bangsa dan Negara Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur
B. Arti Penting Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
1. Arti Penting Pancasila sebagai Dasar Negara
a. Sebagai sumber dari segala hukum dasar negara Indonesia
b. Sebagai wujud cita-cita hukum bagi hukum dasar negara Indonesia
c. Sebagai asas kerohanian tertib hukum di Indonesia
2. Arti Penting Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
a. Sebagai cita-cita luhur bangsa dan negara yang harus diwujudkan
b. Memberi petunjuk arah bangsa dan negara Indonesia dalam mencapai cita-cita
c. Sebagai pedoman bersikap,berpikir, dan bertingkah laku
C. Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
1. Hakikat Nilai
Nilai terbagi menjadi 3, yaitu :
a. Nilai material
b. Nilai vital
c. Nilai kerohanian
2. Dimensi Nilai-Nilai Pancasila
a. Dimensi realitas
b. Dimensi Idealitas
c. Dimensi Fleksibilitas
D. Sikap dan Perilaku yang Sesuai Nilai-Nilai Luhur Pancasila dalam Berbagai Kehidupan
1. Sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila harus diterapkan di masyarakat, rumah, sekolah, dan dimanapun kita berada
2. Upaya Mempertahankan Pancasila Sering Diberontak oleh Banyak Organisasi
a. Pemberontakan PKI
b. Pemberontakan DI/TII
c. Gerakan Sosial Liberal
d. Sakralisasi Ideologi Pancasila
3. Upaya Penanaman Nilai-Nilai Pancasila
a. Pendidikan keluarga
b. Pendidikan formal di sekolah
c. Pendidikan non formal/masyarakat
BAB 2 (KELAS 8)
A. Makna UUD NRI 1945 dalam Sistem Hukum Nasional
1. Ciri ciri Indonesia sebagai negara hukum
a. adanya UUD atau konstitusi yang memuat ketentuan tertulis tentang hubungan antara penguasa dan rakyat
b. adanya pembagian kekuasaan negara
c. adanya pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak kebebasan rakyat
2. Sistem Hukum Nasional
Terbagi menjadi dua jenis secara bertingkat
a. Peraturan dasar atau hukum dasar
b. Peraturan non dasar atau hukum pelaksana
3. UUD NRI 1945
a. Sejarah Perumusan dan Penetapan UUD NRI 1945
1. Sidang BPUPKI :
1) Sidang BPUPKI I
2) Rapat Panitia Kecil
3) Sidang BPUPKI II
2. Sidang PPKI
b. Motivasi Adanya UUD NRI 1945
1) warga negara yang bersangkutan agar terjamin hak-haknya dan bertujuan untuk membatasi tindakan para penguasa negara tersebut
2) penguasa negara dan rakyatnya menjamin agar terdapat pola atau sistem tertentu atas pemerintah negaranya
3) pembentuk atau pendiri negara tersebut agar terdapat kepastian tentang cara penyelenggaraan ketatanegaraannya
4) beberapa negara semula yang masing-masing berdiri sendiri bergabung untuk menjalin kerja sama
c. Dinamika UUD NRI 1945
1) Keseluruhan naskah UUD NRI 1945 yang ditetapkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, yang mempunyai sistematika sebagai berikut.
a) Pembukaan, terdiri atas 4 alinea
b) Batang Tubuh, terdiri atas 16 bab, 37 pasal, 4 pasal aturan peralihan, dan 2 ayat aturan tambahan
2) Keseluruhan naskah UUD NRI 1945 yang ditetapkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, yang dikukuhkan berlaku kembali melalui Dekret Presiden, 5 Juli 1959
3) Keseluruhan naskah UUD NRI 1945 yang ditetapkan oleh PPKI pada tangal 18 Agustus 1945, dikukuhkan berlaku kembali melalui Dekret Presiden, 5 Juli 1959, dan diamandemen oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
B. Kedudukan, Sifat, dan Fungsi UUD NRI 1945 dalam Sistem Hukum Nasional
1. Kedudukan UUD NRI 1945
a. dibentuk dengan cara istimewa
b. dianggap sesuatu yang luhur
c. berisi cita-cita bangsa dan dasar organisasi negara
d. berisi garis besar tentang dasar dan tujuan negara
2. Sifat UUD NRI 1945
a. Tertulis
b. Singkat dan supel
c. Normatif
d. Hukum positif yang tertinggi
3. Fungsi UUD NRI 1945
a. Alat kontrol dalam sistem hukum di Indonesia
b. Pengatur kekuasaan negara
c. Penentu hak dan kewajiban
4. Arti Penting UUD NRI 1945
a. menjadi dasar dan sumber ekstensi berdirinya NKRI
b. sebagai landasan konstitusional penyelenggaraan negara Indonesia
c. sebagai aturan hukum yang tertinggi dalam tata urutan peraturan perundang-undangan nasional di Indonesia
d. sebagai salah satu pilar kebangsaan Indonesia
C. Kedudukan, Sifat, dan Fungsi Peraturan Perundangan dalam Sistem Hukum Nasional
1. Berdasarkan Pasal 7 UU No. 12 Tahun 2011, peraturan perundang-undangan di Indonesia RI yang berada di bawah UUD NRI 1945, yaitu:
a. MPR
b. Perppu
c. Peraturan Pemeritah
d. Peraturan Presiden
e. Peraturan Daerah Provinsi
f. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota
2. Kedudukan dan Fungsi Peraturan Perundangan
a. Penciptaan Hukum
b. Pembaharuan Hukum
c. Integrasi Pluralisme Sistem Hukum
d. Kepastian Hukum
e. Pemecahan Masalah
BAB 3 (KELAS 8) Makna Tata Urutan Perturan Perundang-undang Nasional 1.Hakikat perundang-undangan Ciri-cirinya adalah:
a.Dikeluarkan oleh pihak berwenang
b.Isinya mengikat secara umum
c.Sifatnya abstrak dan ideal
Dalam penyusunan peraturan perundang-undangan harus berdasarkan pada landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis: a.filosofis artinya peraturan yang dibuat berdasarkan nilai-nilai filosofi dasar negara
b.sosiologis artinya hukum yang dibuat harus sesuai dengan perkembangan dan situasi nyata landasan
c.yuridis artinya penyusunan peraturan hukum harus mengikuti prosedur dan aturan tertentu
Dalam pembentukan peraturan perundang-undangan harus dilakukan berdasarkan pada asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik ,yaitu:
a.Kejelasan tujuan
b.Kelembagaan pembentuk yang tepat
c.Kesesuaian antara jenis hierarki dan materi muatan
d.Dapat dilaksanakan
e.Kedayagunaan dan kehasilgunaan
f.Kejelasan rumusan
g.Keterbukaan
Sedangkan Materi muatan peraturan perundang-undangan harus mencerminkan asas-asas sebagai berikut :
a.Pengayoman
b.Kebangsaan
c.Kekeluargaan
d.Kenusantaraan
e.Bhinneka Tunggal Ika
f.Keadilan
g.Kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan
h.Ketertiban dan kepastian hukum
i.Keseimbangan keserasian dan keselarasan
Penyusunan peraturan perundang-undangan juga harus berpedoman pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
a.berdasarkan peraturan perundang-undangan yang telah ada
b.hanya peraturan tertentu yang menjadi dasar yuridis
c.setiap peraturan materi yang berbeda-beda
d.peraturan yang baru mengesampingkan peraturan yang lama
e.peraturan yang lebih tinggi mengesampingkan peraturan yang lebih rendah
f. Peraturan yang khusus mengesampingkan peraturan yang umum
g. Setiap peraturan materinya berbeda-beda
2. Pentingnya Peraturan Perundang-undang a. Menjamin hak dan kewajiban warga negara b.Memberi kepastian hukum c.Menjamin keadilan dan rasa aman d. Mewujudkan ketertiban dan ketentraman dalam hidup sehari-hari e. Mewujudkan kesejahteraan secara lahir dan batik
3.Tata urutan peraturan perundang-undangan dalam lembaga yang berwenang urutan peraturan perundang-undangan di Indonesia yang saat ini berlaku mengacu pada undang-undang No 12 tahun 2011 UUD NRI tahun 1945
Berdasarkan UU no. 12 tahun 2011, tata urutan perundang-undangan RI adalah sebagai berikut: a. UUD NRI 1945
b.ketetapan MPR
c.undang-undang atau peraturan pemerintah pengganti undang-undang
d.peraturan pemerintah
e.peraturan presiden f.peraturan daerah provinsi
g.peraturan daerah kabupaten atau kota
B. proses penyusunan peraturan perundang-undangan nasional
1.Proses penyusunan UUD Negara RI Tahun 1945
Rancangan UUD NRI tahun 1945 yang disahkan oleh PPKI dalam sidang keduanya secara garis besar berisi tentang:
a.pernyataan Indonesia merdeka
b.pembukaan undang-undang dasar
c.undang-undang dasar atau batang tubuh
BPUPKI dibubarkan dan sebagai gantinya dibentuklah PPKI. PPKI melakukan sidang dan sidang itu menghasilkan 3 keputusan penting yaitu:
a.mengesahkan UUD
b.memilih Ir Soekarno dan Drs Muhammad Hatta sebagai presiden dan wakil presiden
c.presiden untuk sementara waktu akan dibantu oleh KNIP
UUD NRI memiliki susunan pembukaan, batang tubuh, dan penjelasan. UUD NRI juga mempunyai kedudukan istimewa dibandingkan dengan peraturan perundang-undangan yang lainnya. UUD NRI sempat melakukan amandemen oleh pihak berwenang yaitu MPR. Tujuan Amandemen UUD NRI tahun 1945 pada masa itu adalah untuk menyempurnakan aturan dasar agar sesuai dengan perkembangan aspirasi dan kebutuhan bangsa.
Proses penyusunan ketatapan MPR
Pada masa sebelum Amandemen UUD NRI tahun 1945, ketetapan MPR merupakan peraturan perundangan yang secara hierarki berada di bawah UUD NRI tahun 1945 dan di atas undang-undang. Pada masa awal reformasi, Tap MPR tidak lagi termasuk dalam urutan hierarki. Namun pada tahun 2011 berdasarkan undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 TAP MPR kembali menjadi peraturan perundangan yang secara hierarki berada di bawah UUD NRI tahun 1945. Tap MPR pun tidak serta merta mengembalikan posisi MPR seperti kondisi sebelumnya dikarenakan pada era reformasi pembuatan Tap MPR baru tidak akan seperti masa yang sebelumnya.
Proses penyusunan undang-undang dan peraturan pemerintah pengganti undang-undang
a.diperintahkan oleh UUD NRI tahun 1945
b.ditetapkan oleh ketetapan MPR
c.diperintahkan oleh UU terdahulu
Sedangkan menurut UU No 12 tahun 2011 materi muatan yang harus diatur dengan undang-undang berisi :
a. pengaturan lebih lanjut mengenai ketentuan UUD 1945
b. Perintah suatu UU untuk diatur dengan UU
c. Pengesahan perjanjian internasional tertentu
d. Tindak lanjut atas putusan mahkamah konstitusi
Penyusunan peraturan pemerintah pengganti UU
Berdasarkan UUD negara RI tahun 1945 pasal 22 Perpu mempunyai kedudukan yang sama dengan UU, hanya pembuatannya karena keadaan darurat. Perpu dibuat oleh presiden.
4. Proses pembuatan peraturan pemerintah
a.penyiapan rancangan
b.penetapan dan pengundangan
5. proses penyusunan peraturan presiden
Peraturan Presiden terdapat dua macam yaitu :
a.Peraturan Presiden dan sifat yang menetapkan
bPeraturan Presiden yang sifatnya mengatur
6. Penyusunan peraturan daerah provinsi
Dibuat oleh pemerintah daerah provinsi
7. proses penyusunan peraturan daerah kabupaten atau kota
Dibuat oleh pemerintah kota
C. Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan nasional
Sikap positif yang dapat dikembangkan yaitu :
1.menyampaikan usulan ketika proses penyusunan sedang berlangsung
2.turut mengawasi jika peraturan itu sudah berjalan secara efektif
3.mengajukan pengujian secara materiil jika ada peraturan yang sudah terlanjur ditetapkan
Warga negara juga harus patuh terhadap semua peraturan perundang-undangan yang berlaku. contoh sikap taat pada peraturan perundang-undangan adalah :
a.melaksanakan setiap peraturan yang berlaku
b.menjalankan tugas dan kewajiban sesuai aturan
c.mendukung setiap upaya memperbaiki keadaan sesuai peraturan
d. melaporkan kepada pihak yang berwenang jika ada pelanggaran e. menjadi saksi jika diperlukan dalam suatu proses pengadilan
Bab 4 (Kelas 8)
Makna kebangkitan nasional
1. Pengertian kebangkitan nasional Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, nasionalisme dan keadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kebangkitan nasional Indonesia dimulai tahun 1908 lebih tepatnya 20 mei 1908 dengan berdirinya budi utomo dan berakhir dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
2. Sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia
Selama 350 tahun Indonesia dijajah oleh Belanda. Penderitaan telah dialami oleh bangsa Indonesia secara fisik, sosial, ekonomi maupun aspek kehidupan yang lain. Penderitaan itu semakin jelas dengan adanya kerja rodi, yaitu masyarakat disuruh bekerja namun tidak diberikan gaji. Kerja rodi ini diterapkan oleh Belanda. Akibatnya kelaparan dan kematian.
Masa kebangkitan nasional Indonesia merupakan kelanjutan dari politik etis atau politik balas budi yang diterapkan Belanda, pada tahun 1899. Politik etis yaitu pemerintah kolonial memiliki tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi setelah dilakukannya politik kerja rodi. Isi politik etis adalah irigasi, emigrasi dan edukasi. Kebijakan tentang edukasi memberikan kesempatan kepada pribumi untuk memperoleh pendidikan sehingga menjadi lebih terpelajar.
a. Periode tahun 1900-1908 Dalam penerapan politik etis terkandung di dalamnya usaha memajukan pengajaran dan pendidikan bagi generasi muda di Indonesia. Salah satu kendalanya yang dihadapi adalah terbatasnya anggaran dana. Hal ini menimbulakan keprihatinan dr.Wahidin Sudirohusodo sehingga pada tahun 1901 melalui majalah Retnodhoemilah,yang diterbitkan dengan bahasa jawa dan Melayu. Upaya itu dilakukan untuk mendirikan Studie Fonds atau Yayasan beasiswa dan melakukan kegiatan menghimpun dana dengan melakukan propaganda berkeliling di JAwa tahun 1906. Dokter Wahidin Sudirohusodo adalah pembangkit semangat organisasi Budi Utomo
Program utama dari Budi Utomo adalah mengusahakan perbaikan, pendidikan, dan pengajaran. Programnya lebih bersifat sosial karena saat itu belum dimungkinkan didirikannya organisasi politik. Saat itu pemerintah Hindia Belanda sedang melaksanakan program edukasi dari Politik Etis sehingga terdapat kesesuaian kedua program. Jangkauan pergerakannya organisasi Budi Utomo terbatas pada Jawa dan Madura. Oleh karena itu, Budi utomo dianggap sebagai organisasi yang bersifat kedaerahan, karena salah satu programnya berbunyi “de harmonische ontwikkeling van land en volk van Java en Madura” yang artinya kemajuan yang harmonis bagi pulau serta rakyat Jawa dan Madura.
Pada tanggal 3-5 Oktober 1908, Budi Utomo mengadakn kongres pertama di Yogyakarta. Kongres ini berhasil menetapkan tujuan organisasi yaitu kemajuan yan harmonis antara bangsa dan Negara, terutama kemajuan yang dalam memajukan pengajaran, peranian, peternakan dan dagang, teknik, industri serta kebudayaan. Ketua besar yang terpilih adalah R.T. Tirtokusumo, Bupati Karangnyar
b. Periode Tahun 1908-1928
Pada tahun 1912 berdiri partai politik pertama yaitu indische partij. Pada tahun itu juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (SDM) di Solo, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta, KH Hasyim Asy’ari mendirikan Nahdlatul Ulama di Surabaya, dan Dwijo Sewoyo dan yang lain mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Boemi Poetra di Magelang. Pada tanggal 20 juli 1913, Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam komite Boemi Poetra, menulis artikel yang berjudul Als Ik Eens Nederlander Was yang berarti Seandainya Aku Orang Belanda, yang memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda meryakan 100 tahun kemerdekaan Belanda. Karena itulah dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka tetapi akhirnya mereka dibuang ke Belanda. Pada tahun 1915 Budi Utomo ikut aktif “Inlandsche Militie” dan waktu Volksraad dibentuk, Budi Utomo juga tergabung dalam “Radicale Concentratic”. Hal ini berakibat terjadinya perpecahan antara golongan radikal dan moderat di Budi Utomo.
Pada tahun 1924, dr Sutomo tidak puas dengan Budi Utomo mendirikan Indonesische Studieclub di Surabaya. Penyebabnya adalah asas kebangsaan jawa dari budi utomo sudah tidak relevan dengan perkembangan rasa kebangsaan. Indonesische Studi Club pada perkembangannya menjadi Persatuan Bangsa Indonesia. Pada tanggal 30 April-2 Mei di Jakarta para pemuda melakukan Kongre pemuda 1. Kongres pemuda I dipimpin oleh Mohammad Tabrani dan dihadiri tokoh-tokoh pemuda dari Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Jong Ambon, Jong Bataks Bond, dan Pemuda Kaum Betawi. Kongres pemuda I melahirkan kesadaran pemuda untuk membentuk badan yang membina organisasi pemuda yang bersifat nasional dan kebangsaan.
Organisasi pemuda yang mewadahi semua organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan dengan trbentuknya Pemuda Indonesia (PI) dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Organisasi pemuda yang dimotori oleh PPPI akhirnya membentuk Kongres Pemuda II, ketuanya Sugondo Joyopuspito.
Pada tahun 1927, organisasi Budi Utomo masuk dalam PPPKI yang dipelopori oleh Ir. Sukarno. Meskipun demikian Budi Utomo tetap eksis dengan asas kooperatifnya.
c. Periode Tahun 1928-1945
Kongres pemuda II, berlangsung di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928. Kongres pemuda II diselenggarkan oleh organisasi-organisasi pemuda Indonesia, yaitu jong java, Jong Sumatra, Pemuda Indonesia, sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, pemuda kaum Betawi, dan perhimpunan pelajar-Pelajar Indonesia. Kongres Pemuda II juga dihadiri oleh partai politik seperti PNI, PSI dan Budi Utomo. Setelah berjalan 2 hari, dengan mempertimbangkan berbagai pandangan tokoh-tokoh pemuda, akhirnya Kongres pemuda 2 menyepakati bersama lahirnya Sumpah pemuda
Pada tahun 1928, organisasi Budi utomo menambahkan suatu asas perjuangan yaitu “ikut berusaha melaksanakan cita-cita Bangsa Indonesia”. Organisasi Budi Utomo sedang berusaha memperluas ruang geraknya, tidak hanya menuju kehidupan harmonis bagi Jawa dan Madura, tetapi lebih luas lagi, yakni bagi persatuan Indonesia. Pada Tahun 1935 diadakan fusi dengan PBI yang dipimpin oleh dr.Sutomo ,melahirkan Parinda. Berakhirlah riwayat organisasi Budi utomo sebagai organisasi pergerakan pertama Indonesia.
d. Periode Tahun 1945-1948
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia mencapai puncaknya dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ternyata situasi awal kemerdekaan masih belum stabil karena rongrongan Belanda yang masih ingin menguasai Indonesia selain itu situasi di Indonesia alam.
3. Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan
Sejarah perjuangan Indonesia mencapai kemerdekaan berlangsung berabad-abad, namun selalu mudah dikalahkan oleh penjajah. Inilah beberapa kelemahan Indonesia sebelum kebangkitan Nasional: a.perlawanan secara bersifat kedaerahan dan tidak serentak. b.perlawanan dipimpin oleh pemimpin karismatik sehingga tidak ada yang melanjutkan C.perlawanan menggunakan kekerasan senjata d.para pejuang mudah diadu domba oleh penjajah dengan politiknya devide et impera (dipecah belah kemudia dikuasai)
Kelemahan-kelamahan tersebut menumbuhkan pemikiran di kalangan cerdik pandai untuk mengubah strategi perjuangan. Perubahan itu diawali oleh organsasi Budi Utomo. Dengan adanya organisasi Budi Utomo, perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908 mengalami perubahan sehingga memiliki keunggulan, yaitu:
a.perjuangan dilakukan dengan menggunakan organisasi dan diplomasi, bukan kekerasan senjata
b.para pemimpin berasal dari kaum intelektual terpelajar, bukan raja, sultan, atau bangsawan
c.rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh
d.perjuangan serentak, tidak lagi bersifat kedaerahan
B. Arti penting kebangkitan nasional dalam perjuangan kemerdekaan
1. Arti penting kebangkitan nasional dalam perjuangan kemerdekaan
a. Kebangkitan Nasional Mengubah Perjuangan yang bersifat kedaerahan menjadi pergerakan nasional
Kebangkitan nasional adalah tonggak sejarah bangsa Indonesia. Budi Utomo menjadi pendorong kebangkitan nasional Indonesia. Perjuangan kemerdekaan bukan lagi milik daerah-daerah tertentu, tetapi menjangkau seluruh daerah dengan kesadaran nasional
b. Kebangkitan Nasional mengubah perjuangan yang bersifat fisik dengan kekuatan senjata menjadi perjuangan bersifat organisasi dan diplomasi
Budi Utomo yang dipelopori oleh kalangan terpelajar mengubah cara perjuangan melalui organisasi dan diplomasi yang bersifat nasional sehingga lebih disadarkan pada aspek kecerdasan berpikir, tidak semata-semata fisik
c. Kebangkitan Nasional mengubah perjuangan yang tergantung kharismatik pemimpin menjadi perjuangan yang berdasarkan kesadaran bersama
Para pemuka organisasi tidak lagi bersifat kharismatik, tetapi sebatas sebagai coordinator atau motivator sehingga kebersamaan masyarakat bangsa tumbuh untuk mencapai kemerdekaan.
d. Kebangkitan Nasional Mengubah Perjuangan ang bersifat tunggal menjadi perjuangan yang Multiaspek Pergerakan nasional bersifat multidimensional, baik bidang sosial, budaya, ekonomi, maupun politik. Akan tetapi yang paling menonjol adalah pergerakan nasional dalma bidang politik karena penjajah menggunakan politik dalam semua bidang.
e. Kebangkitan Nasional Menjadi Tonggak Pergerakan Nasional Menuju Kemerdekaan Indonesia
Kebangkitan nasional sebagai tonggak pergerakan nasional Indonesia yang memiliki arti sangat penting dalam mempercepat tercapainya kemerdekaan Indonesia karena hal-hal :
1.bangkitnya rasa dan semngat persatuan, kesatuan dan rasionalisme serta kesadaran memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
2.mencapai prestasi sebagai bangsa yang gemilang dalam perjuangan mengusir penjajah.
3.menginspirasi seliruh rakyat Indonesia dalam mendukung perjuangan atas dasar semangat nasionalisme dan tanpa pamrih.
C. Peran Tokoh Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan
1. Tokoh-Tokoh Kebangkitan nasional dan perannya
a. Dokter Wahidin Sudirohusodo (1852-1917)
Dokter Wahidin Sudirohusodo lahir 7 Januari 1852 di Yogyakarta dan meninggal di tanah kelahirannya tanggal 26 Mei 1917. Dokter Wahidin Sudirihusodo merupakan lulusan STOVIA. Pada tahun 1901 melalui majalah Retnodhoemilah yang di terbitkan dalam bahasa jawa dan melayu. Itu propaganda berkeliling di jawa pada tahun 1906. Dokter Wahidin Sudirohusodo adalah pembangkit dan pemberi inspirasi berdirinya budi utomo.
b. Dokter Sutomo (1888-1938)
Dokter Sutomo lahir di jawa timur, 30 juli 18 88 dan meninggal di Surabaya, 30 mei 1938. Dokter Sutomo merupakan ketua organisasi Budi Utomo. Budi utomo adalah organisasi modern pertama di Indonesia, didirikan tanggal 20 mei 1908.
c. Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) (1889-1959)
Suwardi Suryaningrat lahir tanggal 2 mei 1889 di Yogyakarta dan meninggal tanggal 26 April 1959. Pada tahun 1912 ia tergabung dalam Komite Boemi Poetera dan menulis artikel yang berjudul Als ik Eens Nederlander Was. Ia mendirikan Indische Partij pada tanggal 3 juli 1912 bersama dokter Cipto Mangunkusumo dan Ernest Douwes Dekker dan dikenal sebagai tiga serangkai. Ia juga mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa 3 juli. Ia juga pernah menjadi mentri pengajaran Indonesia pertama
d. Dokter cipto mangunkusumo (1886-1943)
Dokter Cipto Mangusong lahir 4 maret 1886 di jepara dan meninggal di Jakarta 8 Maret 1943.Ia pernah dihukum dan diasingkan ke Belanda. Dr Cipto Mangunsong ini dipulangkan ke Hindia Belanda karena sakit. Ia juga mendirikan indische partij tahun 1912.
e. Dokter Ernest Douwes Dekker (1879-1950)
Douwes Dekker lahir di Pasuruan Jawa Timur 8 Oktober 1879 dan meninggal di Bandung 28 Agustus 1950. Ia mendirikan Indische Partij. Ia juga penggagas nama nusantara sebagai ganti Hindia Belanda setelah mereka merdeka.
f. R.T Tirtokusumo
R.T Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ketua organisasi Budi Utomo yang dipilih melalui kongres 1 Budi utomo pada tanggal 3-5 Oktober 1908. Kongres ini berhasil menetpkan tujuan organisasi yaitu kemajuan yang harmonis, terutama dalam memajukan pengajaran ,pertanian, peternakan, dagang, teknik, industri serta kebudayaan.
g. W.R Supratman
Wage Rudolf Supratman lahir di Jatinegara, Jakarta tanggal 19 Maret 1903 dan meninggal 17 agustus 1938. Ia menciptakan lagu kebangsaan pada tahun 1924. Lagu itu dinyanyikan pada penutupan kongres pemuda II tanggal 28 oktober. 2. Meneladani Tokoh-tokoh Kebangkitan Nasional Sikap, semangat para pahlawannasional telah mengantar Indonesia seperti sekarang ini sehingga sudah kewajiban bangsa Indonesia untuk meneladaninya.
Keteladanan itu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari contohnya:
a.belajar dan bekerja keras untuk kemajuan bangsa.
b.menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
c.rela berkorban untuk bangsa dan Negara.
d.bangga dengan milik bangsa sendiri.
e.mengenang para pahlawan, misalnya dengan mengheningkan cipta.
BAB 5 (Kelas 8)
A. Makna Sumpah Pemuda dalam Bhinneka Tunggal Ika
1.latar belakang sumpah pemuda
Sumpah Pemuda merupakan puncak kesadaran para pemuda sebagai bagian dari bangsa Indonesia setelah beratus-ratus tahun Indonesia dijajah oleh negara lain. Sebelumnya politik devide at impera atau politik memecah belah dan menguasai telah memperkuat posisi Belanda dan memperparah kondisi bangsa Indonesia.
2.lahirnya sumpah pemuda
Lahirnya golongan terpelajar yang kebanyakan terdiri atas para pemuda dari berbagai suku dan daerah itu menunjukkan kesadaran kebangsaan yang semakin jelas. Akhirnya mereka semua berusaha menyatukan diri dengan mengadakan pertemuan pada tanggal 30 April – 2 Mei 1926 di Jakarta. Para pemuda tersebut melakukan pertemuan yang dikenal dengan Kongres Pemuda 1. Kongres Pemuda 1 dipimpin oleh Muhammad Tabrani dan dihadiri oleh tokoh-tokoh organisasi pemuda dari Jong Java, Jong sumateranen Bond, Jong Ambon, dan pemuda kaum Betawi. Dari Kongres Pemuda 1 ini lahir kesepakatan untuk :
a.mengakui dan menerima cita-cita persatuan Indonesia
b.menghilangkan pandangan adat dan kedaerahan yang kolot
Kongres Pemuda I menginspirasi terbentuknya organisasi pemuda tunggal, yaitu Pemuda Indonesia dan Perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia. Berbagai organisasi pemuda yang dimotori oleh PPPI membentuk panitia Kongres Pemuda II yang diketuai oleh Sugondo Joyopuspito dari. Kongres Pemuda II ini dilakukan pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928. Kongres Pemuda II diselenggarakan oleh organisasi-organisasi Pemuda Indonesia dan juga dihadiri oleh beberapa partai politik. Kongres Pemuda II ini menyepakati lahirnya Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda merupakan pernyataan lahirnya bangsa dan kebangsaan Indonesia yang diikrarkan dalam sidang Pleno ke-3 Kongres Pemuda Indonesia II. Isi dari Sumpah Pemuda adalah :
a.Pertama: kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah Indonesia
b.Kedua: kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia
c.Ketiga: kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia
3.makna sumpah pemuda
a. kesatuan tanah air Indonesia
b. kesatuan bangsa indonesia
NKRI terbentuk dari keragaman dalam semua aspek kehidupan, yaitu
1.keragaman bahasa daerah
2.keragaman adat istiadat
3.keragaman kesenian daerah
4.pengetahuan dan teknologi
5.keragaman organisasi sosial
6..keragaman religi
7.keragaman ras
8.keragaman golongan
9.keragaman gender
c. kesatuan bahasa Indonesia
Kebiasaan berbahasa daerah di Indonesia antara lain
1.Bahasa Melayu
bahasa Melayu memiliki nilai solidaritas yang tinggi. Pada abad ke-16, bahasa ini sering digunakan dalam kegiatan perdagangan antar suku bangsa di Indonesia
2.Bahasa Batak
bahasa Batak dengan hurufnya Karo, Mandailing, dan Toba digunakan oleh suku Batak yang tinggal di Sumatra Utara dan beberapa daerah lain di Indonesia.
3.Bahasa Jawa
bahasa Jawa dengan huruf jawa yang digunakan oleh suku Jawa diberlakukan kebiasaan berbahasa secara bertingkat yaitu ngoko (bahasa umum), Krama Alus (orang muda kepada orang tua atau orang yang baru dikenal), dan krama inggil (bahasa khusus pada pertemuan atau pada orang-orang yang berpengaruh)
4.Bahasa Sunda
bahasa Sunda digunakan oleh suku Sunda. Bahasa ini diberlakukan kebiasaan berbahasa sebagai bentuk sopan santun dalam pergaulan
5.Bahasa Bali
bahasa Bali dilakukan bahasa secara bertingkat yaitu bahasa kasar,,halus merah, dan halus
6.Bahasa Dani bahasa Dani digunakan oleh Suku Dani di Papua menerapkan dua dialek bahasa yaitu dialek Dani Barat dan Dani Lembah besar
B. Arti sumpah pemuda bagi perjuangan bangsa Indonesia
1. Sumpah Pemuda menumbuhkan persatuan dan kesatuan dalam perjuangan mencapai kemerdekaan
2.Sumpah Pemuda menumbuhkan pengakuan internasional terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia
3.Sumpah Pemuda menumbuhkan semangat kekeluargaan dan gotong royong dalam masyarakat yang beragam
b. Arti penting kekeluargaan dan gotong royong
Baik bagi kelompok atau individu yang berbeda, kekeluargaan dan gotong royong menjadi penting karena hal-hal berikut:
1.merasa aman dan tentram
2.dapat berperan lebih besar dalam kegiatan masyarakat
3.mudah berkomunikasi dengan kelompok lain
4.meringankan dan mempercepat pekerjaan
5.bagi kepentingan masyarakat secara keseluruhan
6.kekeluargaan dan gotong royong menjadi penting sebab
c. contoh kekeluargaan dan gotong royong dalam masyarakat yang beragam
sikap warga masyarakat perlu mengembangkan sikap dan perilaku yang didasari semangat kekeluargaan dan kegotongroyongan. sikap dan perilaku tersebut harus dilaksanakan di berbagai lingkungan hidup baik di keluarga, sekolah, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
C. Nilai dan semangat sumpah pemuda bagi bangsa dan negara Indonesia
1.Arti penting semangat sumpah pemuda
Mempercepat terselesaikannya pekerjaan karena dilaksanakan dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong
tercipta kehidupan masyarakat yang rukun dan damai karena tidak melihat perbedaan tetapi bekerja sama demi tujuan bersama
tercipta persatuan dan kesatuan bangsa dan negara
2.wujud nyata semangat dan komitmen Sumpah Pemuda dalam masyarakat:
a. bidang keagamaan b. bidang sosial budaya c. bidang politik d. bidang ekonomi e. bidang pertahanan dan keamanan
BAB 6 (Kelas 8)
A.semangat dan komitmen kebangsaan Indonesia
1.pengertian semangat dan komitmen kebangsaan Indonesia
Semangat dan komitmen kebangsaan merupakan daya dorong dan motivasi yang berperan kuat dalam tahap perjuangan merebut memproklamasikan mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang. semangat kebangsaan identik dengan nasionalisme dan patriotisme.
a. nasionalisme
Nasionalisme adalah kesadaran untuk bersama-sama mencapai mempertahankan dan mengembalikan identitas, integritas, kemakmuran, dan kekuatan bangsa itu. nasionalisme merupakan wujud semangat dan komitmen kebangsaan.
b.patriotisme
Patriotisme berasal dari kata patria, yang berarti tanah air. Kata patria berubah menjadi kata patriot yang berarti seseorang yang menicintai tanah air. Jadi, patriotisme berarti semangat cinta tanah air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segalanya untuk mempertahankan tanah air dan bangsanya.
2.Sejarah semangat dan komitmen kebangsaan Indonesia
a.sebelum masa kebangkitan nasional (sebelum 1908)
di masa ini perjuangan bangsa Indonesia masih bersifat kedaerahan, tergantung pada pemimpin, belum terorganisir, dan tujuan perjuangan belum jelas sehingga mudah dikalahkan oleh penjajah
b.masa kebangkitan nasional (1908 – 1928)
Pada masa ini lahir organisasi bernama Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. organisasi ini mampu mengubah sejarah perjuangan bangsa Indonesia menjadi tidak lagi bersifat kedaerahan tetapi bersifat nasional sehingga disebut kebangkitan nasional.
c.masa Sumpah Pemuda (1928 – 1945)
di masa ini kebangkitan nasional semakin menemukan bentuknya sebagai pergerakan nasional dengan lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda mengandung nilai komitmen dan semangat kebangsaan yang sangat tinggi yaitu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
d.masa Proklamasi kemerdekaan (1945)
semangat dan komitmen kebangsaan yang didasari persatuan dan kesatuan bangsa mempercepat tercapainya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan sebagai puncak perjuangan bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari belenggu penjajah.
Masa mempertahankan dan mengisi kemerdekaan (1945 – sekarang)
setelah proklamasi kemerdekaan ternyata berbagai ancaman dan gangguan baik yang datang dari dalam negeri maupun luar negeri masih muncul sehingga perlu diwaspadai. NKRI harus tetap dipertahankan dan dibangun dengan semangat kebangsaan yang dilandaskan dengan persatuan dan kesatuan bangsa agar menjadi negara yang kuat. perkembangan semangat dan komitmen kebangsaan dilandasi oleh beberapa faktor yaitu :
a.persamaan nasib
b.kesatuan tempat tinggal
c.keinginan bersama untuk Merdeka
d.cita-cita bersama
3. unsur-unsur semangat dan komitmen kebangsaan Indonesia :
a. dasar negara adalah Pancasila
b .konstitusi negara adalah UUD NRI tahun 1945
c. Lagu kebangsaan adalah Indonesia Raya
d. Bendera negara adalah bendera merah putih
e. Lambang negara Garuda Pancasila
4. makna semangat dan komitmen kebangsaan bagi NKRI
a.Unsur-unsur Negara Kesatuan Republik Indonesia
rakyat Indonesia
wilayah Indonesia
pemerintah yang sah dan berdaulat
Pengakuan dari negara lain
b. makna semangat dan komitmen kebangsaan bagi NKRI
keempat unsur berdirinya NKRI sebenarnya disatukan dengan adanya semangat dan komitmen kebangsaan Indonesia. semangat dan komitmen kebangsaan atau nasionalisme Indonesia telah mampu menyatukan berbagai perbedaan Indonesia karena nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme luas sehingga mengembangkan kerjasama dan saling menghargai dengan negara lain. dengan kata lain semangat kebangsaan Indonesia menjadi ruh keberadaan NKRI harus tetap dijaga dan ditumbuhkan kembangkan seiring dengan berkembangnya zaman.
B. Arti penting semangat dan komitmen kebangsaan untuk memperkuat NKRI
1.Semangat dan komitmen kebangsaan dalam pembentukan NKRI
2.Semangat dan komitmen kebangsaan untuk memperkuat NKRI
C. kegiatan yang mencerminkan semangat dan komitmen kebangsaan untuk memperkuat NKRI
Upaya penumbuhan semangat dan komitmen kebangsaan Indonesia
a. keteladanan
Keteladanan merupakan sikap dan perilaku yang patut dicontoh baik dalam sikap, pemikiran, perkataan, maupun perbuatan yang sesuai dengan semangat dan komitmen kebangsaan. keteladanan harus dimulai dari hal-hal kecil dan dari diri sendiri.
b. pewarisan
pewarisan merupakan proses menurunkan memberikan atau menyerahkan sesuatu kepada pihak lain terutama generasi penerus. warisan semangat dan komitmen kebangsaan adalah upaya menurunkan nilai-nilai sikap dan perilaku terpuji kepada generasi penerus.
c. ketokohan
ketokohan merupakan sosok seseorang yang memiliki kelebihan sehingga terkenal dan disegani pengaruhnya di masyarakat. dalam menanamkan semangat dan komitmen kebangsaan, ketokohan memberikan motivasi dan semangat bagi generasi muda.
d. Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan dan Pelatihan tentang semangat dan komitmen kebangsaan dapat dilakukan di berbagai jenjang pendidikan formal di sekolah dan perguruan tinggi maupun pendidikan non formal di masyarakat atau melalui media massa.
e. pembangunan yang berwawasan kebangsaan
Pembangunan nasional dilaksanakan untuk mencapai cita-cita nasional dan dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.